Anda di halaman 1dari 39

MAKALAH

RANGKAIAN LISTRIK

OlehKelompok 4:

1. SINTIA APRILINA LUTFIANI (P1337430216033)


2. RAFIE LUGASSEKTI (P1337430216038)
3. NINDYA ANGGRAENI COSTAE VERA (P1337430216034)
4. ANNA NEVITA SARI (P1337430216035)
5. ELIYAS ALVIA IMERZA PRAMESWARI (P1337430216036)
6. DINDA ATIKA SARI (P1337430216037)
7. HANIFAH HANAN ADILA (P1337430216039)
8. MUHAMMAD ZAINUDHIN RAMDHANI (P1337430216040)
9. DAMAS MUHAMMAD YUNUS (P1337430216041)
10. ANGGITA DYAH PRABAWANINGRUM (P1337430216042)

KELAS 1 B

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI

POLITEKNIK KESEHATANSEMARANG

TAHUN AJARAN 2016/2017

1
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................. ii

DAFTAR ISI .............................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ..................................................................... 2

1.3 Tujuan Masalah Penulisan ........................................................ 2

BAB II KAJIAN TEORI ............................................................................. 3

2.1 Energi Listrik ............................................................................. 3


2.2 Sumber Energi Listrik ............................................................... 3
2.3 Rangkaian Seri ......................................................................... 4
2.4 Rangkaian Pararel .....................................................................7
2.5 Rangkaian Campuran.................................................................9
2.6 Rangkaian Seri dan Pararel Kapasitor.....................................16
2.7 Arus AC dan DC ......................................................................21
A. Arus AC (Alternating Current) .............................................21
B. Arus DC ( Direct Current).....................................................26

BAB III PENUTUP .................................................................................... 34

A. Kesimpulan ................................................................................ 34

B. Saran ........................................................................................ 35

Daftar Pustaka .......................................................................................... vii

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala


limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan
tugas project Fisika Radiasi dengan bab Rangkaian Listrik.
Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa agar
dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Makalah ini
berisikan Penjelasan dan contoh soal Rangkaian Listrik beserta
penyelesaiannya.
Terselesaikannya tugas ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima
kasih kepada dosen dan pihak-pihak yang mendukung.
Kami menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena
itu kami mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi
kesempurnaan tugas-tugas kami selanjutnya. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua pihak. Amin.

Semarang ,4 Oktober 2015

Penulis

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rangkaian Listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan
alat-alat listrik lainnya yang mempunyai fungsi tertentu. Berdasarkan
susunan hubungan alat-alat listrik, maka rangkaian listrik tersusun
dengan tiga cara, yaitu: rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian
campuran.
Rangkaian seri adalah rangkaian alat-alat listrik yang disusun
berurut tanpa cabang. Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban
listrik yang dihubungkan ke satu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian
listrik seri adalah suatu rangkaian listrik, di mana input suatu komponen
berasal dari output komponen lainnya.
Rangkaian listrik paralel adalah rangkaian listrik yang disusun secara tidak
berurutan . Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang
disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah
umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah
suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari
sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel.
Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik
menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang
diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel
memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun
kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka
komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Arus AC atau kepanjangan dari Alternating Current adalah arus
yang sipatnya mempunya dua arah atau lebih di kenal dengan sebutan
arus bolak-balik yang tidak memiliki sisi negatif, dan hanya mempunya
ground (bumi). Arus AC biasa di gunakan untuk tegangan listrik PLN.
Arus DC atau dalam istilah ilmiahnya dinamakan Diret Current
merupakan arus listrik yang tidak mempunyai gelombang frekuensi. DC

4
tidak ditemukan pada listrik instalasi, akan tetapi DC secara umum
ditemukan pada baterai atau akumulator.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari rangkaian listrik seri dan paralel ?
2. Apa kelebihan rangkaian listrik seri dan paralel ?
3. Apa kekurangan rangkaian listrik seri dan paralel
4. Bagaimana ciri – ciri rangkaian listrik seri dan paralel ?
5. Apa sifat-sifat rangkaian listrik seri ?
6. Apa sifat-sifat rangkaian listrik paralel ?
7. Apa pengertian dari Arus AC dan DC ?
8. Apa kelebihan Arus AC dan DC ?
9. Apa kekurangan Arus AC dan DC?
10. Bagaimana Prinsip Kerja Arus AC dan DC?
11. Bagaimana Penggunaan Arus AC dan DC dalam Kehidupan
sehari-hari?

1.3 Tujuan Masalah


1. Mengetahui rangkaian listrik seri dan paralel
2. Mengetahui kelebihan rangkaian listrik seri dan paralel
3. Mengetahui kekurangan rangkaian listrik seri dan paralel
4. Mengetahui ciri – ciri rangkaian listrik seri dan paralel
5. Mengetahui sifat-sifat rangkaian listrik seri
6. Mengetahui sifat-sifat rangkaian listrik paralel
7. Mengetahui Penggunaan Arus AC dan DC dalam Kehidupan
sehari-hari

5
BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Energi Listrik


Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan
listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A)
dan tegangan listrik dengan satuan volt(V) dengan ketetntuan kebutuhan
konsumsi daya listrik dengan satuan watt (W) untuk menggerakkan motor,
lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan ataupun untuk
menggerakan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan
bentuk energi yang lain.

2.2 Sumber Energi Listrik


Benda yang menimbulkan arus listrik dinamakan sumber energi
listrik. Sumber energi listrik yang paling sering kita jumpai adalah baterai
dan aki. Keduanya memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Baterai
dan aki tergolong sumber energi yang kecil. Keduanya hanya mampu
menyalakan lampu senter atau bola lampu berukuran kecil.
a. Baterai
Merupakan sumber energi listrik yang paling mudah diperoleh. Kamu
dapat membelinya ditoko atau warung. Pada bungkus baterai biasanya
tertulis 1,5V. Artinya baterai tersebut mempuanyai tegangan listrik 1,5 Volt
(1,5 V).
Baterai berisi zat-zat kimia. Pada zat-zat kimia tersebut tersimpan
energi kimia yang dapat berubah menjadi energi listrik apabila kutub
positif (+) dihubungkan dengan kutub negatif (-).
Bungkus luar baterai biasanya dibuat dari bahan logam, tetapi ada
juga terbuat dari kertas karton tebal. Perhatikan dan bacalah semua
petunjuk pemakaian baterai tersebut, baik kutub-kutubnya maupun daya
tahannya. Setelah bungkus luar dibuka, kamu akan menemukan lapisan
seng yang berfungsi sebagai kutub negatif. Jika lapisan seng ini dibuka
kamu akan menemukan lapisan zat-zat kimia. Zat-zat inilah yang

6
menyimpan energi kimia. Di bagian tengah beterai, kita akan
mendapatkan batang arang yang keras. Ujung luar batang arang ini
biasanya dihubungkan dengan tembaga dan berfungsi sebagai kutub
positif.
b. Aki (akumulator)
Aki disebut juga elemen basah. Aki biasa digunakan pada kendaraan
bermotor. Apabila aki telah lama digunakan untuk menyalakan lampu atau
menghidupkan alat lainnya, maka energi listrik pada aki akan habis.Agar
dapat digunakan kembali, aki harus diberi energi listrik(disetrum) dan
kadang-kadang juga di tambah air murni.
Ukuran aki bermacam-macam. Ukuran tersebut menunjukan besarnya
tegangan listrik yang dimilikinya. Biasanya, aki yang bertabung besar
mempunyai tegangan yang besar juga. Contoh-contoh ukuran aki antara
lain 6V, 9V, 12V, 24V dan 50V. Penggunaan energi listrik dari aki ini
cukup dilakukan dengan menghubungkan kutub positif dan kutub negatif
dengan alat-alat listrik yang diinginkan. Apabila aki dihubungkan dengan
radio, maka radio akan berbunyi. Demikian juga, jika aki dihubungkan
dengan bola lampu maka lampu akan menyala.

2.3 Rangkaian Seri


- Pengertian Rangkain Listrik Seri
Rangkaian seri adalah rangkaian hambatan (resistor) yang
disambungkan secara berturut-turut.
Rangkaian seri terdiri dari dua atau lebih beban listrik yang
dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian. Rangkaian listrik seri
adalah suatu rangkaian listrik, di mana input suatu komponen berasal dari
output komponen lainnya.
- Rangkaian Listrik Seri
Rangkaian listrik yang komponen di dalamnya akan disusun
secara seri atau memiliki bentuk yang sejajar. Contoh dalam kehidupan
sehari-hari yang menggunakan rangkaian seri adalah lampu senter yang
biasanya akan memiliki rangkaian seri di dalamnya. Biasanya pada bagian

7
baterai dari lampu tersebut yang akan disusun secara seri. Sementara
pengertian lain dari rangkaian listri seri adalah input dari suatu komponen
di dalam rangkaian tersebut akan berasal dari output komponen lainnya di
dalam rangkaian tersebut. Oleh sebab itu rangkaian listrik yang dirangkai
secara seri ini tentu bisa menghemat biaya dengan menggunakan sedikit
kabel penghubung. Namun rangkaian listrik seri ini juga memiliki
kelemahan selain kelebihan di penghematan biaya yang sudah
disebutkan.

Rangkaian Seri Resistor

Rangkaian Seri pada Lampu

Gambar Rangkaian seri

-Kelemahan dan Kelebihan Rangkaian Seri

Kelemahannya adalah ketika salah satu komponen dari rangkaian


tersebut dicabut atau mengalami kerusakan seperti habis atau mungkin

8
tidak berfungsi, maka komponen lain yang terdapat di dalam rangkaian
tersebut tidak akan berjalan dan juga berfungsi dengan baik bahkan dapat
menyebabkan mati total. Seperti contoh pada tiga buah bola lampu yang
dirangkai atau disusun secara seri. Maka input dari lampu tersebut akan
dihasilkan dari output lampu yang lain yang terdapat di rangkaian tersebut.
Dan seandainya salah satu lampu tersebut di cabut dan juga putus atau
rusak, tentu lampu yang ada di rangkaian tersebut bisa ikut padam.

Kelebihan dari rangkaian seri adalah: Lebih menghemat daya yang


dikeluarkan pada baterai, Pengerjaan yang singkat , dan Tidak
memerlukan banyak penghubung pada penyambungan jalur sehingga
hemat kabel dan saklar (hemat biaya).

- Ciri-ciri Rangkaian Seri

Ciri-ciri rangkaian seri adalah semua komponen listrik yang akan


dipasang disusun secara berderet atau berurutan. Kabel penghubung
semua komponen tersebut tidak memiliki percabangan sepanjang
rangkaian, sehingga hanya ada satu jalan yang dilalui oleh arus.
Akibatnya, arus listrik (I) yang mengalir di berbagai titik dalam rangkaian
sama besarnya, sedangkan beda potensialnya berbeda. Artinya semua
komponen yang terpasang akan mendapat arus yang sama pula.
Rangkaian seri memiliki hambatan total yang lebih besar daripada
hambatan penyusunnya. Hambatan total (Rtotal) ini disebut hambatan
pengganti. Beda potensial atau tegangan total (Vtotal) dari rangkaian seri
adalah hasil jumlah antara beda potensial pada tiap resistor. Semua
pernyataan ini dapat dirumuskan menjadi:

9
Sifat-sifat Rangkaian Seri :
- Arus yang mengalir pada masing beban adalah sama.
- Tegangan sumber akan dibagi dengan jumlah tahanan seri
jika besar tahanan sama. Jumlah penurunan tegangan
dalam rangkaian seri dari masing-masing tahanan seri
adalah sama dengan tegangan total sumber tegangan.
- Banyak beban listrik yang dihubungkan dalam rangkaian
seri,tahanan total rangkaian menyebabkan naiknya
penurunan arus yang mengalir dalam rangkaian. Arus yang
mengalir tergantung pada jumlah besar tahanan beban
dalam rangkaian.
- Jika salah satu beban atau bagian dari rangkaian tidak
terhubung atau putus, aliran arus terhenti.

2.4 Rangkaian Paralel


-Pengertian Rangkaian Listrik Paralel
Rangkaian listrik paralel adalah rangkaian listrik yang disusun
secara tidak berurutan . Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian
listrik yang disusun secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di
rumah umumnya merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel
adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal
dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun
paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian
listrik menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang
diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel
memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun
kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka
komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

10
Rangkaian Paralel Lampu

Rangkaian Paralel Baterai

Gambar rangkaian paralel

-Ciri-ciri Rangkaian Listrik Paralel


Ciri-ciri dari rangkaian paralel adalah semua komponen listrik
terpasang secara bersusun atau sejajar. Pada rangkaian paralel arus
yang mengalir pada setiap cabang berbeda besarnya. Setiap komponen
terhubung dengan kutub positif dan kutub negatif dari sumber tegangan,
artinya semua komponen mendapat tegangan yang sama besar.
Sedangkan, hambatan totalnya menjadi lebih kecil dari hambatan tiap-tiap
komponen listriknya. Semuanya dapat ditulis dalam bentuk rumus
matematis:

11
-Kekurangan dan Kelebihan Rangkaian Listrik Paralel
Kekurangan rangkaian listrik paralel adalah boros kabel dan saklar.
Kelebihan rangkaian paralel adalah jika salah satu lampu padam yang lain
tetap menyala dan nyala lampu sama terang.

Sifat-sifat Rangkaian Paralel :


- Tegangan pada masing-masing beban listrik sama dengan
tegangan sumber.
- Masing-masing cabang dalam rangkaian parallel adalah
rangkaian individu. Arus masing-masing cabang adalah
tergantung besar tahanan cabang.
- Sebagaian besar tahanan dirangkai dalam rangkaian paralel,
tahanan total rangkaian mengecil, oleh karena itu arus total
lebih besar. (Tahanan total dari rangkaian paralel adalah
lebih kecil dari tahanan yang terkecil dalam rangkaian).
- Jika terjadi salah satu cabang tahanan paralel terputus, arus
akan terputus hanya pada rangkaian tahanan tersebut.
Rangkaian cabang yang lain tetap bekerja tanpa terganggu
oleh rangkaian cabang yang terputus tersebut.
2.5 Rangkaian campuran

Rangkaian Campuran ini banyak sekali yang meenggunakan ini karena


kedua rangkaian diatas masing-masing memiliki kekurangan dan
kelebihan, Rangkaian Campuran gabungan dari rangkaian seri dan
rangkaian paralel.

Perhatikan tampilan gambar dibawah ,pada rangkaian listrik dengan garis


merah menunjukkan rangkaian seri, jika saklar 3 dimatikan maka lampu 4
dan lampu 5 akan mati. Sedangkan rangkaian listrik dengan garis biru
menunjukan rangkaian paralel. Jika saklar 1 dimatikan lampu yang mati

12
hanya lampu 1 saja, demikian juga jika saklar 2 dimatikan lampu yang
mati hanya lampu 2 saja.

Kelebihan rangkaian seri tentu salah satunya hemat kabel, dan


rangkaiannya sederhana sehingga membuatnya pun cukup mudah.
Kerugiannya pada saat satu lampu mati, yang lain juga mati. Begitu juga
pada nyala lampunya, tidak terang (redup). Energinya juga boros, karena
digambarkan Rangkaian Seri 1R+1R+1R. rangkaian paralel adalah
1/R+1/R+1/R. Sementara keuntungan dan kerugian rangkaian paralel
adalah kebalikan dari kerugian dan keuntungan seri. Sedang yang disebut
rangkaian rumit adalah rangkaian gabungan antara paralel dan seri.
Contohnya adalah lampu di rumah.

Contoh soal

1. Perhatikan rangkaian listrik berikut !

13
Jika saklar S2 diputus, lampu yang tidak menyala adalah lampu nomor...

A. 1, 2, dan 3

B. 2 dan 3

C. 3, 4, dan 5

D. 4 dan 5

Pembahasan :
Lampu 1, 2, dan 3 akan tidak menyala jika saklar S2 diputus, sedangkan lampu
3, 4, dan 5 tetap menyala.

2. Perhatikan rangkaian beberapa lampu di bawah ini !

Jika salar S1 disambung, yang akan terjadi adalah...

A. semua lampu menyala

B. semua lampu padam

C. lampu 5 menyala, lampu 1, 2, 3, dan 4 padam

D. lampu 5 padam, lampi 1, 2, 3, dan 4 menyala

Pembahasan :
Jika saklar S1 diambung, yang akan terjadi adalah lampu 5 menyala, lampu 1, 2,
3, dan 4 padam

14
3. Perhatikan gambar rangkaian listrik berikut !

Saat sakelar S2 diputus, lampu yang padam adalah...

A. lampu P saja

B. lampu S saja

C. lampu R dan S saja

D. lampu P dan Q saja

Pembahasan :
Saat sakelar S2 diputus, lampu yang padam adalah P dan Q saja.

4. Perhatikan rangkaian lampu-lampu di bawah ini !

15
Jika sakelar S1 disambung, pernyataan yang benar mengenai keadaan lampu-
lampu tersebut adalah....

 A. lampu L1 dan L2 padam


 B. lampu L2 dan L4 yang menyala
 C. lampu L1, L4, dan L5 yang menyala
 D. lampu L1, L4, dan L5 padam

Pembahasan :
Jika sakelar S1 disambung (S2 diputus dan S3 tersambung seperti pada
gambar)lampu L1, L4, dan L5 menyala sedangkan L3 dan L3 padam.

5. Perhatikan rangkaian berikut !

Jika sakelar S1 dibuka dan sakelar S2 ditutup lampu yang menyala yaitu....

 A. 1, 2, dan 3 C. 3, 6, dan 7
 B. 2, 3, dan 4 D. 4, 5, dan 7

Pembahasan :
Jika sakelar S1 dibuka (off) dan sakelar S2 ditutup (on) maka lampu yang
menyala adalah 4, 5, 6 dan 7. Pada pilihan jawaban yang tepat adalah opsi D.

6. Perhatikan rangkaian berikut !

16
Pada rangkaian di atas, sakelar S1 terbuka sedangkan sakelar S2 tertutup.
Lampu yang padam yaitu....

A. 1 dan 2

B. 2 dan 3

C. 3 dan 4

D. 4 dan 5

Pembahasan :
Jika sakelar S1 terbuka (off) dan sakelar S2 tertutup (on) maka lampu yang
menyala adalah lampu yang menyala adalah lampu 1, 2, dan 3, sedangkan
lampu yang padam adalah 4 dan 5.

7. Perhatikan rangkaian berikut ini !

Jika sakelar S1 ditutup dan sakelar S2 terbuka, lampu yang menyala adalah....

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

17
Pembahasan :
Jika sakelar S1 ditutup (on) dan sakelar S2 dibuka (off) yang terjadi adalah lampu
1, 2,dan 3 padam sedangkan lampu 4 menyala.

8. Perhatikan rangkaian berikut ini !

Jika sakelar S1 terbuka dan sakelar S2 tertutup, lampu yang padam yaitu....

A. 1, 2, dan 3

B. 1, 4, dan 6

C. 3, 4, dan 5

D. 4, 5, dan 6

Pembahasan :
Jika sakelar S1 terbuka (off) dan sakelar S2 tertutup (on) lampu yang tetap
menyala adalah 4, 5, dan 6 sedangkan lampu 1, 2, dan 3 padam.

9. Perhatikan rangkaian listrik berikut !

18
Jika sakelar S1 dibuka dan sakelar S2 ditutup, lampu yang menyala yaitu....

A. 1, 2, dan 3

B. 2, 3, dan 4

C. 3, 5, dan 6

D. 4, 5, dan 6

Pembahasan :
Jika sakelar S1 dibuka (off) dan sakelar S2 ditutup (on) maka lampu 1, 2, dan 3
padam sedangkan lampu 4, 5, dan 6 menyala.

2.6 Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Kapasitor

Kapasitor (Kondensator) adalah Komponen Elektronika yang


berfungsi untuk menyimpan Muatan Listrik dalam waktu yang relatif
dengan satuannya adalah Farad. Variasi Nilai Farad yang sangat besar
mulai dari beberapa piko Farad (pF) sampai dengan ribuan Micro Farad
(μF) sehingga produsen komponen Kapasitor tidak mungkin dapat
menyediakan semua variasi nilai Kapasitor yang diinginkan oleh
perancang Rangkaian Elektronika.

Pada kondisi tertentu, Engineer Produksi ataupun penghobi


Elektronika mungkin juga akan mengalami permasalahan tidak
menemukan Nilai Kapasitor yang dikehendakinya di Pasaran. Oleh karena
itu, diperlukan Rangkaian Seri ataupun Rangkaian Paralel Kapasitor untuk
mendapatkan nilai Kapasitansi Kapasitor yang paling cocok untuk
Rangkaian Elektronikanya. Yang dimaksud dengan Kapasitansi dalam
Elektronika adalah ukuran kemampuan suatu komponen atau dalam hal
ini adalah Kapasitor dalam menyimpan muatan listrik.

19
Berikut ini adalah nilai Kapasitansi Standar untuk Kapasitor Tetap yang
umum dan dapat ditemukan di Pasaran

Menurut Tabel diatas, hanya sekitar 133 nilai Standar Kapasitor Tetap
yang umum dan dapat ditemukan di Pasaran. Jadi bagaimana kalau nilai
kapasitansi yang paling cocok untuk rangkaian Elektronika kita tidak
ditemukan di Pasaran atau bukan nilai Standar Kapasitor Tetap?
Jawabannya adalah dengan menggunakan Rangkaian Seri ataupun
Rangkaian Paralel Kapasitor.

Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator)

Rangkaian Paralel Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah


atau lebih Kapasitor yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel.
Dengan menggunakan Rangkaian Paralel Kapasitor ini, kita dapat
menemukan nilai Kapasitansi pengganti yang diinginkan.

Rumus dari Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator) adalah :

Ctotal = C1 + C2 + C3 + C4 + …. + Cn

Dimana :

Ctotal = Total Nilai Kapasitansi Kapasitor


C1 = Kapasitor ke-1
C2 = Kapasitor ke-2
C3 = Kapasitor ke-3

20
C4 = Kapasitor ke-4
Cn = Kapasitor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Paralel Kapasitor

Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Paralel Kapasitor

Seorang Perancang Rangkaian Elektronika ingin merancang sebuah


Peralatan Elektronika, salah satu nilai Kapasitansi yang diperlukannya
adalah 2500pF, tetapi nilai tersebut tidak dapat ditemukannya di
Pasaran Komponen Elektronika. Oleh karena itu, Perancang Elektronika
tersebut menggunakan Rangkaian Paralel untuk mendapatkan nilai
kapasitansi yang diinginkannya.

Penyelesaian :

Beberapa kombinasi yang dapat dipergunakannya antara lain :

1 buah Kapasitor dengan nilai 1000pF


1 buah Kapasitor dengan nilai 1500pF

Ctotal = C1 + C2
Ctotal = 1000pF + 1500pF
Ctotal = 2500pF

Atau

21
1 buah Kapasitor dengan nilai 1000pF
2 buah Kapasitor dengan nilai 750pF

Ctotal = C1 + C2 + C3
Ctotal = 1000pF + 750pF + 750pF
Ctotal = 2500pF

Rangkaian Seri Kapasitor (Kondensator)

Rangkaian Seri Kapasitor adalah Rangkaian yang terdiri dari 2 buah dan
lebih Kapasitor yang disusun sejajar atau berbentuk Seri. Seperti halnya
dengan Rangkaian Paralel, Rangkaian Seri Kapasitor ini juga dapat
digunakan untuk mendapat nilai Kapasitansi Kapasitor pengganti yang
diinginkan. Hanya saja, perhitungan Rangkaian Seri untuk Kapasitor ini
lebih rumit dan sulit dibandingkan dengan Rangkaian Paralel Kapasitor.

Rumus dari Rangkaian Paralel Kapasitor (Kondensator) adalah :

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + 1/C4 + …. + 1/Cn

Dimana :

Ctotal = Total Nilai Kapasitansi Kapasitor


C1 = Kapasitor ke-1
C2 = Kapasitor ke-2
C3 = Kapasitor ke-3
C4 = Kapasitor ke-4
Cn = Kapasitor ke-n

22
Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Seri Kapasitor

Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Seri Kapasitor

Seorang Engineer ingin membuat Jig Tester dengan salah satu nilai
Kapasitansi Kapasitor yang paling cocok untuk rangkaiannya adalah
500pF, tetapi nilai 500pF tidak terdapat di Pasaran. Maka Engineer
tersebut menggunakan 2 buah Kapasitor yang bernilai 1000pF yang
kemudian dirangkainya menjadi sebuah Rangkaian Seri Kapasitor untuk
mendapatkan nilai yang diinginkannya.

Penyelesaian :

2 buah Kapasitor dengan nilai 1000pF

1/Ctotal = 1/C1 + 1/C2


1/Ctotal = 1/1000 + 1/1000
1/Ctotal = 2/1000
2 x Ctotal = 1 x 1000
Ctotal = 1000/2
Ctotal = 500pF

23
Catatan :

 Nilai Kapasitansi Kapasitor akan bertambah dengan menggunakan


Rangkaian Paralel Kapasitor, sedangkan nilai Kapasitansinya akan
berkurang jika menggunakan Rangkaian Seri Kapasitor. Hal ini
sangat berbeda dengan Rangkaian Seri dan Paralel untuk Resitor
(Hambatan). Baca : Rangkaian Seri dan Paralel Resistor serta cara
menghitung nilainya.
 Pada kondisi tertentu, Rangkaian Gabungan antara Paralel dan
Seri dapat digunakan untuk menemukan nilai Kapasitansi yang
diperlukan.
 Kita juga dapat menggunakan Multimeter untuk mengukur dan
memastikan Nilai Kapasitansi dari Rangkaian Seri ataupun Paralel
Kapasitor sesuai dengan Nilai Kapasitansi yang kita inginkan.
Related Articles

2.7 Arus AC dan DC

A. Arus AC (Alternating Current)


Arus AC atau kepanjangan dari Alternating Current adalah arus
yang sipatnya mempunya dua arah atau lebih di kenal dengan sebutan
arus bolak-balik yang tidak memiliki sisi negatif, dan hanya mempunya
ground (bumi). Arus AC biasa di gunakan untuk tegangan listrik PLN
sebesar misalnya 220 Volt 50 hezh. ini adalah tegangan standard untuk
Indonesia, beda halnya dengan standard Tegangan untuk Negara lainnya.
oleh karena itu belum tentu elektronika-elektronka yang ada di indonesia
dapat di operasikan di negara lain, seperti misalnya TV buatan indonesia
untuk di konsusmsi di Indonesia nah kali kita bawa ke negara lain belum

24
tentu bisa di operasikan, di karnakan beda untuk tegangan jala-jala
listriknya.

Kelebihan dan Kekurangan arus AC

Kekurangan AC tidak dapat dibawa, hal ini karena arus AC tidak


bisa ditempatkan pada suatu wadah seperti baterai dan lainnya.

Kelebihan arus AC adalah dapat dirubah jumlah skala


tegangannya, baik itu dinaikkan dan diturunkan.

Prinsip Kerja Generator Arus Bolak Balik (AC)


Listrik sudah menjadi bagian yang penting bagi kehidupan manusia
saat ini. Arus listrik dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk
menghidupkan berbagai macam alat-alat lisrik. Arus listrik didapatkan dari
proses konversi sumber energi lainya ( energi panas, energi gerak, dll)
menjadi energi listrik.
Contoh Soal

1. Nilai reaktansi/hambatan induktif (XL) dari induktor

a. 70 Ω
b. 80 Ω
c. 60 Ω
d. 50 Ω
e. 55 Ω

25
Pembahasan :

2. Nilai reaktansi kapasitif/hambatan kapasitif dari kapasitor (XC)

a. 40 Ω

b. 50 Ω

c. 70 Ω

d. 65 Ω

e. 80 Ω

Pembahasan

3. Nilai impedansi /hambatan total rangkaian

a. 40 Ω

b. 50 Ω

c. 70 Ω

d. 65 Ω

e. 80 Ω

Pembahasan

26
4. Nilai tegangan antara titik A dan D

a. 80

b.50 √2

c. 60

d. 60 √2

e. 70

Pembahasan

Nilai tegangan antara titik A dan D : Secara umum untuk mencari


tegangan antara dua titik katakanlah A dan D yang mengandung
komponen R, L dan C dengan tegangan masing-masing yang sudah
diketahui gunakan persamaan :

dimana VR , VL dan VC berturut- turut adalah tegangan pada masing-


masing komponen R, L dan C ..

5. Nilai kuat arus maksimum

a. 5 A

b. 6 A

c. 4 A

d. 2 A

e. 1 A

27
Pembahasan :

6 . Jarum suatu voltmeter yang digunakan untuk mengukur sebuah


tegangan bolak-balik menunjukkan angka 110 volt. Ini berarti
bahwa tegangan tersebut ….

a. Tetap
b. Berubah antara 0 dan 110 volt
c. Berubah antara 0 dan 110√2volt
d. Berubah antara -110 volt dan 110 volt
e. Berubah antara -110√2 volt dan 110√2 volt

Pembahasan :
Voltmeter menunjukkan harga efektif, maka harga maksimumnya adalah
110√2 volt.
Arus bolak-balik berubah antara —110 √2 volt sampai 110 √2 volt.

Jadi jawaban yang benar adalah e. Berubah antara -110√2 volt dan 110√2
volt.

7. Gambar berikut menunjukkan suatu sumber tegangan bolak-


balik yang dihubungkan dengan osiloskop. Dengan mengatur tombol
skala vertikal pada angka 2 volt/cm dan tombol sweep time 5 ms/cm,
maka diperoleh pola gambar seperti di bawah. Dari pola tersebut
diinterpretasikan ….

a. Vef = 1 V, f = 20 Hz
b. Vef = √2 V, f = 40 Hz
c. Vef = 2√2 V, f = 50 Hz
d. Vef = 2 V, f = 50 Hz
e. Vef = 4√2 V, f = 50 Hz

28
Pembahasan
Skala vertikal adalah tegangan, maka harga tegangan maksimum Vm =
2×2 volt = 4 volt.
Harga efektif adalah Vef = 4√2 volt.
Skala horizontal adalah periode, maka T = 4 x 5 ms = 20 x 10 -3 detik.
Harga frekuensi f = l/T = 100/2 = 50 Hz.

Jadi jawaban yang benar adalah e. Vef = 4√2 V, f = 50 Hz

B. Arus DC (Direct Current)

Arus DC atau dalam istilah ilmiahnya dinamakan Diret Current


merupakan arus listrik yang tidak mempunyai gelombang frekuensi. DC
tidak ditemukan pada listrik instalasi, akan tetapi DC secara umum
ditemukan pada baterai atau akumulator.

Arus DC bisa berfungsi apabila dihasilkan melalui arus AC, akan


tetapi sebelum itu arus AC harus diconvert terlebih dahulu menjadi arus
DC menggunakan alat Rectifier bright yaitu Perubahan arus listrik AC ke
DC. Arus DC sering digunakan untuk instalasi elektro pada arus lemah,
jika arus DC dengan beban yang besar, biasanya digunakan untuk mobil
yang menggunakan dinamo listrik.

Kelebihan dan Kekurangan arus DC

Kekurangan arus DC adalah adanya keterbatasan pasokan listrik,


maka dari itu perlu melakukan isi ulang/cas

Kelebihan arus DC adalah dapat dibawa kemana saja.

29
Prinsip Kerja Generator Arus Bolak Balik (DC)
Motor DC merupakan jenis motor yang menggunakan tegangan
searah sebagai sumber tenaganya. Dengan memberikan beda tegangan
pada kedua terminal tersebut, motor akan berputar pada satu arah, dan
bila polaritas dari tegangan tersebut dibalik maka arah putaran motor akan
terbalik pula. Polaritas dari tegangan yang diberikan pada dua terminal
menentukan arah putaran motor sedangkan besar dari beda tegangan
pada kedua terminal menentukan kecepatan motor.

Contoh Soal
1.

Pembahasan
Hitung terlebih dahulu hambatan paralel:
1/Rp = 1/3 + 1/2 = (2 + 3) / 6 = 5/6 Ohm
Rp = 6/5 Ohm = 1,2 Ohm
Menghitung hambatan total
R = 4 Ohm + 1,2 Ohm = 5,2 Ohm
Jawaban: E

2.

30
Pembahasan :
Untuk menghitung hambatan total rangkaian paralel:
1/Rp = 1/3 + 1/6 + 1/12 + 1/12
1/Rp = (4 + 2 + 1 + 1) / 12 = 8/12
Rp = 12 / 8 Ohm = 3/2 Ohm
Jawaban: C
3.

Pembahasan:
Untuk menghitung hambatan gunakan hukum Ohm:
V=I.R
R = V / I = 3,0 volt / 1,5 A = 2,0 Ohm
Jawaban: D

4.

Pembahasan :
Hitung terlebih dahulu hambatan
V=I.R
R = V / I = 3 volt / 0,02 A = 150 Ohm
Menghitung kuat arus listrik

31
I = V / R = 4,5 volt / 150 Ohm = 0,03 A
I = 30 mA
Jawaban: D

5.

Pembahasan :
Untuk menghitung tegangan melalui alat ukur seperti gambar disamping
adalah sebagai berikut:
V = (300 / 120) . 80 V = 200 V
Jawaban: C

Rangkaian RLC
Rangkaian RLC adalah rangkaian yang terdiri dari resistor,
induktor,dan kapasitor, dihubungkan secara seri atau paralel. Mengapa di
namakan RLC, karena nama ini menjadi simbol listrik biasa untuk
ketahanan, induktansi dan kapasitansi masing-masing. Rangkaian ini
membentuk osilator harmonik dan akan beresonansi hanya dalam cara
yang sama sebagai rangkaian LC.

Perbedaan dari rangkaian ini terlihat dari resistor, yang di


mana setiap osilasi disebabkan di sirkuit akan mati dari waktu ke waktu
jika tidak terus berjalan dengan sumber. Ini efek dari resistor yang disebut
redaman. Resistensi dari beberapa resistor tidak dapat di hindari di sirkuit
nyata, bahkan jika resistor tidak secara khusus dimasukkan sebagai

32
komponen. Sebuah sirkuit LC murni adalah suatu ideal yang benar-benar
hanya ada dalam teori.
Untuk rangkaian RLC seri yang menggunakan arus AC, maka arus listrik
akan mendapat hambatan dari R, L dan C. Hambatan tersebut dinamakan
Impedansi (Z). Impedansi merupakan gabungan secara vektor dari XL, XC
dan Ryang besarannya dilihat dari satuan Z.

Ada berbagai macam jenis RLC untuk sirkuit ini. Sehingga


rangkaian ini paling banyak digunakan dalam berbagai jenis rangkaian
osilator. Rangkaian yang terpenting adalah untuk tuning, seperti di
penerima radio atau televisi, di mana digunakan untuk memilih rentang
frekuensi yang sempit dari gelombang radio ambien.Rangkaian RLC ini
sering di sebut sebagai sirkuit disetel. Sebuah rangkaian RLC dapat
digunakan sebagai band-pass filter atau band-stop filter. Tuning aplikasi,
misalnya contoh dari band-pass filter. Filter RLC digambarkan sebagai
sirkuit kedua-order, yang berarti bahwa setiap tegangan atau arus pada
rangkaian dapat digambarkan dengan persamaan diferensial orde kedua
dalam analisis rangkaian.
Tiga elemen penting dalam rangkaian ini dapat di kombinasikan dalam
sejumlah topologi yang berbeda. Semua tiga elemen secara seri atau
ketiga elemen secara paralel adalah rangkain sederhana dalam konsep
dan yang paling mudah untuk menganalisa. Namun demikian, pengaturan
lain, beberapa dengan kepentingan praktis di sirkuit nyata.

Perbedaan Arus AC dengan Arus DC


Arus bolak balik Arus searah
Jumlah energi yang bisa Aman untuk mentransfer Tegangan DC tidak
dilakukan: pada jarak yang panjang dapat melakukan
dan dapat memberikan perjalanan sangat jauh
lebih banyak kekuatan. karena akan mulai
kehilangan energi.

33
Penyebab dari arah Perputaran magnet Magnet stabil sepanjang
aliran elektron: sepanjang kawat kawat.
Frekuensi Frekuensi arus bolak- Frekuensi arus searah
balik adalah 50Hz atau adalah nol
60Hz tergantung pada
negara.
Arah Berbalik arah ketika Mengalir dalam satu
mengalir dalam arah rangkaian
rangkaian
Arus besarnya arus bervariasi Besarnya arus tetap
terhadap waktu terhadap waktu
Aliran elektron Arah Elektron terus Elektron bergerak terus
bergantian – maju dan dalam satu arah atau
mundur. ‘maju’.
Diperoleh dari Generator arus bolak Sel atau batere
balik
Parameter passive impedansi Hambatan
Faktor daya Antara 0 dan 1 Selalu 1
Jenis Sinusoidal, trapesium, Murni atau pulse
segitiga, Segiempat.

Penggunaan listrik Ac dan DC di kehidupan sehari hari

DC merupakan singkatan dari direct current yang artinya arus


listrik searah,dan AC singkatan dari alternating current yang artinya arus
listrik bolak balik .Listrik DC dapat dihasilkan oleh sumber arus listrik
searah dari proses kimiawi , seperti baterai dan akumulator .Selain itu
,listrik DC juga dapat dihasilkan oleh generator arus searah .Adapun listrik
AC pada umumnya dihasilkan oleh generator arus bolak balik .Sebagai
contoh ,arus listrik AC yang dibangkitkan oleh generator.

34
1.Penggunaan listrik DC dalam kehidupan sehari hari
Arus DC atau kepanjangan dari Direct Curren adalah merupakan
arus searah dimana arus ini harus benar-benar searah dan memiliki kutup
positif dan negatif atau lebih dikenal lagi plush minusnya simbul + dan
simbul -, Arus CD disini benar-benar sudah disearahkan dengan
menggukanan rangkaian penyearah seperti adaftor, fungsi penyearah
disini dipakai untuk komponen-komponen elektronika seperti: IC, Resistor,
Capasitor, Transistor dan lainnyanya yang semuanya itu menggunakan
arussearah.

Akumulator merupakan sumber arus listrik searah(DC).Salah satu


penggunaan akumulator adalah pada kendaraan bermotor,seperti pada
mobil dan sepeda motor.Dalam rangkaian listrik DC yang dihasilkan oleh
akumulator hanya terdapat dua lampu depan dan dua lampu
belakang.Namun ,pada kenyataannya sebuah mobil umumnya
menggunakan lebih dari empat lampu.Selain rangkaian untuk
lampu,terdapat juga rangkaian listrik untuk menyalakan klakson,untuk
menyalakan radio tape,dan alat elektronik lainnya .Jadi sebenarnya
rangkaian listrik DC di dalam mobil sangat rumit.Setiap mobil dilengakapi
dengan sebuah dinamo ,yang berfungsi membangkitkan energi listrik
untuk mengalirkan arus listrik ke dalam akumulator .Jika mesin mobil
ataupun sepeda motor dinyalakan ,secara otomatis dynamo akan
membangkitkan arus listrik .Jadi kita tidak perlu khawatir dengan energy
listrik di dalam akumulator akan cepat habis ,kecuali terdapat kerusakan
dynamo ataupun kerusakan pada akumulator.

2.Pengguaan listrik AC dalam kehidupan sehari-hari


Arus AC atau kepanjangan dari Alternating Curren adalah arus yang
sipatnya mempunyai dua arah atau lebih di kenal dengan sebutan arus
bolak-balik yang tidak memiliki sisi negatif, dan hanya mempunyai ground
(bumi). Arus AC biasa di gunakan untuk tegangan listrik PLN sebesar
misalnya 220 Volt 50 hezh. ini adalah tegangan standard untuk Indonesia,

35
beda halnya dengan standard Tegangan untuk Negara lainnya. Oleh
karena itu belum tentu elektronika-elektronika yang ada di indonesia dapat
di operasikan di negara lain, seperti misalnya TV buatan indonesia untuk
di konsusmsi di Indonesia nah kali kita bawa ke negara lain belum tentu
bisa di operasikan, di karnakan beda untuk tegangan jala-jala listriknya.

Arus AC ini biasanya di dapat dari generator listrik dimana


generator listrik ini dapat di operasikan melalu beberapa cara untuk
menggerakkannya, seperti PLTU (PEmbangkit Listrik Tenaga UAp), PLTG
( Pembangkit Listrik Tenaga Gas) dan lainnya-lainnya. banyak hal yang
dapat kita gunakan untuk menggerakkan Generator listrik sebagai media
untuk penggeraknya, misalnya saja kita bisa memanfaatkan aliran air di
sungai, ataupun aliran air terjun dan sebagainya. Nah dari generator listrik
inilah nantinya tegangan-tegangan yang di hasilkan akan kecilkan lagi
yang umumnya menggunakan trafo pembagi tegangan.Di tiang-tiang listrik
ada terdapat beberapa trafo, nah trafo inilah yang nantinya menghasilkan
tegangan standard 220 Volt. yang dapat di konsumsi oleh kita dan
peralatan elektronika lainnya

Jadi kesimpulannya bahwa arus AC itu di gunakan untuk rangkain-


rangkain AC dan Arus DC itu digunakan untuk Rangkaian-rangkain DC,
seperti Elektronika berupa TV, RADIO, TAPE dan lainnya. kedua arus
tersebut sangat berkesinambungan dan saling membantu untuk dunia
Elektronik

36
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan
listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A)
dan tegangan listrik dengan satuan volt(V) dengan ketetntuan kebutuhan
konsumsi daya listrik dengan satuan watt (W) untuk menggerakkan motor,
lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan ataupun untuk
menggerakan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan
bentuk energi yang lain.
Benda yang menimbulkan arus listrik dinamakan sumber energi
listrik. Sumber energi listrik yang paling sering kita jumpai adalah baterai
dan aki. Keduanya memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-). Baterai
dan aki tergolong sumber energi yang kecil. Keduanya hanya mampu
menyalakan lampu senter atau bola lampu berukuran kecil.
Rangkaian seri adalah rangkaian hambatan (resistor) yang
disambungkan secara berturut-turut. Rangkaian seri terdiri dari dua atau
lebih beban listrik yang dihubungkan ke catu daya lewat satu rangkaian.
Rangkaian listrik seri adalah suatu rangkaian listrik, di mana input suatu
komponen berasal dari output komponen lainnya.
Rangkaian listrik paralel adalah rangkaian listrik yang disusun
secara tidak berurutan. Kekurangan rangkaian listrik paralel adalah boros
kabel dan saklar. Kelebihan rangkaian paralel adalah jika salah satu
lampu padam yang lain tetap menyala dan nyala lampu sama terang.
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun
secara berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya
merupakan rangkaian paralel. Rangakain listrik paralel adalah suatu
rangkaian listrik, di mana semua input komponen berasal dari sumber
yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun paralel. Hal inilah
yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik
menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang
diperlukan lebih banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel

37
memiliki kelebihan tertentu dibandingkan susunan seri. Adapun
kelebihannya adalah jika salah satu komponen dicabut atau rusak, maka
komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

3.2 Saran
Saran kami pada teman teman setelah membaca makalah ini yang
berjudul Rangkaian Listrik , Teman – teman dapat mempelajari komponen
yang ada dalam rangkaian tersebut yaitu rangkaian listrik yang di bahas
dalam makalah ini.

38
DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/8082847/TUGAS_MATA_KULIAH_RANGKAIAN
_LISTRIK_2_MAKALAH_Tentang_arus_listrik_AC
http://sydiksetianto.blogspot.com/2013/12/rangkaian-seri-dan-paralel.html
http://hidayatsaman.blogspot.com/
http://agung-aeonian.blogspot.com/2014/04/rangkaian-seri-dan-rangkaian-
paralel.html
http://muhamad94aliza.blogspot.com/2013/01/pengertian-rangkaian-seri-
dan-paralel.html
http://ellinhandayani.blogspot.co.id/2016/01/makalah-rangkaian-listrik-dan-
paralel.html

http://www.ilmusiana.com/2015/10/rangkaian-seri-pengertian-ciri-
gambar.html

http://ekasuweantara.blogspot.co.id/2014/04/penggunaan-listrik-ac-dan-
dc-di.html

http://skemaku.com/pengertian-arus-listrik-ac-dan-dc-serta-
pemanfaatannya/

http://www.ilmusiana.com/2015/10/rangkaian-paralel-pengertian-ciri-
gambar.html

39