Anda di halaman 1dari 64

1

Rencana Kegiatan Belajar Mengajar PENGANTAR IPTEK

No POKOK SUB POKOK BAHASAN TUJUAN WAKTU REFERENSI


BAHASAN

1 Manusia, sang 1.1 Manusia menuju ke Mahasiswa dapat 2X100 Mangunwijaya, Y.B. 1985.
“Mesin” kesempurnaannya mengetahui arah Menit Teknologi dan Dampaka
yang 1.2 Makhluk berperkakas perkembangan kebudayaannya. Penerbit
Yaysan Obor Jakarta
berbudaya manusia
2 Sejarah Ilmu 2.1 Sebelum abad 20 Mahasiswa dapat 1X100 Salam. B. 2000. Sejarah
pengetahuan 2.2 Abad 20 dan selanjutnya menyebutkan Menit Filsafat Ilmu Pengetahuan.
tahapan Penerbit Rineka Cipta.
Sudarsonoi. 2001. Ilmu
perkembangan
Filsafat. Penerbit Rineka
ilmu pengetahuan Cipta.

3 Karaktersitik 3.1 Ilmu sebagai penjelas Mahasiswa dapat 1X100 Anonim. 1984. Mteri dasar
Ilmu 3.2 keterbatasan ilmu mengetahui Menit Pendidikan Program Akta
pengetahuan pengetahuan. penjelasan ilmu Mengajar V. Buku IA
Fuksafat Ilmu.
Kebenarannya sementara bersifat sementara Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan
Universitas Terbuka
4 Teknologi 4.1 Logika dan materialisme Mahasiswa dapat 1X100 Suriasumantri, J. 1989. Ilmu
4.2 Teknologi dan industri menentukan Menit dalam perspektif.
peranan ilmu Kumpulan karangan
tentang hakekat ilmu.
pengetahuan dan
Yayasan obor jakarta
teknologi
5 Sarana 5.1 Sifat kualitatif Mahasiswa dapat 2X100 Anonim. 1984. Mteri dasar
Teknologi: 5.2 Sifat Kuantitatif mengetahui Menit Pendidikan Program Akta
Kualitatif adanya sarana Mengajar V. Buku IA
Fuksafat Ilmu.
dan ilmu pengetahuan Departemen Pendidikan
kuantitatif dan teknologi dan Kebudayaan
Universitas Terbuka
6 Azas pertama Mahasiswa dapat 1X100 Suriasumantri, J. 1988.
teknologi : mengetahui asas Menit Filsafat ilmu sebuah
azas dipergunakannya pengantar populer.
Penerbit Pustaka Sinar
keteraturan hukum, dalil dan
Harapan.
gejala alam teori.
7 Azas kedua Mahasiswa dapat Mangunwijaya, Y.B. 1985.
teknologi : melakukan Teknologi dan Dampaka
tindakan tindakan yang kebudayaannya. Penerbit
Yaysan Obor Jakarta
sistematis teratur dan terarah
dalam bidang
teknologi
8 Azas ketiga Mahasiswa dapat 1X100 Semiawan, C.; dkk. 1991.
teknologi : menentukan Menit Dimensi kreatif dalam
Rekayasa, bidang yang filsafat ilmu. Penerbit
remaja rosda karya.
rancang dilibatkan dalam
bangun dan suatu kegiatan
kreativitas rancng bangun
manusia dan rekayasa
9 Bioteknologi 9.1 Memahami Bioteknologi Mahasiswa dapat 1X100 Arief Budi Witarto
9.2 Perkembangan mengetahui Menit Bioteknologi di Indonesia:
bioteknologi perkembangan Kondisi dan Peluang.
dalam http://.ppi-jepang.
bioteknologi
org/article php?id=174 di
download 13 September
2006
2
10 Fisika Nuklir 10.1 Atom Mahasiswa dapat 2X100 http://www.pikiran-
(terkecil) 10.2 Alam semesta mengetahui Menit rakyat.com/cetak/
dan Fisika Kompleks nan perkembangan 2005/0305/10/cakrawala
/ penelitian.htm
Alam Raya Sederhana : Alam fisika secara http://www.fisikanet.lipi.go
(semesta) semesta merupakan suatu umum .id/ utama.cgi?artikel&
sistem yang kompleks 1133612299&4

11 Selayang 11.1 Ilmu Pengetahuan Mahasiswa dapat 1x 100 Anonim. 1984. Mteri dasar
Pandang 11.2 Metoda Ilmu menyebutkan menit Pendidikan Program Akta
Metoda langkah-langkah Mengajar V. Buku IA
Fuksafat Ilmu.
Ilmiah metoda ilmiah Departemen Pendidikan
46 dan Kebudayaan
Universitas Terbuka
12 Selayang 12.1 Metoda Penelitian Mahasiswa dapat 1 x 100 Umar, F. 1993. Metode
Pandang Teoritik mengetahui menit Penelitian Bidang
Metodologi 12.2 Metoda Penelitian bentuk metoda Teknologi. Makalah
Penataran Metodologi
Penelitian Eksperimental penelitian bidang
Penelitian Bidang
Bidang 12.3 Penelitian Rekayasa teknologi. Rekayasa. Cisarua 1-6
Teknologi 12.4 Penelitian Kualitatif Nopember 1993

13 Manusia 13.1 Ruang dan waktu Mahasiswa dapat 1X100 Djamaluddin, 2005.
13.2 Evolusi Alam dalam menyebutkan Menit IKHLAS:Bersama Ruang
Perspektif AlQuran keterbatasan danWaktu. Naskah artikel
asli pada Booklet kalender
manusia.
2005. Percikan Iman. Di
download 13 september
2006
3

Pokok Bahasan 1. Manusia, Sang “Mesin” yang


Berbudaya

1.1 Manusia menuju ke kesempurnaannya


Upacara, kesenian, musik, bercengkerama, memberi arti yang tidak sedikit pada kehidupan.
Sama pentingnya dengan sesuap nasi, sayunan, atau cangkul untuk menanam padi. Abad-abad terakhir
ini manusia merasakan dan mendesain transformasi radikal, matematika, fisika, kimia, biologi
membentuk suatu lapissn baru bernama teknologi. Bukan sekedar bom atom, cibernetika atau robotika,
tapi ada yang berimajinasi tentang masuk ke masa lalu (perlu diketahui, masuk ke masa lalu itu diawali
oleh persamaan matematik tentang raung medan dan gravitasi. Meski toh, sampai sekarang belum ada
mesin itu. Karena ada paradok : kalau kita bisa masuk di masa lalu, dan kita bunuh ayah kita yang tidak
membahagiakan ibu, lalu : dimana kita ?)
Jaman telah beralih, telah berubah. Dulu manusia mengolah pengetahuan cuma sekedar
kelangsungan hidupnya. Kini, ia berkebudayaan, memanusiakan dirinya, selalu mencari. Karenanya
manusia menjadikan dirinya makhluk yang paling khas di bumi (anonim, 1984).
Itu karena dua hal.
Pertama proses berpikir. Kedua, bahasa yang dapat mengkomunikasikan hasil maupun proses
berpikirnya. Seekor harimau mengetahui daging rusa enak disantap, hanya sedemikian. Manusia
menghubungkan gejala satu dengan yang lain, ia berpikir. Kalau daging ayam enak dibakar, mengapa
tidak dengan daging rusa. Ia berpikir juga, asin pedas lebih enak daripada hambar, bagaimana bila saat
membakar dibubuhi garam dan sedikit rempah. Ini proses berpikir.
Tentu saja tidak semua pengetahuan berasal dari proses penalaran, sebab hidup tidak semuanya
berdasarkan penalaran. Artinya, proses hidup ada yang tidak logis dan ada yang tidak analitis.
Perasaaan dan intuisi adalah pengendali yang tidak logis dan analitis. Tahu lukisan Picasso, atau lukisan
‘Monalisa’, harga lukisan itu begitu mahal, padahal semua orang tahu, memandang lukisan itu tak
membuat perut kenyang. Ada orang-orang yang menyimpan bertahun-tahun sebutir batu, sepucuk
surat, foto atau selembar saputangan. Ah, untuk sebuah logika ?
Manusia mengembangkan pengetahuan secara totalitas bersama fikirannya yang menalar, merasa
dan mengindera. Perkembangan ini masih berdiri di samping wahyu, tali antara Sang Pencipta dengan
mahluknya (anonim, 1984). Sejarah menunjukkan, di suatu saat, ketika Gelelio dengan teropongnya
meyakini bahwa bumi berputar mengeliingi matahari, ia berbeda pendapat dengan gereja. (di bagian
lampiran, ada kopi tentang Galelio, 3 halaman kopi sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi, dan 1 halaman
dari Filsafat Ilmu pengetahuan)
4

Ketika hukum-hukum alam banyak diketemukan, manusia dengan otaknya merasa mampu
menaklukkan alam, disisi lain agama terasa seperti “membatasi geraknya”, ilmu berkembang terpisah
dari agama.
Meski demikian manusia tetap merasa bahwa pencapaian kebenaran ilmu selalu belum final,
bersifat sementara (semula bentuk edar planet lingkaran, diperbaiki menjadi ellips, hukum Newton pada
tingkat tertentu tak bisa berlaku, justru rumus Einstein yang harus digunakan, semula alam semesta
adalah statis kini harus diakui mengembang/dinamis, dst.dst).. Manusia meragukan kebenaran ilmu
yang telah diperoleh sebelumnya, Keraguan iitu yang membuat manusia berpikir kembali, meluruskan
apa yag salah, membangun kebenaran baru yang siap diragukan dan dijatuhkan lagi. dari sanalah ilmu
berkembang menjadi lebih dewasa.
Semula manusioa berusaha mengalahkan alam. Air, angin, tumbuhan ditundukkan, diermati,
direkasayasa untuk kepentaingan dirinya. Air dibentdung, api dikendalikan untuk memasak, tumbuhan
dipelajari untuk disemaikan. Kini “megateknik” tidak saja mengalahkan atau menundukkan alam. tapi
kemudian memperbudak alam. Eksploitasi besar-besaran sudah melanda seluruh muka bumi.

1.2 Makhluk berperkakas


Pertengahan abad ke 19, Thomas Carlyle telah melukiskan bahwa manusia adalah “hewan yang
menggunakan alat perkakas”, tepatnya seharsunya berbunyi “Makhluk berperkakas” atau makhluk
pembuat alat perkakas (Mumford, 1985)
Seekor kucing akan menggapai-gapai ikan yang jaraknya kurang beberapa sentimeter saja. Ia
tak bisa meraihnya karena terhalang jeruji besi. Meski ada sebatang tongkat di depannya, ia tak kan
menggunakannya. Beda dengan monyet atau manusia. Kayu kecil akan dibaut “perkakas” untuk meraih
keinginannya
Tetapi monyet tidak akan pernah menukar buah rambutan dengan apel secara ekonomi. Tak
pernah berusaha membuat api menyala terus, dan tak pernah menyisir dirinya agar lebih cantik,
sekaligus tak pernah tahu bahwa batu tajam menyerupai kapak lebih berharga dari kayu.
Mansuai punya kelebihan karena pengertian (membuat perkakas, menghitung, mendesain, dsb.)
kesadaran (bisa menghargai, memiliki tanggung jawab moral, menyadari hidup dan kematiannya), juga
jangkauan ke masa depan (mengharapkan kesempurnaan, proses belajar, dsb.)
Tak ada seekor anjing pun, kata Bernard Russel, yang berkata kepada temannya : "Ayahku
miskin namun jujur." Dan tak ada seekor anjing pun, sambung Adam Smith, yang secara sadar tukar
menukar tulang dengan temannya berdasar prinsip ekonomi (anonim, 1984).
Tapi, kelebihan manusia yang menginginkan kesempurnaan bisa berubah arah hanya sekedar
menginginkan kenyamanan, kedijayaan. Dengan dalih untuk menumpuk kesejahteraan masa depan,
untuk menumpuk uang, atau sekdar menunjukkan sebagai ras bangsa yang unggul, maka bangsa lain
5

ditaklukkan, seluruh kekayaannya dijarah, untuk itu diobutuhkan tipu muslihat, dibutuhkan kekuasaan,
dibutuhkan senjata. Semula hanya dibutuhkanpisau untuk berburu dan menguliti binatang, kini sudah
berupa bom atom.
Ekonomi yang semula menunjukkan eksistensi manusia bila dibanding binatang, kini ekonomi
malah digunakan untuk senjata menekan bangsa lain, agar mau mengikuti perintahnya. Ekonomi juga
menjadi senjata untuk menundukkan orang lain.
Teknologi ?
Itupun juga untuk menakut-nakuti manusia lainnya, menjajah bangsa lain dengan teknoilogi agar
tergantung. Dan akhrinya, semua orang belajar dan bekerja untuk memperbaiki mesin-mesin yang lebih
baru. Tetapi mesin itu tak pernah sempurna, selalu saja ada yang harus diperbaiki, harus ditingkatkan
performancenya.
Manusia lantas berkerja seperti mesin, bersaing dengan perusahaan lainnya untuk menciptakan
mesin yang mengikuti gerak peradaban. Dari saat ke saat manusia lalu mangabdi untuk kebaikan mesin.
6

Pokok Bahasan 2. Sejarah Ilmu Pengetahuan

Di bawah ini terdapat pembagian berdasarkan masa. Pembagian demikian tidak kaku,
tergantung pakar, tergantung spesialisasi pembahasan (pada pembagian ini tidak nampak kapan di
temukan api, roda, dsb.)

2.1 Sebelum abad 20


1. Zaman batu tua
- alatnya batu dan tulang (-4juta tahun s.d -20000 tahun SM), artinya mengenal konsep tentang
alat
- mengenal tembikar, bercocok tanam, menetap dsb.
2. Zaman batu muda.
Ada kerajaan, terbukti dengan gambar dalam gua (teka-teki batu Rosetta berhuruf “Hieroglif”,
setiap suku kata diabstraksikan (dilambangkan-dinotasikan) dengan tanda tertentu.
Diketemukan oleh laskar Napoleon). Manusia berabstraksi lebih lanjut, bunyi dibentuk dengan
bebrapa gambar abstraksi yang membentuk huruf. Juga dikenal angka seiring dengan
perhitungan bulan, tahun (astronomi)
3. Zaman logam
4. Zaman Yunani
1. Bangsa Yunani aktif berpikir, lalu berkreasi mengemukakan pendapat.
2. Naturalisme Ionia : Thales (mempertanyakan dasar isi alam : air udara api dan tanah ),
Anaximander, Anaximenes
3. Phytagoras (580-500 SM)
4. Demokritus dengan teori atom (bagian terkecil yang tak dapat dibagi lagi). Nampak adanya
konsep yang murni pemikiran, lepas dari dewa dan pemuka agama. Sfatnya masih spekulatif,
belum teruji.
5. Socrates. Adalah tokoh yang berusaha mencintai kebenaran. Semboyannya : “kenalilah
dirimu” dan “Yang saya ketahui ialaha bahwa saya tidak tahu apa-apa” menunjukkan bahwa
dia mencintai kebijaksanaan dan bukan menguasainya. Kata Socrates “ Pengetahuan adalah
hal-hal yang partikular yang datang lewat pengindraan. Hal hal yang universal tidak
mempunyai wujud di luar pikiran yang bisa dindera.” Ketika hendak menyimpulkan sesuatu
berdasar dari banyak data, kita menggolongka-goloongkan. Spesies misalnya, kita
mengumpulkan sifat –sifat yang sama (sayap, bentuk tubuh, bentuk kepala, kaki, kebiasaan
bergerombol), tetapi juga menghilangkah sifat-sifat yang menonjol (ukuran, makanan, tempat
tinggal). Pengetahuan tentang sebuah spesies adalah pengetahuan yang tak dapat dicecap
7

oleh indera, tapi dapat diperoleh berdasarkan aktifitas rasio/pemikiran/olah pikir. Pencerapan
indrawi tidak mengantarkan kepada kebenraran, justru kebenaran diperoleh berdasarkan
proses rasional.
Plato sebagai murid socrates mengatakan, hal hal yang partikular dari inderawi begitu
berbeda dan banyak sekali. Dengan indera tidak bisa disimpulkan manakah yang indah dan
mana yang buruk. Aktifitas rasio itulah yang membanding yang patial itu. Jadi rasio mustinya
memiliki ide yang orisinil tentang keindahan dan keburukan. Tetapi kalau iode orisinil itu
berdasarkan standarisasi individu murni, itu subyektif, itu terperosok pada kaum sofis. Jadi
perngertian universal, kebenaran universal ada di balik akal pikiran kita. Inilah yang disebut
ide, ide tentang : keutamaan, keadilan, kebaikan, dsn lain2 (dalam Islam di sebut fitrah ?).
Berikutnya adalah Aristoteles yang disebut “guru pertama” karena ia kemudian menyusun
alur yang benar dari proses berpikir. Cerapan indrawi adalah proses pertama, semua di
koleksi, disimpan, dipilah-pilahkan. Proses kedua mempertautkan apa yang terjadi dalam
pencerapan inderawi., latar belakang dan sebab2 nya, berikutnya mengambil kesimpulan. Jadi
ada : inderawi, lalu pengalaman, perenungan, perbandingan, pemberian alasan, analogi lalu
pengambilan kesimpulan sampai pemberian keputusan.
Tapi, ketika membahas tentang materi, Aristotelses tidak mampu menjelaskan tentang
terciptanya alam. (perlu diketahui, pemikir jaman itu memikirkan segala macam bidang ilmu)

6. Euclid (± 300 sM) (definisi, aksioma), Archimedes (287-212 sM), ahli matematika, fisika,
mekanika dsb. Aristarchus yang mengukur besar kecilnya bulan dan matahari, mmenyatakn
tentang terjadinya gerhana bahwa bulan ada diantara bumi dan matahari.
Pada jaman ini hubungan antara Yunani/Athena dengan Mesir amat dekat. Sehingga
ketika seorang pengusasa besar bernama Alexander dari Macedonia berkuasa, maka
didirikanlah universitas di Alexandria(Iskandariyah). Disini ada perpustakaan Yunani yang
terbagi atas departemen : filsafat, matematika dan astronomi. Euclid adalah ketua
departemen matematik antara tahun 330 – 273 SM. Bukunya matematik bernama Element
digunakan sampai abad 19. Abad berikutnya ilmu pengetahuan beku.

5. Zaman Romawi
Pada jaman ini ilmu pengetahuan beku. Entah kenapa orang-orang Romawi lebih menyukai
kegiatan yang serba mewah, hedonis. Kekuatan, kegagahan, kelezatan menjadi nomor satu. Di sisi lain
India dan Cina berkembang, tapi lambat. Salah satu alat dberhitung yang hari ini masih dikenal adalah :
sempoa.
6. Zaman Islam
8

Akal berasal dari kata arab Al- ‘Aql. Mengandung arti : mengerti, memahami dan berfikir.
Beberapa istilah dengan nama ulul albab. Kalangan muslimin gemar berfikir, karena Al-Quran
memerintahkan demkikan. Tidak takut betentangan dengan pemikiran yang sudah ada, entah itu
pengusasa, atau pemuka agama,. Apalagi ada ayat yang menyatakan, orang berilmu itu ditinggikan
bebrapa derajat. Muncullah ilmu kalam, mantiq, dan berikutnya ke arah ilmu pengetahuan ke-alaman,
matematika, astronomi.
Tentang angka, banyak dikenal ilmuwan dari kelompok mu’tazilah atau asyairiyah. Jiwa telah
dikupas oleh Ar-Razi sekitar abad ke 3 H. Pada jaman Islam, seorang penguasa akan mengemudikan
Agama, politik dan ilmu pengetahuan.
Sampai hari ini seluruh dunia menggunakan: angka arab. Sitem hitungan angka (berupa
algoriteme) dari kiri ke kanan : satuan, persepuluham ratusan dsb. Angka romawi tak cocok lagi.
Tanpa notasi arab sedih untuk menghitung. Belum algi meringkaskan bilagan astronomik seperti 10
pangkat 25. Notasi romawi tidak mungkin.
Ptolomeus dan Euclides menyatakan bahwa mata bisa melihat karena ada sinar yang keluar dari
mata, tetapi Abu raihan dan Ahmad biruni menyatakan bahwa benda terlihat karena benda memantulkan
sinar kepada mata. Ali Al-Hasan ibn al-Haitam menyatakan bahwa kita dapat melihat matahari
tentgalem setelah matarahi terbenam sejurus lamnya. Ibnu Sina dengan buku kedokteran “canon” “Al-
Qanun fi’th Thibb yang dipakai berabad-abad di negeri barat sampai di abad 19.
Salahsatu sumbangan besar pada metoda ilmiah adalah “eksperimen” yang dikemukakan ahli
kimia, Abu Musa jabir ibn Hayyan : “Pendirian yang tidak disertai bukti penyelidikan tidak berharga
dalamilmu kimia. Dalil tanpa bukti harganya tak lebih dari satu omongan, boleh jadi benar, boleh jadi
keliru. Benar bilaseseorang membawakan keterangan dengan bukti nyata, menguatkan pendiriannya.”
Sabun adalah kata-kata berasal arab, yang menjadi soap (inggris), sabon (perancis), sabon
(spanyol), seife (jerman). Sebelumnya orang barat tidak mengenal bahan yang berasal dari proses kimia
temuan sarjana muslim.

7. Masa Renaisanse
Renaisance artinya kebangkitan. Orang-orang eropa menghidupkan kembali kebudayaan klasik
Yunani-Romawi dengan meninggalkan kebudayaan tradisional yang bernafaskan Kritiani. Kebangkitan
kebudayaan ini nampak misalnya pada tokoh kesusatraan (Petrarca, Boccacio), seni rupa-lukis
(Michaelangelo 1475-1565), penggalian ilmu filsafat Yunani.
Buah dari kebangkitan kebudayaan adalah berkembangnya ilmu pengetahuan (astronomi, ilmu
ke-alaman, matematika), Leonardo de Vinci (1452- 1519), Nicolaus Copernicus, Johannus Kepller,
9

Galileo Galilei. (salah satu tulisan berkenaan Galelio-Galilei dari “Catatan Pinggir” majalah Tempo-
Gunawan Muhammad, ada di bagian akhir.

8. Masa Revolusi Industri


Tahun 1733 ditandai dengan pembuatan mesin pintal. Tahun 1779 telah berhasil dibuat satu
mesin pintal oleh Compton sehingga dihasilkan benang kapas yang licin dan halus. Inggris kaya dengan
ekspor barang jadi kapas ini (akibatnya bahwa ekonomi desa di India remuk, kita bisa mengingat
Mahatma Gandhi dengan alat pintalnya), (Salam. B. 2000).
Tahun 1785 muncul mesin tenun. Dan tahun 1829 lokomotif mulai berjalan Liverpol-
Manchester. Revolusi Industri mulai lari. Disini ada kursi industriawan, di sana ada barisan buruh. Di
sini ada kapital dan keuntungan, di sana ada kerja keras dan kekumuhan.

2.2 Abad 20 dan selanjutnya


Masa Revolusi Informasi
Telepon kawat sudah digunakan saat perang dunia pertama. Marconi mulai bereksperimen
dengan gelombang elektromaknetik ditahun 1930-an. Langit perang dunia kedua telah dipenenuhi sinyal
radar dan kode rahasia perang. Televisi, komputer mulai di buat.
Tahun 1948 diketemukan semikonduktor. Rangkaian terintegrasi diperkenalkan belasan tahun
kemudian. Tahun 1980 komputer PC telah masuk pasaran. Internet dimulai.
10

Pokok Bahasan 3. Karakteristik Ilmu Pengetahuan

3.1 Ilmu Sebagai Penjelas


Ilmu harus menjelaskan sesuatu tentang alam, dari penjelasan ini manusia dapat meramalkan
sesuatu dan sekaligus mengontrol alam. Pengetahuan tentang longsor telah menjadi modal untuk
meramal bahwa hujan yang akan datang bukit dekat rumah pak Suto akan longsor lagi. Bermodalkan
penjelasan dan ramalan, manusia berusaha mengontrol alam. Bagaimana supaya bukit pak Suto tidak
longsor, buat terasering dibukit itu, dan tanami dengan tanaman keras.
Penjelasan yang dituju penelaahan ilmiah diarahkan kepada deskripsi mengenai hubungan
berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi yang menyebabkan timbulnya sebuah gejala atau
proses atau mekanisme terjadinya itu (Anonim, 1984). Penjelasan ilmiah mengetengahkan telaah
mengapa sebuah benda bisa terapung, bukan penjelasan betapa nikmatnya terapung-apung di kolam
renang.
llmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum
dan impersonal. Seni pada sisi lain dari pengetahuan mencoba mendsikripsikan sebuah gejala dengan
sepenuh penuh makna, seni memiliki sifat individual dan personal (anonim, 1984) Kita harus angkat
topi, kagum kepada nenek moyang. Mereka mencoba mengambangkan suatu pengetahuan untuk
menerangkan gejala alam. Mereka mengembangkan penafsiran tertentu terhadap peristiwa alam dengan
segala keterbatasannya, betapapun primitifnya, betapapun takhayulnya. Hujan dicurahkan dari langit,
panen jadi hancur. Oh, dewa hujan sedang dmarah karena kita lupa memberi sesajen.
Akal sehat dan mencoba-coba menmpunyai peranan penting dalam usaha mnausia menemukan
penjelasan gejala alam. Ilmu dan filsafat dimulai dengan akal sehat sebab tak mempunyai landasan
permulaan lain untuk berpijak. Tiap peradaban betapa pun promitifnya mempunyai kumpulan
pengetahuan yang berupa akal sehat. Berdasarkan akal sehat, adalah masuk akal setelah beberapa kali
mengamati terbit dan tenggelamnya matahari disimpulkan bahwa matahari yang berputar mengelilingi
bumi (Anonim, 1984).
Perkembangan selanjutnya adalah tumbuhnya rasionalisme, dari sekian banyak penjelasan yang
rasional, manakah yang benar, berkembanglah pembuktian yang dilakukan dengan empiris yang berasal
dari Timur (dunia Arab) (Anonim, 1984). Pengetahuan ilmiah tidak sukar diterima sebab pada dssarnya
adalah akal sehat, meskipun ilmu bukan sekedar akal sehat melainkan akal sehat yang terdidik.
Pengetahuan ilmiah tidak sukar dipercaya, meskipun tidak semua persoalan dapat dipecahkan dengan
keilmuan. Itulah sebabnya kita memerlukan pengetahuan yang lain untuk memenuhi kehidupan kita,
sebab bagaimanapaun majunya ilmu, secara hakiki dia adalah terbatas dan tidak lengkap. dibatasi oleh
keterbatasan manusia.
11

3.2 Keterbatasan Ilmu Pengetahuan, Kebenarannya Sementara


Uraian di atas menyimpulkan bahwa kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran dengan
pembuktian karena pengalaman inderawi. Sesuatu yang tidak dapat diindera, maka ia dikatakan tidak
ilmiah. Robert Bacon yang menegenalkan metoda eksperiman Arab ke peradaban Eropa, positivisme
Comte yang mendasari metoda ilmiah yang bersifat empiris membuat ilmu pengetahuan maju pesat.
Sejak pertengahan abad ke 20, metoda ilmiah itu dipertanyakan. Kenapa ? karena di dunia ini
begitu banyak fakta, tetapi metoda ilmiah tak mampu membukanya. Ilmu-ilmu ke-alam-an telah maju
pesat, ada hasil berupa teknologi, teleskop sampai bom nuklir. Tetapi manusia tetap saja terbatas, tak
banyak tahu tentang alam ini, bahkan untuk benda-benda sekitarnya.
Anda sedang membaca secarik kertas, anda mengatakan kertas ini putih agak abu-abu. Tapi tak
salah bukan bila teman anda mengatakan kertas ini putih, bahkan teman yang lain datang dan
mengatakan, tidak putih tapi ke-kuning-kuning-an. Contoh lain tentang rawon atau soto. Memesan di
restoran yang sama, dalam kesempatan yang sama, percayakah anda bahwa soto yang dipersepsi oleh si
A benar tepat sama dengan persepsi si B ? Sama-sama naik kereta kuda, terasa diayun ke awang-
awang bagi si miskin pemecah batu, terasa sebuah gerobak bagi si kaya. Apa artinya ? Keberadaan
sebuah benda sebenarnnya cuma persepsi. Jadi, benda itu sendiri tak ada, yang ada Cuma persepsi. Soto
itu tak ada, kertas dan kereta kuda itu juga tak ada. Yang ada Cuma persepsi hasil “gelombang “ yang
menjalar dari indera (mata, lidah, pendengarann dsb) ke otak belakang. Kalau begitu hanya persepsi di
otak belakang yang banar-banr nyata, benar-benar ada. Setuju.
Kalau kereta kuda dan soto itu tak ada. Baju saya sebenarnnya juga tak ada, kaki perut dan
tangan saya juga tak ada. Ini Cuma persepsi. Akibatnya, otak saya juga tak ada. Lalu ? Siapa yang
mempersepsi itu ?
Inilah ucapan Descartes (1596-1650M) “Meskipun saya meragukan indera dan akal serta
meragukan adanya alam semesta, namun di dalam diri saya masih tetap tegak satu hakikat yang tidak
mungkin mengandung keraguan, karena hakikat tersebut semakin menambah keyakinan setiap kali saya
bertambah ragu. Hakikat itu ialah : ‘Sesungguhnya saya sedang ragu-ragu’ Artinya, saya sedang
berpikir, atau, zat yang berpikir adalah saya.”
Dari sini muncul kredo Descartes yang terkenal –Saya berpikir, karena itu saya ada- (Aneh,
yang disebut “saya” itu tak bisa diindera bagaimana rasanya, bau dan bentuknya, tapi sungguh yakin :
saya itu ada). Filsafat tentang “benda” akhirnya berputar-putar. Ada yang kemudian menyembah
“saya”, menganggap manusia mampu memecahkan segala persoalan dunia. Tapi ada pula yang
menengadah dengan rasa tak berdaya, “saya tak tahu banyak tentang saya…”
12

Karena tidak mampu menerangkan semesta (terutama manusia), akhir-akhir ini metoda ilmiah
mulai dipertanyakan. Muncul metoda alternatif yang didasari faham penyangkalan : Falsifikasi.
Pelopornya adalah Karl Poper. Tapi umur metoda ono masih sangat muda, sehingga belum banyak
berkembang.
Uraian di atas menunjukkan bahwa kebenaran ilmu adalah kebenaran yang sementara. Apalagi
banyak sekali kebenaran di dunia ini, termasuk diantaranya kebenaran otoritas, kebenaran coba-coba.
Metoda ilmiah memang terbatas. Ia hanya mampu mengkaji alam, tapi sepotong-sepotong. di
domain impersonal, sama sekali tak mampu berbicara tentang manusia. Ketika teleskop berakhir dan
mikroskop dimulai, bertanya Victor Hugo, manakah diantara keduanya yang lebih mampu menyingkap
panorama lembayung senja, diantara dua hati yang saling jatuh cinta ? Tak ada, tak ada......
13

Pokok Bahasan 4. Teknologi

4.1 Logika dan Materialisme


Logika menjadi salah satu dasar yang berkembangnnya ilmu pengetahuan. Ilmu ini tumbuh
bersama filsafat di Mesir dan kemudian berkembang di Yunani sekitar seribu tahun sebelum masehi.
Matematika bersama ilmu-ilmu kealaman kemudian menjadi pelopor berkembangnnya pemikiran
manusia. Rumus Phytagoras tentang sisi segitiga dan seluruh universe terdiri dari 4 unsur adalah conoth
yang menunjukkan bahwa manusia sudah berpikir tentang matematika dan ilmu kealaman.
Ketertarikan terhadap gejala alam seperti bintang, hujan, gerak matahari dan semacamnya
membuat ilmu pengetahuan lebih mengarah pada ilmu-ilmu ke-alam-an. Manusia berusaha memecahkan
beberapa hal yang tidak diketahuinya, bahkan digunakan untuk memperbaiki kualitas hidupnya.
Mengetahuio pergeakan matahari sangat berbuna untuk menentukan musim, kegiatan pertanian dapat di
perkirakan kapan menanam dan kapan diperkirakan memanennya.
Ilmu ke-alam-an dengan berbagai cabangnnya sangat membantu sekali. Apalagi saat
diketemukannya logam, campuran dan senyawa kimia untuk memperbiki kualitas logam yang
bermanfaat untuk pembuatan senjata, peralatan dapur sampai pada perhiasan. Ilmu ke-alam-an menjadi
sangat luas mencakup ilmu kimia, perbintangan, gerak, hidrostatika.
Pada saat yang sama, matematika terus berkembang. Orang muslim arab menemukan angka nol.
Ini membuat pengetahuan bergerak lebih cepat lagi disekitar abad 12-15. Perhitungan (penambahan,
pengurangan, perkalian dan pembagian) menjadi sangat mudah dilakukan. Penyelesaiaan permsaan
kuadrat bisa diselesaikan. Hal-halyang berkiatan dengan geometri banyak yang bisa di selesaikan. Sejak
itu, bahkan sampai sekarang kita mengenalnya sebagai : Al- Jabar. Kimia berasal dari kata-kata arab :
Al-Kimia. Bahakan angka-angka yang kita pergunakan sekarang adalah angka arab. Bukan angka
romawi.
Entah bagaimana, sejak abad 12-13, sarjana-sarjana muslim berhenti kreativitasnya. Eropa yang
pada sekian abad sebelumnya penuh kegelapan, mengadopsi ilmu yang dikembangkan di timur tengah.
Bila ditilik dengan seksama, Ilmu tumbuh di mesir ribuan tehuns ebelum masehi. Sekitar 500 SM ilmu
berkembang di Yunani. Setelah itu berhenti lama, pada abad 8-11 buku-buku ilmu pengetahuan Yunani
benyak diterjemahkan oleh kaum Muslimin di wilayah Arab, pada saat itu pusat kebudayaannya berada
di Baghdad. Kehancuran Baghdad ikut menandai berhentinya para sarjana Muslim. Pada saat itulah
ilmu pengetahuan berpindah ke Eropa. Selain karena perang salib yang menyeadarkan orang eropa,
kebudayaan muslim di spanyol (Cordova) juga menyadarkan ketertinggalan orang eropa.
Eropa lalu berkembang.
14

Columbus membuktikan bahwa bumi itu bulat. Teropong membuat Galileo yakin bahwa
matahari adalah pusat tata surya. Bukan bumi yang selama itu dipatuhi dan diyakini gereja. Ilmu fisika
dan kimia berkembang pesat. Setalah Galileo, muncul sarjana-sarjana lainnya, Newton, Pascal, Gauss,
Toricelli, Bernoulli dan masih banyak lagi sehingga perkembangan ilmu opengetahuan benar-benar
sangat pesat. Abad ke 18-19 adalah abad dimana ilmu fisika, kimia dan matematika mencapai akselerasi
yang amat tinggi. Saat itulah hampirsebagian besar unsur kimia ditemukan, persamaan matematik
diformulasikan, juga hukum-hukum fisika. Metrialisme mengibarkan benderanya.
Pada saat yang hampir bersamaan ketika ilmu pengathaun kealaman berkembang pesat,
berkembang juga ilmu ekonomi. Tentu saja ini pengaruh revolusi industri yang mulai kokoh di Inggris.
Diawali tahuan 1767 Hargraves membuat peralatan pemintal yang dapat membuat bebrapabenang
sekaligus. Tahun 1779 Compton memembuat sistem spinning Yenny yang bisa membuat benang kapas
yang licin dan halus. Sedemikian terus menerus sehingga pada akhir abad ke delapan belas mesin itu
semakin sempurna. Pembuatan mesin pemintal itu tidak mungkin terjadi bila tidak didukung oleh
teknologi dibidang metalurgi. Dan pengembangan metalurgi, dikeemukannya berbagai jenis logam
untuk industri memicu perkembangan transportasi. Lokomotif mulai bergerak di inggris antara
Liverpol dan Manchester pada tahu1829. Diketemukannya mesin pemintal dan penggerak-pengerak
uap yang dapat bekerja siang malam menyebabkan buruh-buruh pabrik tekstil berkerja bergantian siang
dan malam. Kain-kain demikian dibutuhkan oleh Inggris untuk mencukupi kebutuhan koloni jajahannya
yang banyak tersebar di seluruh penjuru dunia.
Keadaan buruh yang menyedihkan, dan disisi yang lain para pemilik modal, para kapitalis
berusaha untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya memunculkan gagasan suatu tatanan ekonomi
yang diatur oleh para kaum buruh, kaum yang selama ini tertindas.
Pada saat yang hampir sama Cherles Darwin mengemukakan bahwa di alam terjadi perjuangan
hidup (struggle of life). Hewan yang paling ulet, yang mampu menyesuaikan dierinya dnegan alam,
dialah yang mampu mempertahankan hidupnya. Hesan memiliki kelincahan dan keluwesan untuk
berubah sedikit demi sedikit secara biologis jika kekerasan iklim atau kekerasan lingkungan
menuntutnya. Perubahan itu berlangsung jutaan tahun ( Salam, 2000) Pada tahun 1859 Darwin
menerbitkan bukunya The Origin of Species yang merumuskan bahwa semua jenis binatang berasal dari
satu sel purba.
Abad ke sembilan belas adalah abad penuh pergolakan ilmu pengetahuan, teknologi memicu
revolusi industri. Revolusi yang membuat orang memikirkan tentang pasar, uang, tenaga kerja, semua
berkaitan dengan ekonomi. Ilmu pengetahuan beserta teknologinya adalah sesuatu yang nyata, sesuatu
yang dapat diukur, semua berkaitan dengan materi. Tanp materi, semua terasa sia-sia. Ekonomi yang
muncul karena revolusi industri juga memberikan penguatan dibidang materi. Ia memberikan dampak
15

nyata berupa kondisi yang lebih baik, uang, kemewahan, kenyamanan yang dapat langsung diarasakan.
Pada saat yang sama Darwinisme memberi keteguhan bahwa tidak ada yang gaib. Manusia jug abisa
ditelusur asal-usulnya. Ia juga materi juga. Paham yang menyatakan bahwa yang nyata hanyalah materi,
disebut materialisme. (Sudarsono, 2001)

4.2 Teknologi dan Industri


Pada saat itu juga pabrik kain dan pemintalan, di inggris, yang semula dikerjakan oleh manusia
mulai digerakkan oleh mesin uap. Orang yang semula bekerja di hari siang, karena mesin dapat bekerja
sehari semalam untuk memintal benang, mulai ada yang berkerja malam hari. Revolusi industri dimulai.
Apalagi dengan diketemukannya kereta api. Mobilitas manusia menjadi semakin mudah. Industri tidak
hanya berkaitan dengan kain dan benang tapi juga barang-barang konsumtif seperti pengecoran logam,
bubut logam, yang menghasilkan perhiasasan atau peralatan transportasi sampai produk senjata.
Teknologi mulai nampak keberadaannnya. Ia adalah ilmu terapan dari dasar fisika, kimia dan
matematika. Tak heran sebagian pakar menyatakan bahwa Teknologi adalah ilmu yang tersusun secara
sistematis yang digunakan untuk kesejahteraan manusia. Teknologi sudah bisa menghasilkan begitu
banyak, tidak hanya pesawat terbang atau internet, tapi juga untuk menyelematkan jiwa manusia yang
tertanam di kedalaman tubuahnya berupa alat pacu jantung.
Di akhir bab ini yang patut dipertanyakan : Tidakkah teknologi bisa membunuh semua manusia ?
16

Pokok Bahasan 5. Sarana Pengembangan Teknologi :


Kualitatif dan kuantitatif
5.1 Sifat Kualitatif
Keunikan manusia, selain teletakpad akemampuan berpikirnya, juga kemampuan berbahasa.
Ernest Cassirer mengatakan bahwa manusia adalah hewan (tepatnya : mahluk) simbolis (Animal
symbolicum). Dan tentu saja secara generik masuk dalam cakupan Homo sapiens (manusia berpikir).
Karena itu, tanpa bahasa, manusia bisa tanpa budaya.
Disinilah letak eksistensi bahasa sebagai pengembang pengetahuan, sebagai alat komunikasi.
Dan komunikasi tak mungkin terjadi bila manusia tak mengenal “Nama-nama”.
‘Nama’ membuat orang mengenal bahwa yang hitam dan keras adalah batu, lainnya adalah kayu,
daun, mendung, dingin, sakit, gembira dan cinta. Tanpa nama, pikiran juga kosong. Tak ada bahan
dikomunikasikan, baik untuk diri sendiri apalagi orang lain. Ketika kaki terantuk batu. Ia merasa
sesuatu, tapi apa ? Ia tak pernah mengenal nama ‘sakit’. Bahkan siapa yang terantuk ia juga tak bisa
bilang, ia tak mengenal nama-nama tentang ‘saya’ atau ‘aku’. ‘Nama-nama’ membuat manusia
menyusun pengetahuannya, merakit ilmunya dan kemudian menata peradabannya, ada sepeda, ada
komputer sampai keretea sekecepatan suara. Ini, adalah karakter manusia, ingin lebih baik, ingin lebih
sempurna. Merealisasikan mimpi dan cita-citanya.
Semua terjadi karena bahasa.
“mungkin saja terdapat genius diantara para gorilla,” Kata Aldous Huxley, “ tetapi karena
mereka tidak mempunyai bahasa, maka buah pikiran dan penemuan genius itu tidak tercatat, dan hilang
begitu saja.” Ya, mungkin, kata kita. Apalagi mereka tidak bisa menyebut nama : ini tangkai, ini tangkai
daun, ini tangkai daung kering, tangkai daun kering berwarna coklat, sebentar lagi daun dan tangkainya
gugur ke bumi, berserak-serak, diinjak.
Ya. Gorilla tidak punya “nama” tentang kering, tentang coklat, gugur, berserak-serak. Mereka
memang bisa bersuara, bisa memberikan tanda bahaya bahwa ada singa atau pemburu sedang lewat ,
tapi hanya sebatas itu. mereka tidak akan meneriakkan bahwa singa itu ompong dan pemburunya sudah
tersesat di hutan beberapa minggu sehingga pakaianya compang-camping serta dan hamopir roboh
kelaparan.
Diantara para manusia bahasa itu sendiri cuma lambang. Untuk benda yang sama penyebutannya
bisa lain. Untuk tanah berbatu yang menjulang tinggi dengan gagah kelangit orang jawa melambangkan
dengan bahasa berbunyi “gunung” Orang arab berbunyi “jabal” dan orang Inggris “mountain”.
17

Keseluruhan lambang-lambang ini membentuk pengetahuan manusia, dan berdasar pengetahuan


itulah manusia kemudian hidup bersama alam. Dalam kehidupan itu ia memberi arti pada setiap gejala
alam, itu dilukiskan dengan kata-kata.
“Langit yang indah”; “Di pagi yang dinginnya agak menggigit, ada angin berhembus perlahan
membawa kabut rendah beberapa jengkal diatas jalanan. Matahari tersenyum menyapa, memberi
kesegaran, tapi malu-malu.”
Bahasa menjadi sebuah media pengungkapan yang pernuh arti. Ada seni, ada estetika, ada baik
dan buruk, indah dan jelek. Tanpa estetika, bulan adalah lembah, gunung batu dan pasir yang gersang,
bahkan manusia cuma setumpuk daging dan tulang. Sehingga Bernard Russel berkata : “Pengetahuan
dan perasaan sama pentingnya. Dunia tanpa kesukaan dan kemesraan adalah dunia tanpa nilai.”
Bahasa bisa menyuarakan perasaan. Bahasa bisa menjadi penyaluran emosi manusia, ditambah
dengan gerak yang ekspretif, manusia bisa membangkitkan kesedihan, kebingungan atau kemarahan.
Bahasa, adalah kekayaan manusia.
Sejauh ini masih dibicarakan bahasa sebagai sebuah lambang yang mengkomunikasikan pesan-
pesan yang kualitatif. Indah, diam, sabar, marah, tinggi, dingin dan semacamnya. Sesuatu yang belum
dinilai dengan ukuran berupa angka, ukuran yang pasti, itu pesan kulaitatif.

5.2 Sifat Kuantitatif


Satu bentuk bahasa yang menyampaikan pesan-pesan kuantitatif disebut matematika. “Si Amir
melempar batu jauh sekali.” Meski diungkapkan “sangat amat jauh sekali”, tetap saja sebuah ungkapan
kualitatif. Apalagi yang berkata adalah seorang anak kecil yang belum bersekolah. Amat beda bila
disampaikan dalam bentuk kuantitatif : lemparan si amir sejauh 70 meter.
Aspek kuantitatif ini yang membuat ilmu pengetahuan berkembang pesat. Bahkan salah satu ciri
ilmu pengetahuan, yang berdasar pada ilmu-ilmu kealaman (fisika, kimia, biologi) adalah : faktanya
harus bisa diukur! Aspek kuantitatif (terukur) dari ilmu kelamana ini sangat berpengaruh besa terhadap
ilmu pengatahuan sosial. Variabel-variabel ilmu sosial akhirnya harus dikuantifikasi agar dapat dianalisis.
Angket, poling untuk mengetahui seberapa besar pertisipasi masyarakat dalam pemilu, semuanya
disajikan dalam angka-angka. Dulu dikenal IQ, kini ada EQ dan SQ.
Matematika dapat menghilangkan sifat kabur, atau emosi dari sebuah pernyataan. “Airnya
hangat.” Adalah pernyataan yang kabur, tetapi “suhu air 50 derajat selsius.” Memberikan informasi yang
jelas.
Kejelasan informasi ini memberikan kecapatan lajunya perkembangan teknologi. Fisika dan
kimia tidak dapat mencapai kemajuan sepaerti sekarang ini bila semua paambernya dinyatakan dalam
bentuk kualitatif. Rumus dalam ilmu fisika hanya bisa dinampakkan dalam bentuk matematika.
18

Sebatang logam bila dipanaskan akan memanjang’ pernyataan fisika ini dinyatakan dalam
persamaan
Lt = Lo ( 1 + λ. Δt)
Semua siswa yang pernah belajar fisika akanmengetahui persamaan tersebut. Dimana Lt adalah
panjang logam pada temperatuir toC, Lo adalah panjang logam pada temperatur 0oC, λ adalah
koofisien muai panjang logam.
Rumus itu dapat juga dinyatakan dengan bahasa verbal, kira-kira demikian : Panjang sebuah
logam pada temperatur toC sebesar pangjang logam tersebut pada temperatur 0oC dikalikan dengan
satu plus koofisien muai pajang logam kali selisih temperatur dari t sampai 0oC. Barngkali rumusan
secara “bahasa verbal” ini benar, tapi menyebut temperatur t derajat, bukankah itu sudah matematika.
Tetap saja, matematika tidak bisa dihilangkan. Apalagi bila harus menghitung secara logaritma, integral
dan semacamnya.
Matematika memberikan sarana perhitungan yang eksak. Ilmu pengetahuan dapat berkembang
dengan cepat, dan teknologi hadir dengan tepat. Tapi seperti yang telah diuraikan : matematika selalu
bersifat kaku, eksak, tanpa emosi. Sehebat apapun, tak kan ada seorang ilmuwan menyatakan cinta dan
kekaguman melalui rumus matematika kepada kekasihnya.
Dan, sifat bahasa verbal. Ia memang bisa menyatakan semangat, marah atau cinta. Tapi
maknannya sering dikaburkan karena ketidak jelasan, ketidak eksakan apa yang diungkapkan. Adakah
ini cinta bila seorang berkata demikian : rasa cintaku seluas langit dan bumi. Belahlah dadaku.

Statistika
Salah satu sifat kuantitatif ilmu pengetahuan adalah membuat kuantifikasi peluang. Apakah hari
ini hujan atau tidak dinyatakan dalam pernayataan kuantitas. Yakin hujan, dinyatakan dengan kepastian
tinggi, bernilai 1. Dan tidak ada kemungkinan hujan sama sekali bernilai rendah, nol.
Ilmu statistika berawal dari pertanyaan seorang penjudi yang menanyakan kemungkinan
munculnya angka dalam meja judi. Dari sana berkembang bagaimana menghitung sebuah kemungkinan,
peluang bahwa sebuah angka bisa muncul.
Contoh sederhana dari kasus ini adalah : bila dua buah dadu dilempar secara acak, berapakah
total mata dadu yang keluar ? semua orang tak bisa menjawab dengan pasti. Angkanya terentang dari 2
(setiap dadu menunjukkan “mata” satu) sampai 12 ( setiap dadu menunjukkan :mata 6). Bila
pertanyaannya berubah : berapakah kemungkinannya akan keluar total 2 mata? Pertanyaan ini menjadi
wilayah statistika.
Pertanyaan diatas adalah pertanyaan awal bidang statistika. Pertanyaan bisa amat rumit
berkaitan dengan distribusi peluang yang bentuknya tidak sederahana. Bahkan dalam khasanah ilmu
19

modern, dari konsep mekanika kuantum (nanti akan kita lihat di bab fisika atom) lahir perdebatan,
adakah manusia bisa memastikan sesuatu?
Perlu diketahui saja, amat banyak anekdot tentang statistika ini, ya karena konsep peluang, ada
kemungkinan terjadi atau tidak terjadi, sesuatu yang tidak pasti. Kalau menyatakan cinta pada 9 gadis,
dan kesembilan gadis itu menempelengnnya, bukankah masih ada peluang diterima ketika melamar
gadis ke sepuluh? Siapa yang berani memastikan bahwa ia akan ditolak dan ditempeleng lagi? Mari ikut
berstatistika!
20

Pokok Bahasan 6. Azas Pertama Teknologi : Azas


Keteraturan Gejala Alam

Azas ini selalu ada di sekeliling manusia. Karena itulah manusia memperhatikannya,
memikirkannya lalu memanfaatkannya. Contoh sederhana adalah peristiwa-peristiwa fisis yang terjadi
sehari-hari. Daging jika kena api akan gosong, lemak yang semula mengental akan mencair, bahkan
terbakar membesarkan api. Air mengalir dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah,
matahari terbit di sebelah timur. Kayu melapuk, dedaunan membusuk sampai pada air yang membeku
bila suhunya rendah.
Semua peristiwa terjadi secara teratur. Tidak pernah terjadi air dari sebuah telaga tercurah ke
atas, menuju langit lalu berarak diterbangkan angin. Dan tak pernah daging yang hangus ketika
dimasukkan bara api lantas menjadi daging segar kembali.
Semua gejala alam terjadi berulang secara teratur. Dari ketaraturan itulah manusia
mempelajarinya. Mereka lalu dapat membuat masakan sate. Dari keteraturan musim berdasar peredaran
mataharimereka menentukan kapan menanam dan kapan panen. Dari gejala yang teratur, terjadi
berulang dari air yang mengalir dari atas ke bawa mereka membuat genting rumah agar terhindar dari
hujan. dsb.
Keteraturan itulah yang menghasilkan ilmu pengathuan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan
menghasilkan teknologi yang kini di akrabi manusia sehari-hari.
Bila diperhatikan secara seksama, keteraturan gejala alam tidak hanya dari hal-hal fisik semata.
Semua disiplin ilmu pengetahuan ( baik sosial maupun eksak) berdasar keteraturan itu.
Beberapa disiplin ilmu di bawah ini menunjukkan hal tersebut.

Fisika : semua hukum dan dalil dalam ilmu fisika mencerminkan adanya
keteraturan gejala alam. Sejak hukum archimedes, pascal, snellius, siklus dalam
termodinamik, elektrik maupun mekanika kuantum dan relativitas.
Kimia : Semua dalil dasar sampai dalil terapan dalam ilmu kimia juga
amenunjukkan keteraturan.
Astronomi : Peredaran matahari yang siklusnya bergerak dari lintang balik utara ke lintang
balik selatan membuahkan ilmu klimatologi. Karena ilmu ini bermanfaat untuk
pertanian akhirnya dikenal sebagai agroklimatologi. Astronomi yang diawali
dengan letak gugus bintang tertentu untuk menunjukkan arah, dikenal dengan
gugus bintang pari, bintang gubuk penceng, dsb. Gerakan-gerakan benda langit
ini selaluteratur.
Biologi : Sejak manusia mengenal bercocok tanam, keteraturan dalam bidang biologi
sudah dikuasai. Manusia tahu dengan baik biji dapat tumbuh. Cukupnya air
membuat tanaman subur, setelah berbunga akan berbuah. Dalam dunia modern
bahkan telah mampu direkayasa perbanyakan tumbuhan dengan kultur jaringan,
21

rekayasa genetik. Semua itu karena keteraturan yang terjadi pada sel-
sel/jaringan tumbuhan.
Keteraturan dapat dikenali dengan mudah pada kejadian fisik sampai biologis. Perlu dicatat
bahwa yang dimaksud dengan peristiwa biologis adalah peristiwa yang terjadi
pada makhluk hidup. Manusia, binatang dan tanaman. Tubuh manusia tunduk
pada keteraturan tersebut, bahwa tenaga hanya bisa diperolah dari pembakaran
makanan dan oksigen. Darah hanya bergerak karena pemompaan jantung,
sampai pada fakta tentang kematian manusia bila kekurangan oksigen, bahan
makanan tanpa adanya peredaran darah.

Perlu dicatat, bahwa ilmu kimia, fisika, dan astronomi inilah di abad pertengahan lebih dikenal
dengan ilmu-ilmu ke-alam-an. Tak dapat dihindari, dari masalah sejarah sampai penguasan bahasa dan
sastera memunculkan ilmu-ilmu humaniora. Di satu sisi kelompok ilmu-ilmu ini berbeda sekali dengan
ilmu ke-alam-an yang sudah digeluti manusia ribuan tahun. Ilmu kealaman ditopang dengan tingkat
keteraturan atau kepastian yang tinggi, puncaknya pada matematika. Tetapi ilmu-ilmuy sosial amat sulit
menerapkan kepastian atau keteraturan yang tinggi.
Pada ilmu sosial ada keteraturan yang terjadi, tetapi hal tersebut tidak dapat dipastikan. Dalam
ilmu kealaman, besi akan memuai bila kena panas. Ini terjadi kapan saja dan dimana saja, kejadiannya
teratur, sehingga bisa dibuat sebuah rumus fisika.
Tapi dalam ilmu sosial tidak. Tidak ada rumus yang berlaku secara umum. Sekelompok
mahasiswa prestarsinya akan naik sebesar 0,7 bila masing-masing diberi uang satu juta. Sekelompok
mahasiswa yang lain apakah memiliki karekateristik yang sama Bahkan kelompok itu bila diberi uang
masing-masing 100 juta IP-nya menurun, karena mereka malah foya-foya.
Contoh kecil itu menunjukkan, tidak ada “kepastian” yang tinggi pada ilmu-ilmu sosial. Karena
itu tidak ada dalil, teori atau formula untuk gejala-gejala sosial yang bisa digeneralisasikan. (mohon
dibedakan dengan rumus bahwa kepadatan penduduk adalah G = jumlah penduduk/luas area, ini
dipelajari dalam demografi. Itu memang rumus, tapi bukan rumus yang mampu menunjukkan perubahan
karakteristik manusia/sosial). Itulah yang membedakan antara ilmu-ilmu pasti dan ilmu-ilmu sosial.
Perbedaan menyolok antara ilmu-ilmu ke-alam-an dengan ilu sosial memang terletak di wilayah
keteraturan gejala alam itu. Besi memuai bila kena panas, dalil itu berlaku tidak perduli dimana itu
dilakukan dan kapan saja. Ilmu sosial tidak demikian, sekelompok masyarakat ketika mendapat
perlakuan A memberikan reaksi B; sekelompok yang lain ketika diberi perlakuan A memberikan reaksi
yang lain, misal C.
Respon masyarakat terhadap suatu kondisi tergantung adat kebiasaan dan budaya masyarakat
setempat. Terdapat masyarkat yang mudah terbuka dengan teknologi, tetapi ada yang memandangnya
dengan curiga dan tertutup. Petani di yang biasa mendapatkan informasi tentang teknologi akan
menyambut baik teknologi pertanian berupa traktor, mesin pembajak dan semacamnya. Masyarakat
22

pedesaan yang jarang menerima informasi akan memandang bahwa traktor akan menggeser kehidupan
mereka sebagai petani sekaligus peternak lembu. Apalagi memang traktor membutuhkan bahan bakar
yang sulit diperoleh dan mahal. Di desa, rumput dan makanan ternak tersedia melimpah.
Gambaran diatas menunjukkan bahwa, informasi pembaharuan tergantung masyarakatnya,
budayanya, tingkat pendidikan, tokoh-tokohnya, dsb. Itu berkaiatan dengan teknologi. Bahkan banyak
aspek seringkali memiliki tindakan berbeda. Respon terhdap aktivitas gunung berapi, respon terhadap
makanan tertentu, tarian tertentu akan berbeda pada setiap kondisi sosial yang berbeda.
Karena ke tidak pastian pada ilmu-ilmu sosial itu-lah, statistik menjadi tulang punggung analisa
terjadinya perubahan perilaku manusia.
23

Pokok Bahasan 7. Azas Kedua Teknologi : Tindakan


Sistematis

Sistematis artinya mengikuti sistem tertentu, mengikuti tata urutan yang telah tertentu
aturannya. Contoh yang paling mudah adalah teknologi pembuatan alat masak dari tanah liat, yang
sering kita sebut tembikar. Bentuknya berupa kuali untuk menjerang air dan bahan makanan bisa
direbus disana.
Penduduk primitif mengetahui bahwa tanah liat yang terbakar akan mengeras. Berdasarkan
pengetahuan ini, mereka membentuk tanah liat menjadi bentuk yang diinginkan, kemudian dibakar.
Jadilah kuali, cobek tanah liat, tutup kuali sampai pada tempat menyimpan logam/uang (celengan).
Teknologi pembuatan tembikar ini adalah proses yang tindakannya sistematis. Tidak mungkin
teknologinya dilakukan dengan membakar lebih dahulu sang tanah liat lalu dibentuk menjadi kuali.
Tindakan sistematis artinya, proses yang dilakukan harus urut, tertata, sesuai dengan urutan
perlakuan yang harus dikerjakan. Tanpa tindakan sistematis tidak akan dihasilkan produk berupa
teknologi.
Tindakan sistematis harus dihasilkan dari proses berpikir yang sistemtas juga. Seorang teknokrat
yang hendak menghasilkan teknologi tertentu, disyaratkan bahwa cara berpikirnya juga harus sistematis.
Inilah yang disebut berpikir ilmiah, berpikir dengan cara ilmiah, berpikir dengan metoda ilmiah.
Nampak sekali alur yang harus dijalani, teknologi dihasilkan dari keteratura gejala alam (bab
sebelumnya), dipikir secara sistematis oleh teknokrat (bila ini dibuat begini maka dihasilkan begitu) lalu
dilakukan suatu tindakan yang sistematis, dari sana dihasilkan teknologi.
Semula sebagai penutup tubuh adalah daun. Tidak tahan lama, dicarilah kulit kayu. Kulit kayu
beberapa bagiannya terkelupas, tinggal serat-serat kuliat kayu, ini tahan lama. Teknokrat di jaman itu
berpikir, serat kulit kayu lebih tanah lama dibanding dengan daun biasa. Mereka mencari kulit kayu lain
yang seratnya lebih banyak. Diketemukan rami, seratnya kuat, banyak. Tapi benang serat itu menyatu
dengan jaringan tumbuhan. Teknolog berpikir, bagaimana mengambil benang-benang serat itu. Diambil
begitu saja ternyata lekat, dan akhrinya putus. Dari trial dan eror akhirnya diektemukan bahwa dengan
meremdam batang kayu yang diameternya sebesar jempol, setelah lendirnya agak membusuk, benang
serat itu bisa diambil dengan mudah. Dari peristiwa ini ada urutan : teknologi pengadaan serat kayu.
Peradaban terus berkembang, pakaian bukan lagi serat kayu tapi dari serat kapas. Kapas itu
dipilin halus, menjadi benang. Untaian benang itu lalu dirajut dengan mesin tenun. Selembar selendang
adalah urutan teknologi yang telah tertata secara sistematis. Penemuannya tidak hanya dilakukan oleh
seorang saja, tapi oleh ribuan orang dan dalam jangkan ratusa bahkan ribuan tahun. Seseorang
menambahkan sebuah proses baru, barangkali teknologi pewarnaannya. Diperbaiki oleh orang lain yang
24

lahir ratusan tahun kemudian karena warna terdahulu mudah luntur. Pemintalannya masih kasar, ratusan
tahun kemudian diperbaiki peralatannya oleh teknolog yang lain sehingga benanngnya menjadi lebih
halus. Ratusan tahun kemudian diketemukan proses yang laebih baik agar benangnya tidak mudah
putus, dsb.
Pewarnaan saja melibatkan proses sistematis teknologi yang tidak sederhana, warna biru dari
tumbuhan apa, warna merah dari akar apa. Warna biru harus direndam berapa lama dan membuat
benang warna merah harus ditambahi belerang seberapa banyak. Bolehkan langsung dijemur, atau harus
diangin-anginkan, atau harus direbus seberapa lama, atau terlebih dahulu direndam dalam air dingin ?
Menemukan teknologi satu warna ungu pada kain sutera, tidak mudah. Ada proses berpikir, ada
proses uji coba, trial dan eror. Tapis semuanya kemudian tertata dalam sebuah sistematika yang urut.
Tindakan sistimatik sebenarnya berasal dari kondisi alam yang menunjukkan kesamaan,
keteraturan gejala alam itu. berdasar kesamaan-kesamaan fakta alam, manusia kemudian
mengklasifikasikan, benda yang kena panas memuai, air cepat menguap bila kena panas, benda bergerak
kebawah. Akhirnya muncul sistem klasifikasi dalam pengembangan ilmu, dikenal bahan logam dan
bukan logam, air dan bukan air, dikenal mana tumbuhan dan mana binatang. Dari sekian tumbuhan
dikenal mana bangsa rumput-rumputan, mana yang spesies. Binatang juga dikenal adanya bertulang
belakang, serangga atau molusca. Klasifikasi yang palign sederhana adalah apa yang dikatakan oleh
anak-anak, pohon, sepatu, buku, dsb (Suriasumantri, 1989)
Tindakan sistematik ditolong oleh klasifikasi demikian, rumput-rumputan dikenal karena ciri-ciri
tertentu., berdasar ciri ini maka sifat-sifatnya bisa dikenali, dari sifat-sifatnya dapat ditelusuri bagaimana
megnusahakannya (menanam, memelihara, memanen dsb.)
Klasifikasi setcara sistematis ini menolong manusia untuk menggali ilmu lebih jauh. Kini,
akhirnya proses trial dan error sudah mulai bergeser. Manusia sudah menimba banyak pengalaman dari
hidupnya. Ada klasifikasi, pembandingan, kuantifikasi dan perhitungan eksak sampai pada peluangnnya.
Semuanya menghasilkan bebagai proses dalam ilmu. Keteraturan proses telah menghasilkan fisika,
kimia, biologi sudah banyak diturunkan dari generasi terhdaulu atau tertulis di buku-buku. Seseorang
yang hendak memberi warna kertasnya agar nampak agak merah muda, ia tidak lagi mencoba-coba.
Dari buku di perpustakaan ia tahu bahwa mewarnai benang agar merah muda dapat dilakukan dengan
senyawa kimia tertentu. Ia langsung dapat menerapkannya.
Teknologi merupakan hasil karya manusia dari desakan jiwanya untuk mengadakan percobaan,
desakan itu membawa manusia mendpatkan penemuan baru, bahkan memicu gagasan baru. Dari
sanalah manusia meneliti, ingin mengetahui lebih banyak. (Florman, S.C. 1985)
25

Dari khasanah ilmu pengatahuan dapat dibaca bahwa mangga manalagi dapat tumbuh subur
dengan pemberian pupuk sekian gram. Maka seorang poengusaha yang memiliki pabrik buah kalengan
dari mangga gadung dapat mengetahui berapa pupuk yang harus digunakan untuk mangga gadungnnya.
Seorang mahasiswa teknik mesin mengetahui bahwa perpindahan uap dari sebuah ketel besar ke
ketel kecil pada jarak 500 m di pabrik kertas, dengan pipa penyalur yang lubangnnya berdiameter 3 mm
membutuhkan waktu 10 menit mencapai penuh. Berdasarkan fakta itu, agar waktunya menjadi hanya 2
menit, setelah dihitung pipa penyalurnya harus berdiameter 5 mm.
Apa artinya ?
Semua tindakan harus sudah dipikirkan masak-masak. Sudah di desain di atas kertas. Sudah
berhasil di atas kertas, sudah lulus secara teoritis. Semua itu menuntut pikiran yang sistematis, proses
berpikir yang runtut. Tanpa berpikir urut/sistematis berdasar pengetahuan sebelumnya, tidak mungkin
teknologi dapat berkembang.
Contoh jelas adalah bom atom. Sebelum meledak di hiroshima dan nagasaki, bom itu sudah
dicoba dio gurun Nevada oleh ahli-ahli amerika. Sebelum meledak di gurun Nevada, ia sudah meledak
di atas kertas (secara teopritis) berdasar teori relativitas Einstein.
Azas sistematik dalam pengembangan teknologi tak dapat dilangkahi. Satu perbaikan akan
memberi tambahan berikutnya untuk pengembangan teknologi lebih lanjut. Jadi, tidak mungkin
komputer akan diproduksi bila listrik dan kabel belum diketemukan……
26

Pokok Bahasan 8. Azas ketiga teknologi : Kreativitas


Manusia, Rekayasa dan Rancangbangun

Abad ke 20 ditandai dengan fakta bahwa ilmu tidak hanya bersumber dari hal-hal yang empiris,
tapi juga karena kemampuan imajinasi manusia. Begitu banyak barang-barang hasil teknologi yang
berkembang karena kemampuan imajinasi itu. Mulaid ari model pakaian, seni tari sampai pada perngkat
keras seperti jam atau mobil. Sebuah jam atau sebuah lonceng adalah tetap sebuah (penanda waktu).
Tetapi dengan imajinasi manusia, penanda itu diberi bentuk, asesoris, dan bebrapa tambahan lain
sehingga orang bersedia membelinya.
Kemampuan tersebut adalah kemampuan manusia berimajinasi yang kemudian diterapkan pada
barang produk teknologi, sehingga minuman terdiri barbagai macam, kain atau bedak juga tak terbilang
banyaknya. Itulah yng disebut kreativitas.

Kreativitas
Kreativitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaaan khusus yang takmungkin dijawab dengan
tuntas. Seseorang berusaha menyatakan bahwa kreatifvitas adalah model integratif antara :

Berpikir rasional
Perkembangan emosional dan perasaan pada tingkat tinggi
Perkembangan bakat khusus dalam kehidupan mental dantingkat tinggi
Kesadara tingkat tinggi yang menghasilkan pengunaan imajinasi, fantasio yang mampu melewati
ambang kesadaran dan ke tak sadaran. ((Semiawan, C; dkk. 1991) :

Kreativitaws mencakup seluruh interpenetrasi kehidupan berpikir, merasa, mengindera dan


intuisi yang terjadi secara menyatu, membentuk sebuah proses, sebuah bola. Yang ada poada jiwa
manusia.
Meski pada waktu anak manusia lahir ia tidak memiliki ide atau konsep, konstitusinya
memungkinkan berereaksi teradahap lingkungan . Reaksi refleks merupakan permulan perkembangan,
namun kemudian menjadi respon yang terkontrol dan kahirnya menjadi oraganisasi mental yangluas.
Otak manusia terdiri dari belahan otak kiri dan kanan. Otak kanan lebih mengorganisasi pada
pemukiran secara keseluruhan, imajinatif , seni ; sedang otak kiri berfungsi mengambankgn berpikir
rasional, linier dan keteraturan. Pengalaman belajar seseorang akan masuk dalam otak yang
menampung empat fungsi dasa manusia : rasa, pikir, cipta dan intuisi.
27

Perkembngan ilmu tidak terplepas dari ide, gagasan kretif yang ada pada mnusia. Ide yang
sangat cemerlang bukan saj mempengaruhi bagaimana penalaran ilmiah secara langsung tapi juga
merubah arah penalaran filosoifisnya, dna kemudian mengubah perkembangan kebudayaan manusia.
Dua teori ilmu yang sangat berpengaruh adalah teori relativitas dan teori kuantum. Keuda teri
ini bukan saja digunakan untuk hal-halyangbesifat fisis didalam ilmu fisika, tetapi juga dibgunakan
untuk mengambangkan tekonoligi yang kemudian menghasilkanberbagai peralatan dijaman kini,
komputer, pesawat sampai bom pemusnahmanusia. Disisi lain peradaban juga mulai mengenal
kehidupan yang sifatnya relatif, sehingga munculbudaya permisiv, pragmatis yang kesemuanya berdasar
pada relativisme.
Teori kuantum dengan prinsip ketidakpastiannya juga mendukung bagaimana sebuah wacana
sebenarnnyatidak bisa lepas dari subyektivitas. Alam dipandang sebagai sesuatu yang tak pasti, manusia
tidak mampu berkata banyak dalam keadaaan ketidak pastian itu.

Rekayasa teknologi
Salah satu bentuk rekayasa, salah satu bari produk kreativitas manusia yang pada beberapa
puluh tahun terakhir ini memenuhi berbagai isu ilmuwan adalah rekayasa dibidang biologi. Disebut
rekayasa genetik dan salahs atunya adlaah kloning.
Dalam bidang teknologi, rekayasa dikenal sebagai sebuah kegiatan yang tidak rutin, yang
melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti fisika, kimia, matematika, beserta berbagai ilmu spesialisasinya
seperti : mesin, elektro, optika, sipil dan semacamnya.
Mobil adalah proses rekayasa yang tidak sederhana, juga komputer sampai gedung pencakar
langit.
Kendaraan yang mampu membuat manusia terbang seorang diri dengan mewsin dipunggung
adalah sebuah kumpulan dari berbagai disiplin ilmu yang diawali dari sebuah proses imajinatif. Ada ide
yagn dikumpulkan, terdiri dari berbagai kemungkinan lalu iede disusun agar bisa dikerjakan secara
faktual, kerena itu ide kemudiandiklasifikasikan dengan rasional.
Atu mendesain kendaraan yang dapat melaju di atas air, sekaligus dapat melaju di atas tanah,
bahkan di rawa-rawa yang ditumbuhi rumput dan terkadang di atas gurun pasri, adalah ide dari sekian
banyak ilmuwan. Kendaraan mungkin di imajinasikan menggunakan roda, tetapi ada kesulitan, karena
diatas air roda itu tidak berfunsgsi. Memang bisa bersikap seperti kendaraan ampibi,s ebagian badannya
tenggelam di air, tetapi akibatnya kendaraan ini tidak dapat berjalan di atas srawa yang penuh dengan
rumput atau tumbuhan terapung.
Imajinasi kemudian berkembang, bagaimana membuat sebuahkendaraan yang melayang tipis di
pernmukan tanah, dan sekaligus nantinya melayang diatas permukaakn air, di rawam akan bisa
melayang dipermukaan rumput dan di gurun melayng dipermukaan pasir.
28

Percobaan alu dilakukan, bagaimana menyemprtotkan sebuah tekanan di atas permukaan tanah
sehingga benda akan melayang bebrap sentimeter di atasnya. Demikian jug adengan memberikan
tekanan di atas permukaan air sehingga benda juga melayang. Tentu eksperimen demikian tidak mudah,
perlu waktubertahun-tahun untuk merealisasikannya, memperbaikinnya. Dari percobaan itu akhirnya
dapat disimpulkan bahwa bisa dibuat sebuah kendaraan yang melayang diatas tanah atau air.

Rancangbangun.
Kendaraan yang bisa bergerak leluasa di atas air, tanah, reerumputan dan padang pasir akhirnya
dapat direalisir, pada tahap perntama dengan sangat sederhana, hovercraft. Kendaraan ini pda mulanya
hanya dapat melayang begitu saja, hanyabeberapa sentimneter dari permukaan. Itu sudah cukup. Untuk
memberikan gerak kedepan maka perlu sebuah poenggerak berupa kipas angin besar di bagian belakang
kendaraam.
Kini kendaraan demikian sudah digunakan secaraluas.
Salah satubentuk a\rancang bangun yang melibatkan banyak ahli adalah sebuah mesin yang
berada dalm bagian kehidupan manusia sehari-hari. Mesin fotokopi, mesin ini melibatkan ahli optik
untuk memotret tulisanyagn terletak di secarik kertas. Hasil potret ini kemudian di rubah menjadi sinyal
digital oleh ahli elektro, sinyal –sinyal ini kembali harus diterjemahkan sebuah proses yang
menggunakan tinta, hasil produk ahli koimia, agar di tuliskan diatas kertas, hasil fotokopi. Keseluruhan
rangkaian memerlukan ahli mesin yang akan emnghitunt dan merencakana bagaiman sebuah kertas
meluncur dari tumpukannya lalu keluar dari mesin fotokopinya.
Keseluruhan prises ini tidak sesederhana seperti yang dikatakan. Menentukan kekenyalan karet
agar setiaplembar kertas dapat diluncurkan, bukan hal yang gampang. Terlampau lunak karet, bukan
selembar yang diluncurkan, tetapi dua atau tiga lembar, terlampau keras kareatnya, bisa licin.
Menentukan bearing dari roda dalam mesin fotokopi jug amerupakan hal yang krusial. Mesin dirancang
untuk pemakiana sekian juta kali, maka dibutuhkan bearing yang kuat. Menggunakan bearing
berukuran besar, ukuran mesin fotokopi menjadi tidak fleksibel. Menggunakan bearing kecil jelas tidak
kuat. Diperlukan bearing-bearignkhusus yang kesemuanya tergantung pada ahli kimia metelurgi
pembuat peluru-peluru beiaring. Kalaupun emnggunakan sistem “bosch”, logamnyapun harus tertentu
dengan tingkat kekerasan yang tinggi.
Para ahli elektronik juga harus menemukan bagaimana perubahan gambar analog menjdi digital
harus memiliki resolusi tinggi sehingga hurup hasil foptokopi tidak “pecah”, bukan hany sirkuit yagn
dibutuhkan, tetapi kecapatan prosesa yang harus dimiliki mesin tersebut. Ahli kimia juaga disibukkan
dengan tinta yang harus cepat kering, harus mudah ditambahkan, tidak mudah luntur ketika bergesekan,
dan semacamnya.
29

Akhirnya sebuah produk teknologi tidak bis alepas dari kreativitas, rekayasa dan rancang
bangun dari para ahli pembuatnya.
30

Pokok Bahasan 9. Bioteknologi


Apakah bioteknologi? Bioteknologi adalah bidang yang berkaitan dengan kegunaan mikrob, sel
haiwan atau tumbuh-tumbuhan atau enzim untuk mensintesis, memecah atau mentransformadikan
bahan. Hal ini memerlukan integrasi biokimia, biologi, mikrobiologi, kejuruteraan kimia dan
kejuruteraan proses. Dengan kata lain, bioteknologi adalah penggunaan organisma hidup, komponen
dan hasilannya untuk meningkatkan kualiti kesihatan dan persekitaran manusia.

9.1 Memahami Bioteknologi


Bioteknologi adalah ilmu tua yang menjadi muda berkat sebuah revolusi ilmu pengetahuan.
Sudah sejak 8000 tahun yang lalu, bangsa Mesir kuno menggunakan sejenis mikroba yeast
Saccharomyces atau ragi untuk pembuatan roti dan minuman anggur . Ragi itu merubah gula dalam
cairan anggur menjadi alkohol. Dalam adonan roti, gelembung gas yang dihasilkan dalam proses
fermentasi, membuat roti jadi empuk sehingga enak dimakan. Penggunaan mikroba lainnya dikenal
dalam pembuatan keju seperti jenis Roquefort, Gorgonzala, Brie dan yang mungkin lebih terkenal, jenis
Camembert di pusat pembuatan keju dunia yaitu Swiss. Di sini mikroba mold Penicillum roqueforti atau
kapang berperan merubah komposisi susu menjadi berbagai aroma dan warna. Lebih dekat kepada kita,
nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan kapang yang lain yaitu Rhizopus untuk membuat
tempe dari kedelai.
Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan
pangan. Sehingga ilmu tua bioteknologi adalah penggunaan jasad renik atau makhluk hidup secara
umum pada tingkat sel atau disebut seluler. Bioteknologi modern lahir pada tahun 1970-an dengan
munculnya teknologi DNA (deoxiribose nucleic acid) rekombinan. Istilah DNA rekombinan mungkin
sudah pernah didengar tapi samar-samar maknanya. Ilmuwan dari Universitas Kalifornia di San
Fransisco (UCSF) bernama Herbert Boyer berhasil mengembangkan teknologi canggih untuk dapat
memotong rantai DNA lalu menyambungnya lagi. Tetapi karena materi DNA berukuran sangat kecil,
hal ini tidak dapat dibuktikan dengan melihat langsung karena jumlahnya juga sangat sedikit. Masih dari
daerah yang sama yaitu propinsi Kalifornia-AS, seorang ilmuwan lain dari Universitas Stanford
bernama Stanley Cohen menemukan cara bagaimana memasukkan materi DNA berbentuk lingkaran
atau plasmid ke dalam sel.
Walau tinggal berjarak hanya 60 km saja, keduanya tidak pernah bisa bertemu sehingga dapat
menyatukan teknologi yang dimilikinya itu. Sampai akhirnya pada tahun 1972, keduanya bertemu di
sebuah pertemuan ilmiah, ribuan kilometer dari tempat mereka tinggal dan bekerja di Kalifornia, yaitu
di Hawaii. DNA yang sudah disambung lagi dengan teknologi Boyer dapat diperbanyak dengan
memasukkan ke dalam sel bakteri dengan teknologi Cohen. Karena bakteri berkembang biak sangat
31

cepat, DNA yang telah dimasukkan pun jadi banyak dalam waktu singkat, sehingga dapat dicek
keberadaannya dengan mudah. Inilah inti dari teknologi DNA rekombinan. Teknologi saja tidak
bermakna ekonomi tanpa ada satu kegunaan. Biasanya bukan ilmuwan yang punya gagasan ekonomi
tapi usahawan. Untungnya seorang pebisnis yang juga tinggal di Kalifornia bernama Robert Swanson
mendengar keberhasilan dua ilmuwan itu yang tidak pernah dipublikasikan di koran tapi hanya di jurnal
ilmiah saja dan melihat peluang bisnis yang besar.
Peluang bisnis apa sebenarnya yang ada? Insulin adalah hormon berbentuk protein yang sangat
dibutuhkan manusia untuk mengatur kadar gula/glukosa dalam darah. Sistem pengaturan yang rusak,
menyebabkan manusia menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM). Penderita DM harus secara rutin
menyuntikkan insulin ke dalam tubuhnya karena sudah tidak bisa memproduksi sendiri. Dari mana
datangnya insulin itu? Dari pankreas sapi. Untuk itu perusahaan farmasi dunia selama ini harus
mengumpulkan ribuan sapi hanya untuk mendapatkan sekian mg insulin bagi penderita DM. Karena
insulin adalah protein dan protein dibuat dengan informasi dari DNA, maka pengusaha Swanson
melihat kemungkinan membuat insulin rekombinan dengan bakteri yang telah direkayasa genetika
menggunakan teknologi temuan Cohen dan Boyer itu. Maka lahirlah pada tahun 1976, masih juga di
Kalifornia, perusahaan bioteknologi modern pertama di dunia yaitu Genentech (singkatan dari Genetich
Engineering Technology) yang memproduksi protein-protein rekombinan seperti insulin, hormon
pertumbuhan, dll. DNA dan protein yang kita dengar di atas adalah dua dari empat molekul biologi
penyusun sel. Dua lainnya adalah karbohidrat dengan contoh yang sudah disebutkan adalah glukosa,
selain itu juga sukrosa yang menjadi komponen utama gula manis dan satu lagi adalah lipid atau
minyak.
Pengunaan molekul-molekul biologi itu, bahkan sampai kepada kemampuan memanipulasi atau
merekayasa adalah revolusi teknologi yang menyebabkan lahirnya bioteknologi modern. Jadi ada
perubahaan dalam bioteknologi tua menjadi bioteknologi modern yaitu perubahan penggunaan materi
hayati dari tingkat sel atau seluler ke tingkat molekul atau molekuler.

9.2. Perkembangan Bioteknologi


Perkembangan bioteknologi setelah lebih dari 30 tahun diawali dengan teknologi rekayasa
genetika ini menjadi semakin cepat. Dalam dogma sentral atau pemahaman dasar ilmu biologi diketahui
bahwa cetak biru kehidupan DNA menyimpan informasi yang pemanfaatannya dilakukan melalui
perubahan informasi itu ke materi baru yaitu RNA. Yang lebih menghebohkan sekarang adalah lahirnya
teknologi kloning. Teknologi kloning dapat dibagi menjadi dua yaitu teknologi kloning terapi dan
teknologi kloning reproduksi .
32

Teknologi kloning terapi yang legal dan didukung semua negara karena manfaatnya untuk
membuat jaringan dan organ sebagai ganti dalam pencangkokan jaringan atau organ yang rusak.
Sementara teknologi kloning reproduksi ditentang dunia termasuk PBB karena bertujuan membuat
individu baru serupa yang berakibat sosial luas. Teknologi kloning terapi semakin menjadi kenyataan
setelah ilmuwan Korea Selatan baru-baru ini berhasil membuat sel syaraf, sel pembuluh darah dan sel
kulit yang dapat menggantikan sel-sel rusak seperti pada penderita Parkinson contohnya Muhammad
Ali petinju dan Michael J. Fox artis film Back to the Future yang sel syaraf otaknya mati sehingga
menjadi pikun dan tidak dapat beraktifitas normal.
Untuk kedepannya, sel-sel itu perlu dibentuk menjadi jaringan atau kumpulan sel dengan fungsi
sama seperti jaringan kulit, jaringan tulang rawan dll. Cangkok jaringan ini yang sebenarnya lebih
banyak diperlukan karena umumnya bagian tubuh yang berada di luar, lebih peka terhadap penolakan
dalam pencangkokan. Misalnya penderita luka bakar hanya dapat menerima kulit dari tubuhnya sendiri
tidak dapat dari donor lain. Rekayasa jaringan adalah teknologi dalam bioteknologi yang dimulai tahun
1987 oleh ilmuwan MIT yaitu Langer dan Vacanti untuk membuat jaringan-jaringan baru dengan tujuan
transplantasi/pencangkokan.
Menggunakan polimer biodegradable dalam media pembiakkan khusus, dibuat cetakan yang
mirip dengan jaringan baru yang akan dibentuk. Selanjutnya ditanamkan ke dalam cetakan itu sel-sel
yang menjadi tunas lalu dibiakkan sampai menjadi jaringan yang sempurna. Menggunakan teknologi
rekayasa jaringan, jaringan manusia yang paling rumit yaitu jaringan tulang rawan pembentuk telinga
telah berhasil dibuat dan ditanamkan di atas punggung tikus telanjang/nude mouse yang telah dimatikan
sistem kekebalannya. Telinga tersebut sama sekali tidak ditolak oleh tubuh tikus dan menempel dengan
sempurna. Inilah kemenangan teknologi jaringan yang banyak dinanti pasien transplantasi, bukan untuk
menyakiti hewan. (Arief Budi Witarto tth)

Kloning
Secara definisi, klon adalah sekelompok organisme hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang
dihasilkan melalui reproduksi aseksual dan berasal dari satu induk yang sama. Setiap anggota dari klon
tersebut mempunyai susunan dan jumlah gen yang sama dan kemungkinan besar fenotipnya juga sama.
Kloning pada tanaman dalam arti melalui kultur sel mula-mula dilakukan pada tanaman wortel.
Dalam hal ini sel akar wortel dikultur, dan tiap selnya dapat tumbuh menjadi tanaman lengkap. Teknik
ini digunakan untuk membuat klon tanaman dalam perkebunan. Dari sebuah sel yang mempunyai sifat
unggul, kemudian dipacu untuk membelah dalam kultur, sampai ribuan atau bahkansampai jutaan sel.
Tiap sel mempunyai susunan gen yang sama, sehingga tiap sel merupakan klon dari tanaman tersebut. 1
33

Kloning pada hewan dilakukan mula-mula pada amfibi (kodok), denganmengadakan


transplantasi nukleus ke dalam telur kodok yang dienukleasi. Sebagai donor digunakan nukleus sel
somatik dari berbagai stadium perkembangan. Ternyata donor nukleus dari sel somatik yang diambil
dari sel epitel usus kecebong pun masih dapat membentuk embrio normal. 1,2
Sejak Wilmut et al. berhasil membuat klon anak domba yang donor nukleusnya diambil dari sel
kelenjar susu domba dewasa, maka terbukti bahwa pada mammalia pun klon dapat dibuat. Atas dasar
itu para ahli berpendapat bahwa pada manusia pun secara teknis klon dapat dibuat.

TEHNIK KLONING
A. TRANSFER NUKLEUS
Transfer nukleus membutuhkan dua sel yaitu suatu sel donor dan suatu oosit atau sel telur. Telur
matur sebelum dibuahi dibuang intinya atau nukleusnya. Proses pembuangan nukleus tadi dinamakan
enukleasi. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan informasi genetisnya. Ke dalam telur yang telah
dienukleasi tadi kemudian dimasukkan nukleus (donor) dari sel somatik. Penelitian membuktikan bahwa
sel telur akan berfungsi terbaik bila ianya dalam anfertilisasi, sebab hal ini akan mempermudah
penerimaan nukleus donor seperti dirinya sendiri. Di dalam telur, inti sel donor tadi akan bertindak
sebagai inti sel zigot dan membelah serta berkembang menjadi blastosit. Blastosit selanjutnya ditransfer
ke dalam uterus induk pengganti (surrogate mother). Jika seluruh proses tadi berjalan baik, suatu
replika yang sempurna dari donor akan lahir. Jadi sebenarnya setelah terbentuk blastosit in vitro, proses
selanjutnya sama dengan proses bayi tabung yang tehnologinya telah dikuasai oleh para ahli Obstetri
Ginekologi.

B. TEHNIK ROSLIN
Kloning domba Dolly merupakan peristiwa penting dalam sejarah kloning. Tidak saja hal
tersebut membangkitkan antusias terhadap kloning, melainkan juga hal tersebut membuktikan bahwa
kloning binatang dewasa dapat disempurnakan. Sebelumnya, tidak diketahui bahwa suatu nukleus
dewasa ternyata mampu memproduksi suatu hewan yang komplit. Bila terjadi kerusakan genetis dan
eaktivasi gen yang sederhana maka kedua keadaan tersebut kemungkinanbersifat menetap. Hal tersebut
di atas bukanlah suatu kasus yang menyusul setelah penemuan oleh Ian Wilmut dan Keith Cambell
tentang suatu metode yang mana mampu melakukan singkronisasi siklus sel dari kedua sel donor dan
sel telur. Tanpasingkronosasi siklus sel, maka inti tidak akan berada pada suatu keadaan yang optimum
untuk dapat diterima oleh embrio. Bagaimanapun juga sel donor harus berjuang untuk dapat masuk ke
Gap Zero, atau stadium sel GO, atau stadium sel dorman. suatu sel (sel donor) diseleksi dari sel
kelenjar mammae domba betina berbulu putih (Finn Dorset) untuk menyediakan informasi genetis bagi
pengklonan. Suatu sel donor diambil dari jaringan dan dimasukkan ke dalan campuran, yang hanya
34

memiliki nutrisi yang cukup untuk mempertahankan kehidupan sel. Hal inimenyebabkan sel untuk
menghentikan seluruh gen yang aktif dan memasuki stadium GO. Kemudian sel telur dari domba betina
Blackface (domba betina yangmukanya berbulu hitam = Scottish Blackface) dienokulasi dan diletakkan
disebelah sel donor. Jika embrio ini dapat bertahan, ia dibiarkan tumbuh selama sekitar enam hari,
diinkubasi di dalam oviduk domba. Akhirnya embrio tadi ditempatkan ke dalam uterus betina penerima
(surrogate mother). Induk betina tersebut
selanjutnya akan mengandung hasil cloning tadi hingga ianya siap untuk dilahirkan. Bila tidak
terjadi kekeliruan, suatu duplikat yang persis sama dari donor akan lahir. Domba yang baru lahir
tersebut memiliki semua karakteristik yang sama dengan domba yang lahir secara alamiah. Dan telah
diamati bila ada efek yang merugikan, seperti resiko yang tinggi terhadap kanker atau penyakit genetis
lainnya yang terjadi atas kerusakan bertahap kepada DNA, dikemudian hari juga terjadi pada Dolly atau
hewan lainnya yang dikloning dengan metode ini.

C. TEHNIK HONOLULU
Pada Juli 1998, suatu tim ilmuwan dari Universitas Hawai mengumumkan bahwa mereka telah
menghasilkan tiga generasi tikus kloning yang secara genetik identik. Tehnik ini diakreditasi atas nama
Teruhiko Wakayama dan Ryuzo Yanagimachi dari Universitas Hawai. Tikus telah sejak lama diketahui
merupakan mamalia yang tersulit untuk dikloning, ini merujuk pada bahwa segera setelah suatu sel telur
tikus mengalami fertilisasi ia akan segera membelah. Domba digunakan pada tehnik Roslin karena sel
telurnya membutuhkan beberapa jam sebelum membelah, memungkinkan adanya waktu bagi sel telur
untuk memprogram ulang nukleus barunya. Meskipun tidak mendapatkan keuntungan tersebut ternyata
Wakayama dan Yanagimachi mampu melakukan kloning dengan angka keberhasilan yang jauh lebih
tinggi (3 kloning dari sekitar seratus yangdilakukan) dibandingkan Ian Wilmut (satu dari 277).
Manfaat
1. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan
Manfaat kloning terutama dalam rangka pengembangan biologi, khususnyareproduksi-
embriologi dan diferensiasi.
2. Untuk mengembangkan dan memperbanyak bibit unggul
Seperti telah kita ketahui, pada sapi telah dilakukan embrio transfer. Hal yangserupa tentu saja
dapat juga dilakukan pada hewan ternak lain, seperti pada domba, kambing dan lain-lain. Dalam hal ini
jika nukleus sel donornya diambil dari bibit unggul, maka anggota klonnya pun akan mempunyai sifat-
sifatunggul tersebut.
3. Untuk tujuan diagnostik dan terapi
35

Sebagai contoh jika sepasang suami isteri diduga akan menurunkan penyakitgenetika Dahulu
pasangan tersebut dianjurkan untuk tidakmempunyai anak. Sekarang mereka dapat dianjurkan
menjalani terapi gen Contoh lain adalah mengkultur sel pokok (stem cells) in vitro, membentuk organ
atau jaringan untuk menggantikan organ atau jaringan yang rusak.
4. Menolong atau menyembuhkan pasangan infertil mempunyai turunan
Manfaat yang tidak kalah penting adalah bahwa kloning manusia dapat
membantu/menyembuhkan pasangan infertil mempunyai turunan. teknik fertilisasi in vitro. (in vitro
fertilization = IVF). Meski IVF tidak dapat menolong semua pasanganinfertil. Misalnya bagi seorang
ibu yang tidak dapat memproduksi sel teluratau seorang pria yang tidak dapat menghasilkan sperma,
IVF tidak akanmembantu. Dalam hubungan ini, maka teknik kloning merupakan hal yang revolusioner
sebagai pengobatan infertilitas, karena penderita tidak perlu menghasilkansperma atau telur. Mereka
hanya memerlukan sejumlah sel somatik dari manapun diambil, sudah memungkinkan mereka punya
turunan yangmengandung gen dari suami atau istrinya.

Sumber utama : http://library.usu.ac.id/modules.php?


op=modload&name=Downloads&file=index&req=getit&lid=812
36

Pokok Bahasan 10. Fisika Nuklir (terkecil) dan Fisika


alam raya (Semesta)

10.1 Atom
Ruang Raksasa Dalam Atom
Udara, air, gunung, binatang, tumbuhan, tubuh anda, kursi yang anda duduki, singkatnya segala
yang anda saksikan, sentuh dan rasakan, dari yang paling berat hingga yang paling ringan tersusun atas
atom-atom. Setiap halaman yang anda baca tersusun atas miyaran atom. Atom adalah partikel yang
sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop yang paling hebat sekalipun.
Diameter atom hanyalah berkisar seper satu juta milimeter.
Tidaklah mungkin bagi seseorang untuk melihat benda sekecil ini. Di bawah ini dipaparkan
sebuah contoh untuk memahami dimensi atom:
Anggaplah bahwa anda memegang sebuah kunci di tangan. Sudah pasti, mustahil bagi anda
untuk melihat atom-atom pada kunci tersebut. Jika anda bersikeras untuk melihat atom penyusun kunci
tersebut, maka anda harus memperbesar kunci menjadi seukuran bumi. Jika anda telah berhasil
melakukan pembesaran ini, maka atom-atom yang menyusun kunci tersebut akan terlihat berukuran
sebesar buah cherry.
Di bawah ini satu lagi contoh agar kita dapat lebih memahami betapa kecilnya atom, dan
bagaimana atom memenuhi segala tempat dan ruang yang ada.
Anggaplah kita ingin menghitung semua atom yang ada dalam sebutir garam dan anggaplah kita
mampu menghitung satu milyar atom per detik. Kendatipun kita sangat terampil dalam berhitung, kita
akan memerlukan lebih dari lima ratus tahun untuk menghitung jumlah keseluruhan atom yang
menyusun sebutir garam yang sangat kecil ini. Subhanallaah…ini baru sebutir garam, bagaimana dengan
jumlah atom yang menyusun alam semesta dan seisinya?
Kendatipun ukurannya yang teramat mungil, terdapat sebuah susunan yang sempurna, tanpa
cacat, unik dan kompleks dalam atom tersebut yang kecanggihannya dapat disejajarkan dengan sistem
yang kita lihat ada pada jagat raya.
Setiap atom tersusun atas sebuah inti dan sejumlah elektron yang bergerak mengikuti kulit
orbital pada jarak yang sangat jauh dari inti. Di dalam inti terdapat partikel lain yang disebut proton dan
netron.

Kekuatan Tersembunyi pada Inti


37

Inti atom terletak di bagian paling tengah dari atom dan terdiri dari proton dan netron dengan
jumlah sesuai dengan sifat-sifat atom tersebut. Jari-jari inti atom berukuran sekitar seper sepuluh ribu
jari-jari atom. Untuk menuliskannya dalam angka, jari-jari atom adalah 10-8 (0,00000001) cm, jari-jari
inti adalah 10-12 (0,000000000001) cm. Jadi, volume inti atom adalah setara dengan seper sepuluh
milyar volume atom.
Dikarenakan kita tidak dapat membayangkan benda sekecil ini, marilah kita ambil permisalan
buah cherry di atas. Atom-atom akan terlihat sebesar buah cherry ketika kunci yang anda pegang
diperbesar hingga mencapai ukuran bumi. Akan tetapi perbesaran ini masih sama sekali belum
memungkinkan kita untuk melihat inti atom yang terlalu kecil untuk dilihat. Jika kita benar-benar ingin
melihatnya maka kita harus meningkatkan perbesaran sekali lagi. Buah cherry yang mewakili ukuran
atom harus diperbesar hingga menjadi sebuah bola raksasa dengan diameter dua ratus meter. Bahkan
dengan perbesaran ini, inti atom tersebut berukuran tidak lebih dari sebutir debu yang teramat kecil.
Ketika kita bandingkan diameter inti atom yang berukuran 10-13 cm dan diameter atom itu
sendiri, yakni 10-8 cm, maka yang kita dapatkan adalah sebagaimana berikut: jika kita asumsikan atom
tersebut berbentuk bola, maka untuk mengisi bola tersebut hingga penuh, kita akan membutuhkan 1015
(1,000,000,000,000,000) inti atom!
Ada lagi yang lebih mengherankan: kendatipun ukuran inti hanya seper sepuluh milyar ukuran
atomnya, inti tersebut memiliki berat 99,95% dari keseluruhan berat atom. Dengan kata lain, hampir
seluruh berat atom terpusatkan pada inti. Misalkan anda memiliki rumah dengan luas 10 milyar m2 dan
anda harus meletakkan semua perabotan rumah tangga dalam kamar seluas 1 m2 di dalam rumah
tersebut. Mampukah anda melakukan hal ini? Sudah pasti anda tidak mampu melakukannya. Akan
tetapi inilah yang terjadi pada inti atom akibat sebuah gaya yang sangat kuat yang tidak ada duanya di
alam ini. Gaya ini disebut “strong nuclear force (gaya inti kuat)”, satu di antara empat gaya fundamental
yang ada di alam semesta yakni: 1. strong nuclear force (gaya inti kuat), 2. weak nuclear force (gaya
inti lemah), 3. gravitational force (gaya grafitasi), dan 4. electromagnetic force (gaya elektromagnetik).
Gaya inti kuat, yang merupakan gaya paling kuat yang ada di alam, mengikat inti atom sehingga
stabil dan mencegahnya dari pecah berkeping-keping. Semua proton-proton pembentuk inti bermuatan
positif dan, oleh karenanya, mereka saling tolak-menolak akibat gaya electromagnetik mereka yang
sejenis. Akan tetapi, gaya inti kuat yang memiliki kekuatan 100 kali lebih besar dari gaya tolak-menolak
proton ini menjadikan gaya electromagnetik tidak efektif. Hal inilah yang mampu menjadikan proton-
proton pada inti terikat dan bergabung pada inti atom.
Singkat kata, terdapat dua gaya yang saling berinteraksi dalam sebuah atom yang amat kecil.
Inti atom tersebut dapat terus-menerus berada dalam keadaan terikat dan stabil disebabkan karena
gaya-gaya yang memiliki nilai yang akurat ini.
38

Ketika kita memperhatikan ukuran atom yang sangat kecil dan kemudian jumlah keseluruhan
atom di jagat raya, sungguh tidak sepatutnya kita tidak mampu memahami adanya keseimbangan dan
rancangan yang luar biasa pada alam ciptaan Allah ini. Sungguh jelas bahwa gaya-gaya fundamental di
alam telah diciptakan Allah secara khusus dengan ilmu, hikmah dan kekuasaan yang maha besar.
Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil
pelajaran. QS. Al-An’aam, 6:80)

Ruang Kosong pada Atom


Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bagian terbesar dari sebuah atom terdiri dari ruang
kosong. Mungkin kita bertanya-tanya dalam hati: “Mengapa mesti ada ruang kosong ini?” Marilah kita
merenung sejenak. Secara sederhana, atom terdiri atas sebuah inti yang dikelilingi oleh elektron-
elektron. Antara inti dan orbit elektron ini tidak dijumpai partikel atau benda kecil apapun. Jarak
mikroskopis (yang padanya tidak dijumpai partikel apapun) ini ternyata sangat besar jika dilihat dari
skala atom. Kita dapat memisalkan skala ini sebagaimana berikut: jika sebutir kelereng berdiameter 1
cm mewakili elektron yang terdekat dengan inti atom, maka inti atom tersebut berada pada jarak 1 km
dari kelereng ini. Di bawah ini sebuah kutipan yang memberikan gambaran yang lebih jelas kepada kita
tentang dimensi ruang kosong pada atom.
Ruang kosong ini membawaw ketakjuban sekaligus keheranan pada seluruh ilmuwan.
Terdapat ruang kosong besar [yang mengisi ruang] antara partikel-partikel dasar [penyusun
atom]. Jika saya umpamakan proton dari inti atom oksigen sebagai kepala jarum yang tergeletak di atas
meja di depan saya, maka elektron yang berputar mengelilinginya akan membuat orbit lingkaran yang
melalui negeri Belanda, Jerman dan Spanyol (penulis kutipan ini hidup di Perancis). Oleh karenanya,
jika semua atom yang menyusun tubuh saya saling mendekatkan diri satu sama lain, hingga semua atom
ini saling bersentuhan, maka anda tidak akan mampu melihat saya lagi. Anda benar-benar tidak akan
pernah dapat melihat saya dengan mata telanjang. [Tubuh] saya akan [menjadi] sekecil partikel debu
seper sekian ribu milimeter.
Sampai di sini, kita telah memahami bahwa terdapat kemiripan antara ruang kosong pada sistem
paling kecil seperti atom dengan ruang kosong pada sistem paling besar seperti alam semesta. Ketika
kita arahkan penglihatan kita pada bintang-bintang, akan kita lihat ruang hampa sebagaimana ada pada
atom. Terdapat ruang hampa berjarak milyaran kilometer di antara berbagai bintang dan di antara
galaksi-galaksi. Namun, di kedua macam ruang hampa ini, terdapat sebuah keteraturan yang luar biasa
yang sulit dipahami akal manusia.
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan
Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat
sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali
39

kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
(QS. Al-Mulk, 67:3-4)
Sumber: www. Harun yahya .com.

Dari Atom ke Elektron Sampai Quark

SUDAH sejak lama orang berpikir, materi yang dilihat sehari-hari bisa terurai menjadi sesuatu
benda yang sangat kecil. Benda yang sangat kecil ini pula yang menyusun dan membentuk alam
semesta. Ide ini setidak-tidaknya sudah tercetus pada abad ke-6 SM di kalangan filsuf Yunani seperti
Leucippus, Democritus, dan Epicurus. Pandangan ini disebut “atomisme”. Benda kecil tersebut disebut
partikel elementer, yang dalam fisika modern didefenisikan sebagai partikel-titik yang tidak memiliki
struktur internal lagi.
Sejak zaman dahulu orang-orang sudah memikirkan perihal partikel elementer ini. Orang sempat
berpikir, air, api, tanah, dan udara adalah elemen dasar yang membangun alam semesta. Namun tentu
saja hal diatas adalah mitos belaka. Api jelas adalah bentuk energi, sementara air, tanah, dan udara
adalah materi itu sendiri. Walau demikian, ide dari pencarian elemen fundamental itu adalah sebuah hal
yang jenius yang patut dicermati dan diseriusi.
Artikel ini akan bercerita tentang perjalanan panjang umat manusia dalam pencarian partikel
elementer tersebut. Bagaimana partikel itu berkombinasi dan berinteraksi akan dibahas pada artikel
berikutnya.
Mencari partikel elementer
Richard Feynman, Nobelis Fisika 1965, dalam sebuah kuliahnya mengatakan, “Jika peradaban
dan pengetahuan manusia hancur dan musnah, dan cuma hanya satu kalimat pendek yang bisa
diwariskan ke generasi selanjutnya. Apakah kalimat pendek yang paling informatif itu? Jawabannya
teori atom. Materi terbentuk oleh atom-atom!”
Feynman benar. Ide materi di alam semesta ini tersusun dari atom-atom akan memudahkan
generasi berikutnya yang kehilangan semua arsip-arsip ilmu pengetahuan untuk cepat tanggap, untuk
memahami sifat-sifat benda tersebut secara lengkap maka yang harus dipelajari pertama adalah interaksi
antaratom yang menyusun benda tersebut. Itulah kenapa kita harus menemukan partikel elementer,
mempelajarinya dan memahaminya dalam rangka mencoba mengerti mekanisme alam semesta dan
isinya bekerja.
Eksplorasi struktur atom
Atom adalah partikel kecil dengan ukuran jari-jari 10-10 meter (atau 1 Amstrong). Namun,
atom bukanlah partikel elementer. Teori atom pertama kali disimpulkan John Dalton, dari Inggris (1766
– 1844) pada tahun 1803 dalam tiga hipotesis: (1) semua materi dibentuk partikel yang tak bisa lagi
40

diurai disebut atom, (2) atom-atom pada unsur tertentu memiliki karakter dan massa yang unik, dan (3)
tiga tipe atom eksis: unsur, molekul sederhana, dan molekul komplek.
Hipotesis kedua dan ketiga tidak ada masalah sejauh ini, kenyataannya inilah dasar pemahaman
kita pada ilmu kimia. Teori pertama, yang menyatakan atom sebagai partikel elementer, hanya bertahan
satu generasi. Joseph Thomson juga dari Inggris (1856 – 1940) berhasil menguraikan partikel bebas
dari atom dalam eksperimen sinar katoda pada tahun 1897. Fenomena ini membuktikan, atom memiliki
struktur internal, bukan partikel-titik. Partikel bebas bermuatan negatif yang ditemukan Thomson itu itu
kelak disebut elektron, partikel elementer pertama yang ditemukan manusia.
Penemuan ini mengubah gambaran orang tentang atom. Atom bukan lagi partikel-titik yang
tidak punya struktur internal. Orang mulai mereka-reka seperti apa atom itu. Mulanya Thomson
mengajukan model, atom terdiri dari elektron dan partikel positif lainnya dengan jumlah yang sama dan
terdistribusi merata, sehingga muatan totalnya adalah nol (netral). Thomson tidak menjelaskan posisi
dan pergerakan partikel-partikel itu, sehingga model Thomson ini dianologikan seperti roti tawar
dengan kismisnya.
Pada tahun 1911, murid Thomson, yaitu Ernest Rutherford dari Selandia Baru (1871 – 1937)
menghujani lempengan emas dengan partikel alfa (metode ini disebut “penghamburan” partikel), dan
teramati tidak semua partikel alfa dipantulkan lempengan emas. Sebagian besar malah diteruskan! Ada
begitu banyak bagian kosong dalam atom, tidak seperti model roti kismis Thomson.
Partikel alfa yang terpantul balik adalah karena mengenai sesuatu, yaitu inti atom (nukleus).
Rutherford menyimpulkan nukleus ini adalah partikel proton dan harus bermuatan positif, untuk
mengimbangi muatan negatif elektron, sehingga muatan total atom adalah netral.
James Chadwick dari Inggris (1891 – 1974) pada tahun 1932 menemukan netron sebagai salah
satu pembuat nukleus. Proton dan netron disebut juga partikel nuklei. Model atom kemudian berubah:
atom memiliki sebuah inti yang terdiri dari nuklei, dan elektron-elektron yang mengorbit
mengelilinginya. Model mirip tata surya. Model atom ini diperbaiki Niels Bohr, dengan
mempertimbangkan efek kuantisasi energi atom.
Keberhasilan menemukan tiga partikel penyusun atom ini ternyata tidak memuaskan orang
untuk sampai pada kesimpulan partikel elementer. Pada masa 1940-an, Perang Dunia ke-2 memicu riset
untuk meneliti dunia subatomik maju demikian pesatnya. Eksperimen menunjukkan hanya elektron yang
berperilaku cocok dengan teori partikel-titik, sementara proton dan netron tidak Misalnya saja, momen
magnet proton jika dihitung dengan teori partikel-titik akan menghasilkan 1, kenyataannya eksperimen
adalah 2,79!
41

Dirancanglah eksperimen untuk mencoba mengetahui apakah proton memiliki struktur internal.
Mereka memakai cara yang sama dengan Rutherford saat menemukan nukleus: menembakkan proton
dengan energi tinggi ke nukleus.
Mereka berpikir proton atau neutron akan keluar dari hasil tabrakan itu. Tapi yang keluar
partikel bernama pion. Mereka pikir inilah partikel penyusun proton atau netron. Namun, saat mereka
naikkan jumlah energi proton yang ditembakkan ke nukleus, bermunculanlah partikel lain, seperti
lamda, sigma, dan rho, sampai mereka kehabisan untuk menamai partikel-partikel baru tersebut. Ada
empat ratusan lebih partikel yang teramati saat itu, disebut juga partikel-partikel hadron. Tapi bukanlah
partikel elementer yang mereka cari. ***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/10/cakrawala/penelitian.htm

Inti Atom
Disamping penemuan adanya peluruhan radioaktif, penelitian yang dilakukan pada awal dekade abad 20
menghasilkan konsep tentang isotop. Soddy dan Fajans menyimpulkan bahwa unsur yang memiliki sifat
kimia yang sama memiliki nomor atom yang sama. Suatu atom tertentu suatu unsur yang sama dapat
memiliki sifat radioaktif dan massa yang berbeda. Suatu atom yang memilki sifat radioaktif yang sama
memiliki berat atom yang sama.
Penemuan isotop memulai lahirnya kembali teori Prout, yang pada akhir abad ke-19
menyatakan: Setiap unsur terbuat dari atom-atom hidrogen. Berdasarkan percobaan hamburan yang
dilakukan Rutherford, gambarannya sudah sangat jelas, bahwa setiap inti atom suatu unsur terbuat dari
inti hidrogen. Pandangan yang sangat familiar sekitar tahun 1913 adalah:
Suatu atom terdiri dari inti atom dan elektron yang berputar mengelilinginya.
Jumlah elektron sama dengan nomor unsur dalam susunan berkala, diberi notasi Z. Muatan
positif inti atom adalah +Ze, dengan e adalah muatan elektron.
Bilangan bulat yang mendekati berat atom disebut berat atom, A. Apabila inti atom terdiri dari
inti hidrogen, maka muatan totalnya +Ae. Akan tetapi muatan inti atom adalah +Ze, maka harus ada A-
Z elektron di dalam inti. Istilah proton mulai diperkenalkan oleh Rutherford pada tahun 1920.
Keberadaan pasangan proton-elektron di dalam inti kelihatannya sangat jelas, karena selama
peluruhan beta, elektron meninggalkan inti. Kenyataannya, tidak ada elektron di dalam inti dan peran
pasangan proton-elektron diambil-alih oleh neutron, dan penomena ini baru terjelaskan dua dekade
kemudian.
Pada tahun 1920-an, Gamow mempelajari teori peluruhan alfa dengan bantuan mekanika
quantum. Ternyata hukum mekanika quantum sangat tepat diterapkan terhadap inti atom. Akan tetapi,
para ahli fisika nuklir bingung dengan prinsip ketidakpastian Heisenberg. Prinsip ketidakpastian
42

menyatakan bahwa posisi dan momentum suatu patikel tidak dapat ditentukan pada saat yang sama.
Yang paling akurat adalah positron, yang lebih tidak pasti adalah kecepatannya, katakanlah:

x·p ~ h
Dimana h adalah konstanta Planck. Menurut teori di atas elektron sangat dekat dengan inti.
Dengan inti yang sangat kecil, posisi elektron sangat mudah ditentukan, selain itu momentumnya sangat
tidak pasti. Tentu saja ketidaktentuan momentum menyebabkan tidak tentunya energi (p=mv;
E=mv2/2=p2/2m). Dengan menghitung besaran besaran di atas untuk kasus elektron dan inti, kita
dapatkan bahwa elektron yang berada di dalam inti akan memilki energi yang sangat tinggi. Jalan ke
luar dari teori yang buntu ini dipecahkan oleh Rutherford yang dipublikasikan pada tahun 1920:
Hubungan pasangan proton-elektron di dalam inti sangat amat kuat daripada dalam atom hidrogen.
Sehingga suatu inti atom mengandung patikel neutral, yang massanya sama dengan proton. Nutron
ditemukan oleh Chadwick pada tahun 1932. Sangat menarik untuk dicatat, bahwa Fermi pada tahun
yang sama menunjukkan keharusan adanya neutrino di dalam suatu inti atom.
Sumber tulisan di atas : http://www.batan-bdg.go.id/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=5

10.2 Alam semesta Kompleks nan Sederhana


Alam semesta merupakan suatu sistem yang kompleks. Banyak hal yang dapat membrojol dari
sistem ini secara tiba-tiba. Namun dibalik kekompleksan alam semesta ini kita bisa menarik beberapa
aturan sederhana misalnya gaya yang mengatur gerakan benda-benda angkasa dapat dituliskan dalam
bentuk yang sederhana yang dikenal dengan hukum Gravitasi Newton (F = Gm1m2/r2, dengan m1 dan
m2 menyatakan massa benda yang berinteraksi, r adalah jarak kedua benda). Rumus ini dapat dipakai
untuk menjelaskan fenomena kompleks gerakan tiga benda langit yang sangat tidak teratur.
Usaha untuk mencari aturan-aturan sederhana dari alam semesta ini sudah dimulai sejak lama.
Ribuan tahun yang lalu orang beranggapan bahwa dunia yang kompleks ini tersusun dari atas empat
unsur sederhana: udara, api, air dan bumi. Tetapi kemudian orang menemukan bahwa ada yang lebih
fundamental atau lebih sederhana dari keempat unsur ini yaitu atom. Namun kemudian orang
menemukan ternyata atom terdiri dari inti atom yang kecil sekali dikelilingi awan-awan elektron. Di
dalam inti atom sendiri terdapat netron dan proton. Percobaan fisika lebih lanjut menunjukkan bahwa di
dalam tiap netron dan proton itu ternyata ada partikel yang lebih kecil yang disebut kuark (quarks).
Para fisikawan kemudian mengembangkan sesuatu teori yang disebut Teori Model Standar (TMS).
Menurut teori ini jagad raya yang demikian luas dan kompleks itu tersusun dari dua jenis partikel
sederhana yaitu kuark dan lepton. Ada 6 macam kuark yaitu kuark up (disingkat u), down (d), strange
(s), charm(c), beauty (b), dan top (t). Ada juga 6 macam lepton yaitu elektron (e), muon (?), tau (?),
43

neutrino-elektron (?e), neutrino-muon (??) dan neutrino-tau (??). Tiap lepton dan kuark mempunyai
antipartikelnya masing-masing yang memiliki massa yang sama dengan partikel itu tetapi muatan
listriknya berlawanan.
Keduabelas partikel ini mempunyai massa yang berbeda, seringkali mereka dikelompokkan
dalam 3 kelompok (3 generasi). Generasi pertama massanya yang paling ringan terdiri dari kuark u,
kuark d, neutrino-elektron dan elektron. Generasi kedua massa lebih besar, terdiri dari kuark c, kuark s,
neutrino-muon dan muon. Generasi ketiga yang massanya paling besar terdiri dari kuark t, kuark b,
neutrino-tau dan tau. Partikel di generasi pertama adalah partikel stabil (partikel ini yang membangun
benda-benda yang teramati). Sedangkan partikel generasi kedua dan ketiga merupakan partikel yang
tidak stabil, partikel-partikel ini akan meluruh dalam waktu singkat menjadi partikel generasi pertama.
Untuk membentuk jagad raya ini, ke-12 partikel ini harus saling beinteraksi. Menurut Teori
Model Standar ada empat macam gaya yang bertanggung jawab dalam interaksi partikel-partikel ini:
gaya gravitasi, gaya kuat, gaya lemah dan gaya elektromagnetik. Gaya gravitasi bertanggung jawab
pada benda-benda yang mempunyai massa. Gaya inilah yang bertanggung jawab pada peredaran planet-
planet dan gerakan benda-benda luar angkasa lainnya. Gaya elektromagnetik merupakan gaya antara
muatan-muatan listrik. Gaya inilah yang bertanggung jawab atas pembentukan molekul-molekul dan
reaksi-reaksi kimia. Kemudian gaya kuat adalah gaya yang bekerja pada partikel-partikel di dalam inti
atom atau gaya diantara kuark dengan kuark. Gaya inilah yang membuat proton dengan proton terikat
erat didalam inti atom walaupun muatan listriknya berlawanan. Tanpa adanya gaya kuat ini, didunia ini
mungkin tidak ada atom-atom, yan ada hanyalah satu jenis atom saja yaitu atom hidrogen. Sedangkan
gaya lemah adalah gaya yang bertanggung jawab pada proses peluruhan zat-zat radioaktif. Salah satu
keuntungan zat radioaktif adalah menentukan umur batuan.
Dengan 12 partikel dan empat gaya ini, ternyata banyak fenomena alam bisa dijelaskan. Bahkan
kita mampu menciptakan berbagai tekonologi yang kita nikmati sekarang ini seperti TV, telfon, internet,
satelit dan sebagainya. Dengan teori ini pula sekarang ini dikembangkan nanoteknologi, suatu teknologi
di masa mendatang yang berusaha merekayasa atom-atom atau molekul-molekul sehingga bisa
menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi manusia dimasa mendatang seperti baju pintar (baju
yang mengatur suhu), jendela pintar (dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk), superkomputer
(komputer yang beroperasi dengan kecepatan menakjubkan), terapi genetika (pengobatan melalui
genetika), materi yang 100 kali lebih kuat dari baja dan sebagainya.
Apakah kuark dan lepton adalah partikel yang paling sederhana? Belum tentu! Mereka berpikir
jika kuark adalah partikel yang paling sederhana, kenapa ada 3 generasi kuark? Tersusun dari apakah
kuark itu? Ini merupakan pertanyaan yang sedang dicari jawabnya oleh para fisikawan. Mereka masih
44

berusaha mencari aturan atau perumusan sederhana apa yang bisa membrojolkan berbagai fenomena di
alam semesta ini.

Biologi kompleks nan Sederhana


Makhluk hidup adalah makhluk yang kompleks. Jenisnya bermacam-macam dan bagian-bagian
tubuhnya sangat kompleks. Namun James Watson dan Francis Crick menemukan bahwa sistem yang
kompleks ini ternyata diatur oleh aturan yang sangat sederhana. Dan pengatur itu adalah dalam DNA
sel. Di dalam setiap sel terdapat rantai protein yang panjang sekali berbentuk seperti benang kusut.
Rantai ini dinamakan DNA (deoxiribose nucleic acid). Jika DNA dari satu sel ini disambung-sambung
maka panjangnya bisa setinggi manusia. Jika seluruh DNA dari seluruh sel pada seorang manusia
disambung-sambung satu sama lain maka panjangnya hamper sama dengan dengan jarak bumi ke bulan.
DNA berbentuk seperti double helix. Di bagian dalam (interior) double helix ini terdapat 4 basis:
adenine (A), thymine (T), guanine (G) dan cytosine (C). Basis ini tersusun menurut aturan yang sangat
sederhana yaitu A selalu berpasangan dengan T; C selalu berpasangan dengan G. Aturan sederhana yang
menyusun A,T , C, G inilah yang bertanggung jawab pada berbagai bentuk fisik makhluk hidup seperti
hidung mancung manusia, kulit loreng harimau, belalai gajah, sayap berwarna-warni kupu-kupu dan
sebagainya.

Sumber : Koran Tempo (8 April 2004)


http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1133612299&4
45

Pokok Bahasan 11. Selayang Pandang Metoda Ilmiah

11.1 Ilmu Pengetahuan


Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu obyek
tertentu, termasuk ke dalamnya adalah ilmu. Jadi, ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang
diketahuai manusia, seni dan agama juga bagian dari pengetahuan manusia.
"Apakah yang akan terjadi sesudah manusia mati ?", pertanyaan ini tidak bisa diajukan kepada
ilmu melainkan kepada agama, ilmu membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup
pengalaman manusia, sedangkan agama memasuki daerah penjelajahan bersifat transdental yang berada
di luar pengalaman manusia.
Pertama ilmu harus menjelaskan sesuatu tentang alam, dari penjelasan ini manusia dapat
meramalkan sesuatu dan sekaligus mengontrol alam. Pengetahuan tentang longsor telah menjadi modal
untuk meramal bahwa hujan yang akan datang bukit dekat rumah pak Suto akan longsor lagi.
Bermodalkan penjelasan dan ramalan, manusia berusaha mengontrol alam. Bagaimana supaya bukit pak
Suto tidak longsor, buat terasering dibukit itu dan tanami dengan tanaman keras.
Penjelasan yang dituju penelaahan ilmiah diarahkan kepada deskripsi mengenai hubungan
berbagai faktor yang terikat dalam suatu konstelasi yang menyebabkan timbulnya sebuah gejala atau
proses atau mekanisme terjadinya itu (anonim, 1984). Penjelasan ilmiah mengetengahkan telaah
mengapa sebuah benda bisa terapung, bukan penjelasan betapa nikmatnya terapung-apung di kolam
renang.
llmu mencoba mencarikan penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum
dan impersonal. Seni pada sisi lain dari pengetahuan mencoba mendsikripsikan sebuah gejala dengan
sepenuh penuh makna, seni memiliki sifat individual dan personal (anonim, 1984) Kita harus angkat
topi, kagum kepada nenek moyang. Mereka mencoba mengambangkan suatu pengetahuan untuk
menerangkan gejala alam. Mereka mengembangkan penafsiran tertentu terhadap peristiwa alam dengan
segala keterbatasannya, betapapun primitifnya, betapapun takhayulnya. Hujan dicurahkan dari langit,
panen jadi hancur. Oh, dewa hujan sedang dmarah karena kita lupa memberi sesajen.
Akal sehat dan mencoba-coba menmpunyai peranan penting dalam usaha mnausia menemukan
penjelasan gejala alam. Ilmu dan filsafat dimulai dengan akal sehat sebab tak mempunyai landasan
permulaan lain untuk berpijak. Tiap peradaban betapa pun promitifnya mempunyai kumpulan
pengetahuan yang berupa akal sehat. Berdasarkan akal sehat, adalah masuk akal setelah beberapa kali
mengamati terbit dan tenggelamnya matahari disimpulkan bahwa matahari yang berputar mengelilingi
bumi (Anonim, 1984).
46

Perkembangan selanjutnya adalah tumbuhnya rasionalisme, dari sekian banyak penjelasan yang
rasional, manakah yang benar, brkembanglah pembuktian yang dilakukan dengan empiris yang berasal
dari Timur (dunia Arab) (Anonim, 1984).
Pengetahuan ilmiah tidak sukar diterima sebab pada dssarnya adalah akal sehat, meskipun ilmu
bukan sekedar akal sehat melainkan akal sehat yang terdidik. Pengetahuan ilmiah tidak sukar dipercaya,
meskipun tidak semua persoalan dapat dipecahkan dengan keilmuan. Itulah sebabnya kita memerlukan
pengetahuan yang lain untuk memenuhi kehidupan kita, sebab bagaimanapaun majunya ilmu, secara
hakiki dia adalah terbatas dan tidak lengkap. dibatasi oleh keterbatasan manusia.
Uraian di atas menyimpulkan bahwa kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran dengan
pembuktian karena pengalaman inderawi. Sesuatu yang tidak dapat diindera, maka ia dikatakan tidak
ilmiah. Robert Bacon yang menegenalkan metoda eksperiman Arab ke peradaban Eropa, positivisme
Comte yang mendasari metoda ilmiah yang bersifat empiris membuat ilmu pengetahuan maju pesat.
Sejak pertengahan abad ke 20, metoda ilmiah itu dipertanyakan. Kenapa ? karena di dunia ini
begitu banyak fakta, tetapi metoda ilmiah tak mampu membukanya. Ilmu-ilmu ke-alam-an telah maju
pesat, ada hasil berupa teknologi : mobil, televisi, pesawat sampai bom nuklir. Tetapi ilmu tentang
manusia begitu susah. Tak ada teori yang secara umum berlaku dalam semesta kemasyarakatan. Bila
dalam ilmu alam dikenal banayk teori yang tak dapat ditumbangkan, teori tentang cahaya, teori
gelombang Maxwell, teori relativitas Einstein. Dalam ilmu sosial teori demikian tak ada. Manusia meski
ia benda semesta, ia bukan mesin, bukan benda kimia. Asam dengan basa bereaksi jadi garam, hari ini
begitu, besokpun begitu. Tapi manusia lain, hari ini diberi seribu rupiah diam, esok seribu lagi masih
diam, dua hari lagi di beri seribu mulai bersungut dan hari berikutnya mulai unjuk rasa. Tak ada tempat
pengujian (semacam laboratorium berisi manusia) yang menunjukkan hasil yang sama terhadap bentuk
eksitasi yang sama.
Karena tidak mampu menerangkan semesta (terutama manusia), akhir-akhir ini metoda ilmiah
mulai dipertanyakan. Muncul metoda alternatif yang didasari faham penyangkalan : Falsifikasi.
Pelopornya adalah Karl Poper.
Metoda ilmiah memang terbatas. Ia hanya mampu mengkaji di domain impersonal sama sekali
tak mampu berbicara tentang manusia. Ketika telespkop berakhir dan mikroskop dimulai, bertanya
Victor Hugo, manakah diantara keduanya yang lebih mampu menyingkap panorama lembayung senja,
diantara dua hati yang saling jatuh cinta ? Tak ada, tak ada......

11.2 Metoda Ilmu


Metoda ilmiah merupakan prosedur untuk mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi,
pengetahuan dapat disebut ilmu bila cara memperolehnya mengikuti syarat syarat tertentu. Syarat
syarat tersebut adalah suatu metoda, metoda ilmiah.
47

Metoda, menurut Senn dalam Anonim (1984) merupakan prosedur atau cara mendapatkan
sesuatu yang mempunyai langkah langkah sistematis. Metodologi (dari metoda dan ogi) merupakan
kajian yang mempelajari peraturan-peraturan dalam metoda ilmiah.
Karena masalah yang dihadapi ilmu adalah dunia nyata, jawabannya harus nyata pula. Ilmu
dimuli dengan fakta dan diakhiri dengan fakta, kata Einstein dalam Anonim (1984). Secara sederhana
teori ilmiah harus memenuhi dua syarat utama. Pertama, teori ilmiah harus konsi-ten dengan teori teori
sebelumnyya. Kedua, harus cocok dengan fakta-fakta empiris, sebab teori yang bagaimanapun
konsistennya kalau tidak didukung oleh pengujian empiris tidak dapat diterima kebenarannya secara
ilmiah. Sebuah teori harus melewati bukit logika, bukit gagasan atau dugaan dan bukit pengujian. Tiga
bukit ini dihubungkan dengan jemba-tan yang sering diungkap dengan logiko-hpotetiko-verivik-asi.
Jembatan inilah intisari metoda ilmiah.
Penjabaran lebih lanjut dari metoda ilmiah terdiri beberapa langkah langkah :

1. Perumusan masalah
2. Penyusunan kerangka berfikir dalam pengjuan dugaan (=hipotesa). Kerangka berfikir ini
disusun secara logis berdasarkan premis-premis ilmiah
3. Perumusan hipotesa
4. Pengujian hipotesa
5. Penarikan kesimpulan.
Hipotesa diterima bila fakta yang ada mendukung kebenaran hipotesa. Hal yang sebaliknya
terjadi bila tak ada fakta yang mendukung kebenaran hipotesa. Pengertian kebenaran disini harus
diterima sebagai kebenaran pragmatis. artinya bahwa sampai sat ini belum terdapat fakta yang
menyatkan sebaliknya.
Seluruh langkah di atas harus ditempuh, meskipun pada prakteknya tak dapat dihindari secara
implisit terdapat lompatan-lompatan. Langkah yang satu tidak statis diam ditempatnya, substansi
langkah yang satu menjadi landasan atau penerang bagi langkah yang lain. Metoda ilmiah bukan acara
ritual. Karenanya, langkah-langkah ini bervariasi. Winarno (1990) mengungkapkannya menjadi 10
langkah (memiliih masalah, studi eksploratif, merumuskan masalah, teori dan sumsi dasar, merumuskan
hipotesa, menetapkan tekniik menguji hipotesa, menentukan jadwal, melaksanakan data, mengolah
data, menyyimpulkan hasiil, mengumumkan hasil). Nazir dalam Sanim (1994) membaginya menjadi 9
proses. Pakar yang lain ada yang membaginya menjadi 7 atau 6 langkah.
Pengemban ilmu (yang sering dkatakan sebagai ilmuwan) selalu dijiwai metoda ilmiah akan
memiliki cara berfikir dan sikap berfikir ilmiah. Cara berfikir ditunjukkan dengan logisnya pemikiran,
sistematis, kritis dan analitis. Sikap berfikir ilmiah menunjukkna sikap yang selalu ingin tahu, obyektif
(didalamnya termasuk universe, ajeg), terbuka, jujur, kreatif dan inovatif.
48
49

Pokok Bahasan 12. Selayang Pandang Metodologi


Penelitian Bidang Teknologi

Berkembangnya bidang teknologi di sekitar memerlukan suatu pemahaman tentang penelitian


bidang teknologi. Penulis berusaha menyampaikan berbagai bentuk (kategori, jenis atau macam ?)
penelitian bidang teknologi yang dapat dikembangkan
Banyak pakar yang telah mengklasifikasikan bentuk penelitian. Sanim (1994) membagi menjadi
5 ( Penelitian sejarah, Metoda eksperimen, Metoda filsafat, Metoda diskriptif, Metoda grounded).
Kartono (1990) berdasarkan tujuannya membagi 3 (Penelitian eksploratif, development dan verivikatif)
tetapi berdasar berlangsungnya prosedur penelitian terbagi penelitian historis dan eksperimental.
Surakhmad (1990) merincinya menjadi 3 (Penelitian historik, Penelitian diskriptif, Penelitian eksperimen
).Masih banyak lagi pembagian yang tak mungkin disebutkan satu persatu di sini. Arikunto (1989);
Faisal, S. (1989); Kartono, K. (1990).
Umar (1993) dalam kaitannya dengan studi tentang Metoda Penelitian Bidang Teknologi
menyatakan berbagai metoda penelitian bidang teknologi terdiri :
1. Metoda Penelitian teoritik/fundamental
2. Metoda Pemnelitian eksperimental
3. Metoda Penelsitian rekayasa
4. Metoda Penelitian Kualitataif
Penelitian kualitatif ini dipisahkan menjadi 3
1. Penelitian diskriptif
2. Penelitian Eksploratori
3. Penelitian Eksplanatori

Tahun 1996 penulis pernah bertemu dengan Faraz Umar, ada beberapa hal yang penulis
memerlukan penjelasan. Pada kesempatan ini sebenarnnya penulis sekedar penyambung lidah dari
tulisan dosen ITB tersebut (dengan beberapa penyuntingan agar tidak terlampau tebal, serta beberapa
contoh yang penulis tambahkan untuk memperjelas). Tahun 1998 penulis sempat bertemu dengan
Sutrisno (Fisika ITB), yang tulisannya juga dijadikan acuan penulisan oleh Faraz Umar, beberapa
penjelasan juga penlis dapatkan. Semoga penyambungan lidah ini bermanfaat.

12.1 Metoda Penelitian Teoritik


Tjia dalam Umar (1993) menyatakan adanya karakteristik pokok penelitian teoritik :
1. Landasan kerangka analitis
Landasan yang jelas bagi persoalan yang diteliti. Landasan ini dapat berupa teori baku, model
teoritis,bahkan hipotesa fenomena yang bersangkutan
50

2. ‘Tool analisis” yang terdiri dari rumusan matematik bagi persoalan yang diteliti berdasarkan
teori bersangkutan, serta taknik perhitungan atau penyelesaian yang tepat. Teknik ini dapat
bersiafat analisis/aljabar ataupun numerik

Langkah-langkahnya :
1. Identifikasi masalah
2. Penentuan landasan kerangka analisis sehingga dihasilkan hipotesa atau model, atau teori
yang harus diuji.
3. Rumusan matematik (Pers Diff, Pers Int, Pers Aljabar)
4. Perhitungan/Penyelesaian yang dapat dilakukan dengan metoda analisis atau metoda numerik
5. Penafsiran dan Evaluasi hasil

Metoda penelitian teoritik artinya sebuah penelitian yang menggunakan metoda seperti metoda
yang digunakan untuk menghasilkan teori. Contoh metoda penelitian teoritik yang menghasilkan teori
adaalah penelitian Einstein yang akhirnya mengemukakan teori relativitasnya. Pernyataan sekitar tahun
1905 ini berdasarkan penyelesaian persamaan matematis.
Penggaunanan metoda penelitian teoritik tidak harus menghasilkan teori. Metoda penelitian
teoritik masa kini banyak digunakan oleh peneliti dalam mempelakari fenomena alam yang
menghasilkan model-model matematik

12.2 Metoda Penelitian Eksperimental


Metoda Eksperimen dikembangkan oleh sarjana-sanrjana Muslim pada abad keemasan Islam
antara abad 9 sampai 12. Semangat mencari kebenaran yang dimulai pemikir-pemikir Yunani dan hanpir
padam dengan jatuhnya kekaisaran Romawi dihidupkan kembali dalam Kebudayaan Islam. Jika orang
Yunani adalah bapak angkat metoda ilmiah, simpul H.G. Wells, “maka orang Muslim adalah bapak
angkatnya” (Suriasumantri, 1988). Metoda ini menguji penjelassan terotitis, apakah sesuai dengan
kenyataan empiris atau tidak. Eksperiman ini dimulai oleh ahli al-kimia yang mulanya didorong
mendapatkan “obat ajaib awet muda” dan “rumus membuat emas dari logam biasa”. Obat yang
dihasilkan harus dicoba, juga rumus logam-emas tersebut, perlu dieksperimen.
Eksperimen juga menghasilkan informasi menyangkut hubungan atau interaksi antar komponen
dalam sebuah sistem, serta hubungan antara sifat-sifat komponen dengan perilaku sistem secara
keseluruhan. Dalam suatu eksperiman, cuplikan dari dunia nyata diberi perlakuan berupa lingkungan
buatan yang dapat dikendalikan dan diubah, sehingga pengaruh alam sekitar dapat dibuat minimum dan
kemudian dilakukan observasi.
Sebagai contoh dikemukakan disini (Umar 1993). Hendak diperiksa teori kapasitas kalor
berkaitan dengan teori kuantum statistik tentang getaran kisi, ada dua teori yang hendak diteliti, yaitu
teori Einstein dan terri Debye. (jadi sebelumnya ada penelitian teoritik, pen.) Penelitian ekperimen
tersebut hendak menguji seberapa jauh relasi matematik yang diturunkan dari teori itu (model
51

matematisk teoritis itu sebagai hipotesanya) didukung dengan pengukuran kapasitas kalor pada
perbagai suhu. Hasilnya, model Einstein sesuai untuk suhu rendah, kapasitas kalor model Debye sesuai
untuk suhu tinggi.
Pada bebrapa keadaan sifat stokastik (?) sistem amat menonjol (misalnya pada pertanian adan
peternakan) sehingga diperlukan banyak teknik inferensi statistik. Kendali eksperimen tidak dilakukan
dengan membuat kondisi lingkungan yang terkendali dengan ketat, namun dengan membandingkan
perlakukan yaitu variasi dari variabel independen dengan sistem kontrol yang tidak mengalami
perlakuan untuk menguji adanya pengaruh perlakuan. Pada penelitian ini tidak mudah menentukan
hubungan kausal (sebab akibat) antara satu variabel dengan yang lain.
Dibawah ini disertakan diagram penelitian ilmiah dari Sutrisno dalam Umar (1993). Dari
diagaram tersebut nampak bahwa kegiatan eksperimen dapat dilakukan pada suatu cuplikan, yang
untuk proses generalisasinya butuh proses induktif. Eksperismen dapat juga dikenakan pada sistem
besar dan sistem alami, sehingga memperoleh lingkungan eksperimen buatan atau lingkungan
eksperimen alami. Lingkungan eksperimen buatan misalnya seorang dosen hendak meneliti pengaruh
pupuk nitrogen terhadap produksi padi. Ia dmembuat petak-petak percobaan yang sebagian petak
diberi upuk dan sebagian lain tidak
Eksperimen dengan sistem besar atau alami dicontohkan oleh Umar (1993) adalah penelitian
tentang gunung berapi. Pada penelitian seperti ini, tidak dapat memberi perlakuan pada sistem yang
dikaji, sehingga yang dapat dilakukan hanyalah mengadakan obserbasi. Observasi data dilakukan
dengan aktif dan pasif. Dengan aktif artinya memberikan eksitasi pada sistem kemudian melakukan
pengukuran variabel sistem, observasi secara pasif yaitu sekedar memasang sensor lalu mencatat
parameternya. Benyamin Franklin pernah mengadakan eksperimen dengan menaikkan layang-layang
ketika hujan. Madame Curie terganggu kesehatannya setelah berkali-kali mengadakan eksperimen
dengan radiaoaktifnya. .
Perlu dicatatt bahwa penelitian eksperimen tidak selalu menggunakan eksperimental desaign
(perancangan percobaan dengan analisis variann, yang dimulai oleh Fisher 1925, bukankah madame
Curie dan Benyamin Franklin hidup lebih awal). Bom atom di eksperimen cukup satu kali di Gurun
Nevada sebelum di lempar ke Hiroshima.

Badan pengetahuan
analitik Dugaan dari Pengalaman dan observasi, literatur
atau dari prediksi gerjala baru
52

Teori

Hipotesa

Penyiapan sistem yang diselidiki : 1. Cuplikan besar


2. Sistem besar
3. Sistem Alami

Penyiapan Lingkungan Eksperimen :


1. Buatan (Eksperimen)
2. Alami

Penyiapan Instrumen Observasi dan Pengambil Data

Pengolahan data dan


Interpretasi

Gejala Baru Diseminasi

Diagram penelitian ilmiah Sutrisno dalam Umar 1993

Dari analisis teori akhirnya disimpulkan bahwa medan maknit di suatu tempat besarnya adalah
sebesar X. Peneliti kemudian datang ke tempat tersebut dan mengukurnya, fakta empiris menunjukkan
bahwa besarnya Y. Terlepas dati kesimpulan ditolak atau diterimanya hipotesa sang peneliti, ia telah
melakukan penelitiaan eksperimen.

12.3 Penelitian Rekayasa


Penelitian rekayasa (enginering) adalah suatu kegiatan perancangan (design) yang tidak rutin,
sehingga didalamnya terdapat kontribusi baru, baik dalam bentuk proses, produk ataupun prototipe.
Kegiatan perancangan itu sendiri pada dasarnya merupakan usaha secara intelektual untuk
memenuhi tuntutan tertentu dengan cara optimal ditinjau dari aspek teknis, ekonomis, sosial, budaya
53

dan lingkungan. kegiatan perancangan sangat beragam, pengertian diatas adalah salah satunya yang
dikutip oleh Bagiansa dalam Umar (1993).
Ciri kegiatan penelitian rancangan adalah (Umar, 1993)
1. Merupakan kegiatan kreatif yang dilandasi oleh pemahaman yang baik atas bidang keilmuan
berikut yaitu : Matematika, fisika. kimia, mekanika, termodinamika, hidrodkimia,listrik,
teknik produksi, teori perancangan dan pengetahuan praktis serta pengalaman dalam bidang
khusus.
2. Merupakan optimasi atas tujuan tetentu dalam berbagai kendala yang ada bahkan saling
bertentangan
3. Mengandung tahapan utama sebagai berikut :
a. Ide dan kejelasan tugas
b. Konseptual rancangan
c. Susunan, geometri, kefungsian
d. Rancangan detail
e. Pembuatan prototipe/model
f. Pengujian, tujuannya untuk mencari unjuk kerja,untuk menentukan kriteria khusus, atau
mencari hubungan antara parameter yang berpengaruh atas kerja prototipe/model .

Metoda penelitian rekayasa banyak dilakukan oleh disiplin mesin, elektro. Penelitian
menghasilkan suatu desain pembuatan prototipe atau model yang dapat langsung diaplikasikan,
sehingga penelitian ini lebih mengarah pada penelitian terapan.
Pernyataan yang lebih operasional dinyatakan oleh Anonim (1994), penelitian rekayasa adalah
penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kenerja
sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi rancangna
yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang terbaik, dan membuktikan bahwa
rancangan yang dipilih dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan secara efisien,efektif dan dengan
biaya yang murah. Penelitian perangkat lunak komputer dapat digolongkan dalam penelitian rekayasa

12.4 Penelitian Kualitatif


Penelitian kualitatif sering kali digunakan dalam penelitian sosaial. Dalam bidang tekologi
metoda penelitian kualitatif banyak digunakan misalnya dalam bidang pengembangan wilayah
(planologi) dan arsitektur
Sebagai salah satu bentuk metoda yang dapat digunakan dalam penelitian bidang teknologi,
penelitian kulaitatif terdiri dari 3 bentuk
1. Penelitian diskriptif
penggambaran secara tepat sifat-sifat individu maupun informasi gejala/hal-hal khusus contoh
: seorang mahaisiswa mendiskripsikan karakteristik tembakau yang ditannam di bawah
naungan setelah mengalami proses pengeringan.
2. Penelitian Eksploratori
Penelitian yagn bersifat menjelajah memperdalam pengetahuan. Vredenbregt (1984)
menyatakan bahwa “ Kita dapat menyifatkan penelitian ini sebagai tahgap pertama dari
54

sutu penelitian lebih lanjut yang pada akhirnya bertujuan untuk menguji satu atau
beberapa hipotesa.”
3. Penelitian Eksplanatori.
Penelitian bersifat menerangkan merlalui
a. menguji hipotesa atau
b. Menjelaskan hubungan sebab akibat

Seorang mahasiswa hendak menguji hipotesa jika putaran drum perontok gabah rpm- nya
semakin tinggi maka dihasilkan prosentase beras patah yang tinggi (penelitian ekspalanatori).
Sebelumnya seorang mahasiswa mengadakan penelitian besarnya impuls dan momenturm yang
dibutuhkann untuk melepas segbutir gabah dari tangkainya (eksploratori)
Untuk mengetahui lebih lanjut tetang penelitian kualitataif ini, pembaca disilahkan melihat buku
tulisan Vredenbregt (1984).
55

Pokok Bahasan 13. Manusia

Tulisan ini aslinya berjudul : IKHLAS : bersama Ruang dan Waktu. Ditulis : T. Djamaluddin.
Agar mudah dimengerti penyunting membaginya menjadi 2 sub bab.

13.1 Ruang dan waktu


Sejarah ruang dan waktu tidak terlepas dari sejarah alam semesta. Ruang dan waktu terbentuk
bersamaan dengan pembentukan alam semesta. Tidak ada ruang di luar alam semesta. Dan tidak ada
waktu sebelum ada alam semesta. Namun, dalam kajian fisika definisi waktu telah disederhanakan, tidak
tepat lagi dengan pemahamanan manusiawi. Kadang sulit difahami dengan nalar awam.
Dalam kehidupan sehari-hari, pengalaman manusiawi terbagi dalam dua kelompok: Hal-hal yang
objektif yang dapat dikenali dengan pancaindera tersebar dalam ruang. Sedangkan hal-hal subjektif (ide,
pemikiran, kesadaran diri, emosi, dan sejenisnya) tersebar dalam waktu. Tidak dapat digambarkan
dalam dunia nyata, tetapi mengungkapkan waktu masa lalu, sekarang, dan akan datang. Dalam fisika,
waktu disederhanakan hanya apa yang tampak pada arloji atau pengukur waktu lainnya (misalnya,
detak jantung, jumlah ayunan bandul, rotasi bumi, atau getaran atom).
Artikel ringkas ini sekilas mengulas sejarah alam semesta yang juga sejarah raung dan waktu.
Dimulai dengan bahasa universal untuk memahami bagaimana alam bercerita tentang sejarah dirinya.
Kemudian sekilas mengenal posisi kita – manusia – di alam semesta yang sebenarnya secara fisik tidak
ada artinya dibandingkan dengan keluasan alam raya. Upaya memahami sejarah lahirnya alam semesta
beserta evolusinya diulas dengan hasil-hasil sains terbaru diungkapkan secara ringkas mulai dari alam
semesta secara keseluruhan sampai tata surya dan bumi. Juga diulas evolusi alam semesta dalam
persepsi Al-Quran.
Walau tidak dibahas secara mendalam, ulasan tentang evolusi alam dimaksudkan juga untuk
meluruskan antipati ummat terhadap sains karena kontroversi yang bersumber dari analisis yang keliru.
Evolusi (termasuk evolusi makhluk hidup) adalah keniscayaan di alam yang sering disalahartikan dan
dirancukan banyak orang hingga banyak ditentang kaum agamawan yang tidak faham. Analisis
sosiologis digunakan untuk membantah teori sains, suatu hal yang tidak tepat.
Terakhir, untuk memaknai penjelajahan intelektualitas berbasis sains tersebut, diulas sekilas
makna ikhlas dari pemahaman sejarah ruang dan waktu.

Bahasa Universal
Dalam astronomi, bahasa universal adalah cahaya atau lebih umumnya gelombang
elektromagnetik (EM), termasuk sinar-X, sinar ultra violet, sinar infra merah, dan gelombang radio.
56

Semua benda langit bercerita tentang dirinya dengan pancaran gelombang EM. Fisika dan matematika
menjadi juru bahasanya.
Objek yang sangat panas, seperti pada peristiwa tumbukan materi yang sangat kuat akibat
tarikan Lubang Hitam (Black Hole), bercerita tentang dirinya dengan pancaran sinar-X. Dengan fisika
dapat ditafsirkan bahwa objek itu sangat panas dan dapat dikaji apa yang mungkin menyebabkannya.
Objek-objek yang sangat dingin, seperti "embrio" bintang (protostar), bercerita banyak kepada
astronom dengan pancaran sinar infra merah dan gelombang radio. Galaksi-galaksi yang sedang berlari
menjauh memberikan pesan lewat spektrum cahayanya yang bergeser ke arah merah (red shift).
Sayangnya, sebagian besar materi di alam semesta tak memancarkan gelombang EM tersebut.
Itulah yang dinamakan "dark matter" (materi gelap). 'Materi gelap' itu mencakup objek raksasa yang
runtuh ke dalam intinya (misalnya Black Hole atau Lubang Hitam yang menyerap semua cahaya),
objek seperti bintang namun bermassa kecil hingga tak mampu memantik reaksi nuklir di dalamnya
(yaitu objek katai coklat), atau partikel-partikel subelementer. Penemuan di penghujung abad 20 baru
lalu bahkan lebih mengagetkan (karena tidak terduga sebelumnya) para pakar kosmologi sendiri:
Ternyata hanya 4% isi alam semesta yang kita kenali materinya (materi barionik, terbuat dari proton dan
netron). Selebihnya 23% 'materi gelap' (non-barionik) dan 73% berupa 'energi gelap' (dark energy,
istilah baru dalam kosmologi modern).
'Materi gelap' ini ibarat orang bisu. Kita tak dapat mendengar kisah mereka tetapi kita yakin
mereka ada dihadapan kita. Kita hanya bisa menangkap isyarat-isyarat yang diberikannya.
Isyarat-isyarat tak langsung itulah yang ditangkap oleh para astrofisikawan untuk mendengar kisah
"materi gelap". Isyarat-isyarat itu bisa berupa pancaran sinar-X dari bintang yang berpasangan
dengan Black Hole atau dari efek gravitasi pada objek di dekatnya.
Sekedar contoh, inilah cara Black Hole bercerita bahwa dirinya ada. Pancaran sinar-X yang kuat
bisa bercerita bahwa di sana ada obyek yang sangat panas. Dengan telaah fisika kemudian diketahui
bahwa panas itu terjadi karena ada materi dari suatu bintang yang sedang disedot oleh benda yang kecil
bermassa sangat besar yang menjadi pasangannya. Materi yang jatuh pada bidang yang sempit di sekitar
benda penyedot itulah menimbulkan panas yang sangat tinggi yang akhirnya memancarkan sinar-X. Dari
isyarat-isyarat lainnya disimpulkan bahwa penyebab perpindahan materi itu adalah sebuah Black Hole
yang sedang menyedot materi dari bintang pasangannya, seperti teramati pada objek Cygnus X-1.
Kini di awal abad 21, 'materi gelap' makin gelap lagi. Observasi astronomi masih sulit
mendeteksi keberadaannya, karena mulai bergeser ke pengertian yang lebih sempit sebagai materi non-
barionik. Hanya fisika partikel yang kini diharapkan menjadi 'juru bahasanya' dari ungkapan-ungkapan
abstrak matematis. Dari tiga jenis partikel anggota 'materi gelap', baru netrino yang sedikit dikenali.
Selebihnya masih dianggap materi hipotetik: axion dan neutralino.
57

Evolusi Alam Semesta


Naluri manusia selalu ingin mengetahui asal usul sesuatu, termasuk asal-usul alam semesta.
Berbagai hasil pengamatan dianalisis dengan dukungan teori-teori fisika untuk mengungkapkan asal-
usul alam semesta. Teori yang kini diyakini bukti-buktinya menyatakan bahwa alam semesta ini
bermula dari ledakan besar (Big Bang) sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu. Semua materi dan energi
yang kini ada di alam terkumpul dalam satu titik tak berdimensi yang berkerapatan tak berhingga.
Tetapi ini jangan dibayangkan seolah-olah titik itu berada di suatu tempat di alam yang kita kenal
sekarang ini. Yang benar, baik materi, energi, maupun ruang yang ditempatinya seluruhnya bervolume
amat kecil, hanya satu titik tak berdimensi.
Tidak ada suatu titik pun di alam semesta yang dapat dianggap sebagai pusat ledakan.
Dengan kata lain ledakan besar alam semesta tidak seperti ledakan bom yang meledak dari satu titik
ke segenap penjuru. Hal ini karena pada hakekatnya seluruh alam turut serta dalam ledakan itu. Lebih
tepatnya, seluruh alam semesta mengembang tiba-tiba secara serentak. Ketika itulah mulainya
terbentuk materi, ruang, dan waktu.
Materi alam semesta yang pertama terbentuk adalah hidrogen yang menjadi bahan dasar bintang
dan galaksi generasi pertama. Dari reaksi fusi nuklir di dalam bintang terbentuklah unsur-unsur berat
seperti karbon, oksigen, nitrogen, dan besi. Kandungan unsur-unsur berat dalam komposisi materi
bintang merupakan salah satu "akte" lahir bintang. Bintang-bintang yang mengandung banyak unsur
berat berarti bintang itu "generasi muda" yang memanfaatkan materi-materi sisa ledakan bintang-
bintang tua. Materi pembentuk bumi pun diyakini berasal dari debu dan gas antar bintang yang berasal
dari ledakan bintang di masa lalu. Jadi, seisi alam ini memang berasal dari satu kesatuan.
Bukti-bukti pengamatan menunjukkan bahwa alam semesta mengembang. Spektrum
galaksi-galaksi yang jauh sebagian besar menunjukkan bergeser ke arah merah yang dikenal sebagai
red shift (panjang gelombangnya bertambah karena alam mengembang). Ini merupakan petunjuk
bahwa galaksi-galaksi itu saling menjauh. Sebenarnya yang terjadi adalah pengembangan ruang.
Galaksi-galaksi itu (dalam ukuran alam semesta hanya dianggap seperti partikel-partikel) dapat
dikatakan menempati kedudukan yang tetap dalam ruang, dan ruang itu sendiri yang sedang
berekspansi. Kita tidak mengenal adanya ruang di luar alam ini. Oleh karenanya kita tidak bisa
menanyakan ada apa di luar semesta ini.
Secara sederhana, keadaan awal alam semesta dan pengembangannya itu dapat
diilustrasikan dengan pembuatan roti. Materi pembentuk roti itu semula terkumpul dalam gumpalan
kecil. Kemudian mulai mengembang. Dengan kata lain “ruang” roti sedang mengembang. Butir-butir
58

partikel di dalam roti itu (analog dengan galaksi di alam semesta) saling menjauh sejalan dengan
pengembangan roti itu (analog dengan alam).
Dalam ilustrasi tersebut, kita berada di salah satu partikel di dalam roti itu. Di luar roti, kita
tidak mengenal adanya ruang lain, karena pengetahuan kita, yang berada di dalam roti itu, terbatas
hanya pada ruang roti itu sendiri. Demikian pulalah, kita tidak mengenal alam fisik lain di luar
dimensi "ruang-waktu" yang kita kenal.
Bukti lain adanya pengembangan alam semesta di peroleh dari pengamatan radio astronomi.
Radiasi yang terpancar pada saat awal pembentukan itu masih berupa cahaya. Namun karena alam
semesta terus mengembang, panjang gelombang radiasi itu pun makin panjang, menjadi gelombang
radio. Kini radiasi awal itu dikenal sebagai radiasi latar belakang kosmik (cosmic background
radiation) yang dapat dideteksi dengan teleskop radio.

13.2 Evolusi Alam dalam Perspektif AlQuran


Setelah menjelajah bukti-bukti observasi dan teori ilmiah tentang evolusi alam semesta, menarik
juga untuk meninjau aspek religius untuk diperbandingkan dengan aspek ilmiah itu. Walaupun hal ini
masih bersifat interpretasi yang masih dapat diperdebatkan.
Menurut Al-Qur’an, alam (langit dan bumi) diciptakan Allah dalam enam masa (Q.S. 41:9-12),
dua masa untuk menciptakan langit sejak berbentuk dukhan (campuran debu dan gas), dua masa untuk
menciptakan bumi, dan dua masa (empat masa sejak penciptaan bumi) untuk memberkahi bumi dan
menentukan makanan bagi penghuninya. Ukuran lamanya masa ("hari", ayyam) tidak dirinci di dalam
Al-Qur'an.
Belum ada penafsiran pasti tentang enam masa itu. Namun, bedasarkan kronologi evolusi alam
semesta dengan dipandu isyarat di dalam Al-Qur-an (Q.S. 41:9-12 dan Q.S. 79:27-32) dapat ditafsirkan
bahwa enam masa itu adalah enam tahapan proses sejak penciptaan alam sampai hadirnya manusia.
Lamanya tiap masa tidak merupakan fokus perhatian.
Masa pertama dimulai dengan ledakan besar (big bang) (Q.S. 21:30, langit dan bumi asalnya
bersatu) sekitar 10 - 20 milyar tahun lalu. Inilah awal terciptanya materi, energi, dan waktu. "Ledakan"
itu pada hakikatnya adalah pengembangan ruang yang dalam Al-Quran disebut bahwa Allah berkuasa
meluaskan langit (Q.S. 51:47). Materi yang mula-mula terbentuk adalah hidrogen yang menjadi bahan
dasar bintang-bintang generasi pertama. Hasil fusi nuklir antara inti-inti Hidrogen menghasilkan unsur-
unsur yang lebih berat, seperti karbon, oksigen, sampai besi.
Masa yang ke dua adalah pembentukan bintang-bintang yang terus berlangsung. Dalam bahasa
Al-Quran disebut penyempurnaan langit. Dukhan (debu-debu dan gas antarbintang, Q. S. 41:11) pada
proses pembentukan bintang akan menggumpal memadat. Bila intinya telah cukup panasnya untuk
59

memantik reaksi fusi nuklir, maka mulailah bintang bersinar. Bila bintang mati dengan ledakan
supernova unsur-unsur berat hasil fusi nuklir akan dilepaskan. Selanjutnya unsur-unsur berat yang
terdapat sebagai materi antarbintang bersama dengan hidrogen akan menjadi bahan pembentuk bintang-
bintang generasi berikutnya, termasuk planet-planetnya. Di dalam Al-Qur'an penciptaan langit kadang
disebut sebelum penciptaan bumi dan kadang disebut sesudahnya karena prosesnya memang berlanjut.
Inilah dua masa penciptaan langit. Dalam bahasa Al-Qura'an, big bang dan pengembangan alam
yang menjadikan galaksi-galaksi tampak makin berjauhan (makin "tinggi" menurut pengamat di bumi)
serta proses pembentukan bintang-bintang baru disebutkan sebagai "Dia meninggikan bangunannya
(langit) lalu menyempurnakannya" (Q.S. 79:28)
Masa ke tiga dan ke empat dalam penciptaan alam semesta adalah proses penciptaan tata surya
termasuk bumi. Proses pembentukan matahari sekitar 4,5 milyar tahun lalu dan mulai dipancarkannya
cahaya dan angin matahari itulah masa ke tiga penciptaan alam semesta. Proto-bumi ('bayi' bumi) yang
telah terbentuk terus berotasi yang menghasilkan fenomena siang dan malam di bumi. Itulahlah yang
diungkapkan dengan indah pada ayat lanjutan pada Q.S. 79:29, "dan Dia menjadikan malamnya gelap
gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.
Masa pemadatan kulit bumi agar layak bagi hunian makhluk hidup adalah masa ke empat. Bumi
yang terbentuk dari debu-debu antarbintang yang dingin mulai menghangat dengan pemanasan sinar
matahari dan pemanasan dari dalam (endogenik) dari peluruhan unsur-unsur radioaktif di bawah kulit
bumi. Akibat pemanasan endogenik itu materi di bawah kulit bumi menjadi lebur, antara lain muncul
sebagai lava dari gunung api. Batuan basalt yang menjadi dasar lautan dan granit yang menjadi batuan
utama di daratan merupakan hasil pembekuan materi leburan tersebut. Pemadatan kulit bumi yang
menjadi dasar lautan dan daratan itulah yang nampaknya dimaksudkan penghamparan bumi pada Q.S.
79:30, "Dan bumi sesudah itu (sesudah penciptaan langit) dihamparkan-Nya."
Menurut analisis astronomis, pada masa awal umur tata surya gumpalan-gumpalan sisa
pembentukan tata surya yang tidak menjadi planet masih sangat banyak bertebaran. Salah satu
gumpalan raksasa, 1/9 massa bumi, menabrak bumi menyebabkan lontaran materi yang kini menjadi
bulan. Akibat tabrakan itu sumbu rotasi bumi menjadi miring 23,5 derajat dan atmosfer bumi lenyap.
Atmosfer yang ada kini sebagian dihasilkan oleh proses-proses di bumi sendiri, sebagian lainnya berasal
dari pecahan komet atau asteroid yang menumbuk bumi. Komet yang komposisi terbesarnya adalah es
air (20% massanya) diduga kuat merupakan sumber air bagi bumi karena rasio Deutorium/Hidrogen
(D/H) di komet hampir sama dengan rasio D/H pada air di bumi, sekitar 0.0002. Hadirnya air dan
atmosfer di bumi sebagai prasyarat kehidupan merupakan masa ke lima proses penciptaan alam.
Pemanasan matahari menimbulkan fenomena cuaca di bumi: awan dan halilintar. Melimpahnya
air laut dan kondisi atmosfer purba yang kaya gas metan (CH4) dan amonia (NH3) serta sama sekali
60

tidak mengandung oksigen bebas dengan bantuan energi listrik dari halilintar diduga menjadi awal
kelahiran senyawa organik. Senyawa organik yang mengikuti aliran air akhirnya tertumpuk di laut.
Kehidupan diperkirakan bermula dari laut yang hangat sekitar 3,5 milyar tahun lalu berdasarkan fosil
tertua yang pernah ditemukan. Di dalam Al-Qur'an Q.S. 21:30 memang disebutkan semua makhluk
hidup berasal dari air.
Lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan
merupakan masa ke enam dalam proses penciptaan alam. Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis
sekitar 2 milyar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ke
enam itu pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempeng tektonik dan lahirnya rantai
pegunungan di bumi terus berlanjut.
Tersedianya air, oksigen, tumbuhan, dan kelak hewan-hewan pada dua masa terakhir itulah yang
agaknya dimaksudkan Allah memberkahi bumi dan menyediakan makanan bagi penghuninya (Q.S.
41:10). Di dalam Q.S. 79:31-33 hal ini diungkapkan sebagai penutup kronologis enam masa
penciptaan, "Ia memancarkan dari padanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh, (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang ternakmu".
Bagaimana akhir alam semesta? Kosmologi (cabang ilmu yang mempelajari struktur dan evolusi
alam semesta) masih menyatakan sebagai pertanyaan yang terbuka, belum ada jawabnya, mungkin terus
berkembang atau mungkin pula kembali mengerut. Namun Al-Quran mengisyaratkan adanya
pengerutan alam semesta, seperti terungkap pada QS 21:104. "Pada hari kami gulung langit, seperti
menggulung lembaran-lembaran kertas (makin mengecil) seperti Kami telah menjadikan pada awalnya,
begitulah kami mengulanginya."

Ikhlas Bersama Ruang dan Waktu


Teori relativitas telah menyatukan ruang dan waktu dalam dunia empat dimensi, dunia
ruangwaktu (ditulis bersambung sebagai satu kata). Dan secara matematis dirumuskan kuadrat selang
ruangwaktu = kuadrat selang waktu – kuadrat jarak ruang. Tanda minus berbeda dengan anggapan
awam untuk ruang dan waktu (menggunakan "dan", ruang dan waktu sebagai hal yang terpisah) yang
terbiasa dengan rumus phytagoras: kuadrat jarak = kuadrat selang sumbu x + kuadrat selang sumbu y.
Dalam dunia ruangwaktu, jarak bintang ke mata kita adalah "nol". Karena, misalnya, jarak bintang
(jarak ruang) 4 tahun cahaya. Cahaya bintang tersebut mencapai mata kita dalam waktu 4 tahun juga
(selang waktu). Jadi, selang/jarak ruangwaktu bintang tersebut adalah 0.
Dalam dunia ruang dan waktu (mengikuti hukum Newton, non-relativistik) senantiasa
kita berjalan ke masadepan secara perlahan dengan kecepatan satu hari tiap harinya. Tetapi kita juga
61

bisa berjalan ke masa depan dengan lebih cepat lagi ke tempat yang sangat jauh, misalkan dengan
pesawat antariksa berkecepatan mendekati cahaya. Inilah perjalanan relativistik, mengikuti hukum
relativitas. Dalam perjalanan relativistik, waktu berjalan relatif lebih lambat daripada waktu dalam
keadaan berdiam tidak ikut dalam perjalanan. Hal ini sudah terbukti pada partikel berenergi tinggi.
Waktu luruh (berubah menjadi partikel lainnya) partikel Muon sebenarnya dalam keadaan diam hanya
sepersejuta detik. Namun dalam perjalanan dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, waktu
luruhnya teramati oleh detektor yang diam bisa mencapai 50 kali lipat.
Apa makna batiniah dari semua fakta fisik ini? Kita tidak bisa mundur ke masa lalu. Kita
senantiasa maju menuju masa depan. Semakin cepat kita maju, semakin jauh jarak tempuh kita menuju
masa depan. Kita tetap merasa muda pada saat orang malas merasa tua. Kita senantiasa berubah,
berevolusi dengan kerangka waktu yang jauh lebih pendek dari evolusi alam. Tentunya, evolusi yang
kita harapkan adalah evolusi menuju perbaikan kualitas dan kuantitas. Kualitas iman yang makin
mantap, kualitas pribadi yang makin mapan, kualitas hidup yang makin sejahtera, dan kualitas keluarga
yang makin bahagia. Kuantitas ilmu yang makin bertambah, kuantitas amal yang makin meningkat,
kuantitas rizki yang makin bermanfaat, dan kuantitas pengikut yang mendoakannya. Ruang amal kita
semestinya berekspansi, meluas, dan makin variatif. Persahabatan dan jaringan kerja selayaknya terus
bertambah. Ruang gerak kreatif-inovatif seharusnya makin terbuka.
Lalu apakah fisik jasmaniah dan batiniah kita dibiarkan berevolusi mengikuti alur perkembangan
ruang dan waktu kita tanpa tuntunan? Semestinya tidak dibiarkan lepas tanpa kendali. Penyesatan dan
pencemaran qalbu bisa mengubah sebagalanya keluar dari jalan yang diridhai-Nya. Taqarrub,
pendekatan diri kepada-Nya adalah penuntunnya. Kebersihan jiwa yang ikhlas semestinya yang
melandasi perjalanan ruang dan waktu kita. Ikhlas bermakna bersih dari segala pamrih selain dari
mengharap ridha-Nya. ■
62

Daftar Pustaka
Anonim. 1984. Mteri dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V. Buku IA Fuksafat Ilmu. Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Terbuka

Arief Budi Witarto Bioteknologi di Indonesia: Kondisi dan Peluang. dalam http://.ppi-jepang.
org/article php?id=174 di download 13 September 2006

Djamaluddin, 2005. IKHLAS:Bersama Ruang danWaktu. Naskah artikel asli pada Booklet kalender
2005. Percikan Iman. Di download 13 september 2006

Florman, S.C. 1985. Suatu Kesesatan yang Membahayakan dalam Teknologi dan Dampak
Kebudayaannya. Editor Y.B. Mangunwijaya. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

http://library.usu.ac.id/modules.php?op=modload&name=Downloads&file=index&req=getit&lid=812
download : 23 Agustus 2006

http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1133612299&4 di down load antara agustus-


september 2006

http://www.Harun yahya .com.

http://www.korantempo.com (8 April 2004)

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0305/10/cakrawala/penelitian.htm

Mumford, L. 1985. Mitos Sang Mesin dalam Teknologi dan Dampak Kebudayaannya. Editor Y.B.
Mangunwijaya. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Salam, B. 2000. Sejarah Filsafat Ilmu dan Teknologi. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta

Semiawan, C; dkk. 1991. Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu. 1991. Penerbit Remaja Rosdakarya.
Bandung

Sudarsono, 2001. Ilmu Filsafat, Suatu Pengantar. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta

Suriasumantri, J. 1989. Ilmu dalam perspektif. Kumpulan karangan tentang hakekat ilmu.
Diterjemahkan dibawah Yayasan obor jakarta. Penerbit Gramedia

Umar, F. 1993. Metode Penelitian Bidang Teknologi. Makalah Penataran Metodologi Penelitian Bidang
Rekayasa. Cisarua 1-6 Nopember 1993
63

Daftar Isi
Pokok Bahasan 1. Manusia, Sang “Mesin” yang Berbudaya…………………………………. 3
1.1 Manusia menuju ke kesempurnaannya …………………………………………. 3
1.2 Makhluk berperkakas ……………………………………………………………… 4
Pokok Bahasan 2. Sejarah Ilmu Pengetahuan ………………………………………………… 6
2.1 Sebelum abad 20 …………………………………………………………………. 6
2.2 Abad 20 dan selanjutnya ………………………………………………………….. 9
Pokok Bahasan 3. Karakteristik Ilmu Pengetahuan ……………………………………. 10
3.1 Ilmu Sebagai Penjelas …………………………………………………………… 10
3.2 Keterbatasan Ilmu Pengetahuan, Kebenarannya Sementara ……………………… 11
Pokok Bahasan 4. Teknologi …………………………………………………………… 13
4.1 Logika dan Materialisme ………………………………………………………….. 13
4.2 Teknologi dan Industri …………………………………………………………… 15
Pokok Bahasan 5. Sarana Pengembangan Teknologi : Kualitatif dan kuantitatif ………. 16
5.1 Sifat Kualitatif …………………………………………………………………….. 16
5.2 Sifat Kuantitatif …………………………………………………………………… 17
Pokok Bahasan 6. Azas Pertama Teknologi : Azas Keteraturan Gejala Alam …………….. 20
Pokok Bahasan 7. Azas Kedua Teknologi : Tindakan Sistematis …………………………. 23
Pokok Bahasan 8. Azas ketiga teknologi : Kreativitas Manusia,
Rekayasa dan Rancangbangun ……………………………………….. 26
Pokok Bahasan 9. Bioteknologi ……………………………………………………………. 30
9.1 Memahami Bioteknologi …………………………………………………………. 30
9.2. Perkembangan Bioteknologi …………………………………………………….. 31
Pokok Bahasan 10. Fisika Nuklir (terkecil) dan Fisika alam raya (Semesta) ……………… 36
10.1 Atom …………………………………………………………………………….. 36
10.2 Alam semesta Kompleks nan Sederhana ……………………………………….. 42
Pokok Bahasan 11. Selayang Pandang Metoda Ilmiah …………………………………… 46
11.1 Ilmu Pengetahuan ……………………………………………………………….. 46
11.2 Metoda Ilmu …………………………………………………………………….. 48
Pokok Bahasan 12. Selayang Pandang Metodologi Penelitian Bidang Teknologi …………… 50
12.1 Metoda Penelitian Teoritik ……………………………………………………….. 50
12.2 Metoda Penelitian Eksperimental ………………………………………………. 51
12.3 Penelitian Rekayasa ……………………………………………………………… 54
12.4 Penelitian Kualitatif …………………………………………………………….. 55
Pokok Bahasan 13. Manusia ……………………………………………………………. 56
13.1 Ruang dan waktu ………………………………………………………………… 56
13.2 Evolusi Alam dalam Perspektif AlQuran ……………………………………… 59
Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………. 64
64

Pokok Bahasan 1. Manusia, Sang “Mesin” yang Berbudaya..........................................................................................3


1.1 Manusia menuju ke kesempurnaannya...................................................................................................................3
1.2 Makhluk berperkakas..............................................................................................................................................4
Pokok Bahasan 2. Sejarah Ilmu Pengetahuan.................................................................................................................6
2.1 Sebelum abad 20.....................................................................................................................................................6
2.2 Abad 20 dan selanjutnya.........................................................................................................................................9
Pokok Bahasan 3. Karakteristik Ilmu Pengetahuan......................................................................................................10
3.1 Ilmu Sebagai Penjelas...........................................................................................................................................10
3.2 Keterbatasan Ilmu Pengetahuan, Kebenarannya Sementara................................................................................11
Pokok Bahasan 4. Teknologi..........................................................................................................................................13
4.1 Logika dan Materialisme......................................................................................................................................13
4.2 Teknologi dan Industri..........................................................................................................................................15
Pokok Bahasan 5. Sarana Pengembangan Teknologi : Kualitatif dan kuantitatif........................................................16
5.1 Sifat Kualitatif.......................................................................................................................................................16
5.2 Sifat Kuantitatif....................................................................................................................................................17
Pokok Bahasan 6. Azas Pertama Teknologi : Azas Keteraturan Gejala Alam..............................................................20
Pokok Bahasan 7. Azas Kedua Teknologi : Tindakan Sistematis.................................................................................23
Pokok Bahasan 8. Azas ketiga teknologi : Kreativitas Manusia, Rekayasa dan Rancangbangun.............................26
Pokok Bahasan 9. Bioteknologi.....................................................................................................................................30
9.1 Memahami Bioteknologi......................................................................................................................................30
9.2. Perkembangan Bioteknologi................................................................................................................................31
Pokok Bahasan 10. Fisika Nuklir (terkecil) dan Fisika alam raya (Semesta)..............................................................36
10.1 Atom....................................................................................................................................................................36
10.2 Alam semesta Kompleks nan Sederhana : Alam semesta merupakan suatu sistem yang kompleks................42
Pokok Bahasan 11. Selayang Pandang Metoda Ilmiah..................................................................................................46
11.1 Ilmu Pengetahuan...............................................................................................................................................46
11.2 Metoda Ilmu........................................................................................................................................................48
Pokok Bahasan 12. Selayang Pandang Metodologi Penelitian Bidang Teknologi.......................................................50
12.1 Metoda Penelitian Teoritik.................................................................................................................................50
12.2 Metoda Penelitian Eksperimental.......................................................................................................................51
12.3 Penelitian Rekayasa............................................................................................................................................54
12.4 Penelitian Kualitatif............................................................................................................................................55
Pokok Bahasan 13. Manusia..........................................................................................................................................56
13.1 Ruang dan waktu................................................................................................................................................56
13.2 Evolusi Alam dalam Perspektif AlQuran...........................................................................................................59
Daftar Pustaka.................................................................................................................................................................64