Anda di halaman 1dari 8

LABORATORIUM PSIKOLOGI KOGNITIF

LAPORAN PRAKTIKUM PSIKOLOGI KOGNITIF

Reasoning

DISUSUN OLEH:

Nama: Yasmin Atikasuri

NPM: 17516728

Kelas: 3PA18

Tutor: Oktavian Tri K.M

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GUNADARMA

2019
I. Teori
A. Pengertian Implicit Memory
Menurut Graf & Schacter, Chiu, & Oschner (dalam Wade, 2008), memori implisit
adalah pemanggilan kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek yang
mempengaruhi tindakan dan pikiran yang dilakukan tanpa usaha secara sadar. Jadi,
memori implisit dipanggil kembali secara tidak sadar.
Menurut Febe Chen (2010), implicit memory adalah memori yang memproses
sistem yang bekerja jauh di bawah kendali pikiran sadar kita
Menurut Reber & Reber (2010), ingatan implisit meliputi penginderaan, emosi,
ingatan prosedural, pengkondisian rangsang-respon. Kegunaan dari ingatan implisit
adalah tempat skema kelekatan, transference, dan super ego.
Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh diatas, maka dapat disimpulkan
bahwa implicit memory (memori implisit) adalah memori yang memproses sistem
yang bekeja jauh di bawah kendali pikiran sadar dan pemanggilan kembali informasi
terkait suatu peristiwa atau suatu objek yang mempengaruhi tindakan dan pikiran yang
dilakukan tanpa usaha secara sadar. Implicit memory (memori implisit) meliputi
penginderaan, emosi, ingatan procedural, pengkondisian rangsang-respon. Selain itu
kegunaan memori implisit adalah sebagai tempat skema kelekatan, transference, dan
super ego.

B. Pengertian Explicit Memory


Menurut Suharman (2005), memori eksplisit merupakan suatu sistem memori yang
dikendalikan secara sadar, sengaja, dan fleksibel. Memori eksplisit umumnya
melibatkan beberapa niat dan upaya.
Menurut Sternberg (2006), explicit memory (memori eksplisit) adalah pemanggilan
kembali informasi terkait suatu peristiwa atau suatu objek secara sadar.
Menurut Wade (2008), memori eksplisit merupakan kebalikan dari memori implisit.
Artinya memori ini bekerja secara sadar. Akan tetapi, memori ini mempunyai dua cara
untuk mengenali dan mengingat sebuah informasi.
Yang pertama namanya adalah recall. Recall merupakan salah satu cara untuk
memanggil suatu informasi yang sudah lama atau barusan tersimpan dalam memori
kita. Yang kedua, adalah recognition, yaitu mengenali suatu informasi yang pernah
dibaca.
Berdasarkan pengertian dari beberapa tokoh diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
explicit memory (memori eksplisit) adalah pemanggilan kembali informasi terkait
suatu peristiwa atau suatu objek secara sadar. Akan tetapi, memori ini mempunyai dua
cara untuk mengenali dan mengingat sebuah informasi. Yang pertama namanya adalah
recall. Recall merupakan salah satu cara untuk memanggil suatu informasi yang sudah
lama atau barusan tersimpan dalam memori kita. Yang kedua, adalah recognition,
yaitu mengenali suatu informasi yang pernah dibaca. Dan memori eksplisit merupakan
suatu sistem memori yang dikendalikan secara sadar, sengaja, dan fleksibel.

II. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mendemonstrasikan bagaimana encoding
dan retrieval pada penampakan memori implisit dan eksplisit.

III. Point View


Praktikum ini penting karena dengan praktikum ini praktikan dapat mengetahui
kemampuan memori masing-masing individu dengan individu lain berbeda walaupun di
berikan stimulus yang sama dan praktikan lebih mengetahui mengenai teori memori,
serta komponen dari memori, dan mengetahui bahwa dengan gambar individu dapat
lebih mudah untuk mengingat sesuatu di bandingkan dengan tulisan (huruf-huruf).
IV. Pelaksanaan
A. Langkah-langkah
Langkah-langkah Free Call
1. Klik VMware workstation
2. Klik power (yang berwarna hijau)
3. Kemudian klik full screen
4. Setelah itu klik lab in cognition and perception
5. Klik experiments lalu klik choose experiments dan klik implicit and explicit
memory
6. Klik experiments kemudian klik start experiment set up
7. Pada stimuli klik only pictures
8. Pada stimulus groups (select two) pilih A & C
9. Pada number of initial buffer stimuli ganti jadi 2
10. Pada number of final buffer stimuli ganti jadi 3
11. Pada stimulus duration ganti jadi 5
12. Klik interpolated lalu klik flag matching dan ubah duration menjadi 1
13. Klik file lalu klik start with auto logging
14. Tulis nama lengkap dan kelas tanpa spasi
15. Pada subject id tulis nama depan saja
16. Perhatikan gambar yang muncul
17. Kemudian klik start
18. Perhatikan gambar lalu klik ok
19. Klik pada bagian kotak angka dan mencocokan bendera
20. Klik next lalu klik ok dan ulangi langkah nomor 19
21. Kalau waktunya sudah habis klik ok
22. Gambar yang sudah di lihat pada langkah nomor 16, tuliskan nama-nama gambar
yang muncul menggunakan bahasa inggris
23. Lalu klik start
24. Setelah selesai mengetik nama-nama gambar yang muncul lalu klik accept
25. Kalau sudah selesai klik done lalu klik yes
Langkah-langkah Word Complection
1. Klik start untuk memulai tahapan word complection
2. Dalam tahapan ini, carilah huruf yang hilang untuk melengkapi kata yang
terdapat di word complection
3. Setelah selesai melengkapi kata yang terdapat dalam word complection,
kemudian klik file lalu klik exit dan klik quiet, but save no data

Langkah-langkah Picture Complection

1. Untuk bagian study, interpolated, test 1, dan test 2 di off-in


2. Klik file lalu klik start without autologging
3. Pada subject id tulis nama depan saja
4. Perhatikan titik-titik hitam sampai muncul gambar yang jelas. Kemudian
ketik nama gambar yang muncul (dalam bahasa inggris). Untuk ke next
picture klik next
5. Kalau sudah selesai klik file lalu klik exit dan quit but save no data
6. Klik file lalu klik exit dan klik file lagi lalu exit
7. Setelah itu klik close lalu klik power off
8. Tahap terakhir adalah shut down komputer

B. Hasil
Free Call Word Complection Picture Complection
Elephant
Umbrella
Kangaroo
Giraffe
Motorcycle
Saxophone
Piano
Mount
Ashtray
Pencil
Mandolin
Toothbrush
Squirrel
Acordion
V. Jurnal Terkait
Jurnal I
A. Identitas Jurnal
1. Nama Penulis : Ika Puji Widjayanti dan Diana Setiyawati
2. Tahun Penerbit : 2009
3. Judul Jurnal : Memori implisit dan memori eksplisit pada penderita
diabetes mellitus dan diabetes non mellitus

B. Metode
Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan instrumen berbentuk alat tes memori
implisit dan memori eksplisit yang keduanya dikembangkan oleh Hakim (2003).
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua dari empat alat tes yang
dikembangkan, yaitu tes memori implisit yang berbentuk word stem completion test
(tes melengkapi kata) dan alat tes yang kedua merupakan recognition test (tes
pengenalan kembali) yang berfungsi untuk mengukur kualitas memori eksplisit
subjek.

C. Kesimpulan
Dari penelitian ini dapat diperoleh beberapa simpulan mengenai kondisi memori
implisit dan eksplisit pada penderita diabetes mellitus dan non diabetes mellitus.
Pertama, terdapat perbedaan kondisi performansi memori eksplisit antara kelompok
penderita diabetes mellitus dan non diabetes mellitus, di mana performansi
kelompok non diabetes mellitus lebih baik daripada kelompok diabetes mellitus.
Kedua, tldak terdapat perbedaan kondisi performansi memori implisit antara
kelompok penderita diabetes mellitus dan non diabetes rnellitus.
Jurnal II
A. Identitas Jurnal
1. Nama Penulis : Siti Nurina Hakim dan Sartini Nuryoto
2. Tahun Penerbit : 2005
3. Judul Jurnal : Memori implisit dan memori eksplisit lnjut usia ditinjau
dari aktivitas dan tingkat pendidikan

B. Metode
Penelitian ini adalah penelitian dengan pengukuran bentuk memori implisit
dan memori eksplisit pada lanjut usia yang akan ditinjau dari aktivitas dan
tingkat pendidikannya. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes memori
implisit (metode tes word-stem completion dam fragment completion) dan tes
memori eksplisit (metode tes recognition dan free-recall).

C. Analisis Data
Data yang terkumpul kemudian danalisis dengan menggunakan statistik analisis
varians dua jalur dan satu jalur dari SPS 2000 edisi Sutrisno Hadi dan Yuni
Pa,ardiningsih, UGM, Yogyakarta. Sebelum analisis dilakukan terlebih dahulu
dilakukan uji asumsi yang berupa uji normalitas dan uji homogenitas.

D. Kesimpulan
Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan bahwa memori implisit dan
memori eksplisit lanjut usia performansinya sangat dipengaruhi oleh aktivitas
dan tingkat pendidikannya dari masing-masing individu yang sudah lanjut usia.
VI. Kesimpulan
Dari hasi praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa praktikan dapat
mendemonstrasikan bagaimana encoding dan retrieval pada penampakan memori
implisit dan eksplisit. Sebagaimana yang dikatakan oleh Reber & Reber (2010), bahwa
ingatan implisit meliputi penginderaan, emosi, ingatan prosedural, pengkondisian
rangsang-respon dan juga sesuai dengan apa yang sudah dikatakan oleh Wade (2008),
bahwa memori eksplisit bekerja secara sadar. Tetapi, memori ini mempunyai dua cara
untuk mengenali dan mengingat sebuah informasi. Yang pertama namanya adalah
recall. Recall merupakan salah satu cara untuk memanggil suatu informasi yang sudah
lama atau barusan tersimpan dalam memori kita. Yang kedua, adalah recognition, yaitu
mengenali suatu informasi yang pernah dibaca.

Daftar Pustaka

Chen, Febe. (2010). Be creative: menjadi pribadi yang kreatif. Jakarta: PT. Gramedia
Pustaka Utama.

Hakim, N.S., Nuryoto, Sartini. (2005). Memori implisit dan memori eksplisit lanjut usia
ditinjau dari aktivitas dan tingkat pendidikan. Indigenous, jurnal berkala ilmiah
berkala psikologi. 7 (1), 3-17.

Reber & Reber. (2010). Kamus Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sternberg, RJ. (2008). Psikologi Kognitif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suharman, MS. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.

Wade, C & Travis, C. (2008). Psikologi: edisi kesembilan jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Widjayanti, P.I., Setiyawati, Diana. (2009). Memori implisit dan dan memori eksplisit
pada penderita diabetes mellitus dan non diabetes mellitus. Jurnal psikologi. II (2)