Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

TUGAS KELOMPOK
PASAR MODAL SYARIAH

ANGGOTA :
ROY ALMAN (A1C017142)
SYAHRUL MUBIN (156)
YEHEZKIEL NOVEN ANDARA (A1C017163)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MATARAM
2019
PENGERTIAN KONSEP DASAR DALAM PASAR MODAL SYARIAH

Definisi pasar modal sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang
Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan
perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

Berdasarkan definisi tersebut, terminologi pasar modal syariah dapat diartikan sebagai
kegiatan dalam pasar modal sebagaimana yang diatur dalam UUPM yang tidak bertentangan
dengan prinsip syariah. Oleh karena itu, pasar modal syariah bukanlah suatu sistem yang
terpisah dari sistem pasar modal secara keseluruhan.

Secara umum kegiatan Pasar Modal Syariah tidak memiliki perbedaan dengan pasar
modal konvensional, namun terdapat beberapa karakteristik khusus Pasar Modal Syariah
yaitu bahwa produk dan mekanisme transaksi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip
syariah.

Penerapan prinsip syariah di pasar modal tentunya bersumberkan pada Al Quran


sebagai sumber hukum tertinggi dan Hadits Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, dari kedua
sumber hukum tersebut para ulama melakukan penafsiran yang kemudian disebut ilmu fiqih.
Salah satu pembahasan dalam ilmu fiqih adalah pembahasan tentang muamalah, yaitu
hubungan diantara sesama manusia terkait perniagaan.

Berdasarkan itulah kegiatan pasar modal syariah dikembangkan dengan basis fiqih
muamalah.Terdapat kaidah fiqih muamalah yang menyatakan bahwa “Pada dasarnya, semua
bentuk muamalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.” Konsep inilah
yang menjadi prinsip pasar modal syariah di Indonesia.

Referensi : http://www.syariahsaham.com/2015/01/konsep-dasar-pasar-modal-syariah.html

PRODUK PASAR MODAL SYARIAH

Produk syariah di pasar modal antara lain berupa surat berharga atau efek.
Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM), Efek
adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham,
obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas
Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

Sejalan dengan definisi tersebut, maka produk syariah yang berupa efek harus tidak
bertentangan dengan prinsip syariah. Oleh karena itu efek tersebut dikatakan sebagai Efek
Syariah. Dalam Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah
disebutkan bahwa Efek Syariah adalah Efek sebagaimana dimaksud dalam UUPM dan
peraturan pelaksanaannya yang akad, cara, dan kegiatan usaha yang menjadi landasan
pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip syariah di Pasar Modal. Sampai
dengan saat ini, Efek Syariah yang telah diterbitkan di pasar modal Indonesia meliputi Saham
Syariah, Sukuk dan Unit Penyertaan dari Reksa Dana Syariah.

SAHAM SYARIAH
Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan
prinsip syariah di Pasar Modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah merujuk kepada
definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan OJK
lainnya. Ada dua jenis saham syariah yang diakui di pasar modal Indonesia. Pertama, saham
yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK no.
II.K.1 tentang penerbitan Daftar Efek Syariah, kedua adalah saham yang dicatatkan sebagai
saham syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK no.
17/POJK.04/2015.

Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia, baik yang
tercatat di BEI maupun tidak, dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang
diterbitkan oleh OJK secara berkala, setiap bulan Mei dan November. Saat ini, kriteria seleksi
saham syariah oleh OJK adalah sebagai berikut;

1. Emiten tidak melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:


a. perjudian dan permainan yang tergolong judi;
b. perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain:
- perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa;
- perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;
c. jasa keuangan ribawi, antara lain:
- bank berbasis bunga;
- perusahaan pembiayaan berbasis bunga;
d. jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi
(maisir), antara lain asuransi konvensional;
e. memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan, dan/atau menyediakan antara
lain:
- barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi);
- barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram lighairihi) yang ditetapkan
oleh DSN MUI;
- barang atau jasa yang merusak moral dan/atau bersifat mudarat;
f. melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah); dan
2. Emiten memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut:
a. total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak lebih dari 45%
(empat puluh lima per seratus); atau
b. total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan
total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari
10% (sepuluh per seratus);
SUKUK
Sukuk adalah efek berbentuk sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip-prinsip syariah
di pasar modal. Berdasarkan penerbitnya, sukuk terdiri dari dua jenis:

1. sukuk negara adalah sukuk yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-
undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dan
2. sukuk korporasi adalah sukuk yang diterbitkan oleh perusahaan, baik perusahaan swasta
maupun Badan Umum Milik Negara (BUMN), berdasarkan peraturan OJK No.
18/POJK.04/2005 tentang penerbitan dan persyaratan sukuk.

Dalam hal sukuk diterbitkan oleh pihak korporasi, maka aset yang menjadi dasar penerbitan
sukuk tidak boleh bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal yang terdiri atas:

1. Aset berwujud tertentu (a’yan maujudat);


2. Nilai manfaat atas aset berwujud (manafiul a’yan) tertentu baik yang sudah ada maupun yang
akan ada;
3. Jasa (al khadamat) yang sudah ada maupun yang akan ada;
4. Aset proyek tertentu (maujudat masyru’ mu’ayyan); dan/atau
5. Kegiatan investasi yang telah ditentukan (nasyath ististmarin khashah).

REKSA DANA SYARIAH


Reksa dana syariah menurut POJK. No 19/POJK.04/2015 adalah Reksa dana
sebagaimana di maksud dalam Undang-Undang tentang Pasar Modal dan peraturan
pelaksanaannya yang pengelolaannya tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar
Modal. Berdasarkan definisi tersebut, maka setiap jenis reksa dana dapat diterbitkan sebagai
reksa dana syariah sepanjang memenui prinsip-prinsip syariah, termasuk aset yang mendasari
penerbitannya.

Reksa dana syariah dianggap memenuhi prinsip syariah di pasar modal apabila akad,
cara pengelolaan, dan portofolionya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal
sebagaimana diatur dalam peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

EXCHANGE TRADED FUND (ETF) SYARIAH


ETF syariah atau Exchange Traded Fund syariah adalah salah satu bentuk dari reksa
dana yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal dimana unit penyertaannya
dicatatkan dan ditransaksikan seperti saham syariah di Bursa Efek. Karena berbentuk reksa
dana maka penerbitannya harus memenuhi peraturan OJK No. 19/POJK.14/2015 tentang
penerbitan dan persyaratan reksa dana syariah. Agar pada saat transaksi memenuhi prinsip-
prinsip syariah maka investor yang akan melakukan jual beli ETF syariah harus melalui
anggota bursa yang memiliki Syariah Online Trading System (SOTS).

EFEK BERAGUN ASET (EBA) SYARIAH

Berdasarkan peraturan OJK No. 20/POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan


Efek Beragun Aset Syariah, Efek beragun aset syariah (EBA syariah) yang diterbitkan di
pasar modal Indonesia terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. EBA syariah berbentuk Kontrak Investasi Kolektif antara manajer investasi dan bank
kustodian (KIK-EBAS) adalah efek beragun aset yang portofolio (terdiri dari aset keuangan
berupa piutang, pembiayaan atau aset keuangan lainnya), akad dan cara pengelolaannya tidak
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah di pasar modal.
2. EBA syariah berbentuk surat partisipasi (EBAS-SP) adalah Efek Beragun Aset Syariah yang
diterbitkan oleh penerbit yang akad dan portofolionya (berupa kumpulan piutang atau
pembiayaan pemilikan rumah) tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah di Pasar Modal
serta merupakan bukti kepemilikan secara proporsional yang dimiliki bersama oleh
sekumpulan pemegang EBAS-SP.

DANA INVESTASI REAL ESTAT (DIRE) SYARIAH


Berdasarkan peraturan OJK No. 30/POJK.04/2016 tentang Dana Investasi Real Estat
Syariah Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, yang di maksud dengan Dana Investasi Real
Estat Syariah (DIRE Syariah) adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari
masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan pada aset real estat, aset yang berkaitan
dengan real estat, dan/atau kas dan setara kas yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah
di pasar modal.

DIRE Syariah berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dikatakan memenuhi prinsip


syariah di pasar modal jika akad, cara pengelolaan dan aset real estat, aset yang berkaitan
dengan real estat, dan/atau kas dan setara kas, tidak bertentangan dengan prinsip syariah di
pasar modal sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di
Pasar Modal.

Referensi : https://www.idx.co.id/idx-syariah/produk-syariah/ (diakses pada 9 maret 2019)


PERATURAN YANG MENGATUR TENTANG PASAR MODAL SYARIAH

Regulasi yang berhubungan dengan pasar modal syariah Indonesia dikeluarkan oleh
OJK dalam bentuk undang-undang dan peraturan pendukungnya khusus untuk regulasi OJK,
saat ini terdapat 10 peraturan tentang pasar modal syariah sebagai berikut :

JUDUL PENJELASAN
POJK Nomor 15/POJK POJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal
04/2015
POJK Nomor 16/POJK POJK tentang ahli syariah Pasar Modal
04/2015
POJK Nomor 17/POJK POJK tentang penerbitan dan persyaratan efek syariah berupa
04/2015 saham oleh emiten syariah atau perusahaan public syariah
POJK Nomor 18/POJK POJK tentang penerbitan dan persyartan sukuk
04/2015
POJK Nomor 19/POJK POJK tentang penerbitan dan persyaratan reksa dana syariah
04/2015
POJK Nomor 20/POJK POJK tentang penerbitan dan persyaratan efek beragun asset
04/2015 syariah
POJK Nomor 30/POJK POJK tentang dana Investasi Real Estate syariah berbentuk
04/2015 kontrak Investasi kolektif
POJK Nomor 53/POJK POJK tentang akad yang digunakan dalam penerbitan efek
04/2015 syariah di pasar modal
POJK Nomor 61/POJK Tentang Penerapan prinsip syariah di pasar modal pada manajer
04/2015 investasi
KriteriadanPenerbitanDaf Peraturan Nomor II.K.1 Kriteria dan Penerbitan daftar effek
tarefeksyariah syariah

Selain itu, sebagai bagian dari system pasar modal Indonesia, kegiatan di pasar modal
syariah yang menerapkan prinsip-prinsip dasar syariah juga mengacu kepada Undang-undang
Nomor 8 Tahun 1995 tentang pasar modal.
Dilihat dari sisi regulasi MUI pasar modal syariah juga diatur oleh Fatwa-fatwa yang
dikeluarkan oleh MUI. Berikut fatwa-fatwanya :

1. Fatwa DSN MUI NO;20/DSN-MUI/IV/2001


tentangpedomanpelaksanaanInvestasiUntukreksa dana syariah

2. Fatwa DSN MUI NO: 40/DSN-MUI/X/2003 tentangPasar Modal


danPedomanUmumPenerapanPrinsipsyariah di bidangPasar Modal

3. Fatwa DSN MUI NO: 80/DSN-MUI/III/2011


tentangPenerapanPrinsipSyariahdalammekanismeperdaganganefekbersifatekuitas di pasar
regular bursa efek

Sumber :

www.idx.co.id

www.ojk.go.id