Anda di halaman 1dari 105

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn LR DENGAN PENYAKIT TUBERCULOSIS PARU DI KELURAHAN SARAEA KECAMATAN KULISUSU

TUBERCULOSIS PARU DI KELURAHAN SARAEA KECAMATAN KULISUSU KARYA TULIS ILMIAH Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Keperawatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Jurusan Keperawatan

OLEH :

NISRA NIM. 14401 2017 00056 8

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KENDARI JURUSAN KEPERAWATAN

2018

i

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama

: NISRA

NIM

: 14401 2017 00056 8

Institusi Pendidikan

: Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari

Judul KTI

: ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn. LR

DENGAN PENYAKIT TUBERCULOSIS PARU DI

KELURAHAN SARAEA KECAMATAN KULISUSU

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-

benar hasil karya tulis sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau

pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri.

Apabila dikemudian hari dapat dibuktikan bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil

jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Kendari, 12 Juli 2018 Yang Membuat Pernyataan,

NISRA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS

DAFTAR RIWAYAT HIDUP I. IDENTITAS 1. Nama lengkap : NISRA 2. Tempat/ Tanggal Lahir : Epe,

1. Nama lengkap

: NISRA

2. Tempat/ Tanggal Lahir

: Epe, 10- 01-1979

3. Jenis Kelamin

: Perempuan

4. Agama

: Islam

5. Suku/Kebangsaan

: Buton/Indonesia

6. Alamat

: Tomoahi

7. No. Telp/Hp

: 081344361979

II. PENDIDIKAN

1. Sekolah Dasar Negeri Epe

2. Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama Negeri Mataoleo

3. Sekolah Perawat Kesehatan Depkes Kendari

MOTTO

Menjadi orang baik memang tidaklah mudah orang baik yang mungkin orang lain

menganggap biasa saja, tetaplah berusaha menjadi yang terbaik, bukan pandangan

orang lain tentangmu.Tapi allah maha mengetahui.

Menyia-nyiakan waktu lebih buruk dari kematian.Karena kematian

memisahkanmu dari dunia sementara menyia-nyiakan waktu

memisahkanmu dari allah.

ABSTRAK

Nisra(14401 2017 00056 8)Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Tn.LR dengan Penyakit Tuberculosis Paru di Kelurahan Saraea Kecamatan Kulisusu.Di bimbing oleh Reni Devianti Usman,M.Kep.,Sp.KMB (xiv+79 halaman + 2 gambar + 6 tabel + 9 lampiran) Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis Yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Bakteri ini dapat masuk melalui saluran pernafasan dan saluran pencernaan (GI) dan luka terbuka pada kulit. Tetapi paling banyak melalui inhalasi droplet yang berasal dari orang yang terinfeksi bakteri tersebut.Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperwatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan keluarga dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada keluarga Tn.LR dengan anggota keluarga yang mengalami tuberculosis paru.Studi kasus ini dilakukan pada tanggal 10 s/d 19 mei 2018.partisipasi merupakan keluarga inti ( nuclear family)dengan anggota keluarga sebanyak 4 orang dimana Tn.LR sebagai kepala keluarga.Hasil studi kasus di dapatkan 2 diagnosa yaitu tidak efektifnya bersihan jalan nafas dan ketidakmampuan koping keluarga.Dari hasil evaluasi keperawatan yang dilakukan keluarga dapat mengenal masalah tuberculosis paru,keluarga dapat mengambil keputusan yang tepat untuk mengatasi tuberculosis paru,keluarga dapat merawat anggota keluarga sakit dengan tuberculosis paru,keluarga dapat memodifikasi lingkungan dan keluarga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan. Saran : Diharapkan pada keluarga untuk menerapkan tehnik pencegahan, penularan dan perawatan penyakit tuberculosis paru dan mengaplikasikan cara batu efektif.

Kata Kunci : Tuberculosis Paru keluarga - tidak efektifnya bersihan jalan nafas - kurangnya pengetahuan tentang penyakit. Daftar Pustaka : 11(buku,jurnal)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul : Asuhan Keperawatan Keluarga

Pada Tn.LR Dengan Penyakit Tuberculosis Paru Di Kelurahan Saraea Kecamatan

Kulisusu .Guna

memenuhi

salah

satu

persyaratan

untuk

menyelesaikan

pendidikan pada Program Studi Diploma III di Politeknik Kesehatan Kemenkes

Kendari Jurusan Keperawatan.

Teristimewa penulis ucapkan terima kasih kepada suami dan anak-anak

saya yang telah memberikan doa, motivasi, dukungan baik moril maupun materi.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini masih

banyak terdapat kesalahan didalamnya.Oleh karena itu saran dan kritik yang

sifatnya membangun sangat diharapkan oleh penulis sebagai suatu masukan untuk

penyempurnaan karya tulis ilmiah ini.

Dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini banyak sekali kendala dan

hambatan yang penulis dapatkan namun atas bimbingan dan arahan serta motivasi

dari

berbagai

pihak

secara

moril

maupun

materil

sehingga

penulis

dapat

menyelesaikan penyusunan karya tulis ilmiah.Penulis juga mengucapkan terima

kasih

yang

tulus

dan

ikhlas

kepada

Pembimbing

saya

Reni

Devianti

Usman,M.Kep.,Sp.KMB

yang

dengan

penuh

kesabaran

dan

senantiasa

meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, arahan, petunjuk dan motivasi.

Selanjutnya dalam kesempatan ini pula penulis menyampaikan ucapan

terima kasih kepada :

1. Direktur Poltekkes kemenkes kendari

2. Ketua jurusan keperawatan poltekkes kemenkes kendari.

3. Tim

penguji

(Akhmad,SST,M.Kes,

Yuniar SR,SKM,M.Kes)

Indriono

Hadi,S.Kep,Ns,M.Kes,

Dian

4. Bapak dan Ibu Dosen Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan keperawatan serta

seluruh staf dan karyawan atas segala fasilitas dan pelayanan akademik yang

diberikan selama penulis menuntut ilmu.

5. Rekan-rekan mahasiswa RPL poltekkes kemenkes kendari khususnya angkatan

2017 yang senantiasa menyemangati saat proses perkuliahan dan penulisan

KTI.

Akhirnya penulis berserah diri kehadirat-Nya, karena sadar dengan segala

keterbatasan sehingga jauh dari kesempurnaan. Namun demikian dengan penuh

harapan dan do a semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua

Amin.

Kendari, Juli 2018

Peneliti

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

ii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI

iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

v

PENULISAN MOTTO

vi

ABSTRAK

vii

KATA PENGANTAR

viii

DAFTAR

ISI

x

DAFTAR

GAMBAR

xii

DAFTAR TABEL

xiii

DAFTAR LAMPIRAN BAB 1 PENDAHULUAN

xiv

A. Latar belakang

1

B. Tujuan Penulisan

6

C. Manfaat Penulisan

6

D. Metode Dan Teknik Penelitian

7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan

A. Keluarga

Teori

9

Tinjauan

B. Keperawatan Keluarga

Teori

15

C. Tinjauan Teori Pengkajian Keperawatan Keluarga

17

D. Tinjauan

Teori

Diagnosis Keperawatan Keluarga

24

E. Perencanaan Keperawatan Keluarga

32

F. Tinjauan Teori Tuberculosis Paru

34

BAB III LAPORAN KASUS

A. Pengkajian

46

B. Analisa Data

57

C. Prioritas Masalah

58

D. Diagnosa keperawatan keluarga

60

E. Rencana Tindakan Keperawatan

61

BAB IV PEMBAHASAN

A. Gambaran

Pengkajian

73

B. Gambaran diagnosa keperawatan

73

C. Gambaran

intervensi

73

D. Gambaran

implementasi

77

E. Gambaran

evaluasi

78

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

79

B. Saran

79

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR

Genogram

46

Denah rumah

49

DAFTAR TABEL

Komposisi Anggota Keluarga

46

Pemeriksaan

Fisik

54

Analisa Data

57

Prioritas

Masalah

58

Rencana

Tindakan Keperawatan

61

Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

64

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

: Surat Keterangan Bebas Administrasi

Lampiran 2

: Surat Keterangan Bebas Pustaka

Lampiran 3

: Surat Pengantar Izin Penelitian Dari Kampus

Lampiran 4

: Permohonan Menjadi responden

Lampiran 5

: Persetujuan Menjadi Responden

Lampiran 6

: Surat Keterangan Selesai Meneliti

Lampiran 7

: Satuan Acara Penyuluhan Tuberculosis Paru

Lampiran 8

: Media Penyuluhan Leaflet Tuberculosis Paru

Lampiran 9

: Foto Dokumentasi Penelitian

A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang dinilai pada komitmen

global

Millenium

Development

Goals

(Kemenkes,

2012).Millenium

Development

Goals

memiliki

target

dan

mendukung

kemitraan

stop

tuberculosis yaitu 1)Tahun 2015, mengurangi pravelensi dan kematian akibat

tuberculosis sebesar 50% dibandingkan dengan awal tahun1990, 2) Tahun

2050,

menghilangkan

(WHO, 2014).

Pada

tahun

tuberculosis

2014

angka

sebagai

masalah

keberhasilan

kesehatan

pengobatan

masyarakat

menurun

dibandingkan 6 tahun yang sebelumnya. Angka keberhasilan pengobatan tahun

2014 sebesar 81,3%.WHO menetapkan standar angka keberhasilan pengobatan

sebesar 85%, dengan demikian Indonesia tidak mencapai standar tersebut.

Sementara

kementrian

kesehatan

menetapkan

target

88%

untuk

angka

keberhasilan pengobatan pada tahun 2014 (Kemenkes RI, 2016).

Pada tahun 2015 capaian rata-rata dari kabupaten/kota sebesar 89%.

Meskipun terlihat mengalami penurunan, tapi secara umum hasil tersebut

masih

cukup

baik

ditetapkan

sebesar

karena

sudah

di

atas

target

minimal nasional

yang

65%.Sedangkan pada tahun 2016 capaian rata-rata dari

kabupaten/kota menurun menjadi 79,55%.Meskipun mengalami penurunan

dalam dua tahun terakhir, secara umum hasil tersebut masih cukup baik karena

masih berada di atas target minimal nasional yang ditetapkan sebesar 65%.

dimana

buton

utara

sebesar(85,96%)

,sedangkan

pada

tahun

2017

hasil

cakupan penemuan kasus capaian rata-rata dari kabupaten/kota mengalami

penurunan yakni sebesar 60,59%. (Profil Dinkes Sultra, 2017).

Penyakit

tuberkulosis

adalah

penyakit

menular

langsung

yang

disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis.Sebagian besar kuman

tuberkulosis menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ lain. Sumber

penularan adalah penderita tuberkulosis paru BTA (+) yang dapat menularkan

kepada orang di sekelilingnya, terutama yang melakukan kontak erat.Kuman

ini mempunyai kandungan lemak yang tinggi di membran selnya sehingga

menyebabkan bakteri ini tahan terhadap asam dan pertumbuhan kumannya

berlangsung

lambat.Bakteri

ini

tidak

tahan

terhadap

ultraviolet

sehingga

penularannya

terjadi

pada

malam

hari.Adapun

faktor

risiko

yang

mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi tuberkulosis paru adalah daya

tahan tubuh yang rendah

(imunospresi), penyakit penyerta HIV, diabetes

mellitus , kontak langsung dengan penderita tuberculosis paru, gizi yang buruk

(malnutrisi), bahan kimia (alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang) dan

kemiskinan

serta

keadaan

Surakhmi, O, dkk 2016).

lingkungan

perumahan

(Rab,

Tabrani

Dalam

Penyakit tuberculosis paru mudah menular pada mereka yang tinggal

dengan

di

perumahan

yang padat,

kurang sinar matahari

dan

sirkulasi

udaranya buruk/ pengap, namun jika ada cukup banyak udara dan sirkulasi,

maka kuman tuberculosis hanya bisa bertahan selama 1-2 jam.( Aditama, T.Y,

dalam Surakhmi, O, dkk, 2016).

Dalam pelayanan kesehatan khususnya tuberculosis paru, tidak terlepas

dari keterlibatan keluarga sebagai orang yang terdekat dengan pasien terutama

pasien tuberculosis paru.Keluarga merupakan unit pelayanan kesehatan yang

terdepan

dalam

meningkatkan

derajat

kesehatan

keluarga.Apabila

setiap

keluarga sehat, akan tercipta keluarga yang sehat.Masalah kesehatan yang

dialami

oleh

salah

satu

anggota

keluarga

dapat

mempengaruhi

anggota

keluarga yang lain(Wahid,I, dalam Leo, R, 2016).

Fungsi keluarga dalam upaya kesehatan terdiri dari dua aspek yaitu

pemeliharaan kesehatan dan peningkatan kesehatan.Pemeliharaan kesehatan

mencakup

upaya

kuratif

(pengobatan

penyakit),

rehabilitatif

(pemulihan

kesehatan

setelah

sembuh

dari

sakit).

Peningkatan

kesehatan

mencakup

kesehatan

preventif

(pencegahan

penyakit)

dan

promotif

(peningkatan

kesehatan)

oleh

sebab

itu,

kesehatan

promotif

harus

selalu

diupayakan

mengandung makna kesehatan seseorang kelompok individu dan harus selalu

diupayakan sampai tingkat kesehatan yang optimal (Notoatmodjo dalam

R, 2016).

Leo,

Dalam menjalankan upaya peningkatan kesehatan keluarga mempunyai

tugas dan fungsi yaitu mengenal masalah kesehatan dan merawat anggota

keluarga

yang

sakit.Keluarga

perlu

mengenal

kesehatan

dan

perubahan-

perubahan yang dialami oleh anggota keluarganya.Apabila menyadari adanya

perubahan

dan

fungsi

perawatan

kesehatan

yaitu

memberikan

perawatan

kesehatan yang bersifat preventif dan secara bersama-sama merawat anggota

keluarga yang sakit. Jadi peran keluarga sangat diperlukan karena dalam

pelayanan kesehatan khusunya pada penyakit tuberculosis paru tidak terlepas

dari keterlibatan keluarga sebagai orang yang terdekat dengan pasien terutama

pasien tuberculosis paru.Hal tersebut harus dibagi dengan pengetahuan yang

akan

sangat

menentukan

keberhasilan

pengobatan

tuberculosis

paru,

dan

mencegah penularannya (Wahid, I, dalam Leo, R, 2016).

Penelitian

ini

didukung

ekonomi

erat

kaitannya

dengan

oleh

penelitian

Faris

Muaz

2014.Status

tuberculosis

paru

sekitar

90%

penderita

tuberkulosis paru di dunia menyerang kelompok dengan sosial ekonomi lemah

atau miskin. Faktor kemiskinan walaupun tidak berpengaruh langsung pada

kejadian tuberkulosis paru namun dari beberapa penelitian menunjukan adanya

hubungan antara pendapatan yang rendah dan kejadian tuberkulosis paru.

Dalam

penelitian

Djannah,

2009

menunjukkan

tingkat

pengetahuan

Tuberkulosis Paru sebanyak 17 responden (49,9) bahwa pengetahuan dan

pemahaman memegang peranan penting dalam pengobatan tuberculosis paru.

Ventilasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberculosis

paru, orang yang tinggal dirumah dengan ventilasi yang tidak memenuhi syarat

memiliki risiko 6,43 kali lebih besar terkena tuberculosis paru dibandingkan

dengan orang yang tinggal di rumah dengan ventilasi yang memenuhi syarat

(Heriyani F, Sutomo AH dan Saleh YD, 2013).Penelitian ini sesuai dengan

hasil penelitian Agustian deni, 2014 yang menunjukkan adanya hubungan

bermakna antara ventilasi alami, baik diruangan yang dominan digunakan

maupun di kamar tidur responden dengan kejadian tuberkulosis paru.

Jumlah penderita TBC di puskesmas kulisusu Kabupaten Buton Utara

pada tahun 2015 jumlah suspek sebanyak 44 orang, BTA positif sebanyak 7

orang, Rongseng positif sebanyak 6 orang dan meningkat pada tahun 2016

jumlah suspek sebanyak 65 orang, BTA positif sebanyak 9 orang dan terus

meningkat pada tahun 2017 jumlah suspek sebanyak 75 orang, BTA positif

sebanyak 19 orang, Rongten positif sebanyak 8 orang,

Kulisusu, 2017).

(Data Puskesmas

Berdasarkan

data-data

diatas,

penderita

tuberculosis

paru

semakin

meningkat, padahal tuberculosis paru ini penyakit yang bisa disembuhkan

apabila

cara

penanganannya

menggunakan

prosedur

dengan

benar,

yaitu

menerapkan asuhan keperawatan pada klien dengan baik.Pentingnya peran

perawat sebagai tenaga kesehatan dalam memberikan asuhan keperawatan

termasuk berupaya bersama-sama mencegah dan mengendalikan penyebaran

penyakit tuberculosis paru baik dengan cara pendidikan kesehatan kepada klien

dan

keluarga

yang

telah

terinfeksi

atau

melalui

pencegahan

dengan

memperhatikan kebersihan lingkungan rumah dan pencahayaan yang baik.

Dari uraian diatas penulis tertarik untuk membuat Karya Tulis Ilmiah

yang

berjudul

Asuhan

Keperawatan

Keluarga

pada

Tn

LR

Dengan

Penyakit Tuberculosis Paru di Keluarahan Saraea Kecamatan Kulisusu.

B. Tujuan penulisan

 

1. Tujuan Umum

Untuk memperoleh gambaran asuhan keperawatan pada Tn LR

dengan

penyakit tuberculosis paru.

 

2. Tujuan Khusus

a. Mendapatkan

gambaran

pengkajian

pada

Tn

LR

dengan

kasus

tuberculosis paru.

b. Mendapatkan gambaran diagnosa keperawatan pada Tn LR dengan

kasus tuberculosis paru.

c. Mendapatkan

gambaran

penyusunan

rencana

LR dengan kasus tuberculosis paru.

keperawatan

pada

Tn

d. Mendapatkan gambaran melakukan implementasi pada Tn LR dengan

kasus tuberculosis paru.

e.

Mendapatkan gambaran melakukan evaluasi pada Tn LR dengan

kasus tuberculosis paru.

C. Manfaat penulisan

1. Manfaat bagi penulis

a. Menambah pengetahuan dan informasi bagi penulis tentang asuhan

keperawatan dengan masalah tuberkulosis paru selain itu karya tulis

ilmiah ini diharapkan dapat menjadi salah satu cara penulis dalam

mengaplikasikan ilmu yang di peroleh di dalam perkuliahan.

b. Bagi institusi pendidikan

Dapat mengevaluasi sejauh mana mahasiswa dalam menguasai asuhan

keperawatan pada pasien dengan masalah tuberkulosis paru.

c. Bagi keluarga

Dapat menjadi bahan

masukan bagi keluarga untuk dapat menjaga

kesehatan dan menambah pengetahuan tentang penyakit tuberculosis

paru.

D. Metode dan teknik penelitian

1. Tempat dan waktu pelaksanaan studi kasus

Penelitian ini akan dilakukan di wilayah kerja puskesmas kulisusu dengan

pengambilan kasus/pelaksanaan asuhan keperawatan selama 1 mingggu

dengan intervensi minimal 3 hari pada bulan mei 2018.

2. Teknik pengumpulan data

a. Studi kepustakaan

:

Yaitu

dengan

cara

pengumpulan

data

yang

digunakan

sebagai

konsep

dasar

dalam

asuhan

keperawatan

dan

menyelesaikan masalah dalam pembahasan.

b. Studi kasus

:

Penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan

metode

deskriptif

dengan

pendekatan

studi

kasus

yaitu

pendekatan

proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, analisa data, penerapan

diagnosa keperawatan dan penyusunan rencana tindakan dan evaluasi

asuhan keperawatan. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan beberapa

teknik pengumpulan data antara lain sebagai berikut :

1)

Observasi

Mengadakan

pengamatan

langsung

pada

klien

dengan

cara

melakukan pemeriksaan yang berkaitan dengan perkembangan dan

keadaan klien tuberculosis paru.

2) Wawancara

Mengadakan

wawancara

dengan

klien

mengadakan pengamatan langsung.

3) Pemeriksaan fisik

dan

keluarga

dengan

Melakukan pemeriksaan terhadap klien malalui : inspeksi, palpasi,

auskultasi, dan perkusi.

4) Studi dokumentasi

Yaitu dilakukan dengan cara mencatat dan mempelajari data-data baik

yang tercantum dalam catatan keperawatan maupun catatan medis

yang ada di puskesmas.

5) Metode diskusi

Bila ada masalah atau kendala yang didapatkan dalam pelaksanaan

asuhan

keperawatan

pada

klien,penulis

mengosultasikan

dengan

pembimbing atau tenaga kesehatan yang terkait.

A. Tinjauan Teori Keluarga

1. Definisi keluarga

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Beberapa definisi keluarga antara lain sebagai berikut :

a. Keluarga merupakan orang yang mempunyai hubungan resmi, seperti

ikatan darah, adopsi,perkawinan, atau perwalian, hubungan sosial (hidup

bersama)dan adanya hubungan psikologis(ikatan emosional) (Siti Nur

Kholifah, 2016)

b. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran,

dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya,

dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial

dari tiap anggota keluarga(Siti Nur Kholifah, 2016)

c. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas

kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di

suatu tempat di bawah satu atap dan saling ketergantungan ( departemet

kesehatan RI dalam siti,N,K,2016)

2. Tipe keluarga

Berbagai tipe keluarga sebagai berikut :

a. Tipe keluarga tradisional, terdiri atas beberapa tipe yaitu:

1) The Nuclear Family ( keluarga inti), yaitu keluarga yang terdiri atas

suami, istri, dan anak, baik anak kandung maupun anak angkat.

2) The dyad family ( keluarga dyad), suatu rumah tangga yang terdiri dari

atas suami dan istri tanpa anak.

3) Single parent, yaitu keluarga yang terdiri atas satu orang tua dengan

anak

(kandung

atau

angkat).

perceraian atau kematian.

Kondisi

ini

dapat

disebabkan

oleh

4) Single adult,yaitu suatu rumah tangga yang terdiri atas satu orang

dewasa. Tipe ini dapat

terjadi pada seorang dewasa

menikah atau tidak mempunyai suami.

yang tidak

5) Extended family, keluarga yang terdiri atas keluaga inti ditambah

keluarga lain, seperti paman, bibi, kakek, dan sebagainya.tipe keluarga

ini

banyak

pedesaan.

dianut

oleh

keluarga

indonesia

terutama

di

daerah

6) Middle-aged or elderly couple, orang tua yang tinggal sendiri di

rumah (baik suami/istri atau keduanya), karena anak-anaknya sudah

membangun karir sendiri atau sudah menikah.

7) Kin-network family, beberapa keluarga yang tinggal bersama atau

saling

berdekatan

dan

menggunakan

barang

barang

pelayanan,

seperti dapur dan kamar mandi yang sama.

b. Tipe

keluarga

yang

kedua

adalah

tipe

kelurga

nontradisional,

tipe

keluarga ini tidak lazim ada di indonesia, terdiri atas beberapa tipe

sebagai berikut.

1) Unmarried parent and child family, yaitu keluarga yang terdiri atas

orang tua dan anak dari hubungan tanpa nikah.

2) Cohabitating couple. Orang dewasa yang hidup bersama di luar ikatan

perkawinan karena beberapa alasan tertentu.

3) Gay and lesbian family, seorang yang mempunyai persamaan jenis

kelamin tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri.

4) The nonmarital heterosexual cohabiting family, keluarga yang hidup

bersama berganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan.

d. Foster

family,

keluarga

menerima

anak

yang

tidak

ada

hubungan

keluarga/ saudara dalam waktu sementara, pada saat orang tua anak

tersebut perlu mendapatkan bantuan untuk menyatukan kembali keluarga

yang aslinya. (Siti Nur Kholifah, 2016)

3. Fungsi keluarga

Menurut friedman fungsi keluarga ada lima antara lain :

a. Fungsi afektif

Fungsi

ini

meliputi

persepsi

keluarga

tentang

pemenuhan

kebutuhan psikososial anggota keluarga. Melalui pemenuhan fungsi ini,

maka keluarga akan dapat mencapai tujuan psikososial yang utama,

membentuk sifat kemanusiaan dalam diri anggota keluarga,stabilitas

kepribadian dan tingkah laku, kemampuan menjalin secara lebih akrab,

dan harga diri.

b. Fungsi sosialisasi dan penempatan sosial

Sosialisasi dimulai saat lahir dan hanya diakhiri dengan kematian.

Sosialisasi merupakan suatu proses yang berlangsung seumur hidup,

karena individu secara kontinyu mengubah perilaku mereka sebagai

respon terhadap situasi yang terpola secara sosial yang mereka alami.

Sosialisasi

merupakan

proses

perkembangan

atau

perubahan

yang

dialami oleh seorang individu sebagai hasil dari interaksi sosial dan

pembelajaran peran-peran sosial.

Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah

sumber daya manusia.

d. Fungsi ekonomi

Keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara

ekonomi

dan

tempat

untuk

mengembangkan

kemampuan

individu

meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

e. Fungsi perawatan kesehatan

Menyediakan

Perawatan

kesehatan

kebutuhan

fisik

dan

perawatan

kesehatan.

dan

praktik-praktik

sehat(yang

mempengaruhi

status kesehatan anggota keluarga secara individual) merupakan bagian

yang paling relevan dari fungsi perawatan kesehatan.

1) Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan keluarga

2) Kemampuan keluarga membuat keputusan yang tepat bagi keluarga

3) Kemampuan

keluarga

dalam

merawat

keluarga

yang

mengalami

gangguan kesehatan

 

4) Kemampuan

keluarga

dalam

mempertahankan

atau

menciptakan

suasana rumah yang sehat

5) Kemampuan keluarga dalam menggunakan fasilitas.

4. Tahap perkembangan keluarga

Terdapat delapan tahap perkembangan keluarga yang perlu diketahui yaitu :

a. Keluarga baru menikah atau pemula

Tugas perkembangannya adalah :

1) Membangun perkawinan yang saling memuaskan

2) Membina hubungan persaudaraan, teman, dan kelompok sosial

3) Mendiskusikan rencana memiliki anak.

b. Tahap perkembangan keluarga yang kedua adalah keluarga dengan anak

baru lahir. Tugas perkembangan adalah :

1) Membentuk

keluarga

muda

sebagai

sebuah

unit

yang

mantap

mengintegrasikan bayi yang baru lahir ke dalam keluarga

2) Rekonsiliasi

tugas-tugas

perkembangan

kebutuhan anggota keluarga.

yang

bertentangan

dan

3) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan

4) Memperluas

persahabatan

dengan

keluarga

besar

dengan

menambahkan peran peran orang tua dan kakek nenek.

c. Keluarga dengan anak usia pra sekolah

Tugas perkembangannya adalah :

1) Memenuhi

kebutuhan

anggota

keluarga,

bermain, privasi, dan keamanan.

2) Mensosialisasikan anak

seperti

rumah,

runag

3) Mengintegrasikan

anak

yang

baru,

kebutuhan anak yang lain

sementara

tetap

memenuhi

4) Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga dan di laur

keluarga.

d. Keluarga dengan anak usia sekolah

Tugas perkembangannya adalah :

1) Mensosialisasikan

anak-anak,

termasuk

meningkatkan

prestasi

sekolah dan hubungan dengan teman sebaya yang sehat

2) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan

3) Memenuhi kenutuhan kesehatan fisik anggota keluarga

e. Keluarga dengan anak remaja

Tugas perkembangannya adalah :

1) Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja

menjadi dewasa dan semakin mandiri

2) Memfokuskan kembali hubungan perkawinan

3) Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak-anak

f. Keluarga melepas anak usia dewasa muda

Tugas perkembangannya adalah:

1) Memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga

baru yang didapatkan melalui perkawinan anak-anak.

2) Melanjutkan

untuk

memperbarui

hubungan perkawinan

dan

menyesuaikan

kembali

3) Membantuk ornag tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami atau

istri

g. Keluarga dengan usia pertengahan

Tugas perkembangannya adalah :

1) Menyediakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan

2) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan

para orang tua lansia dan anak-anak.

3) Memperkokoh hubungan perkawinan

h. Keluarga dengan usia lanjut

Tugas perkembangannya adalah :

1) Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan

2) Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun

3) Mempertahankan hubungan perkawinan

4) Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan

5) Mempertahankan ikatan keluarga antargenerasi

6) Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka (penelaan hidup).

(Siti Nur Kholifah, 2016)

B. Tinjauan Teori Keperawatan Keluarga

1. Definisi keperawatan keluarga

Keperawatan

keluarga

merupakan

pelayanan

holistik

yang

menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan

melibatkan

anggota

keluarga

dalam

tahap

pengkajian,

diagnosis

keperawatan, perencanaan,pelaksanaan dan evaluasi(Depkes,2010).

2. Tujuan keperawatan keluarga

Tujuan keperawatan keluarga ada dua macam, yaitu tujuan umum

dan khusus.Tujuan umum dari keperawatan keluarga adalah kemandirian

keluarga dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.Tujuan khusus

dari keperawatan keluarga adalah keluarga mampu melaksanakan tugas

pemeliharaan

kesehatan

keluarga

dan

mampu

menangani

masalah

kesehatannya.

3. Sasaran keperawatan keluarga

a. Keluarga sehat

b. Keluarga risiko tinggi dan rawan kesehatan

c. Keluarga yang memerlukan tindak lanjut

4. Peran dan fungsi perawat keluarga

Peran dan fungsi perawat di keluarga adalah sebagai berikut (Friedman

Dkk,2013).

a. Pelaksana

Peran dan fungsi perawat sebagai pelaksana adalah memberikan

pelayanan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan,mulai

pengkajian sampai evaluasi.

b. Pendidik

Peran

dan

fungsi

mengidentifikasi

kebutuhan,

perawat

sebagai

menentukan

tujuan,

pendidik

adalah

mengembangkan,

merencanankan, dan melaksanakan pendidikan kesehatan agar keluarga

dapat berperilaku sehat secara mandiri.

c. Konselor

Peran dan fungsi perawat sebagai konselor adalah memberikan

konseling

atau

bimbingan

kepada

individu

atau

keluarga

dalam

mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu

untuk membantu mengatasi masalah kesehtan keluarga.

d. Kolaborator

Peran

dan

fungsi

perawat

sebagai

kolaborator

adalah

melaksanakan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait dengan

penyelesaian masalah kesehatan di kelurga.

C. Tinjauan Teori Pengkajian Keperawatan Keluarga

a. Konsep dasar pengkajian

1. Definisi

Pengkajian adalah langkah atau tahapan penting dalam proses

perawatan, mengingat pengkajian sebagai awal interaksi dengn keluarga

untuk

mengidentifikasi

data

kesehatan

seluruh

anggota

keluarga.Pengertian pengkajian menurut Yura dan Walsh (1998) adalah

tindakan pemantauan secara langsung pada manusia untuk memperoleh

data tentang klien dengan maksud menegaskan kondisi penyakit dan

masalah kesehatan.pengkajian merupakan suatu proses berkelanjutan,

karena perawat akan mendapatkan data tentang kondisi atau situasi klien

sebelumnya dan saat ini, sehingga informasi tersebut dapat digunakan

untuk menyusun perencanaan pada tahap berikutnya. (Siti Nur Kholifah,

2016)

Pengkajian keperawatan adalah suatu tindakan peninjauan situasi

manusia

untuk

memperoleh

data

tentang

klien

dengan

maksud

menegaskan

situasi

penyaki,

diagnosa

masalah

klien,

penetapan

kekuatan,

dan

kebutuhan

promosi

kesehatan

klien.

Pengkajian

keperawatan merupakan proses pengumpulan data. Pengumpulan data

adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara

sistematis

untuk

menentukan

masalah-masalah,

serta

kebutuhan

kebutuhan keperawatan, dan kesehatan klien. Pengumpulan informasi

merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang

terkumpul,

di

dapatkan

data

dasar

tentang

masalah-masalah

yang

dihadapi

klien.

Selanjutnya,

data

dasar

tersebtu

digunakan

untuk

menentukan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan,

serta tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah. (Siti Nur

Kholifah, 2016)

2. Tujuan pengkajian keperawatan

Pengkajian keperawatan bertujuan untuk :

a. Memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien

b. Menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien

c. Menilai keadaan kesehatan klien

d. Membuat keputusan yang tepat dalam menentukan langkah-langkah

berikutnya. (Siti Nur Kholifah, 2016)

3. Karakteristik data yang dikumpulkan

a. Lengkap

Seluruh data diperlukan untuk mengidentifikasi masalah keperwatan

klien

dan

keluarga.

Data

yang

terkumpul

harus

lengkap

guna

membantu mengatasi masalah secara adekuat.

b. Akurat

Data yang dikumpulkan harus akurat untuk menghindari kesalahan.

c. Relevan

Data yang dikumpulkan harus relevan dengan kondisi klien dan

keluarga.

(Siti Nur Kholifah, 2016)

4. Sumber data

a. Sumber data primer

Sumber data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung

dari klien dan keluarga, yang dapat memberikan informasi yang

lengkap tentang masalah kesehatan yang dihadapinya.

b. Sumber data sekunder

Sumber data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari orang

terdekat dari klien (keluarga), seperti orang tua, anda, atau pihak lain

yang mengerti kondisi klien selama sakit. Data sekunder dapat pula di

dapatkan dari catatan-catatan keperawatan hasil pemerikansaan yang

dilakukan oleh pihak lain.

Secara umum, sumber data yang di dapat digunakan dalam

pengumpulan data kesehatan keluarga berikut ini:

1) Klien dan keluarga

2) Orang terdekat

3) Catatan klien

4) Riwayat penyakit(pemeriksaaan fisik dan catatan perkembangan)

5) Konsultasi

6) Hasil pemeriksaan diagnostik

7) Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya

8) Perawat lain

9) Kepustakaan (Siti Nur Kholifah, 2016)

e. Metode pengumpulan data

Metode pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Wawancara

b. Observasi

c. Konsultasi

d. Pemeriksaan fisik (inspeksi,palpasi,auskultasi,perkusi)

e. Pemeriksaan penunjang

f. Komponen pengkajian keluarga

Friedman,dkk(2003), berpendapat

bahwa komponen pengkajian

keluarga terdiri atas kategori pertanyaan, yaitu data pengenalan keluarga ,

riwayat dan tahap perkembangan keluarga, data lingkungan, struktur

keluarga(struktur

peran,

nilai,

komunikasi,

kekuatan),

fungsi

keluarga(fungsi

afektif,

sosialisasi,

pelayanan

kesehatan,

ekonomi,

reproduksi,), dan koping keluarga. (Siti Nur Kholifah, 2016).

b. Konsep dasar asuhan keperawatan keluarga

1) Data umum

a) Nama KK :

b) Umur KK :

c) Pekerjaan KK :

d) Pendidikan KK

e) Agama

:

f) Alamat

:

g) Komposisi Anggota Keluarga :

h) Genogram :

i) Tipe keluarga :

j) Suku bangsa :

k) Agama

:

l) Status sosial ekonomi :

m)Aktifitas rekreasi keluarga :

2) Riwayat tahap perkembangan keluarga

a) Tahap perkembangan keluarga saat ini

b) Tugas perkembangan keluarga

c) Riwayat keluarga inti

d) Riwayat keluarga sebelumnya

3) Lingkungan

a) Karakteristik rumah

b) Denah rumah

c)

Karakteristik tetangga dan komunitas RT/RW/Dusun

d) Mobilitas geografis keluarga

e) Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat

f) Sistem pendukung keluarga

4) Struktur keluarga

a) Pola komunikasi keluarga

b) Struktur kekuatan keluarga

c) Struktur peran

d) Nilai dan norma keluarga

5) Fungsi keluarga

a) Fungsi afektif

b) Fungsi sosialisasi

c) Fungsi reproduksi

d) Fungsi ekonomi

e) Fungsi perawatan kesehatan keluarga

(1)Kemampuan keluarga mengenal masalah

(2)Kemampuna keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan

yang tepat

(3)Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit

(4)Kemampuan

keluarga

memodifikasi

lingkungan/memelihara

lingkungan yang sehat untuk perawatan anggota keluarga yang

sakit

(5)Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan

di masyarakat

6) Stres dan koping keluarga

a) Stressor jangka pendek dan jangka panjang

b)

(1) Stressor jangkan pendek (<6 bln)

(2) Stressor jangka panjang ( 6 bln)

Respon keluarga terhadap stressor dan mekanisme koping

digunakan

(1) Respon keluarga terhadap stressor

(2) Strategi koping yang digunakan

(3) Strategi adaptasi disfungsional

7)

Pemeriksaan fisik

8)

Harapan keluarga

yang

D. Tinjauan Teori Diagnosis Keperawatan Keluarga

1. Definisi diagnosis keperawatan keluarga

Diagnosis keperawatan adalah interpretasi ilmiah atas data hasil

pengkajian yang interpretasi ini digunakan perawat untuk membuat rencana

,melakukan implementasi dan evaluasi.

2. Kategori diagnosis keperawatan keluarga

a. Diagnosis keperawatan aktual

Kategori diagnosis keperawatan yang pertama adalah diagnosis

keperawatan aktual.Diagnosis keperawatan ini menggambarkan respon

manusia terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupan yang benar

nyata pada individu, keluarga, dan komunitas(Nanda,2011).

Diagnosis

keperawatan

aktual

dirumuskan

apabila

masalah

keperawatan sudah terjadi pada keluarga.

b. Diagnosis keperawatan promosi kesehatan

Diagnosis keperawatan yang kedua adalah diagnosis promosi

kesehatan yang dapat digunakan di seluruh status kesehatan.Namun,

kesiagaan individu,keluarga,dan masyarakat untuk melakukan promosi

kesehatan memengaruhi mereka untuk mendapatkan diagnosis promosi

kesehatan.

c. Diagnosis keperawatan resiko

Diagnosis

keperawatan

ketiga

adalah

diagnosis

keperawatan

resiko,yaitu menggambarkan respon manusia terhadap kondisi kesehatan

atau proses kehidupan yang mungkin berkembang dalam kerentanan

individu, keluarga, dan komunitas.Hal ini didukung oleh faktor-faktor

resiko yang berkontribusi pada peningkatan kerentanan.

d. Diagnosis keperawatan sejahtera

Diagnosis keperawan keluarga yang terakhir adalah diagnosis

keperawatan

sejahtera.diagnosis

ini

menggambarkan

respon

manusia

terhadap level kesejahteraan individu, keluaga dan komunitas,yang telah

memiliki kesiapan meningkatkan status kesehatan mereka.

Berikut

merupakan

contoh

diagnosis

berdasarkan

masalah

kesehatan

yang

lazim

terjadi

di

individu,

keluarga,

kelompok/komunitas

berdasarkan

NANDA

2012-2014

dan

ICNP

2013.Sesuai dengan hasil Kongres Nasional IPKKI II di Yogyakarta,

sudah disepakati dalam perumusan diagnosa

keperawatan keluarga

menggunakan

diagnosa

tunggal

dengan

menambahkan

pernyataan

anggota

keluarga

yang

teridentifikasi

memiliki

masalah

kesehatan.Rumusan diagnosa ini menggunakan rumusan NANDA dan

ICNP.Modifikasi penulisan kriteria intervensi dan hasil pada kasus

keluarga

menggunakan

pendekatan

tugas

kesehatan

keluarga

yaitu

kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan,memutuskan untuk

merawat anggota keluarga yang sakit, merawat anggota keluarga yang

sakit,

memodifikasi

lingkungan,

dan

memanfaatkan

fasilitas

kesehatan.(Maglaya,

2009).Berikut

ini

contoh

rumusan

diagnosa

keperawatan dengan integritas NIC dan NOC.

Sasaran

Domain

Kelas

Kode

Rumusan diagnosis keperawatan

Individu

Domain 2 :

Kelas 1 :

00002

- Ketidakseimbangan nutrisi :

Nutrisi

Ingesti

kurang dari kebutuhan tubuh

00001

- Ketidakseimbangan nutrisi :

lebih dari kebutuhan tubuh

00163

- Kesiapan untuk meningkatkan nutrisi

00003

- Risiko ketidakseimbangan nutrisi : lebih dari kebutuhan tubuh

00103

- Gangguan menelan

Kelas 5 :

00195

- Risiko ketidakseimbangan elektrolit

Hidrasi

00160

- Kesiapan untuk meningkatkan keseimbangan cairan

- Defisiensi volume cairan

00027

- Risiko defisiensi volume cairan

00028

- Risiko ketidakseimbangan volume cairan

00025

Domain 3 :

Kelas 1 :

00016

- Gangguan eliminasi urin

Eliminasi dan

Fungsi

pertukaran

urinary

Kelas 2 :

00013

- Diare

Fungsi

00196

- Disfungsi motilitas

gastrointesti

00197

gastrointestinal

nal

- Risiko disfungsi motilitas gastrointestinal

Kelas 4 :

00030

- Gangguan pertukaran gas

Fungsi

respirasi

Domain 4 :

Kelas 1:

00198

- Gangguan pola tidur

Aktivitas/istir

Tidur/istirah

ahat

at

Kelas 2 :

00085

- Gangguan mobilitas fisik

Aktivitas/la

00088

- Gangguan berjalan

tihan

 

Kelas 3:

00093

- Fatigue

Keseimbang

an energi

Kelas 4 :

00092

- Intoleransi aktivitas

Respon

00094

- Risiko intoleransi aktivitas

kardiovasku

00032

- Tidak efektifnya pola nafas

lar/Pulmona

00029

- Penurunan kardiak output

ri

00204

- Tidak efektifnya perfusi jaringan perifer

00228

- Risiko tidak efektifnya perfusi jaringan perifer

00201

- Risiko tidak efektifnya perfusi jaringan serebral

Kelas 5:

00108

- Defisit perawatan diri : mandi

perawatan

00109

- Defisit perawatan diri:

diri

berpakaian

00102

- Defisit perawatan diri: makan

00110

- Defisit perawatan diri: toileting

Domain 5 :

Kelas 4 :

00126

- Kurangnya pengetahuan

Persepsi/Kog

Kognisi

00161

- Kesiapan meningkatkan pengetahuan

nisi

00131

- Gangguan memori

Domain 6 :

Kelas 1 :

00124

- Ketidakberdayaan

Persepsi diri

konsep diri

00054

- Risiko kesepian

Kelas 2 :

00119

- Harga diri rendah kronik

Harga diri

00120

- Harga diri rendah situasional

Domain 9 :

Kelas 2 :

00146

- Kecemasan

Koping/Tole ransi thd stres

Respon

00069

- Tidak efektifnya koping

koping

00158

- Kesiapan meningkatkan koping

Domain 11 :

Kelas 1

00004

- Risiko infeksi

Keamanan/

:Infeksi

Proteksi

Kelas 2 :

00031

- Tidak efektifnya bersihan jalan Nafas

Injury fisik

00155

-Resiko jatuh

00035

- Risiko injuri

00046

- Gangguan integritas kulit

00047

-Rsiko gangguan integritas kulit

   

Kelas 6 :

00007

- Hipertermi

Termoregul

00008

- Tidak efektifnya termoregulasi

asi

Domain 12 :

Kelas 3 :

00214

- Gangguan rasa nyaman

Rasa nyaman

Kenyamana

00134

- Mual

n social

00132

- Nyeri akut

00133

- Nyeri kronik

Keluarga

Domain 1:

Kelas 2:

00080

- Ketidakefektifan manajemen

Promosi

Manajemen

regimen terapeutik keluarga

Kesehatan

Kesehatan

00099

- Ketidakefektifan pemeliharaan

kesehatan

00188

- Perilaku kesehatan cenderung

berisiko

Domain 4:

Kelas 5:

00098

Hambatan pemeliharaan rumah

Aktivitas/Istir

Perawatan

ahat

Diri

Domain 5:

Kelas4:

00222

Ketidakefektifan kontrol implus

Persepsi/Kog

Kognisi

nisi

Kelas 5:

00157

Kesiapan meningkatkan komunikasi

Komunikasi

Domain 7:

Kelas 1:

00106

- Kesiapan meningkatkan pemberian ASI

Hubungan

Peran

Peran

caregiver

00061

- Ketegangan peran pemberi

00062

asuhan

- Risiko ketegangan peran

00056

pemberi asuhan

- Ketidakmampuan menjadi orang

00164

tua

- Kesiapan meningkatkan menjadi

00057

orang tua

- Risiko ketidakmampuan menjadi orang tua

 

Kelas 2:

00058

- Risiko gangguan perlekatan

Hubungan

00063

- Disgungsi proses keluarga

Keluarga

00060

00159

- Gangguan proses keluarga

- Kesiapan meningkatkan proses

keluarga

Kelas 3:

00223

- Ketidakefektifan hubungan

Performa

00207

- Kesiapan meingkatkan

peran

00229

hubungan

00064

- Risiko ketidakefektifan hubungan

00055

00052

- Konflik peran orang tua

- Ketidakefektifan performa peran

- Hambatan interaksi sosial

Domain 9 :

Kelas 2:

00074

- Penurunan koping keluarga

Koping/Toler

Respon

00073

-Ketidakmampuan koping keluarga

ansi stress

koping

00075

-Kesiapan meningkatkan koping

00226

keluarga

00212

-Risiko ketidakefektifan perencanaan aktifitas -Kesiapan meningkatkan penyesuaian

Domain 10

Kelas 3:

00083

- Konflik pengambilan keputusan

:Prinsip hidup

Nilai/Keya

00170

- Risiko hambatan religiositas

kinan/Aksi

00184

-Kesiapan meningkatkan pengambilan keputusan

kongruen

Domain 11:

Kelas 4:

00181

- Kontaminasi

Keamanan/

Hazard

00180

- Risiko kontaminasi

Proteksi

lingkungan

Domain 13:

Kelas 1:

00113

Risiko pertumbuhan tidak Proporsional

Pertumbuhan

Pertumbuh

/perkembang

an

 
 

Kelas 2:

00112

Risiko keterlambatan Perkembangan

Perkembang

an

 

Carers

Carers

10027773

- Stres pada pemberi asuhan

10027787

- Risiko stress pada pemberi asuhan

10029621

- Gangguan kemampuan untuk melakukan perawatan

10027787

- Risiko stress pada pemberi asuhan

10032270

- Risiko gangguan kemampuan untuk melakukan perawatan

Emosional/

 

10023370

- Gangguan komunikasi

isu

10038411

- Gangguan status psikologis

psikologikal

Perawatan

 

10029841

- Masalah ketenagakerjaan

Keluarga

10023078

- Gangguan proses keluarga

10022473

10022753

- Kurangnya dukungan keluarga

10035744

10032364

- Masalah dukungan sosial

- Masalah hubungan

- Risiko gangguan koping

keluarga

Promosi

Health

10023452

- Kemampuan untuk

Kesehatan

promotion

10000918

mempertahankan kesehatan

- Gangguan mempertahankan

10032386

kesehatan

- Risiko bahaya lingkungan

Manajemen

 

10021994

Kurangnya pengetahuan tentang

perawatan

Penyakit

jangka

panjang

 

Medikasi

 

10022635

Gangguan kemampuan untuk

memanajemen pengobatan

Perawatan

 

10000925

Gangguan kerumahtanggaan

Diri

Manajemen

10029792

- Kekerasan rumah tangga

Risiko

10030233

- Keselamatan lingkungan yang

10030233

efektif

10029856

- Masalah keselamatan

10032289

lingkungan

10032301

- Risiko terjadinya

10033470

penyalahgunaan

10032340

- Risiko terjadinya pelecehan

10033489

anak

10015122

- Risiko terjadinya pengabaian

10015133

anak

10033436

- Risiko terjadinya pelecehan

lansia

- Risiko terjadinya pengabaian

lansia

- Risiko untuk jatuh

- Risiko terinfeksi

Keadaan sosial

10029860

- Masalah financial

10029904

-Tinggal di rumah

10022563

-Pendapatan yang tidak memadai

10022753

-Kurangya dukungan sosial

E. Perencanaan Keperawatan Keluarga

1. Definisi perencanaan keperawatan keluarga

Perencanaan

keperawatan

keluarga

adalah

sekumpulan

tindakan

yang direncanakan oleh perawat untuk membantu keluarga dalam mengatasi

masalah keperawatan dengan melibatkan anggota keluarga.

2. Tujuan perencanaan keperawatan keluarga

a. Alat komunikasi antar perawat dalam memberikan asuhan keperawatan

keluarga.

b. Meningkatkan kesinambungan asuhan keperawatan yang diberikan pada

keluarga

c. Mendokumentasikan proses dan kriteria hasil sebagai pedoman bagi

perawat dalam melakukan tindakan kepada keluarga serta melakukan

evaluasi.

d. Mengidentifikasi fokus keperawatan kepada klien atau kelompok.

e. Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi kesehatan lainnya.

f. Menyediakan suatu kriteria guna pengulangan dan evaluasi keperawatan

g. Menyediakan suatu pedoman dalam penulisan

h. Menyediakan kriteria hasil sebagai pedoman dalam melakukan evluasi

keperawatan keluarga.

3. Prioritas masalah keperawatan keluarga

Kriteria prioritas masalah keperawatan keluarga sebagai berikut :

a. Sifat masalah.Krieria sifat masalah ini dapat ditentukan dengan melihat

kategori

diagnosis

keperawatan.Adapun

skornya

adalah

diagnosis

keperawatan potensial skor 1, diagnosis keperawatan risiko skor 2, dan

b. Kriteria kedua adalah kemungkinan untuk diubah.Kriteria ini dapat

ditentukan dengan melihat pengetahuan,sumber daya keluarga sumber

daya perawatan yang tersedia, dan dukungan masyarakatnya.Kriteria

kemungkinan untuk diubah ini skornya terdiri atas,mudah dengan skor

2, sebagian dengan skor 1,dan tidak dapat dengan skor nol.

c. Kriteria

ketiga,

adalah

potensial

untuk

dicegah.Kriteria

ini

dapat

ditentukan

dengan

melihat

kepelikan

masalah,lamanya

masalah,dan

tindakan yang sedang dilakukan.Skor dari kriteria ini terdiri atas,tinggi

dengan skor 3,cukup dengan skor 2, dan rendah dengan skor 1.

d.

Kriteria

terakhir

adalah

menonjolnya

masalah.Kriteria

ini

dapat

ditentukan

berdasarkan

persepsi

keluarga

dalam

melihat

masalah.Penilaian dari kriteria ini terdiri atas, segera dengan skor 2,

tidak perlu segera skornya 1, dan tidak dirasakan dengan skor no 0.

Cara perhitungannya sebagai berikut :

1. Tentukan

skor

dari

masing-masing

kriteria

untuk

setiap

masalah

keperawatan yang terjadi,skor yang ditentukan akan dibagi dengan nilai

tertinggi,kemudian dikalikan bobot dari masing-masing kriteria.Bobot

merupakan

nilai

konstanta

dari

tiap

kriteria

dan

tidak

bisa

diubah(skor/angka tertinggi x bobot)

2. Jumlahkan

skor

dari

keperawatan keluarga.

masing-masing

kriteria

untuk

tiap

diagnosis

3. Skor tertinggi yang diperoleh adalah diagnosis keperawatan keluarga

yang prioritas.

F. Tinjauan Teori Tuberculosis Paru

1. Definisi

Tuberkulosis

adalah

penyakit

infeksi

menular

yang

disebabkan

Mycobacterium tuberculosis Yang menyerang paru-paru dan hampir seluruh

organ tubuh lainnya. Bakteri ini dapat masuk melalui saluran pernafasan dan

saluran pencernaan (GI) dan luka terbuka pada kulit. Tetapi paling banyak

melalui inhalasi droplet yang berasal dari orang yang terinfeksi bakteri

tersebut. (Sylvia A. Price).

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang menular disebabkan oleh

bakteri

Mycobacterium

tuberculosis.

Kuman

tuberkulosis

banyak

menyerang organ paru meskipun dapat menyerang organ yang lain sehingga

penyakit ini dikenal dengan nama tuberkulosis paru (TB paru) sedangkan

yang menyerang organ lain selain paru dinamakan tuberkulosis ekstra paru.

Bakteri

tuberkulosis

mempunyai

keistimewaan,

yaitu

tahan

terhadap

pencucian warna dengan asam dan alkohol, oleh karena itu disebut basil

tahan asam (Widoyono dalam Dea N,R,2015).

2. Etiologi

Tuberculosis

paru

disebabkan

oleh

kuman

Mycobacterium

tuberculosis

paru

aktif

droplet

dan

yang dapat ditularkan

ketika

seseorang

mengeluarkan organisme.Individu

yang

penderita

penyakit

rentan

menghirup

menjadi terinfeksi.Bakteria di transmisikan ke alveoli dan

memperbanyak diri.Reaksi inflamasi menghasilkan eksudat di alveoli dan

bronkopneumonia, granuloma, dan jaringan fibrosa (Smeltzer&Bare, 2015).

Ketika seseorang penderita TB paru batuk, bersin, atau berbicara, maka

secara tak sengaja keluarlah droplet nuklei dan jatuh ke tanah, lantai, atau

tempat lainnya.

Akibat terkena sinar matahari atau suhu udara yang panas, droplet

tadi menguap. Menguapnya droplet bakteri ke udara dibantu dengan

pergerakan angin akan membuat bakteri tuberkulosis yang terkandung

dalam droplet nuklei terbang ke udara. Apabila bakteri ini terhirup oleh

orang sehat, maka orang itu berpotensi terkena bakteri tuberkulosis

(Muttaqin Arif, 2012).

Menurut Smeltzer&Bare (2015), Individu yang beresiko tinggi

untuk tertular virus tuberculosis adalah:

a. Mereka yang kontak dekat dengan seseorang yang mempunyai TB

aktif.

b. Individu imunnosupresif (termasuk lansia, pasien dengan kanker,

mereka yang

dalam terapi

terinfeksi dengan HIV).

kortikosteroid,

atau

mereka

yang

c. Pengguna obat-obat IV dan alkhoholik.

d. Individu

tanpa

perawatan

kesehatan

yang

adekuat

(tunawisma;

tahanan; etnik dan ras minoritas, terutama anak-anak di bawah usia 15

tahun dan dewasa muda antara yang berusia 15 sampai 44 tahun).

e. Dengan

gangguan

medis

yang

sudah

ada

sebelumnya

(misalkan

diabetes, gagal ginjal kronis, silikosis, penyimpangan gizi).

f. Individu yang tinggal didaerah yang perumahan sub standar kumuh.

g. Pekerjaan

(misalkan

tenaga

kesehatan,

aktivitas yang beresiko tinggi.

3. Anatomi fisiologi

terutama

yang melakukan

Paru-paru terletak dalam rongga dada (mediastinum), dilindungi oleh

struktur tulang selangka. Rongga dada dan perut dibatasi oleh suatu sekat

yang

disebut

diagfragma.

Berat

paru-paru

kanan

sekitar

620

gram,

sedangkan

paru-paru

kiri

sekitar

560

gram.

Masing-masing

paru-paru

dipisahkan satu sama lain oleh jantung dan pembuluh besar serta struktur-

struktur lain didalam rongga dada. Selaput yang membungkus yang disebut

pleura. Paru-paru terbenam bebas dalam rongga pleura itu sendiri. Pada

keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga pu-paru kembang

kempis, dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk

meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan

dinding dada sewaktu ada gerakan napas.

Paru-paru kanan sedikit lebih besar dari paru-paru kiri dan terdiri

atas tiga geambir (lobus) yaitu gelambir atas (lobus superior), gelambir

tengah (lobus medius), dan gelambir bawah (lobus inverior). Sedangkan

paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu

gelambir atas (lobus

superior) dan gelambir bawah (lobus inverior). Tiap-tiap lobus terdiri

dari

belahan