Anda di halaman 1dari 22

PERTEMUAN KE-2

Kuliah AMDAL
PERTAMBANGAN
STRATEGI PENGELOLAAN LINGKUNGAN

1. MENGUTAMAKAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA YANG


DAPAT DIPERBAHARUI (Tumbuhan, Hewan, air, angin,
tanah)
2. MENGEMBANGKAN RENCANA PENGGUNAAN LAHAN DAN
TATA RUANG
3. REHABILITASI KERUSAKAN SUMBERDAYA ALAM, SEPERTI
KERUSAKAN AIR, DAS HUTAN, DSBNYA
4. MEMBERI NILAI KELANGKAAN (SCARITY VALUE) TERHADAP
SUMBERDAYA ALAM LANGKA, AGAR DAPAT PRIORITAS
DAN PENYELAMATAN SERTA PERLINDUNGAN
5. MEMELIHARA KEMAMPUAN SUMBERDAYA ALAM UNTUK
MENOPANG PEMBANGUNAN SECARA
BERKESINAMBUNGAN
PRINSIP PENGELOLAAN LINGKUNGAN

1. INTEGRITAS EKOLOGI DAN LINGKUNGAN


2. KONSERVASI (pelestarian atau perlindungan)
Konservasi adalah pengelolaan SDA yang pemanfaatannya
dilakukan secara bijaksana utk menjamin kesinambungan
persediaannya dgn tetap memelihara dan meningkatkan
kualitas keanekaragaman dan nilainya.
3. INTERDEPENDENSI (saling ketergantungan)
4. KETERPADUAN, KESEIMBANGAN DAN
KESERASIAN
5. DIVERSIFIKASI
penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pd
ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi
6. KEBERLANJUTAN
7. INTEGRITAS BUDAYA: adalah konsistensi dan
keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung
tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan
8. PERAN SERTA MASYARAKAT
9. KESEIMBANGAN TOP DOWN DAN BOTTOM UP
PLANNING
10. PEMERATAAN
11. PEMBANGUNAN BERDASARKAN POTENSI WILAYAH
12. EFISIENSI
13. TATA RUANG
14. STABILITAS
PENGELOLAAN SUMBER DAYA DAN
LINGKUNGAN HIDUP

1. PENGELOLAAN INDUSTRI YANG BERSIH DENGAN


HASIL SAMPINGAN (LIMBAH) YANG DIBAWAH
AMBANG BATAS BAKU MUTU BUANGAN
2. TIDAK MENGUTAMAKAN TEKNOLOGI YANG
MENGHASILKAN LIMBAH
3. MENGINTERNALKAN BIAYA EKSTERNAL DALAM
STRUKTUR BIAYA PRODUKSI
4. DALAM STRUKTUR BIAYA PRODUKSI, PERLU
DIPULIHKAN BIAYA UNTUK SUMBERDAYA
TERPERBARUI DAN TERBARUI
5. MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI DAUR ULANG
6. MENYISIHKAN WILAYAH PERLINDUNGAN
EKOSISTEM SEBANYAK 10% SBG HABITAT PLASMA
7. MENGURANGI PENGGUNAAN ATAUPUN
MENGAWASI PENGGUNAAN B3
8. PERLU DILAKUKAN ANALISIS MENGENAI DAMPAK
LINGKUNGAN (AMDAL) BAGI PROYEK2 YANG
MENIMBULKAN DAMPAK PENTING
PENGERTIAN AMDAL

1. UU NOMOR 32 TAHUN 2009


2. PP NOMOR 05 TAHUN 2012
Tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib
memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup
3. PP Nomor 27 Tahun 2012
tentang Izin Lingkungan, yang di dalamnya juga
mencakup ketentuan mengenai kewajiban memiliki
Amdal bagi setiap usaha dan/atau kegiatan yang
berdampak penting terhadap lingkungan hidup.
Apa itu AMDAL??

AMDAL:
KAJIAN MENGENAI DAMPAK BESAR DAN
PENTING SUATU USAHA DAN/ATAU
KEGIATAN YANG DIRENCANAKAN PADA
LINGKUNGAN HIDUP YANG DIPERLUKAN
BAGI PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA DAN/
ATAU KEGIATAN
MANFAAT AMDAL

Sbg environmental safe guard


Pengembangan wilayah
Sbg pedoman pengelolaan lingkungan
Pemenuhan prasyarat utang (loan)
Rekomendasi dalam proses perijinan
Rekomendasi Izin

AMDAL harus:
1. Digunakan sbg bahan bagi proses pengambilan
keputusan tentang penyelengaraan usaha dan/atau
kegiatan - PP 27 Tahun 2012
2. Tertuang dlm izin dengan mencantumkan syarat dan
kewajiban sebagaimana ditentukan dlm RKL RPL
sebagai ketentuan izin - PP 27 Tahun 2012
3. žDigunakan sbg syarat wajib yg harus dipenuhi utk
mendapatkan izin melakukan usaha dan/atau
kegiatan – PP 27 Tahun 2012
DEFINISI DAMPAK

UU NOMOR 32 TAHUN 2009


DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP:
ADALAH PENGARUH PERUBAHAN PADA LINGKUNGAN
HIDUP YANG DIAKIBATKAN OLEH SUATU USAHA DAN/
ATAU KEGIATAN

PP Nomor 27 Tahun 2012


DAMPAK BESAR DAN PENTING:
ADALAH PERUBAHAN LINGKUNGAN HIDUP YANG
SANGAT MENDASAR YANG DIAKIBATKAN OLEH SUATU
USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
DOKUMEN AMDAL

ADA 4 Dokumen
1. KERANGKA ACUAN ANALISIS DAMPAK
LINGKUNGAN (KA-ANDAL)
2. ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN (ANDAL)
3. RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL)
4. RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL)
PROSES AMDAL
PELINGKUPAN: ADALAH PROSES PEMUSATAN STUDI PADA HAL2
PENTING YANG BERKAITAN DENGAN DAMPAK
PENTING

KA-ANDAL: ADALAH RUANG LINGKUP STUDI ANDAL YANG


MERUPAKAN HASIL PELINGKUPAN

ANDAL: ADALAH TELAAH SECARA CERMAT DAN MENDALAM


TENTANG DAMPAK PENTING SUATU RENCANA
USAHA/KEGIATAN

RKL: ADALAH DOKUMEN MENGANDUNG UPAYA PENANGAN


DAMPAK PENTING TERHADAP LH YANG DITIMBULKAN

RPL: ADALAH DOKUMEN MENGANDUNG UPAYA PEMANTAUAN


KOMPONEN LH YG TERKENA DAMPAK PENTING AKIBAT
DARI RENCANA USAHA ATAU KEGIATAN
Tujuan Penyusunan KA-ANDAL

Merumuskan lingkup dan ke dalam studi


Mengarahkan studi ANDAL agar berjalan
secara efektif dan efisien, sesuai dengan
ketersediaan biaya, tenaga dan waktu
yang tersedia
Fungsi KA-ANDAL

 Sebagai rujukan bagi pemrakarsa, instansi


yang membidangi rencana usaha dan atau
kegiatan dan penyusun studi AMDAL
tentang lingkup dan kedalaman studi
ANDAL yang akan dilakukan.
 Sebagai salah satu bahan rujukan bagi
penilai dokumen ANDAL untuk
mengevaluasi studi ANDAL
PIHAK2 YG TERLIBAT DALAM PENYUSUNAN
KA-ANDAL

1. PIHAK2 YANG TERLIBAT SECARA LANGSUNG


a. Pemrakarsa
b. Institusi yang bertanggung jawab
c. Penyusun studi ANDAL
2. Pelaksanaan Penyusunan KA-ANDAL (proses
pelingkupan)
Senantiasa harus melibatkan para pakar serta
masy. yang berkepentingan sesuai Pasal 33, 34 dan
35 serta PP No. 27 tahun 2012 tentang IJIN
LINGKUNGAN
3. Masy. Yg berkepentingan terdiri dari masyarakat
yang terkena dampak dan pemerhati LH
Dasar pertimbangan penyusunan
KA-ANDAL
1. Keanekaragaman
Keanekaragaman rencana kegiatan dpt berupa
bentuk, ukuran, tujuan, sasaran dsb.
2. Keterbatasan sumber daya
Keterbatasan sumber daya ini al: waktu, dana,
tenaga, metode dsb.
3. Efisiensi
Pengumpulan data dan informasi untuk
kepentingan ANDAL perlu dibatasi pd faktor2 yg
berkaitan langsung dgn kebutuhan prakiraan dan
evaluasi dlm ANDAL sesuai hasil pelingkupan.
MEKANISME
KETERLIBATAN
MASYARAKAT
DALAM AMDAL
(PP No 27/2009 dan
KEPKA BAPELDA
No 8/2000