Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM HIDRODINAMIS

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Fisika Semester Ganjil


Tahun Ajaran 2018/2019

Disusun oleh :
Nama : Moh. Soffa
Kelas : XI. 4
No. Absen : 21
Hari/tanggal : Rabu, 10 Oktober 2018
Waktu : 10.00 WIB
Tempat : Lapangan SMAN 1 Slawi

Pemerintah Kab. Tegal SMAN 1 Slawi Tahun Pendidikan 2018/2019


Laporan Praktikum Hidrodinamis

I. Tujuan

1. Menyelidiki kecepatan aliran fluida pada pipa venturimeter


2. Mengukur debit air di beberapa keran

II. Dasar Teori

Fluida ideal merupakan fluida yang tak termampatkan atau dikatakan sebagai fluida yang
tidak kompresibel, artinya volume dan massa jenisnya tidak berubah karena pengaruh tekanan.
Untuk mempermudah persoalan mengenai fluida dinamis (bergerak) digunakan konsep fluida ideal.
(Ketut Kamajaya, 2016: 83)

Dalam fluida dinamis, besaran yang menyatakan banyaknya air yang mengalir selama satu
detik yang melewati suatu penampang luas disebut debit. Debit dapat diketahui menggunakan
persamaan kontinuitas. Persamaan tersebut dapat ditulis :

Q1 = Q2

A1V1 = A2V2

(Karyono, 2009: 232)

Azas Bernoulli membicarakan pengaruh kecepatan fluida terhadap tekanan di fluida tersebut.
Bernoulli memberikan kesimpulan bahwa di dalam fluida yang mengalir dengan kecepatan lebih
tinggi akan diperoleh tekanan yang lebih kecil. Persamaan tersebut dapat ditulis :

1
P + 2 ρ V2 + ρ g h = konstan

(Nanang Sugiono, 2018: 144)

Dalam kehidupan sehari-hari, Hukum Bernoulli digunakan dalam :

a. Gaya angkat sayap pesawat terbang


b. Kaburator motor atau mobil
c. Penyemprot nyamuk
d. Tabung venturimeter
e. Tabung pitot
f. Kebocoran dinding tangki (prinsip torricelli)

(Ketut Kamajaya, 2016: 86)


Pada kali ini, akan dilakukan dua percobaan mengenai penerapan Hukum Bernoulli, yaitu
tabung venturimeter dan kebocoran dinding tangki (prinsip torricelli).

Venturimeter adalah alat untuk mengukur perbedaan kecepatan aliran fluida dalam pipa.
Pada venturimeter diberi selang transparan pengganti menometer untuk mengukur perbedaan
tekanan. Berdasarkan Hukum Bernoulli dan persamaan kontinuitas, maka akan diketahui debit
aliran fluida pada pipa venturimeter. (dewinurfathonah.blogspot.com)

Kecepatan aliran kebocoran dapat dicari sebagai berikut :

Oleh karena permukaan zat cair pada bak terlalu luas dibandingkan dengan lubang
kebocoran, maka kecepatan menurunnya permukaan zat cair dalam selang waktu yang relatif
singkat dapat dianggap nol. Sedangkan P1 = P2 (yaitu tekanan udara luar). Dengan demikian,
persamaan tersebut dapat ditulis :

V = √2 𝑔 ℎ

x = 2√ℎ ℎ2

√2ℎ2
t=
𝑔

(Nanang Sugiono, 2018: 145)

III. Alat dan Bahan :

Percobaan 1 (Pipa Venturimeter)

1. Alat venturi
2. 3 pipa dengan diameter berbeda
3. 3 selang transparan
4. Mistar
5. Air

Percobaan 2 (Kebocoran Dinding Tangki)

1. Ember
2. Air
3. Selang air
4. Gelas Ukur
5. Wadah air yang dilubangi ke 4 sisinya dengan ukuran yang berbeda
6. Penggaris
7. Plastisin
8. Jangka Sorong

Langkah Kerja :

Percobaan 1 (Pipa Venturimeter)

1. Hubungkan ujung kiri venturi dengan selang menuju keran air yang dapat menyuplai air
dengan kecepatan tinggi.
2. Ujung kanan ditutup.
3. Buka keran air perlahan, biarkan air melewati venturi sehingga terlihat perbedaan tinggi
permukaan air yang berada pada ketiga pipa vertikal.
4. Catat perbedaan tinggi permukaan air sebelum air turun lagi ke pipa utama.
5. Biarkan keran terbuka dalam keadaan konstan.
6. Ulangi percobaan.

Percobaan 2 (Kebocoran Dinding Tangki)

1. Siapkan keran yang akan diamati


2. Ukuran diameter mulut keran
3. Hidupkan keran sampai air keluar maksimal/deras
4. Masukkan air dari keran tadi ke dalam botol yang telah disediakan
5. Hitunglah waktu yang diperlukan air tersebut untuk memenuhi ruang dalam botol
6. Ulangi cara kerja 2-5 pada tiap-tiap keran
7. Catat hasil pengamatan

IV. Data Percobaan

Percobaan 1 (Pipa Venturimeter)

Tinggi Permukaan Air (cm)


Percobaan
Selang 1 Selang 2 Selang 3
1. 19 19,5 18
2. 14 13 12
3. 29 18,5 28
4. 27 27 25
5. 25 24,5 23,5
Percobaan 2 (Kebocoran Dinding Tangki)

Tinggi air dalam Jarak air jatuh ke


Lubang Waktu (t) Volume (V)
tabung (h) ember (x)
2s 230 ml
4s 420 ml
Lubang A 49 cm 50 cm 6s 570 ml
8s 810 ml
10 s 1020 ml
2s 860 ml
4s 1920 ml
Lubang B 26 cm 40 cm 6s 2740 ml
8s 3350 ml
10 s 4980 ml
2s 1200 ml
4s 2510 ml
Lubang C 26 cm 30 cm 6s 4040 ml
8s 5660 ml
10 s 6780 ml
2s 1490 ml
4s 4250 ml
Lubang D 26 cm 35 cm 6s 5900 ml
8s 6500 ml
10 s 9000 ml

V. Analisis Data

Percobaan 1 (Pipa Venturimeter)

Menghitung Kecepatan Aliran Fluida (V)

Percobaan 1

V1 = √2𝑔ℎ V2 = √2𝑔ℎ V3 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,19 = √2𝑥10𝑥0,195 = √2𝑥10𝑥0,18

= 1,949 m/s = 1,975 m/s = 1,897 m/s


Percobaan 2

V1 = √2𝑔ℎ V2 = √2𝑔ℎ V3 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,14 = √2𝑥10𝑥13 = √2𝑥10𝑥12

= 1,673 m/s = 1,612 m/s = 1,549 m/s

Percobaan 3

V1 = √2𝑔ℎ V2 = √2𝑔ℎ V3 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,29 = √2𝑥10𝑥0,285 = √2𝑥10𝑥0,28

= 2,408 m/s = 2,387 m/s = 2,323 m/s

Percobaan 4

V1 = √2𝑔ℎ V2 = √2𝑔ℎ V3 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,27 = √2𝑥10𝑥0,27 = √2𝑥10𝑥25

= 2,323 m/s = 2,323 m/s = 2,236 m/s

Percobaan 5

V1 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,25

= 2,236 m/s

V2 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,245

= 2,213 m/s

V3 = √2𝑔ℎ

= √2𝑥10𝑥0,235

= 2,167 m/s
Menghitung Kecepatan Rata-rata

1,949+1,673+2,408+2,323+2,236
V1 = 5

= 2,1218 m/s

1,975+1,612+2,387+2,323+2,213
V2 = 5

= 2,102 m/s

1,897+1,549+2,323+2,236+2,167
V3 = 5

= 2,0344 m/s

Percobaan 2 (Kebocoran Dinding Tangki)

Lubang A

Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 Percobaan 4 Percobaan 5

𝑉 𝑉 𝑉 𝑉 𝑉
Q= Q= Q= Q= Q=
𝑡 𝑡 𝑡 𝑡 𝑡

0,23 0,42 0,57 0,81 0,1020


= = = = =
2 4 6 8 10

= 0,115 L/s = 0,105 L/s = 0,095 L/s = 0,101 L/s = 0,102 L/s

Lubang B

Percobaan 1

𝑉
Q=
𝑡

0,86
=
2

= 0,43 liter/s

Percobaan 2

𝑉
Q=
𝑡
1,92
=
4

= 0,48 liter/s

Percobaan 3

𝑉
Q=
𝑡

2,74
=
6

= 0, 46 liter/s

Percobaan 4

𝑉
Q=
𝑡

3,35
=
8

= 0,42 liter/s

Percobaan 5

𝑉
Q=
𝑡

4,98
=
10

= 0,498 liter/s

Lubang C

Percobaan 1

𝑉
Q=
𝑡

1,2
=
2

= 0,6 liter/s

Percobaan 2

𝑉
Q=
𝑡
2,51
=
4

= 0,627 liter/s

Percobaan 3

𝑉
Q=
𝑡

4,04
=
6

= 0,67 liter/s

Percobaan 4

𝑉
Q=
𝑡

5,66
=
8

= 0,707 liter/s

Percobaan 5

𝑉
Q=
𝑡

6,78
=
10

= 0,678 liter/s

Lubang D

Percobaan 1

𝑉
Q=
𝑡

1,49
=
2

= 0,749 liter/s

Percobaan 2

𝑉
Q=
𝑡
4,25
=
4

= 1,0625 liter/s

Percobaan 3

𝑉
Q=
𝑡

5,9
=
6

= 0,98 liter/s

Percobaan 4

𝑉
Q=
𝑡

6,5
=
8

= 0,8125 liter/s

Percobaan 5

𝑉
Q=
𝑡

9
=
10

= 0,9 liter/s

Menghitung Debit Rata-rata

0,115+0,105+0,095+0,101+0,102
QA = 5

= 0,104 liter/s

0,43+0,48+0,46+0,42+0,498
QB = 5

= 0,46 liter/s

0,6+0,627+0,67+0,707+0,678
QC = 5
= 2,74 liter/s

0,745+1,0625+0,98+0,8125+0,9
QD = 5

= 0,9 liter/s

VI. Kesimpulan

1. Berdasarkan percobaan satu (pipa venturimeter) yang kita lakukan, maka diperoleh :

V1 = 2,1218 m/s

V2 = 2,102 m/s

V3 = 2,0344 m/s

2. Berdasarkan percobaan dua (kebocoran dinding tangki) yang kita lakukan, maka diperoleh :

QA = 0,104 liter/s

QB = 0,46 liter/s

QC = 2,74 liter/s

QD = 0,9 liter/s
Daftar Pustaka
Karyono. 2009. Fisika untuk Kelas XI SMA dan MA. Jakarta : CV Sahabat.

Kamajaya Ketut. 2016. Buku Siswa Aktif dan Kreatif Belajar Fisika. Bandung : Grafindo Media
Pratama.

Sugiono Nanang. 2018. Buku Pintar Belajar Fisika. : Sagufindo Kinarya.

staff.unand.ac.id

dewikumalla.blogspot

dewinurfathonah.blogspot.com

Slawi, 14 November 2018


Guru Mata Pelajaran Penyusun

Setyaningsih, MPd.Si Moh. Soffa


NIP. 19660716 1988 11 2002 NIS. 1716344
Lampiran