Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PERPINDAHAN KALOR MASSA 1

Disusun Oleh

Nama : Adi Nugroho Pamungkas

Nim : 151.03.1133

KELAS :B

TEKNIK MESIN ( S1)

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI AKPRIND

YOGYAKARTA

2019
Heat Transfer/Perpindahan Kalor

Heat Transfer/Perpindahan Kalor adalah transisi energi dalam bentuk panas


karena adanya perbedaan temperature / temperature gradient. Secara alami
Perpindahan Kalor/Heat Transfer terjadi ke arah temperatur yang lebih rendah. Makin
besar temperature gradient, makin besar kalor yang dipindahkan. Tidak terjadi
perpindahan kalor pada kondisi Thermal Equillibriu,

1.1. Apa itu Heat Transfer/Perpindahan Kalor

Heat Transfer/Perpindahan Kalor adalah transisi energi dalam bentuk


panas karena adanya perbedaan temperature / temperature gradient. Secara
alami Perpindahan Kalor/Heat Transfer terjadi ke arah temperatur yang lebih
rendah. Makin besar temperature gradient, makin besar kalor yang
dipindahkan. Tidak terjadi perpindahan kalor pada kondisi Thermal Equillibriu.
Dan alat yang membantu perpindahan panas dari fluida panas ke fluida dingin
tanpa ada kontak langsung , selalu menggunakan elemen konduksi yang
biasanya dalam bentuk tabung atau lempengan untuk memisahkan dua fluida.

Contoh :Kopi panas pada saat di diamkan ke udara maka akan terjdi
perubahan panas menjadi dingin.

1.2. Mengapa terjadi perpindahan panas

Kalor Jika zat cair ini kita panaskan terus akan menguap dan berubah
wujud menjadi gas. Perubahan wujud zat dari cair menjadi uap (gas) disebut
menguap . Pada peristiwa penguapan dibutuhkan kalor. Hal ini dapat kita
buktikan, ketika kita mencelupkan jari tangan kita ke dalam cairan spiritus atau
alcohol. Spiritus atau alcohol adalah zat cair yang mudah menguap, untuk
melakukan penguapan ini,spiritus atau alcohol menyerap panas dari jari
kita,sehingga jari tangan kita terasa dingin. Peristiwa lain yang memperlihatkan
bahwa proses penguapan membutuhkan kalor adalah mendidih. Menguap
hanya terjadi pada permukaan zat cair dan dapat terjadi pada sembarang
suhu,sedangkan mendidih terjadi pada seluruh bagian zat cair dan hanya
terjadi pada suhu tertentu yang disebut titik didih. Proses kebalikan dari
menguap adalah mengembun, yaitu perubahan wujud dari uap menjadi cair.

1.3. Bagaimana Terjadi Heat Transfer

Bentuk kalor yang dapat berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke
benda yang bersuhu rendah. Sedangkan kalor ini merupakan suatu bentuk
energi atau dapat juga didefinisikan sebagai jumlah panas yang ada dalam
suatu benda.
a. Kalor
Kalor adalah suatu yang dipindahkan antara suatu system dan
lingkungannya akibat perbedaan suhu .Energi yang mengalir dari suatu benda
ke bneda lain karena perbedaan suhu antara keduanya. Jika dua buah
benda,yang salah satu benda mula-mula lebih panas dari pada benda yang
lain,saling bersentuhan,maka suhu kedua benda tersebut akan sama setelah
waktu yang cukup lama. Benda yang bersuhu tinggi member energi ke benda
yang bersuhu rendah. Energi yang diberikan karena perbedaan suhu antara
dua buah benda disebut kalor . Jadi, kalor merupakan bentuk energi yang
berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih
rendah ketika benda bersentuhan.contonya pada gambar tersebut

Perpindahan kalor merupakan suatu kalor atau panas yang dapat


berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Lalu bagaimakah cara kalor tersebut
dapat berpindah?Kalor atau panas akan dapat berpindah dengan tiga cara
yaitu konveksi atau aliran, konduksi atau hantaran dan radiasi atau
pancaran.
1. Konduksi (hantaran)

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai


perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Konduksi adalah transfer energy kalor
melalui solid, atau fluida dalam keadaan diam Kalor dikonduksikan oleh getaran antara
atom(lattice vibration) dan gerakan elektron pada material solid Pada fluida yang diam
panas ditransfer dengan adanya tumbukan antar molekul (molecular collisions).

2.1. Aplikasi pada Konduksi


Konduksi adalah perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai
perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Berdasarkan daya hantar kalor,
benda dibedakan menjadi tiga aplikasi yaitu: KONDUKTOR, ISOLATOR
SEMICONDUKTOR.
1). Konduktor
Konduktor adalah zat yang memiliki daya hantar kalor baik. Contoh bahan
yang bersifat konduktor adalah besi, baja, tembaga, aluminium, dan lain-lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kamu jumpai peralatan rumah tangga
yang prinsip kerjanya memanfaatkan konsep perpindahan kalor secara
konduksi, antara lain: setrika listrik, solder, dan lain-lain.
2). Isolator
Isolator adalah zat yang memiliki daya hantar kalor kurang baik. Contoh :
kayu, plastik, kertas, kaca, air, dan lain-lain. Oleh karena itu, alat-alat rumah
tangga seperti setrika, solder, panci, wajan terdapat pegangan dari bahan
isolator. Hal ini bertujuan untuk menghambat konduksi panas supaya tidak
sampai ke tangan kita.

3). Semikonduktor
Semikonduktor adalah sebuah bahan dengan konduktivitas listrik yang
berada di antara isolator dan konduktor. Semikonduktor disebut juga sebagai
bahan setengah penghantar listrik. Sebuah semikonduktor bersifat sebagai
isolator pada temperatur yang sangat rendah, namun pada temperatur
ruangan besifat sebagai konduktor. Bahan semikonduksi yang sering
digunakan adalah silikon, germanium, dan gallium arsenide. Semikonduktor
sangat berguna dalam bidang elektronik, karena konduktansinya yang dapat
diubah-ubah dengan menyuntikkan materi lain (biasa disebut pendonor
elektron).

2.2. Contoh Konduksi


Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut
mengalami perpindahan. Artinya, perpindahan kalor pada suatu zat tersebut
tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya.
Contohnya

 Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas
jika ujung benda dipanaskan, misalnya ketika memegang
kembang api yang sedang dibakar.
 Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan.
 Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup
rebusan air.
 Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh karena
panas.
2. Konveksi (aliran)

Konveksi adalah transfer energy panas oleh adanya gerakan fluida Konveksi
hanya terjadi pada fluida, karena melibatkan fluida yang bergerak Gerakan fluida ini
disebut arus konveksi Konveksi merupakan perpindahan kalor (panas) yang disertai
dengan berpindahnya zat perantara. Konveksi sebenarnya mirip dengan Induksi,
hanya saja jika Induksi adalah perpindahan kalor tanpa disertai zat perantara
sedangkan konveksi merupakan perpindahan kalor yang di ikuti zat perantara. Contoh
konveksi dalam kehidupan sehari-hari dapat anda lihat pada proses pemasakan air,
apakah anda tau apa yang terjadi saat air dimasak? Saat air dimasak maka air bagian
bawah akan lebih dulu panas, saat air bawah panas maka akan bergerak ke atas
(dikarenakan terjadinya perubahan masa jenis air) sedangkan air yang diatas akan
bergerak kebawah begitu seterusnya sehingga keseluruhan air memiliki suhu yang
sama. Selain itu contoh konveksi yang lain juga dapat anda temui pada ventilasi
ruangan dan cerobong asap.
 Terjadinya aplikasi konveksi
Terjadinya konveksi Konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat
perantaranya ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor
merambat, terjadilah konveksi. Konveksi terjadi pada zat cair dan gas
(udara/angin).
Contohnya :

 Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan.


 Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika
dipanaskan.
 Terjadinya angin darat dan angin laut.
 Gerakan balon udara.
 Asap cerobong pabrik yang membumbung tinggi.
3. Radiasi ( pancaran )

Radiasi adalah metode perpindahan panas yang tidak bergantung pada kontak
antara sumber panas dan benda yang dipanaskan, berbeda dengan konduksi dan
konveksi. Panas ditransmisikan melalui radiasi elektromagentik pada gelombang
inframerah.
Contoh Aplikasi Radiasi :

 Perpindahan panas dari matahari hingga sampai ke bumi.


 Tidak memerlukan media transfer
 Energi panas dipindahkan/ditransfer oleh radiasi infrared (emission)
dari permukaan benda
 Propagasi dari gelombang elektromagnetik
 Terjadi pada solid, liquid, dan gas

Contoh radiasi:

 Panas matahari sampai ke bumi walau melalui ruang hampa.


 Tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api.
 Menetaskan telur unggas dengan lampu.
 Pakaian menjadi kering ketika dijemur di bawah terik matahari.