Anda di halaman 1dari 3

ABSTRAK

Ekstraksi padat cair adalah proses ekstraksi suatu konstituen yang dapat
larut (solute) pada suatu campuran solid dengan menggunakan pelarut. Proses ini
sering disebut Leaching. Proses ini biasanya digunakan untuk mengolah suatu
larutan pekat dari suatu solute (konstituen) dalam solid (leaching) atau untuk
membersihkan suatu solute inert dari kontaminannya dengan bahan (konstituen)
yang dapat larut. Tujuan dari praktikum ini yaitu menentukan efisiensi untuk
tahap pemisahan beberapa konfigurasi operasi seperti co-current, counter current
dan cross current dan membuat data kesetimbangan sistem 3 (tiga komponen)
untuk ekstraksi padat cair. Pada praktikum ini dilakukan percobaan pemisahan
NaOH, hasil reaksi kotisasi antara soda abu (Na 2CO3) dan bubur Ca(OH)2, dari
padatan innert (CaCO3) dengan menggunakan air sebagai pelarutnya dengan
menggunakan operasi ekstraksi bertahap 4 dengan aliran berlawanan arah. Di
dalam sistem ini, padatan dibiarkan stationer dalam setiap gelas piala dan
dikontakkan dengan beberapa larutan yang konsentrasinya makin menurun.
Padatan yang hampir tidak mengandung solute meninggalkan rangkaian setelah
dikontakkan dengan pelarut baru, sedangkan larutan pekat sebelum keluar dari
rangkaian terlebih dahulu dikontakkan dengan padatan baru di dalam tangki yang
lain.

Kata kunci : Ekstraksi, Konstituen, Leaching, Solute


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Perumusan Masalah
Ekstraksi merupakan suatu metoda operasi yang digunakan dalam proses
pemisahan suatu komponen dari campurannya dengan menggunakan sejumlah
massa bahan sebagai tenaga pemisah. Apabila komponen yang akan dipisahkan
berada dalam fase padat, maka proses tersebut dinamakan leaching. Ekstraksi
Padat Cair atau Leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dari padatan
inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik karena
komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa
mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padatan dapat dilakukan jika
bahan yang diinginkan dapat larut dalalm solven pengekstraksi (Ariestya, 2010).
Metode yang diperlukan untuk leaching biasanya ditentukan oleh jumlah
konstituen yang akan dilarutkan, distribusi konstituen di dalam solid, sifat solid,
dan ukuran partikelnya. Bila konstituen yang akan larut ke dalam solvent lebih
dahulu, akibatnya sisa solid akan berpori-pori. Selanjutnya pelarut harus
menembus lapisan larutan dipermukaan solid untuk mencapai konstituen yang ada
dibawahnya, akibatnya kecepatan ekstraksi akan menurun dengan tajam karena
sulitnya lapisan larutan tersebut ditembus. Tetapi bila konstituen yang akan
dilarutkan merupakan sebagian besar dari solid, maka sisa solid yang berpori-pori
akan segera pecah menjadi solid halus dan tidak akan menghalangi perembesan
pelarut ke lapisan yang lebih dalam (Lucas, 1949).
Prinsip ekstraksi padat-cair adalah adanya kemampuan senyawa dalam
suatu matriks yang kompleks dari suatu padatan, yang dapat larut oleh suatu
pelarut tertentu. Beberapa hal yang harus diperhatikan untuk tercapainya kondisi
optimum ekstraksi antara lain: senyawa dapat terlarut dalam pelarut dengan waktu
yang singkat, pelarut harus selektif melarutkan senyawa yang dikehendaki,
senyawa analit memiliki konsentrasi yang tinggi untuk memudahkan ekstraksi
serta tersedia metode memisahkan kembali senyawa analit dari pelarut
pengekstraksi (Fajriati dkk, 2011). Pada praktikum ini dilakukan percobaan
pemisahan NaOH, hasil reaksi kotisasi antara soda abu (Na 2CO3) dan bubur
Ca(OH)2, dari padatan innert (CaCO3) dengan menggunakan air sebagai
pelarutnya dengan menggunakan operasi ekstraksi bertahap 4 dengan aliran
berlawanan arah.

1.2 Tujuan Percobaan


1. Menentukan Efisiensi untuk tahap pemisahan beberapa konfigurasi operasi
seperti co-current, counter current dan cross current.
2. Membuat data kesetimbangan system 3 (tiga komponen) untuk ekstraksi
padat cair.

( Fajriati, I., Rizkiyah, M., Muzakky, 2011. .Studi Ekstraksi Padat


Cair Menggunakan Pelarut HF dan HNO3 pada Penentuan logam Cr
dalam Sampel Sungai di Sekitar Calon PLTN Muria. Jurnal Ilmu
Dasar,Vol. 12 No. 1, 15 : 22.)

(Nasir, S. Fitriyanti. K, Hilma. 2009. Ekstraksi Dedak Padi Menjadi


Minyak Mentah Dedak Padi (Crude Rice Bran Oil) Dengan Pelarut
N-Hexane Dan Ethanol. Jurnal Teknik Kimia, No. 2, Vol. 16 (1-10).

(Lucas, 1949. Principles And Practice In Organic Chemistry. New York


: Jhon Willey And Sons, Inc)

(Ariestya,dkk. 2010. Pengaruh Temperatur dan Ukuran Biji Terhadap


Perolehan Minyak Kemiri Pada Ekstraksi Biji Kemiri Dengan Penekanan
Mekanis. Jurusan Teknik Kimia. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Katolik
Parahyangan. Bandung).