Anda di halaman 1dari 10

Jurnal Parameter Volume 29 No.

1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

PERKEMBANGAN KECERDASAN LINGUISTIK DAN


INTERPERSONAL ANAK USIA DINI MELALUI BERMAIN PERAN
Lukman Arsyad
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Gorontalo
e-mail: lukmanarsyad63@gmail.com

Abstract

The aim of this research is to study the development of linguistic and interpersonal intelligences applying
role-play method at Al-Mourky kindergarten in Gorontalo. The research was conducted qualitatively using
ethnographic approach, and applying Spradley technique. Results of the research show (1) early-aged
children learn through playing in accordance with their interest, needs and physical as well as mental
development (2) to develop linguistic and interpersonal intelligence, the children are assigned to play the
role of different people with different profession such as teacher, doctor, policeman. (3) Role play method
can also enhance other multiple intelligence. The Study concludes that the role play can develop the
children’s intelligence.

Keywords: linguistis Intelligence, interpersonal, kindergarten

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan linguistik dan kecerdasan interpersonal dengan
mengaplikasikan metode bermain peran anak-anak usia dini di Al-Mourky Gorontalo. Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan pendekatan etnografi, dan mengaplikasikan teknik Spradley. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan (1) anak usia dini belajar melalui permainan yang sesuai dengan keinginan,
kebutuhan, dan fisik juga perkembangan mental mereka. (2) perkembangan linguistik dan kecerdasan
interpersonal, anak-anak memainkan permainan bermain peran orang dengan profesi yang berbeda seperti
guru, dokter, polisi. (3) metode bermain peran bisa juga memperkaya kecerdasan multiple. Penelitian
menyimpulkan bermain peran bisa mengembangkan kecerdasan anak-anak.

Kata kunci: kecerdasan linguistik, interpersonal, usia dini

1. PENDAHULUAN pembelajaran, karena aktivitas ini tidak


Setiap melakukan aktivitas bermain, hanya sekedar menciptakan suasana yang
pengetahuan anak dan perbendaharaan menyenangkan, tetapi pada anak-anak yang
katanya akan bertambah seiring dengan terlibat dapat menimbulkan menciptakan
pertumbuhan fisiknya. Bermain sebagai suatu komunikasi yang baru.
kegiatan yang mempunyai nilai praktis, Pembelajaran anak usia dini bertujuan
dapat digunakan sebagai media untuk untuk memberikan stimulasi potensi anak
meningkatkan keterampilan dan kemampuan seoptimal mungkin. Pembelajaran ini
tertentu pada anak (Tedjasaputra, 2003; 4). merupakan pendekatan yang berpusat pada
Manusia membutuhkan banyak belajar dan anak atau lebih dikenal model pembelajaran
terus akan bermain selama hidupnya. sentra yang menitik beratkan kegiatannya
Bermain menjadi hal yang penting, karena pada lingkungan /area aktivitas anak. Day
aktivitas ini tidak hanya menciptakan (1994) menyatakan bahwa lingkungan
suasana yang menyenangkan saja, tetapi pembelajaran anak usia dini merupakan
menjadi suatu media berkomunikasi bagi lingkungan yang dapat mengurangi
anak-anak yang melakukannya. Begitu pula kemungkinan berkembang-nya masalah-
pada anak usia dini, bermain menjadi suatu masalah prilaku anak, dengan menyiapkan
hal yang amat penting dalam proses jadwal teratur, konsisten dan kegiatan-
20
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

kegiatan yang merangsang keceriaan anak, mengontrol permainan, dan merasa nyaman
membagi kelas ke dalam kelompok- dalam bermain peran sehingga lebih
kelompok kecil, jika diperlukan, menata bermanfaat kepada pengembangan bakat
lingkungan fisik yang akan meningkatkan minat dan keterampilannya.
kebebasan ruang gerak, namun terstruktur Menurut Masito (2005; 7.24) Konsep
dan mengatur pusat-pusat pembelajaran bermain peran (role play) sendiri berakar
yang layak dan merefleksikan beragamnya pada hakikat manusia sebagai makhluk
keinginan anak (Clewett, 1988; 24). individu dan sosial. sebagai makhluk
Lingkungan anak sangat mendukung individu manusia memiliki karakteristik
perkembangan potensinya, yang meliputi yang khas dan unik, sedangkan sebagai
lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Tim makhluk sosial ia membutuhkan dan
penyusun program kegiatan belajar (2001; 9- berhadapan dengan orang lain, sehingga
10) mengungkapkan prinsip dasar muncul rasa sayang, percaya, bend dan lain-
pembelajar-an anak usia dini; seperti (1) lain terhadap orang dan juga terhadap din
memberikan bimbingan sesual dengan taraf sendiri. Selanjutnya bermain peran dapat
perkembangan kemampuan anak, (2) didefinisikan sebagai permainan tentang
memberikan rasa gembira saat belajar (3) sebuah peran yang khusus dan lebih spesifik
memupuk rasa keberanian anak, (4) seperti halnya role play game, permainan ini
memberikan rangsangan dengan bermacarn- mempertontonkan keterampilan sebuah
macam media aktif. peran di mana para pemain memainkan
Smith dan Ragan (1992; 2) menyatakan sebuah karakter-karakter yang dibayangkan
bahwa fokus pembelajarannya lebih kepada (ILO, 2002).
pemberian informasi dan kegiatan yang Melalui cara ini anak belajar berempati
membantu siswa untuk mencapai tujuan pada posisi orang lain, selain bereksplorasi
belajar yang diharapkan, dengan kata lain dan berimajinasi serta meningkatkan
pembelajaran adalah penyelenggaraan kemampuan verbal. Dengan bermain peran
kegiat-an yang berfokus siswa dalam diharapkan anak dapat mengatasi rasa takut,
mempelajari sesuatu. Itulah sebabnya istilah dapat meningkatkan kepercayaan diri, serta
pembelajaran mencakup semua kondisi yang mendapatkan pengalaman baru. Oleh
mungkin berpengaruh langsung kepada karenanya bermain peran bukan hanya
proses belajar manusia. Sadiman, (1984; 7) terkait dengan pertumbuhan fisik tetapi juga
lebih menekankan kepada fungsi perkembangan sosial dan mentalnya.
pembelajaran di mana proses membuat orang Bermain peran bukan tujuan tetapi
belajar. Pembelajaran juga merupakan suatu dalam proses berlangsungnya pembelajaran
sarana yang terorganisasi untuk apakah mampu mengembangkan kecerdasan
mengembangkan secara optimal hasil belajar anak seperti melatih anak untuk berbicara,
(Gagne, Briggs & Wager, 1992; 19). melatih daya konsentrasi, imajinasi dan me-
Kegiatan bermain peran pada anak-anak ngirigkatkan kreativitas anak.
usia dini dijadikan suatu pembelajaran yang Kecerdasan sering dikaitkan dengan
dituangkan dalam kurikulum dan menjadi kemampuan otak oleh Alfret Binnet (1918),
tema di mana seorang anak mencontoh sosok dengan teorinya bahwa untuk menentukan
atau figur seorang tokoh yang ia kagumi. indeks kecerdasan seseorang didasarkan
Bermain peran akan mempermudah anak pada perbandingan antara umur kronologis
dalam mempelajari dan memahami sesuatu, dengan mentalnya, yang kemudian dikenal
baik itu konsep alam, bahasa maupun dengan istilah Inteligence Quentient (IQ).
pengetahuan lainnya, anak akan merasa Robinson dan Robinson (1976) mengatakan
senang dengan apa yang dilakukannya. bahwa inteligensi memiliki salah satu hal
Apabila hal ini menjadi kegiatan inti dalam atau seluruh hal dan tiga tema berikut: 1)
pembelajaran, mereka akan semakin teratur kapasitas untuk belajar, 2) total semua
21
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

pengetahuan yang seseorang miliki, dan 3) nonkomunikatif dan komunikatif.


kemampuan untuk beradaptasi dengan Penggunaan nonkomunikatif dapat dilihat
situasi baru dan kepada lingkungan yang melalui dua hal berikut: 1) anak menirukan
secara umum. apa saja yang baru ia dengar, (2) monolog di
Bagi RA Al Mourky pengembangan antara teman-teman. Seorang anak kadang
kecerdasan linguistik dan interpersonal berbicara dengan diri sendiri dengan volume
melalui bermain peran bukan suatu hal yang suara yang agak keras meskipun ia berada di
sulit, karena didukung ol eh lingkungan tengah teman-teannya.
belajar anak dengan model moving class atau Menurut Petty dan Jensen ( dalam Rini
dikenal dengan pembelajaran sentra, dan ini Hildayani, Dkk 1990: 118-119 )
memerlukan kelas yang cukup fasilitas perkembang-an bahasa merupakan suatu
pendukung bermain dan belajarnya, serta proses yang kompleks, yang melibatkan 4
membutuhkan kualitas dan kuantitas guru faktor yang mempengaruhinya. (a)
yang bertanggung jawab bagi pengelolaan. berbedanya cara bagaimana si anak
Bermain peran sangat dominan dilaksanakan mempelajari bahasa tersebut, (b) berbedanya
karena dianggap sebagai miniatur dari bahasa yang dipelajari si anak, (c)
kehidupan yang dapat mempengaruhi berbedanya karakteristik si anak dan, (d)
mobilitas anak, meningkatkan berbedanya tempat proses pembelajaran
perkembangan kinestetik dan pergerakan bahasa itu terjadi. Ditambahkan secara lebih
tubuh dan motorik, memotivasi dan dalam luas faktor yang dapat mempengaruhi
belajar. perkembangan kecerdasan linguistik yakni
Gadner dalam Kadek (2011; 8) tingkat kecerdasan individu, jenis kelamin,
menyebutkan bahwa kecerdasan linguistik, kondisi fisik, lingkungan keluarga, keadaan
merupakan kemampuan mengenali kata sosial atau lingkungan budayanya.
secara efektif, baik secara lisan maupun Selain kecerdasan linguistik, dikenal
tulisan termasuk di dalamnya kemampuan pula kecerdasan interpersonal dalam
mengingat informasi dan membicarakan perkembangan anak usia dini. Powers dalam
tentang bahasa itu sendiri. Orang-orang yang L Crow, dan A Crow memberikan definisi
mempunyai inteligensi ini juga sangat maju perkembangan kecerdasan interpersonal
keterampilan pendengarannya, dan mereka sebagai berikut: 1) sebagai kemajuan yang
belajar dengan mendengar. Mereka senang progresif, dan kegiatan individu, menjadi
membaca dan menulis serta berbicara, dan dalam pemahaman warisan pola tingkah laku
senang bermain dengan kata-kata. sosial, 2) karakter yang dapat menumbuhkan
Menurut Piaget, perkembangan bahasa perilaku sosial. Hal ini berhubungan dengan
anak pada tahap praoperasional merupakan pemikiran bagaimana anak-anak membuat
transmisi dari sifat egosentnis ke konsep mengenai orang lain dan bagaimana
interkomunikasi sosial. Waktu seorang anak mereka memahami pikiran dan bahasa,
masih kecil, ia berbicara secara lebih emosi, perhatian, dan sudut pandangan orang
egosentris, yaitu berbicara dengan diri lain.
sendiri. Anak tidak berminat untuk bicara Berdasarkan hal tesebut Vigotsky mela-
dengan orang lain. Tetapi pada umur 6 atau lui teorinya menyatakan bahwa perkembang-
7 tahun, anak mulai lebih komunikatif an anak secara individu sangat ditentukan
dengan teman-temannya. Bahasa akan oleh adanya interaksi yang positif dengan
berkembang dan bertambah jika terjadi orang dewasa maupun teman sebaya yaitu
interaksi, sebaliknya interkasi terjadi dan pertama ia menekankan pentingnya peranan
berjalan (Wardworth, dalam Sampurno komponen sosial dalam perkembangan
1989; 56) lancar hanya dengan bahasa kognitif seorang anak, kedua penggunaan
Perkembangan Kecerdasan Linguistik bahasa tidak hanya sebagai alat untuk
dapat dibedakan menjadi dua hal, yaitu melakukan komunikasi, tetapi juga untuk
22
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

membina hubungan dengan lingkungan Berdasarkan uraian di atas maka tujuan


sosialnya, ketiga zone of proximal penelitian ini adalah; 1) untuk memperoleh
development (ZPD) yakni menggambarkan informasi secara mendalam mengenal proses
suatu jarak atau ruang antara perkembangan pembelajaran yang dilaksanakan di RA Al-
aktual dengan tingkat kemampu-an potensial Mourky yang meliputi proses pembelajaran
lebih tinggi yang dapat dicapai anak dengan awal (pijakan awal) dan proses pembelajaran
bantuan orang dewasa atau teman sebaya inti dengan mengembangankan tema budaya,
yang lebih mampu. Dengan demikian ZPD 2) bentuk-bentuk bermain peran yang
adalah lingkungan atau orang lain yang dilakukan dalam proses pembelaajaran di
membantu anak untuk pindah dari tingkat RA Al-Mourky, 3) pengembangan
kemampuan aktual menuju kepada tingkat kecerdasan linguistik dan kecerdasan
kemampuan potensial, keempat scaf-folding interpersonal sebagai bagian dan kecerdasan
yaitu proses membangun dan memahami jamak.
pengetahuan baru secara bertahap melalui
bantuan orang dewasa. 2. METODOLOGI PENELITIAN
Interaksi dengan teman-teman se- Penelitian ini dilaksanakan di RA Al-
kelompok bermain mempunyai pengaruh Mourky Kabupaten Gorontalo, dengan
besar dalam perkembangan pemikiran anak. waktu pengamatan selama 3 bulan. Adapun
Shapiro E. Lawrence (2001: 204) jumlah siswa yang diamati adalah sebanyak
menyatakan bahwa melalui interaksi seorang 100 anak, terdiri dari 48 murid laki-laki dan
anak dapat membandingkan pemikiran dan 52 murid perempuan. Metode yang
pengetahuan yang telah dibentuknya dengan digunakan dalam penelitian ini adalah
pemikiran dan pengetahuan orang lain. metode penelitian kualitatif dengan
Setiap anak belajar mendapatkan teman menggunakan pendekatan etnografi dengan
sendiri, kemampuan untuk bergabung dan karakteristik sebagai berikut; 1) sumber data
ikut serta dalam kelompok sebaya berjenis diperoleh dari latar alami, (2) peneliti adalah
kelamin yang sama merupakan salah satu instrumen kunci, (3) laporannya bersifat
pilar yang dibutuhkanya untuk membangun deskriptif, (4) analisisnya bersifat induktif,
hubungan sosial yang baik, dan pada usia (5) verifikasi data dilakukan melalui
empat atau lima tahun mereka mulai triangulasi, (6) partisipan dilakukan sejajar
menunjukkan kecenderungan mem-bentuk dengan peneliti, (7) sampelnya bersifat
kelompok berjenis kelamin sama. purposif, (8) disain penelitiannya
Faktor pertumbuhan dan perkembangan berkembang di lapangan.
sosial tidak dapat dipisahkan dan fase-fase Kemudian fokus pada penelitian ini
perkembangan lainnya seperti pertumbuhan adalah: (a) Proses pembelajaran yang
fisik, mental dan emosi yang diidentifikasi dilaksanakan pada RA Al-Mourky, (b)
sebagai faktor internal yakni anak yang lebih Bentuk-bentuk bermain peran anak usia dini
besar badannya dan bertambah usianya akan yang dilaksanakan pada pembelajaran di RA
lebih luas pergaulannya. Sementara teman Al-Mourky, (c) Cara mengembangkan
kelompok bermainnya menjadi faktor kecerdasan linguistik dan kecerdasan
eksternal yang mempengaruhi kecerdasan interpersonal melalui bermain peran anak
mi. Gadner dalam (Mary Ann 1998; 7) usia dini di RA Al-Mourky. Berdasarkan
Bentuk-bentuk perilaku sosial itu seperti; fokus penelitian tersebut, maka akan
bersahabat atau tidak bersahabat, suka diajukan pertanyaan penelitian seperti
bergaul atau egois, simpatik atau keras berikut; (1) Program apa saja yang
kepala, kooperatif atau bersikap melawan, dilaksanakan di RA Al-Mourky, (2)
suka menentang atau bersikap patuh Powers Langkah-langkah apa saja yang ditempuh
dalam L Crow dan A Crow (1988; 13). dalam mempersiapkan pembelajaran anak
usia dini, (3) Bagaimana cara guru
23
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

merencanakan proses pembelajaran bermain nal melalui metode bermain peran melalui
peran, (4) Persiapan apa saja yang dilakukan “lines and nodes” yaitu:
untuk melakukan kegiatan bermain peran, 1. Bermain Peran Dokter
(5) Dapatkah fasiltas yang disediakan a. menanyakan keluhan pasien
memenuhi tuntutan kebutuhan untuk b. dapat menyebutkan nama-nama
kegiatan bermain tersebut, (6) sudahkah guru penyakit
melakukan identifikasi perkembangan c. dapat menyebutkan nama-nama
kecerdasan anak, baik kecerdasan linguistik obat
maupun interpersonal, (7) Jika anak d. dapat berkomunikasi dua arah
menemui masalah, adakah guru melakukan e. dapat memberikan nasihat
kemunikasi dengan balk untuk mengatasi
kesulitan yang dihadapi anak tersebut. 2. Bermain Peran Polisi
Teknik pengumpulan data yang a. Mampu menyebutkan nama
digunakan adalah pengamatan, wawancara, kendaraan
dan dokumentasi. Dalam melakukan b. Mampu menjelaskan tata tertib
pengamatan, peneliti selalu berada dan berlalu lintas
bergabung di antara subjek, berusaha c. Mampu menyebutkan rambu-
menunjukan perasaan simpati kepada rambu lalu lintas
mereka dan merasakan bersama apa yang d. Dapat rnenyebutkan fungsinya
dialamai oleh subjeknya sekaligus mencatat masing-masing
peristiwa yang terjadi. Wawancara dalam e. Dapat menegur dengan kata-kata
penelitian ini dilakukan untuk melengkapi yang baik
dan memperdalam hasil penelitian.
Sementara dokumentasi baik menggunakan 3. Pijakan awal proses pembelajaran
foto ataupun alat rekam digunakan untuk a. mengucapkan salam secara
memperlihatkan suasana latar selama sempurna;
kegiatan berlangsung. b. dapat memanggil nama anak satu
per satu;
3. HASIL DAN PEMBAHASAN c. dapat menyebutkan nama-nama
A. Hasil Analisis Taksonomi lain;
Berdasarkan seluruh catatan lapangan, d. dapat menyebutkan nama-nama
peneliti mengembangkan domein serta bulan;
melakukan pengamatan dan wawancara e. dapat berkomunikasi dengan anak
terfokus melalui pengajuan pertanyaan- dapat menertibkan anak dengan
pertanyaan struktural. Adapun pengajuan kata-kata.
pertanyaan struktural dipilih dari beberapa
domein yang berkaitan dengan B. Mengembangkan kecerdasan
pengembangan kecerdasan melalui metode interpersonal
bermain peran. Berikut ini domein-domein 1. Bermain Peran Dokter
yang terdeteksi pada catatan pengamatan a. dapat menolong orang lain;
lapangan. b. mengembangkan rasa empati;
Tema pembelajaran bermain peran ada- c. dapat melakukan kerja sama
lah bermain peran dokter dan polisi dengan kelompok yang baik.
melihat keterhubungannya dengan perkem- 2. Bermain Peran Polisi
bangan kecerdasan linguistik dan interperso- a. dapat menolong orang lain;
nal melalui bermain peran. b. membiasakan hormat menghormati;
Analisis taksonomi tentang perkem- c. membiasakan orang banyak untuk
bangan kecerdasan linguistik dan interperso- menaati peraturan;
d. menjaga dan bahaya;
24
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

e. mendahulukan orang tua dan anak- maka peran dokter diindikasikan kepada
anak (menyeberang jalan). bagaimana seorang anak dapat menolong
3. Kesamaan Berman Peran orang lain, dan mengedepankan rasa empati.
a. saling membantu sesama teman; Hal yang berbeda adalah sebagian anak
b. suka bekerja sama; perempuan takut memainkan peran ini; (2)
c. membiasakan sikap sopan; peran polisi; walaupun polisi selalu
d. mengingatkan teman untuk belajar diindikasikan sebagai sosok yang
lebih giat. menakutkan, tetapi dalam setiap peran, polisi
selalu membatu sesama, membiasakan
C. Hasil Analisis Komponen hormat menghormati, membiasakan orang
Beberapa dimensi kontras di antara banyak untuk mentaati peraturan, menjaga
atribut dari berbagai kategori dalam domein dan bahaya dan mendahulukan orang tua dan
tertentu, dapat mengidentifikasi analisis anak-anak dan pada yang muda. Hal yang
komponensial yang diamati dari segi berbeda adalah polisi bukan lagi sosok yang
perbedaan. menakutkan bagi anak.
1. Cara Mengembangkan Kecerdasan
Linguis-tik D. Hasil Analisis Tema
Pengembangan kecerdasan linguistik Proses pembelajaran di R A Al-Mouky
yang dilakukan melalui metode bermain RA Al-Mourky dalam proses
peran yakni (1) anak bersemangat dengan pembelajaran mengacu kepada kurikulum
peran dokter. pada peran ini, dokter kecil yang berlaku secara umum sebagaimana
menanyakan tentang keluhan pasien, pada lembaga pendidikan anak lainnya,
menyebutkan nama-nama penyakit sekaligus tetapi tidak meninggalkan spesifikasinya
obatnya, memberikan nasihat melalui yang menjadi cirinya sebagai Raudhatul
komunikasi dua arah antara dokter kecil Atfal di bawah bimbingan Departemen
dengan seorang anak yang bertindak sebagai Agama. Kemudian yang menjadi acuan
pasien dan ini dilakukan secara bergiliran utama adalah pembelajarannya berorientasi
dan berulang, sehingga kegiatannya semakin pada perkembangan anak, dengan menganut
lancar dan memungkinkan berkembangnya prinsip belajar sambil bermain dan bermain
linguistik anak baik dalam berbicara maupun seraya belajar, memfokuskan pada sederet
berekspresi dalam mengungkapkan pengalaman anak untuk dirancang dan
pendapat-nya. Dalam praktiknya, masih dikelola dengan memahami tingkah laku dan
terdapat beberapa anak yang kesulitan dalam kebutuhan anak, perilaku dan kebutuhan
mengungkapkan pendapatnya. (2) peran dikembangkan dalam pembelajaran menjadi
polisi; kemampuan linguistik anak bidang atau aspek-aspek pengembangan.
ditunjukkan melalui kemahiran
menyebutkan nama-nama kendaraan, 1. Mengembangkan Pembelajaran
menjelaskan tata tertib berlalu-lintas, Bermain Pe-ran pada Anak Usia Dini
termasuk memperingat-kan bagi pengguna Pada pembelajaran anak usia dini yang
jalan agar berhati-hati dalam menyeberang. dikembangkan melalul sentra, memiliki
Hal yang berbeda adalah anak perempuan kelebihan tersendiri seperti
lebih berani dan bersemangat untuk bermain a. Pengalaman dan kegiatan belajar anak
peran ini. akan selalu relevan dengan tingkat
perkembangan anak
2. Cara Mengembangkan Kecerdasan b. Kegiatan belajar yang dipilih sesuai
Interper-sonal dengan minat dan kebutuhan anak.
Kegiatan ini dapat dilakukan pada c. Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna
semua peran; (1) peran dokter: karena bagi anak sehingga hasil belajar akan
kecerdasan ini berhubungan dengan sosial, memberi bekas lebih lama
25
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

d. Pembelajaran sentra akan menumbuh dua maupun roda empat, menjelaskan tata
kembangkan keterampilan berpikir anak tertib berlalu lintas, menyebutkan rambu-
dan cepat mengatasi kesulitan yang rambu lalu lintas, pada (kecerdasan
dihadapi anak. interpersonal) anak dibiasakan hormat
e. Menyajikan kegiatan lebih pragmatis menghormati, menolong orang lain,
sesuai dengan permasalahan yang mendahulukan orang tua dan anak-anak
ditemui dalam lingkungan anak, dalam menyeberang jalan, hal ini lah
menumbuhkan keterampilan sosial anak ditetapkan dalam mengembangkan
seperti kerja sama, toleransi, kecerdasan anak melalui peran polisi.
komunikasi dan respek terhadap
gagasan orang lain. F. Proses Pembelajaran di RA Al
Adapun bermain peran yang dikembangkan Mourky
dalam satuan kegiatan harian (SKH), RA Al-Mourky memiliki konsen dengan
termasuk pada tema pekerjaan adalah peran pembinaan anak usia dini dengan mengikuti
dokter, dan polisi. pedoman yang berlaku pada lembaga yang
Berdasarkan hal di atas, maka tema yang sama. Para pembina yang terlibat dalam
ditemukan adalah bahwa bermain peran proses pembelajaran memahami bahwa usia
merupakan cara yang dapat dilakukan untuk 4-6 tahun merupakan masa peka terhadap
rnengembangkan kemampuan dan potensi berbagai situasi dan lingkungan yang
secara maksimal, kegiatannya dapat mempengaruhinya. Anak mulai sensitif dan
dilakukan sendiri ataupun dengan siap untuk dikembangkan segala potensinya
guru/pembina sebagai pengawas, namun secara maksimal. Apalagi pada masa ini
model pembelajarannya tetap berpusat pada adalah masa terjadinya pematangan fungsi-
anak. fungsi fisik dan psikis yang siap merespon
stimulasi yang diberikan oleh
E. Upaya Mengembangkan Kecerdasan lingkungannya. Walaupun ada sifat dan
Li-nguistik dan Interpersonal karakter tertentu yang mem-bedakan, upaya
Bermain Peran Anak Usia Dini dan cara penanganan sepenuhnya bagi
Untuk mengembangkan kecerdasan perkembangan anak sangat perlu. Oleh sebab
jamak yang dilakukan melalui pembelajaran itu dibutuhkan kondisi yang dapat
tema, dengan sub tema peran-peran seperti memberikan stimulasi yang sesuai dengan
berikut ini. kebutuhan anak agar pertumbuhan dan
perkembangan anak tercapai secara
1. Peran Dokter maksimal.
Melalui peran ini dapat dikembangkan Dalam menciptakan karakter yang baik,
kecerdasan jamak seperti; (a) kecerdasan belum menjadi jaminan jika hanya
linguitik, anak dapat melakukan dialog mengandalkan pendidikan di dalam rumah
dengan teman lainnya dalam menanyakan tangga saja, tetapi untuk memberi penguatan
tentang keluhan penyakit, (b) kecerdasan yang berhubungan dengan penerapan
interpersonal, bahwa profesi dokter disiplin dan pengembangan moral,
bermanfaat untuk menolong orang lain, pembinaan berbahasa, kemampuan interaksi
mengembangkan rasa empati, dapat sosial dan pengembangan kognitif
meningkatkan motivasi dan semangat untuk dibutuhkan pula pihak lain yang konsisten
bekerja, meningkatkan rasa percaya diri. dibidangnya yaitu lembaga pendidikan
seperti TK dan RA pada pendidikan usia
2. Peran Polisi dini.
Peran ini dapat mengembangkan Salah satu keunggulan RA Al-Mourky
kecerdasan linguistik seperti kemampuan dalam proses pembelajaran ini di samping
menyebut nama-nama kendaraan baik roda ter-sedianya tenaga pengajar dengan
26
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

spesifikasi keilmuan yang sesuai kebutuhan a. Berbahasa; anak mampu mendengar,


pendidikan anak usia dini dan didukung oleh berkomunikasi secara lisan dan semakin
yang memadai baik ruang kelas dan alat bertambahnya perbendaharaan kata,
permainan anak untuk kepentingan sehingga anak-anak sudah dapat
pembelajaran, pembelajarannya juga melafal-kan kata dan kalimat dengan
menerapkan sistem sentra dengan dominan benar dan memahami apa yang
bermain peran, karena harapkan mampu diucapkan oleh orang lain, bahkan
mencontoh sosok karakter tokoh yang di mampu menceritakan pengalamannya
kagumi. Adapun aspek-aspek perkembang- secara sederhana dan urut. Melalui
an yang diharapkan dicapai adalah: arahan yang baik di RA Al-Mourky,
anak mendapat kesempatan belajar
1. Bidang Pengembangan Pembiasaan bersama, berbicara dengan teman,
Domeinnya meliputi aspek moral dan bekerja dan bermain juga dapat
nilai-nilai agama. Kegiatanya dapat di- dilakukan secara keoperatif dan mereka
idenfikasi pada kemampuan anak meng- tekun melakukannya.
ucapkan doa-doa dan lagu-lagu keagamaan, b. Kognitif; aspek ini dapat dikembangkan
meniru gerakan ibadah dan mengikuti aturan pada segala kegiatan, misalnya dapat
dan pengendalian emosi. Menyanyikan lagu- dikembangkan kemampuan memahami
lagu keagamaan menyebutkan macam konsep sederhana. Anak-anak diminta
agama bahkan terlibat dalam upacara mengelompokkan benda menurut ciri
keagamaan semua itu merupakan lingkungan ukuran dan jenis, membedakan berat-
aktivitas yang di-harapkan dapat ringan, jauh-dekat, panjang-pendek,
mempengaruhi sikap dan mentai anak. tinggi-rendah bahkan benda yang
Terdapat pembuktian yang membenar- dimasukkan ke dalam air yang
kan bahwa lingkungan sangat menunjuk-kan konsep tenggelam dan
mempengaruhi kebiasaan anak: terapung, kegiatannya dapat dilakukan
a. Pertama karena hasil belajar dan dengan menggunakan alat permainan
pengalaman semakin mamainkan peran yang ada.
dominan dalam perkembangan seiring c. Fisik/motorik; anak-anak dapat
bertambahnya usia anak (usia awal melakukan aktivitas fisik baik untuk
sekolah) mereka dapat diarahkan ke melibatkan motorik kasar dan motorik
dalam saluran yang akan membawa halus. Kegiatan mi sangat berrnanfaat
kepada penyesuaian yang baik. bagi pertumbuhan fisik anak.
b. karena dasar awal cepat berkembang d. Seni musik/ritmik, musik hanya satu
menjadi pola kebiasaan. Hal itu akan bagian dan seni pada umumnya. Anak
mempunyai pengaruh sepanjang hidup dapat bernyanyi lebih dan 7 buah lagu
dalam penyesuaian pribadi dan sosial secara berurutan yang disesuaikan
anak itu. Pada saat tertentu mereka dengan tema pembelajaran. Anak dapat
melakukan sesuatu yang berbeda dan mengekspresikan gerakan berdasarkan
yang lain atau berbeda dengan kebiasaan lagu, termasuk gerakan pantomim
yang terjadi di dalam rumah, disebabkan bahkan mampu mengucapkan sair
karena anak sudah bergaul dengan dengan intonasi yang menarik.
teman sebaya yang berasal dan beberapa
rumah yang memiliki kebiasaan yang G. Bermain Peran Anak Usia Dini di RA
berbeda sehingga dengan cepat terlihat Al-Mourky
sekumpulan kebiasaan. Bermain peran di RA Al-Mourky adalah
begian penting dari sebuah pembelajaran.
2. Bidang Pengembangan Kemampuan Kegiatan ini merupakan sub tema pada tema
Dasar pekerjaan dengan mengguna-kan model
27
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

pembelajaran spider web atau jaring laba- menggali potensi anak, banyak sederet cara
laba. Proses pembelajaran metode bermain yang dapat dilakukan, tetapi peneliti khusus
peran dengan tema pekerjaan dilaksanakan menyoroti kegiatan bermain peran dalam
selama 4 minggu, tetapi bermain peran menggali dan mengeksplorir potensi anak.
menjadi model pembelajaran yang Seperti halnya kecerdasan linguistik melalui
mendominasi pada hampir semua tema dan pembelajaran bermain peran. Kecerdasan
masing-masing sub tema mendapat tersebut dapat ditelusuni seperti berikut ini.
kesempatan satu kali pertemuan dengan
waktu selam 2 jam. 1. Kecerdasan linguistik yang paling
Beberapa tahapan pelaksanaan yang menonjol adalah kemampuan
harus dilalui adalah sebagai berikut: berkomunikasi sesama te-man.
Contoh yang dapat mewakili adalah
1. Tahapan persiapan, meliputi: peran dokter dan polisi. Perbendaharaan kata
a. Persiapan sarana bermain; anak bertambah dengan menyebutkan alat-
b. Persiapan anak-anak yang akan alat yang digunakan oleh dokter, seperti
memeran-kan tokoh, jarum suntik, teteskop, nama-nama penyakit
c. Persiapan materi; Hal ini dilakukan agar dan beberapa obat sementara pada kegiatan
anak dapat mengetahui tugas yang dia peran polisi seperti zebra cross/jalur
lakukan. penyeberangan, mengenal fungsi-fungsi
tanda-tanda lalu lintas serta manfaatnya.
2. Tahapan pelaksanaan Kemampuan penguasaan kata seiring
Kegiatan bermain peran dilaksanakan bergilirnya peran-peran yang dimainkan.
dalam dua cara yakni bermain peran makro
dan bermain peran mikro. Bermain peran 2. Kecerdasan interpersonal
makro adalah menggabungkan beberapa Pada semua peran yang dimainkan selalu
peran dalam satu rangkaian peran sedangkan berhubungan dengan orang lain. Dokter
bermain peran mikro setiap peran dilakukan menolong orang sakit, polisi membantu
secara terpisah dengan waktu yang berbeda penyeberang jalan, tetapi dalam
pula pada awalnya anak yang ditunjuk pembelajaran sering mengalami situasi tidak
merasa canggung, tetapi giliran berikutnya konklusif, anak-anak ribut ada yang
anak-anak sudah bisa melakukan dengan menangis karena merasa diejek dan
baik sampai semua anak mendapat giliran dingganggu oleh. Di RA Al-Mourky hal
melaksanakan tugasnya. yang demikian dilakukan dengan bernyanyi
bersama, bermain bersama, membuat
3. Tahapan penutup bangunan dari balok-balok kayu yang
Guru menanyakan kembali peran yang dilakukan secara berkelompok. Suasana
dimainkan, menanyakan alat-alat yang bersama selalu diciptakan termasuk bertukar
digunakan dalam permainan, tugas setiap makanan atau membagi makanaan kepada
tokoh yang diperankan dan diakhiri dengan temannya yang mungkin tak sempat
menyanyi bersama, membersihkan dan membawa makan dan dan cukup hanya
mengatur alat-alat yang digunakan serta membawa beberapa bungkus biskut.
dapat mengembalikannya pada tempat
semula. 4. PENUTUP
A. Simpulan
H. Perkembangan Kecerdasan Berdasarkan pembahasan di atas maka
Linguistik dan Interpersonal Melalui dapat disimpulkan, bahwa dalam proses
Bermain Peran pembelajarannya, RA Al-Mourky
Bermain peran memang bukan menjadi mengguna-kan sistem pembelajaran sentra
satu-satunya yang dapat mempercepat dan yang terdiri dari sentra keluarga sakinah,
28
Jurnal Parameter Volume 29 No. 1 Tahun 2017
DOI : doi.org/10.21009/parameter.291.03
P-ISSN : 0216-26IX

sentra ibadah, sentra pembangunan alam Depdikbud. (2000). Petunjuk Teknis Penye-
sekitar, sentra ilmu pengetahuan dan sentra lenggaraan Pendidikan Kelompok
calistung sebagai sentra persiapan anak yang Bermain. Jakarta: Depdikbud.
akan masuk jenjang sekolah dasar. Sistem
pembelajaran ini sangat berbeda dengan TK Depdiknas. (2001). Program Kegiatan
lain yang hanya menggunakan satu kelas dan Belajar, Kurikulum Kelompok
menggabung semua area, sehingga Bermain. Jakarta: Depdiknas.
mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi
perbedaan kemampu-an anak, serta Depdiknas Dirjen PLS dan Pemuda. (2004).
pemenuhan kebutuhannya. Menyongsong kurikulum Pendidikan
Dalam proses pembelajaran RA Al- Anak Usia Dini Berbasis Kecerdasan
Mourky, aspek-aspek yang diharapkan Jamak di Masa Depan. Jakarta:
dicapai adalah (a) Bidang pengembangan Universitas Negeri Jakarta.
pembiasaan, yang do-meinnya meliputi
aspek moral dan nilai-nilai agama, (b) International Labor Organizatiaon. (2002).
Bidang pengembangan kemampuan dasar, SCREAM: Stop Child Labour,
seperti berbahasa; kemampuan mendengar, Suppor-ting Childrens Rights
berkomunikasi secara lisan dan menambah through Educa-tion, the Arts and the
perbendaharaan kata. Bermain peran di RA Media. Geneva: International Labour
Al-Mourky menjadi kegiatan yang paling Office.
dominan di setiap pembelajaran, di samping
kegiatannya sangat digemari anak, sekolah Marry, A. (1998). Applying Multiple
juga berpendapat bahwa bermain peran dapat Intelligencies Theory, in Preceived In
dianggap sebagai model miniatur kehidupan Service TEEL Education Programs
dengan beragam bentuk bermain peran; in Teaching Forum, Jurnal Vol, 36
seperti (Dokter, Polisi). Selain itu bermain No.2 Apr-Jun 1998.
peran dapat meningkatkan kecerdasan
linguistik dan inetrpersonal anak. Morino, A. A., Cowell, C. C., etc. (1980).
Curiculurn Theory and Design in
5. DAFTAR PUSTAKA Physical Education. London: Mostry
Crow, L., & Crow, A. (1989). Psyichology Company.
Pendidikan. Yogyakarta: Nurcahaya
Sadiman, S. (1984). Perencanaan Sistem
Day, B. (1994). Early Chilhood Education, lnstuksional. Jakarta: Fakultas Pasca
Developmental/Experiential Sarjana IKIP Jakarta.
Teaching and Learning. New York:
Macmillan College Publishing Shapiro, L. E. (2001). Mengajarkan
Company. Emotional Intelligence pada Anak
Jakarta: Gramedia Pustaka.
Depdikbud. (2000). Teknis Penyelenggaraan
Pendidikan Pada Kelompok Tedjasaputra, M. S. (2001). Bermain,
Bermain. Jakarta: Depdikbud. Mainan dan Permainan, untuk
Pendidikan Usia Dini. Jakarta:
Grasindo.

29