Anda di halaman 1dari 5

SAMBUTAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


pada acara
SEMINAR DAN LOKAKARYA NASIONAL AKREDITASI FKTP
TAHUN 2018
JAKARTA, 15 FEBRUARI 2018

Yang terhormat,
 DirekturJenderal Pelayanan Kesehatan
 Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan.
 Ketua Komisi Akreditasi FKTP
 Para Narasumber
 Para Surveior FKTP
 Para praktisi kesehatan
 Peserta seminar yang berbahagia

Selamat pagi,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang
telah memberi rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat berkumpul
menghadiri acara Pertemuan Seminar dan Lokakarya Nasional Akreditasi
FKTP tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Indonesian Healthcare Quality
Network (IHQN) bekerjasama dengan Komisi Akreditasi FKTP. Tak lupa kami
sampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada Saudara-Saudara sekalian yang dapat mewujudkan acara ini.
Apresiasi saya sampaikan kepada para surveior yang telah mendukung
pelaksanaan akreditasi Puskesmas hingga melampau target, yang mana saat
ini telah terakreditasi sebanyak 4223 puskesmas dari 9825 puskesmas yang
ada di Indonesia. Tugas selanjutnya tentunya akan semakin berat, selain
karena lokasi Puskesmas yang semakin di daerah terpencil dan sangat
terpencil, juga tuntutan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang terus
menerus harus dilakukan. Oleh karena itu saya berharap agar para surveior
senantiasa meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya dalam
melakukan tugasnya sehingga pada gilirannya dapat dapat berkontribusi
secara optimal dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
di Indonesia

Hadirin yang Saya hormati,

Salah satu sasaran pokok pembangunan kesehatan dalam dokumen Perpres


nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) tahun 2015 – 2019 dan merupakan salah satu prioritas
Kementerian Kesehatan pada era pemerintahan saat ini
yaitu "meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan
rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan".
Peran Fasilitas KesehatanTingkat Pertama (FKTP) sebagai ujung tombak
pelayanan kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di
Indonesia merupakan hal yang tidak dapat ditunda lagi.

Peran FKTP di era JKN sebagai gate keeper yaitu penyelenggara pelayanan
kesehatan dasar yang berperan sebagai kontak pertama dan penapis rujukan
sesuai dengan standar pelayanan. Dari perkiraan 30% masyarakat yang
mengeluh sakit 80% diantaranya diharapkan dapat ditangani di FKTP.

FKTP sebagai gate keeper mempunyai tugas:


• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat
berdasarkan kompetensi dan kewenangannya;
• Mengatur pelayanan kesehatan lanjutan melalui sistem rujukan, sebagai
penasehat dan konselor;
• Pendidikan untuk mewujudkan keluarga sehat, dan sebagai ;
• Manajer sumber daya.
Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, maka FKTP perlu
memahami kendali mutu dan kendali biaya di pelayanan kesehatan.

Hadirin yang Saya Hormati,

Dalam melaksanakan kendali mutu di FKTP beberapa hal yang harus


diperhatikan yaitu:
 Untuk menghasilkan pelayanan yang bermutu di FKTP, maka FKTP
tersebut harus memenuhi standar mutu fasilitas kesehatan baik dari segi
input maupun proses.
 FKTP memastikan proses pelayanan kesehatan yang dilaksanakan sesuai
dengan standar pelayanan kesehatan yang berlaku dan dipandu dengan
pedoman maupun SOP yang tepat.

 FKTP menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang aman bagi


pelanggan, melakukan tindakan terhadap pasien berdasarkan efektivitas
dan menyesuaikan pelayanan dengan yang dibutuhkan oleh pasien.
Untuk mengakomodasi hal tersebut di atas Kementerian Kesehatan
mengambil strategi kebijakan nasional melalui akreditasi FKTP.

Melalui akreditasi, diharapkan terjadi perbaikan tata kelola di FKTP meliputi


tata kelola institusi, tata kelola program, tata kelola resiko pelayanan dan tata
kelola mutu. Proses akreditasi yang dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan
mendorong fasilitas kesehatan tersebut untuk membangun sistem tata kelola
yang lebih baik secara bertahap dengan mengkolaborasikan pedoman dan
standar yang berlaku di tingkat nasional ke dalam proses pelayanan sehingga
mampu meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.

Hadirin yang Saya Hormati,

FKTP yang telah melaksanakan proses akreditasi dan peningkatan mutu


secara berkesinambungan tentunya akan memperoleh lebih banyak
keuntungan di masa yang akan datang baik dari sisi manajerial maupun teknis
pelayanan, menciptakan pelayanan yang lebih efektif dan efisien serta mampu
mencapai ekspektasi kebutuhan dan harapan masyarakat akan pelayanan
prima.

Standar Akreditasi Puskemas, Klinik Pratama dan Tempat Praktik Mandiri


yang telah diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai lampiran
Peraturan Menteri Kesehatan nomor 46 tahun 2015 merupakan standar yang
harus diacu oleh FKTP dalam melaksanakan proses akreditasi dan telah
mengakomodasi perbaikan tata kelola tersebut di atas.

Hadirin yang Saya Hormati,

Pelaksanaan akreditasi FKTP memberikan manfaat bagi banyak pihak


termasuk bagi FKTP yang melaksanakan, dengan melaksanakan proses
akreditasi maka FKTP memperoleh beberapa manfaat yaitu :

1. Memberikan keunggulan kompetitif bagi fasilitas kesehatan.


2. Menjamin pelayanan kesehatan primer yang berkualitas.
3. Meningkatkan pendidikan pada staf FKTP.
4. Meningkatkan pengelolaan risiko dan keselamatan pasien.
5. Membangun dan meningkatkan kerja tim antar staf.
6. Meningkatkan reliabilitas dalam pelayanan, ketertiban
pendokumentasian, dan konsistensi dalam bekerja.
7. Meningkatkan keamanan dalam bekerja.

Hadirin yang Saya Hormati,

Melalui forum Seminar dan Lokakarya Nasional Akreditasi FKTP yang


pertama kali diselenggarakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
peserta yang hadir serta menjadi sebuah forum yang berkelanjutan dari tahun
ketahun dan berguna sebagai :
 Wahana dan wadah pembinaan dan peningkatan ilmu pengetahuan
bidang kesehatan bagi stakeholders khususnya upaya peningkatan ilmu
pengetahuan bidang kesehatan bagi stakeholders khususnya upaya
peningkatan mutu pelayanan kesehatan di FKTP.
 Forum keilmuan, komunikasi dan sharing of knowledge bagi surveior dan
pendamping akreditasi FKTP.
 Rekomendasi bagi pemangku kebijakan di tingkat Pusat maupun Provinsi
dan kabupaten/Kota terkait peningkatan mutu layanan kesehatan di FKTP

Akhir kata, dengan mengucap “Bismillahirrahmanirahim” acara Seminar dan


Lokakarya Nasional Akreditasi FKTP tahun 2018 secara resmi saya buka.
Saya ucapkan selamat mengikuti pertemuan ini, semoga memberikan manfaat
dan membuka wawasan dalam upaya peningkatan mutu di FKTP.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullalahi Wabarakatuh.

Jakarta, 15 Februari 2018


Menteri Kesehatan Republik Indonesia,

Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, SpM (K)