Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Air merupakan salah satu sumber kehidupan. Air juga memiliki fungsi
yang sangat vital dalam kehidupan. Hal ini dikarenakan hampir seluruh penyusun
tubuh manusia adalah air. Selain itu, air digunakan untuk kebutuhan sehari – hari
seperti untuk mandi, mencuci baju dan peralatan masak serta untuk pengairan dan
lain- lain.
Berdasarkan UU No. 3 Tahun 1997 menyatakan bahwa pencemaran air
adalah menurunnya kualitas air akibat masuknya makhluk hidup, zat, energi ke
dalam air akibat aktifitas manusia. Penurunan kualitas air tersebut dapat
disebabkan secara sengaja oleh aktifitas manusia. Contohnya adalah membuang
sampah di sungai dan lain – lain.
Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Air dalam
sungai umumnya terkumpul dari presipitasi, seperti hujan,embun, mata air,
limpasan bawah tanah, dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari
lelehan es / salju. Selain air, sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Di Indonesia terdapat banyak sungai yang bisa dibilang panjang dan besar.
Karena indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki pulau – pulau yang
banyak, maka pengalirnya pun (sungai) juga banyak. Semakin lama sungai mulai
tidak dipelihara dan mulai mengalami pencamaran contohnya seperti sungai
citarum.
Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air
merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang
meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran
air.

1
B. Masalah
 Bagaimana sejarah perkembangan tentang ilmu lingkungan terkait
pencemaran air.
 Apa penyebab tercemarnya sungai
 Apa akibat pencemaran sungai

C. Manfaat
Manfaat dari makalah ini antara lain :
 Menambah wawasan tentang pentingnya Air bagi kehidupan
manusia.
 Menimbulkan rasa peduli untuk menjaga dan melestarikan sungai.
 Memberikan informasi tentang cara menanggulangi dan menjaga
sungai agar air tetap bersih

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pencemaran air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia. Menurut Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan
Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air
adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain
kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak
dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan
antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air
minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk
mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti
gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan
perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. Danau, sungai, lautan
dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan
merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga
mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu
kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah
adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran
pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai
objek wisata. Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air
merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang
meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran
air.
Pencemaran air adalah masuknya komponen yang bercampur dengan air
sehingga menurunkan kualitas air. Komponen tersebut antara lain adalah unsur,

3
energi, dan zat lainnya.Pencemaran air antara lain adalah pencemaran air laut,
pencemaran air tanah, air sungai, dan air danau.

a. Manfaat air bagi kehidupan


antara lain adalah sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi cairan di dalam tubuh
Semua makhluk hidup membutuhkan air tanpa terkecuali. Baik itu
manusia, hewan dan tumbuhan semua membutuhkan air. Hampir seluruh
penyusun tubuh kita adalah air. Kekurangan air dapat menyebabkan
dehidrasi.
2. Membantu pekerjaan sehari - hari
Hampir seluruh aktivitas di dalam rumah tangga membutuhkan air untuk
minum, mencuci, memasak, menyirami tanaman dan lain – lain.
Bayangkan jika air di lingkungan sekitar kita tercemar, hal ini dapat
menyebabkan anda terkena penyakit karena air yang anda konsumsi sudah
tidak jernih lagi.
3. Membantu membersihkan tubuh
Air dapat membantu anda membersihkan tubuh sehingga tubuh anda
terbebas dari kuman dan penyakit. Oleh karena itu, kita harus menjaga
lingkungan kita agar tidak tercemar sehingga air yang kita gunakan selalu
bersih.
4. Membantu dalam bidang pertanian
Air adalah sumber utama penghidupan, termasuk di dalamnya adalah
tanaman. Apabila tanaman kekurangan air dapat mengganggu proses
metabolisme di dalamnya sehingga dapat menyebabkan layu lalu mati. Air
sangat penting dalam mengalirkan irigasi.
5. Menjaga kesehatan kulit
Air dapat membantu melembabkan kulit sehingga dapat mencegah
kekeringan.
6. Sebagai pembangkit tenaga listrik

4
Di era yang serba modern ini air dapat digunakan sebagai pembangkit
listrik.

b. Akibat Pencemaran Air


 Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya
kandungan
oksigen (O-2) yang dapat menyebabkan kematian.
 Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air (eurotrifikasi)
 Pendangkalan dasar perairan
 Tersumbatnya penyaring reservoir dan menyebabkan perubahan
ekologi
 Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
 Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh
hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan maskhluk berguna
terutama predator
 Kematian biota kuno, seperti: plankton, iank, bahkan burung
 Kekurangan sumber air
 Mutasi sel, kanker, dan leukimia

B. Dampak Pencemaran Air


Dampak pencemaran lingkungan terhadap lingkungan sangatlah besar.
Jika dibiarkan dapat merusak ekosistem di perairan dan menyebabkan
ketidakseimbangan ekosistem di air. Berikut adalah beberapa akibat pencemaran
air:

1. Meledaknya hama

Salah satu dampak pencemaran lingkungan adalah memutus rantai


makanan pada suatu ekosistem. Contohnya adalah penggunaan pestisida
yang berlebihan dapat menyebabkan banyak predator yang mati sehingga
jumlah hama akan meledak.

5
2. Punahnya spesies
Pencemaran air dapat membuat banyak spesies ikan dan biota lain yang
ada di lingkungan perairan punah. Hal ini sangat merugikan karena dapat
menurunkan jumlah keanekaragaman dalam ekosistem air.
3. Keseimbangan lingkungan terganggu
Keseimbangan lingkungan dapat terganggu saat terjadi perubahan
interaksi dalam suatu ekosistem.
4. Berkurangnya kesuburan tanah
5. Pada pH di bawah bawah 4 dapat menyebabkan tumbuhan air mati karena
sebagian besar dari tumbuhan tersebut tidak toleran terhadap kondisi air
dengan pH asam.
6. Pencemaran air dapat menyebabkan pH air berubah sehingga berakibat
pada keanekaragaman biota di ekosistem perairan. Berikut ini adalah
daftar dari pengaruh perubahan pH terhadap biota di perairan:

 Pada pH 6-6,5 dapat menurunkan keanekaragaman plankton dan


bentos. Pada pH 5,5 – 6 terjadi penurunan nilai keanekaragaman
plankton dan bentos semakin jelas. Pada pH 5 – 5,5 penurunan
keanekaragaman semakin besar sehingga berpengaruh terhadap
penurunan jenis plankton, perifilton dan bentos.
 Pada pH 5 – 5,5 juga menyebabkan semakin banyaknya jumlah alga
hijau dan proses nitrifikasi mulai terhambat. Pada pH 4,5 – 5 terjadi
banyak penurunan keanekaragaman plankton dan bentos semakin besar.
 Selain itu, pada pH 4,5 – 5 juga menyebabkan penurunan
kemelimpahan zooplankton dan bentos, alga hijau semakin banyak dan
terjadi penghambatan proses nitrifikasi. Oleh karena itu, kita harus
menjaga lingkungan dengan baik agar dampak pencemaran air dapat
dicegah.

6
Pencemaran air tidak dapat disepelekan hal ini karena menyangkut
kelestarian alam dan kebersihan lingkungan di sekeliling kita. Berikut ini adalah
beberapa hal yang merupakan dampak dari pencemaran air dibidang kesehatan:

1. Air menjadi sarana untuk membawa penyakit karena air dapat berfungsi
sebagai media tempat hidup mikroorganisme patogen, sebagai sarang
serangga penyebab penyakit salah satunya adalah nyamuk.
2. Adanya pencemaran air tidak hanya berdampak pada kesehatan saja,
melainkan juga berpengaruh terhadap nilai estetika di lingkungan sekitar
kita.

C. Upaya Pengendalian Pencemaran Air


Cara Mengatasi Pencemaran Air yang Efektif
1. Mempertahankan sumber-sumber air bersih yang belum tercemar.
Sumber air yang masih bersih hendaknya tetap dipertahankan
kebersihannya. Jangan sampai ikut tercemar, karena jika sudah tercemar
akan sulit membersihkannya.
2. Menanam tanaman-tanaman berkayu tebal.
Tanaman-tanaman yang berkayu tebal adalah tanaman yang dapat
menyerap air dengan baik. Dengan begitu, persediaan air tanah mencukupi
dan sumber air bersih dapat terjaga.
3. Tidak membuang sampah ke sungai.
Jika sampah yang dibuang dari satu rumah tangga masuk ke sungai saja
sudah mengotori sungai. Bagaimana halnya jika setiap rumah tangga yang
ada di Indonesia membuang sampah rumah tangga mereka ke sungai.
Sungai menjadi sangat kotor dan tercemar. Pendangkalan sungai pun
terjadi yang akhirnya dapat menyebabkan banjir. Banjir mengalirkan air
tercemar ke kawasan pemukiman yang dapat menyebabkan wabah
penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya.
4. Mendaur ulang semua sampah yang bisa didaur ulang.
Sampah yang bisa didaur ulang usahakan untuk didaur ulang. Tidak
membuangnya ke sungai atau got. Hal ini dilakukan agar perairan di

7
sekitar masyarakat tidak tercemar. Jika tercemar, biasanya menimbulkan
bau tidak sedap. Hal ini sangat menganggu masyarakat dalam menjalankan
aktivitas mereka.
5. Penyuluhan pembuangan limbah industri.
Industri-industri yang mengeluarkan limbah cair hendaknya diberi
penyuluhan agar mereka melakukan pengolahan limbah sebelum dibuang
ke sungai. Ini perlu pengawasan ketat dari pemerintah karena sampai saat
ini, masih banyak Industri-industri yang membuang limbah cairnya begitu
saja ke sungai. Mereka tidak menghiraukan dampak yang akan timbul
pada masyarakat yang hidup di area tersebut.
6. Penyuluhan bagi pengguna transportasi laut.
Bagi masyarakat pengguna transportasi lautan hendaknya diberikan
penyuluhan agar memastikan kendaraan mereka tidak bocor agar tidak
mencemari air laut.
7. Peraturan yang tegas kepada para pengusaha minyak.
Peraturan tersebut dibuat agar tidak membuat kilang minyak dekat
pemukiman penduduk. Kilang-kilang minyak hendaklah didirikan sejauh
mungkin dari kawasan pemukiman, agar tidak membahayakan masyarakat
sekitar. Jika terjadi kebocoran minyak yang mencemari laut, maka
binatang-binatang laut akan terganggu ekosistemnya.
8. Pemerintah hendaknya membuat peraturan yang tegas untuk pembuangan
limbah beracun.
Dengan peraturan yang ketat, maka para pengusaha akan berpikir berulang
kali untuk membuang limbah cairnya begitu saja. Pengolahan limbah yang
mahal sudah menjadi risiko mereka sebagai pengusaha. Maka jika Anda
akan mendirikan sebuah industri, buatlah industri yang ramah lingkungan.
Selain lebih murah, Anda pun tidak akan dibenci oleh masyarakat dan
lembaga-lembaga pencinta lingkungan.

8
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan
pencemaran air, antara lain (Jumianto, 2011) :
 Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau
mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
 Tidak membuang sampah ke sungai.
 Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
 Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya
bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
 Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air
bersih lainnya tidak tercemar.
Cara menanggulangi pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman
pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam
jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon
secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata.
Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon,
semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. .
(www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa
cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Jumianto (2011) menyatakan beberapa cara penanggulangan pencemaran
air tersebut di antaranya sebagai berikut :
 Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
 Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
 Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
 Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
 Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan
EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
 Program Rehabilitasi dan Konservasi SDA dan Lingkungan Hidup

9
 Mengoptimalkan pelaksanaan rehabilitasi lahan kritis.
 Menanggulangi kerusakan lahan bekas pertambangan, TPA, dan
bencana.
 Meningkatkan konservasi air bawah tanah.
 Rehabilitasi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Seharusnya, kita berperilaku terpuji dan santun terhadap lingkungan.
Memuliakan air adalah salah satu bentuk wujud nyata yang bisa kita lakukan guna
kelangsungan hidup bersama.
Cara penanggulangan pencemaran air yang dapat dilakukan pertama -
tama adalah (Jumianto, 2011) :
1. Perubahan Perilaku Masyarakat
Untuk mengatasi pencemaran air dapat dilakukan usaha preventif,
misalnya dengan tidak membuang sampah dan limbah industri ke sungai.
Kebiasaan membuang sampah ke sungai dan disembarang tempat
hendaknya diberantas dengan memberlakukan peraturan-peraturan yang
diterapkan di lingkungan masing-masing secara konsekuen. Sampah-
sampah hendaknya dibuang pada tempat yang telah ditentukan.
Masyarakat di sekitar sungai perlu merubah perilaku tentang pemanfaatan
sungai agar sungai tidak lagi dipergunakan sebagai tempat pembuangan
sampah dan tempat mandi-cuci-kakus (MCK). Peraturan pembuangan
limbah industri hendaknya dipantau pelaksanaannya dan pelanggarnya
dijatuhi hukuman. Limbah industri hendaknya diproses dahulu dengan
teknik pengolahan limbah, dan setelah memenuhi syarat baku mutu air
buangan baru bisa dialirkan ke selokan-selokan atau sungai. Dengan
demikian akan tercipta sungai yang bersih dan memiliki fungsi ekologis.
Tindakan yang Perlu Dilakukan oleh Masyarakat:
a. Tidak membuang sampah atau limbah cair ke sungai, danau, laut dll.
b. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk tempat mencuci truk,
mobil dan sepeda motor.
c. Tidak menggunakan sungai atau danau untuk wahana memandikan
ternak dan sebagai tempat kakus.

10
d. Tidak minum air dari sungai, danau atau sumur tanpa dimasak dahulu.
2. Pembuatan Kolam Pengolah Limbah Cair
Saat ini mulai digalakkan pembuatan WC umum yang dilengkapi
septic tank di daerah/lingkungan yang rata-rata penduduknya tidak
memiliki WC. Setiap sepuluh rumah disediakan satu WC umum. Upaya
demikian sangat bersahabat dengan lingkungan, murah dan sehat karena
dapat menghindari pencemaran air sumur / air tanah. Selain itu, sudah
saatnya diupayakan pembuatan kolam pengolahan air buangan (air cucian,
air kamar mandi dan lain-lain) secara kolektif, agar limbah tersebut tidak
langsung dialirkan ke selokan atau sungai.
Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang
tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan, baik secara
mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun
biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam
terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang
berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti.
Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai
dll.) hanyalah air yang tidak tercemar.
Salah satu contoh tahap-tahap proses pengolahan air buangan
adalah sebagai berikut:
a. Proses penanganan primer, yaitu memisahkan air buangan dari bahan-
bahan padatan yang mengendap atau mengapung.
b. Proses penanganan sekunder, yaitu proses dekomposisi bahan-bahan
padatan secara biologis.
c. Proses pengendapan tersier, yaitu menghilangkan komponen-
komponen fosfor dan padatan tersuspensi, terlarut atau berwarna dan
bau. Untuk itu bisa menggunakan beberapa metode bergantung pada
komponen yang ingin dihilangkan, seperti berikut :
 Pengendapan, yaitu dengan cara kimia penambahan kapur atau
metal hidroksida untuk mengendapkan fosfor.

11
 Adsorbsi, yaitu dengan cara menghilangkan bahan-bahan organik
terlarut, berwarna atau bau.
 Elektrodialisis, yaitu dengan cara menurunkan konsentrasi garam-
garam terlarut dengan menggunakan tenaga listrik
 Osmosis, yaitu dengan cara mengurangi kandungan garam-garam
organik maupun mineral dari air
 Klorinasi, yaitu dengan cara menghilangkan organisme penyebab
penyakit

12
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan
antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air
minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk
mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti
gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan
perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. Danau, sungai, lautan
dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan
merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga
mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu
kehidupan manusia.

B. Saran
1. Untuk menjaga kualitas air maka kita selaku makhluk yang sangat
rentan melakukan pencemaran terhadap air maka kita harus sadar akan
lingkungan, artinya bahwa kita lah yang menjaga lingkungan ini agar
tetap baik. Mari bersama kita jaga lingkungan ini agar tetap dapat kita
nikmati dan demi anak cucu kita di hari kemudian.
2. Pemerintah harus lebih tegas dalam membuat keputusan dalam
penanggulangan sungai di Indonesia terutama di sungai Citarum.
Karena peran pemerintah sangat berperan dalam menyelesaikan
masalah pencemaran yang telah terjadi.

13
DAFTAR PUSTAKA

 Subardi, Nuryani, Pramono S. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan


Departemen Pendidikan Nasional.
 Sulistyorini A. 2009. Biologi 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen
Pendidikan Nasional.
 Suwarno. 2009. Panduan Pembelajaran Biologi. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
 Thegorbalsla.com/pencemaran-air/.

14