Anda di halaman 1dari 22

Tarif pajak penghasilan badan usaha ada beberapa jenis, tarif tersebut dikategorikan

sesuai dengan jumlah pendapatan yang diperoleh badan usaha tersebut dalam satu
tahun pajak, adapaun jenis tarif pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut:
1. Badan Usaha yang memiliki pendapatan bruto sampai 4,8 Milyar per
tahun, dikenakan tarif pajak PPh final yaitu PPh Pasal 4 ayat 2 dengan
perhitungan pajak yaitu 1% dikalikan dengan seluruh pendapatan bruto dari
hasil usaha perseroan, dan berdasarkan PP 46 Tahun 2013 maka wajib pajak
atau badan usaha wajib menyetorkan Pajak PPh tersebut setiap bulan paling
lambat tanggal 15.
2. Badan Usaha yang memiliki pendapatan bruto lebih besar dari 50
Milyar per Tahun, besarnya tarif pajak penghasilan PPh badan dikenakan tarif
pajak tunggal 25% dikalikan dengan laba bersih sebelum pajak.
3. Badan Usaha yang memiliki pendapatan bruto lebih besar dari 4,8
Milyar dan kurang dari 50 Milyar per setahun, dikenakan 2 tarif perhitungan
pajak dengan cara sebagai berikut: tarif sebesar 12,5% untuk pajak
penghasilan yang mendapatkan fasilitas (pendapatan bruto sampai dengan
4.8 Milyar), dan tarif 25% untuk pajak penghasilan yang tidak mendapatkan
fasilitas (pendapatan bruto 4,8 – 50 Milyar). Sebagai ilustrasi contoh
perhitungan pajak PPh adalah sebagai berikut:

Data Laporan Laba Rugi Perusahaan


Pendapatan Bruto 22,457,206,100
Harga Pokok Penjualan 14,910,253,798
Laba Kotor (Gross Profit) 7,546,952,302

Beban Pemasaran 495,281,814


Beban Administrasi & Umum 3,688,057,532
Pendapatan (Beban) Lainnya (343,224,814)
Laba Sebelum Pajak 3,020,388,142

Cara Perhitungan Pajak PPh Pasal 29 Badan Usaha


I Penyesuaian Pajak
1. Koreksi Negatif
Bunga Bank & Pendapatan Lainnya (11,188,669)
2. Koreksi Positif
Entertain, Komisi, Adm Bank, & Lainnya 577,829,739

Laba Setelah Koreksi Pajak 3,587,029,212


II Tarif Pajak Penghasilan
- Pajak yang dapat Fasilitas
A. Batas Fasilitas 4,800,000,000
B. Pendapatan Bruto 22,457,206,100
C. Penghasilan Kena pajak 3,587,029,212

(A/B) X C 766,691,108
III - Pajak yang tidak dapat Fasilitas
A. Penghasilan Kena Pajak 3,587,029,212
B. Penghasilan dapat fasilitas 766,691,108

(A-B) 2,820,338,104
IV Mendapat fasilitas (50% X 25%) 95,836,388
Tidak mendapat fasilitas 25% 705,084,526

Taksiran Penghasilan Kena Pajak 800,920,915


V Pengurang pajak
PPh Pasal 23 126,521,045
VI Taksiran Pajak Penghasilan 674,399,870

Penjelasan Tabel :
I. Penyesuaian Pajak
Dalam perhitungan PPh terhutang dilakukan koreksi terhadap nilai laporan rugi laba
perseroan dimana Pendapatan atas bunga bank dan pendapatan lainnya adalah
sebagai koreksi negatif sedangkan beban biaya entertainment, Komisi Penjualan,
Administrasi Bank dan Beban lainnya adalah sebagai koreksi positif. Hasil
penjumlahan koreksi ini akan dijumlahkan dengan laba sebelum pajak;

II. Tarif Pajak Penghasilan yang mendapatkan fasilitas


Nilai Pajak penghasilan yang mendapatkan fasilitas yaitu dicari dengan
menggunakan rumus : (Batas Fasilitas (4,8 M) dibagi dengan Pendapatan Bruto)
setelah itu hasilnya dikali dengan Penghasilan Kena pajak;

III. Pajak Penghasilan yang tidak mendapatkan fasilitas


Nilai Pajak penghasilan yang tidak mendapatkan fasilitas yaitu dicari dengan
menggunakan rumus : Penghasilan Kena Pajak dikurangi dengan Jumlah
penghasilan yang mendapatkan fasilitas;

IV. Tarif Taksiran Penghasilan Kena Pajak


Nilai Pajak penghasilan yang mendapatkan fasilitas dikenakan tarif 12,5% atau (50%
X 25%) dikali dengan nilai 766,691,108 = 95,836,388, sedangkan Nilai Pajak
penghasilan yang tidak mendapatkan fasilitas dikenakan tarif 25% dikali dengan nilai
2,820,338,104 = 705,084,526;

V. Pengurang Pajak
Pengurang pajak diperoleh dari PPh Pasal 22, 23, dan 24 yang dipungut oleh pihak
ketiga atas transaksi penjualan atau perdagangan. Data yang disajikan berupa
pengurangan Pajak PPh pasal 23, dimana pihak Buyer memotong pajak PPh 23
sebesar 2% dari nilai Invoice yang dibayarkan. Bukti pemotongan PPh Pasal 23 yang
diperoleh dari pihak Buyer ini dapat dijadikan pengurang pembayaran PPh Badan;

VI. Taksiran Pajak Penghasilan PPh 29


Dari perhitungan simulasi data diatas diperoleh nilai Taksiran Pajak Penghasilan
adalah sebesar 674,399,870, hasil Taksiran penghasilan kena pajak dikurangi dengan
pajak PPh pasal 23.

Mekanisne Pembayaran Pajak PPh Pasal 25 dan 29 Badan Usaha


Pembayaran Pajak PPh badan dilakukan dengan cara mengangsur pembayarannya
setiap bulan. Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-38/PJ/2009,
dimana mekanisme pembayarannya yaitu dengan mengisi Surat Setoran Pajak(SSP).
Saat mengisi SSP Anda jangan salah dalam menulis kode pajak untuk jenis
setorannya PPh, berikut Tabel Kode Akun Pajak Dan Kode Jenis Setoran.

Nilai angsuran Pajak PPh 25 yang Anda setorkan bisa dengan menggunakan nilai
Pajak PPh terhutang dikurangi dengan setoran Pajak PPh Pasal 22, 23, dan 24 yang
telah dipungut oleh pihak ketiga akibat transaksi penjualan dan perdagangan tahun
sebelumnya dibagi 12.

Pelunasan PPh Pajak terhutang biasanya paling lambat tanggal 31 Maret setelah
Tahun Pajak bersangkutan dengan menggunakan SPT Tahunan Badan PPh Formulir
1771 untuk perhitungan PPh Pasal 29 terhutang. Nilai yang dibayarkan oleh wajib
pajak adalah sejumlah Pajak PPh Tahun bersangkutan – Pajak PPh Pasal 25 yang
telah disetor tiap bulan.

Artikel Terkait : Menghitung Pajak Penghasilan & Tarif Pph 21 Terbaru 2016

Formulir SPT Tahunan Badan Pajak Penghasilan PPh Pasal 29


Bagi Anda yang belum memiliki Formulir Pengisian pajak PPh Badan Usaha, berikut
akan lampirkan Formulirnya yang telah sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal
Pajak Nomor PER-19/PJ/2014:
1. Formulir SPT PPh Formulir 1771
2. Lampiran SPT PPh Formulir 1771

Per Tanggal 1 Juli 2016 pembayaran Pajak Wajib menggunakan e


Billing Pajak
Direktorat Jendral Pajak mengiinstruksikan bahwa per tanggal 1 Juli 2016, baik Wajib
Pajak Orang Pribadi maupun Badan Usaha wajib menggunakan aplikasi e Billing
Pajak saat melakukan seluruh transaksi pembayaran pajak. Bagaimana cara daftar
dan menggunakan e Biling Pajak bisa anda baca artikel : e Billing Pajak, Cara Bayar
Pajak Melalui DJP Online 2016.

Transaksi pembayaran pajak menggunakan aplikasi e Billing pajak ini sangat


sederhana dan efisien, jika Anda telah melakukan proses input transaksi seluruh data
pajak maka metode pembayarannya bisa Anda lakukan lewat ATM, Kasir Bank,
Kantor Pos, melalui Internet Banking atau Mobile Banking.

lling Pajak, Cara Bayar Pajak via SSE Pajak Online 2016

DJP Online e Billing Pajak via SSE Pajak


Bayar Pajak Online atau Proses pembayaran pajak secara elektronik dengan
menggunakan aplikasi e Billing Pajak di situs Direktorat Jendral Pajak (DJP) mulai
diberlakukan sejak tanggal 1 Juli 2016, dan aplikasinya dapat diakses secara online
dengan mengisi formulir Surat Setoran Elektronik (SSE Pajak).

Sistem e Billing Pajak ini akan menyimpan surat setoran pajak secara elektronik dan
menghasilkan kode id billing pajak 15 digit untuk proses pembayaran, dan jangan
lupa untuk menyimpan bukti setoran setelah melakukan pembayaran.

Artikel Lainnya : Cara Lapor Pajak Online dengan e-Filing DJP Online 2016
Cara Bayar Pajak dan Membuat Kode e Billing Pajak Online
Anda hanya cukup melakukan 2 langkah saja, pertama membuat kode id Billing Pajak
dan selanjutnya melakukan transaksi pembayaran pajak.

Menggunakan aplikasi e Billing pajak ini sangat mudah dan praktis, apabila proses
input data selesai maka pembayaran pajak bisa Anda lakukan via Teller Bank, Kantor
Pos, ATM, Internet Banking, atau bisa melalui Mobile Banking.

Pembuatan kode id Billing dan proses pembayaran pajak bisa Anda lihat dalam
gambar skema dibawah ini :
Bagaimana cara membayar pajak lewat ATM atau Internet Banking Mandiri bisa
Anda baca artikel : SSE Pajak ~ Surat Setoran Elektronik e Billing Pajak Online

Bagaimana Cara Mendaftar atau Registrasi e Billing Pajak


 Tahap pertama lakukan pendaftaran e billing pajak atau registrasi
disse.pajak.go.id

 Klik Daftar Baru, Proses registrasi hanya dilakukan sekali saja, Masukkan Data
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang valid serta nama dan alamat email Anda
untuk proses Aktivasi; masukkan kode angka captcha dan klik register.

 Silakan cek email Anda, dan lakukan proses aktivasi dengan mengklik link
aktivasi akun; Link Aktivasi akan kadaluarsa sampai dengan 3 hari; lakukan proses
registrasi ulang jika Anda lupa untuk mengaktifkan Link Aktivasi Akun lebih dari tiga
hari.
Sampai tahap ini proses registrasi e billing sudah selesai dan proses pembayaran
Pajak menggunakan e billing sudah bisa dilakukan.

Artikel Lainnya : Menghitung Pajak Penghasilan & Tarif Pph 21 Terbaru 2015

Cara Menggunakan e Billing Pajak untuk Transaksi Bayar Pajak Online via Surat
Setoran Elektronik - SSE Pajak
 Login kembali di sse.pajak.go.id; Masukan nomor NPWP dan Nomor PIN e billing
yang Anda dapatkan via email ketika aktivasi.
 Pilih Jenis Pajak yang akan dibayar misalnya : PPh Pasal 21, PPN atau Pajak lainnya;
Jenis Setoran : Masa / angsuran, Masa dan tahun pajak misalnya Bulan Agustus 2015; Mata
uang : Rupiah; dan Jumlah Setor : masukkan nilai pajak yang akan dibayar; klik simpan.

 Setelah itu akan muncul slip seperti dibawah ini, pastikan data yang Anda masukkan
sudah benar; jika sudah yakin Anda bisa langsung mengklik terbitkan kode billing.

 Selanjutnya akan muncul form id billing dan tanggal aktif; masa aktif id billing ini
adalah 7 hari setelah diterbitkan dan pastikan Anda melakukan pembayaran sebelum masa
tenggang waktu tersebut.

 Klik cetak untuk menyimpan data id e billing pajak dalam format PDF.
 Pembayaran bisa Anda lakukan via Bank atau Loket Kantor Pos dengan menunjukkan
slip id billing atau via ATM, Internet Banking, atau Mobile Banking.
Copy Atas pembayaran pajak melalui sistem kode e billing ini wajib pajak menerima
BPN (Bukti Penerimaan Negara) dimana status dan kedudukannya sama dengan
Surat Setoran Pajak (SSP) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor :
242/PMK.03/2014, tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak.

Sangat mudah dan sederhana bukan? Hanya dengan melakukan beberapa langkah
saja Anda bisa melakukan pembayaran pajak menggunakan system e billing pajak
dimana program dan aplikasinya telah disediakan oleh Direktorat Jendral Pajak.

Dengan adanya kemudahan bayar pajak online menggunakan aplikasi e Billing


Pajak ini diharapkan seluruh wajib pajak di Indonesia dapat melaksanakan
kewajibannya dalam hal tertib membayar pajak sebagai sumbangsih untuk
kesejahteraan dan Pembangunan Indonesia di masa yang akan datang.

DJP Online, Bagamaimana Lapor SPT Pajak Tahunan Online


Direktorat Jendral Pajak (DJP) saat ini telah mengeluarkan aplikasi DJP
Online eFiling Pajak yang bisa Anda akses melalui situsnya yang berfungsi untuk
mempermudah bagi Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan Surat Pemberitahuan
Tahunan (SPT) Pajak secara online melalui internet.
Wajib Pajak dapat menyampaikan atau mengisi SPT Pajak Penghasilan PPh Orang
Pribadi yang berupa Formulir Pajak 1770S atau 1770SS.
Jika Anda sebagai karyawan pada salah satu perusahaan yang aktif melaporkan dan
memotong pajak PPh Pasal 21 karyawan, biasanya pada setiap bulan Maret pihak
perusahaan pasti akan menyampaikan formulir 1721 A1 atau merupakan lembar
bukti potong atas Pajak Penghasilan yang biasanya secara rutin dipotong langsung
dari gaji bulanan Anda.

Disarankan jika setiap bulan gaji Anda dipotong atas pajak PPh 21 ini, dan ternyata
Anda belum mendapatkan bukti potong tersebut, mintalah kepada bagian yang
mengurus pajak di perusahaan Anda.Lembar bukti potong formulir 1721 A1 ini
merupakan bukti bahwa Anda sebagai karyawan telah membayar pajak melalui
perusahaan, yang telah diberi hak dan wewenang oleh negara untuk memotong
pajak karyawan di perusahaan tersebut, sekarang tinggal tugas Anda melaporkan
SPT Tahunan tersebut.

Dengan adanya kemajuan teknologi, saat ini DJP berusaha memberikan pelayanan
terbaik kepada Wajib Pajak serta memperbaiki kinerja mereka dengan meyediakan
software sistem pelaporan pajak menggunakan DJP Online e filing dan pembayaran
pajak menggunakan DJP Online e Billing via SSE Pajak secara elektronik atau online.
Software ini bisa diumpamakan sebagai DJP Online One Stop Tax Services.

Dengan adanya sistem ini diharapkan akan memberikan kemudahan kepada Wajib
Pajak dalam meyelesaikan segala kewajiban yang berkaitan dengan pajak
penghasilan atas pendapatan yang diperolehnya dalam periode tahun pajak
bersangkutan.

Pelaporan Pajak dengan menggunakan sistem ini telah diatur oleh Peraturan Dirjen
Pajak Nomor : PER-01/PJ/2016, Tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan SPT
dan, Nomor : PER-41/PJ/2015, Tentang Pengamanan Transaksi Elektronik Layanan
Pajak Online. (Undang-Undang tersebut bisa Anda download)

Jenis SPT Tahunan yang dapat Dilaporkan Menggunakan e Filing

1. SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan


Formulir 1770S. Digunakan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang sumber
pendapatannya diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja dan memiliki
pendapatan lainnya yang bukan dari kegiatan usaha dan atau pekerjaan
bebas. Contoh Wajib Pajak adalah: Karyawan, Pegawai Negeri Sipil, Tentara
Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, serta pejabat Negara
lainnya, yang memiliki pendapatan lainnya seperti sewa rumah, honor
pembicara / pengajar / pelatih dan lain sebagainya; dengan jumlah
penghasilan bruto lebih dari Rp. 60.000.000 pertahun.
2. SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan
Formulir 1770SS. Formulir ini digunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang
mempunyai penghasilan selain dari usaha dan / atau pekerjaan bebas dengan
jumlah penghasilan bruto tidak melebihi dari Rp. 60.000.000 dalam periode
setahun (penghasilan yang diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja).

Keuntungan Menggunakan Fasilitas e Filing


1. Efisiensi waktu, dimana proses pelaporan SPT dapat dilakukan secara
cepat, aman, dan kapan saja (24x7);
2. Pelaporan SPT tanpa dikenakan biaya administrasi dan penghematan
kertas (paperless);
3. Metode penghitungan dilakukan secara komputerisasi sehingga data
yang dihasilkan tepat dan akurat;
4. Kemudahan dalam pengisian SPT karena data diinput dalam bentuk
Formulir Elektronik;
5. Data yang disampaikan Wajib Pajak selalu lengkap karena ada validasi
dalam pengisian SPT;
6. Dokumen data pelengkap seperti ( copy Formulir 1721 A1/A2 atau
bukti potong Pajak Penghasilan, Slip Setoran Pajak Lembar ke-3 PPh Pasal 29,
Surat Kuasa Khusus, perhitungan Pajak Penghasilan terutang bagi Wajib Pajak
Kawin Pisah Harta dan atau mempunyai NPWP sendiri, Copy Bukti embayaran
Zakat ), tidak perlu dilampirkan kecuali data tersebut diminta oleh KPP melalui
Account Representative.

Cara DJP Online Registrasi & Lapor SPT Pajak menggunakan e-Filing
A. Pengajuan Permohonan Electronic Filing Identification Number (e-FIN),
1. Daftarkan NPWP Anda untuk mendapatkan e-FIN atau Nomor Identitas
Wajib Pajak bagi para pengguna e-Filing ke Kantor Pelayanan Pajak Pratama
terdekat di Kota Anda.
2. Permohonan Aktivasi e-FIN ini harus dilakukan oleh Wajib Pajak sendiri
dan tidak bisa dikuasakan kepada orang lain;
3. Siapkan KTP Asli berserta fotokopinya bagi WNI, atau
Paspor/KITAS/KITAP bagi warganegara asing.
4. NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) asli beserta fotokopi.
5. Mintalah Formulir Permohonan e-FIN kepada petugas pajak, isilah
kolom sesuai data yang valid tentang diri Anda, seperti Nama, Nomor NPWP,
Alamat Lengkap, Nomor KTP, Alamat Email, dan Nomor Telpon atau
Handphone.

Catatan : Namun ada beberapa KPP dimana pengurusan permohonan nomor eFIN ini
bisa diwakilkan, dengan hanya menunjukkan fotokopi dan asli KTP dan NPWP Anda.
Proses pengususan nomor eFIN ini relatif mudah dan cepat. Waktu yang dibutuhkan
tidak lebih dari 20 menit saja.

Contoh Formulir Permohonan Nomor e-FIN untuk Wajib Pajak Perorangan :

Formulir Perorangan:

Contoh Formulir Permohonan Nomor e-FIN untuk Wajib Pajak Karyawan


Perusahaan yang ingin mendaftar secara bersama (Minimal 20 Karyawan) :

Formulir Kelompok:
Setelah proses permohonan dan administrasi selesai Anda akan mendapatkan 10
digit Nomor e-FIN, Contohnya seperti gambar dibawah ini:

Contoh Nomor e-FIN:

B. Proses Registrasi Pendaftaran eFiling DJP


Online
Gambar dari : pajak.go.id

 Setelah mendapatkan e-FIN, lakukan registrasi di situs Direktorat Jendral Pajak


(DJP Online Login) di : https://djponline.pajak.go.id/
 Masukkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nomor e-FIN yang Anda
peroleh dari KPP, masukkan kode keamanan captcha, dan klik verifikasi.
 Setelah itu akan muncul halaman baru mengenai verifikasi pendaftaran
 Nama Anda akan terisi secara otomatis sesuai dengan data NPWP. Periksalah
kembali jika data dan nama sudah sesuai, masukkan alamat email Anda, email
tersebut akan digunakan untuk aktivasi dan sebagai sarana penyampaian informasi
data terkait dengan SPT e-filing djp online.
 Setelah itu, masukkan nomor handphone Anda, dengan diawali no kode
negara; untuk wilayah negara Indonesia gunakan kode 62.
 Masukkan password, dan ketik ulang lagi pada kolom konfirmasi password.
 Apabila data yang Anda masukkan telah sesuai klik tombol simpan.
 Buka alamat email Anda, periksa email masuk dari djp dan lakukan aktivasi e-
filing djp dengan mengklik link aktivas yang telah disediakan.
 Selesai sudah proses registrasi pendaftaran e-filing pada Direktorat Jendral
Pajak.
C. Cara Lapor SPT PPh WP Orang Pribadi dengan e-Filing

Gambar dari : pajak.go.id

Ada beberapa langkah utama dalam proses pengisian SPT e-filing di DJP Online:
 Login kembali ke halaman alamat DJP Online Login; masukkan nomor NPWP,
Password Login, dan kode keamanan captcha, klik tombol login;

 Klik e-filing untuk masuk ke halaman e-filling;

 selanjutnya klik buat SPT untuk proses pembuatan dan pengisian SPT;
 Jawablah semua pertanyaan terkait jenis formulir SPT yang sesuai dengan
profil data diri Anda; sebagai contoh pilihlah jawaban tidak pada isian pertama,
pertanyaan tentang Apakah Anda menjalankan usaha sendiri atau pekerjaan bebas
nantinya Anda akan menggunakan Formulir 1770-S; pilihlah opsi pilihan tersebut
seperti gambar dibawah ini:

Langkah selanjutnya dianjurkan pilihlah pengisian SPT 1770 S dengan panduan,


masukkan tahun pajak 2015, pilihlah status SPT Normal apabila Anda baru pertama
kali lapor untuk tahun pajak 2015, nantinya Anda akan dibantu oleh sistem dalam
proses pengisian SPT;

 Siapkan bukti potong Formulir 1771-A1 & 1771-A2, yang Anda dapatkan dari
kantor (bukti potong pajak PPh dari gaji rutin bulanan Anda); pada isian daftar
pemotongan PPh oleh pihak lain, klik tombol tambah;
 Pilih jenis Pajak PPh Pasal 21, dan masukkan Nomor NPWP Pemungut Paja
yang sesuai dengan bukti potong 1771, apabila data yang Anda masukkan benar
maka data nilai pemotongan yang telah dibayar dan diterima oleh DJP akan
otomatis keluar sendiri seperti gambar dibawah ini, dan klik tombol simpan:

 Langkah selanjutnya sangat mudah, isian data mengenai diri Anda cara
praktisnya Anda bisa melihat video tutorial cara pengisian SPT dibawah;
 Sampai dengan langkah bagian verifikasi pengiriman SPT, Klik tombol disini
pada kalimat ambil kode verifikasi, berikutnya akan muncul halaman pilihan media
untuk pengiriman kode verifikasi dan pilihlah email, token akan dikirim ke alamat
email Anda. Contoh token kode verifikasi adalah sebagai berikut:
 Buka email Anda, disana akan ada nomor 6 digit verifikasi pengiriman, seperti
nomor token diatas, dan masukkanlah nomor token atau kode verifikasi ke dalam
kolom kode verifikasi lalu klik tombol kirim SPT, setelah itu akan muncul pesan
notifikasi info bahwa SPT anda telah berhasil dikirim, dan bukti penerimaan SPT
elektronik telah dikirimkan ke email anda. Bukti Bahwa Anda berhasil Lapor dan telah
mengirim SPT:

Menghitung Pajak Penghasilan & Tarif Pph 21 Terbaru 2016

Pajak Penghasilan Pribadi


Setiap warga negara Indonesia yang memiliki penghasilan dan sesuai dengan
Undang-Undang No. 36 tahun 2008 maka diwajibkan untuk membayar pajak atas
penghasilan bruto yang diperolehnya.
Undang-Undang Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan pertama kali diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983
dan beberapa kali mengalami amandemen dan perubahan sebagai berikut:

 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1991


 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1994
 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000
 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008
Tarif Pajak Penghasilan Pph 21
Sesuai dengan Pasal 17 ayat 1, Undang-Undang No. 36 tahun 2008, tarif pajak
penghasilan pribadi perhitungannya dengan menggunakan tarif progresif sebagai
berikut:

Penghasilan Netto Kena Pajak Tarif Pajak

Sampai dengan 50 juta 5%

50 juta sampai dengan 250 juta 15%

250 juta sampai dengan 500 juta 25%

Diatas 500 juta 30%

Artikel Terkait : Cara menghitung Pajak Badan PPh Pasal 25 dan 29 Terbaru 2016

Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Tahun 2015


Masyarakat Indonesia saat ini yang memiliki penghasilan rendah wajib bersyukur
dengan adanya peraturan pemerintah baru yaitu Peraturan Menteri Keuangan
Nomor: 122/PMK.010/2015 mengenai tarif penyesuaian besarnya penghasilan tidak
Kena Pajak (PTKP).

Perubahan tarif PTKP setahun sebelumnya Rp. 24,3 juta menjadi sebesar Rp. 36 juta
(3 juta per bulan) untuk diri Wajib Pajak orang pribadi, dan berlaku efektif untuk
tahun Pajak 2015 atau per tanggal 1 Januari 2015.
Perhitungan Perubahan PTKP terbaru Tahun 2015:

Wajib Pajak Tidak Kawin dan memiliki tanggungan

Uraian Status PTKP

Wajib Pajak TK0 36.000.000,-

+ Tanggungan 1 TK1 39.000.000,-

+ Tanggungan 2 TK2 42.000.000,-

+ Tanggungan 3 TK3 45.000.000,-

Wajib Pajak Kawin dan memiliki anak / tanggungan

Uraian Status PTKP

+ WP Kawin K0 39.000.000,-

+ Tanggungan 1 K1 42.000.000,-

+ Tanggungan 2 K2 45.000.000,-

+ Tanggungan 3 K3 48.000.000,-

Wajib Pajak Kawin, istri memiliki penghasilan dan digabung dengan suami

Uraian Status PTKP

+ WP Kawin K/I/0 75.000.000,-

+ Tanggungan 1 K/I/1 78.000.000,-

+ Tanggungan 2 K/I/2 81.000.000,-

+ Tanggungan 3 K/I/3 84.000.000,-

Catatan: Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang

Perubahan Penghasilan Tidak Kena Pajak - PTKP 2016


Usul kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) untuk Wajib Pajak yang semula
Rp.36 juta berubah menjadi Rp.54 juta pertahun (setara dengan Rp. 4,5 juta per
bulan) telah disetujui DPR.
Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, PTKP ini akan diberlakukan
mulai Bulan Juni 2016 mendatang, dan perhitungannya berlaku surut mulai dari
Bulan Januari 2016.

Kalau diperhatikan dan dianalisa kenaikan PTKP 2016 ini lebih kurang 50% dari PTKP
2015, dan kenaikan PTKP 2015 juga demikian lebih kurang 50% dari PTKP 2014 (data
aktual PTKP 2014 : 24,3 juta, 2015 : 36 juta, 2016 : 54 juta).

Kenaikan PTKP 2016 ini ditanggapi positip dari berbagai kalangan masyarakat
terutama karyawan atau buruh yang saat ini masih memperoleh penghasilan lebih
kurang senilai Upah Minimum Regional (UMR).

Dengan adanya penyesuaian tarif PTKP 2016 ini secara hitungan matematis sudah
pasti menyebabkan pendapatan negara dari Wajib Pajak orang pribadi akan turun,
namun diharapkan dengan adanya kenaikan tarif ini dapat mensejahterakan
masyarakat kurang mampu dan meningkatkan kesadaran bagi Wajib Pajak untuk
melapor SPT PPh sesuai dengan penghasilan yang diperolehnya.

Perhitungan Perubahan PTKP 2016 Terbaru :

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak Tidak Kawin dan memiliki tanggungan

Uraian Status PTKP

Wajib Pajak TK0 54.000.000,-

+ Tanggungan 1 TK1 58.500.000,-

+ Tanggungan 2 TK2 63.000.000,-

+ Tanggungan 3 TK3 67.500.000,-

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak Kawin dan memiliki anak / tanggungan

Uraian Status PTKP

+ WP Kawin K0 58.500.000,-

+ Kawin Anak 1 K1 63.000.000,-

+ Kawin Anak 2 K2 67.500.000,-

+ Kawin Anak 3 K3 72.000.000,-

PTKP 2016 bagi Wajib Pajak Kawin, penghasilan istri digabung dengan suami

Uraian Status PTKP

+ WP Kawin K/I/0 112.500.000,-

+ Kawin Anak 1 K/I/1 117.000.000,-


+ Kawin Anak 2 K/I/2 121.500.000,-

+ Kawin Anak 3 K/I/3 126.000.000,-

Catatan:

 Tunjangan PTKP untuk anak atau tanggungan maksimal 3 orang


 TK : Tidak Kawin
 K : Kawin
 K/I : Kawin dan penghasilan pasangan digabung

Artikel Lainnya : e Billing Pajak, Cara Mudah Bayar Pajak via SSE Pajak Online

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 Tahun 2015


Untuk menghitung pajak penghasilan Pph 21 langkah-langkahnya adalah sebagai
berikut:

 Hitung penghasilan bruto Anda dalam sebulan, seperti gaji pokok ditambah
dengan tunjangan-tunjangan lainnya.
 Hitung Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), sesuai dengan status Anda.
 Hitung pengurang lainnya seperti : Tunjangan Biaya Jabatan 5% & Iuran
Pensiun 5% dari penghasilan bruto, catatan: Tunjangan Biaya Jabatan Maksimal Rp. 6
juta per tahun, dan Tunjangan Iuran Pensiun maksimal 2,4 juta per tahun.
 Hitung Penghasilan netto Anda : Penghasilan Bruto – PTKP – Iuran Jabatan &
Pensiun.
 Kalikan Penghasilan Netto dengan tarif Pajak Penghasilan yang berlaku.

Contoh Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 Tahun 2015


Agar Anda dapat lebih memahami cara perhitungan pajak penghasilan, berikut ini
kami berikan contoh perhitungan pajak penghasilan Pph 21:

Misalnya A adalah seorang karyawan status kawin dengan anak 1, dengan data
penghasilan sebagai berikut:

Gaji Pokok Rp. 5 juta

Tunjangan Transportasi, Uang Makan dan lain-lain : Rp. 2 juta

Total Penghasilan Bruto : Rp. 7 juta


Dari data di atas perhitungan pajak penghasilan Pph 21 atas penghasilan dalam
setahun adalah sebagai berikut:

(dalam Rupiah)

Gaji Pokok
60.000.000,-
Tunjangan
24.000.000,-
Penghasilan-Bruto
84.000.000,-

Pengurangan (-)

PTKP
42.000.000,-
Biaya Jabatan
4.200.000,-
Iuran Pensiun
2.400.000,-
Total
48.600.000,-

Penghasilan Kena Pajak-Netto


35.400.000,-

Pajak Pph (5%) Per Tahun


1.770.000,-
Pajak Pph (5%) Per Bulan
147.500,-

Catatan :

 Perhitungan diatas dengan asumsi pegawai A memiliki nomor pokok wajib pajak
(NPWP), namun apabila tidak memiliki NPWP maka wajib pajak tersebut dikenakan biaya
tambahan 20% dari perhitungan normal.
 Apabila Karyawan A asumsi perhitungan Penghasilan Kena Pajak (Netto) di atas
nilainya di atas Rp. 50 juta, maka tarif pajak disesuaikan dengan tabel pajak progresif di atas
sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
 Untuk perhitungan pajak penghasilan PPh 21 Tahun 2016, pola perhitungannya
sama dengan contoh diatas, sebagai ilustrasi maka Anda hanya merubah PTKP 2015 untuk
golongan K/1 tersebut menjadi PTKP 2016 sebesar Rp. 63.000.000,-

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pph 21 Menggunakan Formulir


Otomatis / Digital
Apabila Anda telah memahami cara perhitungan manual pajak penghasilan PPh
pasal 21 diatas dengan menggunakan excel, untuk mengaplikasikannya langsung
pada formulir otomatis dari Direktorat Jendral Pajak, berikut akan kami berikan
formulir tersebut dan bisa Anda download.

Formulir tersebut dalam bentuk format PDF, namun dalam pengisiannya Anda
dipermudah karena seluruh hitungan penjumlahannya secara otomatis oleh
sistem.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam pengisian SPT tersebut, terdapat juga
tutorial lengkap bagaimana cara pengisian tahap demi tahap yang sangat mudah
dipahami.

Sebagai tambahan Formulir tersebut juga tersedia dalam format Bahasa Inggris
(English Language), sehingga dapat digunakan juga oleh warga negara asing
(WNA) yang memperoleh penghasilan dan bekerja di Indonesia.

1. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 SS (diperuntukkan bagi Anda


yang bekerja atau karyawan dan memiliki penghasilan bruto lebih kecil dari
60 juta rupiah pertahun.
2. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 S (diperuntukkan bagi Anda yang
bekerja atau karyawan dan memiliki penghasilan bruto lebih besar dari 60
juta rupiah pertahun.
3. Formulir Pajak Penghasilan SPT 1770 (diperuntukkan bagi Anda yang
memiliki usaha atau pekerjaan bebas atau Anda adalah sebagai seorang
pengusaha)

Perlu Anda ketahui bahwa saat ini proses pengisian dan lapor SPT Pajak
Penghasilan Tahunan PPh 21 bisa dilakukan secara online di website Direktorat
Jendral Pajak (DJP Online) dengan menggunakan aplikasi efiling pajak, berikut
tutorial prosedur pendaftaran, cara pengisian SPT PPh 21 dan penjelasannya:

1. Cara Lapor Pajak Penghasilan SPT PPh 21 Online Formulir 1770 S


2. Cara Lapor Pajak Penghasilan SPT PPh 21 Online Formulir 1770 SS
3. Saat ini Direktorat Jendral Pajak belum menyediakan pengisian SPT
1770 secara online, namun data SPT dapat Anda isi terlebih dahulu, setelah
data lengkap bisa segera Anda lapor SPT tersebut dengan cara
mengapload ke situs DJP Online.