Anda di halaman 1dari 2

DISTOSIA BAHU

PUSKESMAS BUMIJAWA
NO.DOKUMEN : C/PONED/VII/SOP/05/2016/
NO. REVISI :
SOP TGL. TERBIT : Mei 2016
HALAMAN : 1/2

PEMERINTAH KAB. TEGAL

Ditetapkan Oleh: BEGJO UTOMO


Kepala Puskesmas Bumijawa SKM,M.KES
NIP. 19700512 199403 1 007

1. Pengertian Distosia bahu adalah suatu keadaan dimana setelah kepala dilahirkan,
bahu anterior tidak dapat lewat di bawah simfisis pubis. Kondisi ini
merupakan kegawatdaruratan obstetri karena bayi dapat meninggal jika
tidak segera dilahirkan.

2. Tujuan  Mempercepat proses persalinan


 Menyelamatkan bayi
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Bumijawa Nomor 050 / 04 / 81 / 2016 tentang
Kebijakan Pelayanan Klinis Puskesmas Bumijawa
4. Referensi http://www.edukia.org/web/kbibu/6-4-19-distosia-bahu/ diakses tanggal 7
Oktober 2016
5. Prosedur / Langkah - 1. Petugas memberitahu maksud dan tujuan dilakukan tindakan
Langkah 2. Petugas mendekatkan alat, didekat pasien.
3. Petugas melakukan informed consent dengan pasien atau
keluarga pasien
4. Petugas meminta tolong kepada tim emergensi atau petugas lain.
5. Petugas mencuci tangan
6. Petugas memakai sarung tangan disinfektan tingkat tinggi
7. Petugas menyiapkan alat resusitasi bayi
8. Petugas memposisikan ibu untuk menarik sajauh mungkin lutut
ibu dekat dengan dada ibu
9. Petugas melakukan episiotomi untuk memperlebar jalan lahir
10. Petugas meminta asisten untuk melakukan manuver mc robert
dan penekanan suprapubik sementara petugas melakukan traksi
ke bawah terhadap kepala bayi
11. Bila bayi dapat lahir pervaginam lakukan penanganan bayi baru
lahir, jika tidak dapat lahir persiapan rujukan.
6. Unit Terkait PONED
7. Dokumen Terkait 1. Sop cuci tangan
2. Sop Observasi DJJ
3. Sop Observasi His
4. Sop dekontaminasi alat
5. Sop Informed Consent
6. Sop rujukan emergensi
7. Sop resusitasi

8. Rekaman Historis

1/2
No Halaman Yang dirubah Perubahan Diberlakukan Tgl.

2/2