Anda di halaman 1dari 7

I.

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. B
Jenis Kelamin : PEREMPUAN
Umur : 49 TAHUN
Alamat : CIJANTUNG
Agama : KRISTEN
Suku Bangsa : BATAK
Pekerjaan : IRT
Pendidikan Terakhir : SMA
Status Pernikahan : MENIKAH

II. ANAMNESIS
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 22 januari 2019
di Klinik Kulit & Kelamin, RSUD Pasar Rebo, Jakarta.
o Keluhan Utama
Warna kulit menjadi putih

o Keluhan Tambahan

o Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD Pasar Rebo mengeluh warna
kulitnya menjadi putih. Kulit menjadi putih awalnya dirasakan di bagian sela jari kaki
kiri sebesar biji jagung sejak 8 tahun yang lalu. Namun lama kelamaan semakin melebar
hingga hampir mengenaik seluruh kaki. Lalu setelah 2 tahun muncul kembali pada
bagian sela jari kaki kanan dan sela jadi tangan kanan dan kiri yang lama kelamaan
makin melebar. Keluhan tidak disertai dengan gatal, nyeri ataupun baal. 2 tahun yang
lalu pasien mengobati keluhannya dengan menbeli salep yang sama dengan
tetangganya yang mengalami keluhan yang sama namun setelah menggunakannya
tidak ada perubahan.
6 bulan yang lalu keluhan muncul lagi pada bagian sekitar bibir dan siku kiri yang
awalnya hanya sebesar biji jagung semakin lama semakin meluas. Pasien juga mengaku
sebelum keluhannya muncul tidak ada luka di sekitar kulitnya. Selama 8 tahun pasien
belum pernah memeriksakan dirinya ke dokter. Dan karena takut keluhannya semakin

1
meluas dan akan menggangu penampilan, akhirnya pasien datang ke poli kulit untuk
memeriksakan keluhannya.

o Riwayat Penyakit Dahulu


 Pasien belum pernah merasakan keluhan yang sama
 Diabetes militus disangkal
 Hipertensi disangkal
 Penyakit tiroid disangkl

o Riwayat Penyakit Keluarga


 Tidak ada keluarga yang mengeluhkan keluhan yang sama.

2
o Riwayat Pengobatan
2 tahun lalu pasien sudah membeli salep yang sama yang digunakan oleh tetangganya
yang mengalami keluhan yang sama namun keluhannya tidak kunjung membaik
masih sama seperti sebelumnya.

o Riwayat Alergi
Alergi makanan : telur, ikan laut, dan jagung.

Alergi obat : disangkal

III. PEMERIKSAAN FISIK


o Status Generalis
Keadaan Umum : baik Kesadaran : composmetis
Tekanan Darah : 20/80mmhg Frekuensi Nadi. : 88x/menit
Pernapasan : 18x/menit Suhu. : 36,90C
Berat Badan : 62 kg
o Status Lokalis
Kepala : normocephal, rontok (-)
Mata : Conjunctiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-)
THT : deformitas -/- , secret -/-
Axilla : Pembesaran KGB (-)
Thorax : Vesikuler +/+ , Rh -/- Wh -/- , S1S2 reguler, Murmur (-) gallop
(-)
Abdomen : BU (+), NT -
Genitalia : Tidak diperiksa
Ekstremitas Superior : Pada status dermtologis
Ekstremitas Inferior : Pada status dermatologis

3
o Status Dermatologis
Regio dorsum pedis dextra dan sinistra
Efloresensi : Makula depigmentasi multiple bilateral dengan ukuran lentikular dan nummular,
bentuk tidak teratur sirkumskrip.

Regio dorsum manus dextra dan sinistra


Efloresensi : Makula depigmentasi multiple bilateral dengan ukuran lenticular dan nummular,
bentuk tidak teratur sirkumskrip.

4
Regio Orbicularis oris
Efloresensi : macula depigmentasi multiple dengan ukuran lenticular dan bentuk linear
sirkumskrip.

Regio cubiti sinistra


Efloresensi : Makula dipigmentasi bentuk tidak teratur sirkumskrip.

IV. RESUME
Pasien perempuan berusia 49 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD Pasar Rebo
dengan keluhan macula depigmentasi dengan ukuran lentikular sejak 8 tahun yang lalu pada
regio dorsum pedis sinistra yang lama kelamaan semakin membesar. 6 tahun yang lalu muncul
makula depigentasi pada regio dorsum pedis dextra dan dorsum manus dextra dan sinistra. 6
bulan yang lalu keluhan muncul juga pada regio orbicularis oris dan cubiti yang lama kelamaan
makin membesar. Keluhan tidak disertai dengan gatal, nyeri, dan baal. Pasien juga mengaku
tidak ada luka pada kulit yang memutih sebelumnya. Pasien mengatakan belum pernah berobat
ke dokter mengenai keluhannya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya makula
depigmentasi multiple bilateral dengan ukuran lenticular dan nummular, bentuk tidak teratur
sirkumskrip pada regio dorsum pedis dextra dan sinistra dan Regio dorsum manus dextra dan
sinistra. Makula depigmentasi multiple dengan ukuran lenticular dan bentuk linear sirkumskrip

5
pada regio orbicularis oris. Makula dipigmentasi bentuk tidak teratur sirkumskrip pada regio
cubiti sinistra.

V. DIAGNOSIS BANDING
 Vitiligo
Vitiligo adalah penyakit kulit didapat dengan manifestasi klinis yang khas
berupa makula dan patch depigmentasi akibat terjadinya kematian melanosit.
Vitiligo juga menimbulkan dampak psikologis bermakna terutama pada
individu berkulit gelap yang memiliki gejala klinis vitiligo yang lebih jelas
dibandingkan dengan individu berkulit putih.
 Pitiriasis vesikolor
Pitiriasis versikolor (PV) adalah penyakit jamur superfisial ringan akibat infeksi
kulit kronis oleh jamur lipofilik genus Malassezia. Manifestasi klinis khas
berupa bercak diskret atau konfluens dengan perubahan warna baik
hipopigmentasi, hiperpigmentasi ataupun eritematosa, tertutup skuama halus,
terutama pada bagian atas dan ekstremitas proksimal.

VI. PEMERIKSAAN PENUNJANG


Lampu wood

VII. DIAGNOSIS AKHIR


Vitiligo

VIII. PENATALAKSANAAN
o Non Medikamentosa
 Menerangkan kepada pasien mengenai penyakit yang diderita pasien.
 Menerangkan kepada pasien untuk bersabar karena pengobatannya lama.

6
o Medikamentosa
R/ Cream Betametason Valerate 0,1% tube 1
S 1 dd cream 1

Fototerapi dengan UVA dengan dosis 0,5 J/cm2 2 kali seminggu

IX. EDUKASI
 Gunakan obat secara teratur
 Control setiap minggu untuk melihat kemajuan terapi

X. PROGNOSIS
Quo ad Vitam : Ad bonam
Quo ad Fungsionam : Ad bonam
Quo ad Sanationam : Ad bonam

Nama Mahasiswa Kepaniteraan Klinik : Futuh Muhammad Perdana


NPM : 1102013116