Anda di halaman 1dari 12

TAKSONOMI HEWAN

CARA PEMBUATAN TAXIDERMIS

Disusun Oleh :
Nama : Tamsil
Stambuk : A 221 161 106
Kelas :C
Kelompok : VIII
Asisten : HAstuti Herman

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2017
TEKNIK PEMBUATAN KERANGKA HEWAN

Untuk menyiapkan jenis koleksi ini dapat ditempuh dengan beberapa


cara.Masing-masing cara mempunyai kelebihan dan kekurangan serta spesifikasi.
Cara yang lazim dipakai antara lain penguburan, perebusan, perendaman air
(maserasi), perlakuan dengan kumbang Dermentes, pembersian, dan pemutihan.
Adapun Alat dan Bahan yang digunakan, yaitu:
A. Alat
a. Sikat gigi,
b. sikat kawat,
c. tang,
d. kawat besar dan kecil,
e. papan perentang, alat bedah,
B. Bahan
Tergantung dari metode, umumnya amoniak, kalium nitrat, sabun, lem aiobon

Prosedur/ cara Kerja


1. Penguburan
Spesimen dikubur dalam bak pasir. Proses ini berlangsung 6 sampai
24 bulanbergantung pada ukuran spesimen. Agar mudah mengenali
kembali bagian-b a g i a n tulang b e l u l a n g n ya , s e b a i k n ya sebelum
d i k u b u r , t u b u h d i p o t o n g - potong terlebih dahulu. Bagian -bagian tulang
yang akan tercerai-berai saat daging dan kulit membusuk harus dibungkus
dengan kasa plastik atau diikatd n g a n k a w a t a n t i k a r a t s e p e r t i b a g i a n -
b a g i a n t u l a n g b e l a k a n g d a n r u s u k . Untuk mamalia kecil bisa seluruh tubuh
dibungkus dengan plastik berlubang-lubang atau kasa plastik.
2. Perebusan
spesimen dilakukan dengan air biasa, lama perebusan
tergantungp a d a ukuran spesimen, b i a s a n ya antara 0,5 –2 jam.
S e l a n j u t n ya s p e c i m e n dibiarkan dingin sendiri agar tulang tidak retak.
Untuk mempercepat proses p e r e b u s a n , d a g i n g d a n k u l i t y a n g
melekat pada tulang diambil sebersih mungkin, sehingga
y a n g t e r s i s a h a n ya t e n d o n s a j a . s e t e l a h d i r e b u s t u l a n g dibersihkan
dari sisa-sisa daging dan tendon. Selanjutnya pembersihan lemaky a n g m a s i h
m e l e k a t p a d a t u l a n g d i l a k u k a n d e n g a n p e r e n d a m a n d i d a l a m bensin.
Langkah berikutnya adalah mengeringkan tulang sesudah dibersihkandari lemak.
Mempersiapkan spesimen tengkorak agak berbeda dengan tulang pada
umumnya. Otak yang ada didalam tengkorak dibersihkan
d e n g a n mengambilnya secara hati-hati dengan alat pengumpil yang tidak tajam.
Agar d a p a t l e b i h b e r s i h , t e n g k o r a k d i s e m p r o t a i r t e r u t a m a u n t u k
m a m a l i a k e c i l dengan menggunakan syringe (semacam alat suntik).
3. P e r e n d a m a n ( m a s e r a s i )
Tubuh spesimen dikuliti dan dibersihkan dari daging
s e b e r s i h m u n g k i n , selanjutnya spesimen direndam d alam bak air dengan
suhu sekitar 24 C. Bagian-bagian yang terlelas dari kerangka dibungkus dengan
kasa plastik. Dua hari sekali air diganti yang baru. Proses ini berlangsung
sekitar sepuluh hari sampai dua minggu. Teknik ini paling sesuai untuk
mamalia air. Agar tulang tampak bersih, air ditambah dengan deterjen
atau sabun bubuk. Teknik ini b e l u m pernah diterapkan di
MZB.Cara perendaman ini m e m p u n y a i kelemahan yaitu
timbulnya bau busuk. Menurut Hurlin (dalam Hangay dan Dingley,1985) bau
busuk tersebut dapat dikurangi degan cara menambah agar-agar ( satu gram agar-
agar dicampur satu liter air panas ) pada bak air yang digunakan untuk
perendaman.
4. Perlakuan dengan kumbang Dermestes (Coleoptera, Dermestidae )
Teknik ini bagus terutama untuk mamalia kecil,
n a m u n s p e s i m e n y a n g dibersihkan perlu dipantau dengan cermat.
Jika terlalu lama, larva kumbang D e r m e t e s t i d a k h a n ya m e m b e r s i h k a n
daging, tetapi juga akan memakan t u l a n g - t u l a n g n y a . D a l a m
penggunaan tekhnik diperlukan persediaan kumbang
d e r m e s t e s ya n g h i d u p d a l a m j u m l a h ya n g c u k u p b a n y a k , j a d i
persediaan peliharaannya harus tersedia. D i a l a m m e r u p a k a n s e r a n g g a
p e m a k a n b a n g k a i t e r u t a m a p a d a t a h a p a n larvanya, sedangkan
bentuk dewasa ada yang memakan daging, tumbuhan, b a h k a n ada
yang memakan serbuk sari bunga. Namun pada umumnya
dermestes lebih suka daging kering. Bagi spesimen yang difiksasi dalam formalin
atau alkohol, sebelum diperlukan dengan kumbang dermestes, harus
dibersihkan terlebih dahulu dari formalin ataupun akohol dengan cara
perendaman dalam air selama seminggu.
5. Larutan Kinseley
Cara yang dianggap pailing cepat dan baik, saat ini untuk membuat
rangka utuh adalah dengan larutan kinseley. Larutan
k i n s e l e y d i b u a t d e n g a n komposisi; 75 gram sabun batangan, 12
gram kalium nitrat, 150 cc amonia k e r a s , dan 2500 cc air
suling ini adalah sebagai larutan biang.
D a l a m penggunaannya campur larutan biang ini dengan 3 sampai 4 bagian air.
Kuliti hewan dan ambil bulu, daging dan organ dalamnyac.Siapkan larutan
biang dan air, masukkan dalam panci kemudian panaskan . Masukkan
hewan yang tinggal tulang dan otot ke dalam larutan kinsley yang telah
mendidih ±5 menit (Jangan terlalu lama dapat menghancurkan ikatan tulang), angkat
dan ambil sisa daging dengan pinset dan sikat kawate . J i k a t e l a h d i n g i n
masukkan kembali dalam larutan kinsley kemudian
b e r s i h k a n l a g i d e n g a n p i n s e t a t a u s i k a t g i g i , b e g i t u s e t e r u s n ya
h i n g g a tulang benar-benar bersih dari daging. Siapkan kawat dudukan penahan
rangka dengan alas papan, rentangkankawat mengikuti vertebrae hewan.
Jika dalam pemrosesan ada bagian yang
lepas,sambung kembali menggunakan lem. Untuk memperindah
penampilan rangka dapat di vernis. B u a t l a b e l p a d a r a n g k a ya n g t e l a h
d i b u a t . l a b e l m e n c a n t u m k a n l o k a s i , tanggal, kolektor dan nomor
dalam bentuk yang sama seperti label kulit dan ikatan pada salah satu kaki.
6. Pembersihan lemak (degreasing)
Semua tulang yang sudah diperlakukan dalam perendaman,
perebusanm a u p u n p e n g u b u r a n , s e l a n j u t n ya d i r e n d a m d a l a m a i r
bersih dan ditambahsodium bikarbonat 5 -10 %, kemudian
d i p a n a s i m e n c a p a i s u h u k i r a - k i r a 8 0 C selama 12-24 jam tergantung
besarnya tulang (hangay dan dingley,1985). Setelah tulang tampak lunak
segera dikeluarkan dari larutan. Pembersihan lemak hanya d i l a k u k a n
untuk mamalia besar.. Khusus untuk tulang -tulang kaki, sebelum
pembersihan lemak beberapa tempat dilubangi dengan
menggunakan alat pengebor dan dibiarkan sumsum tulang
k e l u a r s e l a m a b e b e r a p a h a r i , b a r u dibersihkan dengan air bersih dan
direndam dalam bensin. Namun harus diingat bahwa bensin sangat mudah terbakar.
7. Pemutihan (Bleaching)
Tujuan pemutihan yaitu agar penampilan tulang lebih bagus, bersih
danlebih putih. Caranya tulang direndam dalam larutan 10-15% hidrogen peroksida.
Lama penyelupan dalam larutan peroksida dalam larutan peroksida
bergantung p a d a b e s a r k e c i l n y a t u l a n g , d a p a t beberapa
menit sampai beberapa j a m . Hindarkan agar tulang tidak
terlalu lama di dalam larutan peroksida, karenatulang akan rapuh.
Setelah proses pemutihan dianggap cukup, tulang segera
dikerluarkan dan dicuci dengan air bersih sampai larutan
p e r o k s i d a y a n g menempel hilang. Langkah selanjutnya adalah
m e n g e r i n g k a n t u l a n g d e n g a n diangin-anginkan dan dihindarkan dari
cahaya matahari secara langsung. Perlu diketahui bahwa larutan hidrogen
peroksida sangat berbahaya apabila kena kulit,bisa menyebabkan luka bakar.
Gambar contoh hasil pembuatan rangka hewan
8. Pembuatan Awetan Utuh
Pengawetan hewan secara kering umumnya meliputi; awetan utuh
(obset),rangka, histokimia, awetan lateks, embedding dalam resin, fosil, cangkang,
telur,dll. Awetan utuh (obset) secara sederhana dibuat hanya dengan menguliti
hewandan menggantikan dagingnya dengan bahan-bahan yang tidak mudah
busukseperti kapas, sabut kelapa, atau serbuk gergaji. Obset dibuat hanya untuk
hewan-hewan yang memiliki kulit tebal dan elastis dan umumnya untuk
vertebrata(amphibi, reptil, aves, mamal) dan serangga. Ikan umumnya tidak dapat
dibuatobset karena kulitnya tipis.Pada pelatihan ini difokuskan pada obset aves,
mamal dan serangga.
Burung (aves)
a. Alat-alat
a) Skalpel kecil atau pisau,
b) gunting kecil,
c) pinset,
d) jarum dan benang, tang,
e) k a w a t k e c i l d a n b e s a r ,
f) t o p l e s b i u s ,
g) k e r t a s , i n j e k s i , m a t a p a l s u ,
h) p a p a n dudukan
b. Bahan-bahan
a) S e r b u k kayu, kapas, sabut kelapa, tepung jagung
(maezena) s e b a g a i absorben, borak, wax (malam), benang kasur,
alkohol, formalin, pembasmiserangga.
Prosedur/ cara kerjaa.
Menguliti
1. Narkose (bius) burung dalam toples dengan klorofom/ eter .
2. Letakkan burung dalam papan bedah, ukur dan
c a t a t d a t a p a d a b u r u n g tersebut (panjang total, panjang ekor, lebar
badan, warna paruh, warna mata)
3. Sumbat bagian paruh dan kloaka sebelum dibedah, bedah burung dari
bagiandepan kloaka ke arah dada hingga pangkal leher. (kita hanya
menguliti,tidak melihat organ), Peganglah kakinya dan jangan pegang
ekor karena halini akan merusak bulu.
4. Taburkan segera tepung jagung sebagai absorben pada setiap
b e r c a k d a r a h yang mungkin melekat pada kulit atau bulu.. Jaga agar bulu
sebersih mungkin yang akan memudahkan pembersihan kemudian.
5. Dengan menggunakan jari, lepaskan kulit sekitar tubuh
s e h i n g g a b e b a s seluruhnya dan hanya terikat pada ekor saja.
6. Potong Pada Bagian pangkal paha, buka kulit pada paha dan
l e p a s k a n o t o t / daging yang terdapat pada pangkal paha tersebut.
7. Potong Pada Bagian pangkal sayap, bersihkan otot/
d a g i n g p a d a p a n g k a l sayap tersebut.
8. Potong Bagian pangkal leher, untuk memisahkan daging dengan kulit
burung, sehingga hanya tersisa kulit, leher, kaki, sayap dan kepala saja.
9. Balikkan kulit ya n g t e r d a p a t p a d a l e h e r h i n g g a n a m p a k
p a n g k a l t e n g k o r a k kepala, potong leher pada bagian ujung tengkorak
tersebut.
10. Keluarkan isi otak burung, menggunakan pinset dan
k a p a s d a r i m e d i a oblongata yang nampak setelah leher dipotong.
11. Balikkan kulit pada kepala, hingga nampak kedua mata, ambil mata
tersebut dengan pinset dan bersihkan dengan kapas.
12. Gantikan isi otak burung dengan tanah liat atau malam (wax).
Merangkai Obset
13. Buat badan tiruan, seukuran badan asli berikut lehernya
menggunakan kawat yang dibalut kapas atau sabut kelapa.
14. Taburi kulit burung dengan borak atau arsenikum secara merata pada
bagiandalamnya, menggunakan kapas pada ujung pinset.
15. Masukkan badan tiruan tersebut kedalam kulit burung mulai
d a r i b a g i a n kepala, leher dan badan dengan cara mengaitkan ujung
kawat pada tengahtengkorak (bekas otak).
16. Balut kedua tulang paha dengan kapas atau sabut kelapa
seukuran pahaa s l i n y a . M a s u k k a n k a w a t d a r i t e l a p a k k a k i
h i n g g a m e n e m b u s p a h a d a n kaitkan pada badan tiruan tersebut.
17. Balut kedua tulang sayap dengan kapas, masukkan kawat dari
pangkal sayap k e a r a h r a d i u s d a n u l n a b u r u n g , a t u r p o s i s i
s a y a p s e s u a i p o s i s i y a n g diharapkan dan kaitkan sisa kawat pada
badan tiruan.
18. Kaitkan ekor dengan badan menggunakan kawat yang
d i t u s u k k a n p a d a pangkal ekor.
19. Tutup bekas bedah dengan kertas, kemudian jahit bagian tersebut,
tambahkan kapas atau serbuk gergaji jika terasa longgar badan tiruannya.
20. Pasang mata palsu pada burung menggunakan lem.
21. K a i t k a n k a k i b u r u n g p a d a k a yu p e n o p a n g , d a n a t u r p o s i s i
s a ya p d e n g a n menggunakan kertas dan jarum pentul.
22. Atur kembali bulu burung yang berserakan, suntik bagian kepala,
kaki dansayap dengan formalin 10 %. Semprot bulu burung dengan obat anti
serangga.Ikatkan label pada kaki burung tersebut

Mamalia
U m u m n ya y a n g d i b u a t o b s e t a d a l a h m a m a l i a k e c i l , t e t a p i
juga tidak m e n u t u p kemungkinan untuk mamalia besar karena untuk
kepentingan perlindungan dan konservasiyang akan dipamerkan dimuseum seperti
yang dilakukan Museum Zoologi Bogor (MZB). S e b u a h s p e s i m e n m a m a l i a
i l m i a h b i a s a n ya t e r d i r i a t a s b a g i a n , ya i t u k u l i t d a n tengkorak. Kulit
hewan kecil, bahkan kulit dari hewan besarpun, jika tidak ada peralatan lain
dapat dilepaskan dengan pisau kecil
1. Alat-alat
Adapun alat yang digunakan yaitu: Skalpel kecil atau pisau,
gunting kecil, pinset, jarum dan benang, tang, kawat kecil(no 17) dan besar (no
20), tank, toples bius, kertas, injeksi, matapalsu, papan dudukan
2. Bahan-bahan
Adapun bahan yang digunakan, yaitu: Serbuk kayu,
kapas, sabut kelapa, tepung jagung (maezena) sebagai
absorben, borak, wax (malam), benang kasur, alkohol, formalin, pembasmiserangga.

Prosedur KerjaProsedur kerja pembuatan spesimen kering


a. Spesimen berupa kulit
1. B u a t t o r e h a n d i m e d i a n p e r u t m u l a i d a r i p e r u t p a d a t i t i k
d i d e p a n a l a t kelamin luar kedepan sampai dada. Usahakan tidak menoreh
daging perut.Bubuhi tepung jagung (maizena) pada luka torehan agar
menyerap cairan t u b u h a t a u d a r a h ya n g k e l u a r ( l i h a t g a m b a r
8 - 9 ) . L e p a s k a n k u l i t d a r i bagian tubuh dengan menggunakan jari
tangan atau pisau skalpel yangt u m p u l . P a d a m a m a l i a j a n t a n ,
p o t o n g p a n g k a l p e n i s n y a . T e r u s k a n pelepasan kulit sampai
bagian pangkal ekor, hati-hati saat sampai rektum, potong rektum dengan
gunting.
2. P e l e p a s a n k u l i t d i t e r u s k a n k e b a g i a n b e l a k a n g . P o t o n g
p a n g k a l k a k i belakang, tetapi upayakan jangan sampai kulit terpotong.
Jika pangkal kaki belakang sudah terpotong, tarik pangkal kaki agar
terlepas dari kulitnya sampai mencapai tulang perlengananan kaki dan
potong pada bagian paha. Bersihkan daging pada bagian betis sehingga
tinggal tulangnya. Oleskan boraks pada kulit sebelah dalam dan
juga tulang. Sesudah itu tulang kaki d i b a l u t kapas dan
d i m a s u k k a n k e m b a l i p a d a k u l i t p e m b u n g k u s n y a (gambar
10).
3. S e t e l a h kedua kaki belakang lepas, teruskan
pengulitan kebelakang. Keluarkan kulit ekor dengan
m e m e g a n g p a n g k a l e k o r s e b e l a h d a l a m . Pegang erat pangkal
kulit ekor dengan ibu jari telunjuk lalu ibu jari dan telunjuk tangan
lain menarik bagian dalam ekor pada pangkalnya (lihat gambar 11-12).
4. S e t e l a h k u l i t e k o r l e p a s , b u a t i s i p e n g g a n t i t u l a n g d e n g a n
k a w a t t a h a n karat yang dibalut kapas atau sabut. Panjang kawat
yang dibuat sedikitlebih panjang daripada panjang ekor. Sebelum
dimasukkan kekulit ekor,balur terlebih dahulu balutan kapas atau sabut
dengan boraks.
5. S e l a n j u t n ya p e n g u l i t a n d i t e r u s k a n k e d e p a n s e t e l a h s a m p a i
p a d a k a k i depan, keluarkan kaki depan seperti perlakuan pada kaki
belakang, potongpada paha.
6. Lanjutkan pengulitan kedepan sampai kepala. Hati-hati jika sudah
sampaip a n g k a l telinga. Potong pangkal telinga, jangan
sampai merusak d a u n telinga. Teruskan pengulitan kedepan
sampai bola mata. Hati-hati jangansampai memotong kelopak mata.
(lihat gambar 13-14)
7. L a n j u t k a n p e n g u l i t a n k e d e p a n s a m p a i h i d u n g d a n b i b i r .
Hati-hati saatmelepas kulit dari tulang dari tulang rawan
hidung dan rahang bawah.Bantu dengan pisau skalpel untuk
m e l e p a s k u l i t , j a n g a n s a m p a i k u l i t terpotong (gambar 15)8 . J i k a
kulit sudah terlepas semua, taburi kulit sebelah dalam
d e n g a n b o r a k s sampai merata. Hilangkan lemak dan sisa-sisa
jaringan pengikat dengan menggunakan pinset atau skalpel.
8. Buat gulungan kapas atau sabut kelapa sebesar tubuh mamalia kecil yang
dikuliti sebagai pengganti bagian tubuh yang dikeluarkan, sebaiknya agak
lebih kecil sedikit supaya mudah memasukkannya.
9. J a h i t m u l u t m a m a l i a k e c i l d e n g a n j a h i t a n s e g i t i g a , d u a
l u b a n g d i b i b i r bawah dan satu lubang dihidung. (gambar 16)
10. Masukkan kawat yang telah dibalut kapas kedalam ekor.
11. M a s u k k a n k a p a s k e d a l a m k u l i t d e n g a n b a n t u a n p i n s e t ,
badan k a p a s dimasukkan ujungnya pada bagian kepala.
Selanjutnya tambahkan kapas pada tempat-tempat yang masih kosong
sedemikian rupa sehingga seluruh kulit terentang dengan bentuk seperti
semula saat binatang masih hidup.
12. Jahit bagian perut yang terbuka (gambar 17 -18)
13. Selanjutnya rentang dan atur kulit pada papan lunak (papan balg)
dengankaki depan dan belakang menghadap kedepan.
14. S e r e l a h p o s i s i t u b u h s u d a h d i a t u r , t a n c a p i j a r u m p e n t u l
p a d a t i t i k - t i t i k tubuh yang penting sebagai pegangan selama proses
pengeringan. Dengan d e m i k i a n k e t i k a k u l i t menjadi kering,
bentuk kulit tidak berubah a t a u mengerut.16.Angin-anginkan
spesimen kulit ditempat teduh, hindari cahaya matahari langsung
untuk mencegah pengeringan yang cepat dan pelunturan warna rambut.
Pengeringan yang cepat dapat menyebabkan kulit mengeriput.
15. Buat label yang dikaitkan pada kaki belakang spesimen tersebut