Anda di halaman 1dari 36

PENYAKIT

PARU KERJA

Deddy herman
Bagian Pulmonologi & Kedokteran Respirasi
Fakultas Kedokteran Univ. Andalas
Penyakit Paru Kerja
Industrialisasi ada sisi posi<f dan nega<f

Di banyak negara maju à penyebab kecacatan
kehilangan hari kerja dan kema<an

WHO 1999 à 1,1 juta kema<an à 5% pneumokoniosis

di Indonesia ???
Tidak banyak dilaporkan karena :
•  Perha<an masih kurang
•  Penyakit infeksi masih banyak
•  Dari hasil peneli<an : banyak ditemukan


DEFINISI

•  Penyakit kerja adalah penyakit atau

kerusakan paru yang disebabkan

oleh deposisi debu, uap, gas

berbahaya yang terhirup oleh

pekerja ditempat kerja
KLASIFIKASI

Penyakit Utama Agen Penyebab


Iritasi saluran napas atas Gas iritan, pelarut
Gangguan jalan napas Isosianat, alergen binatang, debu
(asma kerja, bisinosis, dll) kapas
Trauma inhalasi akut Gas iritan, hasil pembakaran
Pneumoni<s hipersensi<f Bakteri, jamur, protein binatang
Penyakit infeksi TB, virus, bakteri
Pneumokoniosis Asbes, silika, batubara, berilium
PENTING SEBAGAI DASAR

1.  Gejalanya <dak khas


2.  Satu pajanan dapat menimbulkan beberapa
penyakit
3.  Banyak faktor yang mempengaruhi, faktor
pekerjaan mungkin berinteraksi dengan faktor
lainnya
4.  Besarnya pajanan pen<ng untuk menentukan
jumlah orang yang terkena penyakit atau berat
penyakit
5.  Ada peranan dari kerentanan individu
6.  Biasanya <mbul setelah periode laten dari
pekerjaan yang dapat diduga sebelumnya
DIAGNOSIS

•  Sulit ditegakkan karena :


•  Gejala dan tanda mirip penyakit paru lain yang
bukan karena kerja
•  Lama waktu pajanan à <mbulnya gejala
•  Diagnosis
•  Anamnesis, Pemeriksaan Fisis
•  Laboratorium, Uji Faal Paru, Roentgen
•  Patolologi Anatomi, dan lain-lain

DIAGNOSIS

PERLU KETELITIAN DAN KEAKURATAN ANAMNESIS


MELIPUTI :
► Riwayat kesehatan umum
► Pekerjaan saat ini atau yang paling berhubungan
► Pekerjaan sebelumnya
► Keterangan pajanan
► Pajanan spesifik di tempat kerja
► Faktor lingkungan non okupasi
PEMERIKSAAN FAAL PARU/SPIROMETRI
v Dianjurkan ru<n dan berkala
v Pemeriksaan :

Sebelum Berkala
bekerja setelah kerja



Dapat mengiden<fikasi penyakit yang mungkin
<mbul dan progresifitasnya
PEMERIKSAAN FAAL PARU/SPIROMETRI

SPIROMETRI
•  Kapasitas vital (KV)
•  Volume ekspirasi paksa de<k pertama (VEP1)
•  Cukup sensi<f
•  Sederhana
•  Reprodusibel
–  KV menurun à retriksi
–  VEP1 turun à obstruksi
DEBU
•  Debu adalah par<kel-par<kel padat dari proses
alamiah atau kegiatan mekanis pada industri :
penambangan, penggilingan, pembakaran dan
pengepakan
•  Ada dua yaitu
•  Suspended par+kulate ma0er à debu yang tetap
berada di udara dan <dak mudah mengendap
•  Deposit par+culate ma0er à debu yang berada
sementara di udara, par<kel ini segera
mengendap akibat gaya gravitasi bumi
•  Gabungan kedua par+culate ma0er ini disebut
juga dengan kadar debu total
DEBU

•  Debu merupakan par<kel padat berukuran 0,1-50


mikron atau lebih
•  Par<kel berukuran >50 mikron dapat dilihat dengan
mata biasa
•  Debu 10-50 mikron hanya dapat dilihat dengan
mata jika ada pantulan cahaya yang kuat dari
par<kel debu tersebut
•  Debu <10 mikron hanya dapat dilihat dengan
mikroskop
DEBU
1.  Irrespirable dust adalah debu yang terhirup oleh
manusia dan hanya sampai ke saluran nafas bagian
atas dengan ukuran debu > 10 mikron

2.  Thoracic dust adalah debu yang terhirup sampai ke


bronkiolus terminalis dengan ukuran debu 2-10
mikron

3.  Respirable dust adalah debu yang dapat terhirup


oleh manusia sampai ke saluran nafas bagian
Bawah/alveoli dengan ukuran 0,5- 2 mikron
DEBU
SILIKOSIS

Karena inhalasi debu silika à tambang logam,
batubara, industri semen, keramik, kaca, gigi palsu,
penuangan baja dll

Ada 3 bentuk
•  Silikosis Kronik
•  Silikosis Akut
•  Silikosis terakselerasi

SILIKOSIS KRONIK

•  Lama pajanan 20 – 45 tahun


•  Bentuk paling sering
•  Pajanan berhen<, penyakit terus berlanjut
•  Spirometri : restriksi, obstruksi
•  Egg Shell Calcifica<on pada foto toraks
•  Sering infeksi TB

SILIKOSIS AKUT
Ø Inhalasi debu konsentrasi <nggi
Ø  Gejala <mbul beberapa mgg – 4/ 5 tahun
- Sesak napas progresif
- Batuk dan demam
- Berat badan menurun
Ø Spirometri : restriksi, kapasi< difusi ↓
Ø Foto toraks : fibrosis difus
Ø Hipoksemia dan gangguan difusi
SILIKOSIS TERAKSELERASI

•  Menyerupai silikosis kronik


•  Berkembang cepat à fibrosis difus
•  Sering terjadi infeksi M.a<pik/ M.<pik
•  Pajanan berlangsung 10 tahun
•  foto toraks : fibrosis lebih difus dan irreguler
•  Sering terjadinya gagal napas karena hipoksemia

BISINOSIS

ü  Penyakit jalan napas akut dan kronis


ü  Pada pekerja kapas, kain linen, serat rami
ü  Rasa dada tertekan, mengi, sesak napas, berat di
dada waktu kembali bekerja
ü  Disebut juga Monday chest <ghtness / Monday
fever
ü  Ro : normal
ü  Spirometri : kapasi< difusi normal
BISINOSIS

Derajat 0 tidak ada gejala


Derajat 1/2 kadang-kadang dada tertekan pada
hari pertama kerja
Derajat 1 Dada tertekan pada hari pertama
minggu kerja
Derajat 2 Dada tertekan pada hari pertama
dan seterusnya
Derajat 3 Derajat 2 & toleransi aktivitas
menurun atau kapasiti ventilasi turun
ASBESTOSIS

Ø  Inhalasi asbes : tambang, penggilingan, pelapis an<


api, transportasi, mobil, kabel atap dll
Ø  Pajanan berhen< à proses tetap berlanjut
Ø  Penyakit lain yang dapat <mbul : kanker paru,
mesotelioma
Ø  Gejala : sesak, batuk, BB↓, kor pulmonal
Ø  Spirometri : restriksi, kapasi< difusi turun
Ø  Ro bervariasi N, fibrosis, pleura menebal
Ø  Konfirmasi diagnosis : PA (asbestos body)
PNEUMOKONIOSIS BATUBARA

Inhalasi debu batubara > 10 tahun


•  Simple coal workers pneumoconiosis
þ  Gejala minimal
þ  Perselubungan halus
þ  Spirometri normal atau VEP - 1 å
PNEUMOKONIOSIS BATUBARA

q  Complicated coal workers pneumoconiosis


Fibrosis masif progresif

Faktor :
ü  Terdapat silika bebas
ü  Konsentrasi debu <nggi
ü  Infark mikobakterium
ü  Imunologi buruk
CWP
o  Fibrosis KV æ à Restriksi
o  Emfisema VEP-1 æ à Obstruksi
o  Gejala :
•  MelanopBsis
•  Batuk
•  Sesak
•  Kor pulmonal
•  Gagal napas
RO : dapat normal, fibrosis difus, penebalan pleura
Biopsi paru penBng utk konfirmasi
BRONKITIS INDUSTRI
§  Pajanan debu 5-10 μ dalam waktu lama
( batubara, tepung, tungau endotoksin bakteri)
§  Dipengaruhi zat pajanan, status imunologi,
hipereak<vitas bronkus, rokok
§  PA : paralisis silia, hipertrofi kelenjar, hipersekresi
kelenjar
§  Definisi ATS & ERS : Batuk kronik produk<f selama
3 bulan dalam 1 tahun, minimal selama 2 tahun
berturut-turut dan penyebab batuk lain telah
disingkirkan
BRONKITIS INDUSTRI

Penumpukan parBkel debu 5 - 10 mikron


ü  Penumpukan di proksimal bronkus
ü  Paralisis silia
ü  Hipertrofi, hiperplasi kelenjar
ü batuk produkBf
ASMA KERJA
¤ Penyakit paru kerja paling banyak di negara industri
( AS 15 % dari kasus asma )
¤ yang ditandai oleh keterbatasan aliran udara
¤ Di Indonesia : belum jelas
¤ Beberapa peneli<an : pabrik teks<l : 7,3 %, pabrik
semen 5,5 %, pabrik baja : 5,1 %
¤ Penyakit hambatan udara ekspirasi yang bervariasi
atau hipereak<vi< bronkus nonspsifik disebabkan
oleh penyebab dan keadaan di lingkungn kerja.
Rangsangan itu <dak dijumpai di luar tempat kerja
( Bersntein )
ASMA KERJA

ü Obstruksi saluran napas reversibel


ü  Rangsangan zat-zat di tempat kerja
ü  Atopi Bmbul setelah 4 - 5 tahun kerja
ü  Faal paru : obstruksi reversibel
ü  Bila dicurigai -- Uji provokasi bronkus
•  PEMERIKSAAN APE HARIAN SELAMA 2 MINGGU 4
KALI SEHARI
BAHAN PENYEBAB ASMA KERJA
( 250 - 400 jenis bahan )
BAHAN PENCETUS INDUSTRI ATAU PEKERJAAN
Bahan kimia BM rendah
Isosianat Pengecat, ahli kimia, plas<k
Anhidrid Pekerja kimia, cat, plas<k
Bahan organik BM <nggi
Binatang Peternak, laborat, pengolah daging,
pengolahan ulat sutra
Tumbuh2an Tukang ro<, pabrik gandum, pekerja
pabrik kopi
Logam Pelapis logam, pengelas
Ampisilin, sulfa, salbutamol
Obat-obatan

Miscellanous kimiawi
Ahli laboratorium, pengawet mayat
Formaldehid
Dime<letanolamin Penyemprot cat

KARAKTERISTIK ASMA KERJA

•  Keluhan <mbul setelah <ba di tempat kerja,


hilang setelah meninggalkannya
•  Pulang dan kemudian keluhan hilang
•  Keluhan ringan pada awal minggu mulai bekerja,
memberat pada hari selanjutnya
•  Makin lama bekerja keluhan makin berlanjut
•  Tidak ada keluhan waktu libur
•  Keluhan <mbul di tempat kerja yang baru
KANKER PARU AKIBAT KERJA
Pajanan : 15 – 25 tahun
Bahan penyebab Jenis pekerjaan
Asbes Tambang, batu giling,
kaca, dll
Radioaktif Tambang
uranium,logam
Gas mustard Pabrik
Arsen Penyulingan logam
Nikel Penyulingan
Haloeter Industri kimia
DIAGNOSIS

~ Anamnesis teli< tentang riwayat pekerjaan


~ Pemeriksaan fisik
~ Faal paru
~ Radiologis
Sulit oleh karena mirip penyakit paru bukan
akibat kerja
PENGOBATAN

þ  Tidak spesifik

þ  SimptomaBs dan suporBf

þ  Kurang efekBf
PENCEGAHAN PRIMER
Usaha atau <ndakan
agar pekerja <dak terpajan
zat – zat berbahaya

1.  UU dan Peraturan


2.  Modifikasi alat industri
3.  Subs<tusi zat 4. Ven<lasi 5. Alat Pelindung Diri
6. Pemeriksaan sebelum kerja
7. Penyuluhan
PENCEGAHAN SEKUNDER

Deteksi dini
terhadap
penyakit

•  Penyuluhan
•  Iden<fikasi zat berbahaya
•  Pemeriksaan kesehatan berkala
( Pem. Fisik, Ro & Spirometri )
PENCEGAHAN TERSIER

Mencegah komplikasi pada


pekerja yang sudah telah
terkena
penyakit paru kerja

1.  Mengis<rahatkan pekerja


2. Memindahkan dari tempat yang terpajan
3. Pemeriksaan berkala
untuk evaluasi penyakit