Anda di halaman 1dari 14

FASE PERKEMBANGAN “USIA LANJUT”

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS


PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

DOSEN PENGAMPU
RUGAYAH MEIS A.,S.Pd, M.Psi

DISUSUN OLEH :
RACHMA AULIA PRIMA YANTI
182030100001

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
I. DEFINISI USIA LANJUT
Usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Usia 60-an biasanya
dipandang sebagai garis pemisah antara usia madya dan usia lanjut. Usia lanjut ditandai
dengan perubahan fisik dan psikologis tertentu. Efek-efek ini menentukan, apakah pria
atau wanita usia lanjut akan melakukan penyesuaian diri secara baik atau buruk. Ciri-ciri
usia lanjut cenderung menuju dan membawa penyesuaian diri yang buruk daripada yang
baik dan kepada kesengsaraan daripada kebahagiaan.
Perubahan-perubahan ini sesuai dengan hukum kodrat manusia yang pada umumnya
dikenal dengan istilah “menua”. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi struktur
baik fisik maupun mental dan keberfungsiannya juga. Istilah “keuzuran” (senility)
digunakan untuk mengacu pada periode waktu selama usia lanjut apabila kemunduran
fisik telah terjadi dan apabila telah terjadi disorganisasi mental. Seseorang yang menjadi
eksentrik, kurang perhatian, dan terasing secara sosial, maka penyesuaian dirinya pun
buruk biasanya disebut “uzur”. Sikap tidak senang terhadap diri sendiri, orang lain,
pekerjaan, dan kehidupan pada umumnya dapat menuju ke keadaan uzur, karena terjadi
perubahan pada lapisan otak. Akibatnya, orang menurun secara fisik dan mental dan
mungkin akan segera meninggal. Seseorang yang mempunyai motivasi rendah untuk
mempelajari hal-hal baru, atau ketinggalan dalam penampilan, sikap atau pola perilaku,
akan semakin memburuk lebih cepat daripada orang yang mempunyai motivasi yang
kuat.
Sebagian besar tugas perkembangan usia lanjut lebih banyak berkaitan dengan
kehidupan pribadi seseorang daripada kehidupan orang lain. Hal ini sering diartikan
sebagai perbaikan dan perubahan peran yang pernah dilakukan di dalam maupun di luar
rumah.

II. PENYESUAIAN DIRI PADA USIA LANJUT


Orang usia lanjut secara tidak proporsional menjadi subjek bagi masalah emosional
dan mental yang berat. Insiden psikopatologi timbul seiring dengan bertambahnya usia.
Gangguan fungsional keadaan depresi dan paranoid terus bertambah sama seperti
penyakit otak setelah usia 60 tahun.
Zaman sekarang banyak orang mencari cara untuk memperlambat penuaan usaha ini
merupakan releksi dari keasyikan orang muda yang berhubungan dengan sejarah
peradaban manusia. Adapun Beberapa masalah umum yang unik bagi orang usia lanjut
adalah sebagai berikut :
a. Keadaan fisik lemah dan tak percaya diri, sehingga harus tergantung pada orang
lain.
b. Status ekonomi sangat terancam, sehingga cukup beralasan untuk melakukan
berbagai perubahan besar dalam pola hidupnya.
c. Menentukan kondisi hidup yang sesuai dengan perubahan status ekonomi dan
kondisi fisik.
d. Mengembangkan kegiatan baru untuk mengisi waktu luang yang semakin
bertambah.
e. Mulai merasakan kebahagiaan dari kegiatan yang sesuai untuk orang berusia
lanjut dan memiliki kemauan untuk mengganti kegiatan lama yang berat dengan
kegiatan yang lebih cocok.

III. PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA USIA LANJUT


Adapun perubahan-perubahan yang terjadi pada usia lanjut adalah sebagai berikut :
1. Perubahan Penampilan
Kebanyakan tanda-tanda perubahan yang paling jelas dari usia lanjut hanyalah
perubahan pada wajah. Walaupun wanita dapat menggunakan kosmetik untuk
menutupi tanda-tanda ketuaan pada wajah, tetapi tetapi tetap saja akan terlihat
sebuah perubahan, misalnya perubahan yang terjadi pada bagian-bagian lainnya
pada tubuh. Berikut adalah perubahan yang sangat jelas terlihat pada usia lanjut:
a. Daerah Kepala dan Wajah
 Hidung menjulur lemas.
 Bentuk mulut berubah akibat hilangnya gigi
 Mata kelihatan pudar, tak bercahaya dan sering berair.
 Dagu berlipat dua atau tiga.
 Pipi berkerut, longgar, dan bergelombang.
 Kulit berkerut dan kering berbintik hitam, banyak tahi lalat, atau
ditumbuhi kutil.
 Rambut menipis, berubah menjadi putih atau abu-abu, dan kaku
 Tumbuh rambut halus dalam hidung telinga dan alis.
b. Daerah Tubuh
 Bahu membungkuk dan tampak mengecil.
 Perut membesar dan membuncit.
 Pinggul tampak mengendor dan lebih lebar dibandingkan dengan waktu
sebelumnya.
 Payudara bagi wanita menjadi kendur dan melorot.
c. Daerah Persendian
 Pangkal tangan menjadi kendur dan terasa berat, Adapun ujung tangan
tampak mengerut.
 Kaki menjadi kendur dan pembuluh darah menonjol terutama yang ada di
sekitar pergelangan kaki.
 Tangan menjadi kurus kering dan pembuluh vena di sepanjang bagian
belakang tangan menonjol.
 Kaki membesar karena otot-otot mengendur, timbul benjolan-benjolan,
ibu jari kaki membengkak dan bisa meradang serta sering timbul kelosis
 Kuku tangan dan kaki menebal, mengeras, dan mengapur.
d. Fungsi Fisiologis
Tingkat denyut nadi dan konsumsi oksigen lebih beragam bagi mereka yang
telah berusia lanjut dibanding mereka yang lebih muda. Meningkatnya
tekanan darah yang terjadi akibat bertambah kerasnya dinding pembuluh
arteri aorta dari pusat, merupakan gejala umum bagi orang yang berusia
lanjut. Air seni yang diproduksi oleh orang usia lanjut berkurang dan
kandungan creatine dalam air seni juga berkurang dibanding orang yang lebih
muda. Pada usia lanjut, terjadi penurunan dalam jumlah waktu tidur yang
diperlukan dan kenyenyakan tidurnya.
e. Seksualitas
Masa berhentinya reproduksi keturunan (klimakterik) pada pria datang
belakangan dibanding masa menopause pada wanita, dan memerlukan masa
yang lebih lama. Pada umumnya ada penurunan potensi seksual selama usia
60-an, kemudian berlanjut sesuai dengan bertambahnya usia. Seperti masa
menopause, masa klimakterik disertai dengan menurunnya fungsi gonadal
karena gonadal ialah yang bertanggung jawab terhadap berbagai perubahan
yang terjadi selama masa klimakterik. Klimakterik pada pria mempunyai dua
efek umum: Pertama, terjadinya penyusutan atau penurunan ciri-ciri seks
sekunder misalnya perubahan suara, titinada suara meninggi, rambut pada
bagian wajah dan badan menjadi berkurang keindahannya, dan kekerasan otot
secara umum menurun menjadi lembek. Secara umum, orang berusia lanjut
berkurang kelaki-lakiannya dibanding pada masa sebelumnya. Begitu juga
wanita berkurang keluwesannya setelah masa menopause terjadi. Kedua,
klimakterik pada pria mempengaruhi fungsi seksual. Walaupun potensi telah
berkurang, tetapi tidak berarti bahwa keinginan melakukan hubungan seksual
menurun.
2. Perubahan Bagian Dalam Tubuh
Perubahan pada sistem saraf (nervous systems) yang sangat perlu diperhatikan
ialah pada otak. Pada usia lanjut, berat otak berkurang, bilik-bilik jantung
melebar sedang pita jaringan cortical menyempit. Sistem saraf pusat juga
berubah sejak awal periode lanjut. Perubahan ini ketahuan dari menurunnya
kecepatan belajar sesuatu, yang diikuti dengan menurunnya kemampuan
intelektual.
3. Perubahan Kemampuan Motorik pada Usia Lanjut
Penyebab fisik yang mempengaruhi perubahan-perubahan dalam kemampuan
motorik meliputi menurunnya kekuatan dan tenaga yang biasanya menyertai
perubahan fisik yang terjadi karena bertambahnya usia, menurunnya kekerasan
otot, kekuatan pada persendian, gemetar pada tangan, kepala, dan rahang bawah.
Berikut adalah perubahan motorik pada usia lanjut :
a. Kekuatan
Penurunan kekuatan yang paling nyata ialah pada kelenturan otot-otot tangan
bagian depan dan otot-otot yang menopang tegaknya tubuh. Orang berusia
lanjut lebih cepat dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk memulihkan
diri dari keletihan dibanding orang yang lebih muda.
b. Kecepatan
Penurunan kecepatan dalam bergerak bagi orang usia lanjut dapat dilihat dari
tes terhadap waktu reaksi dan keterampilan dalam bergerak, seperti dalam
menulis tangan. Kecepatan dalam bergerak tampak sangat menurun setelah
usia 60 tahun.
4. Perubahan Mental pada Usia Lanjut
a. Belajar
Orang yang berusia lanjut lebih berhati-hati dalam belajar, memerlukan
waktu yang lebih banyak untuk dapat mengintegrasikan jawaban mereka,
kurang mampu mempelajari hal-hal baru yang tidak mudah diintegrasikan
dengan pengalaman masa lalu, dan hasilnya kurang tepat dibanding orang
yang lebih muda.
b. Berpikir dalam Memberi Argumentasi
Secara umum, terdapat penurunan kecepatan dalam mencapai kesimpulan,
baik dalam alasan induktif maupun deduktif. Sebagian dari hal ini,
merupakan akibat dari sikap yang terlalu hati-hati dalam mengungkapkan
alasan yang gradasinya cenderung meningkat sejalan dengan pertambahan
usia.
c. Ingatan
Orang berusia lanjut pada umumnya cenderung lemah dalam mengingat hal-
hal yang baru dipelajari dan sebaliknya baik terhadap hal-hal yang telah lama
dipelajari. Sebagian dari ini disebabkan oleh fakta bahwa mereka tidak selalu
termotivasi dengan kuat untuk mengingat-ingat sesuatu, sebagian disebabkan
oleh kurangnya perhatian, dan sebagian lagi disebabkan oleh pendengaran
yang kurang jelas serta apa yang didengarnya berbeda dengan yang
diucapkan orang. Kemampuan dalam mengingat ulang banyak dipengaruhi
oleh faktor usia dibanding pemahaman terhadap objek yang ingin
diungkapkan kembali. Banyak orang berusia lanjut yang menggunakan
tanda-tanda, terutama simbol visual, suara, dan gerakan (kinestetis), untuk
membantu kemampuan mereka dalam mengingat kembali.

IV. BAHAYA UMUM PADA USIA LANJUT


a. Penyakit dan Hambatan Fisik
Orang berusia lanjut biasanya banyak terserang gangguan sirkulasi darah,
gangguan dalam sistem metabolisme, gangguan yang melibatkan mental,
gangguan pada persendian, penyakit tumor (baik yang tidak berbahaya maupun
yang menular), sakit jantung, rematik, encok, pandangan dan pendengaran
berkurang, tekanan darah tinggi, berjalan gontai, kondisi mental, dan saraf
terganggu.
b. Kurang Gizi
Penyakit kurang gizi pada usia lanjut lebih banyak disebabkan oleh faktor
pengaruh psikologi dibanding sebab ekonomi. Pengaruh psikologi yang terbesar
ialah hilangnya selera karena rasa takut dan depresi mental, tidak ingin makan
sendirian, dan tidak ingin makan karena merasa curiga sebelumnya. Bahkan pada
waktu makan yang dikonsumsi kurang bermutu dan kurang jumlahnya, banyak
orang berusia lanjut yang tidak memperoleh gizi cukup dari makanannya, karena
tidak diserap tubuh yang disebabkan oleh gangguan sistem kelenjar endokrin yang
tidak berfungsi seperti dahulu.
c. Kecelakaan
Orang berusia lanjut biasanya lebih mudah terkena kecelakaan dibanding orang
yang lebih muda. Bahkan walaupun kecelakaan ini tidak fatal, dapat
menyebabkan seseorang yang berusia lanjut dapat jatuh, yang mungkin
disebabkan oleh gangguan lingkungan atau kepala pusing, pening, kondisi yang
lemah, dan gangguan penglihatan merupakan penyebab kecelakaan yang paling
umum bagi wanita berusia lanjut. Adapun pria berusia lanjut sering memperoleh
kecelakaan yang disebabkan karena mengendarai mobil atau ditabrak mobil
waktu sedang berjalan. Kecelakaan yang disebabkan oleh kebakaran atau api juga
dapat terjadi terhadap para usia lanjut.
d. Bahaya Psikologis
 Perasaan rendah diri dan tidak enak yang datang bersamaan dengan
perubahan fisik.
 Kecurigaan atau realisasi bahwa penurunan mental sudah mulai terjadi. Bagi
banyak orang usia lanjut curiga bahwa mereka dalam beberapa hal pelupa,
mereka menemui kesulitan dalam belajar fakta dan nama-nama baru, dan
mereka merasa tidak dapat bertahan terhadap tekanan yang berat yang biasa
mereka pikul sebelumnya.
 Perasaan bersalah karena mereka tidak bekerja sedang orang lain masih
bekerja.
 Pelepasan berbagai kegiatan sosial.

V. HUBUNGAN DAN PASANGAN DALAM USIA LANJUT


Dengan berubahnya peran dari pekerja ke pensiun, kebanyakan pria menghabiskan
sebagian besar waktunya untuk tinggal di rumah daripada yang mereka lakukan
sebelumnya. Jika hubungan mereka dan istrinya baik, hal ini akan mendatangkan
kebahagiaan bagi mereka berdua. Karena banyak pria pensiunan merasa kehilangan
aktivitas dan tidak tahu apa yang harus dilakukan pada waktu senggang, maka mereka
cenderung merasa tertekan dan tidak bahagia. Mereka menunjukkan perasaannya dengan
cara bersikap kritis terhadap situasi, mencari-cari kesalahan dan tidak senang dengan apa
yang dilakukan istrinya. Banyak juga yang merasa tidak senang terhadap saran-saran
yang dianggap sebagai pekerjaan rumah tangga, karena pekerjaan semacam ini mereka
anggap sebagai tugas wanita.
Seberapa jauh penyesuaian antara suami dan istri, satu sama lainnya di hari tua,
apabila pensiun memaksa mereka untuk lebih senang bersama daripada waktu-waktu
sebelumnya selama perkawinan mereka, terutama bergantung pada seberapa banyak
minat yang sama-sama mereka punyai. Sebaliknya, hal tersebut akan banyak bergantung
pada seberapa rukun mereka di waktu dahulu, terutama pada usia madya, ketika anak-
anak mereka meninggalkan rumah sehingga mereka bebas dari tugas sebagai orang tua
dan bebas dari tugas yang berorientasi pada rekreasi.

VI. PENYESUAIAN DIRI TERHADAP HILANGNYA PASANGAN PADA USIA


LANJUT
Tidak dapat disangkal lagi satu di antara penyesuaian yang utama yang harus
dilakukan oleh orang usia lanjut ialah penyesuaian yang harus dilakukan karena
kehilangan pasangan hidup. Kehilangan ini dapat disebabkan oleh kematian atau
perceraian, walaupun umumnya lebih banyak disebabkan oleh kematian. Karena alasan
inilah maka merupakan kebiasaan bagi wanita untuk menikah dengan pria yang berumur
sama atau lebih tua dan karena rata-rata pria, meninggal lebih cepat dari wanita, maka
menjanda di hari tua lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.
a. Masalah Penyesuaian Diri bagi Pria
Memang benar bahwa masalah keuangan karena pensiun bagi pria tampak relatif
lebih kecil daripada wanita, di samping itu seorang janda lebih memerlukan
keamanan sosial dan sumber pendapatan lainnya serta ada masalah lain yang
sering sangat sulit untuk mereka atasi. Dari sejumlah masalah penyesuaian yang
perlu diatasi, tiga masalah yang bersifat umum dan serius, yaitu:
 Usia lanjut merupakan suatu periode di mana selama masa ini keinginan
menyusut.
 Walaupun duda mungkin tidak selalu merasa puas dengan perkawinannya,
tetapi ia masih dapat menerima istrinya untuk dijadikan sahabat, untuk
merawat kebutuhan fisik, dan mengatur rumah tangga mereka.
 Masalah tempat tinggal merupakan duri bagi sebagian besar duda dan dalam
banyak hal merupakan salah satu masalah besar baginya.
b. Masalah Penyesuaian Diri pada Wanita
Bagi wanita, masalah penyesuaian diri dengan masa menjanda sering kali terasa
sulit karena berkurangnya pendapatan kecuali kalau suaminya mempunyai polis
asuransi jiwa atau mempunyai tunjangan pensiun yang diperuntukkan bagi para
jandanya. Sementara itu, kebanyakan para janda dewasa ini dapat mengharapkan
keuntungan tunjangan jaminan sosial dari suami yang telah meninggal.
Pendapatan ini lebih sedikit dibandingkan dengan bila suaminya masih hidup.
Masalah penyesuaian diri utama yang dihadapi para janda dipengaruhi oleh
jumlah pendapatan mereka. Menurunnya pendapatan secara drastis dapat
menimbulkan malapetaka bagi keluarga.

VII. POLA HIDUP BAGI KAUM USIA LANJUT


Pola kehidupan di masa usia lanjut lebih beragam dibanding pada masa usia tengah
baya, karena pola hidupnya telah di standardisasi. Beberapa kondisi yang mempengaruhi
pilihan pola hidup bagi kaum usia lanjut antara lain:
a. Status ekonomi.
b. Status perkawinan.
c. Kesehatan.
d. Kemudahan dalam perawatan.
e. Jenis kelamin.
f. Anakanak.
g. Keinginan untuk mempunyai teman.
h. Iklim.

VIII. KEBUTUHAN FISIK DAN PSIKOLOGIS DALAM POLA HIDUP ORANG


USIA LANJUT
a. Kebutuhan Fisik
 Temperatur di rumah sebaiknya seimbang antara temperatur lantai dan atap.
Karena sirkulasi udara yang buruk menjadikan orang usia lanjut sensitif
terhadap temperatur di bagian atap.
 Orang usia lanjut memerlukan jendela yang lebar agar banyak cahaya yang
masuk untuk mengimbangi penglihatan yang turun.
 Peralatan rumah tangga mereka harus didesain dengan mengutamakan
keselamatan dan kemerdekaan orang usia lanjut dalam mempergunakannya.
Orang usia lanjut sebaiknya menaiki sedikit tangga, lantai tidak boleh licin,
atau lebih baik kalau seluruhnya tertutup karpet dan sudut yang gelap dan
berbahaya diberi penerangan setiap saat.
 Tersedia ruangan yang cukup luas untuk rekreasi dalam rumah maupun di
luar rumah, kondisi seperti ini biasanya tersedia pada perumahan yang
dikembangkan berdasarkan prinsip serba guna atau rumah yang
dikembangkan oleh lembaga penampungan orang usia lanjut.
 Tingkat kegaduhan harus dikontrol, terutama di waktu malam hari. Hal ini
dapat dilakukan dengan cara mendesain kamar untuk tidur terletak di bagian
yang sepi.
 Orang usia lanjut sebaiknya mempunyai perabot rumah tangga yang tidak
terlalu menguras tenaga, terutama perabot masak memasak dan mesin
pencuci pakaian.
 Ruangan untuk duduk-duduk sebaiknya ada pada lantai pertama agar dapat
dihindari dari kemungkinan jatuh dari tangga.
b. Kebutuhan Psikologis
 Orang tua, lanjut sebaiknya paling tidak mempunyai satu ruang kecil pribadi
sehingga mereka dapat merahasiakan hal-hal yang bersifat pribadi.
 Pengaturan pola hidup sebaiknya termasuk pengaturan terhadap ruangan
yang dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dengan duduk berjam-jam, seperti
membaca koran dan menonton TV.
 Mereka sebaiknya punya tempat untuk menyimpan barang-barang berharga
miliknya.
 Orang usia lanjut sebaiknya tinggal dekat dengan toko dan organisasi
masyarakat sehingga mereka dapat bebas dalam menentukan waktu dan jenis
kegiatan.
 Orang usia lanjut sebaiknya tinggal dekat dengan kerabat keluarga dan teman-
teman, sehingga memungkinkan mereka untuk lebih sering berkomunikasi
dengannya.
 Tersedia sarana transportasi ke berbagai pusat perbelanjaan, berbagai tempat
rekreasi dan hiburan, perawatan rambut dan masjid.

IX. TANDA-TANDA PENYESUAIAN YANG BAIK DAN BURUK PADA USIA


LANJUT
1. Penyesuaian yang Baik
a. Minat yang kuat dan beragam.
b. Kemandirian dalam hal ekonomi, yang memungkinkan untuk hidup mandiri.
c. Melakukan banyak hubungan sosial dengan segala umur, tidak terbatas
dengan orang-orang berusia lanjut saja.
d. Kenikmatan kerja yang menyenangkan dan bermanfaat tetapi tidak
memerlukan banyak biaya.
e. Berpartisipasi dalam organisasi kemasyarakatan.
f. Kemampuan untuk memelihara rumah yang menyenangkan tanpa
mengerahkan banyak tenaga fisik.
g. Kemampuan untuk menikmati berbagai kegiatan saat ini tanpa menyesali
masa lampau.
h. Mengurangi kecemasan terhadap diri sendiri maupun orang lain.
i. Menikmati kegiatan dari hari ke hari meskipun aktivitas ini mungkin sifatnya
berulang-ulang.
j. Menghindari kritik dari orang lain, terutama dari generasi yang lebih muda.
k. Menghindari kesalahan-kesalahan, khususnya tentang kondisi tempat tinggal
dan perlakuan dari orang lain.
2. Penyesuaian yang Buruk
a. Sedikit berminat pada keadaan lingkungan saat ini, atau peranan pribadinya
dalam dunianya kecil.
b. Menarik diri ke dalam dunia khayalan.
c. Selalu mengenang masa lalu.
d. Selalu cemas, didorong oleh perasaan menganggur.
e. Kurang semangat, mengarah pada produktivitas yang rendah dalam segala
bidang.
f. Bersikap bahwa segala aktivitas ini membuang waktu.
g. Merasa kesepian sebagai akibat dari kekakuan hubungan dalam keluarga dan
kurang berminat dalam kehidupan saat ini.
h. Secara tidak sengaja tinggal di panti wreda/jompo atau dengan anak yang
telah dewasa.
i. Selalu mengeluh dan mengkritik terhadap sesuatu.
j. Menolak ikut serta dalam kegiatan orang-orang usia lanjut dengan alasan
bahwa mereka membosankan.
KESIMPULAN
Usia tua merupakan masa yang paling sulit dalam rentang kehidupan. Pada masa usia
tua membangun dan mempertahankan suatu standar hidup yang menyenangkan telah
menjadi semakin sulit. Penyesuaian terhadap perubahan pola keluarga juga sama sulitnya.
Untuk berperan sebagai penasihat anak-anak yang hampir dewasa atau yang
mengawasinya, juga tidak gampang menyesuaikan diri. Penyesuaian diri terhadap
pekerjaan dan keluarga bagi usia tua ialah sulit karena hambatan ekonomis yang dewasa
ini sangat memainkan peran penting ketimbang masa sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth B;. (t.thn.). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.


Jahja, Yadrik;. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.