Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Analisa Ruang

Analisis ruang sangat diperlukan untuk membandingkan ruangan yang


tersedia dengan ruangan yang dibutuhkan untuk normalnya keteraturan gigi.
Adanya ketidakteraturan atau crowding dapat disebabkan karena kurangnya
tempat. Analisis dapat dilakukan dengan secara langsung menggunakan model
study atau menggunakan komputer yang lebih mudah.

Leeway space memiliki peranan penting dalam periode gigi campuran,


dimana leeway space dapat digunakan untuk mengatasi kekurangan ruang pada
saat periode tumbuh kembang gigi. Oklusi pada periode gigi campuran bersifat
sementara dan tidak statis, sehingga dapat menyebabkan resiko berkembangnya
maloklusi. Leeway space merupakan ruangan yang ada karena terdapat perbedaan
lebar dari mesiodistal gigi pada pergantian gigi caninus, molar pertama dan molar
kedua desidui yang akan digantikan dengan gigi caninus, premolar pertama dan
premolar kedua permanen. Besarnya Leeway space pada setiap individu sangat
bervariasi. Menurut Nance (1947), besarnya Leeway space pada rahang atas
adalah sekitar 0,9 mm pada setiap sisi, dan 1,7 mm pada rahang bawah. Menurut
Proffit (1993) besarnya Leeway space pada rahang atas adalah sekitar 1,5 mm
sedangkan rahang bawahnya adalah sekitar 2,5 mm. Berdasarkan penelitian
lainnya menyebutkan untuk rahang adalah adalah sekitar 1,1 mm dan 2,4 mm
untuk rahang bawah (Ulfa,2009).
Pada saat tanggalnya molar kedua desidui, erupsinya molar pertama
permanen cenderung kearah mesial dan memanfaatkan adanya Leeway space.
Diperlukan adanya tindakan Orthodontik agar tidak berkembangnya maloklusi,
salah satu yang dapat dilakukan adalah pemasangan space maintener. Pemasangan
space maintener berfungsi untuk menjaga agar tidak terjadi pergeseran gigi
keruang yang kosong sehingga gigi permanen dapat menempati tempat yang
cukup ketika erupsi. Hilangnya atau tanggalnya gigi desidui tidak selalu dapat
dilakukan pemasangan space maintener, terdapat beberapa kondisi yang tidak
memungkinkan, yaitu :
A. Apabila gigi insisiv desidui yang lepas sebelum waktunya, dikarenakan
gigi caninus hampir tidak mengalami pergeseran kearah mesial.
B. Apabila pergeseran gigi ke ruang yang kosong dapat memperbaiki oklusi
normal dari gigi molar pertama permanen.
C. Apabila pergeseran ke ruang yang kosong dapat memperbaiki crowded
gigi anterior (Ulfa,2009).
Pada periode gigi campuran terdapat perbedaan antara ruang yang tersedia
(available space) dan ruangan yang dibutuhkan (required space) untuk gigi
caninus dan premolar yang belum erupsi. Diperlukan adanya analisis ruang pada
bidang ortodonsia agar oklusi normal tetap tejadi dan normalnya pertumbuhan
serta perkembangan wajah. Terdapat 3 metode yang biasanya digunakan untuk
memperkirakan lebar mesiodistal gigi caninus, premolar pertama, dan premolar
kedua yang belum erupsi, yaitu :
A. Pengukuran menggunakan radiografi untuk gigi yang belum erupsi.
B. Penggunaan persamaan regresi yang menghubungkan lebar mesiodistal
gigi yang telah erupsi terhadap lebarnya mesiodistal gigi yang belum
erupsi (Moyers).
C. Kombinasi pengukuran gigi yang telah erupsi dengan penggunaan
radiografi bagi gigi yang belum erupsi (Ulfa,2009).

1.2 Analisa Gigi Campuran

1.2.1 Tujuan Analisa Gigi Campuran

Untuk mengevaluasi jumlah ruangan yang tersedia pada lengkung rahang


untuk digantikan oleh gigi permanen dan untuk penyesuaian oklusi yang
diperlukan.
1.2.2 Macam-macam Analisa gigi Campuran

Terdapat banyak metode analisis geligi campuran. Secara umum, analisis


geligi campuran terbagi dalam tiga kelompok, yaitu:
a. analisis yang mengatakan bahwa ukuran geligi tetap yang belum erupsi
dapat diperkirakan berdasarkan gambaran radiografis
b. ukuran gigi kaninus dan premolar dapat diperkirakan berdasarkan ukuran
gigi-gigi permanen yang telah erupsi ke dalam rongga mulut
c. kombinasi kedua metoda tersebut.

1.2.2.1 Analisa Ruang Metode Moyers


Dasar analisis pada metode Moyers adalah dengan adanya korelasi
antara lebar mesiodistal gigi insisiv permanen rahang bawah terhadap gigi
caninus dan premolar yang belum erupsi, baik untuk rahang atas maupun
rahang bawah. Metode Moyers adalah salah satu metode yang sering
digunakan untuk memprediksi gigi caninus dan premolar yang belum erupsi.
Penggunaan gigi insisiv permanen rahang bawah dikarenakan erupsinya
yang paling awal, dan jarang memiliki variasi bentuk dan ukuran jika
dibandingkan dengan gigi insisiv rahang atas, selain itu mudah untuk dukur.
Moyers menyarankan dengan penggunaan tabel probabilitas pada level 75 %
yang dijadikan acuan karena dianggap sebagai level yang aman dari
maloklusi, contohnya diastem dan crowded. Pada metode Moyers ini harus
diperhatikan mengenai panjang lengkung dan ukuran dari gigi geliginya
(Moyers, 1988).
A. Tujuan metode moyers
Untuk memprediksi kebutuhan ruang erupsi gigi C, P1 dan P2 yang belum
erupsi.
B. Keuntungan
aa