Anda di halaman 1dari 4

5.

1 Analyze

Analyze merupakan tahap untuk mengidentifikasi permasalahan dari hasil tahap define dan
measure. Hasil yang diinginkan dari tahap ini ialah mengetahui faktor-faktor permasalahan
yang paling berpengaruh dalam gangguan performansi produksi. Permasalahan yang ada
lalu diuraikan menjadi akar-akar permasalahan, sehingga dapat diketahui perbaikan yang
harus dilakukan pada tahap selanjutnya. Pada Tugas Akhir ini analisis yang dilakukan adalah
analisis stabilitas dan kapabilitas proses, analisis root cause.

5.1.1 Analisis Kapabilitas Measure

Didapatkan dari data yang diambil selama 3 bulan, yaitu pada bulan Januari, Februari, dan
Maret, maka disimpulkan bahwa adanya perbedaan mean yang cukup signifikan. Namun
perbedaan mean ini disebabkan oleh moulder yang diganti pada akhir bulan Januari,
sehingga data yang diambil pada bulan Januari tidak valid untuk digunakan. Hasil plot data
menunjukan terdapat pergeseran mean namun karena variansinya tidak terlalu jauh maka
masih dapat dikatakan memiliki stabilitas yang baik. Tingkat akurasi yang masih terdapat
nilai pergeseran mean disebabkan oleh adonan yang mudah berubah dan dipengaruhi oleh
banyak faktor. Pengaturan mesin yang memerlukan keterampilan operator juga merupakan
salah satu faktornya, karena operator mesin dapat melakukan kesalahan-kesalahan yang
tidak terduga. Dari hasil pengolahan data Cpm berat setara dengan 2.25 sigma, Cpk berat
adalah 1.14 sigma, Cpm ketebalan 1.5 sigma, Cpk ketebalan 1.14 sigma. Semua nilai
pengolahan data untuk berat dan ketebalan biskuit masih belum mencapai nilai 6 sigma.
Pada tahap sebelumnya yaitu tahap measure menghasilkan gambaran mengenai variansi
yang sudah mencapai target, namun terdapat pergeseran mean. Hasil yang didapat dari
perhitungan di tahap measure dan analyze memiliki kesamana gambaran mengenai
kapabilitas produksi.

5.1.2 Analisis Root Cause

Sebelumnya pada tahap define dilakukan identifikasi CTQ yang menunjukan faktor-faktor
penyebab penyimpangan hasil proses. Tools yang digunakan untuk menganalisis root cause
adalah fishbone diagram dan FTA.

5.1.2.1 Fishbone Diagram


Fishbone diagram adalah sebuah tools untuk mengidentifikasi lima aspek yang ada pada
proses produksi, kelima aspek yang ditinjau adalah man, machine, material, methods,
environment. Berikut masing-masing analisis untuk tiap aspek

1. Manusia

Manusia tidak bisa dipisahkan dari proses produksi, karena sebagian besar pengendali mesin
dilakukan oleh operator. Keterampilan diperlukan agar tidak terjadi bottleneck dalam proses
produksi dan mengurangi kerugian bahan baku, jam kerja operator, dan waktu. Kegiatan
yang dapat menyebabkan kecacatan biskuit berupa berat dan ketebalan biskuit adalah
kegiatan pengaturan pisau moulder dan rubber roll. Kedua hal ini merupakan pekerjaan
operator yang erat kaitannya dengan manusia. Faktor manusia yang mempengaruhi sebagai
berikut,

- Tidak terampil melakukan setup mesin

- Operator tidak mengkalibrasi alat ukur terlebih dahulu

- Operator salah menginput data inspeksi

- Operator salah mengambil sampel biskuit pada row tertentu

- Kurangnya perhatian operator terhadap prosedur kerja standar

- Operator tidak mengukur paramater kualitas di stasiun kerja mixing

2. Mesin & Tool

Proses produksi manufaktur sangat erat kaitannya dengan mesin dan tools yang digunakan.
Aspek mesin sama pentingnya dengan aspek lainnya, karena mesin yang memproses seluruh
rangkaian produksi. Kerusakan maupun settings mesin yang tidak sesuai, akan
mempengaruhi kefisiensian dan kefektifan hasil produksi. Ada beberapa faktor mesin yang
menyebabkan terjadinya kecacatan di produk, sebagai berikut,

- Pengaturan mesin tidak standar

- Performa mesin aktual tidak sesuai dengan display

- Performa mesin tidka stabil

3. Material
Meninjau dari analisis sebelumnya, adonan mempengaruhi kapabilitas produksi. Berubahnya
keadaan adonan salah satu faktor yang menyebabkan ketebalan dan berat biskuit yang tidak
sesuai dengan standar. Berubahnya keadaan adonan disebabkan oleh beberapa faktor
sebagai berikut,

- Berat bahan baku yang tidak sesuai dengan label atau display

- Tidak ada standar jumlah penggunaan Meal & Recycle

- Perubahan tekstrur adonan terhadap waktu

4. Metode

Metode merupakan cara untuk mengerjakan suatu sistem produksi yang mencakup manusia
dan mesin. Cara untuk mengerjakan proses produksi termasuk ke dalam prosedur kerja dan
jadwal operator yang ditentukan. Metode yang salah dapat menyebabkan kerugian bagi
mesin dan manusia yang terkena dampaknya. Kerugian yang dialami oleh mesin dan
manusia, akan menyebabkan gangguan dalam proses produksi. Kesalahan metode produksi
yang dilakukan di proses produksi ini sebagai berikut,

- Tidak ada parameter kualitas

- Perubahan pola kerja operator stasiun kerja forming dan baking

- Jadwal kerja operator sestasiun kerja mixing yang terlalu padat

- Terdapat prosedur kerja yang tidak sesuai dengan kondisi aktual

5.1.2.2 Analisis Failure Mode dan Effect Analysis

FMEA adalah upaya untuk menggambarkan semua kemungkinan kegagalan, efeknya


terhadap sistem, kemungkinan terjadinya kegagalan tersebut, dan probabilitas bahwa
kegagalan tersebut tidak akan terdeteksi. Analisis FMEA dilakukan dengan wawancara dan
dikusi secara konsensus untuk memperoleh penilaian terhadap poin-poin severity, detection,
dan occurence. Ketiga poin tersebut menjadi indikator untuk menghitung Risk Priority
Number, yang merupakan nilai tingkat kepentingan satu faktor menjadi penyebab
kegagalan/cacat yang harus diperbaiki.
Langkah-langkah analisis FMEA yang dilakukan pada penelitian ini,

- Menetapkan tujuan FMEA

- Melakukan wawancara, brainstorming, dan diskusi untuk mengidentifikasi jenis kegagalan

- Menyusun penilaian terhadap masing-masing skala FMEA

- Memilih narasumber FMEA

- Mengadakan diskusi dan brainstorming hingga dicapai konsensus untuk masing-masing


skala FMEA

- Menyusun prioritas failure mode, berdasarkan cutoff point yang telah digunakan

Hasill perhitungan RPN maka didapat ketiga nilai RPN yang terbesar adalah,

- Adonan terlalu lunak diakibatkan oleh tidak ada inspeksi kualitas adonan

- Adonan tidak konsisten karena tidak ada parameter yang menjelaskan kualitas adonan

- Kualitas adonan tidak sama antar batch