Anda di halaman 1dari 9

AKUNTANSI KEUANGAN II

NAMA KELOMPOK

1. Ni Luh Putu PitaYani VinenSya ( 1607532088)


2. Ni Kadek Ari Kusna Yanthi ( 1607532107)
3. Putu Monica Anjayani (1607532145)
4. I Wayan Sukardika (1607532148)

NON REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2017
Dasar-dasar Leasing

Jenis-jenis aktiva apa yang disewakan? Semua jenis peralatan dapat disewakan, misalnya
gerbong kereta api, helicopter, buldoser, kapal tongkang, CT scanner, computer, dan
sebabgainya. Kelompok terbesar peralatan yang disewakan berupa peralatan teknologi informasi,
kemudian diikuti aktiva bidang trasnportasi (truk, pesawat udara, perkeretapian, kemudian
bidang konstruksi dan pertanian.

Lease adalah perjanjian kontraktual antara lessor dan lessee yang memberikan hak kepada
lesse untuk menggunakan property tertentu, yang dimiliki oleh lessor,selama periode waktu
tertentu dengan membayar sejumlah uang (sewa) yang sudah ditentukan, yang umumnya
dilakukan secara periodik.

Pada umumnya mereka termasuk dalam salah satu dari tiga kategori berikut ini:

1. Bank
Bank merupakan pemain terbesar dalam bisnis lease. Mereka memiliki sumber dana
rendah biaya, yang merupakan keuntungan dalam kemampuan membeli aktiva dengan
harga yang lebih rendah dibanding competitor mereka.
2. Perusuhaan Captive Leasing
Perusahaan captive leasing adalah perusahaan anak yang bisnis utamanya menjalankan
operasi leasi bagi perusahaan induknya
3. Pihak Indpenden
Pihak independen adalah yang terakhir dalam kategori lessor

Keunggulan Lease

Pertumbuhan penggunaannya menunjukkan bahwa lease seringkali memiliki keunggulan


tambahan terhadap kepemilikan property. Beberapa keunggulan yang umumnya dinikmati lessee
adalah:

1. Pembiayaan 100% dengan Suku Bunga Tetap


2. Proteksi terhadap Keuasangan,
3. Fleksibilitas
4. Pembiayaan yang Lebih Murah
5. Keuntungan Pajak
6. Pembiayaan di Luar Neraca (Off-balance-Sheet Financing)

Sifat Konseptual dari Lease

Berbagai pandangan tentang kapitalisasi lease adalah sebagai berikut:

1. Jangan Mengkapitalisasi setiap Aktiva yang Dilease


2. Mengkapitalisasi Lease Serupa dengan Pembelian Cicilan
3. Mengkapitalisasi Semua Lease Jangka Panjang
4. Mengkapitalisasi Lease Perusahaan di mana Penalti atas Pelanggaran Perjanjian
Berjumlah Substansial

Akuntansi oleh lessee

Jika lessee mengkapapitalisasi lease, maka lessee akan mencatat aktiva dan kewajiban yang
umumnya sama dengan nilai sekarang pembayaran sewa. Lessor, yang sudah memindahkan
secara substansial seluruh manfaat dan resiko kepemilikan, mengakui penjualan dengan
mengeluarkan aktiva dari neraca dan menggantikannya dengan piutang. Ayat khusus bagi lessor
dan lessee, dengan asumsi peralatan dilease dan dikapitalisasi

Delta ILFC

(lessee) (lessor)

peralatan yang dilease xxx Piutang Lease (bersih) xxx

kewajiban lease xxx peralatan xxx

karena sudah mengkapitalisasi aktiva, lessee akan mecatat penyusutan. Lessor dan lessee akan
memperlakukan pembayaran lease sebagai pembayaran pokok dan bunga.
Jika kontrak lease tidak di kapitalisasi, tidak ada aktiva yang di catat oleh leassee dan tidak ada
aktiva yang di keluarkan dari pembukaan lessor. Pada saat pembayaran lease dilakukan, lessee
mencatat beban sewa dan lessor mengakui pendapatan sewa.

Untuk lease yang di catat sebagai lease modal, lease harus dianggap tidak dapat dibatalkan, dan
memenuhi satu atau lebih dari empat kriteria berikut ini

 Lease menstranfer kepemilikan property kepada lessee


 Lease memiliki opsi untuk membeli dengan harga khusus
 Jangka waktu lease sama dengan atau lebih 75% dari estimasi umur ekonomis aktiva yang
dilease
 Nilai sekarang dari pembayaran lease minimum (tidak termasuk biaya executory) sama
dengan atau melebihi 90% ari nilai wajar property yang di lease

Kesepakatan Apakah Apakah


lease terdapat Apakah nilai
opsi masa lease sekarang
Apakah pembelian >75% umur pembayaran
terdapat dengan ekonomis > 90% nilai
pengalihan harga khusu wajar
kepemilika
n Lease Lease
modal oprasi

Sesuai dengan pendapatan FASB bahwa bagian yang signifikan dari nilai aktiva pertama kali di
konsumsi sebesar 75% dari umur ekonomis kriteria 3 dan 4 tidak dapat diterapkan apabila lease
terjadi selama 25% sisa umur ekonomis aktiva

Kriteriaa kapitalisasi

Keempat kriteria kapitalisasi yang berlaku unuk lessee bersifat kontroversial dan sulit
diterapkan dalam praktek. Kriteria-kriteria tersebut akan dibahas berikut ini

Pengujian pengalihan kepemilikan


Jika lease tersebut mengalihkan kepemilikannya aktiva kepada lessee, maka itu dianggap
sebagai lease modal. Kriteria ini tidak bersifat kontroversial dan mudah untuk diterapkan

Penguji opsi pembelian dengan harga khusus

Opsi pembelian dengan harga khusus adalah sebuah provisi yang memungkinkan lessee
untuk membeli property yang dilease dengan harga yang secara signifikan lebih rendah
dibandingkan nilai wajar property yang di harapkan pada tanggal opsi itu dapat digunakan

Pengujian umur ekonomis

Jika periode lease sama dengan melibihi 75% dari umur ekonomis aktiva, dimana sebagian
besar resiko dan imbalan atas pemilikan barang dialihkan ke lessee, maka perlu dilakukan
kapitalisasi. Akan tetapi, penentuan jangka waktu atau masa lease dan umur ekonomis aktiva
dapat menimbulkan masalah.

Pengujian pemulihan investasi (pengujian 90%)

Jika nilai sekarang dari pembayaran lease minimum sama dengan atau melebihi 90% dari
nilai pasar wajar aktiva, maka aktiva yang di lease harus dikapitalisasi. Dasar pemikiran untuk
pengujian ini adalah bahwa jika nilai sekarang pembayaran lease minimum tidak berbeda banyak
dengan harga pasar aktiva, maka secara efektif aktiva tersebut dapat dibeli

Pembayaran lease minimum. Pembayaran ini adalah pembayaran yang harus dilakukan oleh
lessee sehubungan dengan property yang dilease. Pembayaran lease minimum mencakup hal-hal
berikut ini :

1. Pembayaran sewa minimum


2. Nilai residu yang di jamin
3. Penalti atas kegagalan memperbaharui atau memperpanjang lease
4. Opsi untuk membeli dengan harga khusus
Aktiva dan kewajiban yang dilakukan secara berbeda

Dalam transaksi lease modal, lessee menggunakan lease sebagai sumber pembiayaan.
Lessor membiayai transaksi ( menyediakan modal investasi) melalui aktiva yang di lease, dan
lessee melakukan pembayaran sewa yang sebenarnya merupakan pembayaran cicilan. Selama
umur property yang dilease pembayaran sewa kepada lessor mencakup pembayaran pokok
ditambah bunga

1. Pencatatan aktiva dan kewajiban


2. Periode penyusutan
3. Metode bunga efektif
4. Konsep penyusutan
Metode Operasi (Lessor)

Menurut metode operasi, setiap penerimaan sewa oleh lessor dicatat sebagai pendapatan
sewa. Aktiva yang dilease disusutkan dalam cara yang biasa, dimana beban penyusutan periode
berjalan ditandingkan dengan pendapatan sewa. Lessor akan mengamortisasi setiap biaya yang
dibayarkan kepada pihak ketiga yang independen seperti honor penaksiran, honor penemu, dan
biaya kredit cek selama umur lease yang biasanya atas dasar garis lurus.

Masalah-masalah Akuntansi Khusus

Karakteristik perjanjian lease yang mengakibatkan masalah akuntansi yang unik adalah nilai
residu, lease jenis penjualan(lessor), opsi pembelian dengan harga khusus, biaya langsung awal,
lancar vs tidak lancar, dan pengungkapan.

1. Nilai residu
Akuntansi untuk nilai residu sangat kompleks dan mungkin merupakan bagian yang
paling sulit untuk dipahami dari akuntansi lease.
2. Arti nilai residu
Nilai residu adalah estiimasi nilai wajar dan aktiva yang di lease pada khir masa lease.
3. Dijamin vs tidak dijamin
Jika lesse setuju untuk membayar setiap kekurangan dibawah jumlah yang ditetapkan
yang akan diterima oleh lessor berupa nilai residu pada akhir masa lease, maka jumlah
yang ditetapkan tersebut adalah nilai residu yang dijamin.
4. Pembayaran lease
Sebagai contoh asumsikan data yang sama dengan ilustrasi sebelumnya kecuali bahwa
nilai residu sebesar $5.000 diestimasi pada akhir masa lease 5 tahun. Selain itu,
diasumsikan ROI sebesar 10%, apakah nilai residu dijamin atau ditolak.
Perhitungan Pembayaran Lease Oleh Lessor (ROI 10%)
Nilai Residu Dijamin Atau Tidak Dijamin
(Dasar Anuitas Jatuh Tempo, Termasuk Nilai Residu)

Nilai pasar wajar aktiva yang dilease bagi lessor $100.000,00


Dikurangi : Nilai sekarang dari nilai residu ($5.000 x 0,62092, table 6-2) 3.104,60
Jumlah yang dipulihkan oleh lessor melalui pembayaran lease $ 96.895,40

Lima pembayran lease periodic $$96,895,40 : 4,16986, table 6-5) $ 23.237,09


5. Akuntansi Lesse untuk Nilai Residu
Perbedaan akuntasinya adalah bahwa pembayaran lease minimum yaitu, yaitu dasar
kapitalisasi, mencakup nilai residu yang dijamin tetapi tidak dimasukkan nilai residu
yang tidk dijamin.

Lease Jenis Penjualan (Lessor)

Sebagaimana diindikasikan sebelumnya, perbedaaan utama antara lease pembayaran


langsung dengan lease lease penjualan adalah laba atau rugi kotor produsen atau penyalur.
Dalam lease jenis penjualan, lessor mencatat harga jual aktiva terkait, biaya barang terjual dan
pengurangan persediaan yang terkait, serta piutang lease. Ketika mencatat pendapatan penjualan
dan harga pokok penjualan, ada perbedaan antara akuntansi nilai residu yang dijamin dan tidak
dijamin. Nilai residu yang dijamin dapat dianggap sebagai bagian dari pendapatan penjualan
karena lessor mengetahui bahwa seluruh aktiva telah terjual.

Laba kotor dari penjualan aktiva adalah sama apakah nilai residu yang sama digunakan dijamin
atau tidak dijamin. Untuk mengilustrasikan lease jenis ini penjualan dengan nilai residu dijamin
dan lease jenis penjualan dengan nilai residu tidak dijamin, asumsikan data-data yang sama
dengan contoh lease pebiayaan langsung terdahulu. Estimasi nilai residu adalah $5.000 (dengan
nilai sekarang $3.104,60) dan biaya perolehan peralatan yang dilease Caterpillar sebesar
%85.000. Asumsikan bahwa nilai pasar wajar dari nilai residu adalah $3.000 pada akhir masa
lease.
Jumlah-jumlah yang relevan untuk lease jeis penjualan dihitung sebagai berikut :

Lease Jenis Penjualan

Nilai Residu Dijamin Nilai Residu Tidak Dijamin


Piutang lease $100.000 Sama
$23.237,09 x 4,16986 (tabel 6-5)
+ $5.000 x 0,62092 (tabel 6-2)
Harga jual aktiva $100.000 $96.895,40
($100.000 -$3.104,60)
Harga pokok $85.000 $81.895,40
penjualan ($85.000-$3.104,60)
$15.000 $15.000
Laba kotor ($100.000-$85.000) ($96.895,40 - $81.895,40)

Laba yang dicatat oleh Caterpillar pada saat penjualan adalah sama sebesar $15.000, apakah nilai
residu dijamin atau tidak, tetapi jumlah pendapatan penualan dan harga pokok penjualan
berbeda.

Opsi pemebelian dengan harga khusus ( lessee )

Opsi pembelian dengan harga khusus mremungkinkan lessee untu membeli property yang
di lease dengan harga dibawah perkiraan nilai wajar property di masa depan. Harga tersebut
begitu menguntungkan pada awal lease sehingga bisa di pastikan bahwa opsi ini akan di
gunakan. Jika terdapat harga khusus , maka lease harus menambahkan nilai sekarang dari
pembayaran lease minimum dengan nilai sekarang dan harga opsi.

Biaya langsung awal ( leasor )

Ada jenis biaya langsung awal yang pertama biaya langsung incremental adalah niaya-
biaya yang dibayarka kepada pihak ketiga yang independen, yang terjadi pada perjanjian lease.
Contohnya adalah biaya penaksiran indenpen atas koleteral yang di gunakan untuk menjamin
lease, atau biaya pengecekan kredit pihak luar lease atau honor broker untuk mendapatkan lesee.
Jenis yang kedua biaya langsung interbal adalah biaya-biaya yang secara langsung
berhubungan dengan kegiatan khusus yang di laksanakan oleh lesase tertentu. Contohnya adalah
mengevaluasi kondisi keuangan calon lesee mengevaluasi dan mencatat garansi , jaminan dan
perjanjian sekuritas lainnya mengosiasikan jangka waktu lease dan menyusun sertaa memproses
dokumen lease dan menutup transaksi.

Akuntansi biaya langsung awal bergantung pada jenisnya :

1. Untuk lease operasi, leasor harus menangguhkan biaya langsung awal dan
mengalokasikannya selama jangka waktu lease.
2. Dalam transaksi lease jenis penjualan, leasor membebankan biaya langsung awal
tahunnya terjadi yaitu di bebankan pada periode dimana laba atas penjualan di akui.
3. Dalam lease pembiayaan langsung biaya langsung awal di tambahakan ke investasi
bersih dalam lease dan di amortisasikan selama umur lease sebagi penyesuaian hasil.

Mengungkapkan data lease

Persyaratan pengungkapan ini menyediakan bagi para investor dngan informasi ini :

1. Deskripsi umum mengenai sifat perjanjian


2. Sifat waktu dan jumlah tunai masuk dan diterima dalam tiap tahun dari lima tahun
kedepan.
3. Jumlah pemasukan dan pengeluaran lease yang di laporkan dalam laba rugi setip priode
4. Deskripsi dan jumlah aktiva lease meurut klasifikasi umum neraca dan kewajiban yang
terkait.
5. Jumlah pitung dan jumlah pemasukan belum didapat yang sesuai perjanjian lease

Akuntansi lease – masalah yang belum terpecahkan

Untuk menghindari kapitalisasi aktiva yang ddi lease pejanjian di rancang, ditulis dan
diinterpretasikan sehingga satupun dari empat kriteria kapitalisasi lease yang terpenuhi dari sudut
pandang lessee. Pengaturan lease seperti ini tidak terlalu sulit spesifikasi berikut terpenuhi :
1. Pastika lease tidak mencakup pengalihan hak kepemilikan propeti kepada lesse
2. Jangan memasukkan opsi pembelian dengan harga khusus
3. Tetapkan masa lease lebih kecil 75% dari estimasi umur ekonomis property yang di lease
4. Atur agar nilai sekarang dri pembayaran lease minimum lebih kecil 90% dari nilai wajar
property yang di lease