Anda di halaman 1dari 21

Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

PREPLANNING TENTANG POSYANDU BALITA DI RT 01 WR 06 DI


KELURAHAN TEGALGEDE KECAMATAN SUMBERSARI
KABUPATEN JEMBER TAHUN 2018

Diajukan untuk memenuhi ujian praktikum mata kuliah Keperawatan Komunitas

Oleh:
Kelompok 6
Ninuk Profita Sari NIM 162310101127
Moh. Afif Jakaria I NIM 162310101197
Nindya Novelia S. NIM 162310101214
Firda Romadhonia P R NIM 162310101227
Syinthia Purnama A. NIM 162310101247

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax (0331) 323450
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Analisis Situasi


Program pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan telah berhasil
untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara bermakna. Keberhasilan
program pembangunan kesehatan didasarkan padatujuan pembangunan kesehatan
yaitu meningkatkan kesadaran, kemauandan kemampuan untuk hidup sehat.
Melalui upaya pelayanan kesehatan diharapkan akan terciptanya masyarakat yang
hidup dalam lingkungan yangsehat serta memiliki kemampuan untuk menjangkau
pelayanan kesehatan yang bermutu. Salah satu program peningkatan kesehatan
adalah dalam bentuk posyandu balita (Efendy,2009).
Balita adalah anak yang telah menginjak usia 1 tahun atau lebih populer
dengan anak usia dibawah lima tahun. Masa balita merupakan usia penting dalam
tumbuh kembang anak secara fisik (Muaris, 2007) usia balita rentang akan adanya
penyakit. Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia, masih
ditemukan tantangan besar dalam pembangunan kesehatan, yaitu Angka Kematian
Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Mengutip data Survei Demografi dan
Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 menunjukkan bahwa AKI sebesar 359 per
100.000 kelahiran hidup, sedangkan AKB sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup pada
tahun 2012. Ini berarti di Indonesia, ditemukan kurang lebih 44 orang ibu
meninggal dan 440 bayi yang meninggal setiap harinya (Depkes, 2015). Data World
Health Organization (WHO) 2015 menunjukkan angka kematian balita di dunia
sebanyak 43 kematian per 1000 kelahiran hidup (WHO, 2016).
Kegiatan posyandu merupakan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi
masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dari masyarakat, untuk masyarakat,
dan oleh masyarakat yang dilaksanakan oleh kader-kader kesehatan yang telah
mendapatkan pendidikan pelatihan dari puskesmas mengenai pelayanan kesehatan
dasar (Effendy, 2008).
Berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh mahasiswa di RT 01 RW 06
Desa Tegalgede didapatkan bahwa masih banyak balita yang belum diberikan
imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit. Demografinya adalah masih banyak
balita yang belum diberikan imunisasi. Rata-rata keluarga yang balitanya belum
mendapatkan imunisasi adalah keluarga dengan pekerjaan buruh tani atau buruh
serabutan dan etnis madura. Masyarakat mayoritas menganut pada agama islam di
daerah Desa Tegalgede.
Lingkungan di lingkungan sekitar RT 01 RW 06 termasuk bersih dan masih
banyak pohon-pohon untuk penghijauan lingkungan. Pelayanan kesehatan masih
terdapat posyandu di lingkungan sekitar, tetapi masyarakat kurang berpartisipasi
untuk datang memeriksakan keadaan anaknya. Mayoritas ekonomi menengah
kebawah untuk daerah lingkungan sekitar. Tidak adanya politik didaerah sekitar.
Komunikasi masih terjaga dengan baik diantara masyarakat sekitar karena mereka
saling sapa setiap hari antar sesama tetangga. Pendidikan masih tergolong rendah
meskipun di dekat tempat Perguruan Tinggi Negri dan rata-rata anak disekitar
dengan pendidikan paling tinggi SMA sederajat. Tempat rekreasi atau tempat
bermain anak hanya disekitar rumah ataupun juga disekitar daerah kampus.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Dari permasalahan diatas, mahasiswa mengambil kesimpulan bahwa perlu


melakukan pendidikan kesehatan tentang imunisasi untuk membantu meningkatkan
pengetahuan dan kemauan keluarga untuk membawa anaknya mengikuti kegiatan
imunisasi wajib yang bisa dilaksanakan di posyandu terdekat.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, maka didapatkan rumusan masalah
perilaku kurang pengetahuan tentang pentingnya imunisasi di Kecamatan
Sumbersari Kabupaten / Kota Jember Propinsi Jawa Timur. Dapat di simpulkan
bahwa masalah yang muncul pada lingkungan masyarakat adalalah Defisiensi
Kesehatan Komunitas b.d masalah kesehatan yang dialami kelompok d.d kurang
partisipasi kelompok terhadap adanya imunisasi yang dilaksanakan di posyandu.

BAB II
TUJUAN DAN MANFAAT

2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Setelah dilakukan posyandu balita pada masyarakat di RT 01 RW 06
diharapkan masyarakat mau melaksanakan imunisasi demi kesehatan anaknya dan
mensukseskan program pemerintah tentang imunisasi wajib.

2.1.2 Tujuan Khusus


Setelah dilakukan posyandu balita diharapkan anak mampu:
a. Mengetahui tentang posyandu balita
b. Mengetahui tentang pentingnya imunisasi
c. Mengetahui tentang cara mengatasi preeklamsia
d. Mengetahui tentang perawatan bayi kurang BB

2.2 Manfaat
Manfaat yang didapat dari kegiatan posyandu balita antara lain:
a. menambah pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kegiatan
posyandu
b. menambah pengetahuan tentang pentingnya melakukan imunisasi pada
anak
c. menambah pengetahuan tentang cara mengatasi ibu hamil dengan
preeklamsia
d. menambah pengetahuan tetang perawatan bayi kurang BB.

Bagi Tenaga Kesehatan:


Untuk memberikan tambahan informasi tentang pentingnya posyandu dan
peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

BAB III
KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, Indonesia
termasuk 10 negara dengan jumlah kasus campak terbesar di dunia. Kementerian
Kesehatan mencatat jumlah kasus campak dan rubella di Indonesia sangat banyak
dan cenderung meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Adapun jumlah
kasus suspek campak-rubella yang dilaporkan antara 2014 sampai dengan Juli 2018
sebanyak 57.056 kasus, di mana 8.964 di antaranya positif campak dan 5.737 positif
rubella. (Depkes, 2015)
Saat ini di Indonesia masih ada anak-anak yang belum mendapatkan
imunisasi secara lengkap bahkan tidak pernah mendapatkan imunisasi sedari lahir.
Hal itu menyebabkan mereka mudah tertular penyakit berbahaya karena tidak
adanya kekebalan terhadap penyakit tersebut. Data dari Direktorat Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan
sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau
belum lengkap status imunisasinya. Posyandu atau pos pelayanan terpadu
merupakan tempat kegiatan di masyarakat yang memiliki peran sangat penting. Di
samping karena dinilai mampu membantu mendekatkan pelayanan kesehatan
kepada masyarakat, Posyandu juga mampu memberdayakan para ibu untuk
memperhatikan kesehatan anak dan pola konsumsi keluarga (Depkes, 2018).
Dari beberapa masyarakat yang kurang peduli akan kesehatan anaknya
dikarenakan kurangnya pengetahuan akan pentingnya imunisasi pada balita,
kurangnya pengetahuan beberapa masyarakat untuk menjaga kesehatan anak dan
melindungi anak dari penyakit. Maka berdasarkan pemikiran kelompok, intervensi
yang tepat adalah Penidikan kesehatan (5510): Targetkan sasaran pada kelompok
berisiko tinggi dan rentang usia yang akan mendapat manfaat besar dari pendidikan
kesehatan, sasar kebutuhan-kebutuhan yang teridentifikasi dan tujuan pencegahan
penyakit, indentifikasi faktor internal atau eksternal yang dapat meningkatkan atau
mengurangi motivasi untuk berperilaku sehat, tentukan pengetahuan kesehatan dan
gaya hidup perilaku saat ini kelompok sasaran. Kriteria hasil dari intervensi yaitu
dengan Motivasi (1209): Rencana untuk masa depan ditingkatkan sering
menunjukkan ke arah lebih baik, memperoleh sumber yang diperlukan,
memperoleh dukungan yang diperlukan kelompok, menerima kesempatan untuk
membuat kontribusi, dan mengungkapkan niat untuk bertindak.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

3.2 Kerangka Penyelesaian Masalah


Sebagian masyarakat kurang memperdulikan kesehatan anaknya

Komunitas kurang mengetahui tentang pentingnya


posyandu

Sebagian keluarga dalam kelompok masyarakat tidak membawa


anaknya ke posyandu untuk imunisasi

Anak tidak melakukan imunisasi di posyandu

Defisiensi Kesehatan Komunitas

Pendidikan Kesehatan

Mentargetkan kepada kelompok berisiko yang akan


mendapatkan manfaat dari pendidikan kesehatan

Sasar kebutuhan-kebutuhan Indentifikasi faktor internal atau


yang teridentifikasi dan eksternal yang dapat meningkatkan
tujuan pencegahan penyakit atau mengurangi motivasi untuk
berperilaku sehat

Rencana untuk masa depan ditingkatkan sering


menunjukkan ke arah lebih baik dan kelompok
mempunyai niat untuk melakukan imunisasi di posyandu
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Pasien menuju
posyandu balita

meja 1 registrasi

pengukuran tinggi badan,


berat badan, tekanan meja 2
darah, pemeriksaan leopod.

pencatatan (pengisian meja 3


Kartu Menuju Sehat)

penyuluhan tentang meja 4


imunisasi, pemenuhan gizi
ibu hamil preeklamsi, dan
bayi kurang BB.

pelayanan medis meja 5

Ibu hamil dan keluarga dapat mendeteksi dini


dan penanganan rutin sehingga dapat
meningkatkan status kesehatan.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

BAB IV
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Realisasi dari hasil kegiatan ini adalah masyarakat memiliki motivasi
mengunjungi posyandu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita
dan ibu hamil.
Hari / Tanggal : Selasa, 4 Desember 2018
Tempat : Posyandu Balita RT 001 RW 006
Jam : 07.00 WIB – 09.00 WIB

4.2 Khalayak Sasaran


Khalayak sasaran dari kegiatan ini Ibu-ibu hamil, Pasangan Usia Subur,
Balita adalah RT 01 RW 06 Desa Tegalgede Kecamatan Sumbersari, Kabupaten
Jember.

4.3 Metode yang Digunakan

meja 1 meja 2 meja 3 meja 4 meja 5

Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:


1. Meja 1: Pendaftaran
Mendaftarkan balita dan ibu hamil, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Ibu
hamil dan balita yang sudah terdaftar di buku register langsung menuju meja
selanjutnya.
2. Meja 2: Pemeriksaan
Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah, dan
pemeriksaan leopod 1 – 4.
3. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)
Kader melakukan pencatatan di KMS meliputi :Tekanan darah, berat badan, tinggi
badan
4. Meja 4: Penyuluhan
Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS, imunisasi, pemenuhan gizi
ibu hamil preeklamsi, dan bayi kurang BB..
5. Meja 5: Pelayanan medis
Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan
meliputi kegiatan pengobatan ringan, dan imunisasi.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

DAFTAR PUSTAKA

Depkes. 2015. Kasus Campak Meningkat 5 Tahun Terakhir. Kementrian


Kesehatan RI
Depkes. 2018. Lindungi Ibu dan Bayi dengan Imunisasi. Kementrian Kesehatan
RI
Efendy, Ferry. 2009. Keperawatan Kesehatan Komunitas Teori dan Praktik dalam
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Effendy, Nasrul. 2008. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat edisi ke-
2. Jakarta: EGC
Menkes. 2018. Posyandu Bantu Dekatkan Kesehatan pada Masyarakat.
Kementrian Kesehatan RI
Muaris, Hindah. 2006. Sarapan Sehat untuk Balita. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Daftar Lampiran
Lampiran 1 : Berita Acara
Lampiran 2 : Daftar Hadir
Lampiran 3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Lampiran 4 : Materi
Lampiran 5 : Media

Jember, 04 Desember 2018


Pemateri,

Kelompok 6 kelas C2016


Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Lampiran 1 : Berita Acara

KEMENTRIAN RISET, TEKHNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2017/2018

BERITA ACARA

Pada hari Selasa tanggal 04 Desember 2018 jam 07.00 WIB s/d 09.00 WIB
bertempat di Posyandu Balita RT 001 RW 006 Desa Tegalgede Kec. Sumbersari
Jember telah dilaksanakan kegiatan Posyandu Balita oleh mahasiswa Fakultas
Keperawatan Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh.........orang (daftar hadir
terlampir).

Jember, 04 Desember 2018

Mengetahui,

Dosen Penguji Ujian Keperawatan Komunitas

Ns Rismawan Adi Yunanto S.Kep.,M.Kep


Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTRIAN RISET, TEKHNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2017/2018

DAFTAR HADIR

Kegiatan posyandu balita oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas


Jember. Pada hari Selasa, 04 Desember 2018 bertempat di RT 001 RW 006 Desa
Tegalgede Kec. Sumbersari Kab. Jember Prov. Jawa Timur

No. Nama Alamat Tanda Tangan


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.

Jember, 04 Desember 2018

Mengetahui,

Dosen Penguji Ujian Keperawatan Komunitas

Ns Rismawan Adi Yunanto S.Kep.,M.Kep


Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Lampiran 3. Standar Acara Penyuluhan (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Pendidikan BKB tentang imunisasi


Sasaran : Masyarakat RT 001 RW 006
Hari / Tanggal : Selasa, 4 Desember 2018
Tempat : Posyandu Balita RT 001 RW 006
Jam : 07.00 WIB – 09.00 WIB
1. Standar Kompetensi
Setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang BKB imunisasi, Masyarakat RT
001 RW 006 mau melaksanakan imunisasi di posyandu untuk kesehatan balita.

2. Kompetensi Dasar
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan selama 15 menit sasaran akan
mampu
1 Mampu memahami tentang posyandu balita
2 Mengetahui tentang pentingnya posyandu
3 Mengetahui tentang imunisasi
4 Mengetahui tentang pentingnya imunisasi
5 Mampu mengetahui tentang macam-macam imunisasi
3. Pokok Bahasan: BKB imunisasi
4. Sub pokok Bahasan
a. Menjelaskan tentang posyandu
b. Menjelaskan tentang sistem pelayanan dan pentingnya posyandu
c. Menjelaskan tentang pentingnya imunisasi
d. Menjelaskan tentang macam-macam imunisasi wajib
5. Waktu: 15 menit
6. Bahan/Alat yang Diperlukan : Materi dan media
7. Model Pembelajaran
a. Jenis model penyuluhan: Ceramah dan Diskusi
b. Landasan teori : Literatur buku dan riset jurnal
c. Langkah pokok
a) Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b) Mengidentifikasi pilihan tindakan
c) Menetapkan tindak lanjut sasaran
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

8. Setting Tempat
Keterangan:

1. Peserta

2. Pemateri

9. Persiapan
1. Menentukan masyarakat yang sesuai dengan kriteria.
2. Persetujuan inform consent.
3. Menyiapkan materi.
4. Cek data dan identitas masyarakat sasaran.
5. Memastikan perawat dan masyarakat sasaran siap untuk intervensi.
6. Pastikan setiap masyarakat dapat hadir dalam kegiatan pendidikan
kesehatan.
10. Kegiatan Pendidikan Kesehatan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan peserta

1 2 Pembukaan:
menit
1. Memberi salam dan - Menjawab salam
memperkenalkan diri - Mendengarkan dan
2. Menjelaskan tujuan memperhatikan
pembelajaran
3. Menyebutkan materi / pokok
bahasan yang akan
disampaikan
2 8 Pelaksanaan:
menit
1. Menjelaskan pengertian - Menyimak dan
posyandu memperhatikan.
2. Menjelaskan tentang sistem - Mengikuti arahan
pelayanan posyandu dan dari pemateri
pentingnya posyandu
3. Menjelaskan tentang
pengertian imunisasi
4. Menjelaskan tentang
pentingnya imunisasi.
5. Menjelaskan tentang macam-
macam imunisasi
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

3 3 Evaluasi :
menit
1. Memberikan kesempatan pada  Bertanya, dan
masyarakat untuk bertanya. menjawab pertanyaan
2. Menanyakan kembali pada
masyarakat pemahaman tentang
materi

4 2 Penutup :  Menjawab salam


menit
1. Mengucapkan terimakasih dan
mengucapkan salam

11. Evaluasi :
1. Apa saja tentang posyandu, dan pentingnya posyandu?
a. Tahu, jelaskan ... .
b. Tidak tahu

2. Apa saja tentang imunisasi, pentingnya imunisasi, dan macam-macam


imunisasi ?
a. Tahu, jelaskan ... .
b. Tidak tahu
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Lampiran 4. Materi
PENGERTIAN POSYANDU
Posyandu adalah suatu forum komunikasi, alih tekonologi dan pelayanan
kesehatan masyarakat oleh dan untuk masyarakat yang mempunyai nilai strategis
dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. Posyandu merupakan
pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga
berencana (Effendy, 2008)
SITEM LIMA MEJA PADA POSYANDU BALITA (Effendy, 2008)
1. Meja I
a. Pendaftaran bayi
b. Pencatatan bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur
2. Meja II
a. pemimbangan balita, ibu hamil
3. Meja III
a. Pengisian KMS.
4. Meja IV
a. Diketahui berat badan anak yang naik/tidak naik, ibu hamil dengan resiko
tinggi, PUS yang belum mengikuti KB.
b. Penyuluhan kesehatan.
c. Pelayanan TMT, oralit, vitamin A, tablet zat besi, pil ulangan, kondom.
5. Meja V
a. Pemeriksaan imunisasi.
b. Pemeriksaan kehamilan.
c. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
d. Pelayanan kontrasepsi IUD, suntikan.
Untuk meja I sampai IV dilaksanakan oleh kader kesehatan dan meja V
dilaksanakan oleh petugas kesehatan diantaranya: Dokter, perawat, bidan, juru
imunisasi, dan sebagainya.

PENGERTIAN IMUNISASI
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Imunisasi adalah kegiatan memasukkan vaksin berisikan mikroba hidup


sudah dilemahkan kepada balita. Imunisasi akan memberikan perlindungan
seumur hidup pada balita terhadap serangan penyakit tertentu. Imunisasi perlu
diberikan beberapa kali agar memberikan kekebalan tubuh seperti yang
diharapkan. (Widjaja, 2011)

TUJUAN IMUNISASI
Pentingnya imunisasi pada bayi dan balita adalah untuk mencegah
penyakit pada bayi dan balita yang pada akhirnya akan menghilangkan penyakit
tersebut. (Armini, 2017)

MACAM-MACAM IMUNISASI
Beberapa imunisasi dasar yang diwajibkan pemerintah (Program imunisasi PPI)
sebagai berikut (Hidayat, 2015):
1. Imunisasi BCG (Basillus Calmette Guerin) merupakan imunisasi yang
digunakan untuk mencegah terjadinya TBC yang berat sebab penyakit TBC
yang primer atau ringan dapat terjadi walaupun sudah dilakukan imunisasi
BCG. Pemberian imunisasi BCG melalui intradermal. Efek samping
pemberian imunisasi BCG adalah terjadinya ulkus pada daerah suntikan,
limfadenitis regional, dan reaksi panas (Hidayat, 2015)
2. Imunisasi Hepatitis B merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah
terjadinya penyakit hepatitis. Pemberian imunisasi Hepatitis B melalui
intramuskular. Frekuensi pemberian imunisasi hepatitis sebanyak 3 kali dan
penguatnya dapat diberikan pada usia 6 tahun. (Hidayat, 2015)
3. Imunisasi polio merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah
terjadinya penyakit poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada
anak. kandungan vaksin ini adalah virus yang dilemahkan. Imunisasi polio
diberikan melalui oral. (Hidayat, 2015)
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

4. Imunisasi DPT (Diphteria, Pertussis, Tetanus) merupakan imunisasi yang


digunakan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi
DPT diberikan melalui intramuskular. Efek samping imunisasi DPT yang
ringan meliputi pembengkakan, nyeri pada tempat suntikan sedangkan efek
samping berat meliputi terjadi menangis hebat, kesakitan kurang lebih 4 jam,
kesadaran menurun, terjadi kejang, ensefalopati, dan syok. (Hidayat, 2015)
5. Imunisasi campak merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah
terjadi penyakit campak karena termasuk penyakit menular. Imunisasi
campak diberikan melalui subkutan. Efek samping imunisasi ini terjadi ruam
pada suntikan dan panas. (Hidayat, 2015).

PEMENUHAN GIZI IBU HAMIL


Pada masa kehamilan, salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah
pemenuhan gizi ibu hamil. Dengan memperoleh gizi yang baik dan seimbang, maka
ibu hamil akan dapat mengurangi resiko kesehatan pada diri sendiri dan sang janin.
(Naviri, 2011). Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada ibu hamil berkaitan erat dengan
tinggi rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi. Tingkat pengetahuan gizi pada ibu
merupakan kemampuan seorang ibu hamil dalam memahami konsep dan prinsip
serta informasi yang berhubungan dengan gizi. (Chomaria, 2012).
Berikut zat-zat yang diperlukan untuk ibu hamil: (Naviri, 2011)
a) Kalori : zat ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Didapatkan dari nasi, susu, dan umbi-umbian.
b) Protein berfungsi sebagai pembangun tumbuh kembang janin dalam
kandungan. Diperoleh dari daging, ikan, telur, atau kacang-kacangan.
c) Zat Besi : zat ini merupakan kebutuhan gizi untuk ibu hamil yang sangat
penting, sehingga harus benar-benar diperhatikan. Zat besi diperoleh dari
daging, ikan, juga hati.
d) Asam folat: zat ini berfungsi untuk perkembangan janin dan mencegah
kecacatan.
Kriteria Diagnostik Preeklampsia Berat:
1. Tekanan darah sistolik > 160 mmHg atau diastolik > 110 mmHg.
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

2. Proteinuria > 5 g/24 jam atay > 3+ pada 2 sampel urin yang dikumpulkan
dalam jarak pengukuran sekurang-kurangnya 4 jam
3. Oliguria, diuresia < 400 ml dalam 24 jam
4. Sakit kepala hebat dan gangguan penglihatan
5. Nyeri epigastrium atau kuadran kanan atas abdomen atau ada ikterus
6. Edema paru atau sianosis
7. Trombositopenia (kurangnya trombosit)
8. Pertumbuhan janin yang terhambat
Penatalaksanaan Medis Pre-eklamsia
a) Pemberian oksigen nasal kanul 4-6 Liter/menit
b) Pengobatan : diberikan obat antikejang MgSO4 dalam infus dextrose 5%
sebanyak 500 cc tiap enam jam
Cara pemberian MgSO4: dosis awal 2 gram intravena diberikan dalam 10
menit, dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan sebanyak 2 gram per jam drip
infus (80 ml/jam atau 15-20 tetes /menit).
Syarat pemberian MgSO4: frekuensi napas lebih dari 16 kali permenit tidak
ada tanda-tanda gawat napas deuresis lebih dari 100 ml dalam empat jam
sebelumnya dan refleks patella positif.
MgSO4 dihentikan bila: ada tanda-tanda intoksikasi atau setelah 24 jam pasca-
persalinan atau bila baru 6 jam pasca-persalinan sudah terdapat perbaikan yang
nyata (Adriani,2016).
Klasifikasi bayi resiko tinggi berdasarkan berat badan (Surasmi,2003)
Semua bayi yang lahir dengan berat badab sama atau kurang dari 2500 gram disebut
bayi berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR dikelompokkan sebagai berikut:
a. BBL amat sangat rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat badan
kurang dari 1000 gram.
b. BBL sangat rendah, yaitu bay yang lahir dengan berat badan kurang
dari 1500 gram
c. BBL cukup rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat badan 1500-
2500 gram
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

DAFTAR PUSTAKA
Adriani, Merryana Dkk. 2016. Peranan Gizi Dalam Siklus Kehidupan. Jakarta:
Prenadamedia Group
Armini, Ni Wayan Dkk. 2017. Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita & Anak
Pra Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Andi (Anggota IKAPI)
Effendy, Nasrul. 2008. Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat edisi ke-
2. Jakarta: EGC
Chomaria, Nurul. 2012. Five in One, The Seriesof Pregnancy – Makanan Sehat
untuk Ibu Hamil. Jakarta: Gramedia
Hidayat, Aziz. 2015. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Salemba Medika
Lalenoh,Diana Christine.2018.Preeklampsia Berat dan Eklampsia: Tatalaksana
Anestesia Perioperatif.Yogyakarta: Penerbit Deepublish
Naviri, Tim. 2011. Buku Pintar Ibu Hamil. Jakarta: Gramedia
Surasmi, Asrining Dkk.2003.Perawatan Bayi Risiko Tinggi. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC
Widjaja. 2011. Mencegah & Mengatasi Demam pada Balita. Jakarta: Kawan
Pustaka
Ujian Praktikum Keperawatan Komunitas – FKEP Universitas Jember 2018

Lampiran 5. Flayer