Anda di halaman 1dari 5

PROGRAM PROFESI NERS INSTITUT ILMU KESEHATAN

BHAKTI WIYATA KEDIRI


Bekerja Sama Dengan Tim PKRS
RS Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur
2019
Gangguan Jiwa ialah kondisi kejiwaan yang lemah (sakit),
yang bisa merusak kepribadian dengan tingkah lakunya
yang tidak normal (abnormal), serta mengakibatkan
seseorang atau individu mengalami kesulitan
bersosialisasi, beraktualisasi, dan beradaptasi, yakni
mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan
lingkungannya.

1. Faktor Fisik : seperti factor keturunan (genetik), cacat fisik.

2. Faktor Psikologis seperti adanya emosi yang labil, rasa


cemas berlebihan, gangguan persepsi yang ditangkap oleh
pancaindera kita (halusinasi).
3. Faktor Lingkungan (Sosial) ) baik itu di lingkungan terdekat
kita (keluarga) maupun yang ada di luar lingkungan keluarga
seperti lingkungan kerja, sekolah, dll.
1. Aspek Fisik : suka melamun, terjadi perubahan pola makan dan tidur,
gaduh, gelisah, tidak bisa diam, mondar-mandir, agresif, bicara dengan
semangat dan gembira berlebihan.
2. Aspek Psikologis : sulit dalam berpikir rasional, tidak ada inisiatif, tidak
ada upaya/usaha, tidak ada rasa kepedulian, monoton, kesulitan untuk
melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari, serta tidak ingin apa-apa
dan serba malas.
3. Aspek Sosial : menarik diri atau mengasingkan diri, tidak mau bergaul
atau berinteraksi dengan orang lain maupun lingkungan, sukar diajak
bicara, memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri,
pasif dalam kegiatan di masyarakat.
1. Aspek Fisik
 Penurunan berat badan
 Defisit perawatan diri, karena pasien
kesulitan untuk melakukan
pekerjaan dan tugas sehari-hari.
 Resiko mencederai diri-sendiri,
kerena pasien mulai agresif.

2.Aspek Psikologis

 Gangguan proses pikir, pasien tidak


bisa berpikir secara realistis.
 Harga diri rendah, pasien
menyalahkan diri-sendiri dan tidak
mempunyai percaya diri.
3. Aspek Sosial

 Penolakan : Sering terjadi


dan timbul ketika ada
seseorang yang menderita
gangguan jiwa, pihak
anggota keluarga lain,
masyarakat maupun
lingkungan menolak
penderita tersebut dan
meyakini memiliki penyakit
berkelanjutan.

 Isolasi Sosial, diasingkan


dari lingkungan masyarakat.
1. Aspek Fisik
 Mengawasi kepatuhan penderita dalam
minum obat.
 Beri kegiatan yang positif untuk mengisi
waktu penderita dirumah
 Berbicara dengan baik, tidak membentak, dan
tanpa pemaksaan ketika menyuruh pasien.

2.Aspek Psikologis
 Menyediakan waktu untuk kebersamaan,
seperti : rekreasi bersama antar anggota.
 Saling mencintai, menghargai dan
mempercayai antar anggota keluarga.
 Membina hubungan dengan masyarakat.

3. Aspek Sosial
 Saling terbuka dan tidak ada dikriminasi.
 Memberikan pujian jika penderita melakukan
hal yang positif.
 Menghadapi ketegangan dengan tenang dan
menyelesaikan masalah secara tuntas.
 Jangan mengkritik penderita jika penderita
melakukan kesalahan.