Anda di halaman 1dari 3

87. Seorang laki-laki berusia 54 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena pneumonia.

Pasien mengeluh sesak napas dan mual. Pasien menjalani perawatan hari ketiga, tidak
memiliki riwayat merokok, memilki riwayat PPOK 10 tahun. Pasien mendapatkan terapi
oksigen, antibitoik, dan antimual. Apakah faktor resiko pneumonia pada pasien tersebut ?
A. Lama perawatan
B. Riwayat merokok
C. Obat antimual
D. Riwayat PPOK
E. Usia pasien
88. Seorang perempuan berusia 46 tahun, dirawat di rumah sakit karena perdarahan lambung
dan saluran cerna. Pasien masih dipuasakan sampai perdarahannya berhenti dan terpasang
NGT. Apakah intervensi prioritas yang bisa dilakukan perawat untuk mencegah pneumonia
pada kondisi tersebut ?
A. Oral care
B. Penghisapan sekret
C. Perubahan posisi
D. Tingkatkan batuk
E. Manajemen infeksi
89. Seorang laki-laki berusia 35 tahun, dirawat di bangsal penyakit dalam karena pneumonia.
Pasien mengeluhkan sesak napas, batuk berdahak, tampak dahak purulen, demam, dan nyeri
dada seperti ditusuk. Hasil pemeriksaan frekuensi napas 30x/menit, suhu tubuh pasien 39,5.
Hasil pemeriksaan leukosit 26.000. Apakah jenis pneumonia pada pasien tersebut ?
A. Atipikal
B. Lobaris
C. Segmental
D. Tipikal
E. Non Klasik
90. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena PPOK. Setelah
30 hari perawatan, pasien mengeluh demam, nyeri dada seperti ditusuk pada saat batuk,
dahak purulen. Hasil pemeriksaan frekensi napas 35x/menit, suhu tubuh pasien 39, hasil
pemeriksaan leukosit 30.000. Pasien terdiagnosis baru PPOK dan pneumonia. Apakah jenis
pneumonia pada pasien tersebut ?
A. Community Acquired Pneumonia
B. Ventilator Acquired Pneumonia
C. Hospital Acquired Pneumonia
D. Aspiration Pneumonia
E. Atipikal Pneumonial
91. Seorang perempuan, berusia 35 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena Community
Acquired Pneumonia. Pasien mengeluhkan demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), dan
faringitis. Hasil pemeriksaan didapatkan suhu 38 derajat celcius. Apakah jenis pneumonia
pada pasien tersebut ?
A. Atipikal
B. Tipikal
C. Lobaris
D. Segmental
E. Klasik
92. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena penumonia
bakterial di lobus kanan bawah. pasien mengeluhkan sesak napas, batuk berdahak purulen
dan nyeri dada seperti ditusuk. Perawat melakukan pemeriksaan fisik pada pasien tersebut.
Apa hasil pemeriksaan fisik yang mungkin ditemukan pada kasus tersebut ?
A. Perkusi redup pada dada kiri
B. Auskultasi ronkhi di dada kiri
C. Frekuensi napas menurun
D. Pergerakan dinding dada kanan tertinggal
E. Taktil fremitus di dada kanan menurun
93. Seorang laki-laki berusia 43 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena pneumonia.
Pasien akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis pneumonia dan agen infeksius
penyebab. Apakah jenis pemeriksaan yang direkomendasikan pada pasien tersebut ?
A. Darah lengkap
B. Rontgen dada
C. Oksimetri
D. Sputum BTA
E. Kultur sputum
94. Seorang laki-laki berusia 45 menderita pneumonia. Pasien cemas anaknya akan tertular
pneumonia. Pasien memiliki 3 anak balita yang tinggal dalam satu rumah. Apakah tindakan
yang dapat diberikan pada anak untuk mencegah penularan tersebut ?
A. Penggunaan masker
B. Pasang ventilasi yang baik
C. Vaksin Pneumococal Pneumonia
D. Vaksin BCG
E. Peningkatan status gizi
95. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena PPOK. Apakah
factor resiko pasien tersebut terkena pneumonia ?
A. Produksi secret berlebih dan obstruksi saluran napas
B. Imunosupresif dengan jumlah neutrophil rendah
C. Menurunnya fusngi makrofag dan aktivitas mukosiliaris
D. Peningkatan kolonisasi bakteri di faring
E. Depresi pusat pernapasan
96. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena pneumonia.
Pasien mengeluhkan batuk berdahak dengan dahak purulent. Demam 39. Nyeri dada seperti
ditusuk. Hasil pemeriksaan kultur didapatkan pasien menderita Pneumonia karena
Streptococal Pneumonia. Apakah terapi untuk pasien tersebut ?
A. Penicillin
B. Erythromycin
C. Ribamvirin
D. Tetracyclin
E. Rifampisin
97. Seorang laki-laki berusia 36 tahun dirawat di bangsal penyakit dalam karena pneumonia.
Pasien mengeluhkan sesak napas dan batuk berdahak yang susah dikeluarkan dengan dahak
yang purulent. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan ronkhi dan wheezing. Apakah intervensi
mandiri keperawtan yang dapat dilakukan untuk kasus tersebut ?
A. Terapi nebulizer
B. Obat mukoltik
C. Istirahat
D. Fisioterapi dada
E. Terapi oksigen
98. Seorang perempuan berusia 35 tahun dirawat hari ke-5 di bangsal penyakit dalam karena
pneumonia. Pasien mengatakan sudah tidak demam, tidak sesak napas, batuk berdahak
masih ada. Pasien mengatakan pada saat aktivitas jalan-jalan ke taman mudah lelah.
Frekeuensi napas dan nadi meningkat. Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut ?
A. Gangguan pertukaran gas
B. Pola napas tidak efektif
C. Gangguan mobilitas fisik
D. Intoleransi aktivitas
E. Bersihan jalan napas tidak efektif