Anda di halaman 1dari 6

BABII – Stelsel pasif yaitu seseorang dengan sendirinya

KETENTUAN UUD NRI TAHUN 1945 dianggap menjadi warga negara tanpa melakukan
TENTANG WARGA NEGARA, PENDUDUK, sutu tindakan hukum tertentu (naturalisasi
AGAMA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP Istimewa)
TUHAN YME – Hak opsi, yaitu hak untuk memilih suatu
kewarganegaraan (dalam stelsel aktif)
A. Kedudukan Warga Negara dan Penduduk – Hak repudiasi, yaitu hak untuk menolak suatu
Indonesia kewarganegaraan (stelsel pasif)
Perbedaan Antara Kedudukan Warga Negara dan – Naturalisai, yaitu proses permohonan seseorang
Penduduk Indonesia. untuk menjadi warga negara suatu negara
a. Penduduk dan Bukan Penduduk.
Menurut penjelasan Undang-Undang RI Nomor 12
Penduduk adalah orang yang bertempat tinggal
Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik
atau menetap dalam suatu negara, sedang yang
Indonesia dinyatakan bahwa Indonesia dalam
bukan penduduk adalah orang yang berada di suatu
penentuan kewarganegaraan menganut asas-asas
wilayah suatu negara dan tidak bertujuan tinggal
sebagai berikut.
atau menetap di wilayah negara tersebut.
a. Asas ius sanguinis, yaitu asas yang menentukan
b. Warga Negara dan Bukan Warga Negara. kewarganegaraan seseorang berdasarkan keturunan,
Warga negara ialah orang yang secara hukum bukan bersasarkan negara tempat dilahirkan.
merupakan anggota dari suatu negara, sedangkan b.Asas ius soli secara terbatas,yaitu asas yang
bukan warga negara disebut orang asing atau menentukan kewarganegaraan seseorang
warga negara asing. berdasarkan negara tempat kelahiran, yang
Rakyat sebagai penghuni negara, mempunyai diberlakukan terbatas bagi anak-anak sesuai dengan
peranan penting, menurut Pasal 26 UUD Negara ketentuan yang diatur undang-undang.
Republik Indonesia Tahun 1945. c. Asas kewarganegaraan tunggal, yaitu asas yang
1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang menentukan satu kewarganegaraan bagi setiap
bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain orang.
yang disahkan dengan undang-undang sebagai d. Asas kewarganegaraan ganda terbatas, yaitu asas
warga negara. yang menentukan kewarganegaraan ganda bagi
2) Penduduk ialah Warga Negara Indonesia dan anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur
orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. dalam undang-undang.
3) Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk
B. Kemerdekaan beragama dan
diatur dengan undang-undang.
berkepercayaan terhadap Tuhan YME di
Asas-asas Kewarganegaraan Indonesia Indonesia
a. Asas Ius sanguinis (keturunan) yaitu 1. Pengertian Kemerdekaan Beragama dan
kewarganegaraan seseorang ditentukan Berkepercayaan
berdasarkan pada keturunan orang bersangkutan Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan
b. Asas Ius Soli (tempat lahir) yaitu mengandung makna bahwa setiap manusia bebas
kewarganegaraan seseorang ditentukan memilih, melaksanakan ajaran agama menurut
berdasarkan tempat kelahiran keyakinan dan kepercayaannya, dan dalam hal ini
tidak boleh dipaksa oleh siapapun, baik itu oleh
Istilah-istilah lain yang berkaitan dengan pemerintah, pejabat agama, masyarakat, maupun
Kewarganegaraan : orang tua sendiri.
– Apatride yaitu adanya seorang penduduk yang
sama sekali tidak mempunyai kewarganegaraan. Kemerdekaan beragama dan kepercayaan di
– Bipatride, yaitu adanya seorang penduduk yang Indonesia dijamin oleh UUD Negara Republik
mempunyai dua macamkewarganegaraan sekaligus Indonesia Tahun 1945. Dalam pasal 28 E ayat (1)
(kewarganegaraan rangkap). dan (2).
– Stelsel aktif yaitu seseorang harus melakukan a. Setiap orang bebas memeluk agama dan
tindakan hukum tertentu secara aktif untuk menjadi beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan
warga negara (naturalisasi biasa) dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih
kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di terbina dan terpelihara hubungan baik dalam
wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak pergaulan antara warga baik yang seagama,
kembali. berlainan agama maupun dengan pemerintah.
b. Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini
Kita harus mengembangkan kerukunan beragama
kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai
dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan
dengan hati nuraninya.
kerukunan umat beragama akan tercipta
Di samping itu, dalam pasal 29 UUD Negara ketentraman dan kenyamanan. selain itu juga tidak
Republik Indonesia Tahun 1945 ayat (2) akan ada lagi pertentangan dan perkelahian antar
disebutkan, bahwa negara menjamin kemerdekaan umat manusia. dan saat kerukunan itu terwujud
tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya maka persatuan bangsa akan terwujud. dan jika
masing-masing dan untuk beribadat menurut agama persatuan itu terwujud maka akan menambah
dan kepercayaannya itu. kekuatan negara. Adapun Tri Kerukunan umat
Seluruh warga negara berhak atas kemerdekaan beragama di Indonesia yaitu :
beragama seutuhnya, tanpa harus khawatir negara 1. Kerukunan antar umat seagama (intern umat
akan mengurangi kemerdekaan itu. Hal ini beragama)
dikarenakan kemerdekaan beragama tidak boleh 2. Kerukunan antar umat beragama.
dikurangi dengan alasan apapun sebagaimana diatur 3. Kerukunan antar umat beragama dengan
dalam Pasal 28 I ayat (1) UUD Negara Republik pemerintah.
Indonesia Tahun 1945 yang menyebutkan bahwa
Kerukunan antar umat seagama berarti adanya
hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak
kesepahaman dan kesatuan untuk melakukan
kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak
amalan dan ajaran agama yang dipeluk dengan
beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk
menghormati adanya perbedaan yang masih bisa
diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak
ditolerir. Dengan kata lain dengan sesama umat
untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku
seagama tidak diperkenankan untuk saling
surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
bermusuhan, saling menghina, saling menjatuhkan,
dikurangi dalam keadaan apa pun. Oleh karena itu,
tetapi harus dikembangkan sikap saliang
untuk mewujudkan ketentuan tersebut, diperlukan
menghargai, menghomati dan toleransi apabila
hal-hal sebagai berikut.
terdapat perbedaan, asalkan perbedaan tersebut
a. Adanya pengakuan yang sama oleh pemerintah
tidak menyimpang dari ajaran agama yang dianut.
terhadap agama- agama yang dipeluk oleh warga
negara. Kemudian, kerukunan antar umat beragama adalah
b. Tiap pemeluk agama mempunyai kewajiban, hak cara atau sarana untuk mempersatukan dan
dan kedudukan yang sama dalam negara dan mempererat hubungan antara orang-orang yang
pemerintahan. tidak seagama dalam proses pergaulan pergaulan di
c. Adanya kebebasan yang otonom bagi setiap masyarakat, tetapi bukan ditujukan untuk
penganut agama dengan agamanya itu, apabila mencampuradukan ajaran agama. Ini perlu
terjadi perubahan agama, yang bersangkutan dilakukan untuk menghindari terbentuknya
mempunyai kebebasan untuk menetapkan dan fanatisme ekstrim yang membahayakan keamanan,
menentukan agama yang ia kehendaki. dan ketertiban umum.
d. Adanya kebebasan yang otonom bagi tiap
golongan umat beragama serta perlindungan hukum
dalam pelaksanaan kegiatan peribadatan dan BAB III
kegiatan keagamaan lainnya yang berhubungan KEWENANGAN LEMBAGA – LEMBAGA
dengan eksistensi agama masing- masing. NEGARA MENURUT UUD NRI TAHUN 1945

2. Membangun Kerukunan Umat Beragama A. Suprastruktur dan Infrastruktur sistem


Kerukunan umat beragama merupakan sikap mental politik Indonesia
umat beragama dalam rangka mewujudkan 1.Suprastruktur Politik Indonesia
kehidupan yang serasi dengan tidak membedakan Dalam menjalankan sistem politik dalam suatu
pangkat, kedudukan sosial, dan tingkat kekayaan. negara diperlukan struktur lembaga negara yang
Kerukunan umat beragama dimaksudkan agar
dapat menunjang jalannya pemerintahan. Struktur lanjut dalam Undang- Undang pasal 6 (2) UUD
politik merupakan cara untuk melembagakan 1945 Amandemen.
hubungan antara komponen-komponen yang c. Kekuasaan presiden meliputi menurut UUD
membentuk bangunan politik suatu negara supaya 1945 amandemen adalah sebagai berikut.
terjadi hubungan yang fungsional. Struktur politik 1) Membuat undang-undang bersama DPR
suatu negara terdiri dari kekuatan suprastruktur dan (Pasal 5 (1) dan Pasal 20)
infrastruktur. Struktur politik negara Indonesia pun 2) Menetapkan peraturan pemeriontah (Pasal 5
dsb. (2))
d. Media Komunikasi Politik, yaitu sarana atau alat 3) Memegang kekuasaan tertinggi atas angkatan
komunikasi politik dalam proses penyampaian darat, laut dan udara (Pasal 10)
informasi dan pendapat politik secara tidak 4) Menyatakan perang, membuat perdamaian
langsung, baik terhadap pemerintah maupun dan perjanjian dengan negara lain atas
masyarakat pada umumnya. Sarana media persetujuan DPR (Pasal 11)
komunikasi ini antara lain adalah media cetak 5) Menyatakan keadaan bahaya (Pasal 12)
seperti koran, majalah, buletin, brosur, tabloid dan 6) Mengangkat dan menerima duta dan konsul
sebagainya. Sedangkan media elektronik seperti dengan memperhatikan pertimbangan DPR
televisi, radio, internet dan sebagainya. Media (Pasal 13)
komunikasi diharapkan mampu mengolah, 7) Memberi grasi dan rehabilitasi dengan
mengedarkan informasi memperhatikan pertimbangan MA (Pasal 14
(1))
B. Lembaga-lembaga negara RI menurut UUD 8) Memberi amnesti dan abolisi dengan
NRI Tahun 1945 memperhatikan pertimbangan DPR (Pasal 14
Garis besar tugas dan wewenang lembaga negara (2))
yang merupakan kekuatan suprastruktur politik di 9) Memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain
Indonesia adalah sebagai berikut. tanda kehormatan (Pasal 15)
10) Membentuk dewan pertimbangan yang
1. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bertugas memberikan pertimbangan dan nasehat
a. Anggota MPR terdiri dari DPR dan DPD kepada Presiden (Pasal 16)
(Pasal 2 (1) UUD 1945) 11) Mengangkat dan memberhentikan menteri-
b. Anggota MPR berjumlah sebanyak 550 menteri negara (Pasal 17)
anggota DPD dan berjumlah sebanyak 4 X 12) Mengajukan RUU APBN (Pasal 23)
Jumlah provinsi anggota DPD (UU No. 22
tahun 2003) 3. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
c. MPR adalah lembaga negara bukan lembaga a. Anggota DPR dipilih melalui Pemilu (Pasal
tertinggi negara 19 (1) UUD 1945).
d. Tugas dan wewenang MPR adalah b. Anggota DPR sebanyak 550 orang (UU
berwenang mengubah dan menetapkan UUD, Nomor 22 tahun 2003).
melantik presiden dan/atau wakil presiden dan c. Fungsi DPR adalah fungsi legislasi, fungsi
hanya dapat memberhentikan presiden dan anggaran dan fungsi pengawasan (Pasal 20 (1)
wakil presiden dalam masa jabatannya menurut UUD 1945).
UUD (Pasal 3 (1,2,3) UUD 1945). d. Hak anggota DPR adalah hak interpelasi, hak
e. MPR juga memiliki hak dan kewajiban angket dan hak menyatakan pendapat (Pasal
seperti diatur dalam UU Nomor 22 tahun 2003 20A (2) UUD 1945).
tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, e. Hak anggota DPR hak mengajukan
DPD dan DPRD. pertanyaan, hak menyampaikan usul/pendapat
dan hak imunitas (Pasal 20A (3) UUD 1945).
2. Presiden
a. Presiden dan wakil presiden dipilih langsung 4. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
oleh rakyat dalam satu pasangan calon (Pasal 6 a. BPK merupakan lembaga yang bebas dan
A(1) UUD 1945). mandiri dengan tugas khusus untuk memeriksa
b. Syarat menjadi presiden lainnya diatur lebih pengelolaan dan bertanggung jawab atas
keuangan negara (Pasal 23E (1) UUD 1945).
b. Hasil pemeriksaan BPK di serahkan kepada undang yang berkaitan dengan otonomi daerah dan
DPR, DPD dan DPRD (Pasal 23E (2) UUD yang berhubungan dengan daerah.
1945).
C. Tata kelola pemerintahan yang baik
5. Mahkamah Agung (MA).
Good governance adalah suatu penyelenggaraan
a. MA merupakan lembaga negara yang
manajemen pembangunan yang solid dan
memegang kekuasaan kehakiman di samping
bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip
sebuah Mahkamah Konstitusi di Indonesia (Pasal
demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran
24 (2) UUD 1945).
salah alokasi dana investasi, dan pencegahan
b. MA membawahi peradilan di Indonesia (Pasal
korupsi baik secara politik maupun administratif,
24 (2) UUD 1945).
menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan
c. Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan legal and political framework bagi tumbuhnya
merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna aktivitas usaha.
menegakkan hukum dan keadilan (Pasal 24 (1)
Dalam tatakelola pemerintahan yang baik, terdapat
UUD 1945).
3 (tiga) unsur pokok yang bersifat sinergis sebagai
6. Mahkamah Konstitusi berikut.
a. Mahkamah konstitusi memiliki kewenangan : a. Unsur pemerintah yang dipercaya menangani
1) Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir UU administrasi negara pada suatu periode tertentu.
terhadap UUD b. Unsur swasta/wirausaha yang bergerak dalam
2) Memutus sengketa kewenangan lembaga negara pelayanan publik.
yang kewenangannya diberikan oleh UUD. c. Unsur warga masyarakat (stakeholders).
3) Memutus pembubaran partai politik.
Menurut Laode Ida (2002), tata kelola
4) Memutus hasil perselisihan tentang Pemilu
pemerintahan yang baik memiliki sejumlah ciri dan
(Pasal 24C (1) UUD 1945)
karakteristik sebagai berikut.
5) Memberikan putusan atas pendapat DPR
a. Terwujudnya interaksi yang baik antara
mengenai pelanggaran Presiden dan/atau Wakil
pemerintah, swasta, dan masyarakat, terutama
Presiden menurut UUD (Pasal 24C (2) UUD
bekerja sama dalam pengaturan kehidupan sosial
1945).
politik dan sosio-ekonomi
b. Mahkamah konstitusi beranggotakan sembilan
b. Komunikasi, yakni adanya jaringan multi sistem
orang, 3 anggota diajukan MA, 3 anggota diajukan
(pemerintah, swasta, dan masyarakat) yang
DPR dan 3 anggota diajukan presiden.
melakukan sinergi untuk menghasilkan output
7. Komisi Yudisial (KY). yang berkualitas
a. KY adalah lembaga mandiri yang dibentuk c. Proses penguatan diri sendiri (self enforcing
Presiden dengan persetujuan DPR (Pasal 24B (3) process), dimana ada upaya untuk mendirikan
UUD 1945). pemerintah (self governing) dalam mengatasi
b. KY berwenang mengusulkan pengangkatan kekacauan dalam kondisi lingkungan dan dinamika
hakim agung serta menjaga dan menegakkan masyarakat yang tinggi
kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku d. Keseimbangan kekuatan (balance of force), di
hakim (Pasal 24 (1) UUD 1945). mana dalam rangka mewujudkan pembangunan
yang berkelanjutan (sustainable development),
8. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)
ketiga elemen yang ada menciptakan dinamika,
a. DPD merupakan bagian keanggotan MPR yang
kesatuan dalam kompleksitas, harmoni, dan
dipilih melalui Pemilu dari setiap provinsi.
kerjasama
b. DPD merupakan wakil-wakil provinsi.
e. Independensi, yakni menciptakan saling
c. Anggota DPD berdomisili di daerah ketergantungan yang dinamis antara pemerintah,
pemilihannya, dan selama bersidang bertempat swasta, dan masyarakat melalui koordinasi dan
tinggal di Ibukota negara RI (UU No. 22 tahun fasilitasi.
2003).
Dalam perkembangan selanjutnya, tata
d. DPD berhak mengajukan rancangan undang-
pemerintahan yang baik berkaitan dengan struktur
pemerintahan yang mencakup antara lain sebagai dan perilaku politik yang sesuai dengan nilai dan
berikut. norma yang berlaku adalah :
a. Hubungan antara pemerintah dan pasar.
a. Di Lingkungan Sekolah
b. Hubungan antara pemerintah dan rakyatnya.
c. Hubungan antara pemerintah dan organisasi Dalam kehidupan di lingkungan sekolah, setiap
kemasyarakatan. siswa dapat menampilkan pola perilaku politik
d. Hubungan antara pejabat-pejabat yang dipilih yang mencerminkan pelaksanaan demokrasi
(politisi) dan pejabat- pejabat yang diangkat langsung, antara lain melalui kegiatan sebagai
(pejabat birokrat). berikut.
e. Hubungan antara lembaga pemerintahan daerah 1) Pemilihan ketua kelas, ketua OSIS dan ketua
dan penduduk perkotaan/pedesaan organisasi ekstrakurikuler seperti pramuka, pecinta
f. Hubungan antara legislatif dan eksekutif. alam, PMR, paskibra dan sebagainya.
g. Hubungan pemerintah nasional dan lembaga- 2) Pembuatan anggaran dasar dan anggaran rumah
lembaga internasional. tangga OSIS atau organisasi ekstrakurikuler yang
diikuti.
Untuk mengimplementasikan tata kelola
3) Forum-forum diskusi atau musyawarah yang
pemerintahan yang baik diperlukan beberapa
diselenggarakan di sekolah.
persyaratan sebagai berikut.
1) Mewujudkan efisiensi dalam menajemen sektor b. Di Lingkungan Masyarakat
publik, dengan antara lain memperkenalkan teknik-
teknik manajemen perusahaan di lingkungan Perilaku politik yang merupakan cerminan dari
administrasi pemerintah negara, dan melakukan demokrasi langsung dapat ditampilkan warga
desentralisasi administrasi pemerintah. masyarakat melalui beberapa kegiatan antara lain
2) Terwujudnya akuntabilitas publik, bahwa semua adalah sebagai berikut.
yang dilakukan oleh pemerintah harus dapat 1) Forum warga.
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. 2) Pemilihan ketua RT, RW, kepala desa, ketua
3) Tersedianya perangkat hukum yang memadai, organisasi masyarakat dan sebagainya.
yakni peraturan perundang- undangan yang 3) Pembuatan peraturan yang berupa anggaran
mendukung terselenggaranya sistem pemerintahan dasar dan anggaran rumah tangga bagi organisasi
yang baik masyarakat, koperasi, RT-RW, LMD dan
4) Adanya sistem informasi yang menjamin akses sebagainya.
masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan atau Warga masyarakat dapat menampilkan perilaku
informasi yang bersumber baik dari pemerintah politiknya yang mencerminkan pelaksanaan
maupun dari elemen swasta serta LSM demokrasi tidak langsung melalui penyampaian
5) Adanya transparansi dalam pebuatan kebijakan pendapat atau aspirasi baik secara lisan ataupun
dan implementasinya, sehingga hak-hak tertulis melalui lembaga perwakilan rakyat atau
masyarakat utuk mengetahui (rights to melalui media massa seperti koran, majalah dan
information) keputusan pemerintah terjamin. sebagainya. Agar dalam pelaksanaan perilaku
politik tersebut sesuai dengan aturan, maka harus
D. Partisipasi warga negara dalam sistem politik diperhatikan berbagai ketentuan seperti berikut.
RI 1) Pancasila dan UUD RI 1945.
2) Peraturan perundang-undangan yang terkait,
Partisipasi politik adalah kegiatan yang dilakukan
misalnya undang- undang HAM, undang-undang
oleh warga negara baik secara individu maupun
partai politk dan sebagainya.
kolektif, atas dasar keinginan sendiri maupun
3) Peraturan yang berlaku khusus di lingkungan
dorongan dari pihak lain yang tujuannya untuk
setempat, seperti peraturan RT-RW, Peraturan
mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil
Desa dan sebagainya.
oleh pemerintah, agar keputusan tersebut
4) Norma-norma sosial yang berlaku.
menguntungkannya.
Partisipasi politik dapat terwujud dalam bentuk c. Di Lingkungan Negara
perilaku anggota masyarakat. Contoh partisipasi
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,
perilaku politik yang dapat kita tampilkan secara
langsung di antaranya melalui kegiatan sebagai
berikut.
1) Pemilihan umum untuk memilih anggota
legislatif dan presiden
2) Pemilihan kepala daerah secara langsung
(Pilkada)
3) Aksi demonstrasi yang tertib, damai dan santun
Sedangkan perilaku politik yang tidak langsung
diwujudkan dengan penyampaian aspirasi melalui
lembaga perwakilan rakyat, partai politik,
organisasi masyarakat dan media massa. Supaya
perilaku yang ditampilkan mencerminkan perilaku
politik yang sesuai aturan, maka harus menaati
ketentuan-ketentuan sebagai berikut.
1) Pancasila
2) UUD RI 1945
3) Undang-Undang seperti Undang-Undang RI
Nomor 12 tahun 2002 tentang Pemilu, Undang-
Undang RI Nomor 31 tentang Partai Politik,
Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 1998 tentang
Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka
Umum dan sebagainya
4) Peraturan Pemerintah
5) Keputusan Presiden
6) Peraturan Daerah