Anda di halaman 1dari 9

EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG IMUNISASI TETANUS TOKSOID (TT)

TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMILTENTANG IMUNISASI TT


1 2 3
Sriwahyu Aprida , Sri Utami , Yesi Hasneli

Program Studi Ilmu Keperawatan


Universitas Riau
Email: ayuaprida15@gmail.com

Abstract

The purpose of this research was to determined the effectiveness of health education about tetanus toxoid immunization for
increasing knowledge pregnant women about tetanus toxoid immunization. The design of this research was Quasy experiment
designed by Pre-posttest with control group were divided into experiment group and control group. The research was
conducted on pregnant women in the “Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru”. The total sample were 30 people who were
taken by using purposive sampling techniques by noticing to the inclusion criteria. Measuring instruments that used in both
groups were questionnaires that have been tested for validity and reliability. Analysis was used univariate and bivariate
analyzes using dependent test and independent test. The results showed that health education about tetanus toxoid
immunization was effective for improving knowledge pregnant women about tetanus toxoid immunization with p value (0.000)
< α (0,05). The results of this research was recommend to every health care have to giving health education about tetanus
toxoid immunization by using power point and leaflet media to increasing knowledge of pregnant women about tetanus toxoid
immunization.

Key words : Health education, knowledge, tetanus toxoid immunization

PENDAHULUAN neonatal (insiden < 1 per 1.000 kelahiran hidup


Kehamilan merupakan masa yang dalam 1 tahun) (Ditjen PP & PL, 2011).
menggembirakan bagi calon orangtua. Orangtua Rendahnya hasil cakupan imunisasi TT
terutama ibu perlu memiliki pengetahuan dan lengkap pada ibu hamil berarti akan mengurangi
kesiapan agar kehamilan dan bayi yang keberhasilan program imunisasi dalam melindungi
dilahirkannya tetap sehat, karena ibu dan bayi ibu hamil dan bayi dari penyakit tetanus. Banyak
merupakan kelompok yang mempunyai tingkat faktor yang berhubungan dengan pencapaian
kerentanan yang besar terhadap penyakit dan cakupan imunisasi TT ibu hamil seperti pelatihan
kematian. Penyebab kematian pada ibu dan bayi petugas imunisasi, kerjasama lintas program, lintas
salah satunya adalah penyakit tetanus (Hidayat, sektoral, pencatatan dan pelaporan, pemantauan
2008). wilayah setempat (PWS), dan penyuluhan (Depkes
Tetanus adalah gangguan neurologis yang RI, 2005). Pada pelaksanaan dilapangan ada faktor
ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan lain yang dapat mempengaruhi pencapaian
spasme, yang disebabkan oleh Clostridium Tetani cakupan imunisasi diantaranya adalah pengetahuan
(Sudoyo, 2009). Tetanus lebih sering terjadi pada ibu hamil tentang imunisasi TT (Ditjen PP & PL,
bayi baru lahir atau Tetanus Neonatorum (TN) 2009).
yang disebabkan karena pemotongan tali pusat Data World Health Organization (WHO)
tanpa alat yang steril (Ditjen PP & PL, 2011). tahun 2011 menyebutkan, sekitar 1 juta kasus
Penderita akan mengalami kejang-kejang baik pada tetanus dilaporkan dari seluruh dunia pada tahun
tubuh maupun otot mulut sehingga mulut tidak bisa 2010, dan lebih dari 50 % kematian akibat penyakit
dibuka, kesulitan menelan, susah bernapas, dan ini terjadi pada neonatus. Di Indonesia, kasus
kekakuan pada leher serta tubuh (Andhini, 2010). Tetanus neonatorum pada tahun 2007-2011
Upaya yang dapat dilakukan untuk menyebabkan kematian bayi sekitar 50-60%.
menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah Kasus Tetanus Neonatorum tahun 2011 yang paling
dengan peningkatan cakupan imunisasi Tetanus banyak adalah di Provinsi Banten sebesar 38 kasus,
Toksoid (TT) pada ibu hamil yang berfungsi untuk Provinsi Jawa Timur sebanyak 22 kasus, kemudian
pemberian kekebalan aktif terhadap tetanus. Tujuan Provinsi Kalimantan Barat sebesar 13 kasus
khusus dari program imunisasi adalah tercapainya (Kemenkes RI, 2012). Tahun 2010-2012 kasus
eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum mulai mengalami penurunan,
namun masih tinggi. Pada tahun 2010

1
terdapat 147 kasus dengan cakupan TT2+ sebanyak didapatkan hasil bahwa pendidikan kesehatan
70,0 %, tahun 2011 terdapat 114 kasus dengan dapat merubah pengetahuan dengan nilai p value
cakupan TT2+ sebanyak 63,6 %, dan pada tahun (0,000) < α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan
2012 terdapat 86 kasus dengan cakupan TT2+ bahwa pendidikan kesehatan tentang SADARI
sebanyak 71,2% (Ditjen PP & PL, 2012). efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu
Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Riau dalam melaksanakan SADARI. Selain itu,
(2011), ibu hamil yang melakukan imunisasi TT1 penelitian yang dilakukan oleh Alfarisy (2013)
(25,5%) dan TT2 (23,7%). AKI di provinsi Riau yang berjudul efektifitas pendidikan kesehatan
dengan kasus perdarahan (38%), hipertensi dalam terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang
kehamilan (25%), infeksi (3%), abortus (2%), dan dampak merokok, didapatkan hasil bahwa terjadi
partus lama (11%). Sedangkan angka kematian peningkatan pengetahuan remaja sesudah diberikan
neonatal disebabkan oleh BBLR, asfiksia, pendidikan kesehatan pada kelompok eksperimen
hipotermi dan Tetanus Neonatorum (TN) sebanyak dengan nilai p value (0,000) < α (0,05). Sehingga
7 kasus. dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan
Data Dinas Kesehatan Provinsi Riau (2012) efektif terhadap peningkatan pengetahuan remaja
menyebutkan, estimasi ibu hamil sebanyak tentang dampak merokok.
137.001 orang, ibu hamil yang melakukan Berdasarkan masalah di atas, pendidikan
imunisasi TT1 (25%) dan TT2 (23%). AKI di kesehatan sangat diperlukan dalam meningkatkan
provinsi Riau sebanyak 152 orang dengan kasus pengetahuan ibu hamil agar ibu dan bayi yang
perdarahan (37%), hipertensi dalam kehamilan dilahirkannya terhindar dari penyakit tetanus,
(20%), infeksi (2,63%), abortus (0,66%), partus sehingga penggunaan imunisasi TT pada ibu hamil
lama (8,55%) dan lain-lain (30,26 %). Sedangkan dapat dicapai secara maksimal. Menurut
angka kematian neonatal disebabkan oleh BBLR Notoatmodjo (2005), pengetahuan merupakan hasil
(36%), asfiksia (22%), kelainan kongenital (1%) dari tahu dan terjadi setelah seseorang melakukan
dan Tetanus Neonatorum sebanyak 4 kasus (1%). pengindraan terhadap objek tertentu. Salah satu
Di Pekanbaru tahun 2012, estimasi ibu hamil cara meningkatkan pengetahuan ibu hamil adalah
sebanyak 23.746 orang, ibu hamil yang melakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan.
imunisasi TT1 (11,32%), imunisasi TT2 (9,88%), Kegiatan dari pendidikan kesehatan ditujukan
dan terdapat AKI sekitar (7%). untuk menciptakan perilaku masyarakat yang
Penelitian yang dilakukan oleh Fanny (2011) kondusif untuk kesehatan.
yang berjudul “Faktor-faktor yang berhubungan Studi pendahuluan yang peneliti lakukan di
dengan tingkat pengetahuan ibu terhadap imunisasi Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru pada tanggal
TT pada ibu hamil trimester III”. Hasil penelitian 17 Maret 2014 didapatkan data tahun 2013, jumlah
menerangkan bahwa umur dan pendidikan ibu ibu hamil sebanyak 2.540 orang. Ibu hamil yang
mempunyai pengaruh terhadap tingkat melakukan imunisasi TT1 adalah 211orang
pengetahuan ibu tentang imunisasi TT, pekerjaan (8,30%) dan TT2 sebanyak 1.421 orang (55,94%).
ibu tidak mempunyai pengaruh terhadap Tidak ada kejadian Tetanus Neonatorum di
pengetahuan ibu tentang imunisasi TT. Penelitian Puskesmas Harapan Raya. Wawancara yang
lain oleh Saleh, Nurochmah, As’ad, dan Hadju dilakukan dengan pihak Puskesmas Harapan Raya
(2010) yang berjudul pengaruh pendidikan didapatkan bahwa upaya yang dilakukan untuk
kesehatan dengan pendekatan modelling terhadap meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang
pengetahuan, kemampuan praktek dan percaya diri imunisasi TT adalah dengan memberikan
ibu dalam menstimulasi tumbuh kembang bayi 0-6 pendidikan kesehatan, namun pendidikan
bulan. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan kesehatan tidak diberikan secara terstruktur dan
dengan pendekatan modelling berpengaruh tidak menggunakan media seperti power point dan
terhadap pengetahuan, kemampuan praktek dan leaflet. Hasil wawancara pada ibu hamil, bahwa 6
percaya diri ibu dalam menstimulasi tumbuh dari 10 ibu hamil masih kurang pengetahuannya
kembang bayi 0-6 bulan. tentang imunisasi TT dan kurang mengetahui
Penelitian yang dilakukan oleh Simanullang fungsi atau manfaat imunisasi TT bagi
(2012) yang berjudul “Efektifitas pendidikan kehamilannya. Sedangkan, 3 ibu hamil tidak
kesehatan tentang SADARI terhadap pengetahuan lengkap melakukan imnunisasi TT. Berdasarkan
dan sikap ibu dalam melaksanakan SADARI”, uraian di atas, maka peneliti sangat tertarik untuk

2
melakukan penelitian yang berjudul “Efektifitas pekerjaan dan untuk gambaran pengetahuan
pendidikan kesehatan tentang imunisasi TT sebelum dan sesudah diberikan pendidikan
terhadap pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi kesehatan. Analisa bivariat menggunakan uji
TT” di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. parametrik yaitu T dependent dan T independent,
yang dilakukan sesuai dengan tujuan penelitian.
TUJUAN PENELITIAN
Mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan HASIL PENELITIAN
tentang imunisasi TT terhadap pengetahuan ibu Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di
hamil tentang imunisasi TT. Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru didapatkan
hasil penelitian sebagai berikut:
MANFAAT PENELITIAN
Bagi perkembangan Ilmu Keperawatan, hasil 1. AnalisaUnivariat
penelitian dapat memberikan informasi dalam Tabel 1
pengembangan ilmu pengetahuan tentang Distribusi responden berdasarkan karakteristik
pentingnya imunisasi TT pada ibu hamil. Bagi Karakteristik Kelompok Kelompok
pelayanan kesehatan, penelitian ini dapat menjadi eksperimen kontrol
bahan masukan dalam upaya peningkatan (n=15) (n= 15)
pelayanan kesehatan pendidikan kesehatan secara N % N %
terstruktur yang dilakukan oleh petugas kesehatan Umur
20-35 tahun 15 100 14 93,3
kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan
>35 tahun 0 0 1 6,7
cakupan program imunisasi TT pada ibu hamil. Pendidikan
Bagi masyarakat Hasil penelitian ini dapat SD 1 6,7 0 0
memberi masukan kepada masyarakat khususnya SMP 4 26,7 3 20,0
ibu hamil untuk mengetahui pentingnya imunisasi SMA 8 53,3 8 53,3
TT dalam mencegah terjadinya tetanus PT 2 13,3 4 26,7
Pekerjaan
neonatorum. Bagi peneliti selanjutnya, hasil PNS 1 6,7 0 0
penelitian ini dapat memberikan informasi dan Swasta 0 0 3 20,0
gambaran bagi peneliti berikutnya, serta dapat Pedagang 0 0 1 6,7
dijadikan evidence based khususnya yang terkait IRT 14 93,3 9 60,0
dengan imunisasi TT. DLL 0 0 2 13,3

METODE PENELITIAN Tabel 1 diketahui bahwa dari 80 responden


Desain penelitian yang digunakan dalam yang diteliti, mayoritas distribusi responden
penelitian ini adalah Quasy experiment dengan menurut usia adalah usia 20-35 tahun dengan
rancangan penelitian Non Equivalent Control jumlah 29 responden (96,7%), mayoritas distribusi
Group Design. Pengambilan sampel dalam responden menurut pendidikan adalah SMA
penelitian ini menggunakan teknik non probability dengan jumlah 16 responden (53,3%), dan
sampling dengan jenis purposive sampling yaitu pekerjaan terbanyak adalah sebagai IRT yaitu 23
teknik pengambilan sampel dari populasi yang responden (76,7%).
sesuai dengan kehendak peneliti berdasarkan
tujuan tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah 2. Analisa Bivariat
30 orang dengan rincian 15 orang sebagai sampel Berdasarkan pengolahan data dengan perhitungan
kelompok eksperimen dan 15 orang sebagai sampel statistik melalui komputer diperoleh hasil
kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen penelitian sebagai berikut: Tabel 2
sebelumnya dilakukan pengukuran pengetahuan
kemudian diberikan intervensi lalu dilakukan Uji Homogenitas Pengetahuan Sebelum diberikan
pengukuran pengetahuan lagi. Sedangkan pada Pendidikan Kesehatan pada Kelompok Eksperimen
kelompok kontrol pengukuran dilakukan sebelum dan Kelompok Kontrol
dan sesudah tanpa diberikan intervensi. Analisa Variabel Mean SD p value N
data yang digunakan adalah analisa univariat dan Kelompok 47,84 16,91 15
analisa bivariat. Analisa univariat untuk eksperimen 0,658
Kelompok 50,20 11,31 15
mendapatkan gambaran tentang distribusi kontrol
karakteristik responden seperti usia, pendidikan,
3
Tabel 2 diatas dapat dilihat hasil uji Tabel 5
homogenitas dengan t independent pada pre test Perbedaan Pengetahuan Ibu Hamil tentang
kelompok eksperimen dan kontrol didapatkan taraf Imunisasi TT Sesudah Pendidikan Kesehatan pada
signifikan dengan p value (0,658) > α (0,05), Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
artinya pengetahuan responden sebelum diberikan Kelompok Mean SD p value N
pendidikan kesehatan adalah homogen. Kelompok 82,74 10,99 15
eksperimen 0,000
Kelompok kontrol 52,55 10,30 15
Tabel 3
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Imunisasi TT
pada Kelompok Eksperimen Sebelum dan Sesudah
diberikan Pendidikan Kesehatan Tabel 5 diatas, didapatkan mean
Variabel Mean SD p value N
pengetahuan ibu hamil setelah diberikan
Kelompok eksperimen pendidikan kesehatan pada kelompok eksperimen
adalah 82,74 dengan standar deviasi 10,99.
 Pre-test 47,84 16,91 0,000 15
 Post-test Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan
82,74 10,99 mean pengetahuan ibu hamil adalah 52,55 dengan
standar deviasi 10,30. Nilai p value (0,000) < α
Tabel 3 dapat dilihat rata-rata pengetahuan (0,05), maka Ho ditolak sehingga disimpulkan
ibu hamil tentang imunisasi TT sebelum diberikan bahwa pemberian pendidikan kesehatan tentang
pendidikan kesehatan tentang imunisasi TT adalah imunisasi TT efektif terhadap peningkatan
47,84 sedangkan rata-rata pengetahuan sesudah pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT.
diberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi
TT adalah 82,74 dengan p value (0,000) < α PEMBAHASAN
(0,05), maka dapat disimpulkan ada perbedaan 1. Karakteristik responden berdasarkan umur,
yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil pendidikan, dan pekerjaan
tentang imunisasi TT sebelum dan setelah Umur adalah jumlah hari, bulan, tahun
diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok yang telah dilalui sejak lahir sampai waktu
eksperimen. tertentu. Umur bisa juga diartikan sebagai
satuan waktu yang mengukur waktu keberadaan
suatu benda atau makhluk yang hidup maupun
Tabel 4 yang mati (Notoatmodjo, 2007). Hasil
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Imunisasi TT penelitian yang dilakukan pada 30 responden,
pada Kelompok Kontrol Sebelum dan Sesudah diketahui bahwa sebagian besar umur
diberikan Pendidikan Kesehatan responden dalam rentang 20-35 sebanyak 29
Variabel Mean SD p value N
orang (96,7%).
Kelompok Umur ideal wanita untuk hamil adalah
eksperimen pada rentang umur 20-35 tahun (BKKBN,
 Pre-test 50,20 11,31 0,305 15 2012). Umur tersebut termasuk dalam dewasa
 Post-test awal dimana salah satu tugas perkembangannya
52,55 10,30
adalah membina hubungan intim melalui
pernikahan dan memperoleh keturunan (Perry
Tabel 4 dapat dilihat rata-rata pengetahuan
dan Potter, 2005). Usia 20-35 tahun merupakan
ibu hamil tentang imunisasi TT sebelum diberikan
usia yang tepat dalam menganalisa dan
pendidikan kesehatan tentang imunisasi TT adalah
menerima suatu informasi dibandingkan dengan
50,20 sedangkan rata-rata pengetahuan sesudah
usia pertengahan. Semakin dewasa umur
diberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi
seseorang maka akan semakin lebih matang dan
TT adalah 52,55 dengan p value (0,305) < α
lebih baik dalam berpikir dan bertindak
(0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada (Hurlock, 2007).
perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu
Dilihat dari karakteristik pendidikan
hamil tentang imunisasi TT sebelum dan setelah
responden didapatkan bahwa mayoritas
diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok
responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak
kontrol. 16 orang (53,3%). Pendidikan SMA merupakan
pendidikan menengah dimana tingkat
pendidikan seseorang dapat mempengaruhi
4
proses belajar, makin tinggi pendidikan informasi, lingkungan, tingkat ekonomi,
seseorang makin mudah orang tersebut untuk pengalaman dan usia. Pengetahuan merupakan
menerima informasi. Semakin tinggi pendidikan hasil dari tahu dan terjadi setelah orang
seseorang maka informasi semakin mudah melakukan penginderaan melalui panca indra
didapatkan, baik dari orang lain maupun dari yang sebagian besar didapatkan melalui mata
media massa (Notoatmodjo, 2005). dan telinga.
Karakteristik responden berdasarkan Menurut Hurlock (2007), usia 20-35 tahun
pekerjaan diperoleh bahwa sebagian besar merupakan usia yang tepat dalam menganalisa
pekerjaan responden sebagai ibu rumah tangga dan menerima suatu informasi dibandingkan
(IRT) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%). dengan usia pertengahan. Semakin dewasa umur
Pekerjaan adalah serangkaian tugas atau seseorang maka akan semakin lebih matang dan
kegiatan yang harus dilaksanakan atau lebih baik dalam berpikir dan bertindak.
diselesaikan oleh seseorang sesuai dengan Menurut Notoatmodjo (2007), semakin tinggi
jabatan atau profesi masing-masing. Salah satu pendidikan seseorang makin mudah orang
faktor yang mempengaruhi pengetahuan adalah tersebut untuk menerima informasi. Semakin
pekerjaan. Lingkungan pekerjaan dapat tinggi pendidikan seseorang maka informasi
menjadikan seseorang memperoleh pengalaman semakin mudah didapatkan, baik dari orang lain
dan pengetahuan baik secara langsung maupun maupun dari media massa. Sebagian besar
secara tidak langsung (Mubarak, 2007). Ibu responden dalam penelitian ini berpendidikan
yang tidak bekerja pada umumnya menjalankan SMA sehinggga lebih mudah menerima
tugas rutinitas sebagai Ibu Rumah Tangga, informasi tentang imunisasi TT.
sehingga pengalaman dan informasi yang Menurut Saam dan Wahyuni (2012), ada
diperoleh terbatas dibandingkan ibu yang beberapa faktor yang mempengaruhi
bekerja, sementara ibu yang bekerja memiliki pengetahuan seseorang yaitu faktor yang berasal
dunia yang lebih luas sehingga dapat dari dalam diri individu sendiri seperti
menceritakan pengalaman serta keluhannya pendidikan dan persepsi. Faktor lain yang
kepada temannya (Pusporini, 2009). berasal dari luar yang mempengaruhi
pengetahuan seseorang seperti informasi, sosial,
2. Pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT budaya, dan lingkungan. Kemajuan teknologi
sebelum dan sesudah diberikan pendidikan menghasilkan tersedianya bermacam-macam
kesehatan pada kelompok eksperimen dan media massa yang dapat mempengaruhi
kelompok kontrol pengetahuan masyarakat, khusunya ibu hamil.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah Berdasarkan teori tersebut dapat diketahui
diuraikan sebelumnya diketahui bahwa rata-rata bahwa pentingnya informasi sehingga dapat
nilai pengetahuan responden pada kelompok munculnya pengetahuan baru tentang suatu
eksperimen dan kelompok kontrol mengalami objek, hal ini dapat membentuk perilaku baru
peningkatan. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh individu yang dalam hal ini
oleh beberapa faktor yang melatarbelakangi menggambarkan pengetahuan responden
seperti umur responden yang berada pada sebelum diberikan pendidikan tentang imunisasi
rentang umur 20-35 tahun yang merupakan TT.
tahap dewasa awal, sebagian besar pendidikan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan
responden adalah SMA, dan media informasi. oleh Amelia (2011), menunjukkan adanya
Rata-rata pengetahuan ibu hamil pada kelompok peningkatan pengetahuan yang signifikan pada
eksperimen dan kelompok kontrol mengalami kelompok eksperimen dan kontrol dengan
peningkatan dengan selisih pengetahuan pada selisih pengetahuan pada kedua kelompok
kedua kelompok sebanyak 30,19. Peningkatan sebanyak 11,33. Sejalan dengan pendapat Perry
pengetahuan lebih tinggi terjadi pada kelompok dan Potter (2005) bahwa pendidikan kesehatan
eksperimen yang mendapatkan pendidikan seringkali melibatkan perubahan sikap dan nilai
kesehatan. sehingga dapat menimbulkan keyakinan yang
Menurut Notoatmodjo (2003), memotivasi seseorang untuk belajar dan
pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh mengaplikasikan pendidikan tentang fakta yang
beberapa faktor seperti pendidikan, media diberikan.

5
3. Efektifitas pendidikan kesehatan tentang ini terjadi karena pengarhu dari media
imunisasi TT terhadap pengetahuan ibu informasi. Hal ini sesuai dengan pernyataan
hamil mengenai imunisasi TT. Notoadmodjo (2007) bahwa salah satu faktor
Hasil uji statistik dengan menggunakan uji yang dapat mempengaruhi pengetahuan
t dependent pada kelompok eksprimen sebelum seseorang adalah media informasi.
dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan Hasil uji statistik dengan menggunakan t
tentang imunisasi TT diketahui terdapat independent diperoleh p value (0,000) < α
peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hal (0,05). Hal ini berarti terdapat perbedaan yang
ini terjadi karena pengetahuan seseorang dapat signifikan antara rata-rata pengetahuan ibu
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor yang hamil tentang imunisasi TT setelah diberikan
dapat mempengaruhi pengetahuan diantaranya pendidikan kesehatan pada kelompok
umur, pendidikan, dan media massa/ informasi eksperimen dan tanpa diberikan pendidikan
(Notoatmodjo 2005). kesehatan pada kelompok kontrol, sehingga
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian pendidikan
oleh Alfarisy (2013) disimpulkan bahwa terjadi kesehatan efektif terhadap pengetahuan ibu
peningkatan pengetahuan remaja tentang hamil tentang imunisasi TT.
dampak merokok sesudah diberikan pendidikan Sesuai dengan penelitian yang dilakukan
kesehatan pada kelompok eksperimen. oleh Simanullang (2012), disimpulkan bahwa
Peningkatan pengetahuan ini terjadi karena pendidikan kesehatan tentang SADARI efektif
antusiasme responden untuk mengikuti terhadap peningkatan pengetahuan ibu dalam
pendidikan kesehatan, sehingga informasi yang melaksanakan SADARI. Karena pengetahuan
disampaikan dapat diterima dengan baik. Hal ibu yang mendapatkan pendidikan kesehatan
tersebut menunjukkan diperlukan adanya benar-benar berbeda dengan pengetahuan ibu
pendidikan kesehatan untuk meningkatkan yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan
pengetahuan. pada kelompok kontrol.
Pendidikan kesehatan merupakan upaya Sesuai juga dengan penelitian yang
persuasi atau pembelajaran kepada masyarakat dilakukan oleh Utari (2013), disimpulkan bahwa
agar masyarakat mau melakukan tindakan untuk pendidikan kesehatan efektif terhadap
memelihara dan meningkatkan kesehatannya peningkatan pengetahuan keluarga tentang
(Achjar, 2010). Tujuan dari metode edukasi atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dari
pendidikan kesehatan adalah untuk mengubah hasil tersebut dapat dikaitkan dengan penelitian
perilaku orang atau masyarakat dari perilaku ini bahwa hasil peningkatan pengetahun ibu
yang tidak tahu menjadi tahu (Fitriani, 2011). hamil tentang imunisasi TT sama halnya dengan
Dalam waktu pendek (immediate impact) perolehan pengetahuan keluarga yang
pendidikan kesehatan menghasilkan perubahan meningkat tentang ISPA karena pengaruh dari
dan peningkatan pengetahuan seseorang pendidikan kesehatan.
(Notoatmodjo, 2005). Menurut Notoatmodjo (2005), dalam
Sedangkan pada kelompok kontrol proses pendidikan kesehatan terjadi pengaruh
menunjukkan p value (0,305) > α (0,05), timbal balik antara berbagai faktor, antara lain:
sehingga diketahui tidak ada perbedaan yang subjek belajar, pengajar (pendidik atau
signifikan antara rata-rata pengetahuan ibu fasilitator), metode dan teknik belajar, alat bantu
hamil sebelum dan sesudah tanpa diberikan dan materi atau bahan yang dipelajari. Dalam
pendidikan kesehatan tentang imuniasi TT. penelitian ini materi yang disampaikan yaitu
Peningkatan pengetahuan ibu hamil pada tentang imunisasi TT dan sasaran pada
penelitian ini karena pengaruh karakteristik pendidikan kesehatan ini adalah ibu hamil.
responden dan media informasi. Selain itu, media yang digunakan dalam
Sejalan dengan penelitian yang dilakukan pendidikan kesehatan ini adalah power point
oleh Makahanap, Kundre, dan Bataha (2013), dan leaflet yang disusun dengan kata-kata yang
yang menunjukkan terjadi peningkatan mudah dipahami. Pendidikan kesehatan
pengetahuan ibu tentang menopause pada diberikan dengan metode individual agar
kelompok kontrol yang tidak diberikan responden dapat dengan mudah memahami
pendidikan kesehatan. Peningkatan pengetahuan materi yang disampaikan.

6
Sesuai dengan penelitian yang dilakukan 0,000 < α 0,05 sehingga Ho ditolak.
oleh Achjar (2006), menunjukkan bahwa adanya Kesimpulannya ada perbedaan pengetahuan
peningkatan pengetahuan remaja setelah sebelum dan sesudah diberikan pendidikan
diberikan penyuluhan kesehatan menggunakan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil.
media power point. Dapat disimpulkan bahwa Perbedaan antara kelompok kontrol dan
pendidikan kesehatan dengan menggunakan eksperimen setelah diberikan pendidikan
media power point efektif meningkatkan kesehatan dapat dilihat dari uji T Independent
pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Hal didapatkan p value 0,000 < α 0,05 sehingga Ho
ini sesuai dengan penelitian ini, karena dengan ditolak. Kesimpulannya pemberian pendidikan
memberikan pendidikan kesehatan kesehatan tentang imunisasi TT efektif terhadap
menggunakan media power point yang dibuat peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang
dengan semenarik mungkin, dapat membuat imunisasi TT.
responden mudah dalam memahami informasi
yang diberikan. B. Saran
Menurut Notoadmojo (2007) media Disarankan kepada pelayanan kesehatan
pendidikan kesehatan adalah semua sarana atau hendaknya mempertimbangkan media lain
upaya untuk menampilkan pesan atau informasi dalam memberikan pendidikan kesehatan
yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik sehingga dapat lebih efektif dan efisien. Materi
itu melalui media cetak, elektronik (televisi, pendidikan kesehatan tentang imunisasi TT
radio, komputer, dan sebagainya) dan media disarankan untuk dibuat dalam bentuk slide
luar ruang, sehingga sasaran dapat meningkat power point atau media audiovisual sehingga
pengetahuannya yang akhirnya diharapkan ibu hamil dapat dengan mudah memahami
dapat berubah prilakunya kearah positif pentingnya imunisasi TT. Selain itu, materi
terhadap kesehatan. pendidikan kesehatan dibuat leaflet dan poster
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan yang bisa diletakkan ditempat-tempat strategis
bahwa pemberian pendidikan kesehatan tentang yang mudah dilihat oleh ibu hamil. Bagi
imunisasi TT dapat meningkatkan pengetahuan institusi pendidikan khususnya keperawatan,
ibu hamil. Oleh karena itu, pemberikan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber
pendidikan kesehatan tentang imunisasi TT informasi dalam pengembangan ilmu
efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu pengetahuan terutama tentang manfaat
hamil tentang imunisasi TT. pendidikan kesehatan tentang imunisasi TT
terhadap pengetahuan ibu hamil tentang TT.
PENUTUP Bagi masyarakat khususnya ibu hamil
A. Kesimpulan diharapkan dapat menerima informasi lebih
Berdasarkan hasil penelitian mengenai lanjut yang diberikan untuk menambah
efektifitas pendidikan kesehatan tentang wawasan dan pengetahuan tentang imunisasi TT
imunisasi TT terhadap pengetahuan ibu hamil dan juga berpartisipasi secara aktif dalam
tentang imunisasi TT, ada beberapa kesimpulan melakukan imunisasi TT. Serta bagi peneliti
dan saran yang disajikan pada bab ini. selanjutnya agar dapat menambahkan media
Berdasarkan karakteristik responden, diketahui pendidikan kesehatan seperti media audiovisual
bahwa sebagian besar umur responden berada dan variabel perilaku dalam penelitian
pada usia ideal wanita untuk hamil yaitu pada selanjutnya untuk dapat melihat efektifitas
rentang usia 20-35 tahun sebanyak 29 orang pendidikan kesehatan menggunakan media
(96,7%), mayoritas pendidikan responden audiovisual tentang imunisasi TT terhadap
adalah SMA berjumlah 16 orang (53,3%), dan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang
pekerjaan responden terbanyak adalah IRT imunisasi TT.
berjumlah 23 orang (76,7%).
Hasil analisa bivariat diperoleh hasil UCAPAN TERIMA KASIH
bahwa perbedaan pengetahuan keluarga pada Terima kasih yang tak terhingga atas bantuan dan
kelompok eksperimen sebelum dan sesudah bimbingan dari berbagai pihak dalam penyelesaian
diberikan pendidikan kesehatan dapat dilihat skripsi ini.
dari p value dari uji T dependent yaitu p value

7
1
Sriwahyu Aprida: Mahasiswa Program Studi tetanus pada wanita usia subur. Jakarta:
Ilmu Keperawatan Universitas Riau, Indonesia Direktorat Jendral PP & PL Kemenkes RI.
2
Ns. Sri Utami, S.Kep., M.Biomed: Dosen Direktorat Jendral PP & PL Kementrian Kesehatan
Departemen Keperawatan Maternitas-Anak RI. (2012). Eliminasi Tetanus Maternal dan
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau, Neonatal di Indonesia. Jakarta: Direktorat
Indonesia Jendral PP & PL Kemenkes RI.
3 Fanny, T. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan
Yesi Hasneli N, Skp., MNS: Dosen Departemen
Keperawatan Medikal Bedah Program Studi Ilmu dengan tingkat pengetahuan ibu terhadap
Keperawatan Universitas Riau, Indonesia imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada ibu
hamil trimester III. Diperoleh tanggal 13
Juli 2014 dari
DAFTAR PUSTAKA http://www.slideshare.net/tiofanni/power-
point-kti-faktor-faktor-yang-berhubungan-
Achjar,K. (2006). Pengaruh penyampaian dengan-tingkat-pengetahuan-ibu-terhadap-
pendidikan kesehatan reproduksi oleh imunisasi-tt- tetanus-toxoid-pada-ibu-
kelompok sebaya (peer group) terhadap hamil-trimester-iii.
pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Fitriani, M. (2011). Promosi kesehatan.
Diperoleh tanggal 10 Juli 2014 dari Yogyakarta: Graha Ilmu
http://core.kmi.open.ac.uk/display/1212365 Hidayat, A.A. (2008). Pengantar ilmu kesehatan
3. anak. Jakarta: Salemba Medika.
Achjar,K. (2010). Aplikasi praktis asuhan Hurlock B.E. (2007). Psikologi perkembangan
keperawatan keluarga. Jakarta: Sagung suatu pendekatan sepanjang rentang
Seto. kehidupan. Penerbit Erlangga: Jakarta.
Alfarisy, S. (2013). Efektifitas pendidikan Notoadmodjo, S. (2005). Promosi kesehatan teori
kesehatan terhadap peningkatan dan aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
pengetahuan remaja tentang dampak Notoadmodjo, S. (2007). Kesehatan masyarakat:
merokok. Diperoleh tanggal 10 juli 2014. ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta.
http://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/a Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku
rticle/view/2077. kesehatan. Jakart: Rineka Cipta.
Amelia, N. (2011). Efektifitas pendidikan Perry & Potter. (2005). Konsep perkembangan dan
kesehatan tentangasi terhadap tingkat peran keluarga. Jakarta: Salemba Medika.
pengetahuan, kemampuan dan motivasi Proverawati, A., & Andhini, C.S.D. (2010).
menyusui primipara. Skripsi PSIK UR. Imunisasi dan vaksinasi. Yogyakarta: Nuha
Tidak dipublikasikan. Medika.
BKKBN. (2012). evaluasi program kependudukan
dan KB. Jakarta: Direktorat Kelangsungan Pusporini. (2009). Konsep dan peran dalam
Hidup Ibu, Bayi dan Anak. keluarga. Jakarta: Widiya Medika.
Departemen Kesehatan RI. (2005). Rencana Saam, Z., & Wahyuni, S. (2012). Psikologi
strategi departemen kesehatan. Jakarta: keperawatan. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Depkes RI. Persada.
Saleh, A., Nurochmah, E., As’ad, S., & Hadju, V.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau (2011). Profil (2010). Pengaruh pendidikan kesehatan
kesehatan Provinsi Riau tahun 2011. dengan pendekatan modelling terhadap
Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau. pengetahuan, kemampuan praktek dan
Dinas Kesehatan Provinsi Riau (2012). Profil percaya diri ibu dalam menstimulasi
kesehatan Provinsi Riau tahun 2012. tumbuh kembang bayi 0-6 bulan. Diperoleh
Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau. tanggal 12 Juli 2014 dari
Direktorat Jendral PP & PL Kementrian Kesehatan http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/4dfd694
RI. (2009). Profil kesehatan Indonesia. e7da095c426fa76ffbdf2b3ea.pdf.
Jakarta: Direktorat Jendral PP & PL Simanullang, P. (2011). Efektifitas pendidikan
Kemenkes RI. kesehatan tentang SADARI terhadap
Direktorat Jendral PP & PL Kementrian Kesehatan pengetahuan dan sikap ibu dalam
RI. (2011). Buku pedoman imunisasi melaksanakan SADARI. Diperoleh tanggal

8
12 Juli 2014 dari
http://uda.ac.id/jurmal/main.php?page=vie
w&&id=134.
Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I.,
Simadibrata, & M., Setiati, S. (2009). Buku
ajar ilmu penyakit dalam, Jilid 3, edisi V.
Jakarta: Internal Publishing.
Utari, W. (2013). Efektifitas pendidikan kesehatan
terhadap peningkatan pengetahuan
keluarga tentang Infeksi Saluran
Pernapasan Akut (ISPA). Diperoleh tanggal
15 mei 2014 dari
http://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/a
rticle/download/2074/2028.