Anda di halaman 1dari 6

IDENTIFIKASI KECELAKAAN LALU LINTAS

(Study Kasus Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian)


AZTRIA DHARMA1,
BAMBANG EDISON. MT2,
RISMALINDA. ST2
Program Studi Teknik Sipil,
Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian
Email: aztria_tsipil@yahoo.com

ABSTRAK

Karakteristik kecelakaan lalu lintas Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu peristiwa yang tidak disangka-
sangka dan tidak disengaja yang melibatkan kenderaan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya yang mengakibatkan
korban manusia (mengalami luka ringan,luka berat dan meninggal) serta kerugian harta benda. Faktor yang
menyebabkan kecelakaan lalu lintas dapat terjadi dari kesalahan pemakai jalan, faktor lingkungan, faktor jalan, dan
dari kendaraan itu sendiri. Untuk mengetahui masalah-masalah kecelakaan lalu lintas berdasarkan data yang telah
didapat maka perlu diketahui karakteristik selama periode tiga tahun untuk berbagai kategori mulai dari lokasi
kejadian, waktu kejadian, dan jenis kendaraan yang terlibat. juga dilakukan untuk kecelakaan yang terlibat yang
memungkinkan sebagai penyebab yang berpengaruh.

Kata kunci: Identifikasi kecelakaan lalu lintas, jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian.

PENDAHULUAN berat 168 dan 57 luka ringan dengan total kerugian


Di Provinsi Riau, peningkatan transportasi material Rp 649.300.000. di tahun 2011 tercatat angka
sangatlah pesat, terutama tersedianya kendaraan kecelakaan lalu lintas di Rokan Hulu mencapai 240
bermotor dan jalan raya merupakan tujuan utama untuk kasus laka lantas. Dari jumlah itu terdapat 74
memperlancar arus lalu lintas. Kepadatan kendaraan meninggal dunia, 215 luka berat dan 130 luka ringan,
yang terus meningkat setiap tahunnya menyebabkan dengan total kerugian materil Rp 745.300.000. untuk
permasalahan lalu lintas diantaranya sering terjadinya tahun 2012 tercatat 136 kasus, terdapat korban
kecelakaan. meninggal dunia 80 jiwa, luka berat 104 dan 96 luka
Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu ringan dengan kerugian materil Rp 675.300.000. lanjut
Kabupaten di Provinsi Riau, Indonesia. Dijuluki di tahun 2013 dari januari hingga juni terdapat 58 kasus
sebagai Negeri Seribu Suluk. Ibu kotanya berada di kecelakaan lalu lintas yang terdiri dari korban meniggal
Pasir Pengaraian. Kabupaten Rokan Hulu memiliki dunia 35 jiwa, luka berat 50 jiwa, luka ringan 38 jiwa
wilayah dengan luas 7.229,78 km2 yang terdiri dari yang mengakibatkan kerugian material sebesar Rp
85% daratan dan 15% daerah perairan dan rawa. Secara 352.100.000.
geografis daerah ini berada pada posisi 100050’ - Berdasarkan permasalahan diatas penulis
101052’ BT dan 0015’ – 1030’LU. Dengan mengusung berinisiatif untuk melakukan penelitian dengan judul
visi “mewujudkan Rokan Hulu sebagai kabupaten “IDENTIFIKASI KECELAKAAN LALU LINTAS
terkemuka di Provinsi Riau tahun 2016 dalam rangka (Study Kasus Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir
memenuhi visi riau 2020”, Pemerintah Kabupaten Pengaraian)“ dan berpedoman pada ilmu-ilmu yang
Rokan Hulu secara berkelanjutan bekerja keras untuk didapat atau dipelajari di bangku kuliah dan beberapa
lebih meningkatkan pembangunan sarana dan literatur yang sifatnya mendukung pada pokok masalah
prasarana dengan tujuan mempermudah masyarakat dalam penulisan ini.
dalam meningkatkan taraf ekonomi dan mempermudah
para investor untuk menanamkan modal di Rokan KLASIFIKASI JALAN
Hulu.
Timbulnya kecelakaan lalu lintas dijalan raya Menurut UU no 38 tahun 2004 : Jalan adalah
yang semakin tinggi sebagian besar juga diakibatkan prasarana transportasi darat yang meliputi segala
atau diawali dengan oleh perilaku pengendara yang bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan
melanggar aturan perundang-undangan lalu lintas yang perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas,
ada, seperti mengemudikan kendaraan dengan yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan
kecepatan tinggi atau tidak dengan hati-hati, tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di
mengendarai kendaraan bermotor tidak memiliki surat atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori,
izin mengemudi. melanggar rambu-rambu lalu lintas dan jalan kabel.
dan marka jalan dan berbagai bentuk pelanggaran
lainnya. Penyebutan terhadap ada berbagai macam
Selama tahun 2010 lalu di Rokan Hulu mencatat tergantung dari kapasitas, fungsi, maupun
terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas sebesar 152 pengelolaannya. Menurut peruntukkannya dibedakan
kejadian yang terdiri dari 85 meninggal dunia, luka atas Jalan Umum, dan Jalan Khusus. Menurut

1
(1). Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian
(2). Dosen Program Studi Teknik Sipil Universitas Pasir Pengaraian
fungsinya jalan dibedakan atas Jalan Arteri, Jalan Berdasarkan korban kecelakaan terdiri dari Kecelakaan
Kolektor, dan Jalan Lokal . Berdasarkan pembinaan luka fatal/meninggal dunia, dan Kecelakaan luka berat,
jalan dan statusnya dapat dibedakan menjadi : Kecelakaan luka ringan.
Klasifikasi menurut wewenang pembinaan jalan
(administrasi) sesuai PP. No. 261/1985 : Jalan Berdasarkan lokasi kecelakaan terdiri dari Jalan
Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten/Kotamadya, lurus, Tikungan jalan, Persimpangan jalan,
Jalan Desa, dan khususnya. danTanjakan, turunan, di dataran atau di pegunungan,
di luar kota maupun di dalam kota.
KARAKTERISTIK GEOMETRIK Berdasarkan waktu kejadian kecelakaan terdiri
dariJenis hari kerja, danWaktu.
Jalan Dalam Kota Berdasarkan posisi kecelakaan terdiri dari
tabrakan depan – depan, tabrakan depan – belakang,
Menurut MKJI 1997, tipe jalan perkotaan tabrakan dapan – samping, tabrakan sudut, kehilangan
adalah Jalan Dua-Lajur Dua-Arah (2/2 UD), dan Jalan kendali, tabrakan mundur, tabrakan pada saat
Empat-Lajur Dua-Arah. menyalip, dan tabrakan dengan pejalan kaki.
Berdasarkan jumlah kendaraan yang terlibat
Jalan Luar Kota
terdiri dari kecelakaan tunggal, kecelakaan ganda, dan
Menurut Shirley L, Hendarsin (2000), ketentuan kecelakaan beruntun.
untuk jalan luar kota adalah berdasarkan Tipe Jalan,
dan Bagian-bagian Jalan. FACTOR PENYEBAB KECELAKAAN

KARAKTERISTIK LALU LINTAS (Warpani, 2001) menyebutkan bahwa faktor


manusia sebagai pengguna jalan dapat dipilah menjadi
Yang dimaksud karakteristik lalu lintas adalah dua golongan, yaitu :
ciri-ciri dan komponen data lalu lintas. Data lalu lintas a. Pengemudi, termasuk pengemudi
adalah data utama yang diperlukan untuk perencanaan kendaraan tak bermotor
teknik jalan, karena kapasitas jalan yang akan b. Pejalan kaki, termasuk para pedagang
direncanakan tergantung dari komposisi lalu lintas asongan, pedagang kaki lima, dan lain-
yang akan menggunakan jalan pada suatu segmen jalan lain.
yang ditinjau. Besarnya volume lalu lintas diperlukan Pada umumnya kecelakaan lalu lintas
untuk menentukan jumlah dan lebar lajur. Unsur lalu diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor
lintas adalah benda atau pajalan kaki sebagai bagian pendukung, antara lain yaitu :
dari lalu lintas, sedangkan unsur lalu lintas di atas roda
disebut kenderaan. Faktor Pengemudi
Menurut pasal 1 Peraturan Pemerintah No. 44
a. Kendaraan Rencana Tahun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi, sebagai
b. Komposisi Lalu Lintas peraturan pelaksana dari Undang-undang Lalu Lintas
c. Kecepatan Rencana(VR) dan Angkutan Jalan, pengemudi adalah orang yang
mengemudikan kendaraan bermotor atau orang yang
DEFENISI DAN KLASIFIKASI KECELAKAAN secara langsung mengawasi calon pengemudi yang
sedang belajar mengemudikan kendaraan bermotor.
Kecelakaan lalu lintas adalah segala bentuk Faktor fisik yang penting untuk mengendalikan
tabrakan, slip maupun kehilangan pengendalian yang kendaraan dan mengatasi masalah lalu lintas adalah
terjadi pada ruas jalan yang mengakibatkan cedera atau Penglihatan dan Pendengaran.
kematian pada manusia maupun kerusakan pada benda-
benda yang melibatkan minimal satu kendaraan Faktor Pejalan Kaki
bermotor. Dalam hal ini kecelakaan tersebut dilaporkan Pejalan kaki sebagai salah satu unsur pengguna
pada pihak yang kepolisian. (Suwardjoko Warpani, jalan dapat menjadi korban kecelakaan dan dapat pula
2001) Pignatoro (1973) mendefinisikan kecelakaan menjadi penyebab kecelakaan.
lalu lintas kendaraan bermotor sebagai berikut : Faktor Kendaraan
Sebab-sebab kecelakaan yang disebabkan oleh
a. Kecelakaan keluar lajur faktor kendaraan antara lain
b. Kecelakaan tidak keluar jalur. a. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan
c. Tanpa tabrakan di jalan : oleh perlengkapan kendaraan.
d. Tabrakan di jalan b. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan
oleh penerangan kendaraan
JENIS-JENIS DAN BENTUK KECELAKAAN b. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan
oleh pengamanan kendaraan.
Kadiyali (1983) dalam Imelda dkk (2001)
c. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan
mengklasifikasikan kecelakaan berdasarkan kriteria
oleh mesin kendaraan.
sebagai berikut :
d. Karena hal-hal lain dari kendaraan

2
Faktor Jalan berada di permukaan jalan yang meliputi peralatan atau
Faktor yang disebabkan oleh faktor jalan dapat tanda yang membentuk garis membujur, garis
diklasifikasikan sebagai berikut : melintang, garis serong serta lambang lainnya yang
a. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan fungsinya untuk mengarahkan arus lalu lintas dan
oleh perkerasan jalan. membatasi daerah kepentingan lalu lintas. Marka lalu
b. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan lintas ini dicatkan langsung pada perkerasan atau tepi
oleh alinyemen jalan. jalan
c. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan Lampu Pengatur Lalu Lintas
oleh pemeliharaan jalan. Lampu pengatur lalu lintas adalah semua alat
d. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan pengatur lalu lintas yang dioperasikan dengan tenaga
oleh penerangan jalan. listrik yang berfungsi untuk mengarahkan atau
e. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan memperingatkan pengemudi kendaraan bermotor,
oleh rambu-rambu lalu lintas. pengendara sepeda atau pejalan kaki (Oglesby, 1988).

Faktor Lingkungan IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN


Jalan dibuat untuk menghubungkan suatu KECELAKAAN LALU LINTAS
tempat ke tempat lain dari berbagai lokasi didalam Identifikasi daerah rawan kecelakaan lalu lintas
kota maupun diluar kota. Berbagai faktor lingkungan meliputi dua tahapan diantaranya sejarah kecelakaan
jalan sangat berpengaruh dalam kegiatan lalu lintas. (accident history) dari seluruh wilayah studi dipelajari
Hal ini mempengaruhi pengemudi dalam mengatur untuk memilih beberapa lokasi yang rawan terhadap
kecepatan (mempercepat, konstan, memperlambat atau kecelakaan dan lokasi terpilih dipelajari secara detail
berhenti), jika menghadapi situasi seperti ini: untuk menemukan penanganan yang dilakukan. Daerah
a. Lokasi jalan rawan kecelakaan dikelompokkan menjadi tiga
b. Iklim/Musim diantaranya tampak rawan kecelakaan (hazardous
c. Volume lalu lintas (karakter arus lalu sites), rute rawan kecelakaan (hazardous routes)dan
lintas) wilayah rawan kecelakaan (hazardous area) ( Pusdiklat
Perhubungan Darat, 1998)
Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh
faktor lingkungan dapat diuraikan sebagai berikut : Lokasi Rawan Kecelakaan (Hazardous Sites)
1. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan Lokasi atau site adalah daerah-daerah tertentu
oleh faktor alam. yang meliputi pertemuan jalan, access point dan ruas
2. Kecelakaan lalu lintas yang disebabkan jalan yang pendek.
oleh faktor lain. Rute Rawan Kecelakaan (Hazardous Routes)
Panjang rute kecelakaan biasanya ditetapkan
PENGATUR LALU LINTAS lebih dari 1 kilometer. kriteria yang dipakai dalam
Rambu Lalu Lintas (Traffic Signs) mementukan rute rawan kecelakaan (hazardous routes)
Rambu lalu lintas sesuai dengan fungsinya adalah sebagai berikut (Pusdiklat Perhubungan Darat,
dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu : rambu 1998) :
peringatan, rambu larangan, rambu perintah dan rambu a. Jumlah kecelakaan melebihi suatu nilai
petunjuk. tertentu dengan mengabaikan variasi
panjang rute dan variasi volume
Informasi yang ditampilkan pada rambu harus kecelakaan.
tepat dalam pengertian sesuai dengan pesan yang b. Jumlah kecelakaan per kilometer melebihi
ditampilkan melalui kata-kata, simbol-simbol atau suatu nilai tertentu dengan mengabaikan
bentuk gabungan kata dan simbol frekwensinya harus volume kendaraan.
seperti membuat perhatian langsung setiap saat c. Tingkat kecelakaan (per kendaraan-
dibutuhkan tetapi tidak boleh secara sembarangan yang kilometer) melebihi nilai tertentu.
malah tidak diperhatikan. Menurut SK. MENHUB
No.61 Tahun 1993 persyaratan penempatan rambu lalu Wilayah Rawan Kecelakaan (Hazardous Area)
lintas adalah sebagai berikut : Luas wilayah rawan kecelakaan (hazardous
1. Untuk rambu-rambu yang ditempatkan area) biasanya ditetapkan berkisar 5 km². Kriteria
pada sisi jalan. dipakai dalam penentuan wilayah rawan kecelakaan
2. Untuk rambu-rambu yang ditempatkan di adalah sebagai berikut (Pusdiklat Perhubungan Darat,
atas permukaan jalur kendaraan. 1998) :
3. Jarak antar bagian rambu terdekat dengan a. Jumlah kecelakaan per km² per tahun
bagian paling tepi dari perkerasan jalan dengan mengabaikan variasi panjang jalan
yang dapat dilalui kendaraan minimal 0,60 dan variasi volume lalulintas.
meter.
b. Jumlah kecelakaan per penduduk dengan
Marka Jalan mengabaikan variasi panjang jalan dan
Menurut UU Republik Indonesia No.22 tahun variasi volume kecelakaan.
2009 Pasal 1, marka lalu lintas adalah suatu tanda yang c. Jumlah kecelakaan per kilometer jalan

3
dengan mengabaikan volume lalu lintas. DIAGRAM ALIR PENELITIAN
d. Jumlah kecelakaan per kendaraan yang
dimiliki oleh penduduk di daerah tersebut MULAI
(hal ini memasukkan faktor volume lalu
lintas secara kasar).
PENDAHULUAN
Yang berisikan latar belakang, tujuan, manfaat dan
METODE PENELITIAN
batasan penelitian

LOKASI PENELITIAN
Lokasi yang akan diteliti adalah Jalan Dalu- TINJAUAN PUSTAKA
Dalu sampai Pasir Pengaraian. Berisi penelitian–penelitian terdahulu

PENGUMPULAN DATA

Adapun data-datanya sebagai berikut: LANDASAN TEORI


1. Data Primer Berisikan teori–teori penunjang yang diperlukan dalam
a. Data geometrik jalan penelitian
b. Survei lapangan
2. Data Sekunder
a. Data kecelakaan lalu lintas di Jalan PENGUMPULAN DATA
- Data kecelakaan
Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian - Data panjang jalan
2010–2012 dari Polres Rokan Hulu.

ANALISA DATA
a. Merekap data kecelakaan, data yang
direkap antara lain, ruas jalan sebagai PEMBAHASAN ANALISA DATA
lokasi kecelakaan, jumlah kejadian
kecelakaan jalan dan jumlah korban pada 1. Merekap data sekunder yang telah
diperoleh seperti data kecelakaan, panjang
tiap kelas kecelakaan.
jalan, dan data volume lalu lintas.
b. Merekap data jalan raya yang berisi
2. Mengetahui kakrakteristik kecelakaan
informasi mengenai panjang jalan, jumlah 3. Mengetahui faktor penyebab kecelakaan
lajur dan arah, ada tidaknya median dan
volume kendraannya
c. Penyajian data hasil survey lapangan dan
hasil permohonan minta data dari instansi
terkait.
d. Penyebab kecelakaan di Jalan Dalu-Dalu Kesimpulan dan saran
sampai Pasir Pengaraian.
SLESAI
KecelakaanLaluLintas
Data kecelakaan merupakan data utama dalam
penelitian ini yang diperoleh dari Unit Laka lantas Gambar1 Bagan Alir(flow chart) penelitian
Polres Rokan Hulu, data tersebut merupakan laporan
serta informasi dari setiap kecelakaan yang terjadi di HASIL DAN PEMBAHASAN
Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian, sehingga
data tersebut dapat dijadikan bahan penelitian. Hasil Identifikasi kecelakaan lalu lintas di Jalan Dalu-
pengumpulan data ditampilkan pada tabel 1 di bawah Dalu sampai Pasir Pengaraian memuat tentang
ini. peristiwa kecelakaan yang terjadi selama kurun waktu
lebih kurang 3 tahun yaitu dari tahun 2010 sampai
Tabel 1 Data kecelakaan lalu lintas di Jalan Dalu-Dalu dengan tahun 2012, yang merupakan data sekunder
sampai Pasir Pengaraian selama 3 tahun yang diperoleh dari Polres Rokan Hulu Pasir
terakhir. Pengaraian. Data ini digunakan untuk menggambarkan
N Tahun Jumlah Meninggal Luka Luka Jumlah kecenderungan kecelakaan yang terjadi pada ruas Jalan
o Kecelakaan Dunia Berat Ringa Korban
n Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian.
1 2010 20 11 6 10 27
Berdasarkan data yang telah didapat penulis akan
menganalisa dan membahas masalah kecelakaan lalu
2 2011 28 12 16 7 35
lintas di Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian.
3 2012 20 11 8 9 28 Analisa yang akan dilakukan adalah :
jumlah 68 34 30 26 90
1. Identifikasi kecelakaan
Sumber: Polres Rokan Hulu 2. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan

4
IDENTIFIKASI KECELAKAAN LALU LINTAS berubah. Arus lalu lintas yang terjadi merupakan
DI JALAN DALU-DALU SAMPAI PASIR gabungan dari kendaraan, manusia dan jalan. Dari
PENGARAIAN ketiga unsur tersebut yang merupakan penyebab
tertinggi terjadinya kecelakaan merupakan manusia.
Analisa identifikasi kecelakaan di ruas Jalan Dari analisa yang dapat disimpulkan kecelakaan yang
Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian berdasarkan : terjadi di Jalan Dalu–Dalu sampai Pasir Pengaraian
disebabkan beberapa faktor antara lain :
 Kejadian kecelakaan a. Faktor Pengemudi
 Waktu dan lokasi kejadian kecelakaan lalu b. Faktor pejalan Kaki
lintas c. Faktor Kendaraan
 Identifikasi kecelakaan berdasarkan hari d. Faktor Jalan
terjadinya kecelakaan e. Faktor Lingkungan
 Jenis kendaraan yang berbenturan
KESIMPULAN
Identifikasi Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan 1. Berdasarkan penelitian yang di lakukan
Kejadian Kecelakaan didapatkan kesimpulan tentang identifikasi
Dari data yang didapat jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Dalu –
kecelakaan di ruas Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Dalu sampai Pasir Pengaraian adalah
Pengaraian angka kecelakaan tertinggi terjadi pada sebagai berikut :
tahun 2011 dengan jumlah 28 kejadian kecelakaan dan a. Identifikasi kecelakaan berdasarkan
korban yang paling banyak juga terjadi pada tahun kejadian kecelakaan.
2011 sebanyak 35 korban kecelakaan. Dari data yang didapat jumlah kejadian
kecelakaan di ruas Jalan Dalu–Dalu
Identifikasi Berdasarkan Waktu Kejadian Dan sampai Pasir Pengaraian angka
Lokasi Kejadian kecelakaan tertinggi terjadi pada tahun
2011 dengan jumlah 28 kejadian
Dari data yang didapat karakteristik menurut kecelakaan dan korban yang paling
waktu dan lokasi kecelakaan di ruas Jalan Dalu-Dalu banyak juga terjadi pada tahun 2011
sampai Pasir Pengaraian kecelakaan lalu lintas dari sebanyak 34 korban kecelakaan.
tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 yang sering b. Identifikasi kecelakaan berdasarkan
terjadi adalah pada pukul 18.00 - 24.00 dan lokasi yang waktu kejadian dan lokasi kejadian.
rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas yakni berada di Dari data yang didapat karakteristik
KM 224 dengan 5 kejadian kecelakaan lalu lintas. menurut waktu dan lokasi kecelakaan di
ruas Jalan Dalu–Dalu sampai Pasir
Identifikasi Kecelakaan Berdasarkan Hari Pengaraian kecelakaan lalu lintas tiga
Terjadinya Kecelakaan tahun terakhir yang sering terjadi adalah
pada pukul 18.00 - 24.00 dengan 10
Kepadatan arus lalu lintas juga bisa
kasus dan lokasi yang sering terjadinya
mempengaruhi kecelakaan seperti volume kendaraan
kecelakaan lalu lintas yakni berada di
dihari kerja, libur dan hari-hari besar keagamaan.
KM 224 dengan 5 kejadian kecelakaan
Jumlah kecelakaan yang terjadi berdasarkan hari di
lalu lintas.
ruas Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian adalah
c. Identifikasi kecelakaan berdasarkan hari
pada akhir minggu yaitu hari Sabtu dengan 20 kasus
terjadinya kecelakaan Kepadatan arus
kejadian kecelakaan lalu lintas.
lalu lintas juga bisa mempengaruhi
Identifikasi Kecelakaan Berdasarkan Kendaraan kecelakaan seperti volume kendaraan
yang Berbenturan dihari kerja, libur dan hari-hari besar
keagamaan. jumlah kecelakaan yang
Identifikasi kendaraan yang berbenturan di ruas sering terjadi berdasarkan hari di ruas
Jalan Dalu-Dalu sampai Pasir Pengaraian dari tahun Jalan Dalu–Dalu sampai Pasir
2010 sampai dengan tahun 2012 adalah antara sepeda Pengaraian adalah pada akhir minggu
motor dengan sepeda motor dan sepeda motor dengan yaitu hari Sabtu dengan 20 kasus
mobil pribadi. kejadian kecelakaan lalu lintas.
d. Identifikasi kecelakaan berdasarkan
FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN LALU kendaraan yang berbenturan.
LINTAS DI JALAN DALU-DALU SAMPAI Berdasarkan kendaraan yang berbenturan
PASIR PENGARAIAN di ruas Jalan Dalu–Dalu sampai Pasir
Pengaraian dari tahun 2010 sampai 2012
Arus lalu lintas pada suatu lokasi tergantung adalah antara sepeda motor dengan
pada beberapa faktor yang berhubungan dengan sepeda motor 13 kasus dan sepeda motor
kondisi daerah setempat. Besaran ini bervariasi pada dengan mobil pribadi 13 kasus.
tiap jam dalam sehari, tiap hari dalam seminggu dan
tiap bulan dalam satu tahun sehingga karakternya

5
2. Faktor utama penyebab kecelakaan lalu Direktorat Jendral Bina Marga (1997).
lintas di Jalan Dalu–Dalu sampai Pasir Manual Kapasitas Jalan Indonesia. Departemen
Pengaraian adalah : Pekerjaan Umum. Jakarta
a. Faktor manusia
b. Faktor kendaraan Hendarsin, Shirley L (2000).
c. Faktor Jalan Penuntun Praktis Perencanaan Teknik Jalan
Raya, Cetakan Pertama, Politeknik Negeri,
SARAN Bandung.
Diharapkan kepada pihak terkait untuk dapat Pignataro, L.J 1973,
menertibkan kendraan (kelengkapan kendaraan dan
kelengkapan berkendara) arus lalu lintas di Jalan Dalu– Traffic Engineering Theory and Practice,
Dalu sampai Pasir Pengaraian, agar terciptanya arus Prentice-Hall Inc, Englewood Cliffs, New
lalu lintas yang baik demi keselamatan bersama. Jersey.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 tahun 1993.


DAFTAR PUSTAKA
tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan.
Clarkson, H. Oglesby.,R. Gary Hicks (1998). Jakarta.
Teknik Jalan Raya Edisi Keempat. Jakarta:
Penerbit Erlangga.