Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN

TENTANG PENYAKIT HERNIA DI RUANG MAWAR KUNING

RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Disusun Oleh:

1. Chosidatul Anisah
2. Indira Yulias Wihannusa
3. Mulya Firmanti Sholehani
4. Tita Aprilita
5. Nur Hasanah
6. Agustina Pujirahayu

PROGRAM PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MAJAPAHIT
MOJOKERTO
2018/2019

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) HERNIA

Topik : Hernia
Hari/tanggal : 04 Oktober 2018
Waktu/jam : 12.00 – 12.45 WIB
Tempat : Ruang Mawar Kuning RSUD Sidoarjo
Peserta : Keluarga Pasien di Ruang Ruang Mawar Kuning RSUD
Sidoarjo

1. Standart Kompetensi
Setelah mengikuti penyuluhan selama 45 menit diharapkan klien mampu
memahami tentang hernia
2. Kompetensi dasar
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit diharapkan klien mampu
a. Menjelaskan kembali tentang pengertian Hernia
b. Mengulang kembali Penyebab Hernia
c. Mengulang kembali Tanda Gejala Hernia
d. Menjelaskan Klasifikasi Hernia
e. Mengulang kembali Penatalaksanaan Hernia
3. Pokok Bahasan
Hernia
4. Sub pokok bahasan
a. Pengertian hernia
b. Penyebab hernia
c. Tanda gejala hernia
d. Klasifikasi hernia
e. Penatalaksanaan hernia
5. Materi
Terlampir
6. Metode penyuluhan
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
7. Media
a. Leaflet
b. Presentasi PPT
8. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi Struktur
a) Keluarga pasien hadir ditempat penyuluhan
b) Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Ruang Mawar
Kuning
c) Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelumnya
b. Evaluasi Proses
a) Keluarga pasien antusias terhadap materi penyuluhan
b) Keluarga pasien tidak meninggalkan tempat penyuluhan
c) Keluarga pasien mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
secara benar.
c. Evaluasi Hasil
a) Keluarga pasien mengetahui tentang penyakit Hernia
b) Keluarga pasien hadir saat pertemuan
9. Pengorganisasian Kelompok
Moderator : Nur Hasanah
Penyaji : Chosidatul Anisah
Agustina Pujirahayu
Observer : Mulya Firmanti Sholehani
Fasilitator : Indira Yulias Wihannusa
Tita Aprilita
10. Deskripsi tugas :
a. Moderator
a) Memimpin jalannya acara
b) Membuka pertemuan
c) Mengatur setting tempat
d) Menutup kegiatan penyuluhan

b. Penyaji
a) Menjelaskan materi
b) Menggantikan posisi moderator bila diperlukan
c. Observer
a) Mengobservasi jalannya acara
b) Memberi penilaian
c) Memberi saran dan kritik setelah acara selesai
d) Mengevaluasi dan umpan balik kepada penyaji dan moderator
d. Fasilitator
a) Sebagai pemandu jalannya acara
b) Sebagai tempat bertanya penyaji dan moderator tentang kegiatan
yang akan dilakukan.
c) Memberi petunjuk dalam acara berlangsung dengan baik.
11. Setting Tempat

Observer

Penyaji
Audien

Flip Chart

Moderator

Vasilitator
12. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan Pemateri Kegiatan peserta Metode/media Alokasi
waktu

Pra - Menyiapkan peralatan 10 menit


- Set ruangan
Kegiatan - Membuka dengan - Menjawab salam, Ceramah 5 menit
pembuka salam, memperkenalkan mendengarkan dan
diri, dan kontrak waktu memberikan
- Menjelaskan tujuan persetujuan
penyuluhan - Memperhatikan
- Menjelaskan cakupan
materi yang akan - Memperhatikan
dibahas

Uraian - Menjelaskan pengertian - Memperhatikan Ceramah dan 20 menit


Materi hernia dan menyimak leaflet
- Menjelaskan penyebab penjelasan dari
hernia Pemateri
- Menjelaskan tanda dan
gejala hernia
- Menjelaskan klasifikasi
hernia
- Menjelaskan
penatalaksanaan hernia
Penutupa - Meminta salah satu - Mengutarakan Tanya jawab 10 menit
n anggota keluarga pasien jawaban
untuk menjelaskan
sedikit tentang materi
penyuluhan
- Mengundang komentar
- Mengutarakan
atau pertanyaan dari
Tahap Kegiatan Pemateri Kegiatan peserta Metode/media Alokasi
waktu

peserta ide/ pendapat Tanya Jawab


- Menjawab komentar - Menyimak
atau pertanyaan dari
peserta
- Mengajukan beberapa - Mengutarakan
pertanyaan jawaban
- Memberikan
kesimpulan dari
- Menyimak dan
pembahasan
Memperhatikan Tanya Jawab
- Menutup pertemuan dan
- Menjawab salam
mengucapkan salam

HERNIA

A. DEFINISI
Hernia adalah penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau
bagian lemah dari dinding perut (Wim de Jong, 2005)
Menurut Barbara C.Long pengertian Hernia adalah keluarnya isi
rongga tubuh atau struktur organ dari tempat normal melalui sebuah defek
kongenital atau didapat.
Pada hernia ada 3 unsur penting yaitu:
 Kantong hernia.
 Isi (viskos).
 Pintu atau leher hernia.

B. TIPE HERNIA MENURUT GEJALA :


 Reducible, yaitu: yang keluar mudah dikembalikan ke
dalam rongga abdomen.
 Irreducible, yaitu: jaringan yang keluar tidak dapat
dikembalikan dengan mudah ke dalam rongga abdomen karena ada
perekatan pada kantong.
 Strangulata yaitu: leher kantong yang bekerja sebagai
tourniquet menyumbat aliran darah di lumen usus akan menjadi
gangren dalam waktu beberapa jam.

C. GAMBARAN KLINIS
Umumnya pasien mengatakan turun berok, burut atau kelingsir
atau adanya benjolan di selangkangan/kemaluan. Benjolan tersebut bisa
mengecil atau menghilang waktu tidur dan bila menangi, mengejanatau
mengangkat beda berat serta posisi pasien berdiri dapat timbul kembali
bila ditemukan komplikasi dapat nyeri.
Keadaan umum pasien biasanya baik. Bila benjolan tidak nampak,
pasien dapat disuruh mengejan dengan menutup mulut dalam keadaan
berdiri. Bila ada hernia akan nampakbenjolan harus diperiksa apakah
benjolan tersebut dapat dimasukkan kembali. Pasien diminta berbaring,
bernafas dengan mulut untuk mengurangi tekanan inra abdominal, lalu
scrtum diangkat perlahan-lahan. Diagnosis pasti hernia pada umumnya
sudah ditegakkan dengan pemeriksaan yang teliti.

D. MACAM-MACAM HERNIA
1. Hernia Inguinalis
Merupakan jenis hernia yang sering dijumpai di klinik.
Etiologi:
Penyebabnya adalah kantong pentanium yang tidak menutup.
Hernia inguinalis lebih sering terjadi di sisi kanan.
Distribusi:
Pada laki-laki : - terbanyak pada Neonatus di usia 1 – 2 tahun
- dewasa muda 10 – 30 tahun
- usia 50 – 70 tahun
Pada wanita : terutama Neonatus di usia 1 – 2 tahun, disebut
hernia labialis
2. Hernia Femoralis
Terletak di bawah canalis femoralis. Hernia femoralis paling sering
dijumpai pada wanita. Terdapat benjolan seperti hernia inguinalis,
tetapi letaknya dibawah ligamentum inguinalis.
3. Hernia Umbilikalis Kongenital
Suatu kegagalan pada penyatuan perut umbilikus, dan anak dilahirkan
dengan benjolan umbilikus.
4. Hernia Para Umbilikalis
Sebagian besar disebabkan oleh obesitas, ditambah lagi dengan
kelemahan otot abdomen yang terjadi setelah kelahiran anak.
5. Hernia Insisional
Hernia lewat bekas luka operasi.
6. Hernia Epigastritica

7. Hernia Inkaserata
Hernia yang timbul karena usus yang masuk kedalam kantong hernia
terjepit oleh cincin hernia sehingga timbul gejala obstruksi dan
strangulasi usus.

E. PENALAKSANAAN
Pada hernia ingunalis reponibilis dan irreponibilis dilakukan
tindakan bedah elektif karena ditakutkan terjadi komplikasi, sebaiknya bila
telah terjadi proses strangulasi tindakan bendah harus dilakukan secepat
mungkin sebelum terjadinya nekrosis usus.
Tindakan bedah pada hernia adalah herniotomi dan herniorafi.
Pada bedah elektif canalis dibuka, isi hernia dimasukkan, kantong diikat
dan dilakukan “ Bassing Plasty “ atau tehnik yang lain untuk memperkuat
dinding belakang canalis ingunalis.
DAFTAR PUSTAKA

Barbara.C.long. Perawatan Medikal bedah: suatu pendekatan proses


keperawatan Vol.3, Cet.I Bandung: Ikatan Alumni Keperawatan
Padjajaran, 1996.[adv 2004]
NANDA NIC-NOC. 2015. Aplikasi asuhan keperawatanberdasarkan diagnosis
medis
Wim de Jong.2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. EGC:Jakarta