Anda di halaman 1dari 4

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Aromaterapi
2.1.1 Pengertian Aromaterapi
Kata aromaterapi artinya ” mengobati dengan menggunakan wewangian ”.
Kata ini merujuk kepada penggunaan minyak - minyak sari dalam penyembuhan
holistik untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan emosional dan dalam
memulihkan keseimbangan pada tubuh
Aromaterapi merupakan sebuah metode penyembuhan dengan menggunakan
minyak esensial yang sangat pekat yang seringkali sangat wangi dan diambil dari sari-
sari tanaman. Unsur-unsur pokok minyak memberikan aroma atau bau yang sangat
khas yang diperoleh dari suatu tanaman tertentu (Geddes, 2000).
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan essential oil atau sari minyak
murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan
semangat, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga. Aromaterapi memiliki
manfaat yang sangat beragam, mulai dari pertolongan pertama sampai membangkitkan
rasa gembira (Koensoemardiyah,2009).
2.1.2 Manfaat Aromaterapi
Aromaterapi digunakan untuk mempengaruhi emosi seseorang dan membantu
meredakan gejala penyakit. Minyak esensial yang digunakan dalam aromaterapi ini
berkhasiat untuk mengurangi stress, melancarkan sirkulasi darah, meredakan nyeri,
mengurangi bengkak, menyingkirkan zat racun dari tubuh, mengobati infeksi virus
atau bakteri, luka bakar, tekanan darah tinggi, gangguan pernafasan, insomnia (sukar
tidur), gangguan pencernaan, dan penyakit lainnya.
2.1.3 Macam - Macam Minyak Esensial
Beberapa minyak sari yang umum digunakan dalam aroma terapi karena
sifatnya yang serba guna diantaranya adalah Langon Kleri (Salvia Scarea), Eukaliptus
(Eucalyptus Globulus), Geranium (Pelargonium Graveolens), Lavendar (Lavendula
Vera Officia nals), Lemon (Citrus Limonem), Peppermint (Mentha 6 Piperita),
Petitgrain (Daun Citus Aurantium), dan Rosmari (Rosmarimus Officinals), serta Pohon
teh (Melalueca Alternifolia). Dari minyak – minyak esensial tersebut, minyak lavender
merupakan minyak esensial yang paling populer. Minyak lavender berasal dari semak
yang sangat digemari di daerah mediterania. Istilah lavender berasal dari kata
lavandus, yang berarti membersihkan (Koensoemardiyah, 2009).
Minyak lavender sangat aman dan bahkan dapat digunakan tanpa dilarutkan
untuk kulit. Minyak lavender juga dapat menyembuhkan berbagai macam gangguan.
Manfaat minyak lavender menurut Geddes & Grosset (2000) adalah merangsang nafsu
makan, sebagai tonik dan antispasmodik, menyembuhkan luka bakar ringan dan berat,
luka karena sayatan, rasa nyeri, memiliki efek anti septik yang sangat kuat, digunakan
dalam banyak persiapan kosmetik, sebagai pengusir serangga, penyembuhan sakit dan
nyeri otot, gangguan pernafasan, influensa, gangguan pencernaan, gangguan alat
kelamin – buang air seperti Cystitis dan Dysmenorrhoea, sakit kepala dan ketegangan
pra menstruasi. Karena banyak sekali khasiatnya, minyak lavender merupakan salah
satu minyak terpopuler dalam aromaterapi (Koensoemardiyah, 2009).
2.1.4 Teknik- Teknik Pemberian Aromaterapi
Penyerapan minyak esensial ke dalam system sirkulasi membutuhkan waktu
sekitar 30 menit untuk diserap sepenuhnya oleh system tubuh sebelum dikeluarkan
kembali melalui paru-paru, kulit dan urine dalam waktu beberapa jam kemudian
(Rachmi,2002).
Berikut ini adalah beberapa teknik yang lazim digunakan dalam aromaterapi :
1) Aromaterapi Inhalasi (menggunakan oil burner)
Penghirupan dianggap sebagai cara penyembuhan paling langsung dan
paling cepat, karena molekul- molekul minyak esensial yang mudah menguap
tersebut bertindak langsung pada organ-organ penciuman dan langsung
dipersepsikan oleh otak. Metode yang populer adalah penghirupan yang dianggap
bermanfaat.
Ketika aromaterapi dihirup, molekul yang mudah menguap dari minyak
tersebut dibawa oleh arus udara ke “ atap “ hidung di mana silia –silia yang lembut
muncul dari sel-sel reseptor. Ketika molekul-molekul itu menempel pada rambut-
rambut tersebut, suatu pesan elektrokimia akan ditransmisikan melalui saluran
olfactory ke dalam system limbic. Hal ini akan merangsang memori dan respons
emosional. Hipotalamus berperan sebagai relay dan regulator, memunculkan pesan-
pesan yang harus disampaikan kebagian lain otak serta bagian badan yang lain.
Pesan yang diterima itu kemudian diubah menjadi tindakan yang berupa pelepasan
senyawa neurokimia yang menyebabkan euphoria, relaks, dan sedative
(Koensoemardiyah,2009).
2) Aromaterapi Masase atau Pijat
Masase merupakan metode perawatan yang paling banyak dikenal dalam
kaitannya dengan aroma terapi. Minyak esensial mampu menembus kulit dan
terserap ke dalam tubuh, sehingga memberikan pengaruh penyembuhan dna
menguntungkan pada berbagai jaringan dan organ internal
(Koensoemardiyah,2009).
3) Aromaterapi Mandi
Mandi yang sebagian besar orang merasakan manfaatnya untuk relaksasi
adalah mandi panas yang sebelumnya telah ditambahkan persiapan wewangian
yang memiliki kasiat tertentu. Mandi dapat menenangkan dan melemaskan,
meredakan sakit dan nyeri dan juga dapat menimbulkan efek rangsangan,
menghilangkan keletihan dan mengembalikan tenaga.
4) Aromaterapi Kompres
Kompres efektif untuk penyembuhan berbagai macam sakit, nyeri otot dan
rematik, ruam-ruam dan sakit kepala. Untuk nyeri akut kompres harus diulang –
ulang bila telah mencapai blood temperature, jika tidak maka kompres harus
dibiarkan pada komposisinya selama minimal dua jam dan yang lebih baik adalah
semalam (Geddes, 2000).
2.1.5 Cara Menggunakan Aromaterapi (Aroma Lavender) oil burner.
Lavender membantu meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus bersifat
analgesik yaitu mengurangi rasa nyeri. Salah satu cara menggunakan aroma lavender
adalah dengan cara pembakaran, dengan menggunakan tungku aromaterapi untuk
terapi aroma.
Adapun cara pembakaran aromaterapi adalah sebagai berikut : mengisi wadah
tungku dengan air 5cc, kemudian menambahkan 6 tetes minyak esensial Aroma
Lavender dalam air tersebut, selanjutnya menyalakan lilin di bawah mangkuk tersebut
sesuai waktu yang diinginkan.
2.1.6 Kontraindikasi Aromaterapi.
Tidak ada kontra indikasi mutlak untuk penggunaan aromaterapi, namun pada
beberapa keadaan seperti epilepsy, alergi, dan serangan asma yang berat, aromaterapi
diberikan dengan lebih hati-hati dengan pengawasan ahli seperti dokter dan
aromaterapis yang berpengalaman.