Anda di halaman 1dari 9

PENDAHULUAN

Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan


pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun
waktu tertentu.
Didalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema,
mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip
pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki
taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.
Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih
sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering
kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.

STRATEGI TINGKAT BISNIS


Strategi Tingkat Bisnis (Business Level Strategy) menekankan tindakan yang
harus diambil untuk menyediakan nilai bagi konsumen dan mendapatkan
keunggulan bersaing melalui pendayagunaan kompetensi inti dalam pasar suatu
produk tertentu..
Strategi merupakan sejumlah tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi yang
diambil untuk mengeksploitasi kompetensi inti serta memperoleh keunggulan
bersaing. Kompetensi inti merupakan sumber daya dan kemampuan yang telah
ditentukan sebagai sumber keunggulan bersaing bagi perusahaan terhadap
pesaingnya.
Strategi Tingkat Biaya
1. Kepemimpinan Biaya Internasional
Adalah serangkaian tindakan yang dirancang untuk memproduksi atau
mengirimkan barang-barang atau jasa pada biaya yang relatif rendah, relatif
terhadap para pesaing, dengan ciri-ciri yang dapat diterima oleh para pelanggan.
Perusahaan yang berusaha mendapatkan keunggulan kompetitif melalui strategi
kepemimpinan biaya sering kali menghasilkan produk-produk standar, tanpa
tambahan yang berarti. Laba di atas rata-rata dihasilkan ketika perusahaan
secara terus-menerus mendorong biayanya menjadi lebih rendah daripada para
pesaingnya, sambil menyediakan produk-produk yang harganya lebih rendah
dan bentuk-bentuk diferensiasinya dapat diterima pelanggan. Contoh
perusahaan yang melakukan strategi ini : Wal Mart (pengecer), Timex (jam),
dan Gateway 2000 (computer).
Risiko persaingan yang bekaitan dengan strategi kepemimpinan biaya meliputi
(1) kehilangan keunggulan kompetitif karena teknologi yang lebih baru, (2)
kegagalan mendeteksi perubahan dalam kebutuhan pelanggan, dan (3)
kemampuan para pesaing untuk menerima keunggulan kompetitif pemimpin
biaya melalui tindakan strategis merekayang unik.

2. Strategi Diferensiasi
Adalah serangkaian tindakan integratif yang untuk dirancang memproduksi
barang atau jasa yang dianggap pelanggan berbeda dalam hal-hal yang penting
bagi mereka.
Strategi diferensiasi memampukan perusahaan untuk menyediakan produk-
produk yang memiliki ciri-ciri berbeda (dan nilai) kepada para pelanggan.
Karena keunikannya, produk-produk dan jasa diferensiasi dijual dengan harga
premium. Semakin sedikit kemiripan dengan produk-produk pesaing, semakin
perusahaan itu bertahan dari persaingan dengan lawan-lawannya. Contoh
perusahaan yang melakukan strategi ini : Maytag (peralatan), Mercedez
(otomotif) dan WordPerfect (perangkat lunak).
Risiko yang berkaiatan dengan strategi diferensiasi meliputi (1) keputusan
kelompok pelanggan tertentu yang merasa bahwa perbedaan antara produk
diferensiasi dan barang-barang dan jasa pemimpin biaya tidak lagi bernilai
untuk harga premium, (2) ketidakmampuan produk diferensiasi untuk
menciptakan jenis nilai yang mau dibayar pelanggan dengan harga premium, (3)
kemampuan para pesaing untuk menyediakan produk-produk yang berciri sama
dengan produk-produk diferensiasi, tapi dengan biaya yang lebih rendah, (4)
ancaman pemalsuan, di mana perusahaan memproduksi barang-barang dan jasa
diferensiasi dengan harga murah dan ‘mematikan’.

3. Strategi Fokus Internasional


Adalah serangkaian tindakan integratif yang dirancang untuk memproduksi atau
mengirimkan barang-barang dan jasa yang melayani kebutuhan segmen
persaingan tertentu.
Suatu perusahaan yang menerapkan strategi fokus akan berusaha menggunakan
kompetensi-kompetensi intinya untuk melayani kebutuhan segmen industri
tertentu: kelompok pembeli partikular, segmen atau lini produk yang berbeda,
atau pasar geografis yang berbeda. Dasar dari strategi fokus adalah bahwa suatu
perusahaan dapat melayani segmen partikular dari suatu industri dengan lebih
efektif atau efisien dari para pesaingnnya. Kesuksesan dengan strategi fokus
terletak pada kemampuan perusahaan untuk menemukan segmen-segmen yang
memiliki kebutuhan yang unik atau mengalokasikan segmen yang dilayaninya
dengan buruk oleh para pesaing industri lainnya.
Perusahaan dapat menciptakan nilai bagi pelanggan dalam segmen pasar yang
unik dan spesifik dengan menggunkan satu dari dua strategi fokus yang
berbeda: kepemimpinan biaya fokus dan diferensiasi fokus. Contoh perusahaan
yang melakukan strategi ini : Fadal Engineerring dan USAA (United Service
Autombile Association)
Risiko kompetitif dari strategi fokus meliputi (1) kemampuan pesaing untuk
menggunakan kompetensi intinya untuk “mengaburkan” fokus pelaku strategi
fokus dengan melayani segmen kompetitif yang lebih sempit lagi, (2)
keputusan-keputusan yang dibuat oleh para pesaing industri untuk melayani
kebutuhan khusus kelompok pelanggan-pelanggan segmen kompetitif sempit
dan pasar industri secara luas.

Stretegi Tingkat Perusahaan


1. Strategi Multidomestik/Multinasional
Perusahaan memberikan banyak kebebasan pada anak-anak perusahaannya
untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berada dalam wilayah mereka.
Dimana perusahaan induk membiarkan para anak perusahaan mengembangkan
produk dan praktek mereka sendiri.
2. Strategi Global
Strategi global mengumpulkan pengendalian di perusahaan induk. Perusahaan
berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh dunia dengan produk-
produk standar. Produk untuk seluruh pasar dunia diproduksi secara sentral dan
dikirimkan pada anak-anak perusahaan.
3. Perusahaan Transnasional
Perusahaan induk dan semua anak perusahaan bekerja sama memformulasikan
strategi dan kebijakan operas, dan menkoordinasikan logistik agar produk
mencapai efisiensi dan integrasi global, sambil menyediakan fleksibilitas di
tingkat lokal.

Empat strategi tingkat bisnis generik untuk membangun dan mengeksploitasi


keunggulan kompetitifnya dalam ruang lingkup:

1. Kepemimpinan biaya
2. Diferensiasi
3. Fokus Kepemimpinan Biaya
4. Fokus Diferensiasi

 Strategi Kepemimpinan Biaya

Strategi kepemimpinan biaya adalah serangkaian tindakan integratif yang


dirancang untuk memproduksi atau mengirimkan barang-barang atau jasa pada
biaya yang paling rendah, relatif terhadap pesaing, dengan cirri-ciri yang dapat
diterima oleh para pelanggan.

Strategi diferensial adalah serangkaian tindakan integratif yang dirancang untuk


memproduksi barang atau jasa yang dianggap para pelanggan berbeda dalam
hal-hal yang penting bagi mereka. Strategi diferensiasi menuntut perusahaan
untuk menjual produk-produk non-standar kepada para pelanggan yang
memiliki kebutuhan unik. Dengan ini produk Lexus-nya, Toyota berusaha
memuaskan kebutuhan unik para pelanggannya untuk ciri-ciri diferensiasi
tertentu (misalnya, kualitas produk) sambil mengirimkan mobil non-standar
perusahaan ke mereka dengan tingkat biaya yang dapat diterima. Strategi
kepemimpinan biaya ini harus mencapai tingkat biaya yang rendah
dibandingkan dengan para pesaingnya, sambil tidak mengabaikan cara-cara
diferensiasi yang bernilai bagi pelanggan. Perusahaan yang mencari keunggulan
kompetitif melalui strategi tingkat bisnisnya sering kali menjual barang-barang
dan jasa standar, tanpa tambahan yang berarti ke para pelanggan industri yang
tipikal. Dengan cara lain, strategi diferensiasi harus dengan konsisten
meningkatkan bentuk-bentuk diferensiasi barang dan jasanya yang dihargai oleh
pelanggan, dengan tanpa mengabaikan biaya-biaya yang dibebankan ke
pelanggan. Jadi, walaupun strategi diferensiasi kepemimpinan biaya berbeda,
perusahaan dapat menciptakan nilai dan strategi diferensiasi melalui salah satu
strategi tersebut.
Implementasi strategi kepemimpinan biaya yang berhasil memerlukan fokus
yang konsisten terhadap pemicu-pemicu biaya yang lebih rendah, relatif
terhadap biaya-biaya pesaing.

Implementasi yang efektif dari strategi kepemimpinan biaya ini memungkinkan


perusahaan menghasilkan laba di atas rata-rata selain adanya faktor-faktor
kompetitif yang kuat.

Persaingan dengan Para Pesaing yang Sudah Ada

Memiliki posisi biaya rendah merupakan pertahanan yang berharga dalam


menghadapi para pesaing, karena posisi yang menguntungkan sebagai
pemimpin biaya, para pesaing ragu bersaing dengan basis harga. Melainkan,
mereka akan berusaha untuk bersaing melawan para pemimpin biaya melalui
cara-cara diferensiasi.

 Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Pelanggan)

Pelanggan yang berkuasa dapat mendesak pemimpin biaya untuk mengurangi


harga-harganya, tapi harga tersebut tidak akan didesak sampai ditingkat harga
dimana pesaing industry selanjutnya yang paling efisien dapat menghasilkan
laba diatas rata-rata. Walaupun pelanggan yang berkuasa dapat mendesak
pemimpin biaya untuk mengurangi harga bahkan dibawah level tersebut,
mereka mungkin tidak akan melakukannya.

 Kekuatan Tawar Menawar Suplier

Pemimpin biaya beroperasi dengan margin yang lebih besar daripada para
pesaingnya. Diantara banyak keuntungan, margin lebih tinggi yang relatif
dengan margin para pesaing memungkinkan pemimpin biaya untuk menyerap
kenaikan harga supplier. Ketika suatu industri dihadapkan dengan kenaikan
biaya persediaan yang substansial, pemimpin biaya mungkin satu-satunya
perusahaan yang mampu membayar harga yang lebih tinggi itu dan terus
menghasilkan laba rata-rata atau laba diatas rata-rata. Dengan cara lain,
pemimpin biaya yang kuat dapat mendesak para supplier untuk menahan harga
mereka, mengurangi margin mereka dalam proses tersebut.
"Strategi Investasi pada Business Level"

Strategi investasi adalah langkah-langkah alokasi sumberdaya untuk


mendapatkan keunggulan kompetitif dan terkait erat dengan BLS. Besar
investasi untuk berbagai strategi berturut-turut ialah : cost leadership &
differentiation, differentiation, cost leadership, dan focus.

Dua faktor yang menetukan strategi investasi: posisi perusahaan dalam industri
dan siklus hidup (life-cycle) industri dimana perusahaan bersaing.

(a) Posisi kompetitif


- Posisi bersaing perusahaan dapat dilihat dari 2 hal yaitu market share dan sifat
distinctive competencies yang dimiliki.
- Makin besar pangsa pasar, makin kuat posisi bersaing, investasi semakin
menjanjikan.
- Keunikan, kekuatan, dan banyaknya distinctive competencies yang dimiliki
perusahaan membuat posisi bersaingnya kuat dan investasinya lebih
menjanjikan.

(b) Efek Life-cycle Industri


Setiap fase industri memiliki lingkungan industri yang berbeda dan peluang
serta ancaman yang berbeda. Persaingan paling kuat terjadi pada fase shakeout
dan yang paling kecil persaingan pada fase embrionik. Karena itu setiap fase
industri memiliki implikasi investasi yang berbeda.
"Memilih Strategi Investasi pada Berbagai Fase Dalam Lifecycle Perusahaan"
(a) Fase embrionik
Kebutuhan investasi tinggi karena diperlukan untuk membentuk keunggulan
kompetitif
strategi investasi yang sesuai ialah share-building strategy. Sasaran utama ialah
membangun market share dan menciptakan keunggulan kompetitif yang unik
dan stabil. Memerlukan sumberdaya besar untuk membangun kompetensi R &
D dan marketing.

(b) Fase pertumbuhan


Tugas utama perusahaan ialah melakukan konsolidasi dan menciptakan basis
kuat untuk survive. Strategy investasi yang sesuai ialah growth strategy.
Sasaran utama ialah mempertahankan / meningkatkan posisi bersaing karena
banyak pesaing ingin masuk.
Untuk menjadi diferensiator diperlukan investasi untuk R & D.
Cost leadership memerlukan investasi untuk pengembangan state-of-the-art
machinery.
Perusahaan yang memiiki posisi bersaing rendah akan menganut market
concentration strategy; mereka melakukan spesiaisasi tertentu atau menganut
strategi fokus untuk konsolidasi dan mengurangi investasi.

(c) Fase shakeout


Karena persaingan yang semakin ketat perusahaan yang kuat butuh share-
increasing strategy untuk menarik pelanggan dari perusahaan lemah atau yang
keluar. Bagi cost leader, butuh investasi untuk cost control. Bagi diferensiator.
investasi perlu untuk marketing dan after sales service. Perusahaan lemah akan
menganut market concentration strategy (spesialisasi di segmen atau produk
tertentu); perusahaan yang akan keluar menganut harvest atau liquidation
strategy.

(d) Fase maturity


Di sini strategy investasi sangat tergantung pada situasi persaingan yang
terjadi. Bila persaingan ketat, perusahaan perlu investasi untuk
mempertahankan posisi atau hold-andmaintain strategy. Diferensiator
mungkin akan investasi untuk meningkatkan after sales service. Cost leader
mungkin akan melakukan investasi dalam penerapan teknologi mutakhir.
Banyak juga perusahaan yang sudah merasa mapan dan mengadopsi profit
strategy yaitu berupaya memaksimalkan laba dari investasi sebelumnya dan
investasi relatif kecil.

(e) Fase decline (menurun)


Ketika demand mulai menurun. perusahaan mulai melakukan market
concentration strategy yaitu konsolidasi produk dan pasar. Ada juga
perusahaan yang menganut asset reduction strategy (harvest strategy),
membatasi dan mengurangi investasi, dan mengambil semaksimal mungkin
hasil dari investasi sebelumnya. Perusahaan bersiap-siap keluar dari industri.
Perusahaan yang posisinya lemah mungkin menganut turnaround strategy
(strategi “balik”,
atau mengubah sama sekali starteginya) mencari strategi baru yang lebih
mantap berdasarkan perhitungan biaya. Bila turnaround tidak mungkin,
perusahaan biasanya melakukan liquidation dan divesture yakni keluar dari
industri melalui likuidasi asset atau menjual bisnis. (Wir)