Anda di halaman 1dari 7

Teknik Dasar Pencak Silat

Secara umum, ada 9 aspek teknik dasar pencak silat yang harus dipahami oleh siapapun yang
hendak menekuni seni beladiri ini. Aspek-aspek tersebut antara lain:

Teknik Dasar Pencak Silat


1. Kuda-kuda

2. Sikap Pasang

3. Arah

4. Pola Langkah

5. Pukulan

6. Tendangan

7. Tangkisan

8. Guntingan

9. Kuncian

Setelah mengetahui aspek apa saja yang harus dipelajari, yuk kita kupas satu per satu
mengenai teknik dasar pencak silat ini.

1. Kuda-kuda dalam Pencak Silat

Teknik dasar pencak silat yang wajib dikuasai yang pertama ialah kuda-kuda. Mengapa

demikian? Karena kuda-kuda merupakan sebuah sikap menapakkan kaki yang berfungsi

untuk persiapan menyerang lawan sekaligus mempertahahankan posisi agar tidak mudah

dijatuhkan ketika berada dalam posisi bertahan.

Di dalam pencak silat ada 6 jenis sikap kuda-kuda yang harus kita tahu, antara lain:

 Kuda-kuda Tengah
Kuda-kuda ini dilakukan dengan membuka dan menekuk kedua lutut dengan tumpuan
berat bedan berada di tengah.
 Kuda-kuda Depan
Dibentuk dengan posisi kaki bagian depan ditekuk dengan telapak kaki lurus mengarah
ke depan dan kaki yang belakang lurus, kuda-kuda ini menumpukan berat badan di kaki
depan.
 Kuda-kuda Belakang
Ada dua versi untuk kuda-kuda jenis ini, yang pertama yakni posisi sama dengan kuda-
kuda depan hanya saja kaki yang ditekuk dan tumpuan dipindah ke kaki belakang.

 Jenis yang kedua adalah menaruh berat badan pada kaki belakang dengan tumit tumpuan
tegak dengan panggul, badan cenderung condong ke depan dan kaki depan jinjit dengan
menapakkan tumit atau ujung kaki.

 Kuda-kuda Samping
Sama halnya dengan kuda-kuda depan, kuda-kuda ini dilakukan dengan menekuk satu
kaki dan kaki yang lain lurus mengarah ke samping. Tumpuan berat badan diletakkan di
kaki yang ditekuk dan bahu segaris atau sejajar dengan kaki.

 Kuda-kuda Silang Depan


Kuda-kuda silang depan dibentuk dengan menginjakkan satu kaki ke depan atau
kebelakang kaki yang lain, berat badan ditumpukan pada satu kaki, kaki yang lain ringan
sentuhan dengan ibu atau ujung jari kaki.

 Kuda-kuda Silang Belakang


Kuda-kuda silang belakang yakni kuda-kuda dengan salah satu kaki berada di belakang
dengan keadaan menyilang dan kaki di tumpukan ke belakang, badan tetap lurus agar
tidak jatuh saat melakukan gerakan tersebut.

2. Sikap Pasang

foto.tempo.co

Sikap pasang merupakan sebuah posisi yang biasanya dikombinasikan dengan kuda-kuda dan

posisi ini bersifat fleksibel. Disaat seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan

gerakannya akan selalu berubah sering dengan perubahan posisi lawan.

Setelah menangkap sebuah titik celah pertahanan lawan, selanjutnya pesilat akan mencoba

menyerang dengan serangan cepat, tepat dan tentunya terukur.


Ada banyak sikap pasang dalam teknik dasar pencak silat, karena posisi ini merupakan ciri

khas dari setiap aliran atau perguruan yang bisa membedakan antara satu dengan yang

lainnya.

Namun secara umum ada empat sikap pasang yang sudah dikenal secara luas, antara lain:

 Pasang Satu
Sikap pasang dengan posisi badan tegak dan kedua tangan disamping dalam keaadaan
siap silat dan kedua kaki di buka selebar bahu.
 Pasang Dua
Sikap pasang dengan badan tetap pada posisi tegak, kaki dibuka selebar bahu, kedua
tangan mengepal dan sejajar dengan pinggang.
 Pasang Tiga
Sikap pasang dengan badan pada posisi tegak lurus, kaki di buka selebar bahu, tangan
diangkat sejajar mata, dan posisi menyilang dengan tangan terbuka.
 Pasang Empat
Sikap pasang dengan kaki di buka selebar bahu, tangan diangkat sejajar mata, dengan
posisi menyilang dan tangan mengepal.
3. Arah
Selain kuda-kuda dan sikap pasang, pemahaman tentang arah juga sangat penting. Hal ini

berhubungan kemana pesilat akan melangkah ketika dalam posisi menyerang atau bertahan.

Dalam dunia persilatan arah dikenal dengan depalan penjuru mata angin. Dan cara

melatihnya adalah dengan menggeser kuda-kuda dan sikap pasang sesuai gambar mata angin

yang ada.

4. Pola Langkah

pshtlandak.wordpress.com

Nah ini dia teknik dasar yang menjadi ciri khas pencak silat. Pola langkah atau penggunaan

langkah ialah perubahan injakan kaki dari sudut tempat ke tempat yang lain.
Intinya pencak silat itu adalah gabungan dari kekokohan kuda-kuda yang dikombinasikan

dengan fleksibel atau luwesnya pergerakan langkah dan disempurkanan dengan pemahaman

arah yang benar.

Kalau pesilat sudah mengusai hal itu, serangannya akan sulit dibaca dan pertahanannya akan

sulit ditembus oleh lawan.

Berbicara mengenai pola langkah, ada 6 jenis yang sudah dikenal dan digunakan dalam

banyak perguruan pencak silat, antara lain:

Pola Langkah Pencak Silat

 Pola langkah lurus

 Pola langkah zig zag

 Pola langkah segitiga

 Pola langkah segiempat

 Pola langkah U

 Pola langkah S

5. Pukulan

satujam.com

Pukulan merupakan usaha yang dilakukan baik dalam menyerang atau bertahan dengan

menggunakan lengan tangan. Dalam teknik dasar pencak silat ada empat jenis pukulan yang

harus dikuasai, antara lain:


Pukulan dalam Pencak Silat
 Pukulan Lurus
Sebuah pukulan yang dilakukan dengan fokus ke arah depan, sasarannya ialah dada
lawan. Dan tangan yang lain ditekuk didepan dada kita dengan tujuan menutup arah
point sebagai bentuk pertahanan.

 Pukulan Tegak
Seperti halnya pukulan lurus, jenis pukulan ini mempunyai sasaran yaitu bahu. Biasanya
pukulan ini dilakukan ketika pesilat saling berhadapan dalam kondisi bahu lawan yang
terbuka.

 Pukulan Bandul
Jika memakai bahasa modern pukulan ini dikenal dengan uppercut, yakni satu
mengayunkan tangan kearah ulu hati lawan. Dan tangan yang lain menutup celah
serangan lawan di dada kita.

 Pukulan Melingkar
Mungkin pukulan jenis ini yang jarang digunakan pada beladiri pada umumnya. Seperti
halnya pukulan bandul, hanya saja gerakan pukulan melingkar lebih melebar dengan
target sasaran pinggang lawan.
6. Tendangan

sidomi.com

Ada banyak sekali ragam tendangan dalam pencak silat. Namun karena kita belajar teknik

dasarnya, empat jenis inilah yang mungkin bisa dengan mudah untuk dipelajari.

Tendangan dalam Teknik Dasar Pencak Silat


 Tendangan A. Tendangan lurus ke depan dengan menggunakan cocor kaki yang
mengarah ke ulu hati lawan.
 Tendangan C atau Sabit. Tendangan dari samping dengan menggunakan cocor atau
pungggung kaki yang mengarah ke tulang rusuk lawan.
 Tendangan T Tendagan samping dengan menggunakan pedang kaki (telapak kaki) atau
tumit yang mengarah ke tulang rusuk atau dada lawan. Jika dilihat, tendangan ini
sepintas membentuk huruf T.
 Tendangan Melingkar. Tendangan yang dilakukan dengan memutarkan kaki dengan
hentakan yang memakai tumit. Sasaran tendangan ini biasanya dada dan punggung lawan
tergantung dengan kondisi yang ada.
7. Tangkisan

antarafoto.com

Tangkisan merupakan usaha pertahanan dari setiap serangan lawan, baik berupa tendangan

maupun pukulan. Ada empat jenis tangkisan yang dapat kita pelajari dengan mudah, antara

lain:

Tangkisan
 Tangkisan Dalam. Tangkisan yang dilakukan dengan menggerakkan tangan dari luar ke
arah dalam sejajar dengan bahu.
 Tangkisan Luar. Kebalikan dengan tangkisan dalam, tangkisan ini membuang
tendangan atau pukulan lawan ke arah kiri maupun kanan.
 Tangkisan Atas. Tangkisan yang dilakukan untuk melindungi kepala dari serangan
lawan. Gerakannya yakni membentuk tangan dalam posisi siku dan mengayunkannya
dari bawah ke atas.
 Tangkisan Bawah. Tangkisan ini berfungsi untuk melindungi kemaluan, dilakukan
dengan menyilangkan tangan seperti huruf X dengan jari terbuka namun rapat dan
mengayunkannya dari atas ke bawah.

8. Guntingan

cdamediamedia.com

Teknik ini dilakukan dengan cara tendangan dan jepitan seperti menggunting bagian tubuh

lawan yang bertujuan untuh menjatuhkan sekaligus menguncinya. Ada tiga jenis teknik

guntingan, yaitu guntingan bawah dengan sasaran kaki, guntingan tengah dengan sasaran

dada dan guntingan atas dengan sasaran leher.

Walaupun dikatakan teknik dasar dalam pencak silat, namun teknik ini tidak disarankan

untuk pemula karena memiliki resiko kegagalan yang cukup tinggi.


9. Kuncian

wenwu.fr

Nah, teknik dasar pencak silat yang terakhir adalah kuncian. Kuncian merupakan suatu teknik

untuk melumpuhkan agar tidak dapat melanjutkan pergerakannya. Teknik ini menyasar

bagian vital tubuh seperti leher, pergelangan tangan, lengan, dagu, selangkangan kaki dan

bahu musuh.