Anda di halaman 1dari 11

Nama : Candra Ardianto

NIM : 1335162793
Kelas : PKH C 2016

OTAK BAGIAN OTAK MASALAH YANG MULTIPLE MASALAH AKADEMIK


TERJADI INTELLIGENSI
1. Rasional a. Lobus Frontalis  Perencanaan dan  Kecerdasan Logika Anak yang memiliki masalah
Fungsi dari lobus pengorganisasian Matematika dalam hal kecerdasan logika
frontal meliputi matematika akan mengalami
penalaran, kesulitan dalam
perencanaan, menyelasikan tugas yang
pengorganisasian berkaitan dengan operasi
pikiran, perilaku, hitung dan perencanaan yang
dorongan seksual, matang (seperti penjumlahan,
emosi, pemecahan pengurangan, perkalian, dan
masalah, menilai, pembagian)
bagian
pengorganisasian  Proses berpikir abstrak  Kecerdasan Logika Anak akan mengalami
berbicara, dan Matematika masalah dalam penyelasaian
keterampilan motorik tugas yang berhubungan
(gerakan). dengan konsep abstrak
Bagian otak ini dapat seperti penjumlahan, anak
menyebabkan satu atau harus dihadapkan oada benda
lebih masalah berikut. nyata atau kongkret agar
mudah di pahami
 Peningkatan atau
penurunan  Pemecahan masalah  Kecerdasan Logika Anak akanmengalami
kemampuan dan mengambil Matematika kesulitan pada pembelajaran
pemecahan keputusan matematika yang berkaitan
masalah dan  Kecerdasan dengan pemecahan masalah
kreativitas Intrapersonal seperti halnya soal cerita
 Perubahan dalam dikarena anak harus berfikir
kebiasaan secara abstrak dalam
berbicara menyelsaikan masalah
 Mengurangi minat tersebut
seksual atau
kebiasaan seksual
yang aneh  Perhatian dan  Kecerdasan Logika Anak yang memiliki masalah
 Penurunan penyerapan informasi Matematika dalam hal penyerapan
kemampuan  Kecerdasan informasi akan kesulitan
pengambilan Intrapersonal dalam menyelesaikan tugas
resiko akademiknya disekolah
 Berkurang atau dikarenakan sulitnya
tidak ada rasa rasa informasi yang masuk
dan / atau bau kedalam otak sehingga anak
 Gangguan tidak memiliki pengetahuan
spontanitas dan apa-apa
fleksibilitas mental
 Peningkatan  Pertimbangan dalam  Kecerdasan Logika Anak yang memiliki masalah
kerentanan mengambil keptusan Matematika dalam hal, cenderung
terhadap gangguan  Kecerdasan mengambil atau membuat
Intrapersonal keputusan tanpa didasarkan
pemikiran sehingga apa yang
sudah direncanakan
seringkali gagal dan tugas
sekolahnya seringkali
terabaikan dan tidak
terselesaikan
 Inisiatif dalam  Kecerdasan Logika Anak yang tidak memiliki
menentukan perilaku Matematika inisiatif akan cenderung pasif
yang sesuai  Kecerdasan didalam kelas, selain itu anak
Intrapersonal yang kurang memiliki
inisiatif cenderung lamban
dalam meyelesaikan tugas
matapelajaran disekolah

b. Lobus Temporal  Ingatan terhadap apa  Kecerdasan Anak akan kesulitan dalam
Lobus temporal berisi yang didengar Musikal menyelesaikan tugas
korteks pendengaran  Kecerdasan sekolahnya dikarenakan
primer, sehingga, Intrapersonal hampir sepenuhnya materi
bertanggung jawab yang disampaikan disekolah
atas semua proses menggunakan verbal
pendengaran. Ini lobus sehingga anak akan
juga mengandung terhambat dalam proses
hippocampus, yang penerimaan informasi,
bertanggung jawab sehingga seringkali lupa
untuk pembentukan bahkan tidak mengingat
memori jangka tugasnya dan cara
panjang dan memilah menyelesaikan tugas tersebut
informasi baru. Lobus
kanan dan lobus kiri  Ingatan terhadap apa  Kecerdasan Visual Anak akan mengalami
kontrol memori visual yang dilihat Spasial kesulitan pada tugas
dan memori verbal akademik yang berkaitan
masing-masing. dengan pemecahan masalah
Efek kerusakan lobus seperti halnya puzzle angka
temporal lagi dapat atau kata dimana anak harus
diklasifikasikan memiliki ingatan yang kuat
tergantung pada sisi atas apa yang dilihat
mana lobus kemudian divisualisasikan
dipengaruhi. kembali. Anak yang
 Kerusakan Lobus memeiliki masalah dalam
Temporal Kiri: Hal ingatan terhadap apa yang
ini menyebabkan dilihat cenderung tidak
penurunan memiliki pengalaman
kemampuan untuk contohnya dalam berpergian
mengingat konten dikarenakan anak sulit
audio dan visual, menceritakan kembali apa
kesulitan dalam yang telah dilihatnya
mengenali kata-
kata dan
mengingat materi
verbal.
 Kanan Temporal
Lobus kerusakan:
Kerusakan sisi
kanan ini hasil
lobus dalam
kesulitan dalam
mengenali konten
visual dan urutan
tonal, serta
mengingat
sebelumnya
ditemui musik atau
gambar.
 Perilaku dan Emosi  Kecerdasan Anak yang memiliki emosi
Intrapersonal dan perilaku yang tidak
terkontrol, cenderung sulit
untuk memfokuskan diri di
dalam kelas (proses kegiatan
belajar mengajar) sehingga
seringkali anak tertinggal
materi pelajaran dan bahkan
sampai tidak memahami
materi yang disampaikan
dikelas

 Rasa Takut  Kecerdasan Anak yang tidak memiliki


Intrapersonal rasa takut, akan cenderung
membangkan kepada orang
tua bahkan guru dikelasnya.
Hal ini menjadikan anak sulit
untuk di didik dalam hal
menyelesaikan tugas
belajarnya disekolah

 Fungsi Bahasa  Kecerdasan Anak akan kesulitan dalam


Linguistik berkomunikasi atau bercakap
 Kecerdasan dengan orang lain anak sulit
Intrapersonal menata fungsi bahasanya saat
berkomunikasi dengan orang
lain sehingga komunikasi
yang berlangsung terkesan
tidak nyambung dan aneh,
sehingga menyulitkan anak
memperoleh informasi
bahkan mendapatkan teman
(bermain bersama teman)
dikelasnya
c. Lobus Pariental  Merasakan Sentuhan  Kecerdasan Anak yang memiliki masalah
Fungsi dari lobus Intrapersonal dalam sentuhan akan
parietalis meliputi memiliki hambatan atau
pengolahan informasi, kelemahan dalam
gerakan, orientasi mengerjakan tugas seperti
spasial, pidato, menulis, dikarenakan anak
persepsi visual, lemah dalam mengenggam
pengakuan, persepsi dan sulit menulis rapih
rangsangan, rasa sakit
dan sensasi sentuhan,
dan kognisi.
Setiap kerusakan lobus
parietalis akan
mengakibatkan
kelainan dalam
pengolahan spasial
dan citra tubuh.
Disebutkan di bawah  Kombinasi Indera dan  Kecerdasan Logika Anak yang memiliki masalah
ini adalah masalah Pemahaman Matematika dalam menggunakan
yang terjadi setelah  Kecerdasan kombinasi indera akan
kerusakan ke situs Intrapersonal mengalami masalah dalam
tertentu dari lobus memahami dan melakukan
parietal. pemenuhan tugas sekolah ,
 Kerusakan Lobus dikarenakan informasi yang
parietal Kiri: masuk tidak hanya melalui
Setiap kerusakan satu indera melainkan lebih
sisi kiri lobus ini sehingga ada beberapa
dapat informasi yang kurang
menyebabkan terserap baik bahkan ada
sindrom yang terlewat
Gerstmann itu,  Fungsi bahasa dan  Kecerdasan Anak yang memiliki masalah
afasia (gangguan fungsi membaca Linguistik dalam fungsi bahasa akan
bahasa), dan cenderung pasif, dikarenakan
agnosia (persepsi ia tidak mampu
abnormal benda). mengutarakan apa yang
 Kanan parietal sedang dia pikirkan. Sama
Lobus Kerusakan: halnya dengan masalah
hasil kerusakan fungsi membaca dimana anak
sisi kanan sulit memahami maksud atau
kesulitan dalam tujuan ia membaca teks
membuat sesuatu, tersebut sehingga tidak
keterampilan adanya informasi yang ia
perawatan pribadi serap dari buku bacaan yang
terganggu dan dipelajari sehingga anak
kemampuan menjadi tertinggal materi dan
menggambar. tugas sekolahnya menjadi
 Bilateral parietal tidak terselesaikan
Lobus Kerusakan:
Hal ini
menyebabkan
sindrom Balint ini
yang ditandai
dengan perhatian
visual terganggu
dan aktivitas
motorik.
d. Lobus Ocipital  Visual reception  Kecerdasan Visual Anak akan kesulitan
Lobus ini bertanggung (penerimaan informasi Spasial memperoleh informasi visual
jawab untuk sistem melalui visual) hal ini biasanya terjadi pada
persepsi visual, karena anak yang mengalami
mengandung korteks gangguan fungsi mata yang
visual primer. Fungsi spesifik sehingga perlunya
dari lobus oksipital informasi yang tidak hanya
termasuk penerimaan dari visual seperti auditori
visual, pemrosesan atau taktil sehingga ada
visual-spasial, sedikit banyaknya informasi
gerakan, dan yang diterima
pengenalan warna.
Gangguan pada lobus
oksipital dapat  Color Recognition  Kecerdasan Visual Anak akan mengalami
menyebabkan ilusi Spasial kesulitan dalam
visual. membedakan warna, anak
Karena lokasinya, akan mengalami kesulitan
lobus ini tidak terlalu dalam menyelesaikan tugas
rentan terhadap yang berkaitan dengan
cedera, meskipun penglihatan dan warna
trauma yang signifikan sehingga pengalaman
dapat mengakibatkan belajara yang anak miliki
beberapa masalah. menjadi terhambat
 Gangguan sistem
visual-perseptual
 Kehilangan
penglihatan
homonymous
2. Emosional a. Hipothalamus  Suasana hati dan  Kecerdasan Anak yang memiliki ganguan
Fungsi hipotalamus Emosional Intrapersonal emosi akan berakibat kepada
adalah sebagai berikut: perilaku yang sulit diatur atau
 Mengontrol kurang menyenangkan,
pelepasan 8 seperti halnya anak tunalaras
hormon yang yang memiliki kognitif sama
disekresikan oleh dengan anak normal namun
kelenjar hipofisis karena susasana hati yang
 Mengontrol suhu mudah berubah membuatnya
tubuh mimiliki perilaku yang
 Mengontrol menyimpang seprti sulitnya
makanan dan dalam konsentrasi, mudah
asupan air, seperti terpengaruh oleh ucapan
lapar dan haus orang lain sekaligus tidak
 Mengontrol percaya diri yang membuat
perilaku seksual prestasi akademik siswa
dan reproduksi menurun
 Mengontrol siklus  Pematangan Seksual  Kecerdasan Anak yang belum memasuki
harian dan perilaku Intrapersonal atau terlambat dalam
fisiologis juga memasuki masa pematangan
dikenal sebagai seksual (mental),
ritme sirkadian\ menyebabkan seorang anak
mediasi respon menjadi mudah marah,
emosional mudah terpengaruh, kurang
percaya diri bahkan sulit
bersosialisasi sehingga
mempengaruhi pada tugas
akademik yang menjadikan
anak memiliki prestasi
rendah dikarenakan tidak
memiliki teman dan
tertinggal informasi oleh
temannya
3. Spirtual a. God Spot  Fleksibilitas dalam  Kecerdasan Seseorang yang memiliki
 Kemampuan adaptasi spontan, Intrapersonal masalah komunikasi atau
memberikan kesadaran diri (Self adaptasi secara tidak sadar
makna yang Awarennes)
terinspirasi oleh  Mengadapi penderitaan  Kecerdasan Seseorang yang memiliki
visi dan nilai dan Intrapersonal masalah dengan mental yang
nilai berkaitan dengan tuhan akan
 Fleksibilitas dalam merasa lemah terhadap
adaptasi spontan, penderitaan yang dihadapi di
kesadaran diri dunia, seperti sulit adapatasi
(self-awareness), dengan lingkungan,
 Kemampuan banyaknya tugas ataupun
menghadapi dan lainnya
mengatasi
penderitaan,
 Kemampuan
mengatasi
kenyerian, rasa
sakit
 Keengganan untuk
berbuat yang
menyebabkan
kerugian yang
tidak perlu;
 Kecenderungan
untuk melihat
segala sesuatu
secara holistik;
 Pencarian jawaban
yang fundamental
atas pertanyaan
“mengapa” dan
“bagaimana?
 Kemampuan
menjelaskan
segala sesuatu
yang lebih
fundamental dan
transendental.