Anda di halaman 1dari 12

I.

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Kata Arsitek berasal dari bahasa Yunani “Architekton”,Archi: Pemimpin,Tekton:


Membangun ,Jadi arsitek adalah pemimpin pembangunan ( Master – Builder ) Teori
paling kuno tentang arsitektur berasal dari Marcus Vitruvius Pollio (abad 1 SM) dalam
bukunya The Ten Books Of Architecture. Vitruvius menyimpulkan 3 aspek atau syarat
yang harus dipenuhi dalam arsitektur yaitu : Firmitas (Kekuatan), Utilitas (Kegunaan),
Venustas (Keindahan).

Teori arsitektur adalah ungkapan umum tentang apakah arsitektur, apa yang
harus dicapai dengan arsitektur , dan bagaimana cara yang paling baik untuk
merancang. Teori dalam arsitektur adalah hipotesa, harapan & dugaan-dugaan
tentang apa yang terjadi bila semua unsur yang dijadikan bangunan di kumpulkan
dalam suatu cara, tempat, dan waktu tertentu.

Desain dalam arsitektur sebagian besar lebih merupakan kegiatan


merumuskan dan bukan menguraikan. Arsitektur menganalisa dan mengadukan
bermacam-macam dalam cara-cara baru dan keadaan-keadaan baru, sehingga
hasilnya tidak seluruhnya dapat diramalkan. Teori dalam arsitektur mengemukakan
arah, tetapi tidak dapat menjamin kepastian hasilnya.

Teori tentang apakah sebenarnya arsitektur meliputi identifikasi variable-


variabel penting seperti ruang, struktur, atau proses-proses kemasyarakatan. Dengan
pengertian - pengertian tersebut bangunan-bangunan seharusnya dilihat,
dinikmati,atau dinilai.

Para ahli teori arsitektur seringkali mendasarkan diri pada analogi-analogi


dalam menganjurkan cara-cara khusus untuk memandang arsitektur. Analogi-analogi
digunakan memberikan jalan untuk mengatur tugas-tugas desain dalam tatanan
hirarki, sehingga arsitek dapat mengetahui hal-hal mana yang harus dipikirkan dan
hal-hal mana yang dapat dibiarkan pada tahap berikutnya dalam proses perancangan.
Beberapa analogi yang sering digunakan oleh para ahli teori untuk menjelaskan
arsitektur adalah : 1). Analogi Matematis ,2). Analogi Biologis (Arsitektur Organik
,Arsitektur Biomorfik ) 3). Analogi Romantik 4). Analogi Linguistik 5). Analogi Mekanik
6).Bahasa Pola 7). Analogi problem solving 8).Analogi Adhocisme 9). Analogi
Dramaturgi

Dalam pembahasan kali ini akan menitik beratkan pada pembahasan karya
analogi aritektur biologis – organic, yang di pelopori oleh Frank Lloyd Wright, Peneliti
melihat Frank Lloyd Wright memiliki pemikiran yang sangat maju dan kompatibel
sampai masa sekarang. Gerakan dan pedekatan Arsitektur yang muncul sebagai
respon kegagalan arsitektur modern internasional telah diterapkan dalam merancang
karya-karya arsitektur Wright sejak lama.

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 1



TUJUAN

Tujuan dari pembahasan ini adalah melihat lebih jauh karya-karya Frank Lloyd
Wright , bagaimana strategi dan penerapan pendekatan arsitektur yang dilakukan oleh
Frank Lloyd Wright dalam Arsitektur Organik dan keterkaitannya dengan teori
arsitektur organik.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kritik Deskriptif yang Bersifat


tidak menilai, tidak menafsirkan, atau semata-mata membantu orang melihat apa
yang sesungguhnya ada. Kritik ini berusaha mencirikan fakta-fakta yang menyangkut
sesuatu lingkungan tertentu. Dibanding metode kritik lain kritik deskriptif tampak lebih
nyata (factual).
• Deskriptif mencatat fakta-fakta pengalaman seseorang terhadap
bangunan atau kota.
• Lebih bertujuan pada kenyataan bahwa jika kita tahu apa yang
sesungguhnya suatu kejadian dan proses kejadiannya maka kita dapat
lebih memahami makna bangunan.
• Lebih dipahami sebagai sebuah landasan untuk memahami bangunan
melalui berbagai unsur bentuk yang ditampilkannya.
• Tidak dipandang sebagai bentuk to judge atau to interprete. Tetapi
sekadar metode untuk melihat bangunan sebagaimana apa adanya dan
apa yang terjadi di dalamnya.

ANALISA

STUDI PRESEDEN ARSITEKTUR


ARSITEK FRANK LLOYD WRIGHT
Frank Lloyd Wright adalah arsitek yang sangat
menguasai arsitektur organic pendekatan
kontekstual terhadap alam. Beliau lahir pada
tanggal 8 Juni 1867 di Richland Centre dan wafat
pada tanggal 1969. Dalam perencanaan
bangunannya, Wright selalu mencoba
memanipulasi skala bangunan dan perletakan
bangunan agar memperkuat hubungannya
dengan lingkungannya. Bagi Wright, arsitektur
organik harus selalu berhubungan dengan
tapaknya (site), program ruang sesuai kebutuhan
klien, iklim di mana bangunan berada,
penggunaan material alam yang logis dan
struktural atau estetik. Cita rasa arsitektur Frank
Lloyd Wright dimulai dengan menyusun balok
yaitu “Frorbel Bloks” merupakan permainan dari
permainan dan metode pendidikan untuk anak-
anak. Permainan ini yang akhirnya memberikan
inspirasi pada intuisi spasial Frank Lloyd Wright untuk karya-karyanya. Permainan ini

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 2



mengajak anak-anak untuk memahami ruang dalam skala kecil dengan menyusun
balok-balok dalam berbagai bentuk, dan dalam hal ini mengasah kepekaan mereka
atas konsekuensi ruang akibat penyusunan dan penataan balok.

Konsep Desain Bangunan Frank Lloyd Wright


• Baik pada eksterior maupun interior design-nya, Frank L.Wright banyak
bermain dengan unsur bidang dan garis dengan jenis arsitektur “Hangat”
terlihat dari desain yang menyeluruh dari bentuk rumah, interior hingga perabot
yang paling kecil seperti meja kursi, bentuk lampu dan sebagainya.
• Kekuatan utama arsitektur Frank L.Wright adalah “Craftmanship” atau
“Pertukangan” yang jenius, serta detail hingga ke bagian terkecil (perabot).
• Pada desain denah bangunan, Frank L.Wright menggunakan prinsip “Arsitektur
Organis” dengan bagian-bagian yang tumbuh dan menjalar dari sebuah rumah,
dimana setiap bagian diibaratkan seperti organ tubuh yang saling
membutuhkan satu sama lain.
• Fungsi harus dibarengi dengan Estetika, dimana estetika ini menjadi jiwa dari
sebuah ruang arsitektur.
• Mengutamakan prinsip “Keselarasan” sehingga membuat bangunan “Frank
L.Wright” terlihat konsisten dari bentuk terbesar hingga ke bentuk terkecilnya.
Seperti Penggunaan bentuk geometri yang selaras membuahkan bangunan
dengan detail ornamentasi yang selaras dengan konsep keseluruhannya.

Dibawah ini merupakan karya-karya dari Arsitek Frank Lloyd Wright :

1. Falling Water (1935-1939)

Gambar 1 : (Denah Falling Water) Gambar 2 : (Perseptif Falling Water)


Sumber : google gambar Sumber : google gambar

Salah satu karya Frank Lloyd Wright adalah The Falling Water yang
menunjukkan harmoni antara bangunan dengan alam. Bentuk rumah ini tidak seperti
rumah pada umumnya yang cenderung terikat oleh ruang dan menghasilkan bentuk
yang biasa-biasa saja. Falling Water membuktikan bahwa keterikatan fungsi
bangunan tidak menjadikan bentuk bangunan menjadi kaku, namun dapat
menghasilkan bentuk yang luwes dan ekspresif.

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 3



Merujuk pada konsep arsitektur
organik yang terinspirasi atau
dekat dengan alam, bangunan ini
didirikan langsung di atas air
terjun yang curam pada sebuah
pedesaan. Frank Lloyd Wright
menggunakan air yang dinamis
dalam bentuk air terjun yang
membuat bangunan tersebut
seolah melayang dengan
dominasi material alam.
Gambar 3 : (Perseptif Falling Water)
Sumber : google gambar

Penataan interior falling water
banyak menggunakan material-
materal Batuan alam di
aplikasikan pada interior
bangunan seperti lantai dan
dinding, sedangkan kayu
digunakan untuk perabot seperti
kursi dan meja. Falling Water
mengikuti bagaimana kondisi
alam, dimana struktur bangunan
dirancang disesuaikan dengan
keadaan tapak. Bukaan-bukaan
Gambar 4 : (interior Falling Water)
besar seperti jendela pada
Sumber : google gambar ruangannya dirancang untuk
merasakan keindahan alam dan
juga dapat dijadikan sebagai masuknya penghawaan dan pencahayaan alami.

Periode Tahun 1930-1940an ini adalah periode Arsitektur Organik dan


Usonian. Fallingwater d merupakan contoh karya arsitektur sangat Kontekstual
terhadap kondisi tapak spesifik, kondisi lingkungan dan iklim, dimana sikap yang
responsif terhadap lingkungan tersebut menghasilkan desain yang dramatis dan
ekspresif, namun sekaligus juga jujur. Kelokalan juga tampak pada pemilihan dan
penggunaan material lokal yang diambil dari lingkungan sekitar tapak. Rumah-rumah
Usonian yang banyak dibangun Wright sejak tahun 1932 juga menerapkan sikap yang
sama, yaitu Kontektual terhadap kondisi spesifik tapak dan iklim, juga merupakan
penyederhanaan Prairie Style yang mewah.

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 4



2. Johnson Wax Headquarters
Johnson Wax Headquarters adalah markas
dunia dan administrasi pembangunan SC
Johnson & Son di Racine, Wisconsin . Arsitek
Frank Lloyd Wright merancang bangunan ini
untuk presiden perusahaan, Herbert F. "Hib"
Johnson, gedung itu dibangun dari tahun 1936
sampai 1939. Juga dikenal sebagai Gedung
Administrasi Johnson Wax, dan dekat dengan
Wax Menara penelitian (dibangun 1944-1950)
yang ditunjuk sebagai National Historic
Landmark pada tahun 1976 sebagai Gedung
Administrasi dan Menara penelitian, SC
Johnson and Son.
Material konstruksi pada bangunan ini yaitu
batu bata untuk interior dan eksterior. antara
Gambar 4 : (Perspektif Johnson Wax batu bata yang meraup terdapat pula gaya
Headquartesrs) tradisional untuk menonjolkan horizontalitas
Sumber : google gambar

bangunan yang hangat. Rona kemerahan dari
batu bata yang digunakan dalam slab lantai
beton juga dipoles, batu putih dan putih berjenis pohon kolom menciptakan kontras
belum mencolok halus. Semua perabotan, diproduksi oleh Steelcase , dirancang
untuk bangunan oleh Wright dan cermin banyak fitur desain yang unik bangunan.

Pada bagian interior bangunan ini


memiliki ruang yaitu Ruang kerja,
untuk konstruksi kolom yang
digunakian adalah kolom berjenis
pohon yang 9 inci (23 cm) di
diameter di bagian bawah dan 18
kaki (550 cm) dengan diameter di
atas, pada platform bulat lebar
yang Wright disebut, "pad lily."
"kelopak," bagian dari kolom yang
memenuhi pad lily, retak
(menabrak 60 ton bahan ke tanah,
dan penuh air utama 30 kaki di
bawah tanah). Setelah
demonstrasi ini, Wright diberi izin
Gambar 5 : (Interior Johnson Wax Headquartesrs) bangunan nya.
Sumber : google gambar

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 5



3. Robbie House

Gambar 6 : (Denah Robie House)


Sumber : google gambar

The Robie House, merupakan ekspresi Wright terbaik dari struktur batu Prairie,
menjadi landmark nasional. Rumah ini selesai dirancang pada tahun 1910, disebut
"rumah abad ini" oleh majalah Rumah dan Home pada tahun 1958, sekarang dimiliki
oleh University of Chicago.

Gambar 7 : (Perspektif Robie House) Gambar 8 : (Perspektif Robie House)


Sumber : google gambar Sumber : google gambar

Balok baja yang mendukung atap kantilever depan atas teras yang terlihat di langit-
langit dilipat dan turun sepanjang tepi kamar utama di dalamnya. Tidak ada dinding
yang nyata di ruang tamu, posting hanya plester-dihadapi antara jendela dan pintu
yang terus menerus di sekitar seluruh ruangan. Papan kayu langsing yang
membungkuk untuk mengikuti garis langit-langit saat mereka menyeberangi ruangan
spasi untuk menyelaraskan dengan tiang pintu.

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 6



4. Museum Gunggenheim (1943-1959)

The Solomon R. Guggenheim


Museum yang berlokasi di Upper East
Side Manhattan, New York, adalah
rumah bagi sejumlah besar koleksi
karya seni impresionis, post-
impresionis, dan kontemporer.
Museum tersebut didirikan oleh
Yayasan Solomon R. Guggenheim
pada 1939. Nama 'Guggenheim'
sendiri diadopsi pasca meninggalnya
sang pendiri pada 1952.
Gambar 9 : (Denah Gunggenheim)
Sumber : google gambar
Desain bangunan Museum
Guggenheim yang tidak konvensional,
berbentuk silindris dengan bagian
puncak lebih lebar daripada dasarnya,
memberinya tabal sebagai "temple of
spirit". Interior gedung sendiri
memberi ruang pamer unik bagi
benda-benda koleksi museum berupa
galeri yang berbentuk jalur spiral,
berputar menurun, memanjang dari
atap gedung hingga mencapai lantai
dasar.
Gambar 10 : (Perspektif Gunggenheim)
Sumber : google gambar

Museum Solomon R. Guggenheim di
New York adalah salah satu karya
terakhir Wright sebelum meninggal.
Dan yang pembangunanya memakan
waktu paling lama (1943-1959).
Bangunannya meningkat spiral lembut
dengan warna krem hangat, dengan
interior bagian dalam mirip cangkang
laut. Yang unik dalam karya ini adalah
pusat geometri yang dimaksudkan agar
pengunjung dengan mudah merasakan
pengalaman dari kumpulan lukisan-
Gambar 10 : (Perspektif Gunggenheim) lukisan geometris non objektif.
Sumber : google gambar

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 7



5. Hanna House
Bangunan ini terletak di Stanford
University kampus di Stanford,
California , Amerika Serikat.
Arsitek Frank Lloyd Wright 's
kerja pertama di wilayah San
Francisco dan bekerja
pertamanya dengan non struktur
-rectangular.

Gambar 11 : (Denah Hanna House)


Sumber : google gambar

Hanna House merupakan karya
pertama Frank L.wright yang
terbaik dari desain heksagonal
yang inovatif. Berpola setelah
sarang lebah dari lebah, rumah
menggabungkan angka enam sisi
dengan sudut 120 derajat seperti
pada gambar denah diatas, dalam
banyak teras nya ubin, dan
bahkan dalam perabotan. Menurut
Wright sistem modul Polygonal
dapat memberikan keterbukaan
dengan kebebasan bergerak.
Gambar 12 : (Perspektif Hanna House)
Sumber : google gambar

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 8



KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis Studi Preseden Arsitektur diatas, dapat ditarik


kesimpulan bahwa Arsitek Frank Lloyd Wright lebih dikenal sebagai arsitek
organic,,suatu arsitektur yang dihasilkan murni dari konteks alami. Dan yang paling
penting adalah hubungan antara tapak dan bangunan serta kebutuhan pengguna
bangunan. Prinsip-prinsip dari gaya arsitektur organik :
1. Kesederhanaan dan ketenangan Prinsip ini berada dibelakang seni.
Keterbukaan harus dimasukan kedalam struktur menjadi bentuk yang terpadu
sehingga menjadi jenis dekorasi yang alami dan tenang. Detail dan dekorasi
dikurangi dan bahkan fixtures, gambar dan mebel dalam struktur harus
diintegrasikan.
2. Ada banyak gaya rumah Prinsip ini memungkinkan ekspresi dari kepribadian
masing- masing klien,walaupun rancangan wright selalu memberikan
kontribusi yang signifikan.
3. Korelasi alam,topografi dengan arsitektur Sebuah bangunan yang didirikan
harus selaras dengan lingkungan di sekitarnya.
4. Warna alam Bahan-bahan yang digunakan dalam pembangunan harus selaras
dengan warna alam.
5. Sifat bahan Kayu harus seperti kayu dan batu bata harus seperti batu
bata,warna dan tekstur mereka tidak boleh berubah.
6. Integritas rohani dalam arsitektur Wright percaya bawah kualitas bangunan
harus sejalan dengan kualitas manusia. Artinya bangunan harus memberikan
sukacita dan suasana yang layak bagi penghuni. Hal ini menurutnya lebih
penting dari banyak gaya.

Dalam proses perancangan Wright memfokuskan perhatian mulai dari hal yang
besar sampai kepada rincian yang terkecil (termasuk detail furniture luar dan
dalam,misalnya (perabot,karpet,jendela,pintu,meja,kursi,lampu hias,elemen perabot
dll).Dia adalah seorang arsitek yang berpandangan bawah rancangan, pembuatan
dan tujuan serta furniture dan benda-benda yang dipergunakan dalam bangunan
adalah satu kesatuan dalam seluruh desain.
Dalam mendesain rumah gaya Prairie ia menggunakan tema yang
dikoordinasikan dengan elemen bangunan (biasanya berdasarkan bentuk tanaman)
yang diulang dalam jendela,karpet dan perlengkapan lainnya). Ia selalu membuat
inovasi baru dalam rancangannya. Seperti penggunaan bahan bangunan baru yang
dibuat di pabrik : blok beton,kaca,batu bata dan seng cames untuk pencahayaan di
jendela. Wright juga merupakan salah satu arsitek yang merancang dan memasang
listrik untuk pencahayan benda-benda, termasuk penggunaan lampu lantai yang
menggunakan kap bulat (yang sebelumnya tidak dimungkinkan karena pembaasan
pencahayaan fisik gas). Sebagai konsekwensi dari kemajuan karirnya,Wright
menggunakan mekanisasi dari industri kaca. Alasannya karena kaca sangat cocok
dengan filosofi arsitektur organiknya, dan kaca dapat membuat orang melihat keluar
rumah dan elemennya tetap terlindung.

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 9



Secara garis besar, maka hal-hal yang mempengaruhi rancangan dari Wright
yaitu:
• Louis Sullivan (pada arsitektur organik, walaupun kemudian dikembangkannya
lagi menjadi gaya prierie house))
• Alam : terutama bentuk,warna dan pola dari tumbuh-tumbuhan. • Seni dan
bangunan Jepang (ketika dia melihat replika di Kolumbia Exposition (1893) di
Chicago dan juga selama perjalanannya ke Jepang)
• blok Frobel (ketika dia bermain dengan bentuk geometri yang disusun menjadi
beberapa kombinasi sehingga membentuk tiga dimensi)
• lainnya adalah pada diri Wiener dan musik (terutama komposer Ludwig van
Beethoven)

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 10



DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Perspektif Arsitektur, Pendekatan Kontekstual dalam Arsitektur Frank Lloyd


Wright.pdf

http://www.greatbuildings.com/architects/Frank_Lloyd_Wright.htm.

Secrets,meryle.1992. a biography frank Lloyd wright.chicago : university of chicago


press.

Wright, Frank Lloyd (1954). The Natural House. New York: Horizon Press

Pfeiffer, Bruce Brooks (1984). Letters to Architect; Frank Lloyd Wright. California:
California State University Press.

Willard, Charlotte (1972). Frank Lloyd Wright: American Architect. New York: The
Macmillan Company.

Wright, Frank Lloyd (1943). An autobiography by Frank Lloyd Wright. New York: The
Frank Lloyd Wright Foundation.

Wright, Frank Lloyd (1949). Genius and Mobocracy. New York: Horizon Press.
Wright, Frank Lloyd (1957). Truth Against the World. New York: A Wiley-interscience

Publication.

Wright, Frank Lloyd (1957). A Testament. London: Architectural Press.

Wright, Frank Lloyd (1958). The Living City. New York: Horizon Press.

Wright, Olgivanna Lloyd (1966). Frank Lloyd Wright; His Life, His Work, His Words.
London: Pitman Publishing.

TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 11



TEORI SEJARAH DAN KRITIK ARSITEKTUR 12