Anda di halaman 1dari 15

PROPOSAL METODE KUANTITATIF

PENGARUH EFEKTIVITAS PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI


KEUANGAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN
PADA
CV. KENCANA SARI JAYA ABADI SURABAYA

Dibuat Oleh :
Nur Hasan 16310136
Nor Lailah 16310130
Indriani Kusuma Aulia 16310131

Reg. Malam AK – A

Metode Kuantitatif & Kualitatif


Imam Supriadi, ST, MM.

STIE Mahardhika Surabaya


Prodi Akuntansi
2019-2020
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Standar akuntansi keuangan yang berkualitas merupakan salah satu prasarana
penting untuk mewujudkan transparasi tersebut. Untuk dapat menghasilkan
standar akuntansi keuangan yang baik, maka badan penyusunannya terus di
kembangkan dan di sempurnakan sesuai dengan kebutuhan. Standar akuntansi
indonesia merupakan terapan dari beberapa standar akuntansi yang ada seperti
IAS,IFRS,ETAP selain itu ada juga PSAK Syariah.Selain untuk keseragaman
laporan keuangan , standar akuntansi juda di perlukan untuk memudahkan auditor
serta memudahkan penyusunan laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan
membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Standar ini umumnya di
gunakan oleh perusahaan dengan akuntabilitas publik atau perusahaan yang di
ketahui terdaftar ataupun sedang dalam proses.
Menurut Isthika,dkk(2014), laporan keuangan merupakan media bagi sebuah
entitas dalam hal ini pemerintah untuk mempertanggungjawabkan
kinerjakeuangannya kepada publik.Pemerintah harus mampu menyajikan laporan
keuangan yang mengandung informasi keuangan yang berkualitas.
Menurut mardiasno instansi CV. Kencana Sari Jaya Abadi wajib melakukan
pengelolaan keuangan serta mempertanggung jawabkan pelaksanaan keuangan
sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya yang didasarkan pada perancanaan
strategis yang telah di tetapkan. Dalam rangka tersebut di perlukan penerapan
sistem pelaporan keuangan yang tepat ,jelas dan terukur sesuai dengan prinsip
transparasi dan akuntabilitas . Perusahaan pada dasarnya selalu berusaha untuk
mencapai tujuan menunjang agar tercapainya tujuan setiap perusahaan
mempunyai aset tertentu berguna memperlancar kegiatan perusahaan.
Kualitas laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses kegiatan akuntansi
atau suatu ringasan dari transaksi keuangan.Rendahnya kualitas laporan dapat
disebabkan oleh belum diterapkanmya sistem informasi akuntansi keuangan atau
kurangnya pemahaman akuntansi dari penyusun laporan keuangan itu sendiri atau
kurangnya kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki dan atau peran internal
audit yang masih lemah . Jadi, fenomena mengenai kualitas laporan keuangan
sangat menarik untuk dikaji lebih jauh.Sumber daya manusia adalah faktor
penting demi terciptanya laporan keuangan yang berkualitas. Keberhasilan suatu
entitas pengaruhi oleh Sumber Daya Manusia yang dimilikinya melainkan
kompetensi sumber daya manusia yang dimilikinya. Dalam hal ini kompetensi
sumber daya manusia memiliki peranan yang sangat penting untuk merencanakan,
melaksanakan,dan mengendalikan entitas yangbersangkutan.
Berdasarkan uraian diatas, masalah yang timbul dari faktor-faktor yang
mempengaruhi kualitas laporan keuangan yaitu, karena Sistem Informasi
Akuntansi belum sepenuhnya dapat meningkatkanefektifitas, menjawab
kebutuhan informasi dan meningkatkan kinerja dalam mengerjakan pekerjaannya.
Berdasarkan uraian diatas mengingat pentingnya kualitas laporan keuangan bagi
Satuan Perangkat Kerja tersebut. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan
diatas, maka penelitian ini mengambil judul “ Pengaruh efektifitas penerapan
stadar akuntansi keuangan terhadap kualitas laporan keuangan pada CV. Kencana
Sari Jaya Abadi.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah di jelaskan di atas, adapun rumusan masalah yang
ada sebagai berikut :
1. Bagaimana efektivitas penerapan standar akuntansi keuangan terhadap
kualitas laporan keuangan pada CV.Kencana Sari Jaya Abadi ?
2. Bagaimana pengaruh standar akuntansi keuangan terhadap pelaporan
keuangan pada CV.Kencana Sari Jaya Abadi ?

1.3 Tujuan Penelitian


Dari rumusan masalah yang di lakukan ,adapun tujuan penelitian yang ada sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh efektivitas penerapan akuntansi laporan
keuangan terhadap kualitas laporan keuangan pada CV.Kencana Sari Jaya Abadi
2. Untuk mengetahui pengaruh pelaporan keuangan pada CV.Kencana Jaya
Abadi
1.4 Manfaat penelitian
Dari hasil penelitian , di harapkan dapat memberikan manfaat penelitian sebagai
berikut :
1. Bagi penelitian
Penelitian ini di harapkan dapat memberikan pelatihan intelektual yang dapat
pemahaman pentingnya pengaruh efektivitas penerapan standar akuntansi
keuangan terhadap kualitas laporan keuangan.
2. Bagi almater
Penelitian di harapkan dapat mengembangkan temuan – temuan empiris pada
bidang akuntansi untuk kemajuan ilmiah di masa yang akan datang.
3. Bagi CV. Kencana Jaya Abadi
Bisa menjadi masukkan baik dan menambah pengetahuan lebih dalam tentang
SAK sehingga mampu menerapkan SAK dengan efektif dalam menyusun dan
menyajikan laporan keuangan .

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Kualitas laporan keuangan


Kualitas laporan keuangan sebuah perusahaan tergantung dari seberapa besar
informasi yang disajikan perusahaan bisa berguna bagi pengguna dan bagaimana
perusahaan menyusun laporan keuangan yang ada berdasarkan kerangka
konseptual dan prinsip-prinsip dasar dan tujuan akuntansi.
Baik buruknya kualitas laporan keuangan dapat dilihat dari sehat atau tidak
sehatnya perusahaan tersebut. Perusahaan yang sehat akan memiliki laporan
keuangan yang berkualitas baik tanpa adanya penyimpangan. Laporan keuangan
merupakan salah satu alat ukur yang digunakan oleh para pemakai laporan
keuangan dalam mengukur atau menentukan sejauh mana kualitas perusahaan.
Kualitas laporan keuangan dapat dikatakan baik adalah apabila informasi yang
disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, dan memenuhi
kebutuhan pemakainya dalam pengambilan keputusan, bebas dari pengertian yang
menyesatkan, kesalahan material serta dapat diandalkan, sehingga laporan
keuangan tersebut dapat dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya
(Emilda, 2014)
Laporan keuangan perusahaan akan menunjukan seberapa besar tingkat
keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Apabila laporan
keuangan perusahaan berkualitas baik maka dapat dikatakan para pelaku usaha
berhasil dalam menjalankan kegiatan usahanya dan telah mampu meminimalkan
risiko penyimpangan yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

2.2 Standar akuntansi kuangan ( SAK ) penyajian Laporan keuangan


Dalam akuntansi dikenal adanya Standar Akuntansi Keuangan yang harus dipatuhi
dalam menyajikan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan agar laporan
keuangan yang dihasilkan berkualitas dan mudah dipahami bagi para pengguna.
Jika tidak mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan, perusahaan akan
menyajikan laporan keuangan sesuai dengan berbagai kepentingan. Hal ini
tentunya akan menjadi masalah bagi para pengguna karena akan mengalami
kesulitan dalam memahami laporan keuangan.
Standar Akuntansi Keuangan mengatur persyaratan pengakuan, pengukuran, dan
pengungkapan transaksi spesifik dan peristiwa lain (PSAK : 2017). Standar
tersebut dapat memastikan bahwa penempatan pos-pos harus ditempatkan pada
posisi yang tepat agar laporan keuangan dapat disajikan dengan baik, sehingga
dapat memudahkan bagi para pengguna dalam menilai dan mengevaluasi suatu
laporan keuangan guna mengambil keputusan yang baik.
Adanya fenomena bahwa laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan tidak
sepenuhnya berdasarkan standar dan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan
keuangannya. Jika laporan keuangan yang disusun tidak berdasarkan standar dan
prinsip yang berlaku maka laporan keuangan yang disajikan tidak berkualitas,
akan dipertanyakan tingkat keandalan, relevansi, serta kurang bermanfaat bagi
para pengguna.
Menurut PSAK (Revisi 2017) bahwa tujuan laporan keuangan adalah
menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta
perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi yang relevan akan
bermanfaat bagi para pemakai apabila tersedia tepat waktu sebelum pemakai
kehilangan kesempatan atau kemampuan untuk mempengaruhi keputusan yang
akan diambil. Menurut PSAK (Revisi 2017) laporan keuangan yang lengkap
terdiri dari beberapa komponen diantaranya (1) Laporan Posisi Keuangan, (2)
Laporan Laba Rugi, (3) Laporan Perubahan Ekuitas, (4) Laporan Arus Kas, (5)
Catatan Atas Laporan Keuangan. Tujuan penerapan PSAK No.1 adalah untuk
menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum yang
selanjutnya disebut laporan keuangan agar dapat dibandingkan baik dengan
laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas
lain.

2.3 Efektivitas Laporan Keuangan


Efektifitas Laporan Keuangan adalah bagaimana penggunaan atau pemanfaatan
laporan keuangan untuk pengambilan keputusan bagi organisasi. Laporan
Keuangan yang merupakan salah satu informasi penting bagi organisasi yang
menggambarkan aktivitas organisasi pada periode tertentu dengan berbagai
pencapaian sebagai gambaran kinerja organisasi. Oleh karena itu Laporan
Keuangan diharapkan dapat memiliki efektifitas yang baik bagi organisasi.
Menurut Ravianto dalam Masruri (2014:11):
“Efektivitas adalah seberapa baik pekerjaan yang di lakukan, sejauh mana orang
menghasilkan keluaran sesuai dengan yang di harapkan. Ini berarti bahwa apabila
suatu pekerjaan dapat di selesaikan dengan perencanaan , baik dalam waktu ,
biaya maupun mutunya , maka dapat di katakana efektif. Dan adapaun menurut
Robert dan Vijay (2005: 174) dalam Nurlaila (2014: 31) menyatakan bahwa
efektivitas ditentukan oleh hubungan antara output yang dihasilkan oleh suatu
pusat tanggung jawab dengan tujuannya. Suatu sistem dikatakan efektif jika
output yang dihasilkan oleh suatu orang (kelompok) sesuai dengan tujuan yang
diinginkan.

2.4 Penelitian terdahulu


No PENELITI HASIL PENELITIAN VARIABEL YG HASIL PENELITIAN
TERKAIT
1. Sanjaya Pengaruh Penerapan Variabel Dependen: Penerapan SAP secara
(2017) Standar Akuntansi Kualitas Laporan parsial berpengaruh
Pemerintahan, Keuangan positif terhadap
Sistem Pengendalian Pemerintah Daerah. Kualitas Laporan
Intern, Sistem Variabel Keuangan Pemerintah
Akuntansi Keuangan Independen: Daerah.
Daerah, Dan Sumber X1: Penerapan SAP
Daya Manusia
Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah
Dengan
Komitmen Organisasi
Sebagai Pemoderasi
(Studi Pada SKPD
Kabupaten Kampar)
2. Fikri Pengaruh Penerapan Variabel Dependen: Penerapan SAP dan
(2016) Standar Akuntansi Kualitas Informasi Peran Audit Internal
Pemerintah, Laporan Keuangan. secara parsial tidak
Kompetensi Aparatur Variabel berpengaruh terhadap
dan Peran Audit Independen: Kualitas Informasi
Internal Terhadap X1: Penerapan Laporan Keuangan
Kualitas Informasi Standar Akuntansi
Laporan Keuangan Pemerintah
X3: Peran Audit
Internal

2.5 Kerangka Konseptual


Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang berisi informasi
keuangan. Informasi keuangan yang terdapat dalam laporan keuangan tersebut
digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan baik pihak internal maupun
pihak eksternal. Dilihat dari sisi manajemen perusahaan (pihak internal), laporan
keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja manajerial dan
organisasi. Sedangkan dari sisi pemakai eksternal, laporan keuangan merupakan
salah satu bentuk pertanggung jawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan
keputusan. Laporan keuangan yang berguna bagi kepentingan pihak internal dan
eksternal perusahaan harus disusun secara baik dan memenuhi karakterisitk
kualitatif laporan keuangan sehingga laporan keuangan yang dihasilkan
berkualitas.
2.5.1 Hubungan antara efektifitas dan kualitas laporan keuangan
Adanya sistem akuntansi yang memadai, menjadikan akuntan perusahaan dapat
menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemilik
atau pemegang saham, kreditur dan para pemakai laporan keuangan (stakeholder)
lain yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Efektifitas Laporan
Keuangan adalah bagaimana penggunaan atau pemanfaatan laporan keuangan
untuk pengambilan keputusan bagi organisasi. Laporan Keuangan yang
merupakan salah satu informasi penting bagi organisasi yang menggambarkan
aktivitas organisasi pada periode tertentu dengan berbagai pencapaian sebagai
gambaran kinerja organisasi. Baik buruknya kualitas laporan keuangan dapat
dilihat dari sehat atau tidak sehatnya perusahaan tersebut. Perusahaan yang sehat
akan memiliki laporan keuangan yang berkualitas baik tanpa adanya
penyimpangan. Laporan keuangan merupakan salah satu alat ukur yang digunakan
oleh para pemakai laporan keuangan dalam mengukur atau menentukan sejauh
mana kualitas perusahaan. Sistem tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk
merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan.

2.6 Hipotesis Penelitian


Sugiyono (2014:93) berpendapat bahwa yang dimaksud hipotesis adalah sebagai
berikut:
“Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian,
oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk
kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru
berdasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris
yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan
sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban
yang empirik”.
Berdasarkan penjelasan yang dikemukakan di atas, maka hipotesis penelitian ini
adalah Pengaruh Efektifitas Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Terhadap
Kualitas Laporan Keuangan
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Objek dan Metode Penelitian


Objek penelitian dalam penelitian ini adalah standar akuntansi keuangan dan
kualitas laporan keuangan.
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan metode
verifikatif sebagai prosedur untuk melakukan penelitian sehingga mampu
menjawab rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Pengertian metode deskriptif menurut Sugiyono (2013:53), yaitu:


“Suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan
variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel mandiri adalah
variabel yang berdiri sendiri, bukan variabel independen, karena variabel
independen selalu dipasangkan dengan variabel dependen).”
Menurut Sugiyono (2013:6) mendefinisikan metode verifikatif sebagai berikut:
“Metode penelitian melalui pembuktian untuk menguji hipotesis hasil penelitian
deskriptif dengan perhitungan statistika sehingga didapat hasil pembuktian yang
menunjukan hipotesis ditolak atau diterima.”

3,2 Definisi Operasional Variabel


Erlina (2011:48) mengartikan definisi operasional adalah “menjelaskan karakter
objek ke dalam elemen yang dapat diobservasi sehingga semua konsep dapat
diukur di dalam penelitian”.
Tujuan dari defenisi operasional adalah untuk memberikan kejelasan akan
variabel-variabel yang dipakai dalam penelitian. Dalam penelitian ini digunakan
variabel dependen (bebas) dan variabel independen (terikat).

Pada penelitian ini, variabel independen dan variabel dependen yang


dipergunakan adalah:
1. Variabel Independen (bebas)
Sugiyono (2008:33) menjelaskan bahwa “Variabel bebas adalah variabel yang
menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel dependen (variabel terikat)”.
Variabel independen (X) dalam penelitian ini adalah Efektivitas Penerapan
Standar Akuntansi Keuangan.
2. Variabel Dependen (terikat)
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2008:33).
Pada penelitian ini yang menjadi variabel dependen (Y) adalah Kualitas Laporan
Keuangan .

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian


Populasi Penelitian
Erlina (2011:80) mengartikan populasi sebagai “sekelompok entitas yang lengkap
yang dapat berupa orang, kejadian, atau benda yang mempunyai karakteristik
tertentu, yang berada dalam suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu
yang berkaitan dengan masalah penelitian”. Populasi dalam penelitian ini adalah
Akuntan dan bagian-bagian keuangan di CV. Kencana Sari Jaya Abadi Surabaya,
dimana terdapat 1 Kantor Pusat dan 3 Kantor Cabang di Surabaya.

Sampel Penelitian
Sampel adalah bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan
karakteristik populasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sampling jenuh. Sugiyono (2011:68) menjelaskan bahwa
sampling jenuh adalah tekhik penentuan sampel bila semua anggota populasi
digunakan sebagai sampel.

Populasi dan Sampel Penelitian

No Kantor Populasi/Sampel
1. CV. Kencana Sari Jaya Abadi (Pusat) 5 orang
2. CV. Kencana Sari Jaya Abadi (Cabang I) 5 orang
3. CV. Kencana Sari Jaya Abadi (Cabang II) 5 orang
4. CV. Kencana Sari Jaya Abadi (Cabang III) 5 orang
Jumlah Populasi/Sampel 20 orang
3.4 Jenis dan Sumber Data
Sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah data primer.
Erlina (2011:20) menjelaskan bahwa “data primer merupakan data yang
dikumpulkan berdasarkan interaksi langsung antara pengumpul data dan sumber
data”. Pengumpulan data primer dalam penelitian ini melalui cara menyebarkan
kuesioner pada CV. Kencana Sari Jaya Abadi dan melakukan wawancara secara
langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.

3.5 Teknik Pengumpulan Data


Data primer ini didapatkan melalui teknik-teknik sebagai berikut:
1. Studi Lapangan
Dalam teknik ini terdapat tiga cara yang dilakukan adalah :
a) Observasi
b) Kuesioner
c) Wawancara

2. Studi Kepustakaan
a) Dokumentasi

Dalam penelitian kuantitatif ini peneliti akan menggunakan kuesioner sebagai


instrumen penelitian. Pilihan jawaban dalam kuesioner terdiri atas lima jawaban
yaitu: Seluruhnya Diterapkan (SD), Sebagian Besar Diterapkan (SBD), Kadang-
kadang Diterapkan (KKD), Sebagian Kecil Diterapkan (SKD) dan Tidak Pernah
Diterapkan (TPD). Dalam jawaban yang dikumpulkan dari pertanyaan atau
pernyataan setiap itemnya akan diberi bobot sebagai berikut:

Pemberian Skor Jawaban

Kode Pilihan Jawaban Skor/Pola Penilaian


SD Seluruhnya Diterapkan 5
SBD Sebagian Besar Diterapkan 4
KKD Kadang-kadang Diterapkan 3
SKD Sebagian Kecil Diterapkan 2
TPD Tidak Pernah Diterapkan 1
3.6 Alat Ukur Penelitian
Uji Validitas
Validitas suatu data tercapai jika pernyataan tersebut mampu mengungkapkan
masing-masing pernyataan dengan jumlah skor untuk masing-masing variabel.
Teknik korelasi yang digunakan adalah teknik korelasi pearson product moment.
Adapun rumus dari korelasi pearson adalah sebagai berikut :

Keterangan :

r = Koefisien korelasi pearson product moment


X = Skor item pertanyaan
Y = Skor total item pertanyaan
n = Jumlah responden dalam pelaksanaan uji coba instrumen

Pengujian validitas menggunakan korelasi product moment (indeks validitas)


dinyatakan
Barker et al. (2002) sebagai berikut :
“Butir pernyataan dinyatakan valid jika koefisien korelasi butir pernyataan ≥ 0,30.
Kemudian pengujian reliabilitas menggunakan metode alpha-cronbach dan
dinyatakan reliabel jika koefisien reliabilitas > 0,70”.
Uji keberartian koefisien r dilakukan dengan uji coba dengan t (taraf signifikasi)
adalah 5%.

Uji Reliabilitas
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus Conbach Alpha untuk menguji
reabilitas. Pengujian reliabilitas untuk variabel Standar Akuntansi Keuangan dan
Kualitas Laporan Keuangan diolah berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang
dilakukan kepada 20 responden di CV. Kencana Sari Jaya Abadi Surabaya.
Selanjutnya koefisien reliabilitas dibandingkan dengan 0,70, jika nilai koefisien
reliabilitas lebih besar dari 0,70 hasil pengujian reliabilitas dikatakan reliabel
dalam mengungkap variabel yang sedang diteliti.

Uji MSI (Data Ordinal ke Interval)


Menurut Umi Narimawati (2010:47), uji MSI dijelaskan sebagai berikut :
“Data yang didapatkan dari kuesioner merupakan data ordinal, sedangkan untuk
menganalisis data diperlukan data interval, maka untuk memecahkan persoalan ini
perlu ditingkatkan skala pengukurannya menjadi skala interval melalui Method of
Successive Interval. Mengolah data ordinal menjadi interval dengan interval
berurutan untuk variabel bebas terikat”.

Pengujian Hipotesis
Rancangan pengujian hipotesis penelitian ini untuk menguji ada tidaknya
pengaruh antara variabel independen (X) yaitu Standar Akuntansi Keuangan
terhadap Kualitas Laporan Keuangan sebagai variabel dependen (Y).

Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)


Menentukan hipotesis parsial antara variabel bebas Standar Akuntansi Keuangan
terhadap variabel terikat Kualitas Laporan Keuangan. Hipotesis statistik dari
penelitian ini adalah :

Ho : β₁ = 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Standar Akuntansi Keuangan


terhadap variabel terikat Kualitas Laporan Keuangan.
Ha : β₁ ≠ 0 Terdapat pengaruh yang signifikan Standar Akuntansi Keuangan
terhadap variabel terikat Kualitas Laporan Keuangan.

Kriteria Pengambilan Keputusan


Apabila Probabilitas < = 5%, maka Ha diterima.
> = 5%, maka Ha ditolak
DAFTAR PUSTAKA

Ihsanti, Emilda. 2014. Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia dan


Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah Terhadap Kualitas
Laporan Keuangan Daerah.

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2017. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Penerbit


Salemba Empat.

Masruri. 2014. Analisis Efektifitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat


Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) (Studi Kasus Pada Kecamatan Bunyu Kabupaten
Bulungan tahun 2010). Governance and Public Policy, vol. 1 (1): 53-76.

Nurlaila. 2014. Pengaruh Efektivitas Penerapan Standar Akuntansi


Pemerintahan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.
Skripsi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Hasanuddin. Makasar.

Sugiyono. 2004. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.


________. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
________. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.
________. 2013. Metodelogi Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung :
Alfabeta.

Umi Narimawati. 2010. Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta : Genesis.

Erlina, 2011. Metode Penelitian, USU Press, Medan.