Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TODANAN
Alamat : Rt.02/ Rw.03 Ds. Todanan Kec. Todanan 58256
Email : todananpuskesmas@yahoo.co.id

DAFTAR HADIR
KEGIATAN PEMICUAN ODF
TANGGAL :

NO NAMA PESERTA DESA/INSTANSI TANDA TANGAN


1 1

2 2

3 3

4 4

5 5

6 6

7 7

8 8

9 9

10 10

11 11

12 12

13 13

14 14

15 15

16 16

17 17

18 18

19 19

20 20

MENGETAHUI,
KEPALA UPT PUSKESMAS TODANAN

RISMIYATI,S Kep, Ns
NIP. 196909291990122001
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TODANAN
Alamat : Rt.02/ Rw.03 Ds. Todanan Kec. Todanan 58256
Email : todananpuskesmas@yahoo.co.id

Todanan, 17 Februari 2018

Nomor : 005/ / II/ 2018 Kepada:


Lampiran :- Yth. Kepala Desa Prigi
Perihal : Pemberitahuan di
Tempat

Dengan Hormat,
Untuk mengetahui masalah kesehatan di desa wilayah kerja UPT
Puskesmas Todanan, maka dilaksanakan Pemicuan ODF, dimohon Kepala Desa
menugaskan masyarakat untuk hadir pada :

Hari : Rabu
Tanggal : 21 Februari 2018
Tempat : Balai Desa Prigi
Waktu : Pukul 09.00 WIB s/d selesai

Demikian untuk menjadikan periksa, atas perhatian dan kerjasamanya yang


baik disampaikan terima kasih.

Mengetahui,
Kepala UPT Puskesmas Todanan

Rismiyati, S. Kep, Ns
NIP. 196909291990122001

Tembusan :

1. Camat Todanan
2. Arsip
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TODANAN
Alamat : Rt.02/ Rw.03 Ds. Todanan Kec. Todanan 58256
Email : todananpuskesmas@yahoo.co.id

Notulen Pertemuan Pemicuan ODF Desa Prigi

Tanggal : Rabu, 21 Februari 2018 Tempat : Balai Desa

Pukul : 09.00 s/d selesai

Susunan Acara 1. Pembukaan


2. Sambutan Kepala Desa
3. Sosialisasi ODF
4. Pemicuan ODF
5. Penutup

Notulen Sebelumnya -

Pembahasan Pembukaan oleh pembawa acara dengan membacakan susunan acara


dan bacaan Basmallah secara bersama-sama.
Sambutan kepala desa tentang Pemicuan ODF yang akan dilaksanakan
dan kepala desa memohon kepada petugas puskesmas untuk
mendampingi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan yang akan
dilaksanakan secara detail.

Materi :
Petugas menyampaikan maksud, tujuan dan metode yang akan
dilaksanakan dalam pelaksanaan Pemicuan ODF dengan alur kegiatan
secara jelas.
Kemudian petugas memperkenalkan diri dan petugas menyampaikan
kontrak waktu dengan peserta.

Pertama petugas dari Puskesmas menjelaskan materi tentang ODF.


Perilaku buang air besar sembarangan (BABS/Open defecation)
termasuk salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS/Open
defecation adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di
ladang, hutan, semak – semak, sungai, pantai atau area terbuka
lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah,
udara dan air.
Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu
dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan
tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada
penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk
memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses
ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban
(sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Sedangkan
Desa/Kelurahan ODF (Open Defecation Free) adalah Desa/kelurahan
yang 100% masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat, yaitu
mencapai perubahan perilaku kolektif terkait Pilar 1 dari 5 pilar
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Karakteristik Desa ODF (Open Defecation Free)


Satu komunitas/masyarakat dikatakan telah ODF jika :
a. Semua masyarakat telah BAB hanya di jamban dan membuang
tinja/kotoran bayi hanya ke jamban
b. Tidak terlihat tinja manusia di lingkungan sekitar
c. Tidak ada bau tidak sedap akibat pembuangan tinja/kotoran
manusia
d. Ada peningkatan kualitas jamban yang ada supaya semua menuju
jamban sehat
e. Ada mekanisme monitoring peningkatan kualitas jamban
f. Ada penerapan sanksi, peraturan atau upaya lain oleh masyarakat
untuk mencegah kejadian BAB di sembarang tempat
g. Ada mekanisme monitoring umum yang dibuat masyarakat untuk
mencapai 100% KK mempunyai jamban sehat
h. Di sekolah yang terdapat di komunitas tersebut, telah tersedia
sarana jamban dan tempat cuci tangan (dengan sabun) yang
dapat digunakan murid-murid pada jam sekolah
i. Analisa kekuatan kelembagaan di Kabupaten menjadi sangat
penting untuk menciptakan kelembagaan dan mekanisme
pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien sehingga tujuan
masyarakat ODF dapat tercapai

Persyaratan Jamban sehat :


a. Tidak mencemari air
b. Saat menggali tanah untuk lubang kotoran
c. Tidak mencemari tanah permukaan
d. Tidak buang besar di sembarang tempat, seperti kebun, pekarangan,
dekat sungai, dekat mata air, atau pinggir jalan
e. Bebas dari serangga
f. Jika menggunakan bak air atau penampungan air, sebaiknya dikuras
setiap minggu
g. Ruangan dalam jamban harus terang
h. Tidak menimbulkan bau dan nyaman digunakan
i. Aman digunakan oleh pemakainya
j. Pada tanah yang mudah longsor, perlu ada penguat pada dinding
lubang kotoran dengan pasangan batau atau selongsong anyaman
bambu atau bahan penguat lai yang terdapat di daerah setempat
k. Mudah dibersihkan dan tak menimbulkan gangguan bagi
pemakainya
l. Lantai jamban rata dan miring kearah saluran lubang kotoran
m. Tidak menimbulkan pandangan yang kurang sopan
n. Jamban harus berdinding dan berpintu

Setelah dijelaskan materi tentang ODF kemudian dilakukan kegiatan


Pemicuan ODF, yang dilakukan oleh masyarakat dengan menggambar peta
daerah masing-masing kemudian dijelaskan tempat-tempat yang biasa
digunakan untuk BABS.
Setelah itu dilakukan penandatanganan komitmen masyarakat untuk tidak
melakukan BAB secara sembarangan.
Selesai penandatanganan komitmen kemudian dilakukan kesepakatan waktu
unruk dilakkukan monef dan persiapan penilaian dari Dinas Kesehatan.

Evaluasi :
Kegiatan Pemicuan ODF berhasil dilaksanakan untuk mengetahui
keadaan masyarakat yang masih terbiasa BAB secara sembarangan.
Dan masyarakat sudah faham tentang materi dan alur pelaksanaan
Pemicuan ODF.

Penutup diakhiri dengan bacaan Hamdallah secara bersama-sama.


Kesimpulan Dilakukan pemicuan BABS

Rekomendasi Diharapakan masyarakat sudah tidak ada yang BAB secara


sembarangan..

Todanan, 21 Februari 2018

Pemimpin kegiatan Notulis

Hayuning Sri. SGA, S. Kep, Ns Wijiyanti, SKM


Nip. 197806092010012013
PEMERINTAH KABUPATEN BLORA
DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS TODANAN
Alamat : Rt.02/ Rw.03 Ds. Todanan Kec. Todanan 58256
Email : todananpuskesmas@yahoo.co.id

KERANGKA ACUAN

PEMICUAN ODF DESA PRIGI

A. Pendahuluan
Dalam rangka memperkuat upaya pembudayaan hidup bersih dan sehat
mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan meningkatkan kemampuan
masyarkat, serta mengimlementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan
akses air minum dan sanitasi dasar yang berkeesinambungan dalam pencapaian
Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2017, perlu disusun strategi Nasional
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang ditetapkan dengan keputusan Menteri
Kesehatan.

Perilaku buang air besar sembarangan (BABS/Open defecation) termasuk


salah satu contoh perilaku yang tidak sehat. BABS/Open defecation adalah suatu
tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak – semak, sungai,
pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi
lingkungan, tanah, udara dan air.

B. Latar Belakang
Masih tingginya angka kejadian diare dan masih banyak masyarakat yang BAB
semabrangan serta banyak masyarakat yang belum mengelola sampah dengan aman
di wilayah kerja UPT Puskesmas Todanan maka perlu untuk melakukan
pendampingan penyusunan rencana kegiatan Sanitasi berbasis masyarakat (STBM)
Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam
komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak
memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis
lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan
rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada
jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Sedangkan
Desa/Kelurahan ODF (Open Defecation Free) adalah Desa/kelurahan yang 100%
masyarakatnya telah buang air besar di jamban sehat, yaitu mencapai perubahan
perilaku kolektif terkait Pilar 1 dari 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk memicu masyarakat guna merubah perilaku higiene dan sanitasi
masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat sehingga terbentuk desa ODF /
Desa STBM
2. Tujuan Khusus
a. Untuk menerunkan angka kejadian diare
b. Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar
c. Untuk membiasakan masyarakat cuci tangan pakai sabun
d. Untuk mengubah perilaku masyarakat terhadap pengelolaan air minum yang
aman di rumah tangga
e. Untuk mengubah perilaku masyarakat agar tidak BAB sembarangan
f. Pengelolaan sampah yang benar
g. Pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman

D. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan


a. Mengadakan rapat ditingkatkan puskesmas
b. Menentukan lokasi kegiatan pemicuan STBM
c. Membuat jadwal kegiatan pemicuan STBM
d. Membuat surat undangan ke desa yang akan dilaksanakan kegiatan pemicuan
STBM

E. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan


a. Petugas kesling mengadakan rapat untuk membicarakan pelaksanaan kegiatan
pemicuan STBM dengan bidan desa
b. Menentukan lokasi / tempat pelaksanaan kegiatan pemicuan STBM
c. Menentukan tanggal / jadwal pelaksanaan kegiatan pemicuan STBM
d. Petugas melaksanakan kegiatan pemicuan STBM
e. Petugas datang ke lokasi pelaksanaan kegiatan pemicuan STBM Petugas
memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya
kegiatan pemicuan STBM.
f. Petugas menyampaikan materi kegiatan pemicuan STBM dengan metode
ceramah dan tanya jawab serta lanjut ke lapangan ke tempat yang dipakai BABS
g. Petugas mencatat hasil kegiatan pemicuan STBM
h. Petugas melakukan evaluasi hasil kegiatan pemicuan STBM
i. Petugas membuat laporan kegiatan pemicuan STBM
j. Petugas melaporkan hasil kegiatan kepada kepala puskesmas

F. Sasaran
Masyarakat yang masih melakukan BABS

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

WAKTU KEGIATAN NARASUMBER


Rabu, 21 Februari 2018

09.00 09.30 Registrasi Panitia


09.30 10.00 Pembukaan Kepala Desa Prigi
10.00 13.00 Penyampaian materi dan Pemicuan Tim Kesling
ODF
13.00 Penutup Panitia
H. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan
Hasil kegiatan Pemicuan ODF di evaluasi/dianalisis dan dibuat laporan.

I. Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan


Semua kegiatan Pemicuan ODF didokumentasikan dan direncanakan untuk monef
dan penilaian dari Dinas Kesehatan.

J. Biaya
Menggunakan anggaran BOK

K. Dokumentasi
(Terlampir)

Mengetahui, Todanan, 20 Februari 2018


Kepala UPT Puskesmas Todanan Penanggung Jawab Kesling

RISMIYATI, S.Kep. Ns HAYUNING SRI. SGA, S. Kep, Ns


NIP. 196703271988031011 Nip. 197806092010012013
Dokumentasi Kegiatan Pemicuan ODF Desa Prigi