Anda di halaman 1dari 11

Cara menggunakan jam, kompas, tanda jejak dan tanda-tanda alam

Jam
Jam adalah sebuah unit waktu. Lama sebuah jam adalah 1/24 (satu perduapuluh empat) hari.
Satu jam bisa dibagi menjadi unit waktu yang lebih kecil lagi. Satu jam terdiri dari: – 60
menit – 3600 detik. Pukul juga menunjukkan satuan waktu. Jam bermakna "masa atau jangka
waktu", sedangkan pukul bermakna "saat atau waktu". Dalam bahasa Indonesia, jika ingin
mengungkapkan "saat atau waktu", digunakan kata "pukul'. Jenis-jenis jam : jam pasir. jam
matahari, jam digital dll.

Cara Menggunakan Kompas


Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin. Bagian-bagian kompas yang
penting antara lain :
1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.
2. Visir, yaitu pembidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka.
4. Jarum penunjuk.
5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45.
6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang
kompas pada saat membidik.

Macam dan jenis kompas


Kompas terdiri dari 3 jenis, yaitu kompas bidik (kompas prisma), kompas orientering
(kompas silva), dan kompas biasa. Kompas bidik atau prisma fungsi utamanya untuk
mempermudah menghitung sudut sasaran bidik (tempat atau benda) secara langsung. Cara
pemakaiannya dengan membidikkan kompas ke sasaran secara langsung sekaligus membaca
sudut sasaran pada skala kompas. Besar sudut yang dibuat oleh arah bidikan dan arah jarum
(utara) itulah sudut sasarannya (bearing). Kompas silva atau orienteering fungsi utamanya
untuk mempermudah perhitungan dan pembacaan pada peta secara langsung. Badan atau
pembungkus kompas silva selalu dibuat transparan untuk mempermudah pembacaan peta
yang diletakkan di bawahnya.

Cara Menggunakan Kompas


1. Letakkan kompas anda di atas permukaan yang datar. setelah jarum kompas tidak bergerak
lagi, maka jarum tersebut menunjuk ke arah utara magnet.
2. Bidik sasaran melalui visir dengan kaca pembesar. Miringkan sedikit letak kaca pembesar,
kira-kira 50 di mana berfungsi untuk membidik ke arah visir dan mengintai angka pada dial.
3. Apabila visir diragukan karena kurang jelas dilihat dari kaca pembesar, luruskan saja garis
yang terdapat pada tutup dial ke arah visir, searah dengan sasaran bidik agar mudah dilihat
melalui kaca pembesar

Cara mengetahui arah tanpa kompas:


1. Jarum/Silet di permukaan air Ada cara yang paling umum digunakan seseorang untuk
menentukan arah, yaitu membuat kompas sederhana. Caranya mudah, hanya bermodalkan
jarum atau silet yang digosok ke permukaan kering, dan ditusukkan ke gabus. Gabungan silet
dan gabus kemudian diletakkan di atas permukaan air, sehingga terlihat mengapung. Ujung
silet atau jarum pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan
2. Melihat kuburan Islam dan Kristen Jika berada di suatu pedesaan yang asing dan tersesat di
sana. Anda bisa menentukan arah dengan melihat kuburan. Kuburan Islam dan Kristen selalu
menunjukkan arah utara-selatan. Bagian nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat.
Jadikanlah ini sebagai patokan dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di wilayah Indonesia
saja.
3. Masjid/Musholla Jika tidak menemukan kuburan, Anda bisa mencari tempat ibadah,
seperti masjid. Anda bisa memanfaatkan arah kiblat atau arah sholat umat muslim. Di
Indonesia, masjid selalu menghadap ke arah barat, karena ka'bah yang dijadikan kiblat umat
muslim berada di barat Indonesia. Manfaatkan ini sebagai patokan dasar menentukan arah
selanjutnya.
4. Bayangan benda Jika tersesat pada siang hari, lihatlah ke arah bayangan benda. Sama
seperti menentukan arah dengan jam, letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang
menuju sore, bayangan benda umumnya condong ke barat. Sebaliknya, jika tersesat pagi
menjelang siang, bayangan benda umumnya condong ke arah timur.
5. Memanfaatkan pohon Nah, untuk Anda yang tersesat di kawasan penuh pepohonan,
cobalah cari pohon yang berbatang besar. Perhatikan setiap sisi batang pohon ini. Sisi pohon
berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut menunjukkan arah timur.
Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon berbatang besar ini, dan rasakan suhunya.
Cari sisi pohon yang terasa paling hangat. Sisi ini menunjukkan arah barat.

Tanda Jejak/ Tanda Medan


Seorang Pramuka tidak cukup hanya mahir di arena latihan saja, tentunya kita dituntut untuk
dapat pula mahir berlatih di alam bebas, sebuah contoh : ketika kita sedang berkemah,
tentunya kita mendapat tugas dari Kakak Pembina, dimana tugas itu akan dapat kita
laksanakan ketika kita dapat membaca tanda-tanda jejak yang dibuat oleh Kakak Pembina
kita, dan apabila tanda itu tidak mampu kita baca dengan baik, maka kemungkinan besar kita
akan tersesat/ melakukan kesalahan.

Dalam Pramuka, tanda jejak selalu bersifat rahasia. Untuk membuat tanda jejak, dapat
dipakai batu, kayu, ranting, goresan, rumput dan lain sebagainya.

Tanda-tanda di Atas Tanah/ Goresan


Tanda-Tanda dengan Rumput

Tanda-Tanda dengan Ranting


Tanda-Tanda Alam
Pramuka adalah pecinta alam, karena terlalu cintanya maka harus mengenal tentang alam dan
tanda-tandanya. Berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui saat berkemah :
1. Kabut = Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya
uap air di udara dan pertanda cuaca akan selalu baik. Apabila kemarin ada
hujan, cuaca terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu.
Langit yang ditutupi awan kemudian mulai terang pada pagi hari bertanda
cuaca baik, sedang digunung akan turun hujan.
2. Awan = Apabila angin diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun
hujan yang deras.
3. Matahari = Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis
awan yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna besih dan terang
bertanda hari cerah.
4. Bintang = Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang
sekali, maka pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila tampak suram
bertanda cuaca kurang baik/ buruk.
5. Bulan = Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila
bulan diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun. Apabila ada lingkaran
putih (halo) yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari
itu.
6. Binatang = Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang
ada hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-
keganjilan yang dilakukannya dengan cara mereka antara lain :
 Laba-laba = Akan bersembunyi jika cuaca akan buruk, dan rajin
mengerjakan sarangnya bila cuaca baik.
 Semut = Akan tetap didalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila
mereka keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan baik.
 Lebah = Dengan melihat sarangnya, pada cuaca baik, mereka
berterbangan jauh dari sarangnya. Dan apabila cuaca buruk dia akan
berterbangan tidak jauh dari sarang.
 Lalat = Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/
dinding, sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan.
 Nyamuk = Apabila dipagi hari mereka mengganggu atau menggigit
kita, maka berarti akan turun hujan. Apabila pada matahari terbenam
berterbangan kesana kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik.
Apabila selalu terbang ditempat yang gelap/ didalam bayang-bayang bertanda
cuaca akan buruk/ datang hujan.
 Cacing = Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-
butir di kebun, berarti akan turun hujan.
 Ikan = Akan melompat-lompat apabila cuaca buruk
 Katak = Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca
baik mereka akan duduk ditepi kolam. Apabila pada malam hari cuaca baik di
musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.
 Ayam = Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan
lama mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan.
Apabila mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.
 Bebek / Angsa = Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit
bulunya (memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.
 Kambing = Apabila akan turun hujan bau badannya dapat tercium dari
jarak yang lebih jauh dari pada cuaca baik.
 Kelelawar = Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan
baik pada malam hari itu, bila mereka berdiam didalam goa maka cuaca akan
buruk.

Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk :


1. Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-usap kepalanya dengan kaki
depannya yang dibasahi dengan mulutnya.
2. Bila anjing menggali tanah untuk menyembunyikan tulangnya.
3. Burung-burung membasahi bulunya dengan paruhnya.
4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung laut terbang ke daratan.
6. Bila asap naik dengan tegak lurus dam tinggi sekali maka cuaca pada hari itu akan baik.
Apabila asap naiknya mendatar dengan tanah/ rendah maka cuaca akan buruk.

Cara menggunakankompas, jam, tanda jejak dan tanda-tanda alam

Kali ini akan berbagi ilmu tentang cara menggunakan jam, kompas, tanda jejak dan
tanda-tanda alam. Artikel ini bertujuan untuk teman-teman semua yang ingin mengisi
SKU Penegak Bantara. Karena di SKU Penegak Bantara kita harus dapat
menggunakan jam, kompas, tanda jejak, dan
tanda-tanda alam.Berikut adalah ulasan artikel :
KOMPAS
Kompas merupakan suatu alat yang menetapkan/ mencari arah mata angin.
Ada 2 tipe kompas. Yang pertama adalah kompas magnetik, yaitu kompas yang
arahnya ditunjukan oleh magnet berbentuk jarum yang mengarah pada Kutub Utara di
bawah pengaruh magnet medan bumi. Dan yang keduagyrocompass, yaitu kompas
yang menggunakan cairan alkohol.
Macam dan jenis kompas - kompas terdiri dari 3 jenis, yaitu:
1.Kompas bidik (kompas prisma),
Kompas bidik atau prisma fungsi utamanya untuk mempermudah menghitung
sudut sasaran bidik (tempat atau benda) secara langsung.Cara pemakaiannya dengan
membidikkan kompas ke sasaran secara langsung sekaligus membaca sudut sasaran
pada skala kompas. Besar sudut yang dibuat oleh arah bidikan dan arah jarum (utara)
itulah sudut sasarannya (bearing).
2.Kompas orientering (kompas silva)
Kompas silva atau orienteering fungsi utamanya untuk mempermudah
perhitungan dan pembacaan pada peta secara langsung. Badan atau pembungkus
kompas silva selalu dibuat transparan untuk mempermudah pembacaan peta yang
diletakkan di bawahnya.
3.Kompas biasa.

Bagian - bagian penting dari Kompas :


1. Dial, adalah permukaan Kompas dimana tertera angka derajat dan huruf mata
angin.
2.Visir, adalah lubang dengan kawat halus untuk membidik sasaran.
3. Kaca Pembesar, digunakan untuk melihat derajat Kompas.
4.Jarum Penunjuk adalah alat yang menunjuk Utara Magnet.
5.Tutup Dial dengan dua garis bersudut 45o yang dapat diputar.
6.Alat Penyangkut adalah tempat ibu jari untuk menopang Kompas saat membidik.

Cara Mempergunakan Kompas :


1. Letakkan Kompas di atas permukaan yang datar, setelah jarum Kompas tidak
bergerak maka jarum tersebut dan menunjukkan ARAH UTARA MAGNET
2. Bidik sasaran melalui Visir, melalui celah pada, kaca pembesar, setelah itu
miringkan kaca pembesar kira - kira bersudut 50o dengan kaca dial.
Kaca pembesar tersebut berfungsi sebagai :
a. Membidik ke arah Visir, membidik sasaran.
b. Mengintai derajat Kompas pada Dial.
3. Apabila Visir diragukan karena kurang jelas terlihat dari kaca pembesar, luruskan
garis yang terdapat pada tutup Dial ke arah Visir, searah dengan sasaran bidik agar
mudah terlihat melalui kaca pembesar
4. Apabila sasaran bidik 30o maka bidiklah ke arah 30o. Sebelum menuju sasaran,
tetapkan terlebih dahulu Titik sasaran sepanjang jalur 30o. Carilah sebuah benda yang
menonjol / tinggi diantara benda lain disekitarnya, sebab route ke 30o tidak selalu
datar atau kering, kadang-kadang berbencah-bencah. Ditempat itu kita Melambung (
keluar dari route ) dengan tidak kehilangan jalur menuju 30 derajat.
5. Sebelum bergerak ke arah sasaran bidik, perlu ditetapkan terlebih dahulu Sasaran
Balik ( Back Azimuth atau Back Reading ) agar kita dapat kembali kepangkalan
apabila tersesat dalam perjalanan.
Rumus back azimuth/back reading
1. Apabila sasaran kurang dari 180° = di tambah 180° maka akan menjadi 180° = X
+ 180°
2. Apabila sasaran lebih dari 180° = di kurang 180°
3. Contoh : Sasaran balik dari
30° adalah : 30° + 180° = 210°
240° adalah : 240° - 180° = 60°
45°, 34’, 20’’ adalah : 225° 34’ 20’’
178°, 54’ , 14’’ adalah : 001° 05’ 45’’

Arah mata angin dalam kompas


U = Utara : 0° atau 360°
UTL = Utara Timur Laut : 22° 30’
TL = Timur Laut : 45°
TTL = Timur Timur Laut : 67° 30’
T = Timur : 90°
TMG = Timur Menenggara : 112° 30’
TG = Tenggara : 135°
SMG = Selatan Menenggara : 157° 30’
S = Selatan :180°
SBD = Selatan Barat Daya : 202° 30’
BD = Barat Daya : 225°
B = Barat : 270°
BBL = Barat Barat Laut : 292° 30’
BL = Barat Laut : 315°
UBL = Utara Barat Laut : 337° 30’

Cara mengetahui arah tanpa kompas:


1.Jarum/Silet di permukaan air.
Caranya mudah, hanya bermodalkan jarum atau silet yang digosok ke
permukaan kering, danditusukkan ke gabus. Gabungan silet dan gabuskemudian
diletakkan di atas permukaan air, sehinggaterlihat mengapung. Ujung silet atau jarum
pada kompas sederhana ini selalu menunjuk ke arah utara atau selatan.
2. Melihat kuburan Islam dan Kristen
Kuburan Islam dan Kristen selalu menunjukkan arah utara-selatan. Bagian
nisan atau kepala yang selalu menghadap ke barat. Jadikanlah ini sebagai patokan
dasar. Eits, tapi ingat, ini hanya berlaku di wilayah Indonesia saja.
3. Masjid/Musholla tidak
Di Indonesia, masjid selalu menghadap kearah barat.
4. Melihat jam dan posisi matahari
Jadikan posisi matahari yangterbit di barat sebagai patokan dasar. Anda pun
bisamenentukan arah selanjutnya dengan menggunakanjam tangan
5. Bayangan benda
Letakkan benda tegak di permukaan tanah. Pada siang menuju sore, bayangan
benda umumnya condong kebarat. Sebaliknya, jika tersesat pagi menjelang
siang,bayangan benda umumnya condong ke arah timur.
6. Memanfaatkan pohon
Sisi pohon berbatang besar yang terkena sinar matahari dan tidak berlumut
menunjukkan arah timur. Jika tersesat pada malam hari, coba raba sisi pohon
berbatang besar ini,dan rasakan suhunya. Cari sisi pohon yang terasa paling hangat.
Sisi ini menunjukkan arah barat.
7. Kelompok bintang Orion
Carilah rasi bintang orion. Rasi bintang ini merupakan perpaduan3 bintang
terang. Jika dipadukan, ketiganyamembentuk mirip ekor kalajengking dan
selalumenunjuk ke arah barat.

JAM
Menentukan Arah Dengan Bantuan Jam Tangan
Jam tangan tradisional (bukan digital) dengan dua jarum (jam dan menit
maksudnya) dapat dipergunakan untuk menentukan arah. Jika tinggal di daerah dekat
katulistiwa (equator), maka metode ini akan kurang akurat. Letak Matahari akan
langsung di atas kepala sehingga menyulitkan.
Cara pertama:
Letakkan jam tangan mendatar, arahkan jarum jam ke arah kedudukan matahari.
Maka garis tengah yang membagi jarum jam dan angka 12 adalah arah Utara-Selatan.
Cara kedua:
Letakkan jam tangan mendatar, arahkan angka 12 jam tangan ke arah kedudukan
matahari. Maka garis tengah yang membagi angka 12 dan jarum jam adalah Utara -
Selatan.
Jenis jam pada masa lalu,yaitu:
1. Jam Matahari
2. Jam Air
3. Jam Pasir
Menentukan Arah Dengan Bantuan Jarum Magnet
Sebatang kawat dari besi, atau sebuha jarum. Jika digosokkan dalam satu arah pada
lembar kain sutera akan menjadi magnet sementara dan dapat digunakan untuk
menentukan arah Utara. Kemudian digantung pada tali atau benda lain yang tidak
membuatjarum berubah-ubah posisi. Atau simpan di atas kertas dan apungkan di atas
permukaan air.
Menentukan Arah Mata Dengan Bantuan Tumbuhan
Bahkan tanpa bantuan kompas dan sinar matahari, kita dapat menentukan arah dengan
bantuan melihat tumbuh-tumbuhan di sekitar kita.Tumbuhan biasanya tumbuh ke arah
matahari, sehingga bunga-bunga dan sebagian besar tumbuhan condong ke arah
matahari (Timur). Bagian yang lembab (kurang mendapat sinar) adalah Barat
Cara Memperkirakan Waktu Tanpa Menggunakan Jam
Untuk dapat menentukan waktu tanpa menggunakan jam, seorang pramuka dapat
berpedoman dengan matahari dan keberadaan bintang. Penggunaan matahari sebagai
penanda waktu ini juga kerap dipakai dalam penentuan masuknya waktu sholat.
Berikut beberapa hal pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan waktu
atau jam berdasarkan matahari.

 Terbitnya fajar yang ditandai dengan adanya sinar merah di langit sebelah
timur yang cahayanya sudah semakin merata di langit. Ini merupakan waktu
shalat subuh yang biasanya menunjukkan waktu antara jam 04.00 - 04.30.
 Terbitnya matahari. Menunjukkan waktu sekitar jam 05.00 - 05.30.
 Panjang bayangan sama dengan bendanya pada pagi hari. Ini menunjukkan
waktu sekitar jam 09.00
 Tengah hari yang ditandai dengan bayangan sebuah benda yang tegak lurus
akan menghilang, tepat di bawah benda, atau statis tidak memanjang /
memendek hingga beberapa saat. Ini menunjukkan waktu sekitar jam 11.30 -
12.00.
 Panjang bayangan sama dengan bendanya pada sore hari. Ini menunjukkan
waktu shalat ashar yang biasanya menunjukkan waktu antara jam 14.45 -
15.15
 Terbenamnya matahari yang ditandai dengan dengan warna kemerah-merahan
di langit. Ini menunjukkan waktu shalat maghrib atau waktu antara jam 17.30 -
18.00
 Hilangnya warna kemerah-merahan di langit saat sore hari. Ini menunjukkan
waktu shalat isyak atau waktu sekitar jam 19.00

Ketentuan-ketentuan di atas hanya kira-kira saja. Di daerah lain bisa jadi memiliki
sedikit selisih. Pun antara satu bulan dengan bulan lainnya (dalam satu tahun) pun
akan mengalami selisih waktu. Sehingga dibutuhkan pengamatan langsung dan
pembiasaan.
Termasuk dalam menentukan berapa lama waktu yang berjalan. Dibutuhkan
berulang kali latihan dan pembiasaan agar dapat memperkirakan lamanya waktu yang
tengah berjalan. Latihan bisa dimulai dengan mengukur waktu yang paling pendek
semisal satu menit, lima menit, dan lima belas menit. Kemudian ditingkatkan untuk
berlatih lamanya waktu selama setengah jam atau satu jam.
TANDA JEJAK

Tanda-tanda di Atas Tanah/ Goresan


Tanda-Tanda dengan Rumput
Tanda-Tanda dengan Ranting
TANDA-TANDA ALAM
Pramuka adalah pecinta alam, karena terlalu cintanya maka harus mengenal tentang
alam dan tanda-tandanya. Berikut pengenalan alam sekitar kita yang sering kita temui
saat berkemah :
1. Kabut = Kabut tipis dan rata membumbung tinggi ke atas berarti kurangnya uap air
di udara dan pertanda cuaca akan selalu baik. Apabila kemarin ada hujan, cuaca
terang benderang pada pagi hari bertanda buruk pada hari itu. Langit yang ditutupi
awan kemudian mulai terang pada pagi hari bertanda cuaca baik, sedang digunung
akan turun hujan.
2. Awan = Apabila angin diliputi awan yang tebal dan gelap berarti akan turun hujan
yang deras.
3. Matahari = Apabila matahari terbit berwarna merah dan diliputi garis-garis awan
yang kehitaman bertanda ada hujan, apabila berwarna besih dan terang bertanda hari
cerah.
4. Bintang = Apabila pada malam hari bintang di langit kelihatan terang sekali, maka
pada malam itu cuaca akan baik, sedangkan bila tampak suram bertanda cuaca kurang
baik/ buruk.
5. Bulan = Apabila terlihat terang dan bersinar berarti cuaca baik, tapi bila bulan
diliputi awan yang gelap berarti hujan akan turun. Apabila ada lingkaran putih (halo)
yang melingkari bulan berarti tidak ada ketentuan cuaca pada hari itu.
6. Binatang = Apabila kita perhatikan naluri binatang dengan seksama, yang ada
hubungannya dengan cuaca maka, kita akan tercengang atas keganjilan-keganjilan
yang dilakukannya dengan cara mereka antara lain :

 Laba-laba = Akan bersembunyi jika cuaca akan buruk, dan rajin


mengerjakan sarangnya bila cuaca baik.
 Semut = Akan tetap didalam lubangnya bila cuaca akan buruk, apabila mereka
keluar dan berjalan mondar-mandir bertanda cuaca akan baik.
 Lebah = Dengan melihat sarangnya, pada cuaca baik, mereka berterbangan
jauh dari sarangnya. Dan apabila cuaca buruk dia akan berterbangan tidak jauh
dari sarang.
 Lalat = Apabila akan turun hujan mereka akan hinggap di tembok/ dinding,
sedangkan pada cuaca baik mereka akan berterbangan.
 Nyamuk = Apabila dipagi hari mereka mengganggu atau menggigit kita,
maka berarti akan turun hujan. Apabila pada matahari terbenam berterbangan
kesana kemari dan terbang berduyun-duyun bertanda cuaca baik. Apabila
selalu terbang ditempat yang gelap/ didalam bayang-bayang bertanda cuaca
akan buruk/ datang hujan.
 Cacing = Apabila pada malam hari mereka menimbun tanah berbutir-butir di
kebun, berarti akan turun hujan.
 Ikan = Akan melompat-lompat apabila cuaca buruk
 Katak = Pada cuaca buruk akan berdiam dalam air dan pada cuaca baik
mereka akan duduk ditepi kolam. Apabila pada malam hari cuaca baik di
musim kemarau mereka tidak menyanyi maka cuaca buruk akan datang.
 Ayam = Pada waktu hujan ayam akan berteduh. Bila hujan tidak akan lama
mereka akan tetap berjalan-jalan dan membiarkan dirinya kehujanan. Apabila
mereka selalu mencakar-cakar tanah berarti hujan akan datang.
 Bebek / Angsa = Mereka nampak tidak senang dan selalu menggigit bulunya
(memberi lemak), apabila cuaca akan buruk.
 Kambing = Apabila akan turun hujan bau badannya dapat tercium dari jarak
yang lebih jauh dari pada cuaca baik.
 Kelelawar = Mereka akan terbang mulai senja hari bila cuaca akan baik pada
malam hari itu, bila mereka berdiam didalam goa maka cuaca akan buruk.

Tanda-tanda lain apabila cuaca akan buruk :


1. Kucing akan duduk membelakangi api sambil mengusap-
usap kepalanya dengan kaki depannya yang dibasahi dengan
mulutnya.
2. Bila anjing menggali tanah untuk menyembunyikan
tulangnya.
3. Burung-burung membasahi bulunya dengan paruhnya.
4. Bila bau bunga tercium semerbak sekali.
5. Burung-burung laut terbang ke daratan.
6. Bila asap naik dengan tegak lurus dam tinggi sekali maka
cuaca pada hari itu akan baik. Apabila asap naiknya mendatar
dengan tanah/ rendah maka cuaca akan buruk.