Anda di halaman 1dari 2

Elton Mayo (1880-1949): Efek Hawthorne

Elton Mayo dilahirkan di Australia pada tahun 1880, ia mengajar di Quensland


University. Kemudian Mayo megikuti studi lanjut di Edinburg University, Scotlandia, dalam
bidang pengobatan. Setelah selesai mengikuti studi lanjut, ia bergabung dengan Asosiasi
Penilitian Psycopathologi, Warton University. Kemudian pada tahun 1926, ia bergabung ke
Harvard University, dan mengajar pada Industrial Reseach Faculty.
Karya Elton B. Mayo yang terkenal adalah temuan dalam Hawtorne Studies. Sebuah
temuan yang sederhana tetapi berimplikasi besar. Studi tersebut dilakukan tahun 1924 sampai
tahun 1932, tentang efek penerangan pengaruhnya terhadap keluaran (out-put), penilitian
dilakukan terhadap para karyawan perakitan (assembly).
Implikasi dari temuan ini memberikan pemahaman tentang organisasi sebagai suatu
kesatuan sistem. Mayo berkesimpulan bahwa masalah motivasi dan respons emosi yang
diakibatkan oleh situasi kerja lebih penting dari pengaturan logis dan rasional dalam
menentukan keluaran. Pemahaman yang terkenal dengan ‘efek Hawthorne’ ini mengemukakan
bahwa perlakuan khusus, bahkan yang buruk pun, dapat membawa dampak positif terhadap
para pekerja, karena faktor manusia yang mempengaruhinya. Ia menegaskan bahwa hubungan
sosial dalam kelompok kerja adalah faktor terpenting yang mempengaruhi kepuasan para
pekerja atas pekerjaannya. Pernyataan Mayo dalam Wren (1994) tentang hal ini dinyatakan
sebagai berukut;
The most significant change that the Western Electric Commpany introduced into its
‘that room’ bore only a causal relation to the experimental changes. What the company
actually did for the group was to the reconstruct enterely its whole industrial (hlm.169).
Menurut Mayo perlakuan yang manusiawi dan menunjukkan penghargaan memberi
manfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang. Dalam sebuah percobaan lain di sebuah pabrik
tekstil, Mayo dan timnya menguji efekifitas beberapa sistem insentif. Semua faktor bahkan
uang, gagal menghasilkan dampak yang diharapkan. Barulah setelah para pekerja dilibatkan
dalam pengambilan keputusan, dampak positif dirasakan. Ternyata keterlibatan pribadi dalam
mencapai sasaran kerjalah yang mendorong peningkatan produksi, meskipun mesin-mesin
tidak mungkin bekerja lebih cepat lagi. Dalam hampir semua tulisannya Mayo selalu
membahas dua gagasan pokok, pertama adalah tentang masyarakat, dan kedua menyangkut
masalah individu dalam masyarakat.
Argumentasi Mayo didasarkan atas pemahamannya tentang revolusi industri yang telah
menghancurkan masyarakat tradisional yang memungkinkan manusia saling berhubungan
dalam kehidupan rutin dan akrab. Tradisi lama tersebut tak mungkin dibangkitkan kembali.
Karena itu solusinya adalah dengan membangun masyarakat yang adaptif, yang mudah
menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan, serta dipimpin oleh orang-orang yang terlatih
dalam ketrampilan dan pemahaman sosial, dan mampu mengatasi masalah manusia maupun
masalah tehnis.

Anda mungkin juga menyukai