Anda di halaman 1dari 18

Tugas Rutin 1

HAK ASASI MANUSIA

Diajukan Untuk Memenuhi


Tugas Mata Kuliah Kewarganegaraan

Dosen Pengampu Bapak


Prayetno, S.IP., M.Si.

PAJAR 6173510018
PETRUS KHAIRIL A MANIK 6 1 7 3 5 1 0 0 2 0
IKOR C 2017

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN


ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur sayahaturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang

telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan

Tugas Rutin 1 Kewarganegaraan. Dalam pembuatan makala ini, masih banyak

kesulitan yang ka alami terutama disebabkan oleh sumber-sumber info yang

masih terbilang terbatas. Namun berkat bimbingan dan bantuan dari semua

pihak akhirnya tugas ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak

yang telah membantu dalam penyusunan tugas ini, khususnya para rekan-rekan.

Terimakasih juga tak lupa saya haturkan kepada Bapak Prayetno, S.IP., M.Si.

selaku dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan yang telah memberikan

saya tugas ini. Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Tak ada gading yang tak retak. Begitu pula dengan tugas yang saya buat

ini yang masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saya memohon maaf

apabila ada kekurangan ataupun kesalahan. Kritik dan saran sangat diharapkan

agar tugas ini menjadi lebih baik serta berdaya guna dimasa yang akan datang.

Medan, 16 Maret 2019


DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I. PENDAHULUAN 4

1.1. Latar Belakang 4

1.2. Tujuan Penulisan 5

BAB II. HAK ASASI MANUSIA 7

2.1. Deklarasi HAM disahkan PBB 7

2.2. Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia Di Indonesia 8

2.3. Pengertian, Macam dan Jenis Hak Asasi Manusia 10

2.4. Pemahaman Hak Asasi Manusia Bagi Bangsa Indonesia 12

2.5. Bentuk-Bentuk Pelaksanaan HAM yang Ada di Masyarakat 13

BAB III. PENUTUP 17

3.1. Kesimpulan 17

3.2. Saran 18

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Setelah terjadinya berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh


Nazi Jerman setelah Perang Dunia II, terdapat sebuah konsensus umum dalam
komunitas dunia bahwa Piagam PBB tidak secara penuh mendefinisikan hak-
hak yang disebutkan. Sebuah pernyataan umum yang menjelaskan hak-hak
individual diperlukan. John Peters Humphrey dipanggil oleh Sekretariat
Jenderal PBB untuk bekerja dalam suatu proyek dan menjadi penyusus
pernyataan umum tersebut. Humphrey juga dibantu oleh Eleanor Roosevelt dari
Amerika Serikat, Jacques Maritain dari Perancis, Charles Malik dari Lebanon,
dan P.C. Chang dari Republik China, dan lainnya.
Proklamasi ini diratifikasi sewaktu Rapat Umum pada tanggal 10
Desember 1948 dengan hasil perhitungan suara 48 menyetujui, 0 keberatan, dan
8 abstain (semuanya adalah blok negara Soviet, Afrika Selatan, dan Arab
Saudi). Walaupun peran penting dimainkan oleh John Humphrey, warga negara
Kanada, Pemeritah Kanada pada awalnya abstain dalam perhitungan suara
tersebut, namun akhinya menyetujui pernyataan tersebut di Rapat Umum.
Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku
di Indonesia. Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus
permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM. Kasus
pelanggaran HAM di Indonesia memang masih banyak yang belum
terselesaikan/tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia HAM di
Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik.
Mengingat tingkah-laku para tokoh di berbagai bidang dewasa ini, yang
berkaitan dengan situasi negeri kita di bidang politik, sosial, ekonomi dan
moral, maka sudah sepantasnyalah kalau kita beramai-ramai mengingatkan dan
memperingatkan mereka, dan juga kita semua, bahwa tidak mungkin ada solusi
(pemecahan) terhadap berbagai persoalan gawat yang sedang kita hadapi
bersama, kalau fikiran dan tindakan mereka (baca : kita juga) bertentangan
dengan prinsip-prinsip Deklarasi Universal HAM. Dokumen internasional ini
penting, bahkan makin terus menjadi lebih penting sekarang, dalam mengurusi
persoalan ummat manusia di dunia (termasuk di Indonesia). Oleh karena itu,
banyak ulasan atau penelaahan, yang bisa sama-sama kita lakukan mengenain
persoalan ini.

1.2 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penulisan makalah yang berjudul Hak Asasi Manusia

ini antara lain adalah :

1. Untuk mengetahui latar belakang sejarah munculnya ide tentang perumusan

Hak Asasi Manusia.

2. Untuk mengetahui sejarah perjuangan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

3. Untuk mengetahui pengertian, macam, dan jenis Hak Asasi Manusia yang

berlaku secara umum (global).

4. Untuk mengetahui pemahaman bangsa Indonesia terhadap Hak Asasi

Manusia dan bentuk-bentuk pelaksanaan HAM yang ada di masyarakat.


BAB II
HAK ASASI MANUSIA

2.1 Deklarasi HAM disahkan PBB

10 Desember 1948, Deklarasi Hak Asasi Manusia disahkan oleh Majelis

Umum PBB. Ide tentang hak asasi manusia yang berlaku saat ini berakar sejak

era Perang Dunia II. Pembunuhan dan kerusakan dahsyat yang ditimbulkan

Perang Dunia II menggugah suatu kebulatan tekad untuk membangun sebuah

organisasi internasional yang sanggup meredakan krisis internasional serta

menyediakan suatu forum untuk diskusi dan mediasi. Organisasi ini adalah

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang telah memainkan peran utama dalam

pengembangan pandangan kontemporer tentang hak asasi manusia.

Para pendiri PBB yakin bahwa pengurangan kemungkinan perang

mensyaratkan adanya pencegahan atas pelanggaran besar-besaran terhadap hak-

hak manusia. PBB kemudian menugaskan Komisi Hak Asasi Manusia untuk

menulis sebuah pernyataan internasional tentang hak asasi manusia. Deklarasi

Universal Hak Asasi Manusia ini diumumkan sebagai "suatu standar

pencapaian yang berlaku umum untuk semua rakyat dan semua negara" .

Namun, dalam pelaksanaannya, HAM malah dijadikan alat bagi negara-negara

Barat untuk menekan negara-negara independen dunia di bidang politik dan

ekonomi dalam rangka memperluas pengaruh imperialisme mereka. Kini

banyak negara-negara yang menyuarakan agar diadakan perubahan isi


Deklarasi HAM yang tidak sesuai dengan keyakinan, kebudayaan, dan adat

istiadat mereka, demi mencegah penggunaan HAM untuk menekan mereka.

2.2 Sejarah Perjuangan Hak Asasi Manusia Di Indonesia

Dalam perjalanan sejarah, bangsa Indonesia sejak awal perjuangan

pergerakan kemerdekaan Indonesia sudah menuntut dihormatinya hak asasi

manusia. Hal tersebut terlihat jelas dalam tonggak-tonggak sejarah perjuangan

pergerakan kemerdekaan Indonesia melawan penjajahan sebagai berikut :

1. Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, yang diawali dengan lahirnya berbagai

pergerakan kemerdekaan pada awal abad 20, menunjukkan kebangkitan bangsa

Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan bangsa lain.

2. Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, membuktikan bahwa bangsa

Indonesia menyadari haknya sebagai satu bangsa yang bertanah air satu dan

menjunjung satu bahasa persatuan Indonesia.

3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan

puncak perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia diikuti dengan

penetapan Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945 yang

dalam Pembukaannya mengamanatkan : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan

itu ialah hak segala bangsa. Oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus

dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

Undang-Undang Dasar 1945 menetapkan aturan dasar yang sangat pokok,

termasuk hak asasi manusia.

4. Rumusan hak asasi manusia dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia secara

eksplisit juga telah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar Republik

Indonesia
5. Serikat dan Undang-Undang Dasar Sementara 1950. Kedua konstitusi tersebut

mencantumkan secara rinci ketentuan-ketentuan mengenai hak asasi manusia.

Dalam sidang Konstituante upaya untuk merumuskan naskah tentang hak asasi

manusia juga telah dilakukan.

6. Dengan tekad melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan

konsekuen, maka pada Sidang Umum MPRS tahun 1966 telah ditetapkan

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Sementara

Nomor XIV/MPRS/1966 tentang Pembentukan Panitia Ad Hoc untuk

menyiapkan Dokumen Rancangan Piagam Hak Asasi Manusia dan Hak-hak

serta Kewajiban Warga Negara. Berdasarkan Keputusan Pimpinan MPRS

tanggal 6 Maret 1967 Nomor 24/B/1967, hasil kerja Panitia Ad Hoc diterima

untuk dibahas pada persidangan berikutnya. Namun pada Sidang Umum MPRS

tahun 1968 Rancangan Piagam tersebut tidak dibahas karena Sidang lebih

mengutamakan membahas masalah mendesak yang berkaitan dengan

rehabilitasi dan konsolidasi nasional setelah terjadi tragedi nasional berupa

pemberontakan G-30-S/PKI pada tahun 1965, dan menata kembali kehidupan

nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

7. Terbentuknya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berdasarkan Keputusan

Presiden Nomor 50 Tahun 1993, yang mendapat tanggapan positif masyarakat

menunjukkan besarnya perhatian bangsa Indonesia terhadap masalah

penegakan hak asasi manusia, sehingga lebih mendorong bangsa Indonesia

untuk segera merumuskan hak asasi manusia menurut sudut pandang bangsa

Indonesia.
8. Kemajuan mengenai perumusan tentang hak asasi manusia tercapai ketika

Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun

1998 telah tercantum dalam Garis-garis Besar Haluan Negara secara lebih rinci.

2.3 Pengertian, Macam dan Jenis Hak Asasi Manusia

2.3.1 Pengertian Hak Asasi Manusia

HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri

setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan

tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik

kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-

bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.

2.3.2 Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia

a. Hak asasi pribadi/Personal Right

- Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pindah

tempat.

- Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat.

- Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau

perkumpulan.

- Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan

agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing.

b. Hak asasi politik/Political Right

- Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan.

- Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan.


- Hak membuat dan mendirikan parpol/partai politik/organisasi

politik lain.

- Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi.

c. Hak asasi hukum/Legal Equality Right

- Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan

pemerintahan.

- Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns.

- Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum.

d. Hak asasi ekonomi/Property Rigths

- Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli.

- Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak.

- Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-

piutang, dll.

- Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu.

- Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

e. Hak asasi peradilan/Procedural Rights

- Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan

- Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan,

penahana dan penyelidikan di mata hukum.

f. Hak asasi sosial budaya/Social Culture Right

- Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan

- Hak mendapatkan pengajaran

- Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat

dan minat
2.4 Pemahaman Hak Asasi Manusia Bagi Bangsa Indonesia

Masyarakat Indonesia yang berkembang sejak masih sangat sederhana

sampai modern, pada dasarnya merupakan masyarakat kekeluargaan.

Masyarakat kekeluargaan telah mengenal pranata sosial yang menyangkut hak

dan kewajiban warga masyarakat yang terdiri atas pranata religius yang

mengakui bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dengan segala

hak dan kewajibannya; pranata keluarga sebagai wadah manusia hidup bersama

untuk mengembangkan keturunan dalam menjaga kelangsungan

keberadaannya; pranata ekonomi yang merupakan upaya manusia untuk

meningkatkan kesejahteraan; pranata pendidikan dan pengajaran untuk

mengembangkan kecerdasan dan kepribadian manusia; pranata informasi dan

komunikasi untuk memperluas wawasan dan keterbukaan; pranata hukum dan

keadilan untuk menjamin ketertiban dan kerukunan hidup; pranata keamanan

untuk menjamin keselamatan setiap manusia. Dengan demikian substansi hak

asasi manusia meliputi : hak untuk hidup; hak berkeluarga dan melanjutkan

keturunan; hak mengembangkan diri; hak keadilan; hak kemerdekaan; hak

berkomunikasi; hak keamanan; dan hak kesejahteraan.

Bangsa Indonesia menyadari dan mengakui bahwa setiap individu

adalah bagian dari masyarakat dan sebaliknya masyarakat terdiri dari individu-

individu yang mempunyai hak asasi serta hidup di dalam lingkungan yang

merupakan sumber daya bagi kehidupannya. Oleh karena itu tiap individu di

samping mempunyai hak asasi, juga mengemban kewajiban dan tanggung

jawab untuk menghormati hak asasi individu lain, tata tertib masyarakat serta

kelestarian fungsi, perbaikan tatanan dan peningkatan mutu lingkungan hidup.


Hak asasi merupakan hak dasar seluruh umat manusia tanpa ada

perbedaan. Mengingat hak dasar merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha

Esa, maka pengertian Hak asasi manusia adalah hak sebagai anugerah Tuhan

Yang Maha Esa yang melekat pada diri manusia, bersifat kodrati, universal dan

abadi, berkaitan dengan harkat dan martabat manusia.

Setiap manusia diakui dan dihormati mempunyai hak asasi yang sama

tanpa membedakan jenis kelamin, warna kulit, kebangsaan, agama, usia,

pandangan politik, status sosial, dan bahasa serta status lain. Pengabaian atau

perampasannya, mengakibatkan hilangnya harkat dan martabat sebagai

manusia, sehingga kurang dapat mengembangkan diri dan peranannya secara

utuh. Bangsa Indonesia menyadari bahwa hak asasi manusia bersifat historis

dan dinamis yang pelaksanaannya berkembang dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2.5 Bentuk-Bentuk Pelaksanaan dan Pelanggaran HAM yang Ada di Masyarakat

Pelaksanaan hak-hak asasi di dalam kehidupan masyarakat antara lain

sebagai berikut :

a. Sebagai pribadi yang berketuhanan Yang Maha Esa, kita yakin bahwa hak-

hak asasi kita berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Yang artinya Tuhan telah

menganugerahkan hak kepada setiap manusia berupa hak hidup, hak

kemerdekaan dan kebebasan, serta hak memiliki sesuatu. Hingga patutlah

kepada seluruh manusia saling menghormati dan menghargai atas setiap hak

asasi yang ada pada setiap manusia.


b. Dalam kehidupan sehari-hari hak asasi mencakup hak untuk mendapat

perlakuan yang sopan baik di tempat kerja, di lingkungan sekolah/kampus,

maupun di lingkungan masyarakat pada umumnya.

c. Mengakui dan menghargai pendapat bersama yang telah dirumuskan dan

disetujui dalam musyawarah walaupun secara pribadi berbeda pendapat.

d. Rakyat rela megorbanikan sebagian hak miliknya demi kepentingan umum

dan sebaliknya pemerintah memberikan ganti rugi sesuai dengan ketentuan

yang berlaku.

e. Setiap masyarakat menghormati dan menghargai hak seseorang untuk

dipilih dan memilih dalam pemilu.

f. Setiap masyarakat mempunyai kebebasan dalam berpendapat dan berpolitik

baik dalam bentuk tulisan maupun orasi, namun yang yang dimaksud adalah

kebebasan yang bertanggung jawab.

g. Dalam peradilan, sekalipun tersangka sudah terbukti dalam tindak

kejahatannya, namun tetap diberlakukan asas praduga tak bersalah hal ini

untuk menghargai tersangka tersebut akan haknya dalam mendapat layanan

dan perlindungan hukum serta bersamaan kedudukannya dalam hukum.

h. Hak asasi tidak dapat dilaksanakan secara mutlak karena akan melanggar

hak-hak asasi orang lain, sehinga hak-hak asasi dalam pelaksanaannya

dibatasi dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, pada UUD 1945 dan

peraturan perundangan lainnya.

Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok

orang termasuk aparat negara baik disengaja ataupun tidak disengaja atau

kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau


mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-

Undang ini, dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh

penyelesaian hukum yang berlaku (UU No. 26/2000 tentang pengadilan HAM).

Kasus pelanggaran HAM ini dapat dikategorikan dalam dua jenis, yaitu :

a. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi :


• Pembunuhan masal (genosida)
• Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan
• Penyiksaan
• Penghilangan orang secara paksa
• Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis

b. Kasus pelanggaran HAM yang biasa, meliputi :


• Pemukulan
• Penganiayaan
• Pencemaran nama baik
• Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya
• Menghilangkan nyawa orang lain

Beberapa Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia:


a) Kasus Tanjung Priok (1984)
Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara aparat dengan warga sekitar

yang berawal dari masalah SARA dan unsur politis. Dalam peristiwa ini diduga

terjadi pelanggaran HAM dimana terdapat rarusan korban meninggal dunia akibat

kekerasan dan penembakan.

b) Kasus terbunuhnya Marsinah


Seorang pekerja wanita PT Catur Putera Surya Porong, Jatim (1994) Marsinah

adalah salah satu korban pekerja dan aktivitas yang hak-hak pekerja di PT Catur

Putera Surya, Porong Jawa Timur. Dia meninggal secara mengenaskan dan
diduga menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan, penganiayaan dan

pembunuhan.

c) Kasus terbunuhnya wartawan Udin dari harian umum bernas (1996)


Wartawan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin) adalah seorang wartawan dari

harian Bernas yang diduga diculik, dianiaya oleh orang tak dikenal dan akhirnya

ditemukan sudah tewas.

d) Peristiwa Aceh (1990)


Peristiwa yang terjadi di Aceh sejak tahun 1990 telah banyak memakan

korban, baik dari pihak aparat maupun penduduk sipil yang tidak berdosa.

Peristiwa Aceh diduga dipicu oleh unsur politik dimana terdapat pihak-pihak

tertentu yang menginginkan Aceh merdeka.

Selain itu dapat kita temukan pelanggaran HAM di sekitar kita yang

menimpa anak-anak. Misalnya banyak anak di bawah umur dipaksa untuk

bekerja mencari uang dalam memenuhi kebutuhannya antara lain menjadi

pengamen di jalanan, menjadi buruh, bahkan dieksploitasi untuk dipekerjakan

yang tidak patut. Dari anak-anak itu telah kehilangan hak anak yang berupa

perlindungan oleh orang tua , keluarga masyarakat dan Negara dari eksploitasi

ekonomi dan pekerjaan. Ada juga sejumlah kasus anak yang melanggar hokum

misalkan pencurian, penganiayaan, penggunaan narkoba, pemerkosaan,

perampokan, penjambretan, curanmor dan perkelahian.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penulisan makalah

yang berjudul Hak Asasi Manusia ini antara lain :

1. Latar belakang sejarah munculnya ide tentang hak asasi manusia yang

berlaku saat ini berakar sejak era Perang Dunia II. Pembunuhan dan

kerusakan dahsyat yang ditimbulkan Perang Dunia II menggugah suatu

kebulatan tekad untuk membangun sebuah organisasi internasional yang

sanggup meredakan krisis internasional serta menyediakan suatu forum

untuk diskusi dan mediasi.

2. Sejarah perjuangan hak asasi manusia di Indonesia dimulai dengan

perjuangan kemerdekaan melawan penjajah, Kebangkitan Nasional 20 Mei

1908, Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, Proklamasi

Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan puncak

perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia diikuti dengan penetapan

Undang-Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945, dan rumusan

hak asasi manusia dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia secara eksplisit

juga telah dicantumkan dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

Serikat dan Undang-Undang Dasar Sementara 1950.

3. HAM/Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia

sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu

gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung
tinggi nilai hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan,

keturunan, jabatan, dan lain sebagainya. Pembagian hak asasi manusia

menurut macam dan jenisnya yaitu Hak asasi pribadi, politik, hukum,

ekonomi, peradilan, dan sosial budaya.

4. Hak asasi manusia tidak dapat dilaksanakan secara mutlak. Ini berarti bahwa

prlaksanaannya harus berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku, pada

Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundangan yang lainnya.

Pelaksanaan yang mutlak akan melanggar hak-hak asasi orang lain.

3.2 Saran

Adapun saran yang dapat saya sampaikan dari hasil penulisan

makalah yang berjudul Hak Asasi Manusia ini antara lain :

Diharapkan kepada Pemerintah dan Instansi yang berkenaan dengan

perlindungan Hak Asasi Manusia dapat menentukan dan menetapkan kebijakan

sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini. Dalam menentukan kebijakan

perundang-undangan jangan hanya melihat satu sisi saja. Karena terkadang

undang-undang tentang Hak Asasi Manusia yang berlaku saat ini tidak mampu

memberikan bantuan yang berarti bagi orang-orang yang tertindas.


DAFTAR PUSTAKA

Lasa dkk. LKS Gita SMU PPKn. Hak Asasi Manusia. PT. Pabelan. Surakarta.

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1990. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Balai Pustaka.Jakarta

Wikipedia Indonesia. 2007. Hak Asasi Manusia. id.wikipedia.Org/wiki/


Hak_asasi_manusia - 26k. Diakses 30 Oktober 2007.