Anda di halaman 1dari 3

Nama : RIZKY NUR ISLAMI

Nim : 17311322
Kelas : F
TUGAS PERBAIKAN PO

1. Stress dalam kondisi ketidakpastian adalah kondisi dimana seseorang mengalami stress dan
sangat bingung akan apa yang dia lakukan sehingga tidak ada hal dan kepastian yang ia miliki.

Dampak stress pada individu secara fisiologis menyebabkan penyakit jantung, sakit kepala
dan sakit punggung, kanker, diabetes, sirosis, paru-paru dan penyakit kulit yang diamati.
Sedangkan secara psikologis menyebabkan masalah keluarga, tidak teratur tidur, depresi
mapupun gangguan psikologis menyebabkan perilaku seperti, merokok, alkohol, membuat
kecelakaan, kekerasan maupun keengganan.

2. a.) Stress adalah kondisi dimana ada gangguan mental yang dihadapi seorang karena akibat
adanya tekanan. Tekanan bisa berasal dari dalam diri atau dari luar. Cara mengatasi stress adalah
dengan penerapan manajemen waktu, penambahan waktu olahraga, pelatihan relaksasi, dan jangan
lupa untuk tertawa. Contoh stress, banyak karyawan yang menganggap tekanan berupa beban kerja
yang berat yang bisa membuat pikiran menjadi lelah.
b.) burnout adalah akibat dari stres yang berkepanjangan dan terjadi ketika seseorang mulai
mempertanyakan nilai-nilai pribadinya. Burnout adalah kondisi di mana seseorang kehilangan
energi psikis maupun fisik. burnout adalah akibat dari stres yang berkepanjangan dan terjadi ketika
seseorang mulai mempertanyakan nilai-nilai pribadinya. Burnout adalah kondisi di mana
seseorang kehilangan energi psikis maupun fisik. Cara mengatasi Burnout adalah dengan
menikmati hobi, membuat orang lain tertawa, dan melakukan olahraga secara rutin. Contoh
burnout, karyawan yang diberikan pekerjaan yang begitu banyak dan bertumpuk sehingga
membuat karyawan kelelahan dan membuat kondisi psikis dan fisik menurun.
3. a.) Koginitif adalah kemampuan yang mencakup kegiatan mental (otak). Contohnya seperti
pemahaman terhada suatu pelajaran, penilaian dan ingatan.

b.) Afektif adalah komponen yang terdiri dari seluruh perasaan atau emosi seseorang terhadap
suatu objek. Contohnya yaitu bagaimana cara untuk menolak sesuatu dengan tidak menyakiti
perasaan seseorang.

c.) Konatif adalah kecenderungan seseorang untuk bertingkah laku berhubungan dengan objek
sikapnya. Contohnya yaitu bagaimana untuk menyikapi masalah yang ada.
4. 1.) Tipe realistik yaitu menyukai pekerjaan yang menggunakan alat, kemampuan teknik,
kemampuan jasmani, mesin dan materialistik yang terfokus pada kekuasaan, status dan praktis,
sedikit toleransi. Contoh tipe ini yaitu menjadi penjahit, teknisi dan pengrajin.

2.) Tipe investigtif yaitu menyukai teka-teki dan tantangan, matematis, senang belajar, percaya
diri, kemampuan menganalisis, sangat berhati-hati. Contoh tipe ini yaitu menjadi ahli matematika,
guru, penyelidik dan dokter hewan.

3.) Tipe artistik yaitu suka menciptakan lagu, menyukai seni, kreatif, terbuka, menyukai
kebebasan, dan dapat mengekspresikan diri. Contoh tipe ini yaitu menjadi pemusik, seniman,
pelawak dan artis.

5. Entry shock adalah kondisi dimana seseorang yang mengalami kondisi shock karena terkejut
terhadap kondisi lingkungan baru di Negara lain yang belum pernah ia kunjungi sehingga membuat
situasi hati dan perasaan tidak tenang. Langakah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi
kondisi tersebut:

1.) Honeymoon phase, tahapan dimana akan merasa bahagia setibanya di negara baru, apalagi
yang belum pernah mengunjunginya.

2.) The crisis phase, perbedaan di negara baru tidak pas baik itu makanannya, logat yang susah
dimengerti, kebiasaan jual beli dan kesepian. Hal tersebut hanya membuat merasa terasing dari
lingkungan.

3.) The adjusment phase, dalam fase ini udah mulai terbiasa beriteraksi dengan lingkungan baru
di negara baru.
4.) Bi-cultural phase, merasa nyaman hidup dengan dua kebudayaan sekaligus. Ini merupakan
indikasi bagus, karena telah berhasil melalui suatu seleksi alam kecil.

6. Cara mengukur kepribadian seseorng adalah dengan wawancara, inventori kepribadian, tes
proyektif dan observasi direct.

1.) Terbuka terhadap hal baru, mengelompokkan individu berdasarkan ketertarikannya


terhadap hal-hal baru dan keinginan untuk mengetahui serta mempelajari sesuatu yang baru.
Contohnya

2.) Sifat berhati-hati, cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan atau penuh
pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan, mereka juga memiliki disiplin diri yang tinggi
dan dapat dipercaya. Contohnya
3.) Ekstraversi, berkaitan dengan tingkat kenyaman seseorang dalam berinteraksi dengan orang
lain. Contohnya

4.) Mudah akur atau mudah bersepakat, cenderung lebih patuh dengan individu lainnya dan
memiliki kepribadian yang ingin menghindari konflik. Contohnya
5.) Neurotisme, dimensi kepribadian yng menilai kemampuan seseorang dalam menahan
tekanan atau stress. Contohnya