Anda di halaman 1dari 1

1. Kau begitu misteri, bagaikan kotak teka – teki silang yang sulit untuk kuisi.

Aku tak tau


bagaimana harus berekspresi. Aku tak tau bagaimana harus berdiri tuk suarakan isi hati. Isi hati
yang selalu menghantui di malam yang sunyi. Ya sudah, kusimpan saja untuk diriku sendiri.

2. Mungkin hati ini tak dibekali rasa berani. Hati ini hanya terisi oleh rasa iri. Rasa iri dengan dia
yang dengan gagah berani mendekati. Rasa iri dengan dia yang dengan lantang suarakan isi hati.
Rasa iri dengan dia yang dengan gampangnya mengajakmu berselfie. Ya Tuhan, ajarkan aku
berani.

3. Malam ini kembali terbayang akan insan bagai bidadari. Insan yang tak pernah mau pergi dari
lubuk hati. Entah karena terlalu nyaman untuk ditinggali atau karena aku tak membiarkannya
pergi. Oh Tuhan, izinkan aku untuk memiliki.

4. Malam ini hujan turun sangat deras. Membuat diri ini teringat akan satu paras. Ia adalah
seorang wanita yang bertekad keras. Kuharap ia tak malas mengerjakan tugas. Aku pun
berharap agar pesanku kau balas lekas. Meskipun rasa ini belum saling berbalas.

5. Seorang wanita bernama sederhana. Tapi bagiku ia seorang pribadi sangat istimewa. Pribadi
yang dipenuhi dengan canda. Canda yang membuat diri ini tertawa bahagia. Ya, semuanya
berawal dari canda dan juga tawa bersama. Hingga munculah sebuah rasa yang tak aku duga.
Rasa yang aku tak tau datang dari mana. Awalnya kusimpan rasa agar jadi rahasia, namun
datang suatu malam dimana rasa ini harus tersampaikan. Maaf, itu bukanlah malam yang
kurencanakan. Itu murni karna kebetulan. Mungkin itulah alasan dibalik dirimu yang menjauh
dengan perlahan. Jika benar ingin meninggalkan, apa kau tak kasihan? Kasihan akan insan yang
rindu tak tertahankan. Sekarang ku hanya bisa berharap pada Tuhan, kuharap kau jatuh dalam
pelukan. Semoga saja dikabulkan, doakan.

6. Keadilan yang selalu kalian gaungkan. Keadilan pula kalian jadikan slogan. Tapi tidakkah kalian
lihat kenyataan? Mulut dengan narasi berakhir dibalik jeruji besi