Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAHAYA SEKS BEBAS

Tempat : SMA X MALANG

Sasaran : Siswa dan siswi SMA X MALANG

Hari/Tanggal : Senin, Mei 2014

Alokasi waktu : 30 menit

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM:

Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan Siswa dan siswi SMA X MALANG mengerti tentang
bahaya seks bebas.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS:

Setelah mengikuti penyuluhan, diharapkan peserta penyuluhan dapat:

1. Mengetahui dan mengerti tentang arti dari seks bebas

2. Mengetahui faktor penyebab seks bebas

3. Mengetahui cara-cara pencegahan seks bebas

4. Mengetahui bahaya seks bebas

C. MATERI:

1. Pengertian seks bebas

2. Faktor-faktor penyebab seks bebas

3. Cara-cara pencegahan seks bebas

4. Bahaya dari seks bebas

D. METODE:
1. Ceramah

2. Tanya jawab

E. MEDIA:

1. LCD

2. Leaflet

F. KEGIATAN:

NO

WAKTU

KEGIATAN

PENYAJI

PESERTA

1.

2 Menit

1. Pembukaan

· Salam pembukaan

· Perkenalan

· Kontrak waktu

· Menjelaskan tujuan

· Menjawab salam

· Memperhatikan

2.

15 menit
2. Penyajian materi

· Memperhatikan

3.

10 menit

3. Sesi tanya jawab

· Bertanya

4.

3 menit

4. Penutup

· Evaluasi kembali

· Memberikan kesimpulan

· Menyampaikan harapan

· Menjawab pertanyaan

· memperhatikan

G. EVALUASI:

1. Evaluasi Struktur

· Kesiapan mahasiswa memberi materi penyuluhan

· Media dan alat memadai

· Setting sesuai dengan kegiatan penyuluhan

2. Evaluasi proses

· Kesiapan penyuluhan dilakukan sesuai jadwal yang direncanakan

· Mahasiswa berperan aktif selama proses penyuluhan

· Siswa siswi di SMA X MALANG aktif berpartisipasi selama proses penyuluhan

3. Evaluasi Hasil
· Lisan: setelah mengikuti penyuluhan maka siswa siswi SMA X MALANG mampu menjawab 80%
pertanyaan yang dianjurkan oleh penyuluhan pada saat evaluasi.

H. SUMBER:

Dr.H.Boyke Dian Nugraha, SpOG,MARS. Ginekologi dan Konsultan. Jakarta, 2000.

Wijayanto, Iip. Cinta Antara Realita Seks Pra-Nikah. Jogjakarta, 2008.

http://workshopsalamaa.wordpress.com/2007/04/11/seks-bebas-remaja-indonesia-merajalela

http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/23/mengatasi-perilaku-seks-bebas-2/

http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=19232

http://www.healthac.org/shortguides/shortguides_indonesian.html

MATERI

A. Pengertian Seks Bebas

Menurut Ghifari (2003), perilaku seks bebas adalah hubungan antara dua orang dengan jenis kelamin
yang berbeda dimana terjadi hubungan seksual tanpa adanya ikatan pernikahan. Kelompok seks bebas
menghalalkan segala cara dalam melakukan seks dan tidak terbatas pada sekelompok orang. Mereka
tidak berpegang pada morality atau nilai-nilai manusiawi.

Sewaktu-waktu mereka dapat berhubunggan seksual dengan orang lain dan di lain waktu mereka juga
bisa menggauli keluarga sendiri.

Menurut Desmita (2005) perilaku seks bebas pada remaja adalah cara remaja mengekspresikan dan
melepaskan dorongan seksual, yang berasal dari kematangan organ seksual dan perubahan hormonal
dalam berbagai bentuk tingkah laku seksual, seperti berkencan intim, bercumbu, sampai melakukan
kontak seksual. Tetapi perilaku tersebut dinilai tidak sesuai dengan norma karena remaja belum memiliki
pengalaman tentang seksual.

Menurut Sarwono (2002) perilaku seks bebas adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat
seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis.
Berdasarkan beberapa definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan perilaku
seks bebas adalah perilaku yang didasari oleh dorongan seksual untuk mendapatkan kesenangan seksual
dengan lawan jenis yang dilakukan tanpa ikatan pernikahan yang sah.

B. Faktor Penyebab Seks Bebas

Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas yaitu:

1. Lingkungan

· Keluarga

Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua
terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari
keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya
yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-
jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang
tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.

· Masyarakat

Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, seperti masyarakat yang didominasi oleh pelacur,
preman, pemabuk dll, sehingga dapat mempengaruhi remaja di lingkungan tersebut.

· Pergaulan/teman

Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif
ketimbang hal yang positif, yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja
masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya
fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan
bagian tubuhnya yang seksi.

Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan
dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya
menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.

2. Lemahnya keimanan

Lemahnya keimanan mereka bisa membuatnya masuk ke dalam dunia seks bebas, karena adanya
keimanan yang kuat bisa membuat kita tahu yang mana perbuatan yang benar dan salah.

3. Kurangnya pendidikan seks


Saat ini, kekurangan informasi yang benar tentang masalah seks akan memperkuatkan kemungkinan
remaja percaya dan salah paham yang diambil dari media massa dan teman sebaya. Akibatnya, kaum
remaja masuk ke kaum beresiko melakukan perilaku berbahaya untuk kesehatannya.

4. Menonton media pornografi, di antaranya VCD dan DVD Porno

5. Tayangan televisi (telenovela dan film-film lainnya)

Faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas salah satu di antaranya adalah akibat atau
pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan
signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang
ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.

6. Narkoba

Seks bebas dan narkoba sangat erat kaitannya. Dimana orang-orang yang telah terjerumus kedalam
pengaruh napza, sebagian besar dari mereka dapat dipastikan telah melakukan seks bebas.

7. Pengaruh kebudayaan barat

Dengan banggaremaja mengadopsi budaya barat dan sadar atau tidak sadar menjadi agen budaya asing.
Mereka mencontoh gaya hidup barat yang liberal pergaulan anak-anak muda/remaja kita terutama di
kota-kota besar seperti ciuman, melakukan seks bebas, dll.

8. Media cetak

Makin banyaknya majalah dan buku-buku porno yang juga memuat gambar-gambar porno, sehingga
membuat anak-anak remaja sekarang banyak terjerumus dalam pergaulan bebas dan melakukan seks
bebas.

9. Gaya hidup

Gaya hidup remaja sekarang yang selalu diikuti dengan dunia gemerlap malam, seperti dugem, clubbing,
minum-minuman keras, merokok, nongkrong di kafe dan lain sebagainya.

10. Kemajuan tekhnologi (internet)

Dengan menggunakan internet, orang dapat mencari banyak situs terlarang, seperti halnya situs yang
memperlihatkan banyak pose orang telanjang khususnya wanita atau situs seks.

Situs-situs itu tidak berguna dan tidak cocok untuk dilihat. Situs itu akan mengurangi keimanan kepada
Tuhan dan cenderung membawa mereka untuk melakukan sesuatu yang salah. Tetapi banyak orang tidak
tahu atau tidak memikirkan tentang itu. Mereka terlalu bernafsu untuk melihat gambar-gambar itu
semua.

11. Faktor Ekonomi


Faktor ekonomi, seperti kemiskinan adalah salah satu penyebab terjadinya seks bebas.

12. Kondom yang terjual bebas

Kondom yang terjual bebas di apotik-apotik adalah salah satu penyebab seks bebas karena kita tahu
kalau kondom dapat mencegah kehamilan, sehingga dapat melakukan seks bebas kapanpun

C. Pencegahan Seks Bebas

Untuk menghindari seks bebas perlu dilakukan pengontrolan dan pengendalian nafsa syahwat. Beberapa
upaya yang dapat dilakukan adalah.

1. Mengawasi waktu luang dengan hal yang bermanfaat

Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi waktu kosongnya, bisa
dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat kerajinan tangan, menghadiri
pengajian, mengikuti perlombaan dan lain-lain aktifikas yang bermanfaat.

2. Memilih teman yang baik

Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan teman
yang baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan.

3. Menjahui dan menghindari media massa yang buruk

Media massa merupakan salah satu yang ikut bertanggung jawab terhadap seks bebas. Banyak acara-
acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang menghidupkan nafsu seks, gambar-gambar
yang fulgar, iklan-iklan yang meninjau pornografi yang turut memperburuk moral para remaja dan
merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Maka dari itu remaja harus bisa memilih bacaan atau
tontonan yang menurut itu layak.

4. Peran orang tua

Orang tua harus memberikan pendidikan tentang agama yang benar samapi anak itu tahu benar tentang
agama dan menuruti omongan-omongan orang tua, hendaknya orang tua memberikan perhatian kepada
anaknya, menjadi sahabat atau teman curhat kepada anaknya dan menjadi keluarga harmonis dalam
keluarganya.

5. Memberikan pendidikan seks melalui seminar atau talk show kesehatan atau seks, agar remaja
mengetahui betapa bahayanya melakukan seks bebas.

6. Memperdalam keimananan

Yaitu menyakini bahwa Allah AWT senantiasa bersamanya, mengetahui yang disembunyikan dan terlihat
meskipun itu dihati yang paling dalam.
7. Pemerintah juga harus menegakkan hukum setegak-tegaknya. Misalnya memberantas pelaku
perdangan anak yang menjadi salah satu sumber terjadinya perbudakan seks

D. Bahaya Seks bebas

Bahaya dari seks bebas adalah:

1. Terputusnya sekolah

Akibat dari pergaulan bebas dan seks bebas adalah terputusnya sekolah karena dengan seks bebas dan
pergaulan bebas, mereka tidak sepenuhnya focus dengan belajar saat di sekolah dan hanya memikirkan
pacarnya atau mau ngapain setelah sekolah (kencan di tempat-tempat romantic, makan malam, dll).
Itulah yang dapat menyebabkan anak putus sekolah karena malas belajar dan hanya memikirkan
pacarnya saja, apalagi kalau sudah patah hati, pasti malas umtuk melakukan kegiatan apapun.

2. Perkawinan usia muda

Dari seks bebas yang sudah dilakukan, maka dipaksakan untuk dapat menikah pada usia muda karena
harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan oleh kedua belah pihak. Menikah diusia
muda juga banyak mempunyai dampak yang tidak baik untuk kedua pihak, misalnya: karena
ketidaksiapan psikis dan psikologi, maka dapat menyebabkan pertengkaran dan perceraian dan bagi
seorang istri, karena organ-organ reproduksinya belum berfungsi dengan baik seperti wanita yang sudah
dewasa, maka bisa menyebabkan perdarahan saat melahirkan dan penyakit-penyakit lainnya.

3. Kehamilan di luar nikah

Pacaran yang bebas, akan membuka kemungkinan terjadinya kegiatan seks bebas yang berujung pada
kehamilan. Jika, terjadi kehamilan, maka yang bersangkutan harus siap untuk menjadi orang tua.
Menjadi orang tua, tentu membewa banyak konsekuensi seperti harus kehilangan kesempatan
menyelesaikan studi, mencarikan nafkah untuk keluarga, kesiapan psikis untuk menjadi kepala keluarga,
kesiapan untuk membangun keluarga, kesiapan untuk berhadapan dengan orang tua (menjelaskan
tentang kehamilan tersebut), kesiapan psikis untuk berhadapan dengan berbagai pertanyaan dari
masyarakat sekitar dan kelurga dan lain-lain.

Jika harus menjadi orang tua di usia muda, maka sudahkah kita memiliki bayangan, kira-kira pekerjaan
apa yang paling mungkin kita kerjakan untuk membiayai keluarga kita? Sementara pada sisi yang lain,
bekal untuk berkompetinsi mencari pekerjaan yang layak, mungkin belum kita miliki. Jika, setelah kita
analisis ternyata kita belum siap untuk menjadi orang tua di usia muda, maka lebih baik tidak usah
pacaran terlebih dahulu. Maka, bahwa di usia muda lebih baik kita menghindari pacaran terlebih dahulu
agar waktu yang kita miliki dapat betul-betul kita maksimalkan untuk mempersiapkan masa depan kita.

4. Pengguguran kandungan (aborsi)


Kehamilan di luar nikah dapat menyebabkan pasangan tersebut memutuskan untuk menggugurkan
kandungannya karena takut jika diketahui orang tua, pasangannya belum siap untuk menikah dan lain-
lain.

Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungannya pada tenaga non medis (dukun, tenaga
tradisional) sering mengalami kematian strategis. Perlu diketahui bahwa aborsi dapat dilakukan dengan
dua macam tindakan yaitu:

Ø Aborsi dilakukan sendiri

Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara meminum obat-obatan yang membahayakan janin,
atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan sengaja menggugurkan janin.

Ø Aborsi dilakukan orang lain

Orang lain disini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak.

Tindakan aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita.
Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi adalah:

§ Resiko Kesehatan dan Keselamatan Fisik

Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi
seorang wanita, yaitu:

a. Kematian mendadak karena pendarahan hebat

b. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal

c. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan

d. Rahim yang sobek

e. Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya

f. Kanker payudara (karena ketidak seimbangan hormone estrogen pada wanita)

g. Kanker indung telur, kanker leher Rahim

h. Kanker hati

i. Kelainan pada plasenta/ ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan
pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya

j. Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturunan

k. Infeksi rongga panggul

l. Infeksi pada lapisan rahim


§ Resiko Kesehatan Mental

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan
seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental
seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Sindrom Paska Aborsi atau PAS. Pada
dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:

a. Kehilangan harga diri

b. Berteriak-teriak histeris

c. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi

d. Ingin melakukan bunuh diri

e. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang

f. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual

5. Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (Gonorhoea, Chlamydia, Herpes, Infeksi Jamur,
Syphilis HIV/AIDS dll)

Hubungan seksual pranikah, akan memicu terjadinya multipartner. Dan karena belum ada pasangan
tetap maka akan cenderung berganti-ganti pasangan. Keadaan ini akan memperparah terjadinya
penyakit menular seksual seperti gonorhoe, Chlamydia, Herpes, Infeksi Jamur, Syphilis maupun AIDS.
PMS sering berakhir dengan penyakit komplikasi seperti kemandulan atau infertilitas.