Anda di halaman 1dari 27

HARGA POKOK PESANAN

AKUNTANSI MANAJEMEN

OLEH :

NI PUTU EKA DEVI WIDYANTARI (1615644048)

NI WAYAN ARYANTI (1615644069)

KOMANG TRI RAHAYUNITA W A (1615644086)

ERMY PRATIWI (1615644097)

NI PUTU GITA PRADHNYA SARI (1615644159)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI MANAJERIAL

JURUSAN AKUNTANSI

POLITEKNIK NEGERI BALI


I. Sekilas tentang Harga Pokok Pesanan

Dalam perhitungan biaya serapan, biaya produk mencakup semua biaya


produksi. Beberapa biaya produksi, seperti bahan baku langsung ditelusuri ke
produknya. Sebagai contoh, biaya untuk airbag yang dipasang di Toyota
Camry dapat ditelusuri dengan mudah. Akan tetapi, bagaimana dengan biaya
produksi seperti sewa pabrik ? biaya ini tidak berubah dari bulan ke bulan,
sedangkan jumlah dan jenis barang yang dibuat di pabrik dapat berubah dari
bulan ke bulan. Oleh karena biaya sewa tidak berubah dari bulan ke bulan, maka
biaya tersebut tersebut tidak disebabkan oleh dan tidak dapat ditelusuri
langsung ke suatu produk.

Harga pokok pesanan (job-order costing) digunakan dalam situasi di


mana berbagai jenis barang berbeda diproduksi etiap periode tertentu. Sebagai
contoh pabrik Levi Strauss biasanya membuat berbagai jenis jeans untuk pria
dan wanita selama sebulan. Suatu pekerjaan order bias jadi terdiri atas 1.000
unit jeansbiru boot-cut untuk, nomer A312. Pekerjaan order sebanyak 1.000
unit ini disebut Pesanan ( job ). Dalam system harga pokok pesanan, biaya
ditelusuri dan dialokasikan ke pesanan kemudian biaya dari pesanan tersebu
dibagi dengan jumlah unit dalam pesanan untuk mendapatkan biaya rata-rata
unitnya.

Contoh lainnya adalah pada proyek konstruksi berskala besar yang


dikelola oleh Bechtel Internasional, pesawat komersial yang diproduksi oleh
Boeing, kartu ucapan yang didesain dan semua contoh tersebut tercetak oleh
Hallmark, dan catering penerbangan yang disiapkan oleh LSG Sky Chefs.
Karakteristik semua contoh tersebut terletak pada produk yang beragam. Setiap
produk Bechtel adalah unik dan berbeda satu sama lain perusahaan tersebut
secara simultan mungkin membuat waduk di Zaire dan jembatan di Indonesia.
Demikian halnya dengan setiap perusahaan penerbangan yang memesan
berbagai menu makanan dari LSG Sky Chef.
Harga pokok pesanan juga digunakan secara eksekutif dalam industry jasa.
Sebagai contoh, rumah sakit, firma hukum, studio film, kantor akuntan, agensi
periklanan, dan took reparasi menggunakan varian dari harga pokok pesanan
untuk mengakumulasikan biaya. meskipun detail contoh dari harga pokok
pesanan dijabarkan di bagian berikut dengan contoh dan perusahaan
manufaktur, namun konsep dan prosedur dasar yang sama digunakan juga oleh
banyak industri jasa,

II. Harga Pokok Pesanan


Berdasarkan bab sebelumnya menjelaskan bahwa pada umumnya perusahaan
membagi biaya produksi menjadi tiga katergori luas, yaitu : (1) Bahan Baku
Langsung, (2) Tenaga Kerja Langsung, (3) Overhead Pabrik. Dalam
pelaksanaan sistem perhitungan harga pokok pesanan yang kita pelajari, kita
akan melihat metode pencatatan dan akumulasi ketiga biaya tersebut.
1. Pengukuran Biaya Bahan Langsung
Cetak biru yang diserahkan oleh Loops Unlimited mengindikasikan
bahwasetiap percobaan pembuatan sambungan membutuhkan tiga
bagian yang diklasifikasikan sebagai bahan langsung dua konektor G7
dan satu kabin M46. Setiap sambungan membutuhkan dua konektor dan
satu kabin sehingga untuk membuat dua sambungan dibutuhkan empat
konektor dan dua kabin.
2. Pengukuran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung idtangani dengan metode yang sama seperti
biaya bahan langsung. Tenaga kerja langsung merupakan pembebanan
tenaga kerja yang dapat dengan mudah ditelusuri ke pekerjaan tertentu.
Tenaga kerja yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah ke pekerjaan
diperlakukan sebagai bagian dari overhead pabrik.
3. Perhitungan Tarif Overhead Pabrik Ditentukan di Muka
Overhead pabrik harus dimasukkan bersama-sama dengan biaya bahan
baku langsung dan tenaga kerja langsung ke dalam kartu biaya karena
overhead pabrik juga termasuk biaya produk. Meskipun demikian,
pembebanan overhead pabrik untuk setiap unit produk dapat menjadi
tugas yang sulit. Ada tiga alasan untuk hal tersebut, yaitu :
a. Overhead pabrik adalah biaya tidak langsung. Hal ini berarti
tidak mungkin atau sangat sulit untuk menelusuri biaya ini ke
produk atau pekerjaan tertentu.
b. Overhead pabrik terdiri atas berbagai jenis biaya mulai dari
pelumas mesin hingga gaji tahunan manager pabrik.
c. Meskipun jumlah output produksi sangat fluktuatif, tetapi biaya
overhead pabrik relative tetap karena adanya biaya tetap.
Konsekuensinya, biaya rata-rata per unit aklan bervariasi dari
satu period eke periode berikutnya.

Dengan adanya masalah-masalah tersebut, cara untuk membebankan


overhead ke produk adalah dengan proses alokasi. Alokasi biaya
overhead dapat dilakukan dengan memilih basis alokasi yang umumnya
digunakan untuk perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa.
Basis alokasi adalah suatu ukuran seperti jam kerja langsung (direct
labor hours – DLH) atau jam mesin (machine hours – MH) yang
digunakan untuk membebankan biaya overhead ke produk atau jasa.
Basis alokasi yang umumnya digunakan dalam perusahaan manufaktur
adalah jam kerja langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Selain itu,
jam mesin ataupun unit produk (untuk perusahaan yang hanya
memproduksi satu jenis produk) biayasanya juga dapat digunakan untuk
mengalokasikan biaya overhead.

Overhead pabrik biasa dibebankan ke produk dengan menggunakan


tarif overhead ditentukan di muka (predetermined overhead rate)
dengan cara seperti berikut :

𝐸𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑜𝑣𝑒𝑟ℎ𝑒𝑎𝑑 𝑝𝑎𝑏𝑟𝑖𝑘


Tarif overhead ditentukan di muka =
𝑒𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑠𝑖𝑠 𝑎𝑙𝑜𝑘𝑎𝑠𝑖
Tarif overhead ditentukan di muka dihitung sebelum periode
berlangsung (awal periode) dengan menggunakan empat tahapan
proses. Tahap pertama adalah mengestimasikan jumlah basis alokasi
(penyebutnya) yang akan dibutuhkan di periode mendatang menurut
jumlah estimasi produksi. Tahap kedua adalah mengestimasi biaya tetap
overhead pabrik untuk tahun mendatang dan biaya variable overhead
pabrik per unit dari basis alokasi. Tahap ketiga adalah menggunakan
rumus biaya yang ditunjukkan di bawah ini guna mengestimasikan total
overhead pabrik (pembilang) untuk periode mendatang :

𝑌 = 𝑎 + 𝑏𝑋

Dimana :

Y = Estimasi total biaya overhead pabrik

a = Estimasi total biaya tetap overhead pabrik

b = Estimasi biaya variabel overhead pabrik per unit dari basis alokasi

X = Estimasi jumlah basis alokasi

Tahap keempat adalah menghitung tarif overhead ditentukan di muka.

4. Pembebanan Overhead Pabrik


Proses menentukan biaya overhead ke dalam pesanan disebut
pembebanan overhead (overhead application). Rumus untuk
menentukam jumlah biaya overhead yang dibebankan ke suatu pesanan
adalah :

Overhead yg
tarif overhead jml alokasi yg terjadi
dibebankan ke suatu X
= ditentukan di muka utk suatu pesanan
pesanan
Contoh :

Jika tarif overhead ditentukan di muka adalah $8 per jam kerja


langsung, maka $8 dari biaya overhead dibebankan ke suatu pesanan
untuk setiap jam kerja langsung pada suatu pesanan. Ketika basis
alokasi adalah jam kerja langsung, maka rumusnya menjadi :

Overhead yg
tarif overhead jml alokasi yg terjadi
dibebankan ke suatu X
= ditentukan di muka utk suatu pesanan
pesanan
5. Pemilihan Basis Alokasi Biaya Overhead
Basis alokasi yang digunakan bertindak sebagai pemicu biaya (cost
driver) dari biaya overhead. Pemicu biaya (cost driver) adalah suatu
faktor, seperti jam mesin, kasur yang dipakai, waktu penggunaan
computer, ataupun jam penerbangan, yang mengakibatkan adanya biaya
terdistorsi. Sebagai contoh, jika jam kerja langsung digunakan untuk
mengalokasikan overhead tetapi kenyataannya overhead tidak banyak
berkaitan dengan jam tenaga kerja, maka produk yang membutuhkan
banyak tenaga kerja akan memikul beban yang tidak realistis dan akan
dibebani biaya terlalu tinggi.
Kebanyakan perusahaan menggunakan jam kerja langsung atau biaya
tenaga kerja langsung sebagai basis alokasi overhead pabrik.

6. Aliran Biaya
Hal ini menekankan bahwa biaya produksi mengalir melalui persediaan
di laporan posisi keuangan (neraca) kemudian melalui harga pokok
penjualan di laporan laba rugi. Lebih detailnya, bahan baku yang dibeli
dicatat pada akun Bahan Baku. Bahan baku (raw materials) mencakup
semua bahan yang ada hingga menjadi barang jadi. Ketika bahan baku
digunakan dalam proses produksi biayanya ditransfer ke akun Barang
Dalam Proses sebagai bahan baku langsung. Barang dalam proses (work
in process) terdiri atas unit produksi yang baru selesai sebagian dan
memerlukan pekerjaan lebih lanjut sebelum dijual ke pelanggan. Ketika
barang selesai dikerjakan, biayanya ditransfer dari akun Barang dalam
proses ke Barang Jadi dikenal sebagai Harga Pokok Produksi. Harga
Pokok Produksi (cost of goods manufactured) mencakup semua biaya
produksi yang berhubungan dengan pesanan tersebut hingga selesai.
Pada saat barang terjual, biayanya ditransfer ke Harga Pokok Penjualan.
Di titik ini, biaya-biaya yang terlibat dalam pesanan dikumpulkan dan
dicatat sebagai beban.

7. Pembelian dan Pengeluaran Bakan Baku


Contoh :
Pada bulan Maret, Lila Corporation memiliki bahan baku mentah
sebesar $7.000. Selama bulan tersebut, perusahaan membeli bahan baku
tambahan senilai $60.000. Jurnal Pembelian :

Bahan Baku ………………………. 60.000

Utang Dagang …………….. 60.000

Pengeluaran bahan baku langsung dan tidak langsung.

Selama bulan April, bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi adalah
sebesar $52.000. Bahan baku tersebut terdiri atas $50.000 bahan
langsung dan $2.000 bahan tidak langsung. Jurnalnya :
Barang dalam proses …………… 50.000

Overhead Pabrik ……………….. 2.000

Bahan Baku ……………. 52.000

8. Biaya Tenaga Kerja


Contoh :
Pada bulan Maret, kartu jam kerja karyawan mencakup biaya sebesar
$60.000 untuk tenaga kerja langsung dan $15.000 untuk tenaga kerja
tidak langsung. Jurnalnya :

Barang dalam proses ……………. 60.000

Overhead Pabrik ………………… 15.000

Utang Gaji dan Upah ……. 75.000

9. Biaya Overhead Pabrik


Ingat bahwa seluruh biaya produksi selain bahan langsung dan tenaga
kerja langsung diklasifikasikan sebagai bahan overhead pabrik.
Contoh :
Asumsikan bahwa di Lila Corporation terjadi biaya-biaya umum pabrik

Utilitas (pemanas, air, dan listrik) $21.000


Sewa peralatan pabrik 16.000
BOP lain-lain 3.000
Total $40.000
Jurnal :

Overhead Pabrik …………………….. 40.000


Utang Usaha…………………. 40.000
10. Pembebanan Overhead Pabrik
Asumsikan bahwa tarif overhead ditentukan di muka pada Lila
Corporation adalah $6 per jam mesin. Asumsikan juga bahwa selama
bulan April, dibutuhkan 10.000 jam mesin untuk menyelesaikan
pesanan A dan 5.000 jam mesin untuk menyelesaikan pesanan B (total
15.000 jam mesin). Dengan demikian, biaya overhead yang akan
ditranfer ke barang dalam proses adalah $90.000 (15.000 jam mesin x
$6 per jam mesin). Jurnalnya :

Barang dalam proses ……………… 90.000


Overhead Pabrik ………….. 90.000

11. Biaya Nonproduksi


Asumsikan bahwa Lila Corporation memiliki biaya penjualan dan
administrasi sebesar $30.000 selama bulan Maret. Jurnalnya :

Beban Gaji …………………… 30.000


Utang Gaji dan Upah………… 30.000

12. Harga Pokok Produksi


Asumsikan bahwa pesanan A telah diselesaikan selama bulan Maret.
Jurnalnya ;

Barang Jadi ………………………… 158.000


Barang dalam Proses……….. 158.000
13. Harga Pokok Penjualan
Asumsikan bahwa dari 1.000 medali emas dalam pesanan A, 750 unit
telah dikirimkan kepada pelanggan pada akhir bulan dengan harga jual
$225.000. Jurnalnya :

Piutang dagang ……………………. 225.000


Penjualan ………………….. 225.000

Harga Pokok Penjualan ……………… 118.500


Barang Jadi ………………….. 118.500
($158 per unit x 750 unit= $118.500)

III. Harga Pokok Pesanan – Aliran Biaya


Bahwa biaya produksi mengalir melalui persediaan di laporan posisi
keuangan (neraca) kemudian melalui harga pokok penjualan di laporan
laba-rugi. Lebih detailnya, bahan baku yang di beli dicatat pada akun Bahan
Baku. Bahan Baku (raw materials) mencakup semua bahan yang ada hingga
menjadi barang jadi. Ketika bahan baku digunakan dalam proses produksi,
biayanya ditransfer ke akun Barang dalam Proses sebagai bahan baku
langsung. Barang dalam proses (work in proses) terdiri atas unit produksi
yang baru selesai sebagaian dan memerlukan pekerjaan lebih lanjut sebelum
dijual ke pelanggan. Untuk itu Biaya Tenanga kerja langsung ditambahkan
ke akun Barang dalam Proses , tidak melalui akun Bahan Baku. Biaya
Overhead Pabrik dibebankan ke Barang dalam Proses dengan mengalikan
tarif overhead pabrik ditentukan imuka dengan aktual pemakaian dari basis
alokasi yang digunakan untuk mengerjakan pekerjaan. Ketika barang
selesai dikerjakan bianyanya ditransfer dari akun Barang dalam Proses ke
Barang Jadi. Barang Jadi (finished goods) terditi atas unit yang selesai
dikerjakan tetapi belum dijual ke pelanggan. Jumlah yang ditransfer dari
akun Barang dalam Proses ke Barang Jadi dikenal sebagai Harga Pokok
Produksi. Harga Pokok Produksi (cost of goods manufactured) mencakup
semua biaya produksi yang berhubungan dengan pesanan tersebut hingga
selesai. Pada saat itu barang terjual, biayanya ditransfer dari akun Barang
Jadi ke Harga Pokok Penjualan. Di titik ini biaya- biaya yang terlibat dalam
pesanan dikumpulkan dan dicatet sebagai beban. Pada saat itu biaya – biaya
tersebut terdapat di akun persediaan di laporan posisi keuangan (neraca).
Periode (atau beban penjualan dan adminitrasi) tidak mengalir melalui akun
persediaan di laporan neraca. Biaya periode tersebut dicatat sebagai biaya
di laporan laba rugi periode terjadinya.
Sebagai ilustrasi perusahaan produsen medali emas dan perak selama
satu bulan memiliki dua buah pesanan yang dikerjakan selama bulan April,
bulan pertama adalah tahun fiskal mereka. Pesanan A berupa cetakan
khusus 1000 medali untuk peringatan penemuan bidang perfilman dan
sudah dimulai pada bulan Maret. Pada akhir Maret, biaya sebesar 530.000
telah dicatat sebagai bahan produksi. Pesanan B adalah pesana 10.000
medalai perak untuk peringatan jatuhnya Tembok Berlin yang dimulai pada
bulan April.
Bagian dan Klasifikasi Biaya dalam Perusahaan Manufaktur

BIAYA
Laporan Posisi Keuangan
Pembelian
Persediaan Bahan
Bahan Baku
Baku
Tenaga Kerja Bahan Baku langsung yang
digunakan dalam produksi
Langsung

Overhead Persediaan Barang


Pabrik dalam Proses

Produk yang selesai


dikerjakan (Harga
pokok Produksi) Laporan Laba Rugi

Persediaan Barang Harga Pokok


Jadi Penjualan
Produk yang
dijual
Penjualan dan
Beban Penjualan
Adminitrasi
dan Administrasi

Pembelian dan Pengeluaran Bahan Baku


Pada tanggal 1 Maret 2017 Perusahaan memiliki bahan baku senilai Rp20.000
dan membeli bahan baku tambahan senilai Rp40.000. Transaksi tersebut dicatat
sebagai berikut:

Bahan Baku Rp. 40.000


Utang Dagang/Kas Rp. 40.000
Pengeluaran Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung
Pada tanggal 2 April 2017 suatu perusahaan yang memproduksi emas
membutuhkan bahan baku untuk produksi sebesar Rp100.000. Bahan Baku
terdiri dari Rp95.000 bahan langsung dan Rp5.000 bahan tidak langsung. Jurnal
yang dibuat untuk transaksi tersebut adalah:

Barang dalam Proses Rp95.000


Overhead Pabrik Rp. 5.000
Bahan Baku Rp100.000

Biaya Tenaga Kerja


Pada bulan Februari , kartu jam kerja karyawan mencakup biaya sebesar
Rp50.000 untuk tenaga kerja langsung dan Rp15.000 untuk tenaga kerja tidak
langsung. Jurnalnya adalah sebagai berikut :

Barang dalam Proses Rp50.000


Overhead Pabrik Rp15.000
Utang Gaji dan Upah Rp65.000

Biaya Overhead Pabrik


Seperti yang kita ketahui bahwa Biaya Overhead Pabrik (BOP) merupakan
biaya produksi selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung
diklasifikasikan sebagai biaya overhead pabrik. Biaya-biaya tersebut
dimasukkan ke dalam akun Overhead Pabrik secara langsung pada periode
terjadinya. Untuk mengilustrasikan, asumsikan bahwa di perusahaan A terjadi
biaya-biaya umum pabrikan sebagai berikut :

Utilitas (pemanas, air, dan listrik ) Rp20.000


Sewa peralatan pabrik Rp15.000
Biya oberhead pabrik Rp 5.000
Total Rp40.000
Jurnal berikut mencatat terjadinya biaya-biaya ini :

Overhead Pabrik Rp40.000


Utang Usaha/Kas Rp40.000

Sebagai tambahan, kita asumsikan bahwa selama April, perusahaan


mengakui adanya pajak properti sebesar Rp10.000 dan asuransi gedung dan
peralatan yang dibayar di muka sebesar R5.000 telah habis telah habis
dibebankan. Jurnalnya adalah berikut ini :

Barang dalam Proses Rp20.000


Pajak Properti Rp10.000
Asuransi Dibayar di Muka Rp 5.000

Selanjutnya kita asumsikan bahwa perusahaan mengakui penyusutan peralatan


pabrik sebesar Rp18.000 selama bulan April, maka jurnalnya adalah:

Overhead Pabrik Rp18.000


Akumulasi Penyusutan Rp18.000

Jadi singkatnya, biaya overhead pabrik dicatat secara langsung ke dalam akun
Overhead Pabrik pada saat terjadinya.

Pembebanan Overhead Pabrik


Karena biaya manufaktur aktual lebih dibebankan ke akun pengendalian
Overhead Pabrik daripada ke dalam akun Dalam Proses, bagaiman cara
membebankan biaya overhead pabrik ke Barang dalam Proses? Jawabannya
yaitu dengan menggunakan tarif overhead pabrik yang ditentukan di muka.
Tarif Overhead Pabrik yang ditentukan di muka diperhitungkan pada awal
tahun. Tarif tersebut dihitung dengan membagi estimasi total biaya overhead
pabrik dengan estimasi jumlah basis alokasi (diukur dengan jumlah mesin, jam
kerja langsung, atau basis yang lain). Tarif Overhead yang ditentukan di muka
digunakan untuk membebankan biaya overhead ke pesana. Sebagai contoh, jika
jam kerja langsung digunakan sebagai basis alokasi, maka biaya overhead
dibebankan ke maisng-masing pesanan dengan tarif overhead yang ditentukan
di muka.
Sebagai ilustrasi, asumsikan bahwa tarif overhead ditentukan di muka pada
suatu perusahaan adalah Rp6 per jam mesin. Dan asumsikan juga bahwa pada
bulan April, dibutuhkan 10.000 jam mesin untuk menyelesaikan Pesanan A dan
5.000 jam mesin untuk menyelesaikan Pesanan B (totalnya 15.000 jam mesin).
Dengan demikian, biaya Overhead yang akan ditransfer ke Barang dalam
Proses adalah Rp90.000 (Rp6 per jam mesin x 15.000 jam mesin). Jurnal untuk
mencatat pembebanan Overhead Pabrik ke Barang dalam Proses adalah :

Barang dalam Proses Rp90.000


Overhead Pabrik Rp90.000

Konsep Akun Kliring


Akun Overhead Pabrik berperan sebagai akun kliring. Sebagaimana telah kita
ketahui, biaya overhead pabrik aktual didebit ke dalam akun pada saat
terjadinya selama periode berlangsung. Ketika suatu pesanan selesai dikerjakan
(ketika periode akuntansi berakhirt). Biaya overhead dikeluarkan dari akun
Overhead Pabrik akan dibebankan ke akun Barang dalam Proses dengan
menggunakan tarif overhead ditentukan di muka.

Overhead Pabrik
(akun kliring)
Biaya Overhead akutual dibebankan ke akun ini karena terjadi selama periode
tersebut.
Seperti yang kita tentukan di awal, tarif overhead ditentukan di muka
didasarkan pada estimasi seluruh biaya overhead yang akan terjadi dan
ditentukan sebelum tahun berjalan dimulai. Akibatnya, biaya overhead yang
dibebankan selama setahun hampir pasti lebih besaratau lebih kecil dari biaya
overhead yang sesungguhnya. Sebagi contoh, biaya overhead aktual di
perusahaan A lebih besar Rp5.000 dari biaya overhead yang dibebankan pada
akun Barang dalam Prosesd, sehingga terdapat saldo debit sebesar Rp5.000
pada akun Overhead Pabrik.
Jadi kesimpulannya bahwa biaya atas suatu pesanan yang telah
diselesaikan terjadi atas biaya bahan baku langsung aktual, biaya tenaga kerja
langsung aktual, dan biaya overhead pabrik yang dibebankan ke pesanan
tersebut. Point pentingnya adalah Biaya Overhead aktual tidak dibebankan ke
pesanan, biaya overhead aktual tidak muncul pada kartu biaya ataupun pada
akun Barang dalam Proses. Hanya biaya overhead yang dibebankanlah yang
muncul pada kartu biaya dan akun Barang dalam Proses.

Biaya Nonproduksi
Sebagai tambahan atas biaya produksi, perusahaan juga mengeluarkan biaya
penjualan dan administrasi. Biaya-biaya tersebut akan diperlakukan sebagai
beban periodik dan dibebankan langsung ke laporan laba rugi. Biaya
nonproduksi tidak akan diperhitungkan dalam akun Overhead Pabrik. Sebagai
contoh, perusahaan A memiliki biaya penjualan dan administrasi sebesar
Rp30.000 selama bulan April. Jurnalnya adalah:
(8)

Beban Gaji Rp30.000


Utang Gaji dan Upah Rp30.000

Asumsikan bahwa penyusutan peralatan kantor selama bulan April


adalaj Rp7.000. jurnal yang dibutuhkan adalah:
(9)

Beban Penyusutan Rp7.000


Akumulasi Penyusutan Rp7.000

Perhatikan perbedaan antara jurnal pertama dengan kedua. Dalam jurnal kedua
penyusutan peralatan kantor di debit ke Beban Penyusutan. Penyusutan
peralatan kantor diakui sebagai beban periodik dan bukan sebagai biaya produk.
Terakhir, asumsikan bahwa biaya periklanan adalah Rp42.000 dan biaya
penjualan dan administrasi selama bulan April Rp8.000. Jurnalnya adalah
sebagai berikut:
(10)

Beban Iklan Rp42.000


Beban Penjualan dan Administrasi Rp 8.000
Utang Usaha Rp.50.000

Oleh karena jurnal (8), (9), (10) diakui langsung sebagai beban, maka biaya
tersebut tidak akan berpengaruh dalam penentuan biaya produksi perusahaan A
selama bulan April, termasuk komisi penjualan, penyusutan peralatan
penjualan, sewa fasilitas kantor, asuransi, fasilitas kantor, dan biaya-biaya
lainnya.

Harga Pokok Produksi


Ketika suatu pesanan selesai dikerjakan, barang jadi ditransfer dari
departmen produksi ke gudang barang jadi. Pada saat itu departmen akuntansi
akan membebankan bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead
pabrik yang dihitung menggunakan tarif overhead ditentukan di muka ke
pesanan. Transfer biaya-biaya tersebut harus dilakukan dengan sistem
penentuan harga pokok yang paralel dengan transfer fisik barang-barang ke
gudang barang jadi. Biaya untuk pesanan yang telah selesai dikeluarkan dari
akun Barang dalam Proses dan dimasukkan ke dalam akun Barang Jadi. Jumlah
keseluruhan biaya yang ditransfer antara kedua akun ini mempresentasikan
harga pokok produksi pada periode tersebut.

Harga Pokok Penjualan


Ketika barang jadi dikirimkan ke pelanggan, biayanya ditransfer dari
akun Barang Jadi ke Harga Pokok Penjualan. Jika semua pesanan dikirimkan
pada satu waktu, maka seluruh biaya yang muncul pada kartuu biaya ditransfer
ke akun Harga Pokok Penjualan. Dalam banyak kasus, hanya sebagian saja
barang jadi yang langsung dikirimkan kepada pelanggan. Dalam situasi
tersebut, digunakan biaya per unit untuk menentukan jumlah biaya produk yang
harus ditransfer dari akun Barang Jadi ke Harga Pokok Penjualan.

Untuk kasus perusahaan A, asumsikan bahwa dari 1.000 medali emas dalam
Pesanan A, 750 unit telah dikirimkan kepada pelanggan pada akhir bulan
dengan harga jual Rp225.000. Oleh karena jumlah produksinya adalah 1.000
unit dan total biaya untuk menyelesaikan pesanan tersebut seperti tampak
dalam kartu biaya adalah Rp158.000, maka biaya per unitnya adalah
Rp158.000. Jurnal berikut digunakan untuk mencatat penjualan:

(A)

Piutang Dagang Rp225.000


Penjualan Rp225.000
(B)
Harga Pokok Penjualan Rp118.500
Barang Jadi Rp118.500

IV. Skedul harga pokok produksi dan harga pokok penjualan

Bagian ini menggunakan contoh Ruger Corporation unutuk menjelaskan cara


membuat skedul harga pokok produksi dan harga pokok penjualan di samping
laporan laba rugi. Skedul harga pokok produksi (schedule of cost of goods
manufactured) terdiri atas elemen harga produksi bahan baku langsung. Tenaga
kerja langsu, dan overhead pabrik dan meringkas dari ketiga biaya tersebut
yang berada di saldo akhir barang dalam proses yang ditransfer keluar ke akun
barang jadi. Skedul harga pokok penjualan (schedule of cost of goods sold)
juga terdiri atas tiga elemen biaya produk bahan baku langsung, tenaga kerja
langsug, dan overhead pabrik dan skedul tersebut meringkas porsi ketiga biaya
yang terdapat pada saldo akhir barang jadi dan yang ditranfer keluar ke akun
Skedul harga pokok penjualan.

Harga pokok produksi dan harga pokok penjualan dari Ruger Corpotaion.
Harap perhatian tiga aspek kunci dari harga pokok produksi. Pertama, bahan
baku lagsung yang digunakan dalam produksi ($50.000), tenaga kerja langsung
($60.000), dan overhead pabrik yang dibedakan ke barang dalam proses
($90.000) untuk menghasilkan total biaya produksi ($200.000). Perhatikan
bahwa bahan baku langsung yang digunakan dalam produksi ($50.000)
tercakup dalam biaya produksi, bukan dalam bahan baku yang dibeli ($60.000).
bahan baku langsung yang digunakan dalam produksi biasanya berbeda dengan
jumlah bahan baku yang dibeli ketika saldo persediaan bahan baku berubah atau
bahan baku tidak langsung dikurangi dari saldo bahan baku. Kedua, jumlah
overhead pabrik yang dibebankan kea kun barang dalam proses ($90.000)
dihitung dengan cara mengalikan tarif overhead ditentukn di muka dengan
jumlah aktual basis alokasi yang dicatat untuk semua pesanan. Biaya overhead
pabrik actual yang terjadi selama periode tidak dimasukkan ke dalam saldo
akun barang dalam proses. Ketiga, total biaya produksi adalah
($200.000)ditambah aldo awal barang dalam proses ($30.000)dikurangi saldo
akhir barang dalam proses ($72.000) sama dengan harga pokok produksi
($158.000). harga pokok produksi adalah biaya dari barang yang selesai
dikerjakan selama periode dan di transfer dari akun barang dalam proses kea
kun barang jadi.

Berdasarkan persamaan berikut untuk menghitung harga pokok penjualan yang


belum disesuaikan.

Saldo awal barang jadi ($10.000) ditambah harga pokok produksi (158.000)
sama dengan barang tersedia untuk dijual ($168.000)barang tersedia untuk
dijual ($168.000)dikurangi saldo akhir barang jadi ($49.500) sama dengan
harga pook penjualan belum disesuaikan ($118.500). ditambah biaya overhead
dibebankan terlalu rendah ($5.000)sama dengan harga pokok penjualan
disesuaikan ($123.500). pembahasan berikutnya di bab ini adalah tentang
perlunya peyesuaian harga pokok penjualan untuk jumlah overhead yang
dibebankan terlalu rendah/tinggi.

Laba rugi Ruger Corporation untuk bulan april. Perhatikan bahwa harga pokok
penjualan pada laporan tersebut dibawa dari tampilan 3-11. Biaya penjualan
dan administrasi ($87.000)tidak digabungkan di skedul harga pokok produksi
dan harga pokok penjualan, tetapi langsung dimasukkan ke dalam akun biaya,
tidak menjadi bagian dari akun persediaan. Jurnal 8-10 (tampilan 3-9) akan
menjelaskan hal tersebut.
Tampilan 3-11 Skedul Harga Pokok Produksi
Harga Pokok Produksi Bahan baku langsung:
Dan Harga Pokok Saldo awal bahan baku 57,000.00
Penjualan Ditambah : Pembelian bahan baku 60,000.00
Total bahan baku tersedia 67,000.00
Dikurangi Saldo akhir bahan mentah 15,000.00
Bahan baku digunakan dalam produksi 52,000.00
dikurangi: bahan baku tidak langsung termasuk dalam overhead pabrik 2,000.00 $ 50,000.00

Tenaga kerja langsung 60,000.00


Overhead pabrik yang dibebankan ke barang dalam proses 90,000.00
Total biaya produksi 200,000.00
ditambah: saldo wal barang dalam proses 30,000.00
230,000.00
dikurangi:saldo akhir barang dalam proses 72,000.00
Harga pokok produksi $ 158,000.00

Harga Pokok Penjualan


Saldo awal barang jadi $ 10,000.00
ditambah :harga pokok produksi 158,000.00
Barang tersedia untuk dijual 168,000.00
dikurangi : saldo akhir barang jadi 49,500.00
Harga pokok penjualan belum disesuaikan 118,500.00
ditambah : ooverhead dibebankan terlalu rendah 5,000.00
Harga pokok penjualan disesuaikan 5,123,500.00

Tampilan 3-12 laporan


laba rugi Ruger Corporation Laporan Laba Rugi untuk Bulan yang Berakhir 30 April

Penjualan $ 225,000.00
Harga pokok penjualan ($118.500 + $5.000) 123,500.00
Margin bruto 101,500.00
Beban penjualan dan administrasi :
beban gaji $ 30,000.00
beban penyusutan 7,000.00
beban iklan 42,000.00
bebn lainnya 8,000.00 87,000.00
Laba neto operasional $ 14,500.00
V. Overhead yang Dibebankan Terlalu Rendah dan Terlalu Tinggi
Perhitungan Overhead yang Dibebankan Terlalu Rendah dan Terlalu
Tinggi
Tarif overhead yang ditentukan di muka telah ditetapkan sebelumnya
dan didasarkan sepenuhnya pada data estimasi sehingga umumnya akan ada
perbedaan antara jumlah biaya overhead yang dibebankan ke Barang dalam
Proses dengan jumlah biaya overhead actual yang terjadi selama satu periode.
Dalam kasus Ruger Corporation, sebagai contoh, tarif overhead yang
ditentukan di muka adalah $6 per jam dan diperoleh angka biaya overhead yang
dibebankan sebesar$90.000, sedangkan biaya overhead aktual adalah $95.000.
Perbedaan antara biaya overhead yang dibebankan ke barang dalam proses
dengan biaya overhead actual selama satu periode disebut overhead yang
dibebankan terlalu rendah (underapplied) atau overhead yang dibebankan
terlalu tinggi (overapplied). Di Ruger Corporation, overhead dibebankan
terlalu rendah karena biaya yang dibebankan ($90.000) adalah lebih rendah
$5.000 dari biaya aktual ($95.000). jika situasi tersebut dibalik dan perusahaan
telah membebankan $95.000 dalam biaya overhead ke Barang dalam Proses
sedangkan biaya overhead aktual yang terjadi hanya sebesar $90.000, maka
overhead dibebankan terlalu tinngi.
Apakah yang menyebabkan overhead yang dibebankan terlalu rendah atau
terlalu tinggi? Pada dasarnya, metode pembebanan overhead ke pesanan
menggunakan tarif overhead yang ditentukan di muka yang mengasumsikan
bahwa biaya overhead aktual akan proporsional terhadap jumlah aktual basis
alokasi selama periode tersebut. Jika tarif overhead yang ditentukan di muka
adalah $6 per jam mesin, maka diasumsikan bahwa biaya overhead aktual yang
terjadi adalah $6 untuk setiap jam mesin seperti yang aktual terjadi. Setidaknya
ada dua alas an mengapa hal ini mungkin tidak benar. Pertama, kebanyakan
overhead terdiri atas biaya tetap. Oleh karena biaya-biaya tersebut tetap, maka
biaya-biaya tersebut tidak akan meningkat meskipun jam mesin yang terjadi
meningkat. Kedua, pengeluaran untuk overhead mungkin terkendali dan
mungkin juga tidak. Jika penanggung jawab biaya overhead melaksanakan
tugas dengan baik, maka mungkin biayanya akan lebih rendah dari perkiraan
pada awal tahun. Jika penanggung jawab tersebut tidak melakukan tugas
dengan baik, maka biaya yang terjadi mungkin akan lebih besar.

Tampilan:
Pada awal periode:

Estimasi total Estimasi total Tarif overhead


biaya overhead : jumlah basis = ditentukan dimuka
pabrik alokasi

Periode berjalan:

Tarif overhead Total jumlah Totak overhead


ditentukan di x aktual dalam basis = pabrik yang
muka alokasi dibebankan

Pada akhir periode:


Overhead yang
Total biaya actual Totak overhead
- = dibebankan terlalu
overhead pabrik pabrik yang
rendah (terlalu
dibebankan
tinggi)
Penghapusan Saldo Overhead Dibebankan Terlalu Rendah dan Terlalu
Tinggi.
Dalam contoh kasus Ruger Corporation terdapat saldo debit sebesar $5 di akun
tersebut. Jumlah debit yang masuk kedalam akun merepresentasikan biaya
overhead akutual yang terjadi, sedangkan jumlah kredit merepresentasikan
biaya overhead yang dibebankan ke pesanan. Dalam kasus ini, biaya overhead
aktual yang terjadi melebihi biaya overhead yang dibebankan ke pesanan
sebesar $5.000 sehingga menghasilkan saldo debit sebesar $5.000. Pada bagian
sebelumnya bahwa biaya overheadyang terjadi ($95.000) melebihi biaya
overhead yang dibebankan ($90.000), dan bahwa perbedaan tersebut disebut
dengan overhead yang dibebankan terlalu rendah. Jika terdapat saldo debit
dalam akun Overhead Pabrik sebesar X dolar, maka biaya overhead tersebut
dibebankan terlalu rendah sebesar X dolar. Sebaliknya, jika terdapat saldo
kredit dalam akun Overhead Pabrik sebesar Y dolar, maka biaya overhead
tersebut dibebankan terlalu tinggi sebesar Y dolar.
Saldo overhead yang dibebankan terlalu rendah atau terlalu tinggi pada akun
overhead pabrik pada akhir periode diperlakukan dengan salah satu dari dua
cara berikut :
1. Ditutup ke Harga Pokok Penjualan.
2. Dialokasikan di antara akun Barang dalam Proses, Barang Jadi, dan Harga
Pokok Penjualan dalam proporsi overhead yang dibebankan selama periode
tersebut, yaitu pada saldo akhir masing-masing akun.
Ditutup ke Harga Pokok Penjualan, menutup saldo dalam akun Overhead
Pabrik ke Harga Pokok Penjualan lebih mudah dilakukan daripada metode
alokasi. Dalam contoh Ruger Corporation, jurnal yang digunakan untuk
menutup $5.000 atas overhead yang dibebankan terlalu rendah adalah sebagai
berikut:
Harga Pokok Penjualan…………………… 5.000
Overhead Pabrik……………………… 5.000

Metode Mana yang Sebaiknya Digunakan untuk Menghapus Overhead


yang Dibebankan Terlalu Rendah dan Terlalu Tinggi
Metode alokasi biasanya dianggap lebih akurat daripada dengan menutup saldo
overhead dibebankan terlalu rendah atau terlalu tinggi ke Harga Pokok
Penjualan. Meskipun demikian, metode alokasi juga lebih rumit. Berikut adalah
penjelasan tentang model yang akan digunakan dalam mengerjakan tugas.

Model Umum Aliran Biaya Pokok


Aliran biaya dalam sistem perhitungan harga pokok produksi disajikandalam
metode akun T pada TAmpilan 3-14. Model tersebut akan sangat membantu
untuk memahami aliran biaya produksi melaluisistem perhitungan biaya dan
akhirnya menjadi HargaPokok Penjualan dalam laporan laba rugi.

Tarif Majemuk Overhead Ditentuka di Muka


Pada Bab ini telah mengasumsikan bahwa terdapat suatu tarif overhead
ditentukan di muka yang berdiri sendiri yang disebut tarif overhead tunggal
(plantwinde overhead rate). Tarif tunggal biasanya terdapat pada perusahaan
kecil. Di perusahaan besar, overhead yang digunakan adalah tarif majemuk
overhead ditentukan di muka. Dalam sistem tarif majemuk overhead
ditentukan di muka (multiple predetermimed overhead rate), masing- masing
departemen memiliki tarif overhead di muka. Sistem seperti ini lebih akurat
karena dapat merefleksikan perbedaan antara departemen mengenai terjadinya
biaya overhead. Sebagai contoh, dalam departemen yang memiliki banyak
tenaga kerja, overhead bisa jadi dialokasikan berdasarkan jam kerja langsung
dan dalam departemen yang banyak menggunakan mesin, overhead bisa jadi
dialokasikan berdasarkan jam kerja mesin. Ketika tarif majemuk overhead
ditentukan di muka digunakan, overhead dibebankan disetiap departemen
berdasarkan tarif overhead masing- masing bersamaan dengan proses
pengerjaan pesanan dalam departemen tersebut. Dibawah adalah bagan model
umum aliran biaya:

VI. Harga Pokok Pesanan dalam Perusahaan Jasa

Perhitungan harga pokok pesanan digunakan oleh perusahaan dimana


perusahaan tersebut menawarkan produk ataupun jasa. Formulir permintaan
bahan dan kartu jam kerja digunakan untuk membebankan biaya bahan
langsung dari tenaga kerja langsung ke pesanan dengan menggunakan sistem
perhitungan harga pokok pesanan. Biaya overhead yang dibebankan ke produk
dengan menggunakan tarif overhead yang telah ditentukan di muka. Tarif
overhead ini dihitung sebelum periode dimulai dengan membagi estimasi total
biaya produksi dengan estimasi total basis alokasi untuk periode tersebut. Basis
alokasi yang biasanya digunakan yaitu jam kerja langsung dan jam mesin.
Overhead yang dibebankan di pesanan dengan mengalikan tarif overhead yang
ditentukan di muka dengan jumlah aktual basis alokasi untuk menyelesaikan
suatu pesanan.

Tarif overhead yang ditentukan di muka didasarkan pada estimasi, sehingga


biaya overhead yang terjadi pada periode tersebut bisa lebih besar atau lebih
kecil dari biaya overhead yang dibebankan. Perbedaan overhead yang
dibebankan terlalu rendah di sebut underapplied, sedangkan overhead yang
dibebankan terlalu tinggi di sebut overapplied. Apabila overhead yang
dibebankan terlalu rendah, maka biaya overhead pabrik akan mengalami
kurang saji dan karenanya persediaan atau beban harus disesuaikan dengan
penambahan. Namun, jika overhead yang dibebankan terlalu tinggi maka
persediaan atau beban harus disesuaikan dengan pengurangan. Overhead yang
dibebankan terlalu tinggi maupun terlalu rendah ditutup ke akun Harga Pokok
Penjualan atau dialokasikan ke akun-akun seperti Barang Dalam Proses,
Barang Jadi, dan Harga Pokok Penjualan.
Tarif dan Kapasitas Overhead yang Ditentukan di Muka

Perusahaan biasanya mendasarkan tarif overhead ditentukan di muka pada


estimasi, atau anggaran, jumlah basis alokasi yang akan terjadi di periode
mendatang. Perhitungan tarif overhead yang ditentukan di muka yaitu jumlah
estimasi biaya total overhead pabrik dibagi estimasi total jumlah basis alokasi.