Anda di halaman 1dari 90

UNIT PEMBANGKITAN PLTA CIRATA

PEMELIHARAAN COOLING WATER PUMP


UNIT PEMBANGKIT PLTA CIRATA

LAPORAN KERJA MAGANG

Diajukan sebagai syarat untuk menempuh mata kuliah Kerja


Magang pada Program Studi DIII Teknik Mesin STT-PLN

Disusun Oleh :
Nama : Ahmad Syarifudin
Harahap

NIM : 2014-72-005

PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN


SEKOLAH TINGGI TEKNIK-PLN JAKARTA
TAHUN 2018
LEMBAR PENGESAHAN
DOSEN PEMBIMBING LAPORAN KERJA MAGANG

Judul : Pemeliharaan Cooling Water Pump Unit Pembangkit


PLTA CIRATA
Nama : Ahmad Syarifudin Harahap

NIM : 2014-72-005

Program Studi : Diploma III Teknik Mesin

Telah selesai dan memenuhi persyaratan untuk dapat diujikan pada ujian

prsesentasi Laporan Kerja Magang pada Program Studi Teknik Mesin DIII STT-

PLN, yang diujikan pada periode semester ganjil/genap tahun akademik

2017/2018.

Jakarta, 5 Januari 2018


Disetujui
Pembimbing Pembimbing Lapangan

Drs. Prayudi, MM, MT Muhammad Hassan

Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Mesin

Drs. Prayudi, M.M., M.T.

i
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAAN MAGANG
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya:

Nama Mahasiswa : AHMAD SYARIFUDIN HARAHAP

NIM : 2014-72-003

Program Studi : Diploma III Teknik Mesin

Perguruan Tinggi : SEKOLAH TINGGI TEKNIK - PLN

Judul Proyek Akhir : PEMELIHARAAN COOLING WATER PUMP

UNIT PEMBANGKIT PLTA CIRATA

Menyatakan bahwa kerja magang ini karya ilmiah saya sendiri dan bukan tiruan,

salinan maupun duplikat baik dikalangan kampus Sekolah Tinggi Teknik-PLN

maupun di perguruan tinggi lain, dan belum pernah dipublikasikan.

Saya menulis pernyataan ini dengan sadar dan tanggung jawab serta bersedia

memikul resiko jika pernyataan diatas tidak benar.

Jakarta 5 Januari 2018

AHMAD SYARIFUDIN HARAHAP

ii
UCAPAN TERIMAKASIH

Dengan ini saya :

Nama : AHMAD SYARIFUDIN HARAHAP

NIM : 2014-72-005

Jurusan : Diploma III Teknik Mesin

Menyampaikan ucapan terimakasih kepada :

Dosen Pembimbing : Drs. Prayudi, MM, MT

Bapak Pembimbing Lapangan : Muhammad Hassan

Selaku Dosen Pembimbing dan Dosen Penasehat yang dengan kesabaran dan

pengalamaan ilmu yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan

Laporan Kerja Magang ini.

Terimakasih kepada bapak Muhammad Hassan selaku Pembimbing Lapangan

yang telah membimbing saya selama melakukan Kerja magang di PLTA UP

Cirata.

Jakarta, 5 Januari 2018

AHMAD SYARIFUDIN HARAHAP

iii
ABSTRAK

Pemeliharaan adalah suatu kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas

atau peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian atau

penggantian yang diperlukan agar terdapat suatu keadaan operasi yang

memuaskan sesuai dengan yang direncanakan, tujuannya yaitu untuk menjaga

performa Cooling water pump baik atau normal. Cooling Water Pump berfungsi

ini berfungsi sebagai pensuplai air untuk sistem pendinginan di PLTA Cirata yang

terdiri dari Thrust Bearing Oil Cooler, Turbin Guide Bearing Oil Cooler,

Governor Oil Cooler dan Generator Air Cooler. Tujuan pembuatan laporan ini

yaitu untuk mengetahui keadaan Cooling water pump sebelum dan sesudah

Pemeliharaan. Pada kesempatan magang ini penulis ditempatkan dibagian HAR

MESIN Unit Pembangkitan PLTA Cirata. Laporan magang ini akan memuat

tentang memahami peralatan di Cooling water pump, hal-hal yang mempengaruhi

untuk melakukan Pemeliharaan, persiapan dan pelaksanaan Pemeliharaan dengan

menggunakan Instruksi Kerja yang baik dan benar.

Kata kunci : Cooling Water Pump.

iv
ABSTRACT

Maintenance is an activity to maintain or maintain factory


facilities or equipment and make repairs or adjustment or replacement
required to have a satisfacktory operating in Conditions in accordance
with the planned, the purpose is maintain the performance of cooling
water pump is good or normal. Cooling water pump serves as a water
supply for cooling system at cirata’s hydro power consisting of Thrust
Bearing Oil Cooler, Turbin Guide Bearing Oil Cooler, Governor Oil Cooler dan
Generator Air Cooler. The purpose of this report is know to state of cooling warer
pump before and after maintenance . On this apprentice the author is placed in the
Har machine hydropower generation unit Cirata. This apprenticeship report will
contain abaout understanding the equipment in cooling water pump, the thing that
affect to do maintenance, preparation and implementation of maintenance by
using good and correct work Instructions

Key Word : Cooling Water Pump

v
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, Shalawat serta

salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat,

para pengikutnya, dan semoga sampai kepada kita sebagai umat yang selalu

mencintainya. Atas rahmat-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan kerja

Magang dengan judul “ PEMELIHARAAN COOLING WATER PUMP UNIT

PEMBANGKIT PLTA CIRATA”. Laporan ini disusun untuk melengkapi tugas

akademik yang menjadi syarat dalam menyelesaikan tugas kerja magang.

Dalam penyusunan dan penulisan laporan kerja magang ini tidak terlepas

dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu

penulis dengan senang hati mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Ayah dan ibu atas jasa-jasanya, kesabaran, doa dan tidak pernah lelah

dalam mendidik dan memberi cinta yang tulus dan ikhlas kepada penulis

semenjak kecil.

2. Saudara saudara tercinta yang telah banyak memberikan dorongan dan

bantuan baik moriil maupun materiil demi lancarnya penyusunan laporan

ini.

3. Seluruh Staff Har Mesin UP PLTA Cirata.

4. Teman-teman Angkatan 2014 DIII Teknik Mesin yang telah ikut

membantu dan memberikan motivasi pada penulis dan semua orang yang

telah membantu untuk kemudahan penyelesaian laporan kerja magang ini.

vi
Kiranya tak ada gading yang tak retak, dalam lembaran ini penulis menyadari akan

segala kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik

dan saran para pembaca untuk laporan ini, demi perbaikan di masa yang akan datang.

Harapan penulis, semoga hasil yang telah penulis susun dapat bermanfaat bagi orang

yang membaca.

Jakarta, 5 Januari 2018

AHMAD SYARIFUDIN HARAHAP

vii
DAFTAR ISI

Lembar pengesahan dosen pembimbing laporan kerja magang.............i


Pernyataan keaslian kerja magang.....................................................................ii
Ucapan terimakasih..................................................................................................iii
Abstrak...........................................................................................................................iv
Kata pengantar...........................................................................................................vi
Daftar isi.....................................................................................................................viii
Daftra table.................................................................................................................xii
Daftar gambar..........................................................................................................xiii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.......................................................................................................1


1.2. Batasan Masalah....................................................................................................2
1.3. Tujuan dan Manfaat Penyusunan Laporan kerja Magang........................2
1.4. Rumusan Masalah................................................................................................3
1.5 Kerangka Pemecah Masalah...............................................................................3
1.6 Sistematika Penulisan.........................................................................................4

BAB 2 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


2.1. Profil PT.Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata................................................5
2.1.1. Visi PT.Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata.....................................5
2.1.2. Misi PT.Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata.....................................5
2.1.3 Sejarah Perusahaan PT.Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata...........6
2.1.4. Makna Bentuk dan Warna Logo PJB..............................................8

2.2. Organisasi dan Manajemen PT. Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata.......9


2.3. Proses Produksi PT.Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata..........................12

viii
BAB 3 PENEMPATAN KERJA MAGANG
3.1 Uraian Kegiatan ............................................................................... 15
3.2 Devisi Teknisi ................................................................................. 28
3.3 Jumlah Tenaga Kerja Di Dept Har Mesin Up Cirata ......................... 28
3.4 Jadwal Kegiatan Devisi Har Mesin UP Cirata .................................. 28
BAB 4 KONSEP TEORI DAN PENERAPAN
4.1. Pembangkit Listrik Tenaga Air ....................................................... 29
4.2. Spesifikasi dan Skematik PLTA Cirata ........................................... 30
4.3 ..................................................................................................... Bagian-bagian
Utama PLTA Cirata ......................................................................... 31
4.3.1. Sistem Water Way ................................................................. 31
4.3.2. Turbin .................................................................................... 39
4.3.3.Generator ................................................................................ 40
4.3.4.Sistem Pendingin .................................................................... 42
4.4 ..................................................................................................... Cooling Water
Pump ............................................................................................... 49
4.4.1. Pompa .................................................................................... 51
4.4.2. Pengelompokan Pompa .......................................................... 52
4.4.3.Pompa Sentrifugal ................................................................... 53
4.4.4.Prinsip Kerja Cooling Water Pump ......................................... 54
4.5 ..................................................................................................... Teori Pemeliharaan
......................................................................................................... 55
4.5.1. Pemeliharaan Jangka Pendek ................................................. 56
4.5.2. Pemeliharaan Jangka Panjang ................................................ 57
4.6 ..................................................................................................... Pemeliharaan
Cooling Water Pump ........................................................................ 58
4.7 Instruksi Kerja di UP PLTA Cirata .................................................. 59
4.7.1. Preventive Maintenance Cooling Water Pump ...................... 59
4.7.2. Bongkar Pasang Cooling Water Pump .................................... 61

ix
4.8 Analisa.....................................................................................................................76
BAB 5 TANGGAPAN DAN SARAN
5.1. Tanggapan.............................................................................................................77
5.2. Saran.......................................................................................................................77

DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................78
LAMPIRAN................................................................................................................79

x
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daya Terpasang Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata.......................................................7


Tabel 2.2 Jumlah Water Flow Sistem Pendingin PLTA Cirata...................................................51

xi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 PT. Pembangkit Jawa Bali UP Cirata...............................................5


Gambar 2.2. Logo PT. Pembangkit Jawa Bali UP Cirata..................................8
Gambar 2.3. Struktur organisasi PT. Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata.....10
Gambar 2.4 Proses Produksi PLTA UP Cirata...................................................12
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Departemen Har Mesin UP Cirata...........28
Gambar 4.1 Power House PLTA Cirata................................................................29
Gambar 4.2 Proses Produksi PLTA Cirata...........................................................30
Gambar 4.3 Sistem Water Way pada PLTA Cirata............................................32
Gambar 4.5 Dam PLTA Cirata................................................................................33
Gambar 4.6 Intake Gate.............................................................................................34
Gambar 4.7 Letak Head Race Tunnel pada Water Way...................................35
Gambar 4.8. Water Way 3 dimensi.........................................................................36
Gambar 4.9. Inlet Valve.............................................................................................37
Gambar 4.11. Draft Tube..........................................................................................38
Gambar 4.12. Tail Race.............................................................................................38
Gambar 4.13. Bagian Turbin....................................................................................40
Gambar 4.14. Bagian Generator.............................................................................42
Gambar 4.15. Peralatan Pendingin.........................................................................43
Gambar 4.16. Skema Sistem Pendingin Air Cooler Generator.....................44

xii
Gambar 4.17. Single Line Pendinginan Generator Thrust Bearing.............45
Gambar 4.18. Single Line Pendinginan Turbin Guide Bearing....................47
Gambar 4.19. Single Line Pendingin Governor oil Cooler............................48
Gambar 4.20. Cooling Water Pump.......................................................................49
Gambar 4.21. Single Line Cooling Water Pump (CWP..................................50
Gambar 4.22. Instalasi Pompa.................................................................................52
Gambar 4.23. Pengelompokan Pompa Sentrifugal...........................................53
Gambar 4.24. Komponen Pompa Sentrifugal.....................................................54
Gambar 4.25. Pola Aliran Pompa Sentrifugal....................................................55
Gambar 4.26. Diagram Pemeliharaan...................................................................56

xiii
xiv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PLTA Cirata menggunakan sistem pendingin untuk menjaga peralatan utama agar
kelangsungan proses produksi bisa terjaga. Peralatan pendingin yang ada menggunakan fluida
air sebagai fluida pendinginnya. Air tersebut kemudian di alirkan ke masing masing alat
penukar kalor. Air pada sistem pendingin bersumber dari draft tube (pipa pembuangan) yang
dipompa oleh Cooling Water Pump. Dua buah Cooling Water Pump di pasang pada setiap unit,
dan bekerja dengan redundant system yaitu satu bekerja dan satu dalam keadaan standby
(bekerja apabila pompa yang satu mengalami gangguan). Air mengalir ke beberapa sistem
pendingin dan setelah digunakan oleh pendingin air akan kembali ke draft tube untuk dibuang
ke sungai. Tapi pada kenyataannya banyak flow air yang berkurang dikarenakan berkurangnya
performa Cooling Water Pump sehingga menyebabkan kurang efektifnya motor memompa air
pendingin sehingga temperature Generator Air Cooler bertambah. Secara umum di PLTA
terdapat empat sistem pendingin yaitu, Generator air cooler, Generator Thurst Bearing Oil
Cooler, Turbine Guide Bearing Oil Cooler, Governor Oil Cooler.
Pada Generator sangat dibutukan sistem pendingin untuk mendinginkan udara yang berada
dalam rumah generator. Maka dari itu sangat dibutuhkan Generator Air Cooler sebagai media
pendingin udara pada rumah generator. Udara yang berada di dalam rumah generator di dingin
kan oleh radiator (Compact HE) sejumlah 12 buah. Air yang digunakan untuk pendingin di
ambil dari Draft Tube melalui pompa Cooling Water Pump, Kemudian di alirkan ke Generator
air cooler. Generator di PLTA memiliki 12 buah Radiator Cooler. Maka dari itu Cooling
Water Pump sangat dibutuhkan pada suatu PLTA . Dan pada Cooling Water Pump ini juga ada
masalah yang serius yakni bisa saja terjadinya pembengkokan pada poros pompa. Pompa yang
digunakan haruslah benar benar terkondisikan, dalam arti ialah memerlukan perawatan yang
serius guna mempertahankan keandalan mesin ini juga menjaga sistem PLTA dari yang
namanya Trip (unit berhenti)

1
Dengan keadan tersebut, adanya masalah-masalah yang dialami Cooling water pump
menjadi perhatian untuk bagian pemeliharaan. Hal ini menarik buat dibahas dengan itu penulis
mengambil judul “ Pemeliharaan Cooling Water Pump UP PLTA Cirata”

1.2 Batasan Masalah


Dalam penulisan laporan kerja magang ini terdapat beberapa batasan, yaitu:
1. Kerja magang dan pembuatan laporan kerja magang di UP PLTA CIRATA.
2. Laporan kerja magang hanya memuat tentang pemeliharaan COOLING WATER
PUMP PLTA UP CIRATA.
3. Laporan kerja magang dilakukan sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan
1.3 Tujuan dan Manfaat Penyusunan Laporan kerja Magang

Tujuan dan manfaat penyusunan laporan magang berkaitan dengan kurikulum :


1. Untuk syarat kelulusan dikampus STT-PLN.
2. Mahasiswa mendapat ilmu dari tempat kerja magang UP PLTA CIRATA yang tidak
didapatkan dibangku kuliah.
3. Untuk dapat menerapkan ilmu di bangku perkuliahan dan menambah ketrampilan serta
pengalaman didunia kerja.
4. Dapat membandingkan apa yang di dapat di bangku kuliah dengan apa yang ada di
dalam lapangan kerja.
5. Menambah pengalaman dan pengetahuan dalam kerja praktik yang sesungguhnya.
6. Dapat memahami cara membuat karya ilmiah yang baik dan benar.
7. Dapat memahami atau mengetahui berbagai aspek perusahaan seperti: aspek teknik,
aspek pemasaran, organisasi, ekonomi, persediaan dan sebagainya.
8. Memperoleh kesempatan berlatih bekerja di lapangan.

Tujuan dan manfaat penyusunan laporan magang bagi peralatan di UP PLTA Cirata adalah
sebagai berikut :

2
1. Laporan kerja magang dapat dijadikan sebagai bahan masukan ataupun usulan
perbaikan seperlunya dalam pemecahan masalah-masalah di perusahaan.
2. Menjaga kinerja Cooling water pump agar selalu optimal dengan cara pemeliharaan
Cooling water pump.

1.4 Rumusan Masalah


Langkah – langkah untuk memecahkan permasalahan pada laporan kerja
magang ini yaitu :
1. Bagaimana Cara Pemeliharaan Cooling water pump ?
2. Bagaimana Prinsip Kerja Cooling water pump ?

1.5 Kerangka Pemecah Masalah


Langkah – langkah untuk memecahkan permasalahan pada laporan kerja
magang ini yaitu :
1. Memahami peralatan Cooling water pump .
2. Mendeskripsikan dan memahami alat-alat yang diperlukan untuk melakukan
pemeliharaan Cooling water pump.
3. Memahami instruksi kerja pemeliharaan Cooling water pump yang ada di UP
PLTA Cirata.
4. Membandingkan kondisi Cooling water pump sebelum dan sesudah adanya
pemeliharaan.

1.6 Sistematika Penulisan

Pembuatan laporan kerja magang ini disusun secara sistematis sesuai dengan panduan
penulisan laporan kerja magang 2015 STT-PLN agar mudah untuk dipahami oleh pembaca
serta memberikan gambaran umum sehingga dapat memperjelas hal-hal yang berkenan dengan
pokok-pokok uraian didalam laporan kerja magang ini, beberapa bab sebagai berikut:

3
 BAB 1 PENDAHULUAN
Bab ini berisi uraian singkat latar belakang, tujuan kerja magang, manfaat
kerja magang, batasan masalah, kerangka pemecah masalah dan sistematika
penulisan laporan kerja magang.
 BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini berisi uraian singkat mengenai perusahaan tempat kerja magang yang
kita tempati, terdiri atas tiga sub-bab, yaitu : Profil Perusahaan, Proses Produksi,
dan Organisasi dan Manejemen Perusahaan.
 BAB III PENEMPATAN
Bab ini berisi tentang kegiatan-kegiatan penulis yang dilakukan selama kerja
magang di UP PLTA CIRATA .
 BAB IV KONSEP TEORI DAN PENERAPANNYA

 BAB V TANGGAPAN DAN SARAN


Bab ini berisi tanggapan dan saran dari penelitian yang diteliti dalam laporan
kerja magang ini.

4
BAB ll
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
PT. PEMBANGKIT JAWA-BALI UP CIRATA

2.1. Profil PT. Pembangkit Jawa-Bali UP PLTA Cirata

Gambar 2.1. PT. PEMBANGKIT JAWA-BALI UP PLTA CIRATA


Nama Perusahaan : PT PEMBANGKIT JAWA-BALI UP PLTA CIRATA
Alamat : Desa Cadas Sari Kec.Tegal Waru, Plered-Purwakarta
No. Telepon : 62-264-270840
Fax : 62-264-270859

2.1.1. Visi
Menjadi Perusahaan terpercaya dalam bisnis pembangkitan terintegrasi dengan standar
kelas dunia .
2.1.2. Misi
1. Memberi solus dan nilai tambah dalam bisnis pembangkitan terintegrasi untuk menjaga
kedaulatan listrik nasional
2. Menjalankan bisnis pembangkitan secara berkualitas, berdaya saing dan ramah

lingkungan

3. Mengembangkan kompetensi dan produktivitas Human Capital untuk pertumbuhan


yang berkesinambungan.

5
2.1.3. Sejarah Umum Perusahaan PT. Pembangkit Jawa-Bali UP PLTA Cirata
PT. Pembangkit Jawa-Bali Unit Pembangkitan Cirata merupukan salah satu anak
perusahaan PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang bergerak di bidang pembangkit
listrik.PT. PJB UP Cirata adalah perusahaan pembangkit listrik yang menggunakan media air
sebagai sumber energy pembangkitannya atau yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA). PLTA Cirata memanfaatkan energi potensial (ketinggian) air dari waduk (Dam) Cirata
untuk menggerakkan turbin sehingga generator bekerja dan menghasilkan energi listrik.
Energi air yang digunakan bersumber dari aliran Sungai Citarum dan dari anak sungai lainnya
yang berada di sekitar Waduk Cirata.
PLTA Cirata terletak di Desa Cadas Sari, Kecamatan Tegal Waru, Plered, Purwakarta-
Jawa Barat, sekitar 60 Km sebelah barat laut kota Bandung atau 100 Km dari kota Jakarta. UP
Cirata merupakan salah satu tulang punggung pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia dan
termasuk PLTA terbesar di Asia Tenggara dengan bangunan rumah pembangkit (Power House)
4 lantai di bawah tanah dan teknik pengoperasian dikendalikan dari ruang control Switchyard
berjarak ± 2 Km dari mesin pembangkit di dalam Power House .
PLTA Cirata, sejak dioperasikan pada tahun 1988 oleh PT.PLN (Persero) Pembangkitan
dan Penyaluran Jawa Bagian Barat (PT.PLN PJB) Sektor Cirata. Pada tahun 1995 terjadi
restrukturisasi di PT. PLN (Persero) yang mengakibatkan pembentukan 2 anak perusahaaan
pada tanggal 03 Oktober 1995, yaitu PT. PLN Pembangkit Listrik Jawa-Bali (PT. PLN PJB II),
sehingga sektor cirata masuk wilayah kerja PT. PLN Pembangkit Tenaga Listrik Jawa - Bali II.
Kemudian pada tahun 1997, Sektor Cirata berubah nama menjadi PT. PLN Pembangkit Tenaga
Listrik Jawa – Bali II Unit Pembangkit Cirata (UP Cirata). Pada tanggal 03 Oktober 2000 PT
PLN PJB II berubah nama menjadi PT PJB Unit Pembangkitan Cirata.
Pembangunan PT. PJB Unit Pembangkitan Cirata terbagi menjadi 2 tahap, tahap
pertama (Cirata I) dibangun sejak bulan januari 1984 sejumlah 4 unit dan pada akhir bulan
September 1988 telah dapat beroperasi, kemudian tahap kedua (Cirata II) dibangun 4 unit lagi
yang beroperasi tahun 1997/1998. Kapasitas yang terpasang di PLTA Cirata adalah 1008 MW,
terdiri dari 8 unit pembangkit yang berada di power house bawah tanah dengan kapasitas

6
masing masing 126 MW dan merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara. Tiap tahunnya PLTA
Cirata mampu membangkitkan energy listrik rata-rata sebesar 1428 GWh. Tegangan listrik
yang dihasilkan setiap generator adalah 16,5 kV, yang kemudian dinaikkan tegangannya
menjadi 500 kV melalui trafo utama (main transformer), selanjutnya disalurkan ke Gardu
Induk Teganngan eksta Tinggi 500 kV (GITET) Cirata, untuk sistem interkoneksi 500 kV
Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jaringan 500kV tersebut dikendalikan oleh P3B (Pusat Pengaturan
dan Penyaluran Beban) yang berlokasi di Gandul-Jakarta.
Tabel 2.1. kapasitas daya yang terpasang PLTA Cirata
No UNIT PABRIK PEMBUAT KAPASSITAS MULAI BEROPERASI

1 PLTA #1 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 25 MEI 1988

2 PLTA #2 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 29 FEB 1988

3 PLTA #3 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 30 SEP 1988

4 PLTA #4 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 10 AGS 1988

5 PLTA #5 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 AGS 1997

6 PLTA #6 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 AGS 1997

7 PLTA #7 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 APR 1998

8 PLTA #8 VA-ELIN AUSTRIA 126 MW 15 APR 1998

2.1.4. Makna Bentuk dan Warna Logo PJB


Logo atau lambang merupakan bagian dari identitas perusahaan. Sedangkan yang
dimaksud dengan identitas perusahaan adalah suatu cara atau hal yang memungkinkan
perusahaan dapat dikenal dan dibedakan dari perusahaan lain. PT PJB mempunyai logo atau
lambang yang dijadikan sebagai identitas perusahaan dengan tujuan agar konsumen atau
publik pada umumnya mudah mengenal dan mengingat perusahaan. Adapun logo yang
dimiliki PT PJB adalah bertuliskan PJB disamping lambang PLN.

7
Gambar 2.2. Logo PJB

1. Bentuk Lambang
Bentuk, warna dan makna lambang perusahaan yang resmi digunakan
adalah sesuai dengan yang tercantum pada lampiran Surat Keputusan
Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. 031/DIR/76 Tanggal 1 juni
1976, mengenai Pembakuan Lambang Perusahaan Umum Listrik Negara.

2. Bidang Persegi Panjang Vertikal


Menjadi bidang dasar bagi elemen – elemen lambang lainnya.
Melambangkan bahwa PT. PLN (Persero) merupakan wadah atau
organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk
menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik
mampu menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning
juga melambangkan semangat yang menyala – nyala yang dimiliki setiap
insan yang berkarya diperusahan ini.

3. Petir atau Kilat


Melambangkan tenaga listrik yang terkandung didalamnya sebagai
produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir juga
mengartikan kerja cepat dan tepat para insan dalam memberikan solusi
terbaik bagi para pelanggannya. Warna yang merah berarti
melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahan listrik pertama di

8
Indonesia dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan
perusahaan serta keberanian dalam menghadapi tantangan perkembangan
jaman.
4. Tiga gelombang
Memiliki arti sebagai gaya rambat energi listrik yang dialirkan oleh tiga
bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan,
penyaluran, dan distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para
insan perusahaan guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya.
Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan seperti menerapkan
kaidah-kaidah internasional dalam mengelolah perusahaan, dengan
mengadopsi best partice perusahaan pembangkit kelas dunia.

2.2. Organisasi dan Manajemen Perusahaan PT. Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata


Struktur organisasi yang baik sangat diperlukan dalam suatu perusahaan, semakin besar
perusahaan tersebut semakin kompleks struktur organisasinya. Secara umum dapat dikatakan,
struktur organisasi merupakan gambaran skematis yang menjelaskan hubungan kerja,
pembagian kerja, tanggungjawab, serta wewenang dalam mencapai tujuan organisai yang
telah ditetapkan semula.
struktur organisasi sebagai berikut

9
General Manager

Manager Operasi Manager Pemeliharaan Manager Engineering Manager SDM & Keuangan

SPV Rendal Op & SPV Har Rendal SPV System Owner SPV SDM
Mgt energi
SPV Har Mesin SPV Teknologi Owner SPV Keuangan
SPV Hidrologi &
Efisiensi
SPV Har KONIN Component Analyst SPV Sekretariat,
Humas & CSR
SPV Produksi
SPV Har Sipil SPV Kepatuhan
SPV Pengadaan &
Kontrak Bisnis
SPV Kontrol &
Kataloger SPV Adminitrasi
Gudang
SPV Outtage
Management

SPV LK3

Gambar 2.3. Struktur organisasi PT. Pembangkit Jawa-Bali UP Cirata

a) General Manager ( GM )

Tugas dari seorang GM adalah memimpin dan mengurus unit pembangkit


sesuai dengan tujuan lapangan usahanya, dengan berusaha meningkatkan kerja unit
pembangkit dan mempunyai tugas berikut :
 Mengevaluasi perkembangan unit pembangkit dan lingkungan yang
mempengaruhinya serta melaksanakan identifikasi kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan PLTA Cirata.

10
 Menyusun rencana strategi PLTA Cirata untuk mencapaii tujuan sesuai
dengan lapangan usahanya, dengan memperhatikan strategi dan
kebijaksanaan perusahaan dan memproses pengesahan direksi.
 Mengarahkan dan membina program – program operasi dan pemeliharaan
unit pembangkit.
 Menetapkan standar – standar prosedur pelaksanaan meliputi operasi,
pemeliharaan, logistic, anggaran keuangan, akuntansi dengan
memperlihatkan ketentuan yang lebih iinggi.

b) Manager Engineer ( Mesin, Listrik, Kontrol dan Instrumen )

Tugas dari Manager Engineer adalah sebagai berikut :


Membantu GM dalam penyusunan anggaran keuangan dan akuntansi,
pembinaan, pengembangan, manajemen pengolahan lingkungan, serta
melaksanakan evaluasi diri realisasi dan pencapaian target kerjanya.

Membantu suatu analisa dan masukan kepada GM.

Peranannya adalah memimpin dan mengelola bidang masing -masing untuk
mencapai target dan sasaran Unit Pembangkit.

c) Manajer Operasi & Pemeliharaan

Tugasnya mengkoordinir pengelolaan operasi dan pengolahan


pemeliharaan unit pembangkit dengan kegiatan utama antara lain :
 Penyusunan rencana kegiatan operasi bidang operasi
 Pengembangan system dan prosedur operasi.


Pengkoordinasi pelaksanaan operasi.

Pengelolaan penjualan energy.

Pembinaan kompetensi bidang operasi pembangkitan.

11

Penyusunan rencana kegiatan operasional bidang pemeliharaan.

Pengembangan system dan prosedur kerja.

Pembinaan kompetensi bidang pemeliharaan.
d) Manager sistem Keuangan dan administrasi

Tugasnya mengkoordinasi pengelola sumber daya manusia dan system


informasi serta mengkoordinasikan pengelola keuangan unit pembangkit
dengan kegiatan utama sebagai berikut :

Pengembangan dan pengadaan pegawai.

Administrasi Kepegawaian.

Penyusunan anggaran unit pembangkit.

Pengelolaan keuangan.

Pengembangan system administasi keuangan dan penyusunan laporan
keuangan.

2.3. Proses Produksi PT. Pembangkit Jawa-Bali UP PLTA Cirata


PT. Pembangkit Jawa-Bali Unit Pembangkitan Cirata merupakan perusahaan yang
bergerak di bidang pembangkitan listrik, yang mengoperasikan jenis pembangkit listik tenaga
air (PLTA) dengan proses produksi sebagai berikut :

12
Gambar 2.4. Proses Produksi PLTA Cirata
Keterangan Gambar :
1.Waduk 9. Turbin
2.Water Intake 10. Draft Tube
3.Dam Control Centre (DCC) 11. Tail Race
4.Headrace Tunnel 12. Outlet
5.Surge Tank 13. Generator
6.Penstcok 14. Transformator
7.Inlet Valve 15. Gardu Induk (GI)

8. Spiral Casing
Dalam proses produksi energi listrik, PLTA Cirata memanfaatkan air sebagai energi
primer dari Sungai Citarum yang memiliki debit air cukup besar dan ditampung di waduk
(1) kemudian dialirkan melalui pintu air (Intake Gate) (2), sedangkan monitoring kondisi
waduk dilakukan dari pusat pengendalian bendungan (Dam Control Centre) (3),
selanjutnya masuk ke dalam terowongan tekan (Headrace tunnel) (4).
Sebelum memasuki pipa pesat (penstock) (6), air melewati tangki pendatar (surge
tank) (5) yang berfungsi sebagai pengaman pipa pesat apabila terjadi tekanan mendadak
atau tekanan kejut saat katup utama (main inlet valve) (7) ditutup seketika. Setelah katup
utama dibuka, air masuk kedalam rumah siput (spiral case) (8). Air yang bergerak deras
memutar turbine (9), dan keluar melalui pipa lepas (tail race) (10), selanjutnya dibuang ke
saluran pembuangan. Bentuk dari saluran ini adalah miring ke atas, maksudnya adalah

13
untuk menghindari terjadinya kavitasi. Kavitasi adalah berubahnya air atau uap karena
tekanan tempat mencapai uap jenuh
Poros turbin yang berputar tersebut berputar menggerakkan generator (12) sehingga
menghasilkan energi listrik dengan tegangan 16,5 kV disalurkan ke trafo utama (main
transformer) 13), selanjutnya ke gardu induk (GI) (14) dan disalurkan ke sistem
interkoneksi Jawa-Madura-Bali 500 kV (15).
BAB III
PENEMPATAN

3.1 Uraian Kegiatan


Nama Perusahaan : PT PEMBANGKIT JAWA-BALI UP PLTA CIRATA :
Alamat Desa Cadas Sari Kec.Tegal Waru, Plered-Purwakarta :
Waktu Pelaksanaan
• Hari Kerja: Senin s/d Jumat
• Jam Kerja : Pukul 08.00 s/d 15.00 WIB
• Tanggal : 1 Oktober 2018 – 31 Desember 2017
Tabel 3.1. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-1
No Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Menghadap ke bagian
02/10/2017 SDM PT. PJB UP
Cirata
- Pengenalan k3
- Pengenalan Staf Divisi
Har Mesin PT.PJB UP
Cirata
- Melakukan Peninjauan
ke bagian Power
House
2 Selasa - Preventive
03/10/2017 Maintenance
Generator Air Cooler
Cirata 1 & 2

14
No Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
3 Rabu - Pengambalian Oli
04/10/2017 untuk Inlet Valve di
Gudang UP Cirata
- Preventive
Maintenance Cooling
Water Pump

4 Kamis - Pengosongan udara


05/10/2017 dan pembersihan
Pressure Tank Unit 1
- Mengganti Oli Inlet
Valve Unit 1

5 Jumat - Izin konsultasi judul


06/10/2017 magang dan tugas
akhir

15
Tabel 3.2. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-2
No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
9/10/2017 Maintenance
Turbine

2 Selasa - Preventive
10/10/2017 Maintenance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
11/10/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Pemanasan
12/10/2017 Emergency Genset
DCC , Gate Intake
Water

5 Jumat - Olahraga
13/10/2017

16
Tabel 3.3. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-3
No Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
16/10/2017 Maintenance
Turbine

2 Selasa - Preventive
17/10/2017 Maintenance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
18/10/2017 Maintenance
Cooling Water Pump

4 Kamis - Pemanasan
19/10/2017 Emergency Genset
DCC , Gate Intake
Water

5 Jumat - Olahraga
20/10/2017

17
Tabel 3.4. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-4
No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
23/10/2017 Maintenance
Turbine

2 Selasa - Preventive
24/10/2017 Maintenance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
25/10/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Pemanasan
26/10/2017 Emergency Genset
DCC , Gate Intake
Water

5 Jumat - Olahraga
27/10/2017

18
Tabel 3.5. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-5
No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
30/10/2017 Maintenance
Turbine

2 Selasa - Preventive
31/10/2017 Maintenance
Generator Air
Cooler

3 Rabu - Preventive
01/11/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Izin Sidang


02/11/2017 Proposal Tugas
Akhir
5 Jumat - Izin
03/11/2017
Tabel 3.6. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-6

No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi


tanggal
1 Senin - Preventive
06/11/2017 Maintenance
Turbine
- Penggantian
Reduction Valve

19
2 Selasa - Preventive
07/11/2017 Maintenance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
08/11/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Pemanasan
09/11/2017 Emergency Genset
DCC , Intake Water
- Pelumasan Greese
pada tali sling
Crank Barge

5 Jumat - Olahraga
10/11/2017 - Penggantian pipa
Elbow Draft Tube

Tabel 3.7. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-7


No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
13/11/2017 Maintance Turbine

20
2Selasa - Preventive
14/11/2017 Maintance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3Rabu - Preventive
15/11/2017 Maintenance
Cooling Water Pump

4 Kamis - Pemanasan
16/11/2017 Emergency Genset
DCC , Gate Intake
Water

5 Jumat - Olahraga
17/11/2017

Tabel 3.8. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-8


No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
20/11/2017 Maintance Turbine

21
2 Selasa - Preventive
21/11/2017 Maintance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Membersihkan
22/11/2017 sambah di area
Barscreen 1B

4 Kamis - Pemanasan
23/11/2017 Emergency Genset
DCC , Intake Water

5 Jumat - Izin Sidang Ulang


24/11/2017 Proposal
Tabel 3.9. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-9

No. Hari tanggal Uraian Kegiatan Dokumentasi


1 Senin - Preventive
27/11/2017 Maintance Turbine

2 Selasa - Preventive
28/11/2017 Maintenance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

22
3 Rabu - Preventive
29/11/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Pemanasan
30/11/2017 Emergency Genset
DCC , Intake Water

5 Jumat - LIBUR
01/12/2017
Tabel 3.10. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-10

No. Hari tanggal Uraian Kegiatan Dokumentasi


1 Senin - Preventive
04/12/2017 Maintance Turbine

2 Selasa - Preventive
05/12/2017 Maintance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
06/12/2017 Maintance Cooling
Water Pump

23
4 Kamis - Pemanasan
07/12/2017 Emergency Genset
DCC , Intake Water

5 Jumat - Olahraga
08/12/2017

Tabel 3.11. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-11

No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi


tanggal
1 Senin - Preventive
11/12/2017 Maintenance
Turbine

2 Selasa - Preventive
12/12/2017 maintenance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
13/12/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Pemanasan
14/12/2017 Emergency Genset
DCC , Intake Water

24
5 Jumat - Olahraga
15/12/2017

Tabel 3.12. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-12


No. Hari Uraian Kegiatan Dokumentasi
tanggal
1 Senin - Preventive
18/12/2017 Maintenance Turbine

2 Selasa - Preventive
19/12/2017 Maintance
Generator Air
Cooler Cirata 1 & 2

3 Rabu - Preventive
20/12/2017 Maintenance Cooling
Water Pump

4 Kamis - Pemanasan
21/12/2017 Emergency Genset
DCC , Gate Intake
Water

5 Jumat - Olahraga
22/12/2017

25
Tabel 3.13. Laporan Harian Kegiatan Magang Minggu ke-13
No. Hari tanggal Uraian Kegiatan Dokumentasi
1 Senin - LIBUR
25/12/2017
2 Selasa - LIBUR
26/12/2017
3 Rabu - Preventive
27/12/2017 Maintenance
Cooling Water
Pump

4 Kamis - Pemanasan
28/12/2017 Emergency Genset
DCC , Gate Intake
Water
- Pemasangan
Bearing Drainage

5 Jumat - Pamitan
29/12/2017

3.2 Organisasi dan Manajemen Departemen Kerja Magang

Gambar 3.1. Struktur Organisasi Departemen Har Mesin UP Cirata

1. Supervisor Pemeliharaan Mesin


Fungsi Supervisor Pemeliharaan Mesin adalah mensupervisi pemeliharaan mesin dan
alat-alat bantunya termasuk daftar kebutuhan suku cadang dan material, peralatan
kerja, kebutuhan jasa, tenaga kerja serta penjadwalan.

26
3.3 Jumlah Tenaga Kerja Di Dept Har Mesin UP Cirata
No Jabatan Jumlah
1 Supervisor Har Mesin 1
2 Staff Senior 4
3 Staff Junior 4
4 TBK 4

3.4 Jadwal Kegiatan Dept Har Mesin UP Cirata


Jadwal kegiatan Deptartemen Har Mesin Up Cirata yaitu no shift artinya mulai bekerja
dari jam 08. 00 WIB sampai dengan 15. 00 WIB dan setiap harinya ada satu orang yang stand
by apabila dibutuhkan pada saat darurat.

27
BAB IV
TINJAUAN PUSTAKA

4.1. Pembangkit Listrik Tenaga Air Cirata


Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang menggunakan
energi berupa air. Pembangkit Listrik Tenaga Air merupakan sistem peralatan atau mesin yang
dapat merubah energi potensial menjadi energi kinetik dan energi gerak (mekanik dalam
bentuk rotasi) kemudian dirubah lagi menjadi energi listrik oleh Generator .Salah satu
keunggulan dari jenis pembangkit ini adalah memiliki respon yang cepat untuk kenaikan
maupun penurunan beban sehingga sangat sesuai untuk kondisi beban puncak maupun saat
terjadi gangguan di jaringan. Selain itu, PLTA Cirata memiliki respon start unit yang cepat
dalam waktu ± 5 menit.

Gambar 4.1. Power House PLTA Cirata

28
4.2. Spesifikasi dan Skematik PLTA Cirata
Proses pembangkitan listrik di PLTA Cirata adalah dengan memanfaatkan debit aliran
sungai yang kemudian masuk ke dalam suatu power house sebelum menghasilkan daya
suatu listrik. Alur kerja pembangkitan di PLTA UP Cirata dapat dilihat sesuai gambar
berikut :

Gambar 4.2. Proses Produksi PLTA Cirata

Keterangan Gambar :
1.Waduk 7.Inlet Valve 13.Generator
2.Water Intake 8.Spiral Casing 14.Transformator
3.Dam Control Centre (DCC) 9.Turbin 15.Gardu Induk
4.Headrace Tunnel 10.Draft Tube 16.Saluran Udara Tegangan
5. Surge Tank 11.Tail Race Ekstra Tinggi (SUTET)
6. Penstock 12.Outlet

Dalam proses produksi energi listrik , PLTA Cirata memanfaatkan air sebagai energi
primer dari sungai citarum yang memiliki debit air cukup dan ditampung di waduk (1)
kemudian dialirkan melalui pintu air (intake gate) (2) ,sedangkan monitoring kondisi waduk
dilakukan dari pusat pengendalian bendungan (Dam Control Centre) (3),selanjutnya masuk
ke dalam terowongan tekan (Headrace Tunnel) (4).
Sebelum memasuki pipa pesat (Penstock) (6), air melawati tangki pendatar (Surge
Tank) (5) yang berfungsi sebagai pengaman pipa pesat apabila terjadi tekanan mendadak
atau tekanan kejut saat katup utama (Main Inlet Valve) (7) ditutup seketika. Setelah katup
utama dibuka, air masuk kedalam rumah siput (Spiral Case) (8). Air yang bergerak deras

29
memutar turbin (9), dan keluar melalui pipa lepas (Tail Race) (10) selanjutnya dibuang ke
saluran pembuangan. Bentuk dari saluran ini adalah miring keatas, maksudnya adalah
untuk menghindari terjadinya kavitasi. Kavitasi adalah berubahnya air atau uap karena
tekanan tempat mencapai uap jenuh. Poros turbin yang berputar menggerakkan Generator
(12) sehingga menghasilkan energi listrik dengan tegangan 16,5 kV disalurkan ke trafo
utama (main transformer) (13) ,selanjutnya ke gardu induk (GI) (14) dan disalurkan ke
sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali 500 kV.
4.3. Bagian-bagian Utama PLTA Cirata
Bagian-bagian utama PLTA Cirata yaitu :
4.3.1. Sistem Water Way
Water way merupakan saluran atau bangunan yang digunakan untuk menyalurkan
air dari danau atau waduk menuju instalasi turbin. Berikut merupakan water way yang
terdapat di PLTA :

Gambar 4.3. Sistem Water Way pada PLTA Cirata


1.Waduk 5.Headrace Tunnel
2.Dam 6.Surge Tank
3.Intake Gate 7.Penstock
4.Spilway 8.Tail Race
Gate

30
1. Waduk
Waduk merupakan tempat menampung atau menghimpun air hujan dari air sungai
untuk penyedian kebutuhan air bagi pembangkit listrik maupun keperluan lainnya
sepanjang tahun. Berikut adalah data teknis waduk Cirata :

a.Luas : 62000 ha
b.Elevasi muka air banjir : 223 m
c.Elevasi muka air normal : 220 m
d.Elevasi muka air rendah : 205 m

Gambar 4.4. Sistem cascade 3 waduk


2. DAM
Dam atau bendungan merupakan bangunan melintang terhadap saluran air guna
membendung sungai untuk menampung air. Tipe bendungan PLTA Cirata adalah
urugan batu dengan permukaan berlapis beton sebagai bahan kedap air setinggi
125 meter, ketinggian maksimum 223 meter diatas permukaan laut.

31
Gambar 4.5. Dam PLTA Cirata

3. Intake Gate
Intake Gate adalah pintu untuk pengambilan air utama untuk melakukan sistem
operasi, di PLTA UP Cirata memiliki 4 pintu untuk seluruh 8 unit yang ada. Jadi
masing-masing pintu mensuplai air untuk 2 unit dan pada water intake PLTA Cirata
terdapat saringan untuk menghalangi kotoran dan sampah masuk ke dalam Intake
gate. Pada intake sendiri memiliki 2 bagian pintu ,yaitu maintenance gate dan
service gate.

a. Maintenance Gate
Pintu yang letaknya dekat dengan waduk berfungsi untuk mengamankan
service gate saat pemeliharaan agar daya tekan tidak terlalu besar, kondisii
normal dibuka 100% (menggantung)
b. Service Gate

Pintu yang terletak dekat dengan bibir tanggul, normal terbuka 10.5 m . dari
dasar bibir tanggul. Pintu hanya terbuka 10,5 meter dikarenakan apabila ada
gangguan yang mengharuskan pintu air ditutup maka pintu dapat ditutup dengan
cepat.

32
Gambar 4.6. Intake Gate

4. Head Race Tunnel


Headrace Tunnel merupakan pipa air utama yang berupa terowongan yang
digunakan untuk mengalirkan air dari intake langsung menuju penstock. Sekaligus
untuk merubah energy potensial air dari intake dirubah menjadi energy kinetik.
Ukuran diameter Headrace Tunnel sebesar 8,4 meter dan panjang 640 meter. PLTA
Cirata memiliki 4 buah Headrace Tunnel. Setiap Headrace Tunnel digunakan untuk
melayani dua buah pipa penstock.

a. Diameter : 8,4 m
b. Design discharge : 270mᵌ/s
c. Design gross head : 112 m

Gambar 4.7. Letak Head Race Tunnel pada water way (tampak atas)

33
5. Surge Tank
Suatu cerebong untuk membuang gelembung-gelembung udara akibat tekanan
yang terlalu tinggi dan tempat keluar air agak pipa tidak pecah apabila terjadi water
hammer (pukulan air) pada saat operasi tiba-tiba distop. Surge Tank ini di PLTA
Cirata memiliki tinggi 82 m dan diameter 18,6 m

Gambar 4.8. water way 3 dimensi


6. Penstcok (Pipa pesat)
Bangunan ini terbuat dari baja, yang berfungsi adalah untuk sebagai elevasi
ketinggian air yang dapat menghasilkan energi potensial. Tinggi jatuh air kurang
dari 45° dan tinggi jatuh air tersebut 112 m penstock ini bercabang 2 (untuk 2 unit )

7. Inlet Valve

Inlet Valve dipasang pada sisi masuk turbin yaitu antara penstock dengan
rumah keong (Spiral Case). Fungsi dari inlet valve yaitu :
Menghilangkan tekanan air didalam turbin saat tidak beroperasi.

Mengalirkan atau menghentikan dari pipa pesat ke turbin.air

Sebagai pengaman aliran air bila terjadi gangguan unit.

34
Gambar 4.9. Inlet Valve

8. Spiral Case
Spiral Case digunakan untuk menghubungkan inlet valve dengan runner. Selain
itu Spiral Case juga berguna untuk meratakan tekanan yang menuju runner dan
sekaligus merubah Energi Potensial yang masih tersisa dalam air menjadi Energi
Kinetik. Ukuran spiral case inlet diameter 4,3 meter.

Gambar 4.10. Spiral Case


9. Draft Tube
Draft Tube menghubungkan spiral case dengan saluran pembuangan. Draft Tube
digunakan untuk mengalirkan air yang keluar dari runner dan juga untuk mengatur
vakum antara runner dengan saluran pembuangan sehingga memperbaiki Efisiensi
Turbin. Ukuran draft tube outlet diameter 6,4 meter.

35
Gambar 4.11. Draft Tube
10. Tail Race
Tail Race berupa sebuah saluran yang dilalui oleh air yang keluar dari turbin air dan
diteruskan ke sungai. Fungsi utama dari bangunan ini adalah untuk mengalirkan
serta mengurangi teknanan air pada draft tube. Posisi pada saat operasi normal
terbuka dan ditutup pada saat pemeliharaan.

Gambar 4.12. Tail Race


11. Spilway Gate
Spilwat Gate merupakan bangunan yang dibuat dari bendungan untuk
mengamankan bendungan. Bila level air waduk melebihi level yang diijinkan,air
kan melimpas dan mengalir ke saluran pembuangan. Bangunan yang berfungsi
untuk membersihkan lumpur dan untuk mengendalikan banjir bilamana spillway
tidak mampu mengalirkan.

36
4.4.2.Turbin
Turbin merupakan instalasi yang digunakan untuk mengubah energi kinetik
menjadi energi mekanik. Turbin yang di gunakan pada Pembangkit Lstrik Tenaga Air
(PLTA) Cirata, ialah turbin jenis Francis. Dinamakan turbin francis, dikarenakan
bentuk Runnernya berbentuk Vertical Axis (poros tegak). Spesifikasi dari turbin
francis antara lain:
Manufacture’s name : VOEST ALPINE
Type : francis dengan poros tegak
Arah : Searah jarum jam
Kapasitas : 129,600 kW
Kecepatan operasi : 187,5 rpm
Runaway speed : 400 rpm
Jumlah runner blade : 16
Jumlah guide vane : 24
Diameter runner : 3,4 meter
Tingi jatuh efektif : normal 106.8 meter
: Max 112.5 meter
: Min 97.25 meter
Debit maksimum : 135 m3 / detik
Efisiensi : 91.7 % design net head

37
Gambar 4.13. Bagian Bagian Turbin Air

4.3.3. Generator
Generator adalah mesin pembangkit listrik yang berfungi untuk mengubah
energi mekanik dalam bentuk putaran menjadi energi listrik. Prinsip kerja generator
berdasakan Hukum Faraday tentang induksi elektro magnetic yaitu bila suatu
konduktor digerakkan dalam medan magnet, maka akan membangkitkan gaya gerak
listrik. Dimana besarnya tegangan yang diinduksikan pada kumparan tergantung pada
kuat medan magnet, panjang penghantar dalam kumparan dan kecepatan putar
(gerakan). Spesifikasi dari generator yang digunakan di PLTA Cirata antara lain :
Merk : ELIN – UNION
Tipe : Umberella, vertical shaft, scncrons generator
No seri : SSV 780/32-240
Jumlah pole : 32 (16 pasang kutub)
Putaran : 187,5 rpm
Tegangan : 16,5 KV
Arus : 4899 A (rated current)
Frekwensi : 50 HZ
Cos phi : 0.9 lag

38
Phasa/vector grup :3

Jumlah : 8 unit

Tipe : 3 phase synchron

Kapasitas : 140.000 KVA per unit

Sistem pendingin : forced air

Exciting voltage : 220 v

Eciting current no load : 987 A

Efisiensi : 97 %

Gambar 4.14 Bagian Bagian Generator Turbin Air

4.3.4. Sistem Pendingin


Sistem pendingin di PLTA Cirata menggunakan air dari draft tube yang dipompa
menuju sistem pendingin yang berfungsi untuk menjaga peralatan utama demi
kelangsungan proses produksi dan untuk mendinginkan oli dan udara. Peralatan pendingin
yang ada di PLTA Cirata menggunakan fluida air sebagai fluida pendinginnya dan fluida oli
sebagai pelumasan. Air tersebut kemudian dialirkan ke masing masing alat penukar kalor
yaitu sistem pendinginan oil cooler generator thrust bearing, oil cooler turbin guide

39
bearing, oil cooler governor pressure tank dan air cooler generator. berikut adalah skema
sistem pendingin PLTA Cirata.

Gambar 2.15 Peralatan Pendingin


Secara umum di PLTA terdapat 4 sistem pendingin yaitu :
1. Generator Air Cooler
Generator pada PLTA Cirata menggunakan sirkulasi udara sebagai fluida
pendingin. Udara yang berada di dalam rumah generator di dinginkan oleh
radiator (compact HE) sejumlah 12 buah. Air pendingin diambil dari draft tube
melalui pompa CWP kemudian dialirkan ke air cooler generator. Air yang sudah
digunakan sebagai pendingin dialirkan melalui instalasi pipa ke ruang draft tube
dan ikut terdorong oleh buangan air tubin ke saluran tail race.

40
Gambar 4.16 Skema sistem pendingin Air Cooler Generator

2. Generator Thurst Bearing Oil Cooler


Oil Cooler Generator Thrust Bearing dan Generator Guide Bearing
menggunakan penukar kalor tipe cangkang dan pipa (shell & tube). Besarnya
volume air pendingin yang digunakan adalah > 867 L/menit. Terdapat dua buah
Oil Cooler Generator Thrust Bearing pada tiap unitnya,satu beroperasi dan
yang lainnya sebagai cadangan.

Air dipompa oleh CWP dari draft tube kemudian dialirkan ke Oil Cooler
Generator Thrust Bearing sehingga terjadi perpindahan panas dari temperatur
rendah (air draft tube) mendinginkan temperature tinggi (oil dari Thrust dan

41
Guide Bearing Generator).

Gambar 4.17 Single Line Pendinginan Generator Thrust dan Guide


Bearing
Panas yang ditimbulkan akibat gesekan pada thrust pad diserap minyak pelumas.
Minyak pelumas tersebut kemudian didinginkan di oil cooler dengan air sebagai
media pendingin. Pelumasan pada thrust bearing bertujuan mengurangi heating
akibat gesekan shaft generator dengan sisi yang bersinggungan dengan thrust
bearing yang dapat mengakibatkan keausan material. Sehingga temperature oil

generator thrust bearing dan guide bearing harus terjaga sebesar < C. Jika
temperature oil melebihi angka tersebut, maka unit akan trip. Berikut data teknis
pendingin dan pelumas Generator Thrust bearing :

Jumlah bearing : 16 Segment (Cirata I) dan 14 Segment (Cirata II)


Kapasitas pendinginan : 867 liter/menit
Kapasitas pelumasan : 1.300 liter/menit
Oil temperatur alarm : 70ᴼ C
Oil temperatur trip : 72ᴼ C

3. Oil Cooler Turbin Guide Bearing


Guide bearing pada shaft turbin befungsi untuk meredam gaya radial yang timbul
karena adanya putaran shaft turbin pada sumbu porosnya. Gesekan antara dua bidang

42
kontak ini dapat menimbulkan over heating pada material yang dapat mempercepat
keausan material. Sehingga dibutuhkan pelumasan pada turbin guide bearing yang
berfungsi untuk mengurangi temperatur material maupun sebagai lapisan pelindung
terhadap zat pembentuk korosi. Sedangkan pendinginan pada turbin guide bearing
sebagai media pendingin/penukar panas pada oil cooler guide bearing dengan sistem
pendingin open loops. Berikut data teknis pendingin dan pelumas turbin guide bearing
:

Type bearing : Journal

Kapasitas pendinginan : 120 liter/menit

Kapasitas Pelumasan : 680 liter/menit

Oil temperatur alarm : 67ᴼ C

Oil temperatur trip : 69ᴼC

43
Gambar 4.18 Single Line Pendinginan Turbin Guide Bearing
4.Governor Oil Cooler
Pressure tank berfungsi untuk mensuplai oli bertekanan yang digunakan untuk
sistem hidrolik pada servo motor. Sehingga dapat menghasilkan gaya yang akan
ditransferkan pada operating ring untuk membuka maupun menutup guide vane.
Sistem hidrolik menggunakan servo motor double acting cylinder. Sedangkan
system pendinginan yang digunakan untuk penukar panas cooler tipe shell and tube
oli pada sistem governor. Berikut data teknis pendingin dan pelumas pada governor
pressure tank :

Tipe Pendingin Kapasitas : Shell & tube


air pendingin Tipe pompa : 60 liter/menit.
oli governor Operating : Rotary screw 2x 4 unit.
normal pressure : 55 kgf/cm²

Volume sump tank : 3200 liter


Volume pressure tank : 1830 liter

Gambar 4.19 Single Line Pendingin Governor oil Cooler

44
4.4. Cooling Water Pump (CWP)
Air pada sistem pendingin yang bersumber dari draft tube (pipa pembuangan)
dengan tekanan kerja 2,5 bar dipompa oleh Cooling water pump (CWP) dengan kapasitas
12.000 l/menit menggunakan dua buah cooling water pump yang dipasang pada setiap unit,
dan bekerja dengan redundant system yaitu satu bekerja dan satu dalam keadaan stand-by
(bekerja apabila pompa yang satu mengalami gangguan) menjadi tekanan kerja 6.5 bar.

Gambar 4.20 Cooling Water Pump


Sebelum masuk ke alat penukar kalor, air disaring dengan 2 buah saringan yaitu pre
strainer dan combi filter. Pre strainer (saringan kasar) menyaring kotoran yang besar
misalnya batu yang terbawa oleh air, dan combi filter mempunyai fungsi penyaring kotoran
yang lebih halus. Air mengalir ke beberapa pendingin setelah melewati kedua saringan
tersebut. Setelah digunakan oleh pendingin, air akan kembali ke draft tube untuk dibuang
kembali ke tail race.

45
Gambar 4.21. Single Line Cooling Water Pump (CWP)
Spesifikasi Cooling Water Pump

 Country : Austria
 Merk : ocshner
 Type : CNX 250-400
 Serial number : 45828
 Impeller : 399
 Lamda :1
 Power : 109,5 KW
 m¹ : 1485 mᵌ/h (capacity)720
 Debit : 12.000 Liter/min
 Head max : 47,2 m WC

No Nama Pendingin Water Flow


1 Generator Air Cooler 6800 Liter/min
2 Generator Thrust Bearing Oil Cooler 852 Liter/min
3 Tubine Guide Bearing Oil Cooler 120 Liter/min

46
4 Governor Oil Cooler 83 Liter/min

Tabel 2.2. Jumlah Water Flow Sistem pendingin

4.4.1. Pompa
Pompa adalah mesin fluida yang merupakan suatu mekanisme / peralatan dimana
tenaga luar diberikan dari poros penggerak (motor driven) digunakan untuk memberikan
gaya pada cairan yang dipompa dalam bentuk tenaga potensial dan tenaga kinetis, sehingga
memungkinkan cairan mengalir dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pompa juga dapat
diartikan sebagai suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari
suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media pemipaan dengan cara menambahkan
energi pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa
beroperasi dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction)
dengan bagian keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi mengubah tenaga
mekanis dari suatu sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis (kecepatan) maupun
tenaga potensial, dimana tenaga ini berguna untuk mengalirkan cairan dan mengatasi
hambatan yang ada sepanjang pengaliran.

47
Gambar 4.22. Instalasi Pompa
4.4.2. Pengelompokan Pompa
A. Non Positive Displacement Pump (Pompa Langkah Non Positif)
Adalah unit pompa yang dalam kerjanya merubah energi kinetik dari aliran cairan
kedalam bentuk energi potensial atau dengan kata lain merubah dari dynamic head
menjadi static head. Dalam cycle kerjanya, volume liquid yang dikeluarkan
tergantung dari pada tahanan yang ada atau ketinggian tekanannya.Aliran cairan
yang dikeluarkan adalah kontinyu pada setiap kecepatan.Pompa Non Positive
Displacement berdasarkan prinsip kerjanya lazim disebut dengan pompa dinamik
(dynamic pump).
Yang termasuk pompa langkah non-positif adalah Pompa Sentrifugal yang
mempunyai jenis : Radial Flow, Mixed Flow dan Axial Flow.
B. Positive Displacement Pump (Pompa langkah positif)
Adalah unit pompa yang dalam kerjanya terutama untuk menghasilkan Static head
atau energi potensial dari cairan yang dipompakan.
Dalam tiap cycle kerjanya, memberikan volume liquid tetap tanpa memandang
tahanan yang diberikan selama masih memenuhi kapasitas unit dan tenaga
penggerak yang tersedia.
Yang termasuk pompa lahkah positif:
 Pompa gerak translasi bolak-balik (reciprocating pump) memiliki jenis
pompa Thorak.
 Pompa gerak berputar (rotary pump) memiliki jenis rotor tunggal dan
banyak.

Pompa
Pompa Langkah Pompa Langkah

Non Positif Positif


Pompa Pompa Rotary

48

Pompa Sentrifugal Reciprocating


Gambar 4.23. Pengelompokan Pompa
Sentrifugal 4.4.3 Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal atau centrifugal pump adalah pompa yang mempunyai elemen
utama yakni berupa motor penggerak dengan sudu impeller berputar dengan kecepatan
tinggi. Prinsip kerjanya yakni mengubah energy mekanis alat penggerak menjadi energy
kinetis fluida (kecepatan) kemudian fluida di arahkan ke saluran buang dengan memakai
tekanan (energy kinetis sebagai fluida diubah menjadi energy tekanan) dengan
menggunakan impeller yang berputar didalam casing. Casing tersebut dihubungkan dengan
saluran hisap (suction) dan saluran tekan (discharge), untuk menjaga agar didalam casing
selalu terisi dengan cairan sehingga saluran hisap harus dilengkapidengan katup kaki (foot
valve).

Gambar 4.24.Komponen-komponen Pompa Centrifugal


4.4.3 Prinsip Kerja Cooling Water Pump

49
Pompa Sentrifugal mempunyai prinsip kerja memanfaatkan gaya sentrifugal. Pompa
digerakkan oleh motor, daya dari motor diberikan kepada poros pompa untuk memutar
impeller yang terpasang pada poros tersebut. Fluida yang berada didalam impeller akan ikut
berputar karena sudu-sudu, karena timbul gaya sentrifugal maka Fluida mengalir dari
tengah impeller akan keluar melalui saluran diantara sudu sudu dan meninggalkan impeller
dengan kecapatan tinggi.
Fluida yang keluar dari impeller dengan kecepatan tinggi ini kemudian akan keluar
melalui saluran yang penampangnya makin besar (volute/diffuser) sehingga terjadi
perubahan dari head kecepatan menjadi head tekanan, oleh karena itu zat cair yang keluar
dari flens pompa memiiliki head total yang lebih besar .

Gambar 4.25.Arah Aliran Pompa Centrifugal

Penghisapan terjadi karena setelah fluida dilemparkan oleh impeller, ruang Antara
sudu-sudu menjadi turun tekanannya,sehingga zat cair akan terhisap masuk. Selisih energi
persatuaan berat atau head total dari fluida pada flens keluar dan flens masuk disebut head
total pump dengan demikian dapat dikatakan bahwa pompa sentrifugal berfungsi mengubah
energi mekani motor menjadi energi aliran fluida. Dimana energy ini yang mengakibatkan
pertambahan head kecepatan, head tekanan, dan head potensial secara kontinu .

50
4.5 Teori Pemeliharaan
Pemeliharaan adalah suatu usaha yang dilakukan terhadap suatu instansi/peralatan agar
senantiasa dapat beroperasi dengan aman, handal. Efisiesn, unjuk kerjanya baik serta dapat
mencapai umur yang direncanakan. Pada dasarnya pemeliharaan dibagai menjadi dua
kelompok, yaitu :
1. Pemeliharaan Jangka Pendek
2. Pemeliharaan Jangka Panjang

Gambar 4.26 Diagram Pemeliharaan


4.5.1 Pemeliharaan Jangka Pendek
Pemeliharaan ini termasuk jenis pemeliharaan rutin, baik yang terencana maupun
tak terencana yang dilakukan terutama untuk tetap menjaga kehandalan unit
pembangkit. Pemeliharaan jangka pendek meliputi :
1. Preventive Maintenance (PM)
Pemeliharaan rutin ini dilaksanakan berdasarkan interval waktu yang telah ditetapkan
lebih dulu untuk mengurangi kemungkinan dari suatu item peralatan mengalami
kondisi yang tidak diinginkan.
2. Predictive Maintenance (PDM)

51
Pemeliharaan ini dilakukan atas dasar hasil diagnose atau condition monitoring serta
kajian failure analysis berdasarkan timbulnya suatu gejala kerusakan yang dapat
diketahui secara dini, sehingga pemeliharaan dapat dilakukan tepat sebelum terjadinya
kerusakan. Salah satu perlatan yang menerapkan predictive maintance adalah :
 Pompa
 Fan
 Motor .

Ketiga peralatan diatas dapat diinspeksi dengan cara melihat adanya getaran yang
terjadi, apabila getaran terlalu keras maka operator harus memberi rekomendasi agar
peralatan tersebut segera diperbaiki, jika kerusakan yang terjadi tidak memungkinkan untuk
memperbaiki maka harus diganti dengan yang baru.
3.Corrective Maintenance (CM)
CM adalah suatu pemeliharaan yang dilakukan untuk mengembalikan peralatan
yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya untuk kegiatan corrective maintance yang
besar dengan lingkup kerja dan biaya yang besar akan ditangani oleh unit bis
pemeliharaan (UBHar).
Salah satu contoh corrective Maintenance di lapangan adalah :
 Kebocoran pipa
 Pompa tidak berfungsi

4.Emergency Maintenance (EM)


Adalah perawatan yang dilakukan untuk mengetahui terjadinya perubahan atau
kelainan dalam kondisi fisik dari sistem peralatan. Biasanya perawatan prediktif
dilakukan dengan pembuatan panca indra atau alat-alat monitor canggih.
4.5.2 Pemeliharaan Jangka Panjang
Pemeliharaan ini termasuk jenis pemeliharaan non rutin yang terencana semua
sumber dayanya (SDM, Material, dan waktu pelaksanaan). Ada beberapa
pemeliharaan jangka panjang, yaitu :
1. Overhaul / Inspection (OH)

52
Adalah suatu pemeliharaan menyeluruh terhadap semua peralatan sistem
yang termasuk dalam satu paket inspeksi untuk dikembalikan pada kondisi semula.
Overhaul merupakan pekerjaan besar yang terjadwal untuk pemeriksaan yang luas
dan perbaikan dari suatu peralatan besar untuk mencapai kondisi yang layak.
Overhaul ini diterapkan pada semua peralatan yang ada, prosesnya adalah dengan
melakukan proses pengecekan pada semua peralatan yang dijadwalkan tiap tahun
atau dua tahun.

2. Repair / Reabilitas (RP)


Suatu pemeliharaan yang dilakukan karena terjadi kerusakan peralatan
sehingga berakibat kegagalan fungsi dari peralatan tersebut. Pada perbaikan ini
peralatan yang mengalami kerusakan harus diganti dengan yang baru atau
mengganti spare part utamanya. Proses repair ini dilakukan pada peralatan yang
rusak dan sudah diganti yang baru, apabila masih mungkin untuk diperbaiki maka
peralatan yang rusak akan di repair.

3. Engineering / Project / Modification (EJ)


Adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk memodifikasi peralatan baik
untuk mengembalikan atau menambah kemampuan dan kehandalan peralatan atau
unit .

4.6 Pemeliharaan Cooling Water Pump


Pemeliharaan Cooling Water Pump memegang peranan penting dalam
menjaga efeksifitas dan efisiensi kinerja dari peralatan terutama terhadap sistem
pendingin pada PLTA. Peralatan/mesin yang akan mengalami penurunan akan
kinerja dan performa apabila suatu peralatan tersebut tidak dipelihara dan dirawat
berdasarkan SOP (Standar Operational Procedure) yaitu sesua dengan manual
book atau buku petunjuk yang dikeluarkan oleh perusahaan mesin tersebut.

53
Pemeliharaan yang dapat dilakukan terhadap bagian pompa dapat dilakukan
dengan cara :

 Preventive Maintenance yang dilakukan setiap minggu pada hari rabu


berupa pengecekan secara visual terhadap kebocoran dan kebersihan
instalasi.
 Overhaul dilakukan setiap satu atau dua tahun berupa pembongkaran dan
perbaikan pompa .

4.7 Instruksi kerja di UP PLTA Cirata


4.7.1 Preventive Maintenance Cooling Water Pump
I. PERALATAN DAN MATERIAL YANG DIPERLUKAN :
1.Toolkit : 1 Set
2.Majun : 1 Kg
3.Cleaner dan degreaser : 5 Liter

II. ALAT PELINDUNG DIRI YANG DIPERLUKAN :


1.Helmet4.Earplug
2.Safety Shoes
3.Sarung Tangan

III.Detail Aktivitas :
A.PERSIAPAN
1.Dokumentasi :

 Surat Perintah Kerja ( Work Order )


 Surat Izin Kerja ( Working Permit )
 Form Pengujian

54
2.Peralatan :
 Alat Pelindung Diri
 Alat Kerja
 Alat Ukur
B.PELAKSANAAN

1. POMPA

 Cek kebocoran air lincir


 Cek kekencangan baut
 Cek kondisi karet
kopling dan kopling
 Cek level oli
 Cek kondisi gland
packing
2. PRE-SRAINER

 Cek ∆P
 Cek Kekencangan Baut
3. Combi Filter
 Cek Kebocoran
 Cek ∆P
4.Instalasi Pipa
 Cek Kebocoran
 Cek Korosi
5.Katup-Katup
 Cek Kebersihan
 Cek Kekencangan baut
 Cek kebocoran
55
C. Tahap Akhir
1. Lapor Operator bahwa
pekerjaan telah selesai
2. Close WO ( Work Order
)

IV. ASPEK BAHAYA


DAN AKIBATNYA :
1. Ceceran oli di
lantaiCeceran air di lantai
2. Potensi bahaya jatuh
benda
3. Kebisingan saat
beroperasi
4. Potensi bahaya sumber
listrik dan api

V. PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN BAHAYA :
1. Lakukan Tagging pada
peralatan tersebut
2. Gunakan Safety Shoes
dan helmet
3. Gunakan Earplug
4. Gunakan sarung tangan

56
4.7.2 Bongkar Pasang Cooling Water Pump
1. Persiapan
Persiapan pekerjaan bongkar-pasang cooling water pump ini adalah sebagai
berikut:
1.1. Dokumentasi :
 Surat perintah kerja (Work Order)
 Surat izin kerja ( Working Permit Dan Safety Permit )
 Data-data kondisi pengoperasian dan pemeliharaan CWP sebelumnnya
( tekanan, vibrasi, temperatur, arus listrik, history patrol check & FLM,
laporan preventive )
1.2 Peralatan :
 Peralatan pelindung diri
1. Safety shoes
2. Helmet
3. Sarung Tangan
4. wear pack
5. Ear plug
 peralatan kerja
 alat ukur (vibrometer, thermoghrapi, ampere meter, volt meter)
1.3 Pengujian Sebelum Pembongkaran
Langkah-langkah dalam pengujian sebelum pembongkaran adalah sebagai berikut:
1.3.1 Melapor ke operator dinas untuk melakukan pengujian dengan mengoperasikan
pompa.
1.3.2. Bersama dengan operator melakukan pemeriksaan dan pencatatan kondisi fisik
meliputi
 kebocoran air
 temperatur
 vibrasi (didampingi dengan tim prediktif)
 tekanan kerja dari preesure gauge

57
 arus listrik
 level oli
 alat ukur berfungsi dengan baik
 sistem air lincir
1.3.3.Setelah melakukan pengujian dan pengambilan data, melaporkan pada operator
bahwa
pengujian telah selesai dan akan dlikaukan pembongkaran
1.3.4. Operator melakukan stop pengoperasian pompa dan mengisolasi katup-katup
kerja dan suplai
sumber listrik motor CWP pada MCC di rack-out (tagging).
1.3.5 Siapkan tempat dan diberi alas plastik untuk meletakkan part yang telah
dibongkar.

1.4. Pembongkaran
Langkah-langkah pembongkaran CWP untuk Cirata I adalah sebagai berikut:
Nama bagian Langkah-langkah Alat yang
No / Part dibutuhkan

1 Motor  Lepas cover kopling  Kunci pas/


 Buka baut joint kopling ring 12,18, 19,
motordengan pompa 24, 30, 36
 lepas joint kopling  Chain block
 lepas baut dudukan motor  Seling baja
 angkat motor 3 cm memakai  Kunci L 10
chain block dan dorong ke  Balok
belakang±50cmdari
dudukannya.
 Ganjal bagian belakang motor
memakai balok

2 Coupling  kendorkan set screw kopling  kunci


pompa pompa pas /ring 24

58
 pasang treker pada kopling  kunci L 4
 lepas kopling dengan cara  treker
memutar stem treker sambil  las acetilin
dipanaskan menggunakan las
acetilin sampai kopling keluar
dari poros

3 Housing  Pasang Chain Block pada hunger dan  chain block


pompa kaitkan hocknya pada Eye Bolt pompa  seling
sampai seling menegang.  kunci
 Buka seluruh baut Joint Lantern pas / ring 17,
dengan casing dan baut Support Foot 19, 24 mm
Housing
 Kencangkan baut jack yang ada pada
lantern untuk membuka housing pompa
kemudian ditarik keluar dari casing
pompa

4 Impeller  Buka mur pengikat Impeller  kunci sock 46


 Pasang Treker kemudian lepas Impeller mm
dengan memutar stem Treker  kunci pas/ring
menggunakan kunci ring 36 sampai 24 & 36 mm
impeller keluar dari poros  treker

5 Stuffing box  lepas stuffing box dari lantern dengan


menarik keluar

6 lantern  buka baut joint lantern dengan housing  kunci pas/ ring
pompa 24
 tarik lantern sampai terlepas dari  palu plastik
housing

7 Shaft sleeve  Gunakan Treker untuk membuka Shaft  Treker


Sleeve dengan memutar stemnya

59
sampai keluar dari poros

8 Leakage  kendorkan set screw leakage thrower  kunci L 4


thrower  tarik keluar dari poros

9 Cover  buka baut cover bearing  kunci pas /ring


bearing sisi  lepas cover bearing 17
depan dan
belakang

10 Rotating  Keluarkan rotating Assembly dari  Palu plastik 1


assembly Housing Pompa dengan cara memukul Kg
poros sisi impeller ke arah sisi kopling
dengan palu plastik sampai rotating
assembly keluar dari housing
 Letakkan part di atas balok
 Lindungi drat poros dengan plakban

11 Ball bearing (  Lepaskan Cluw Washer penahan mur  Drip


sisi Kopling  Lepaskan mur penahan Bearing  Treker
pompa )  Lepaskan Ball Bearing menggunakan  Palu besi ¼
treker Kg

12 Roll bearing (  Lepaskan Chear Cleap penahan inner  Tang circlip


sisi pompa ) roll bearing dari poros  Palu plastik
 Lepas Inner Roll Bearing dengan cara  Las acetelin
memanaskan dalam waktu singkat dan
langsung pukul keluar dari poros.

1.5 Pemeriksaan dan Perbaikan


Pemeriksaan dan perbaikan pada Cooling Water Pump meliputi:
No Nama Kondisi fisik Langkah-langkah Alat
60
bagian/part
1 Kopling  Kotoran  Bersihkan dari kotoran  Sikat baja
dengan majun dan  Amplas
chemical  Majun
 Berkarat  Trichlortinlin
 Bersihkan bagian dari (T.C.E)
 Keausan karat  Mesin las
 Spot check
 Bila ada yang aus/  majun
terabrasi, maka diperbaiki
dengan penambahan
daging besi dengan
pengelasan.
 Jika tingkat keausan
 Keretakan tinggi, maka perlu untuk
diganti baru.

 Cek keretakan dengan


cara menyemprot-kan spot
check warna merah
tunggu ± 15 menit,
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Setelah itu semprotkan
spot check warna putih
tunggu ± 5 menit,
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Cek secara visual, bila

61
ada keretakan, perbaiki
dengan cara dilas / ganti
baru

2 Housing  Berkarat  Bersihkan bagian dari  Sikat baja


pompa karat dengan majun dan  Amplas
chemical  Trichlortinlin
 (T.C.E)
Keretakkan  Cek keretakan dengan  Spot check
cara menyemprot-kan spot  Mesin las
check warna merah
tunggu ± 15 menit,
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Setelah itu semprotkan
spot check warna putih
tunggu ± 5 menit,
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Cek secara visual, bila
ada keretakan, perbaiki
dengan cara dilas / ganti
baru

3 Impeller  Berkarat  Bersihkan bagian  Sikat baja


dari karat  Amplas
  Majun
Keretakkan  Cek keretakan dengan  Trichlorotinlin
cara menyemprot-kan spot (T.C.E)
check warna merah  Color check
tunggu ± 15 menit,  Mesin las

62
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Setelah itu semprotkan
spot check warna putih
tunggu ± 5 menit,
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Cek secara visual, bila
ada keretakan, perbaiki
 Keausan dengan cara dilas / ganti
baru
 Ganti baru

4 Casing  Keretakkan  Cek keretakan dengan  Sikat baja


cara menyemprot-kan spot  Amplas
check warna merah  Trichlortinlin
tunggu ± 15 menit, (T.C.E)
kemudian bersihkan  Spot check
dengan memakai majun.  Mesin las
 Setelah itu semprotkan
spot check warna putih
tunggu ± 5 menit,
kemudian bersihkan
dengan memakai majun.
 Cek secara visual, bila
ada keretakan, perbaiki
dengan cara dilas / ganti
baru

5 Impeller  Dimensi  Ukur iD Casewearing  Micrometer


63
dan keausan dan oD Impeller. Jika inside
casewearing selisihnya >0.25 mm,  Micrometer
maka Wearing Ring harus outside
diganti dengan yang baru.

6 Shaft sleeve  Kotoran  Bersihkan dari  Sikat baja


kotoran  amplas
 Keausan  majun
 Perbaiki bagian yang aus  Las listrik
dengan penambahan  Mesin bubut
daging dengan cara
pengelasan listrik dan
dibubut.
 Tingkat keausan tinggi,
harus diganti baru

7 Poros  Kondisi  Kikir pada bagian gang-  Kikir ∆


drat gang nya yang rusak  Las listrik
 Mesin bubut
 Cek keausan pada  Dial gauge
 Keausan dudukan kopling, oil seal,  V Block
poros bearing, dan impeller
 Perbaiki bagian yang aus
dengan penambahan
daging dengan cara
pengelasan listrik dan
dibubut.
 Bila tingkat keausan
tinggi, maka perlu diganti
baru

64
 Kebengkokan  Bila ada tingkat
poros kebengkokan yang tinggi,
perlu diganti baru

8 Bearing  Ketidak-  Bila terdapat indikasi


aturan, friksi, fisik tersebut, maka perlu
singgungan, diganti baru
keausan,
keretakkan

9 Oil seal  Ketidak-  Ganti baru


aturan
singgungan,
keausan,
sobek, keras

10 Penekan  Keausan  Perbaiki dengan  Mesin las


Gland pengelasan dan  Mesin bubut
packing pembubutan

11 Packing  Kerusakan,  Ganti baru  Siklo


klingrit sobek, keras  Plong
1 ½ mm karena
untuk lifetime.
stuffing box

12 Packing  Kerusakan,  Ganti baru dengan  Alat pembuat


untuk cover sobek karena membuat sesuai ukuran packing ( Siklo
bearing lifetime yang telah ditetapkan )
( 0.5 mm )

13 Pelumas  Viskositas,  Ganti baru  SAE 20


65
level oil,
warna

14 Baut & Mur  Berkarat  Dibersihkan  Sikat baja


 Kondisi drat  Dikikir  Trichlortinlin
rusak  Diganti baru (T.C.E)

1.6 Pemasangan
Langkah langkah pemasangan/ assembly pada CWP adalah sebagai berikut:
No Nama bagian Langkah-langkah Alat yang dibutuhkan
1 Roll Bearing  Untuk memasang Roll Bearing  Tabung gas &
pada poros, sebelumnya sediakan kompor gas
minyak pelumas.  Oli bekas
 Rendam Inner Roll Bearing pada  termometer
minyak pelumas dan panaskan
O
pada suhu ± 150 C selama ±10
menit dan dinginkan.
 Pasang Bearing pada poros,
kemudian pasang circlip
memakai tang Cir Clip untuk
mengunci Inner Roll Bearing

2 Ball bearing pemasangan Ball Bearing  press hidrolik


menggunakan alat bantu Press  oli bekas
Hidrolik. Langkah-langkahnya  drif
sebagai berikut:  palu besi 3 Kg
 Bersihkan poros dan lumasi  amplas halus
dengan oli
 Letakkan bearing pada alat press.
Hidrolik, masukkan bearing pada
poros dan luruskan.

66
 Operasikan alat press hidrolik
perlahan-lahan dengan melihat
manometer ( tekanan harus <

0.25 Kg/cm2 )
 Atau untuk pipa yang
berdiameter lebih kecil dari inner
bearing, masukkan ball bearing
ke poros, kemudian pukul
perlahan sampai pada tempatnya
dan rata.
 Setelah selesai, pasang cluw
washer dan mur pengikat bearing
kemudian menekuk cluw washer
(kunci bintang)

3 Oil seal  Lumasi oil seal sebelum  palu besi ¼ Kg


dipasang pada Cover Bearing  oli bekas
 Letakkan Oil Seal di atas cover  kayu / papan
bearing dan diberi alas kayu di
atasnya
 Pukul alas kayu tersebut di
tengahnya sampai Oil Seal masuk
ke Cover Bearing dan rata

4 Packing  Buat Packing sesuai ukuran yang  Alat pembuat


telah ditetapkan packing
( siklo )

5 Rotating  Periksa dan bersihkan terlebih  Palu plastik


assembly dahulu Housing pompa dari  Trichlor
benda asing dengan chemical dan ( T.C.E)
lumasi dengan oli

67
 Masukkan Rotating Assembly
bagian depan / sisi Impeller ke
dalam rumah bearing dari
belakang / sisi kopling.
 Luruskan porosnya dan
masukkan sampai bearing duduk
pada housing bearing sisi
kopling,kemudian luruskan poros
bagian depan supaya sejajar dan
roller bearing duduk pada cover
bearing sisi impeller

6 Cover bearing  Cover Bearing yang telah  Kunci pas /


sisi kopling dan terpasang Oil Seal tersebut ring 17 mm
impeller dipasang pada Housing dan
mengikatnya dengan baut

7 Cover pelempar  masukkan cover pelempar air ke  kunci L 4 mm


air poros kemudian pukul perlahan  palu plastik
sampai rata dengan cover bearing
 Kencangkan dengan Set Screw

8 Shaft sleeve  pasang O-ring pada shaft sleeve  palu plastik


 Pasang Shaft Sleeve pada poros  O-ring 3 mm
dan memukul perlahan-lahan
sampai shaft sleeve duduk pada
posisi yang benar
 kemudian pasang spi

9 lantern  Pasang Lantern pada Housing  kunci pas /


dan mengikatnya dengan baut ring 24 mm

68
10 Stuffing box  Beri Grease pada Stuffing Box  Grease
cover Cover kemudian pasang dengan
memasukkan ke poros sampai
duduk pada Joint Lantern.
 Beri Packing pada dudukan Joint
Casing pompa

11 Impeller  Periksa terlebih dahulu untuk  Kunci shock


memastikan bahwa pasak benar 46 mm
pas / tidak goyang  Palu plastik
 Pasang Impeller pada poros
 Beri alas kayu untuk memukul
agar Impeller terdorong ke
posisinya
 Pasang mur Impeller dan
kencangkan dengan stang kunci

12 Housing pompa  Bersihkan dari kotoran dan beri  Chain block


& casing pompa pelumas.  Seling
 Gantung Housing pompa pada  Kunci pas /
Chain Block kemudian luruskan ring 24 mm
pada casing pompa dan dorong
sampai Impeller masuk ke casing
dan wearing ring.
 Pasang dan kencangkan semua
mur secara belawanan sambil
memutar poros pompa agar tidak
macet.
 Pasang baut Support Foot
Housing

13 Kopling  Haluskan goresan-goresan pada  Heater/


69
tepi alur pasak dan ujung poros kompor gas
kopling  Oli bekas
 Pasang kopling pada poros  Kunci L 15
dengan memanaskan terlebih mm
dahulu di dalam minyak, segera  Air
masukkan kopling pada poros compressor
dan didinginkan dengan udara
 Pasang Set Screw dan
dikencangkan

14 Penekan gland  Ukur dan Potong Gland Packing  Cutter


packing yang baru dengan dimensi ukuran  Obeng minus
yang sesuai  Fuller
 Gland Packing yang baru  Kunci pas 19,
dimasukkan di kotak packing 24 mm
dengan sambungan berlawanan
sampai jumlah yang diperlukan
 Pasang penekan Gland Packing
dengan tekanan ringan serta
merata, sehingga poros dapat
diputar dengan tangan, kemudian
cek clearance memakai fuller.

15 N-EUPEX  Pasang karet kopling pada


Coupling kopling motor
 Pasang kopling N-EUPEX

16 Motor  Pasang motor pada dudukan


semula

4.8. Analisa
Preventive maintenance Cooling water pump yang dilakukan seminggu sekali
70
menurut lembar pemeliharaan yang terdapat di PT.PJB UP Cirata agar menghasilkan
Cooling water pump (CWP) dalam kondisi atau kinerja terbaik supaya memperpanjang
masa pakai motor tersebut. Dikarena CWP dipergunakan secara kontinyu atau terus
menerus yang bisa terjadinya kondisi dimana alat tersebut berada pada titik jenuh,
sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada alat tersebut dan menyebabkan terjadinya
kegagalan proses pembangkitan listrik pada PT. PJB UP Cirata.
BAB V
TANGGAPAN DAN SARAN

5.1 Tanggapan

1. Pemeliharaan prediktif (Predictive Maintenance), pemeliharaan pencegahan


(Preventive Maintenance), pemeliharaan korektif (Corrective Maintenance)
merupakan sangat penting dilakukan pada pemeliharaan Cooling Water Pump.
2. Pemeliharaan Cooling Water Pump yang dilakukan dilapangan sudah sesuai dengan
teori.

5.2 Saran

1. Dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan harus selalu menggunakan alat


perlindungan diri yang lengkap.
2. Mempersiapkan alat pelindung diri dan tools yang akan digunakan agar tidak
menghambat proses kerja.
3. Untuk mengalisa kerusakan pompa dibutuhkan data pembanding guna memperoleh
data data yang lebih akurat tentang sejauh mana pompa mengalami kerusakan.

71
DAFTAR PUSTAKA

1. Materi Pembekalan OJT, 2012, PT Pembangkitan Jawa-Bali, Bidang PLTA,


Purwakarta
2. Marsudi, Djiteng.2011. Pembangkit Energy Listrik Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga.
3. Ir. Harianto, 2013. Introduction to pump, compressor and fan. Jakarta.

72
4. Buku Expert PLTA Cirata,2012, PT Pembangkitan Jawa-Bali, Bidang PLTA,
Purwakarta

73
Lampiran

74