Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANEMIA

Seorang wanita berusia 54 tahun melaporkan merasa mual dan lelah dan, anehnya, dia mengira kulitnya berwarna kuning.
Ketika ditekan untuk gejala lebih lanjut, ia mengaku sesak napas saat berolahraga dan penurunan berat badan (5 kg dalam 6 bulan)
tetapi ditolak sakit perut, disfagia, perdarahan dubur, perubahan kebiasaan buang air besar atau perubahan warna tinja atau urin.
Gejala-gejalanya mungkin pertama kali muncul sekitar enam bulan sebelumnya tetapi telah menjadi semakin mengganggu sejak saat
itu. Dia mengkonsumsi alkohol.

Sklera dan kulitnya tampak kuning. Dia tidak tachypnoeic saat istirahat tetapi tachycardic, dengan denyut nadi teratur 108 kali
per menit. Dadanya jernih/bersih, bunyi jantung normal dan tidak ada pembengkakan betis atau kelembutan. Pemeriksaan perut
menunjukkan tidak ada nyeri tekan, massa atau organomegali. Hasilnya dari tes darah, yang menunjukkan anemia makrositik berat
dengan hemoglobin 5,2 g / dL dan volume sel rata-rata (MCV) 112fL. Jumlah sel putihnya memadai, meskipun trombosit berada di
sisi rendah pada 131 x 109 / L. Tingkat bilirubinnya meningkat menjadi 59 mikromol / L dengan LFT normal lainnya. Dia
mengkonsumsi alkohol. Diagnosis adalah anemia pernisiosa. Dia mendapatkan 450 cc seluruh darah untuk tranfusi dan suntikan IM
hidroksokobalamin 1mg dan juga diberikan asam folat tambahan dan besi sulfat untuk mendukung erythropoiesis.

DS:
- Seorang wanita berusia 54 tahun melaporkan merasa mual dan lelah
- dia mengira kulitnya berwarna kuning
- dia mengaku sesak napas saat berolahraga dan mungkin mengalami penurunan berat badan(5kg dalam 6 bulan
- tidak ada nyeri perut, disfagia, perdarahan dubur, perubahan kebiasaan buang air besar atau perubahan warna tinja atau urin.
- gejalanya mungkin pertama kali muncul sekitar enam bulan sebelumnya tetapi telah menjadi semakin mengganggu sejak saat
itu
- pasien mengatakan mengonsumsi alkohol
DO:
- Sklera dan kulitnya tampak kuning
- Dia tidak tachypnoeic saat istirahat tetapi tachycardic
- Nadi 108x/menit
- Dadanya jernih/bersih, bunyi jantung normal dan tidak ada pembengkakan betis atau kelembutan
- Pemeriksaan perut menunjukkan tidak ada nyeri tekan, massa atau organomegali.
- tes darah, yang menunjukkan anemia makrositik berat
- hemoglobin 5,2 g / dL
- volume sel rata-rata (MCV) 112fL
- sel putihnya memadai
- trombosit berada di sisi rendah pada 131 x 109 / L
- bilirubinnya meningkat menjadi 59 mikromol / L dengan LFT normal lainnya
- Diagnosis adalah anemia pernisiosa

A. Analisa Data

Tgl DATA Masalah Keperawatan


DS: Keletihan
- Pasien mengatakan lelah
- dia mengaku sesak napas saat berolahraga dan mungkin mengalami
penurunan berat badan(5kg dalam 6 bulan)
- tidak ada nyeri perut, disfagia, perdarahan dubur, perubahan kebiasaan
buang air besar atau perubahan warna tinja atau urin.
DO:
- Dia tidak tachypnoeic saat istirahat tetapi tachycardic
- Nadi 108x/menit
- tes darah, yang menunjukkan anemia makrositik berat
- hemoglobin 5,2 g / dL
- volume sel rata-rata (MCV) 112fL
- sel putihnya memadai
- trombosit berada di sisi rendah pada 131 x 109 / L
- bilirubinnya meningkat menjadi 59 mikromol / L dengan LFT normal lainnya
- Diagnosis adalah anemia pernisiosa

DS: Ketidakseimbangan nutrisi: kurang


- Pasien mengatakan penurunan berat badan(5kg dalam 6 bulan) dari kebutuhan tubuh
- disfagia
DO:
DS : Intoleran aktivitas
- Pasien mengatakan lelah
- dia mengaku sesak napas saat berolahraga
DO :

B. Rumusan Diagnosa Keperawatan


Tanggal Jam No Diagnosa Keperawatan
1 Keletihan b.d anemia
2 Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidak mampuan mengabsorpsi
nutrien
3 Intoleran aktivitas b.d fisik tidak bugar

C. Prioritas Diagnosa Keperawatan


1. Keletihan b.d anemia
2. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidak mampuan mengabsorpsi nutrien
3. Intoleran aktivitas b.d fisik tidak bugar
D. Rencana Asuhan Keperawatan
Rencana Asuhan Keperawatan

Nama Pasien : Ibu A Diagnosa: Anemia pernisiosa

TTL/Usia : 54 Tahun NRM :233311

Tgl No Dx NOC NIC Rasional EBN


Kep
1 Tingkat kelelahan: Manajemen energi
Setelah dilakukan 1. kaji status fisiologis
tindakan keperawatan pasien yang
selama 3x24 jam menyebabkan
tingkat kelelahan kelelahan
pasien dapat 2. anjurkan pasien
berkurang dengan mengungkapkan
kriteria hasil: secara verbal
1. tidak mengalami mengenai
kelelahan keterbatasan yang
2. tidak mengalami dialami
nyeri saat 3. monitor
menelan intake/asupan nutrisi
untuk mengetahui
toleransi terhadap sumber energi yang
aktivitas adekuat
Setelah dilakukan 4. monitor sumber
tindakan keperawatan kegiatan olahraga
selama 3x24 jam yang dialami pasien
pasien dapat toleransi 5. monitor sistem
terhadap aktivitas kardiorespirasi
dengan kriteria hasil: pasien selama
1. tidak kegiatan(takardi,disp
mengalami nea)
peningkatan 6. bantu pasien untuk
denyut nadi memantau secara
saat mandiri dengan
beraktivitas mencatat
2. tidak intake/asupan kalori
mengalami dan energi yang
sesak nafas digunakakn sesuai
saat kebutuhan
beraktivitas
3. mudah dalam manajemen obat
melakukan 1. tentukan jenis obat
aktivitas apa yang diperlukan
hidup harian dan kelola menurut
tanpa merasa resep dokter
lelah 2. monitor efektifitas
cara pemberian obat
yang sesuai
3. monitor efek
samping obat
2
3 1)
E. Catatan Perkembangan
Tgl dan No Implementasi Evaluasi TTD
Jam Dx.Kep Nama jelas
4 April 1 a. mengkaji status fisiologis pasien yang 13.30 Adel
2019 menyebabkan kelelahan S: Pasien mengatakan masih merasakan
09.00 b. menganjurkan pasien mengungkapkan lelah
secara verbal mengenai keterbatasan
yang dialami O:
c. memonitor intake/asupan nutrisi untuk - nadi: 90 x/menit
mengetahui sumber energi yang adekuat
d. memonitor sumber kegiatan olahraga A:Keletihan belum teratasi
yang dialami pasien
e. memonitor sistem kardiorespirasi pasien P: Lanjutkan intervensi b, c, d, e, f, h, i.
selama kegiatan(takardi,dispnea)
f. membantu pasien untuk memantau
secara mandiri dengan mencatat
intake/asupan kalori dan energi yang
digunakakn sesuai kebutuhan
10.00 g. menentukan jenis obat apa yang
diperlukan dan kelola menurut resep
dokter
h. memonitor efektifitas cara pemberian
obat yang sesuai
11.00 i. memonitor efek samping obat
13.30

PATHWAY

Kogulasi
intravaskuler GFR Menurun dan
mencegah kehilangan
sodium lebih besar
Vasokontriksi

Aliran darah renal


Iskemia
menurun

Nekrosis epitel Kurang


Asites
tubulus bagian bawah Pengetahuan

Nekrosis membran Kelebihan Volume


Cairan