Anda di halaman 1dari 5

TUGAS BESAR 2013

EKONOMI DAN KEBIJAKAN WILAYAH (PPW 606)

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pengembangan ekonomi suatu wilayah sangat ditentukan oleh
ketersediaan jaringan prasarana dan sarana transportasi. Jaringan jalan sebagai
salah satu prasarana transportasi wilayah yang cukup vital mempunyai peran
yang sangat penting bagi pengembangan perekonomian suatu daerah
khususnya daerah yang mempunyai potensi yang cukup besar untuk
berkembang.
Minimnya prasarana transportasi khususnya jalan kabupaten di dua
Kecamatan yaitu Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Maniis Kabupaten
Purwakarta menyebabkan hambatan bagi kegiatan ekonomi, sosial,
pemerintahan, dan kegiatan lainnya di dua Kecamatan tersebut. Kedua wilayah
tersebut dapat dikatakan terisolasi dari wilayah lain sebagai akibat dari tidak
adanya akses jalan kabupaten baik menuju ataupun keluar dari wilayah
tersebut. Satu-satunya prasarana transportasi yang ada yaitu dengan
menggunakan tranportasi air melalui waduk Jatiluhur dengan biaya
transportasi yang mahal. Akibat dari terbatasnya prasarana transportasi,
masyarakat di wilayah tersebut kesulitan dalam menjual hasil bumi keluar
wilayah Sukasari dan Maniis.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Rencana Umum Jaringan
Transportasi Jalan (RUJTJ) yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Daerah
(Bappeda) Kabupaten Purwakarta pada tahun 2001, telah mencanangkan
pembangunan jalan lingkar barat yang melintasi Kecamatan Jatiluhur, Sukasari,
dan Maniis untuk membuka keterisolasian dan ketertinggalan wilayah.
Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tata guna lahan
dan aksesibilitas pada wilayah Kecamatan Sukasari dan Maniis serta
mendukung pengembangan pariwisata Waduk Jatiluhur sebagai tujuan wisata
di Kabupaten Purwakarta.

BAB 1 PENDAHULUAN - 1
TUGAS BESAR 2013
EKONOMI DAN KEBIJAKAN WILAYAH (PPW 606)

Melalui pembangunan jalan aksesibilitas suatu daerah dapat


ditingkatkan. Aksesibilitas adalah konsep yang menggabungkan sistem
pengaturan tata guna lahan secara geografis dengan sistem jaringan
transportasi yang menghubungkannya (black, 1981). Dapat diartikan juga suatu
ukuran kenyamanan atau kemudahan mengenai cara, lokasi tata guna lahan
berinteraksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai
melalui sistem jaringan transportasi.
Sistem jaringan jalan lingkar barat direncanakan sebagai penghubung
antar desa di bagian barat kabupaten Purwakarta yang melewati Kecamatan
Sukasari dan Kecamatan Maniis. Kondisi jalan yang ada saat ini (eksisting)
dalam kondisi rusak berat dan sebagian lagi longsor pada badan jalan sehingga
tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor. Satu-satunya akses untuk keluar
dari wilayah ini adalah dengan menggunakan tranportasi air menuju Kecamatan
Jatiluhur.
Dengan terbatasnya prasarana jalan dan mahalnya biaya transportasi
dengan menggunakan sarana transportasi air menyebabkan hasil produksi
pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan tidak dapat optimal
dirasakan oleh masyarakat setempat karena biaya transportasi yang
dikeluarkan sangat besar. Disamping sebagai daerah pertanian dan perkebunan,
wilayah Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Maniis memiliki potensi yang
sangat besar di bidang perikanan jaring apung karena didukung oleh adanya
Waduk Jatiluhur dan Waduk Cirata.
Atas dasar pertimbangan diatas maka diperlukan suatu kajian ekonomi
berdasarkan tata guna lahan dan aksesibilitas akibat pembangunan jalan lingkar
barat kabupaten Purwakarta sebagai dasar pengembangan nilai ekonomi dan
pengembangan prasarana transportasi di wilayah itu.

BAB 1 PENDAHULUAN - 2
TUGAS BESAR 2013
EKONOMI DAN KEBIJAKAN WILAYAH (PPW 606)

1.2 PERUMUSAN MASALAH


Dari latar belakang diatas, dapat diuraikan rumusan permasalahan
terhadap kondisi prasarana transportasi jalan di wilayah Kecamatan Sukasari
dan Kecamatan Maniis dalam hubungannya dengan rencana pembangunan jalan
lingkar barat Kabupaten Purwakarta, yaitu sebagai berikut :
a. Kondisi eksisting jalan lingkar barat Kabupaten Purwakarta dalam
kondisi rusak berat dan sebagian ruas jalan terputus akibat longsor serta
belum adanya jembatan penghubung di 3 (tiga) titik;
b. Kondisi jalan yang rusak berat menyebabkan aksesibilitas menjadi
rendah;
c. Arus lalu lintas orang, barang, dan jasa dari dan menuju Kecamatan
Sukasari dan Kecamatan Maniis menggunakan transportasi air (Perahu)
yang biaya transportasinya mahal;
d. Keuntungan dari surplus produk komoditi menjadi rendah akibat biaya
transportasi yang tinggi;
e. Waktu tempuh yang dibutuhkan sangat lama untuk mencapai wilayah
tersebut.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari kajian ini adalah untuk mendapatkan gambaran kelayakan
secara ekonomi sebagai bahan masukan dalam menetapkan kebijakan serta
strategi investasi untuk Pembangunan Jalan lingkar barat Kabupaten
Purwakarta untuk mendukung pengembangan nilai ekonomi tata guna lahan,
pengembangan prasarana transportasi, dan pengembangan wilayah secara
keseluruhan.
Tujuan dari kajian ini adalah :
a. Menghitung biaya yang timbul akibat pembangunan jalan lingkar barat;
b. Menghitung nilai ekonomi eksisting berdasarkan tata guna lahan di
Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Maniis yang meliputi : nilai
pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan;
c. Menghitung surplus produksi komoditas;

BAB 1 PENDAHULUAN - 3
TUGAS BESAR 2013
EKONOMI DAN KEBIJAKAN WILAYAH (PPW 606)

d. Menghitung estimasi biaya transportasi nilai ekonomi sektor pertanian,


perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan pada kondisi
sebelum pembangunan jalan lingkar barat dan sesudah pembangunan
jalan lingkar barat;
e. Menghitung manfaat ekonomi akibat peningkatan aksesibilitas (waktu
tempuh) pada kondisi sebelum pembangunan jalan lingkar barat dan
sesudah pembangunan jalan lingkar barat.

1.4 PEMBATASAN MASALAH


Objek yang akan dibahas dalam kajian ini , yaitu.
a. Jaringan jalan yang dikaji dalam kajian ini adalah jalan lingkar barat
kabupaten purwakarta yang terdiri dari :
- Ruas Jalan Cikaobandung - Kutamanah (kec. Sukasari);
- Ruas Jalan Kutamanah – Kertamanah (Kec. Sukasari);
- Ruas Jalan Kertamanah – Ciririp (Kec. Sukasari);
- Ruas Jalan Ciririp – Sukasari (Kec. Sukasari);
- Ruas Jalan Sukasari – Parungbanteng (Kec. Maniis);
- Ruas Jalan Sukamukti – Parungbanteng (Kec. Maniis);
- Ruas Jalan Gunungkarung – Sukamukti (Kec. Maniis); dan
- Ruas Jalan Citaming – Gunungkarung (Kec. Maniis)
b. Nilai ekonomi dari tata guna lahan meliputi : nilai pertanian, perkebunan,
peternakan, perikanan, dan kehutanan;
c. Dampak yang ditinjau adalah penghematan biaya transportasi dari
pergerakan komoditi tata guna lahan bila dibandingkan dengan
menggunakan transportasi air;
d. Dampak lain yang timbul yaitu penghematan waktu tempuh;
e. Dalam menghitung kelayakan ekonomi, ditetapkan faktor suku bunga
dalam penghitungan NPV dan IRR adalah sebesar 10%;
f. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari beberapa
instansi terkait;

BAB 1 PENDAHULUAN - 4
TUGAS BESAR 2013
EKONOMI DAN KEBIJAKAN WILAYAH (PPW 606)

g. Untuk mengatasi keterbatasan data dilakukan beberapa asumsi dalam


analisis.

1.5 KELUARAN
Keluaran adalah segala bentuk produk yang dihasilkan dari proses
pelaksanaan kajian. Untuk kajian ini diharapkan menghasilkan keluaran yang
meliputi :
a. Estimasi biaya dan manfaat dari rencana pembangunan jalan lingkar
barat Kabupaten Purwakarta;
b. Evaluasi tingkat kelayakan secara ekonomi rencana pembangunan jalan
lingkar barat Kabupaten Purwakarta ;
c. Rencana tindak dari pembangunan jalan lingkar barat Kabupaten
Purwakarta.

BAB 1 PENDAHULUAN - 5