Anda di halaman 1dari 9

PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI

BELAJAR PKN SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 WAIGETE


KABUPATEN SIKKA

Yoseph Roniardus Sawe 1), Dr. Lelly Qodariah, M.Pd 2), Mohammad Fitri, S.E.M.Pd 3),
Khaidir, S.Ag. M.Pd 4), Vincentius N.S. Situmorang, S.Fil, M.Th 5)
Pendidikan Ilmu Sosial Dan Humaniora
IKIP Muhammadiyah Maumere
roniardusyoseph@gmail.com

ABSTRAK

Hasil pengamatan menunjukan bahwa prestasi belajar sebagian besar peserta didik pada

Tingkat Satuan Pendidikan SMP Negeri 1 Waigete Kabupaten Sikka, khususnya pada mata

pelajaran Pendidikan Kewarganegaaraan kurang menunjukan peningkatan. Hal ini mendorong

peneliti untuk mengambil judul Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PKn

Siswa Kelas IX Di SMP Negeri 1 Waigete Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan dengan

tujuan: 1).Mengetahui sejauh mana peran orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa

pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. 2).Meminimalisisir kendala-kendala yang

dihadapi orang tua. 3).Mengetahui sejauh mana upaya yang dilakukan orang tua. Penelitian ini

dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara dan

dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan yaitu: presatsi

belajar siswa akan meningkat apabila diikuti peran serta orang tua dalam mendidik dan

menbimbing.

Kata Kunci: Peran Orang Tua, Prestasi Belajar.


PENDAHULUAN

Berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 1 tentang Pendidikan adalah usaha sadar dan

terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,

kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,

bangsa dan negara.

Orang tua memiliki peran dan tanggungjawab yang sangat penting dalam mempersiapkan

anak-anaknya untuk memiliki komitmen kuat dan konsisten dalam mempertahankan Negara Kesatuan

Republik Indonesia. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memotivasi mereka agar gemar

mengikuti mata pelajaran di sekolah yang memberikan berbagai kemampuan sebagai seorang warga

Negara salah satu diantaranya adalah Pendidikan Kewarganegaraan.

Menurut Sri Lestari (2012) dalam bukunya Psikologi Keluarga, Penanaman Nilai Dan

Penanganan Konflik Dalam Keluarga. Peran orang tua adalah cara-cara yang digunakan oleh orang

tua terkait erat dengan pandangan orang tua mengenai tugas-tugas yang mesti dijalankan dalam

mengasuh anak.

Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, maka orang tua harus berperan serta

dalam proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah, karena tidak hanya guru yang

berperan dalam pencapaian tujuan pembelajaran, tapi orang tua harus juga turut andil di dalam

kegiatanya salah satu usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam rangka meningkatkan

prestasi belajar siswa adalah dengan cara memberikan kontribusi dalam pembelajaran anak-anak dan

orang tua juga berhak dilibatkan dalam proses tindaklanjud yang diberikan guru di sekolah.

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah diatas, rumusan masalah penelitian deskriptif

kualitatif ini adalah: 1) Bagaimana peran orang tua terhadap siswa pada mata pelajaran Pendidikan

Kewarganegaraan.2). Bagaimana meminimalisir kendala-kendala yang dihadapi orang tua dalam

meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.3). Bagaimana

upaya yang dilakukan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran

Pendidikan Kewarganegaraan.
Manfaat penelitian deskriptif kualitatif ini adalah sebagai berikut: 1). Manfaat teoritis adalah

sebagai berikut: Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan peneliti-peneliti, selanjutnya

penelitian tentang peran orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar PKn SMP dan sebagai bahan

wacana bagi para pembaca. 2). Manfaat praktis adalah sebagai berikut: Bagi Guru merupakan ajang

introspeksi diri agar mengubah pola pengajaran lama yang mengandalkan guru sebagai sentral dalam

pembelajaran. Bagi Siswa sebagai: studi bagi siswa untuk dapat meningkatkan prestasi belajar yang

berkaitan dengan peran orang tua dan mampu mengatasi permasalahan siswa terkait rendahnya

prestasi belajar siswa. Bagi Sekolah sebagai: presentase kelulusan khususnya mata pelajaran

Pendidikan Kewarganegaraan. dan Bagi Orang Tua sebagai: Membangun keakraban antar orang tua

dan anak serta memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang tua bila melihat anak mereka memiliki

tingkah laku yang santun dan memperoleh nilai yang memuaskan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh melalui

wawancara terhadap Orang tua, Guru dan Siswa-siswi juga sebagai bahan bukti ada dokumentasinya.

Data yang dianalisis menggunakan metode kualitatif dengan tiga tahapanya yakni reduksi data,

penyajian data dan penarikan kesimpulan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian mengenai peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pkn Siswa

Kelas IX Di SMP Negeri 1 Waigete Kabupaten Sikka, bahwa peran orang tua sangat penting dalam

mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Oleh karena itu, orang tua sering dikatakan sebagai

pendidik utama dan pertama. Untuk mengatasi hal ini, orang tua sebagai pendidik utama dan pertama

diharapkan agar dapat menciptakan suasana belajar yang harmonis agar anak-anak merasa

diperhatikan dan dihargai sehingga dapat memicu semangat belajar mereka baik di rumah maupun di

sekolah.

Ada beberapa kendala-kendala yang dihadapi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar

diantaranya adalah sebagai berikut:


1). Faktor Ekonomi

Kesibukan orang tua untuk mencari nafkah bagi keluarga menyebabkan orang tua jarang

berada di rumah sehingga disaat anak membutuhkan perhatian orang tua khususnya disaat

mengerjakan tugas orang tua tidak mengawasi/mengontrol anak. Hal ini mengakibatkan anak tidak

serius dalam mengerjakan tugas.

2). Faktor Pendidikan

Minimnya pendidikan orang tua dapat mempengaruhi laju perkembangan prestasi anak.

Disaat anak membutuhkan bantuan orang tua dalam mengerjakan tugas PKn yang diberikan, orang

tua tidak dapat membantu dengan alasan tidak memahaminya dan anak disuruh meminta bantuan

orang lain yang lebih tahu dan mengerti.

3). Faktor Lingkungan

Lingkungan merupakan faktor yang paling utama dalam membentuk kepribadian anak.

Apabila anak tumbuh dan berkembangan dalam lingkungan yang baik, maka sikap dan tingkah

lakunya yang ditunjukanpun akan baik. Hal ini dapat berpengaruh pada prestasi belajarnya.

Adapun upaya-upaya yang dilakukan orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa

adalah sebagai berikut :

1). Menciptakan keluarga yang harmonis

Keluarga yang harmonis merupakan dambaan setiap anak. Suasana dalam keluarga ini yang

mengutamakan perhatian dan kasih sayang membuat anak merasa diperhatikan dan dihargai sehingga

semangat belajar merekapun meningkat dan anggapan bahwa belajar PKn itu membosankan

berangsur-angsur memudar dan akhirnya hilang.


2). Meluangkan waktu untuk menemani anak saat belajar.

Menemani anak disetiap kegiatanya membuat mereka merasa dirinya dipeduli sama orang

tuanya karena itu mereka akan serius dalam belajar. Disaat mereka mengalami kesulitan maka orang

tua harus dapat tampil sebagai guru untuk mengatasi kekurangan mereka.

1). Memberikan reward bila prestasi anak meningkat.

Apabila anak berhasil maka orang tua wajib memberikan penghargaan(reward) buat

anak.Misalnya: mengajak anak untuk berrekreasi dan memberikan sesuatu yang disukai

anak,dll.Dengan melakukan hal ini maka anak akan merasa buah kerja kerasnya sehingga anak akan

berusaha untuk terus mengembangkan prestasinya demi mendapatkan hadiah serta pujian dari orang

tuanya, dan anak akan mejadi lebih percaya diri dan mengembangkan tugasnya sebagai seorang

pelajar(student).

Hasil wawancara dari orang tua, guru dan siswa-siswi adalah sebagai berikut:

Hasil Wawancara Dari Orang Tua:

1). Apakah Bapak selalu memberikan dorongan kepada anak dalam meningkatkan prestasi belajar?

Jawab : “iya itu pasti anak membutuhkan motivasi supaya prestasi belajarnya meningkat terus”

2). Apakah Bapak memberikan fasilitas kepada anak, seperti dibelikan LKS, alat sekolah dan

perlengkapan sekolah lainnya?

Jawab : “iya saya memberikan apa yang dibutuhkan seperti buku, pena, tas, baju, dan lain-lainnya”

3). Apakah pada saat anak belajar dirumah Bapak selalu mengawasi anak belajar?

Jawab : “Kadang iya kadang tidak. Kalau tidak sibuk saya selalu menyempatkan diri untuk

mengawasi anak belajar”


Hasil Wawancara Dari Guru PKn:

Ibu Kharolina menyatahkan bahwa ada beberapa contoh tanggung jawab orang tua kepada

anak adalah sebagai berikut:

a) Orang tua membayar uang sekolah

b) Orang tua datang ke sekolah untuk meminta bantuan beasiswa kepada anaknya

c) Orang tua menyuruh anaknya harus rajin belajar

d) Orang tua melatih anak untuk belajar sesuai kemampuan anak

Hasil Wawancara Dari Siswa-siswi:

1). Apakah saat belajar dirumah Bapak/Ibu kamu selalu mengawasimu?

Jawab : “Apabila orang tua tidak sibuk mereka selalu mengawasi saya dan mendampingi saya

belajar”

2). Apakah kamu diberikan fasilitas oleh Bapak/Ibu, seperti dibelikan LKS, alat sekolah dan peralatan

sekolah lainnya?

Jawab : “iya saya diberikan fasiltas oleh orang tua, seperti alat sekolah dan perlengkapan sekolah

lainnya”

3). Apakah Bapak/Ibu kamu sering memberikan hadiah ketika kamu mendapatkan prestasi belajar

yang memuaskan disekolah?

Jawab : “Pernah, jika saya mendapatkan peringkat saya selalu dikasih hadiah tanpa saya meminta”

4). Apakah Bapak/Ibu selalu memberikan dorongan kepada kamu untuk memperoleh prestasi belajar

yang baik?

Jawab : “iya orang tua saya selalu mensuport saya dalam hal belajar dan selalu memberi masukan

ataupun nasehat dalam belajar yang baik”


Kesimpulan Dari Hasil Wawancara:

Peran orang tua sangat penting dalam meningkatkan prestasi belajar anak. Dasar

pembentukan polah tingkah laku anak adalah di rumah dengan orang tua sebagai pembimbing utama,

maka orang tua harus memiliki polah asuh dan polah didik yang bervariasi apalagi yang berhubungan

dengan PKn. Orang tua perlu memberikan wawasan kebangsaan kepada anak dengan cara yang lebih

santai, juga harus selalu mengkondisikan Suasana rumah yang nyaman dan menyenangkan sehingga

anak merasa aman bila berada di rumah.

DAFTAR PUSTAKA

Darmadi, Hamid. (2004). Urgensi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan Di Perguruan


Tinggi. Bandung: Alfabeta.

Diknas RI. UU RI NO.20 Th. (2003). Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.

Lestari, Sri. (2012). Psikologi Keluarga, Penanaman Nilai Dan Penangan Konflik Dalam
Keluarga. Jakarta: PT.Bumi Aksara.

Miles, B.M & Huberman Michael. (1992). Analisis Data Kualitataif (Buku Sumber Tentang
Metode-Metode Baru). Jakarta: UIP.

Nasution. (2009). Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan Mengajar. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.

Nasution. (2009). Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Dan Mengajar. Jakarta: PT. Bumi
Aksara.

Slameto. (2003). Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka.

Wulansari, Dewi. (2009) Sosiologi (Konsep Dan Teori Peran). Bandung: PT. Refika
Aditama.

Winkel WS. (1996). Psikologi Pendidikan Dan Evaluasi. Jakarta: Gramedia.

Oemar Hamalik. (2004). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan System. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.