Anda di halaman 1dari 2

Phosporic Acid

Asam fosfat (H3PO4) dapat diproduksi dengan 2 metode komersial utama yaitu wet process dan
thermal process wet process sejauh ini merupakan rute yang paling umum dan asam dapat
digunakan dalam produksi pupuk fosfat (DAP, MAP, SPA).

1. Wet Process

Konsentrasi asam fosfat biasanya dinyatakan sebagai% P2O5 (persen


fosforicanhidrida) daripada% H3PO4 (persen asam fosfat). Dalam wet process (lihat
gambar 1), asam fosfat diproduksi dengan mereaksikan asam sulfat (H2SO4) dengan
batuan fosfat yang terjadi secara alami. Reaksi ini juga membentuk kalsium sulfat
(CaSO4), yang biasa disebut sebagai gipsum. Gipsum yang tidak larut dipisahkan dari
larutan reaksi dengan penyaringan. Kondisi operasi umumnya dipilih sehingga kalsium
sulfat akan diendapkan dalam bentuk dihidrat atau hemihidrat, sehingga menghasilkan
26-32% P2O5 pada 70-80 ° C untuk presipitasi dihidrat dan 40-52% P2O5 pada 90-110 °
C untuk presipitasi hemihydrate. Penguapan pelarut lebih lanjut dapat dilakukan untuk
asam fosfat konsentrasi tinggi.
2. Thermal Process
Bahan baku yang digunakan untuk produksi asam fosfat dengan menggunakan
proses termal adalah unsur (kuning) fosfor, udara, dan air. Proses termal pembuatan asam
fosfat, seperti yang ditunjukkan secara skematis pada gambar dibawah melibatkan tiga
langkah utama: pembakaran(Combustion), hidrasi (Hydration) dan demisting.
Dalam pembakaran, larutan fosfor dibakar (dioksidasi) di udara sekitar di ruang bakar
pada suhu 1650 hingga 2760 ° C untuk membentuk fosfor pent oksida (Reaksi 2). hingga
5000 ° F 3000) fosfor pent oksida kemudian dihidrasi dengan H3PO4 encer atau air
menghasilkan cairan asam fosfat yang kuat (Reaksi 3). Demisting dilakukan untuk
menghilangkan uap asam fosfat dari aliran gas pembakaran sebelum dilepaskan ke
atmosfer.
Proses reaksi pada umumnya sebagai berikut:
P4 + 5O2 → 2P2O5 (2)
2P2O5 + 6H2O → 4H3PO4 (3)
Konsentrasi H3PO4 diproduksi dari proses termal biasanya berkisar antara 75 hingga 85
persen. Konsentrasi tinggi diperlukan untuk produksi kimia tingkat tinggi dan lainnya
pembuatan produk non-pupuk.