Anda di halaman 1dari 7

BANK SOAL

DIFUSI DAN DISOLUSI OBAT

1. Jelaskan yang dimaksud dengan difusi!


Difusi didefinisikan sebagai proses transfer massa molekul tunggal suatu senyawa yang
terjadi karena gerakan molekul acak dan dikaitkan dengan gaya dorong seperti gradient
konsentrasi (Sinko Patrick, 2011)
2. Apa yang dimaksud dengan gradient konsentrasi?
Perbedaan konsentrasi ( suatu zat dalam pelarut dari bagian konsentrasi tinggi ke bagian
yang berkonsentrasi rendah ) yang ada pada dua larutan disebut gradient konsentrasi ( Sinala
Santi, 2016).
3. Difusi adalah proses perpindahan zat dari (1)………….. ke (2)…………
1. Konsentrasi yang tinggi, 2. Konsentrasi yang lebih rendah
( Sinala Santi, 2016).
4. Jenis-jenis difusi berdasarkan jenis membrannya!
a. Difusi molekuler atau permeasi melalui membran homogen.
Difusi molekuler atau permeasi melalui medium tidak berpori bergantung pada
kelarutan molekul yang berpenetrasi dalam membran bahan.
b. Difusi yang melalui pori suatu membran yang berisi pelarut
Proses pergerakan melalui pori dan saluran dapat melibatkan lewatnya bahan melalui
pori-pori membran yang berisi pelarut.
c. Difusi melalui suatu membran dengan susunan anyaman polimer yangmemiliki saluran
yang bercabang dan saling bersilangan
Mungkin suatu penggambaran yang lebih baik tentang membran dalam skala
molekuler ialah susunan anyaman rantai polimer dengan percabangan dan persilangan
(Sinko Patrick, 2011)
5. Jenis-jenis difusi berdasarkan energi yang dibutuhkan!
1. Difusi Biasa
Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang
hydrophobic atau tidak berpolar/berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi kedalam
membran plasma yang terbuat dari phospholipids. Difusi seperti ini tidak memerlukan
energi atau ATP (Adenosine Tri-Phosphate).
2. Disusi Khusus
Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang
hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang
memberikan jalur kepada partikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam
perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karena partikel-partikel tersebut tidak dapat
melewati membran plasma dengan mudah. Protein-protein yang turut campur dalam
difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.
6. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi!
Faktro-faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi yaitu:
a. Ukuran partikel
Semakin kecil ukuran partikel, maka semakin cepat partikel itu akan bergerak sehingga
kecepatan difusi semakin tinggi.
b. Ketebalan membran
Semakin tebal membran semakin lambat kecepatan difusi.
c. Luas suatu area
Semakin besar luas area permukaan, maka semakin cepat kecepatan difusinya.
d. Jarak
Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, maka semakin lambat kecepatan difusinya.
e. Suhu
Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat.
Maka semakin cepat pula kecepatan difusinya.
f. Konsentrasi obat
Semakin besar konsentrasi obat, maka semakin cepat pula kecepatan difusinya.
g. Koefisien difusi
Semakin besar koefisien difusi, maka kecepatan difusinya semakin besar
h. Viskositas
i. Koefisien partisi
Difusi pasif dipengaruhi oleh koefisien partisi, yaitu semakin besar koefisien partisi maka
semakin cepat difusi obat.
( Sinala Santi, 2016).
7. Uji difusi dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut?
Sel difusi sederhana atau alat difusi franz (Sinko Patrick, 2011)
8. Rumus persamaan menurut Hukum Difusi Fick
Menurut Hukum Difusi Fick, molekul obat berdifusi dari daerah dengan konsentrasi
obat tinggi ke daerah konsentrasi obat rendah.

Dimana :
Dq/Dt = Laju difusi
D = Koefisien difusi
K = Koefisien partisi
A = Luas permukaan membran
h = Tebal membran
Cs-C = Perbedaan antara konsentrasi obat dalam pembawa dan medium
9. Contoh Soal Difusi Obat Sederhana Melalui Membran
Suatu steroid yang baru saja disintesis dibiarkan lewat melalui membrane siloksan yang
mempunyai luas penampang melintang, S, sebesar 10,36 cm2 dan ketebalan, h sebesar 0,085
cm dalam suatu sel difusi pada 25oC. dari perpotongan horizontal plot Q = M/S terhadap t,
waktu tunda, tL, diperoleh 47,5 menit. Konsentrasi awal C0 adalah 0,003 mmol/cm3. Jumlah
steroid yang melewati membran dalam 4,0 jam adalah 3,65 x 10-3 mmol.
a). Hitung parameter DK dan permeabilitas P
3,65 ×10−3 𝑚𝑚𝑜𝑙
Q= = 0,35 x 10-3 mmol/cm2
10,36𝑐𝑚2

0,003 𝑚𝑚𝑜𝑙/𝑐𝑚3 47,5


= DK ( ) [4,0 𝑗𝑎𝑚 − ( 60 ) 𝑗𝑎𝑚]
0,085

DK = 0,0031 cm2/jam = 8,6 x 10-7 cm2/jam


P = Dk/h = (8,6 x 10-7 cm2/ detik)/0,085 cm
= 1,01 x 10-5 cm/detik
b). Dengan menggunakan waktu tunda tL = h2/6D, hitung koefisien difusi
ℎ2 (0,085)2 𝑐𝑚2
D = 6𝑡 = 6 ×47,5 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝐿

= 25,4 × 10-6 cm2/menit


10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan disolusi!
Disolusi adalah proses pelepasan senyawa obat dari sediaan dan melarut dalam media
pelarut.
Disolusi adalah hilangnya kohesi suatu zat padat karena pengaruh cairan yang
menghasilkan disperse homogeny dalam bentuk molekul atau ion.
11. Apa yang dimaksud dengan kecepatan disolusi!
Kecepatan disolusi adalah jumlah zat aktif yang dapat larut dalam waktu tertentu pada
kondisi antar permukaan cair-padat, suhu dan komposisi media yang dibakukan ( Sinala
Santi, 2016).
Laju disolusi telah dirumuskan Noyes dan Whitney pada tahun 1997.

Keterangan :
M = massa zat terlarut yang dilarutkan
t = waktu yang dibutuhkan untuk melarutkan zat
dM/dt = laju disolusi dari massa tersebut (massa/waktu)
D = koefisien difusi dari zat terlarut dalam larutan
S = luas permukaan zat padat yang menyentuh larutan
h = ketebalan lapisan difusi
Cs = kelarutan dari zat padat (konsentrasi larutan jenuh dari senyawa tersebut)
C = konsentrasi zat terlarut pada waktu t
dC/dt = laju disolusi
V = volume larutan
12. Contoh Soal Kecepatan Disolusi
Suatu sediaan granul obat seberat 0,55 g dan luas permukaannya 0,28 m2 (0,28 x 104 cm2)
dibiarkan melarut dalam 500 ml air pada 25oC. Sesudah menit pertama, jumlah yang ada
alam larutan adalah 0,76 gram. Kuantitas D/h dikenal sebagai konstanta laju disolusi, k. Jika
kelarutan Cs dari obat tersebut adalah 15 mg/ml pada suhu 25oC, berapa kah k?
Diketahui : M = 0,76 gram = 760 mg
t = 1 menit = 60 detik
D/h = k
S = 0,28 m2 = 0,28 x 104 cm2
Cs = 0 mg/cm3
C = 15 mg/cm3
Ditanyakan : k….?
𝑑𝑀 𝐷𝑠
Penyelesaian : = (𝐶𝑠 − 𝐶)
𝑑𝑡 ℎ
760 𝑚𝑔 𝐷
= ( 0,28 × 104 )(15 − 0)
60 𝑑𝑒𝑡𝑖𝑘 ℎ
𝐷
12,67 = 3,75 × 104

𝐷 12,67
=
ℎ 3,75 × 104

k = 3,02 x 10-4 cm/detik


13. Tuliskan pengertian dari pelepasan obat!
Pelepasan obat adalah proses yang terjadi ketika obat meninggalkan produk obat dan
tersedia untuk mengalami absorpsi, distribusi, metabolism dan ekskresi (ADME) dan
akhirnya tersedia untuk kerja farmakologis (Sinko Patrick, 2011)
Pelepasan obat dari suatu matriks inert dituliskan dalam persamaan higuchiS
𝑑𝑄 𝐴𝐷𝐶𝑠 1/2
= ( )
𝑑𝑡 2𝑡
14. Contoh Soal Pelepasan Obat (Sinko Patrick, 2011)
a). Berapakah jumlah obat persatuan luas, Q, yang dilepas dari suatu matriks tablet pada
waktu t = 120 menit? Konsentrasi total obat dalam matriks homogeny, A, ialah 0,02
g/cm3. Kelarutan obat dalam polimer, Cs, adalah 1,0 × 10-3 g/cm3. Koefisien difusi, D,
obat dalam matriks polimer pada 25oC ialah 6,0 × 10-6 cm2/detik atau 360 × 10-6
cm2/menit?
1/2
𝑔 𝑐𝑚2 10−3 𝑔
Q = [2 (0,02 𝑐𝑚3 ) (360 × 10−6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡) × (1,0 × )(120 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)]
𝑐𝑚3

= 1,3 × 10-3 g/cm2


b). Berapakah kecepatan seketika pelepasan obat yang terjadi pada 120 menit?
1/2
(0,02)(360 × 10−6 )(1,0 × 10−−3 )
dQ/dt = [ ]
2 × 120

= 5,5 ×10-6 g cm-2 menit-1


15. Sebutkan macam-macam gambaran pelepasan obat dalam beberapa cara!
a. Pelepasan segera
Memungkinkan suatu obat melarut dalam cairan gastrointestinal dan tidak
diharapkan terjadi penundaan aatau perpanjangan disolusi obat atau absorpsi obat.
b. Pelepasan dimodifikasi
Bentuk sediaan dengan karakteristik waktu dan/atau tempat pelepasan obat dipilih
secara khusus untuk memenuhi tujuan terapi atau kenyamanan yang tidak dapat diberikan
oleh bentuk sediaan konvensional, seperti larutan atau bentuk sediaan pelepasan segera.
Bentuk sediaan oral mencakup produk obat pelepasan tertunda dan pelepasan
diperpanjang yang dimodifikasi.
c. Pelepasan tertuda
Didefinisikan sebagai pelepasan obat selain pelepasan segera setelah pemberian.
d. Pelepasan diperpanjang
Produk pelepasan diperpanjang diformulasikan untuk menghasilkan obat yang
tersedia dalam waktu yang lebih lama setelah ingesti. Bentuk sediaan demikian
memungkinkan pengurangan frekuensi dosis dibandingkan dengan obat dalam bentuk
sediaan konvensional. Diformulasi untuk membuat obat tersedia selama priode
diperpanjang selama pemberian.
e. Pelepasan terkendali
Pelepasan terkendali meliputi produk pelepasan diperpanjang dan produk pelepasan
berdenyut.
f. Pelepasan berdenyut
Merupakan pelepasan sejumlah tertentu (pulsa/denyut) obat pada interval waktu yang
jelas yang deprogram pada produk obat.
(Sinko Patrick, 2011).
16. Komposisi Medium Disolusi untuk Uji Disolusi secara In Vitro
17. Alat uji disolusi menurut farmakope Indonesia edisi 4
Jawaban : 1. Alat uji disolusi tipe keranjang (Basket)
2. Alat uji disolusi tipe dayung (Paddle)
( Sinala Santi, 2016).
18. Tahapan disintegrasi, deagregasi dan disolusi obat secara skematis.!

Tablet atau
kapsul

Disintegrasi
Obat dalam
Granul atau Disolisi Obat dalam larutan Absorpsi
darah,
(in vitro atu in vivo)
agregat (in vivo) jaringan dan
cairan lain
Deagregasi

Partikel halus

(Sinko Patrick, 2011).


19. Sistem Klasifikasi Biofarmasetika (BCS) yang dibagi dalam empat kelas!
Sistem Klasifikasi Biofarmasetika (BCS)

Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV


Kelarutan tinggi Kelarutan rendah Kelarutan tinggi Kelarutan rendah
Permeabilitas tinggi Permeabilitas tinggi Permeabilitas rendah Permeabilitas rendah

(Sinko Patrick, 2011).