Anda di halaman 1dari 15

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Perkembangan perekonomian semakin cepat seiring dengan munculnya potensi


ekonomi baru yang mampu menopang kehidupan perekonomian masyarakat dunia.
Pada awalnya seperti diketahui, kegiatan perekonomian hanya bertumpu pada
perekonomian berbasis sumber daya alam, seperti pertanian. Kini, perekonomian
dunia sudah bergeser ke perekonomian berbasis sumber daya manusia, yakni
industri dan teknologi informasi. Terkait hal itu, seperti diungkapkan pakar
ekonomi Alvin Toffler dalam Kementerian Perindustrian (www.kemenperin.go.id),
perkembangan peradaban ekonomi dunia setidaknya terbagi dalam tiga gelombang
ekonomi, yakni gelombang ekonomi pertama berupa perekonomian yang
didominasi oleh kegiatan pertanian, gelombang ekonomi kedua berupa
perekonomian yang didominasi oleh kegiatan industri, serta gelombang ekonomi
ketiga berupa perekonomian yang berbasis teknologi informasi.
Setelah gelombang ekonomi ketiga tersebut, bakal muncul gelombang ekonomi
keempat atau yang disebut gelombang ekonomi kreatif, yakni perekonomian yang
berbasis pada ide-ide atau gagasan yang kreatif dan inovatif. Gelombang keempat
inilah yang kini sudah mulai terlihat nyata di Tanah Air. Secara kebetulan,
Indonesia memiliki banyak insan kreatif yang mampu menghasilkan produk
industri kreatif yang khas dan andal, wajar saja jika baik pemerintah maupun pelaku
industri memberikan perhatian serius terhadap perkembangan industri kreatif
(www.kemenperin.go.id).
Fotografi dan video merupakan salah satu diantara 14 subsektor industri kreatif
yang akan dikembangkan oleh pemerintah Indonesia yakni arsitektur, design,
fashion, film, video dan fotografi, kerajinan, layanan komputer dan peranti lunak,
musik, pasar barang seni, penerbitan dan percetakan, periklanan, permainan
interaktif, riset dan pengembangan, seni pertunjukan, serta televisi dan radio. Satu
dekade belakangan ini, perkembangan industri fotografi Indonesia terus mengalami
peningkatan. Peningkatan yang terjadi bahkan cukup signifikan. Bisnis usaha

1
fotografi pastinya harus bermodal kreativitas dan keahlian namun dapat
menghasilkan hasil yang lebih. Usaha ini harus dijalankan dengan cara yang kreatif,
terlebih lagi perkembangan zaman semakin maju artinya para pesaing dalam dunia
bisnis semakin banyak dan tidak bisa dipungkiri.
Berbagai jenis foto, indoor maupun outdoor ditawarkan oleh para pelaku bisnis
ini seperti foto studio, pra nikah, pernikahan, acara ulang tahun, hari besar dan yang
lainnya yang butuh untuk diabadikan dalam sebuah gambar maupun video. Pada
saat ini masyarakat bukan hanya menginginkan foto yang hanya sekedar gambar
tetapi foto yang beralur yang dalam istilah fotografinya disebut kolase, oleh karena
itu para pelaku bisnis dalam bidang ini sangat memerlukan kreatifitas dan keahlian
yang sangat tinggi.
Usaha fotografi saat ini semakin diminati oleh pelaku usaha karena selain
menjanjikan keuntungan usaha ini juga memberikan kepuasan tersendiri bagi para
fotograper yang menjalankannya. Perubahan lifestyle tersebut terlihat dari
masyarakat yang selalu mengabadikan setiap momen dalam hidupnya dalam sebuah
foto maupun video seperti selfie, groovi dan lainnya dimanapun berada. Pada saat
hari bersejarah bagi seseorang seperti pada saat pernikahan, ulang tahun dan saat
tamat sekolah atau wisuda pasti akan diabadikan dalam sebuah foto, bahkan sejak
lahir pun manusia akan diabadikan momennya dalam sebuah foto oleh orang
tuanya. Berbagai alasan tersebut membuat semakin banyak pelaku bisnis yang
menjalankan bisnis fotografi yang awalnya dari hobi menjadi sebuah bisnis dan dari
yang bukan penggelut fotografi jadi mendalami fotografi dan juga melakukan bisnis
ini.
Teknologi Fotografi semakin hari semakin maju mempermudah masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan terhadap foto yang berkualitas. Ini terlihat dari kualitas
gambar yang diperoleh dari hasil cetak foto. Teknologi di bidang fotografi yang
lebih maju juga menghemat waktu dalam pembuatan foto.Teknologi Fotografi yang
didukung fasilitas memadai, sering dikenal dengan studio fotografi digital. Usaha
studio fotografi selain membantu masyarakat terhadap kebutuhan fotografi mereka,
juga merupakan lahan usaha yang mampu menyerap beberapa tenaga kerja.

2
Beberapa kalangan terlebih pelajar maupun mahasiswa telah menjalan usaha
serupa, namun masih bersifat magang di studio Digital milik salah satu perusahaan.
Melihat peluang pasar yang masih besar dan menjanjikan, maka saya berinisiatif
dan mengajukan untuk membuka usaha studio fotografi digital diwilayah
Singaparna Tasikmalaya, terlebih tidak banyak studio foto digital yang berada di
Singaparna Tasikamalaya, hanya ada beberapa studio foto itupun jangkauannya
sangat jauh karena berada diwilayah Kota Tasikmalaya.

1.2. VISI
Memberikan peluang pekerjaan bagi para kreator-kreator visual terutama
dibidang fotografi, dan memajukan dunia fotografi, serta memberikan kepuasan
hasil yang penuh dengan seni dan keindahan bagi masyarakat yang datang kestudio
foto digital untuk mengabadikan momentnya.

1.3. MISI
Adapun cara saya untuk membangun usaha studio foto digital ini adalah :
1. Mempromosikannya melalui media sosial.
2. Memberikan Free foto studio dalam 7 hari saat pertama kali membuka usaha
studio foto digital dengan syarat bagi yang datang untuk melakukan foto
studio untuk mempromosikan atau mempublikasi studio foto saya dimedia
sosial dengan tujuan untuk menarik pelanggan.
3. Selalu update background foto tiap perbulannya agar pelanggan tidak merasa
bosen dengan background foto yang ada.
4. Melakukan kerja sama dengan studio cetakan foto digital dan vendor-vendor
foto yang lain.
5. Menerapkan 3s bagi pelanggan yaitu Sopan, Sapa dan Santun.
6. Mengutamakan kepuasaan pelanggan.

3
BAB II
ISI

2.1. PROFIL PERUSAHAAN


1. Nama Perusahaan
Studio foto digital yang akan saya bangun adalah Obscura Studio Foto,
kenapa Obscura? Karena obscura adalah kamar/ruang gelap", atau terkadang
disebut dengan kamera lubang jarum, yang merupakan cikal bakal awal pula
lahirnya kamera, dan memang bisa dikatakan merupakan kamera pertama yang
lahir. Maka dari itu kenapa saya memberi nama Obscura Studio Foto karena
memang pertama lahirnya studio foto diwilayah Singaparna Tasikmalaya.

2. Lokasi Perusahaan
Untuk lokasi yang saya ajukan berupa rumah 2 tingkat yang berlokasi di
Singaparna, Tasikmalaya berada diwilayah orang-orang datang karena dekat
dengan Alun-alun singaparna dan pusat perbelanjaan, serta posisi rumah yang
strategis dengan halaman yang cukup luas untuk parkir kendaraan, dan berada
dipinggir jalan raya. luas rumahnya 150m2 dengan luas tanah 220m2.
Penggunaan lantai dasar adalah untuk galery foto, tempat penyimpanan alat,
ruang tunggu dan lantai atas digunakan untuk ruang studio foto.

3. Jenis Usaha
Untuk usaha yang saya bangun adalah penyediaan jasa foto studio dengan
berbagai konsep ataupun jenis foto studionya, dari mulai, Foto keluarga, group,
single, couple, pre wedding indoor, produk, model serta jenis foto studio
lainnya.

2.2. ANALISIS SWOT


1. Strengths (Kekuatan)
Merekrut karyawan atau pekerja yang sudah ahli dibidang fotografi dan
menguasai aplikasi Photoshop dan aplikasi lainnya yang berhubungan dengan

4
fotografi dengan kata lain menguasai pengetahuan dunia fotografi, bertujuan
untuk memberikan pelayanan yang maksimal dan mampu memberikan
kepuasan pelanggan dari hasil akhirnya baik dari softcopy dan hardcopynya.
Serta membuat ide-ide konsep foto studio yang unik baik dari background,
kostum, aksesoris, atapun jenis konsep foto studionya.
2. Weakneass (Kelemahan)
Adapun kelemahannya adalah tidak semua kalangan masyarakat yang hoby
berfoto, dan tidak semua masyarakat suka terhadap foto indoor, dan itu bisa
menjadi sebuah kelemahan kami bagaimana caranya untuk merubah paradigma
itu dengan cara membuat konsep-konsep foto yang menarik dan membuat
orang penasaran ingin berfoto studio dengan konsep itu.
3. Opportunities (Peluang)
Karena belum adanya studio foto diwilayah Singaparna, bisa menjadi
sebuah peluang usaha yang besar, karena masyarakat disekitar bisa
mengabadikan momentnya di studio foto yang akan saya bangun ini, terlebih
ada studio foto lainnya yang memang jauh jangkauannya dari wilayah
Singaparna.
4. Threats (Ancaman)
Karena studio foto yang akan saya bangun ini pertama lahir diwilayah
Singaparna khususnya, ketakukan akan adanya pesaing yang sama membuka
usaha studio foto, dan itu menjadi sebuah ancaman untuk bisa lebih bersaing
lebih keras dengan hadirnya studio foto lainnya.

2.3. RANCANGAN PENGEMBANGAN USAHA


1. Aktifivas Dan Penjadwalan
Rancangan kegiatan bisnis kami akan diakumulasi setiap sebulan sekali atau
setara dengan 30 hari. Adapun kegiatan-kegiatan kami bila dibagi berdasarkan
waktu adalah sebagai berikut :

a. Satu hari (setiap hari)


 Kegiatan foto studio serta pengeditan foto

5
 Melakukan pengambilan dan pengiriman cetakan foto ke studio
cetak foto digital
 Pencatatan keuangan
b. Seminggu
 Evaluasi operasional
 Perencanaan set desain background ataupun wardrobe dan aksesoris
baru pendukung foto studio untuk bulan depan
c. Sebulan
 Pembentukan laporan keuangan bulanan
 Set tata ulang background studio penerapan dari planning yang
sudah direncanakan
 Evaluasi peforma bisnis dan karyawan
 Pengecekan peralatan menyeluruh
d. Setahun
 Pembentukan laporan keuangan tahunan
 Perencanaan bisnis tambahan dilokasi studio untuk menarik lebih
pelanggan seperti cafe in studio dll
 Evaluasi peforma bisnis

2. Kerja Sama Dengan Pihak Luar


Saya berencana bekerja sama dengan para vendor-vendor foto lainnya
terutama yang belum mempunyai ruang foto studio, bertujuan untuk
menawarkan kepada mereka apabila ingin menyewa studio foto saya untuk
melakukan pemotretan pre wedding indor, model, product ataupun lainnya. Hal
ini bisa saling menguntungkan satu sama lainnya, serta sama-sama memajukan
dunia fotografi dengan sesama vendor foto, bersaing namun tidak melepaskan
sisi kerja sama baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Rencana kedepannya untuk bekerja sama dengan Sekolah-sekolah atupun
Kampus-kampus apabila ingin melakukan pemotretan bisa distudio yang saya
akan buat ini, karena dizaman sekarang banyak anak-anak muda yang

6
melakukan foto dengan teman-temannya, atau yang terkenalnya adalah foto
group yang biasa akhirnya adalah pembuatan foto yearbook.

3. Proyeksi Keuangan
No Nama Barang/Bahan Harga Satuan Jumlah
Sewa 1 Rumah Lb 150 m2
Rp.18.000.000,-
1 Lt 220 m2 ( Singaparna, Rp.18.000.000,-
/tahun
Tasikmalaya)
Rp.20.824.000,-
Kamera Canon 6D /satuan Rp. 20.824.000,-
2
x1
Rp.9.799.000,-
3 Lensa Canon 17-40mm f4 /satuan
X1 Rp. 9.799.000,-
Rp.10.448.000,-
4 Lensa Canon 70-200mm f4 /satuan Rp.10.448.000,-
X1
Rp.12.499.000,-
5 Lensa Canon 24-105mm f4 /satuan Rp.12.499.000,-
X1
Paket FotoTech Flash FT- Rp.6.100.000,-
6 Rp.12.200.000,-
400TA x 2 paket
7 Set Background Studio Polos Rp..2.250.000,- Rp..2.250.000,-
Wardrobe + Aksesoris
8 Rp.4.100.000,- Rp.4.100.000,-
Pendukung Foto Studio
Sofa Retro Foto untuk Foto
9 Rp.3.000.000,- Rp.3.000.000,-
Studio
Rp.2.000.000,-
Sofa Putus Untuk Ruang
11 /satuan Rp.4.000.000,-
Tunggu
x2

7
Rp.450.0000
Kursi Kayu untuk Ruang
12 /satuan Rp.900.000,-
Editing
x2
Rp 530.000 x1
13 Wifi Hotspot Rp. 530.000,-
bulan pertama
Rp.7.800.000 x1
14 Personal Computer + Meja Rp. 7.800.000,-
set
Stok Frame foto berbagai
15 Rp.8.000.000,- Rp.8.000.000,-
ukuran
Rp. 2.300.000,- x
16 Ac Conditioner Rp. 4.600.000
2
17 Ruang Galery foto Rp.3.000.000,- Rp.3.000.000,-
Neon Box dan Baligo Nama
18 Rp.4.500.000,-
Studio
Rp.
Jumlah
124.200.000,-

4. Analisis Harga
Sebelumnya studio foto yang akan saya bangun ini akan buka setiap hari
dari jam 08.00 pagi sampai 10.00 malam, untuk hari libur mungkin akan jatuh
ditanggal merah atau hari besar. Harga yang akan saya buat dalam bentuk
perpaket, setiap paket dari berbagai macam tipe foto studionya berbeda, foto
produk, model, keluarga, group, pre wedding indoor berbeda karena output dan
proses pengerjaannya pun berbeda, namun saya akan menargetkan pendapan
sehari minial Rp.1.000.000,- semisal foto keluarga Rp.250.000,- untuk 10x
pemotretan dengan output foto 4x 8rp + Frame, satu hari menargetkan ada 4
keluarga yang melakukan pemotretan. Sehingga dalam satu bulan saja apabila
melihat kependapatan minimal adalah Rp.1.000.000,- x 30 hari =
Rp.30.000.000,- (pendapatan kotor).

8
Pendapatan ini adalah hitungan dari target minimalnya pelanggan yang
datang kestudio, belum juga hitungan dari perentalan studio ke para vendor-
vendor foto lainnya.
5. Proyeksi Keuangan Usaha (Perbulan dengan Pendapatan Target Minimal)
Nominal
No Uraian
Bulan-1
1 Pendapatan Foto Studio Rp. 30.000.000,-
Total Pendapatan Rp. 30.000.000,-
2. Pengeluaran Usaha:
a. Biaya Listrik Rp. 800.000,-
b. Sewa Rumah Rp. 1.500.000,-
c. Cetakan foto + Frame
Rp. 112.000,-
Cetak Foto 8Rp x 16pcs
(Rp. 7.000.000/pcs)
Rp. 320.000,-
Frame Foto 8Rp x 16pcs
(Rp.20.000/pcs)
d. Air Rp. 100.000,-
e. Gaji Pegawai
Karyawan Pemotret Rp. 1.250.000,-
Karyawan Editor Rp. 1.250.000,-
f. Keamanan dan Kebersihan Rp. 75.000,-
g. Maintenance alat Rp. 3.000.000,-
h. Wifi Hotspot Rp. 530.000,-
i. Penerapan Set Ulang Studio
atau penambahan background Rp. 2.000.000,-
Studio
Jumlah Total Biaya
Rp. 10.937.000,-
Pengeluaran
3 Keuntungan Usaha Rp. 19.063.000,-

9
2.4. TARGET PEMASARAN
Berikut analisis STP (Segmentation, Targeting, & Positioning) dari usaha
yang saya buat:

1. Segmen

Adapun semua kalangan masyarakat dari kelas menengah bawah keatas


merupakan tujuan dari saya membuat studio foto ini. Karena pada dasarnya
dizaman ini semua orang sudah sangat menyukai dunia foto apalagi difoto,
semakin canggih dan berkembangnya zaman, saya bertujuan untuk lebih
memanfaatkan situasi ini menjadi lahan usaha, pada dasarnya foto itu memang
sama namun yang membedakan dari saya adalah tasty dari hasil karya foto
yang diciptakan, membuat kalangan masyarakat yang telah saya sebut diatas
menjadi tertarik untuk melakukan pengabadian moment-moment mereka.

2. Target

Target pasar adalah masyarakat umum dan para pekerja dibidang fotografi
yaitu terutama para vendor-vendor foto yang membutuhkan ruang studio foto,
selain melayani jasa foto, saya akan berencana untuk sekaligus merentalkan
studio hanya untuk para vendor-vendor foto, untuk meningkatkan pendapatan
dan popularitas nama studio fotonya sendiri.

Tidak besar kemungkinan masyarakat atau para vendor foto akan berulang-
ulang kali menggunakan foto studio atapun ruang foto studio saya ini.

3. Posisitioning (Posisi)

Studio foto ini diposisikan sebagai jasa pengabadian moment ataupun


menjual jasa foto berbagai jenis foto studio, dengan yang diutamakan tasty
hasil karya dan kepuasaan pelanggan, serta perentalan studio foto untuk para
vendor-vendor foto yang membutuhkan.

10
BAB III

PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Dengan hadirnya studio foto digital semoga bisa membuahkan keuntungan


yang besar dan barokah dengan tanpa tidak secara memajukan dunia fotografi. Serta
membuat masyarakat Singaparna khususnya mudah untuk melakukan pengabadian
moment mereka atau lebih terkenalnya dengan pemotretan foto studio dengan hasil
yang saya berikan dengan secara maksimal dengan diberi rasa (tasty) dari cirikhas
studio foto digital ini

Semoga usaha yang saya ajukan dapat berkenaan bagi para investor yang
hendak membantu dan mengajukan modal bagi usaha ini. Untuk hal-hal lain yang
menyangkut usaha ini, serayanya dapat dijelaskan di lain kesempatan setelah ada
tindak lanjut dari usaha yang akan saya rintis ini.

Untuk kedepannya semoga saya bisa lebih mengembangkannya dan


membuka cabang usaha baru yang secara tidak langsung membuka lapang
pekerjaan dan yang paling utama adalah mendapatkan lebih banyak keuntungan dan
memajukan dunia industri Usaha di Indonesia.

Mohon maaf apabila salah-salah kata. Terima Kasih

11
Referensi
Proposal Kewirausahaan Studio Greenscreen CV MAGERS (Mahasiswa ISBI
Bandung TV Film 2015)
https://erzhal27.wordpress.com/2016/02/25/proposal-usaha-studio-photography-
digital/
http://www.digination.id/read/0146/5-alasan-indonesia-perlu-kembangkan-
ekonomi-kreatif
https://indoamateurphotography.blogspot.com/2017/09/pengertian-kamera-
obscura.html
library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2013-1-00321-MN%20Bab1001.pdf

12
Lampiran

13
14
15