Anda di halaman 1dari 1

Manfaat Obyek Wisata Candi Sukuh

Candi Sukuh mulai dijadikan obyek wisata sejak bulan November 2003. Merupakan kerjasama
antara Dinas Kabupaten Karang Anyar dengan BP3 Dinas Purbakala. Sebelum dibuka menjadi sebuah
obyek wisata, Candi Sukuh dikelola oleh Balai Penelitian Peninggalan Purbakala (BP3) Dinas Purbakala
Jawa Tengah. Dibukanya Candi Sukuh sebagai obyek wisata bermula dari adanya otonomi daerah untuk
meningkatkan pendapatan daerah. Pemda Karang Anyar bertugas sebagai penyedia fasilitas dan
pengelolaanya dan BP3 sebagai penjaga keamanan dan kelestarian candi. Untuk hasil pendapatan dari
obyek wisata ini, dibagi 50% untuk Pemda dan 50% untuk BP3. Untuk masalah pembagian tugas dalam
pengelolaan dibagi menjadi dua. Pemda mengurus bagian penjualan tiket dan pengelolaan fasilitas lain.
Sedangakan BP3 menugaskan satpam yang berjaga 24jam untuk menjaga keamanan dan kelestarian
candi.
Dengan dibukanya Candi Sukuh sebagai obyek wisata, cukup mempengaruhi warga sekitar.
Karena lokasi candi yang berada di dataran tinggi dan bentuk geografis yang berupa perbukitan, cukup
sulit untuk mengembangkan dan membangun fasilitas candi dan sulit bagi masyarakat untuk membuka
usaha disekitar candi. Sehingga hanya sebagian kecil dari masyarakat yang ikut berpartisipasi dengan
adanya obyek wisata ini. Jika pun ada, hanya sebagai pekerjaan sambilan atau berjualan di sekitarcandi
sukuh. Mayoritas pekerjaan penduduk sekitar adalah berkebun dan bertani. Kerjasama pengelola dengan
masyarakat seekitar banyak dilakukan dalam beberapa hal. Seperti pembagian pengelolaan wilayah.
Pemda hanya mengelola obyek wisata. Untuk pengelolaan Kamar mandi dan fasilitas warung makan atau
toko diserahkan kepada penduduk sekitar. Parkir di Candi Sukuh ini masih terbilang jauh dari kata layak
karena hanya bisa memuat 4-6 mobil. Untuk kendaraan roda dua hanya diparkir di depan warung-warung
yang tersedia disekitar objek wisata. Untuk memperluas wilayah candi cukup sulit. Karena masih adanya
sengketa tanah sehingga mempersulit pengembangan obyek wisata ini.
Karena candi sukuh ini masih digunakan sebagai tempat sembhayang, maka hal ini
mempengaruhi budaya setempat seperti tingkah laku yang harus dijaga tetap baik. Kewajiban memakai
kain yang bercorak hitam putih jika mau masuk ke candi sukuh, kain ini di percayai mampu menjaga adab
selama berada di kawasan candi sukuh.